Janjang Gadang Koto Gadang (The Great Wall Of Koto Gadang)

Janjang Gadang Koto Gadang yang lebih dulu terkenal sebagai Janjang Saribu (Jenjang Seribu) ini didirikan pada tahun 2013 dan menghubungkan daerah Koto Gadang (Kabupaten Agam) dengan Kota Bukittinggi. Karenanya, akses ke lokasi ini bisa melalui 2 gerbang, dari Koto Gadang atau Bukittinggi. Antara gerbang yang satu ke gerbang yang satunya lagi memiliki jarak + 2 km.

Buat yang ingin mengunjungi objek wisata yang satu ini, sebaiknya mengambil akses dari jalur Koto Gadang, karena alurnya menurun. Jadi masih bisa irit tenaga saat menyusuri jenjang yang panjangnya sekitar 1 km ini. Jika tidak memiliki kendaraan, bisa menaiki angkot (angkutan kota) berwarna hijau toska dengan kode 06 (Baca Transportasi Di Bukittinggi) untuk ke lokasi. Jika menggunakan mobil atau kedaraan lainnya, memakan waktu sekitar 5 menit menuju gerbang dari simpang empat (yang ada mesjid dan rumah adatnya). Kendaraan tersebut bisa diparkir di tempat yang telah disediakan, tepat di sebelah kanan gerbang.

Namun, buat yang ingin memilih akses dari Bukittinggi, gerbangnya berada sekitar 15 meter dari Pintu III Lobang Jepang. Buat yang tidak memiliki kendaraan, disini ada angkot berwarna merah melintas. Nah, jika ingin langsung sampai ke jembatan gantung, bisa menggunakan jasa ojek dengan tarif relatif. Selanjutnya, tinggal menyeberang jembatan gantung dan melewati alur yang mendaki.

Masuk ke Janjang Gadang Koto Gadang, tidak dipungut bayaran, alias GRATIS!! Hanya saja, nanti ada 2 kotak sumbangan yang diletakkan di gerbang (Koto Gadang) dan hampir di pertengahan lokasi, kotak tersebut bisa diisi seikhlas pengunjung.

Pemandangan disini akan sangat luar biasa indah jika cuaca cerah, berbeda dengan sekarang (berkabut). Waktu yang efektif menyusuri tempat ini adalah pagi menjelang siang. Dari sini bisa dinikmati nuansa alam nan elok dari Ngarai Sianok, gunung dan sawah.

Kita bisa menggunakan jembatan gantung untuk menyeberangi Ngarai tersebut. Tapi, ada warning-nya, kapasitas maksimal jembatan ini hanya 10 orang dan sebaiknya dilewati satu per satu. Selain itu, jembatan ini juga mudah goyang, jadi perlu mental yang cukup ekstra nih buat yang suka phobia ketinggian 😀

Disekitarnya terdapat beberapa titik penjualan makanan (seperti: kerupuk kuah), minuman dan cendera mata. Buat yang membawa bekal, jangan kuatir, disini juga disediakan tempat untuk bersantai. Namun, jangan lupa sampahnya dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan. Sayangnya, masih ada yang membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi; padahal selain GRATIS, banyak hal lain yang telah difasilitasi dengan sangat baik, seperti: ada beberapa tempat sampah dipinggir jalan lengkap dengan petugas kebersihan yang selalu standbye.

Sesekali, dipinggir jalan akan ada beberapa kera yang mendekat. Tapi, tak perlu cemas, mereka tidak pernah mengganggu pengunjung.

Berwisata ke Janjang Gadang Koto Gadang, tak hanya membuat kita merasa berada di Tembok Cina, tetapi sekaligus berolahraga sambil menikmati keelokan alam. Eits, jangan lupa sedia air mineral ya, karena berjalan cukup jauh lumayan memeras keringat.. Setelah itu, sekalian wisata kuliner juga, itiak lado ijau (sambal itik cabe hijau) di kawasan Ngarai Sianok ini terkenal maknyus! Terus, mampir ke Koto Gadang dulu buat membeli cendera mata, karena daerah ini terkenal sebagai nagari pengrajin perak; selain itu, ini juga tanah kelahiran sang pejuang kemerdekaan RI, H. Agoes Salim 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Janjang Gadang Koto Gadang (The Great Wall Of Koto Gadang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s