Kampia

Benda mirip tas atau keranjang kecil ini dalam bahasa Minang namanya kampia. Menurut Ni Mar Gagah, warga Jorong Pasar Palembayan, kerajinan tangan ini dibuat dengan cara menganyam rumput mansiang; rumput yang sering tumbuh di tabek (kolam ikan) dan kemudian disauik (dilicinkan), dijemur dan diwarnai sesuai keinginan. Di sekitar Jam Gadang, yang tanpa tutup dijual seharga Rp 30.000,- dan yang pakai tutup Rp 35.000,-.

Dahulunya, tas unik ini sering digunakan sebagai pengganti tempat bawaan (biasanya beras yang dikemas di dalam kantong kresek atau dibungkus dengan deta [saputangan]) saat manjanguak (melayat) atau pergi baralek (kenduri/pesta pernikahan menurut adat Minang). Namun, dewasa ini kebiasaan tersebut mulai terkikis oleh zaman, seringkali kampia hanyalah dipandang sebagai salah satu cenderamata khas Minangkabau, sehingga terkesan tidak terlalu diminati. Padahal, meskipun tidak sepopuler dulu, kerajinan tradisional ini masih bisa dialihfungsikan untuk penggunaan sehari-hari, salah satunya sebagai tempat kosmetik 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s