Rumah Gadang

Sumatera Barat lebih dikenal dengan sebutan Minangkabau, memiliki banyak peninggalan sejarah dan budaya yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu bentuk peninggalan tersebut adalah arsitektur tradisional berupa bangunan rumah gadang, balai adat dan surau atau masjid.

Arsitektur tradisional merupakan wujud kultur dari kebudayaan Minangkabau yang dilatarbelakangi oleh banyak faktor seperti sistim kekerabatan yang dianut dan faktor alam sekitar sesuai dengan falsafah Minangkabau “alam takambang jadi guru”. Bangunan tradisional ini terbuat dari kayu, bambu, atap ijuk, dengan sistim pasak.

Ciri khas paling menonjol pada rumah gadang dan balai adat terlihat pada bentuk atapnya bergonjong menjulang tinggi, menyerupai tanduk kerbau, kemudian dinding yang diberi hiasan ukiran. Rumah gadang punya beberapa tipe gajah maharam, rajo bagandiang, surambi papek dan surambi aceh. Beberapa rumah gadang dilengkapi rangkiang atau lumbung untuk menyimpan padi.

 

Referensi

Semua informasi yang saya posting disini disalin dari berbagai media yang terdapat di Museum Rumah Adat Baanjuang, seperti: informasi tertulis yang disediakan tepat di dekat objek; dengan perubahan seperlunya.

Advertisements

One thought on “Rumah Gadang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s