Timun Aceh

Sewaktu di Medan, saya sempat menemani Ni Upik ke Pajak (bahasa Medan untuk pasar) Simpang Limun. Disini Ni Upik sibuk memilah-milah sesuatu yang mirip timun, tapi dengan ukuran lebih besar?! Ternyata, ini namanya Timun Aceh. Ni Upik berencana bikin takjil dari ini ntar. Jadi penasaran?!..

Sayangnya, timun yang Ni Upik beli masih muda, jadi belum berlemak, masih keras.

Walhasil, beliau menunda bikin takjil ini untuk besoknya. 1 timun ini dibeli dengan harga Rp 10.000,-.

  •  Bahan:
    • Timun aceh yang sudah merekah (matang)
    • Santan
    • Gula aren
    • Garam secukupnya
    • Sirup aceh
  • Cara:
    • Masak santan bersama gula aren hingga matang.
    • Tambahkan garam secukupnya.
    • Tuangkan ke dalam mangkok.
    • Belah timun aceh, kerok dagingnya dan tambahkan ke dalam mangkok yg telah diisi dengan kuah santan.
    • Siap disajikan.
  • Catatan:
    • Untuk menambah manis, bisa ditambahkan sirup aceh.
    • Timun aceh yang muda masih keras, itu sebabnya pilih yang merekah. Ni Upik bilang, berlemak timunnya 🙂
    • Rasanya mirip kolak labu, tapi lebih khas.

Timun Aceh, Masakan Ni Upik, Makanan/Takjil Medan, Sumatera Utara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s