Mata Air Limundak

Mata air nan jernih ini dinamakan Mata Air Limundak (Mato Aia Limundak) karena terletak di daerah Limundak, Jorong Piladang, Nagari IV Koto Palembayan. Lokasi ini berjarak sekitar 1,5 km dari Pasar Palembayan. Akses ke Limundak bisa menggunakan kendaraan ataupun dengan berjalan kaki saja. Dari jalan raya memakan waktu sekitar 5 menit ke lokasi dengan melewati jalan setapak yang sedikit mendaki diawalnya. Pemandangan sekitar penuh dengan hamparan sawah yang indah.

Menurut cerita Nek Marini, tetua di kampung Piladang, kemungkinan mata air ini sudah ada sejak dahulu kala, bahkan sebelum masa penjajahan Belanda. Awal kemunculannya, mata air ini cukup kecil. Namun, setelah pancarannya membesar, ibaratnya jika ada orang yang masuk kesana takkan kembali,  akhirnya ditutup dengan kancah (kuali) besar oleh masyarakat sekitar pada masa penjajahan Belanda atas panduan dari para Kiai (karena dahulu banyak masyarakat yang alim ulama). Selain itu, untuk mencegah limpahan air terlalu banyak, dibuatkanlah kolam dengan pintu air yang terbuat dari papan besar, sehingga air tersebut menggenang dan bisa mengalir dengan konstan, seperti yang terlihat sekarang ini. Selang waktu yang cukup lama, karena mata air ini terletak di dalam hutan, konon warga pernah menemukan ular bidai (ular yang sangat besar seukuran bidai, tikar tempat menjemur padi) yang melingkar disekitar kancah.

Dahulunya, tidak banyak yang berani mendatangi lokasi ini sebagai tempat pemandian alam, sebab akses yang cukup rumit dan pertimbangan keamanan (seperti: takut disengat lebah yang bersarang di puncak pohon besar di dekat kolam, atau tatameh: ditegur oleh alam gaib). Namun, sekarang tidak lagi, Mata Air Limundak mulai berpotensi sebagai objek wisata; destinasi yang masih asri ini mulai ramai, terutama di sore hari. Banyak warga berdatangan untuk sekedar berenang atau sekaligus mandi sore. Karenanya, kolam ini menjadi lebih jernih, banyaknya pengunjung yang berenang membuat lumut-lumut tinggi yang tumbuh di dasar kolam menjadi berkurang. Bahkan, ada juga yang menjadikannya sebagai ajang piknik, membawa bekal dan makan di pinggir kolam.

Layaknya mata air pegunungan, air ini tak hanya jernih dilihat tetapi juga segar untuk dikonsumsi. Air ini dikelola dan dialirkan ke berbagai daerah disekitarnya demi mencukupi kebutuhan air masyarakat di Jorong Piladang.

Advertisements

2 thoughts on “Mata Air Limundak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s