ビッグひな祭り (Big Hinamatsuri)

Apa itu Hinamatsuri?

ひな祭り (Hinamatsuri) merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan.

Biggu Hinamatsuri

ビッグ (biggu) berasal dari kata serapan bahasa inggris “big” yang berarti besar. Jadi, biggu hinamatsuri adalah perayaan besar untuk anak perempuan. Ini menjadi nama disebuah event lokal hinamatsuri di Katsura, Perfektur Tokushima.

Boneka sebanyak itu dapat dari mana? Sengaja dibeli atau dibuat sendiri?

Sewaktu anak perempuan lahir, si ibu membeli boneka untuk perayaan (oiwai). Ketika usia sang anak beranjak 20 tahun (dari sumber yang berbeda menyebutkan 18 tahun), boneka ini diserahkan ke jinja (kuil Shinto).

Nah, boneka inipun sangat variatif; ada yang lengkap dengan gotenbina (rumah boneka) bertingkat (tingkatan inipun bermacam-macam); ukuran besar, sedang dan kecil; bentuk tertentu seperti pakaian, ikatan rambut dan benda yang digenggam boneka, memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan kepercayaan orang Jepang; dll.

Butuh waktu berapa lama menyusun boneka itu hingga tertata dengan sangat apik?

Penyusunan boneka yang menggunung menyerupai piramid ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan sebelum hari H. Setelah kegiatan usai, boneka ditutupi permukaannya (dibungkus) dan disimpan didalam kotaknya masing-masing. Tahun berikutnya, di hari perayaan yang sama, boneka ini kembali disusun sekitar 2 bulan sebelum festival berlangsung.

Uniknya, meskipun seluruh boneka telah disimpan, piramid ini tidak dipindahkan alias masih tetap berada diposisi semula.

Lokasi

Acara ini dirayakan di berbagai tempat di Jepang. Khusus di Perfektur Tokushima, event ini diadakan di Katsura (勝浦), tepat di seberang halte bus 人形文化交流館前 (sisi kiri jalan). Tempat ini bukan kuil, tapi lebih menyerupai sebuah aula besar.

Akses

Dari 徳島駅 (Tokushima Station) menaiki 徳島バス (Bus Tokushima) yang berlabel 山成町, berwarna putih dengan perpaduan bis 2 garis biru dan 1 pink ditengahnya. Bus ditunggu di loket tunggu no. 3 (3 番のりば). Bus berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lama perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya 720.

Jika pengunjung tidak memiliki akses internet ataupun informasi yang relevan tentang jadwal bus, bisa langsung bertanya ke bagian informasi bus yang bertuliskan バス案内所, mereka akan menjelaskan secara rinci.

Kapan hinamatsuri diadakan?

Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat). Namun, perayaan puncak adalah tanggal 3 Maret setiap tahun.

Insert

Biaya masuk biggu hinamatsuri:

  • Umum : 300 yen
  • Anak-anak usia 10 tahun ke atas : 200 yen
  • Anak SD: 100 yen

Pertunjukan boneka

Di perayaan ini, juga diadakan pertunjukan boneka. Pertunjukan ini mirip dengan wayang di Indonesia dan pertunjukan boneka dari Cina ataupun Korea. Hanya saja, tentunya terdapat banyak perbedaan, terutama latar belakang budaya masing-masing.

Boneka yang berbentuk ibu dan anak perempuan ini masing-masingnya digerakkan oleh 3 orang dalang yang memakai pakaian serba hitam menutupi seluruh bagian tubuhnya. Sementara, di sisi kiri panggung, duduk dengan apik 2 orang wanita berpakaian tradisional jepang sebagai pembaca cerita dan pemain gitar khas jepang.

Pertunjukan dibuka oleh seorang protokol dengan prolog yang bercerita tentang sebuah keluarga. Kemudian, gitar dimainkan dan pencerita mulai membaca buku yang menyerupai kitab, layaknya seorang penyair yang menghayati karyanya dengan sangat mendalam. Pencerita ini terkadang berperan sebagai ibu dan terkadang sebagai anak perempuan. Alur cerita yang dibawakan tergambar dari aksi para dalang menggerakkan si boneka di panggung.

Sedikit mengulas tentang gitar khas jepang, alat musik ini memiliki 3 senar yang disebut sanmisen. Dipetik dengan menggunakan bacchi dan ada kain khusus yang digunakan sebagai pelindung jari saat memegang pengatur senar.

