Category Archives: Cafe/Restoran

Jajanan Takoyaki Di Tokushima

Siapa yang tak kenal dengan takoyaki, makanan khas jepang ini begitu familiar di kalangan pecinta kuliner di Indonesia. Hampir di berbagai tempat bisa ditemukan; paling tidak, versi kaki lima-nya yang didesain menarik, lengkap dengan aneka dekorasi dan atribut ala jepang-nya.

Makanan berbentuk bola dan berisi potongan gurita ini tersedia dalam berbagai kemasan. Nah, lho.. Buat yang ready di Tokushima, ada beberapa rekomendasi nih..

Takoyaki Ikubee

Jajanan takoyaki yang dikelola oleh seorang obasan (bibi) ini, biasanya buka di sore hari. Disini, tersedia aneka menu takoyaki dengan harga variatif, ¥450-¥500. Berlokasi disamping The Health Service Facility Elderly Garden atau diseberang Halte Kamona.

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Takoyaki Takosen (たこやきと・たこせん)

Menurut yang jual, takoyaki ini adalah bagian dari takoyaki yang ada di Osaka, tepatnya di dekat Jembatan Ebisubashi, Namba. (Buat para hantu takoyaki mah kudu resign nih kalau ngaku nggak tau 😀✌🏻).

Disini, takoyaki yang disajikan lebih kering dan cruncy tentunya. Untuk sausnyapun, kita bisa memilih mau pakai shoyu atau dashi. 1 porsi berisi 6 buah seharga ¥400. Mobil keliling ini standbye di pelataran parkir Supermarket Kyoei Kamona setiap hari sabtu pukul 09.00-20.00 (waktu setempat).

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Sedangkan dashi yang dimaksud, dikemas di dalam botol kecil, berasal dari minyak dedaunan. Dari tulisannya プチいちご特製だし汁付けタコ, yang mungkin berasal dari perasa strawbery & gurita. Jika memilih saus jenis ini, diberikan gelas kertas (cup). Caranya, dashi diseduh dengan air hangat dengan perbandingan dashi : air hangat 1:2.

Takoyaki di Itano City

Nah, buat yang suka festival lighting, biasanya setiap tahun ada Itano Illumination di Itano City, Tokushima. Disini, selain yakisoba (mie goreng khas jepang), juga ada takoyaki cruncy seharga ¥400.

Buat yang muslim, silahkan konfirmasi ulang jika ragu. Tapi untuk yakisoba sudah pasti tidak halal, karena dikombinasi dengan daging pork.

Takoyaki di Supermarket

Tidak hanya di tempat khusus, di supermarket-pun bisa ditemukan takoyaki dengan harga ekonomis dan rasa yang enak. Tapi, buat para muslim, selalu cek bahan-bahannya, karena biasanya selalu ada shake didalamnya; kalau tidak dari takoyakinya, berarti dari sausnya.

Kebab Halal Di Tokushima

Today news buat yang suka hunting kuliner. Selain restoran yang ada di lantai 5 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), ada lagi nih tempat makan halal yang recomended, terutama buat para pendatang muslim yang pertama kali datang ke Tokushima.

Kuliner asal Turki ini bertempat persis di seberang Tokushima University Hospital. Lokasi ini beralamat di Kuramotocho 2 chome-44, Tokushima City, Tokushima. Buka pukul 11:00-14:00 siang dan 17:00-21:00 malam.

Akses dari Tokushima Station bisa menggunakan bus dengan ongkos ¥210. Selain itu, juga bisa menggunakan taxi dengan tarif sekitar ¥1.000-an.

Desain restoran ini terbilang cukup sederhana dengan pemandangan lepas menghadap ke lalu lintas. Namun, siapa sangka pengunjung yang datang sangatlah variatif, mulai dari negara asal, pekerjaan bahkan corak bahasa; sebuah kombinasi sosial yang indah!

Tidak hanya itu, tempat ini juga nyaman banget buat dijadiin tempat nongkrong, ala cafe-nya anak-anak muda di Indonesia, tapi juga relatif untuk semua usia. T.O.P dah..

