Semarak Tahun Baru 1437 Hijriah Di Palembayan

Sore ini, sekitar pukul 14.00 WIB (sehabis shalat Jum’at), perkarangan Kantor Camat Palembayan dibanjiri oleh masyarakat yang tak ingin kehilangan moment perayaan lanjutan dari Tahun Baru 1437 Hijriah. Acaranya bervariasi, mulai dari nyanyi solo, lomba rebana hingga lomba randai, gandang atau talempong. Kemeriahan semakin terasa saat penghujung acara, dimana masyarakat mulai larut bersama alunan talempong … Continue reading Semarak Tahun Baru 1437 Hijriah Di Palembayan

Palembayan Berkabut

Cuaca yang begitu dingin dirasakan sedari pagi di Palembayan, bahkan ada fenomena luar biasa di luar rumah, kabut tebal! Banyak yang berasumsi kalau kabut itu masih bagian dari asap akibat kebakaran hutan yang belakangan ini terjadi di beberapa wilayah di Sumatera (Pekanbaru, Jambi, Bengkulu). Mungkin itu benar atau mungkin saja salah. Faktanya, saat beraktifitas di … Continue reading Palembayan Berkabut

Budaya Lebaran di Palembayan

Masakan Serba Daging Budaya di Palembayan, khususnya Pasar Palembayan, beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri (ari rayo), warga punya tradisi membeli daging sapi (dagiang bantiang) yang telah dionggok dengan harga yang telah disepakati. Nanti daging ini akan diolah menjadi rendang (randang), gulai bukek, gulai putih (gulai putiah), sup, asam pedas (sampadeh), kalio daging (kalio … Continue reading Budaya Lebaran di Palembayan

Palembayan Penuh Hikmah

18 Agustus 2015 Hoaaaahm….. musim hujan dadakan di kota Padang bikin males beranjak dari PW (Posisi Wenak) 😦 Seharian cuaca seperti ga rela ngasi kita kesempatan buat ninggalin tempat berteduh, walhasil… planing buat pulkam (pulang kampung) gagal total, kita hanya lalu lalang ga jelas nungguin hujan reda.. 19 Agustus 2015 Pagi yang bersahabat, akhirnya kita … Continue reading Palembayan Penuh Hikmah

Palembayan & Perjalanan Menuju Bukittinggi

Masih adakah yang belum tau Palembayan dimana? Nah, Palembayan itu terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Buat yang bilang Palembayan itu pelosok, silahkan searching di peta, ada nama PALEMBAYAN, lho.. So, berminat ke Palembayan? By the way, yang belum kenal, yuk kenalan dulu. 🙂 Asal Muasal Nama PALEMBAYAN Menurut Dra. Asmaniar, Palembayan itu berasal dari kata Palambaian. … Continue reading Palembayan & Perjalanan Menuju Bukittinggi

Kamus Bahasa Indonesia-Minang

Prolog: Bahasa Minang (Baso Minang) Seperti yang kita ketahui, Indonesia kaya akan budaya, salah satunya Minangkabau. Dalam percakapan sehari-hari di Minangkabau (Sumatera Barat) digunakan Bahasa Minang (Baso Minang). Namun, bahasa ini juga sangat beraneka ragam, tergantung daerah masing-masing, seperti pepatah Minang yang mengatakan; “Lain luhak, lain ikannyo” (lain lubuk, lain ikannya) yang berarti: lain daerah, … Continue reading Kamus Bahasa Indonesia-Minang

Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Prolog Tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu, begitu juga lebaran.. H+1 lebaran udah mudik ituuu berat yaa.. Tapi, bagi kita perantau, membagi waktu itu penting. Waktu bersama keluarga memang utama, tapi ada kewajiban lain yang menanti diseberang: kerjaan, hee.. ☺️ Bus NPM Sebenernya, selain tiket pesawat yang akhir-akhir ini harganya naik drastis, saya memang sudah … Continue reading Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Ampiang (Emping)

Bahan Pulut yang masih berkulit. Air. Cara Pulut direndam 3 hari 3 malam. Tiriskan airnya. Sangrai/randang di balango sampai mambatiah/malatuih-latuih dengan api sedang. Angkat. Tumbuk dengan lambat sekaligus dikacau (diaduk-aduk) hingga dingin dan mengeras, kemudian ditampi. Dijemurkan di tempat kering, tidak langsung terpapar panas terik matahari. Biasanya, 1/2 liter pulut bisa menghasilkan 1 liter emping. … Continue reading Ampiang (Emping)

Cendol Beras (Cindua Bareh)

Bahan Tepung beras secangkir kecil. Sadah sedikit (untuk pengeras). Garam secukupnya. Air pandan. Santan. Gula tebu (saka tabu). Air matang. Cara Tepung beras + sedikit sadah + garam + air pandan dimasak hingga matang (bisa dibentuk). Sediakan cetakan khusus cendol, taruh di atas wadah yang berisi air matang. Tuang adonan ke dalam cetakan khusus sembari … Continue reading Cendol Beras (Cindua Bareh)

Kalamai Sagu

Bahan Sagu secangkir kecil. Kelapa yang telah diparut.. Gula tebu (saka tabu) 3 buah. Garam secukupnya. Air matang. Cara Aduk (pacah) sagu + garam secukupnya + 3 cangkir kecil air matang. Cairkan gula tebu dengan air hingga mendidih. Tambahkan adonan sagu. Aduk hingga matang (seperti adonan agar-agar). Angkat dan tuang ke dalam wadah. Diamkan beberapa … Continue reading Kalamai Sagu

Kalamai Minyak

Bahan Beras pulut 1 liter. Kelapa 3 buah. Gula tebu (saka tabu) 1 kg. Garam secukupnya. Bumbu: Jahe sebesar jempol kaki (Sipadeh saampu kaki). Bawang putih 3 siung. Kunyit (kunyik) sedikit. Cara Tumbuk beras pulut + bumbu. Panaskan gula tebu + santan hingga mendidih (manggalagak). Masukkan seluruh tepung. Aduk (aru) hingga matang, sampai bisa dibulatkan. … Continue reading Kalamai Minyak

Apam

Banyak orang lebih mengenal bika ketimbang apam. Padahal, kedua makanan tradisional Minangkabau ini serupa tapi tidak sama. Pembuatan bika dilakukan dengan di bakar, sedangkan apam dengan direbus. Bahan Tepung beras (jenis bareh carai usang nan masiak) secangkir kecil. Pisang gadang 1 buah. Gula tebu (saka tabu) 1 buah. Kelapa yang telah diparut sesuai selera. Garam … Continue reading Apam

Sagun-sagun

Bahan Tepung beras pulut. Kelapa yang telah diparut. Garam halus. Gula pasir. Cara Tepung beras pulut, parutan kelapa dan garam secukupnya; dicampur dan disangrai (dirandang/diunyai) dengan api sedang. Aduk dengan teratur hingga menguning. Angkat dan sajikan. Dimakan dengan mencampurkan gula pasir sesuai selera. Resep Nek Mariani | Piladang | Makanan Tradisional Palembayan | Minangkabau