Selain gitar itu, juga ada alat musik tradisional jepang lainnya yang bernama koto. Bentuknya nyaris sama dengan kecapi.

Upacara minum teh

Menariknya biggu hinamatsuri di Katsura ini, ada tempat berukuran sekitar 2×3 meter yang menyuguhkan jamuan tradisional khas jepang, apalagi kalau bukan teh hijau (ocha) dan mochi sebagai okashi (kue).

Penyajian teh ini benar-benar sesuai dengan tradisinya. Teh ini sangat berbeda dengan teh hijau biasanya. Bentuk permukaannya berbuih dan rasanya sangat kental nuansa ocha. Tidak hanya itu, bentuk mochi yang disajikan juga unik menyerupai bunga dan tentunya nyummy.. Sajian ini bisa dinikmati seharga 400 yen.

Cuaca yang masih meniupkan sisa-sisa musim dingin, cocok banget buat nge-teh disini. Tempat duduknya yang menyerupai lesehan ini hangat dan nyaman.. Selain ocha, juga ada menu kopi dan aneka omiyage (oleh-oleh) lainnya yang terbuat dari kerajinan tangan dengan harga berkisar 400 yen.

Omiyage

Bicara tentang oleh-oleh, disini tersedia aneka pilihan, mulai dari mochi, senbe, arare, dll. Harga berkisar 300-400 yen-an/bungkus.

Ngomong-ngomong soal makanan, buat para muslim, tetap konfirm dulu sebelum membeli.

Fasilitas

Berbagai fasilitas lainpun tersedia disini, seperti: toilet yang bertuliskan お手洗 (baca: otearai), kantin yang lengkap dengan aneka jajanan kuliner, pertunjukan boneka gratis, dll. Tidak hanya ini, disini memang tidak tersedia fotografer khusus, namun ada seorang sukarelawan dari pihak penyelenggara yang mobile (keliling), beliau sering menawarkan diri pada pengunjung jika butuh bantuan pengambilan foto (tentunya dengan kamera masing-masing).

Statistik pengunjung

Berdasarkan informasi dari Hanabusa san, salah seorang penyelenggara, setiap harinya pengunjung mencapai tiga ribu orang lebih. Jika dilihat sekilas memang tidak bisa diduga, karena pengunjung datang silih berganti. Jam paling ramai adalah pagi dan sore hari.

Midaregami

Midaregami adalah hiburan khusus yang diadakan di lokasi sekitar event oleh penduduk setempat dengan menampilkan tarian tradisional jepang (bersifat lokal dan tarian yang dimaksud bukan Awa Odori yang menjadi tari daerah Tokushima). Kegiatan ini diadakan malam hari pada 4 Maret 2017.

Gallery

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Januari 2017. Tokushima City.
  • Hanabusa san & Sakata san via sharing pada 3 Maret 2017. Katsura.
  • Risa chan & Ien chan via sharing pada 3 Maret 2017. Tokushima City.

Catatan

Boneka ini terhubung dengan kepercayaan orang jepang, jadi tidak boleh asal terima meskipun sebagai omiyage. Bagi orang Jepang sekalipun, kalaupun boneka ini akan diberikan kepada orang lain, biasanya hanya kepada kerabat keluarga, itupun dengan beberapa catatan tersendiri. Selain itu, boneka ini hanya boleh dipajang selama 3 hari setelah dibawa pulang. Selanjutnya, disimpan ditempat tertutup.

Boneka ini juga tidak boleh diletakkan di sembarang tempat ataupun dibuang. Beberapa sumber menyebutkan, boneka ini memiliki aura mistis dan harus dikembalikan ke tempat asalnya (lokasi awal omiyage diterima). Namun, beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa boneka itu harus dikembalikan ke Otera (tempat beribadah kepercayaan Hotokesama, penganut Budha di Jepang), itupun tidak sembarang otera bisa diserahkan, harus dikonfirmasi pada tempat yang benar-benar bisa menyucikan benda tersebut.

Jadi, catatan tersendiri buat pengunjung asing, menerima omiyage memang menyenangkan, apalagi dengan bentuk yang indah dan bernilai seni tinggi. Namun, kita juga perlu tau sejarah dari omiyage tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s