Simauang

Versi Original

Simauang merupakan salah satu bahan makanan khas Palembayan. Biasanya, buah dengan warna hitam ini dimasak menjadi Samba Uwok Simauang. Rasanya unik dengan daging yang empuk dan bikin selera makan meningkat..
Sayangnya, simauang ini hanya berbuah sekali dalam setahun. Bentuknya mirip buah kelapa. Begitu juga dengan batangnya, bahkan bisa 2x lebih besar dari pohon kelapa, tergantung umur tanamnya berapa lama. Karena yang menanam ini adalah nenek-nenek terdahulu. Dia hanya akan berbuah saat batangnya telah besar. Yang kita beli di pakan (pasar) memang sudah dalam bentuk jadi. Padahal, prosesnya rumit lho..

Buah yang jatuh dibiarkan lapuk, biasanya didiamkan selama 3 bulan. Ambil isi didalamnya yang tipis mirip kerang, berwarna hitam. Jika telah matang, kulitnya tanggal sendiri, sementara cangkang didalamnya berwarna putih dengan isi berwarna hitam. Biasanya isinya antara 20-30 biji. Didiamkan selama 3 bulan, direndam 3 malam. Jika kulit cangkangnya telah lepas dan warnanya hitam mengkilat, maka siap diolah menjadi makanan lain, seperti Samba Uwok Simauang. Proses ini tidak selalu berhasil, terkadang masih ada yang masih muda, sehingga tidak bagus dikonsumsi, karena beracun.

Di Palembayan, daerah yang biasanya menjadi penghasil simauang yaitu Kelok Cegek di Padang Bamban dan Kabun di Piladang. Saat ini terbilang cukup langka karena tidak banyak warga yang mau membiakkannya. Mayoritas lebih memilih membeli simauang yang telah dijual di pasar, namun mulai sulit dicari. Harga tergantung patokan gelas yang dipakai, biasanya 1 gelas kecil (dikenal dengan gelas telur), dijual sampai Rp 5.000,-.

Referensi

Nek Mariani & Pakcik Man. Informasi verbal pada 24 Juli 2015 di Piladang.

Versi Instant

Untuk dikirim ke tempat yang jauh yang membutuhkan waktu cukup lama, saya menyarankan Anda untuk membeli simauang dalam bentuk buah dan mengolahnya sendiri. Caranya, pesan simauang di tempat penjualan, biasanya yang menjual hanya satu atau dua orang di pakan Pasar Palembayan, karena simauang mulai sulit ditemukan di masa kini. 10 buah Rp 5.000,-.

Rendam agak semalam, pukul cangkang buah dan korek isinya. Jika ditemukan isi yang memutih seperti bercendawan, dibuang saja, karena rasanya pahit dan tergolong buah yang busuk. Jika buah hitam tapi ada bintil-bintil seperti telur semut versi mini dan berbau busuk, buang saja. Ambil isi yang hitam yang tampak mengkilat.

Referensi

Ni Mar Gagah, informasi verbal pada Agustus 2015 di Palembayan.

Resep Simauang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s