Disini, tersedia aneka menu kebab dan juga makanan halal lainnya.  Hidangan-hidangan ini dibandrol dengan harga yang cukup ekonomis, mulai dari ¥200. Tersedia juga dalam paket  menu tertentu.

Nah, buat para penggemar kebab di Indonesia, pastinya sudah tidak asing lagi dengan aneka menu kebab, bukan? Tapi, kebab yang ada disini sedikit berbeda dari rasa maupun kemasannya. Kuliner  khas Turki ala Halal Kebab ini terbuat dari kombinasi daging ayam, sayur kol, roti dan bumbu khas kebab.

Salah satu menu yang paling populer disini adalah ケバブサンドイチ (Kebab Sandwich). Kita bisa memilih rasa sesuai selera, sedang atau pedas. Tersedia dalam ukuran kecil (小 ¥500) dan besar (大 ¥650).

Menu lainnya, seperti: cake (ケーキ ¥200). Kue berwarna putih ini terdiri dari lapisan bolu yang didalamnya diisi dengan krim (cream) yang agak manis, disajikan dalam keadaan frozen (beku). Tepatnya, mirip dengan bolu gulung di Indonesia dalam kemasan beku.

Untuk minuman, ada air mineral (GRATIS!), teh (チャイ ¥200) dan kopi (コーヒー ¥200). Sedikit berbicara tentang teh, minuman ini disajikan dalam suhu hangat. Soal rasa, teh ini boleh dibilang perpaduan antara rasa khasnya teh Indonesia dan teh Jepang, tentunya dengan aroma yang wangi dan tidak terlalu manis (meskipun telah dibubuhi gula).

Uzo-no-Michi

Jalan-jalan ke Tokushima, tak lengkap jika belum mampir ke Jembatan Onaruto (landmark-nya Tokushima) yang unik dan serba guna. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo, tapi juga menjadi salah satu objek wisata dengan fenomena alam yang luar biasa, siapa lagi kalau bukan si uzu (pusaran) nan kece badai.

Jembatan ini juga fungsional, lho.. Bagian atasnya dipakai untuk lalu lintas, sementara sisi bawahnya yang menyerupai terowongan (dengan panjang jalan 450 meter) dijadikan objek wisata, namanya uzu no mici.

Disini, bagian dindingnya yang lepas menghadap laut didominasi oleh kaca. Jadi, tak heran para pengunjung begitu takjub dimanjakan oleh pesona full laut! Dan, yang tak kalah menarik, bagian lantainya terbuat dari kaca di titik-titik tertentu yang disebut dengan observation room, tentunya tepat di atas lokasi pusaran air. So, kita bisa melihat si uzu dari ketinggian 45 meter dari permukaan laut!

Fasilitas

Di uzu no michi ini disediakan fasilitas seperti teropong jarak jauh (seperti yang ada di Tugu Monas, Jakarta), GRATIS! Lalu juga ada papan bergambar anime lucu yang bagian kepalanya dilobangi, apalagi kalau bukan sarana buat bereksis-ria pastinya, GRATIS!

Akses

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Dari halte Naruto Park, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan mendaki anak tangga yang ada disebelah toko omiyage. Sementara, dari pelabuhan mini tempat menaiki fune (kapal) yang digunakan untuk berinteraksi dengan si uzu, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit. Menurut informasi dari beberapa sumber, jika tidak memiliki kendaraan, bisa menggunakan jasa taxi dengan menempuh waktu sekitar 15 menit.

Tiket

Insert:

  • Perorangan:
    • Umum ¥510
    • Pelajar (usia 13-18 th) ¥410
    • Anak-anak (6-12 th) ¥250
  • Grup (20 orang atau lebih)
    • Umum ¥410
    • Pelajar (13-18 th) ¥320
    • Anak-anak (6-12 th) ¥200

Waktu

Uzu-no-Michi buka pukul 09.00-18.00 (waktu se tempat). Pada 1 oktober hingga akhir februari, di musim dinginnya jepang, buka pukul 09.00-17.00. Dengan catatan, masih bisa masuk 30 menit sebelum tutup. Tempat ini libur pada hari senin kedua di bulan maret, juni, september dan desember. Selain itu, di hari golden week (3-5 May) atau hari libur musim panas (natsu yasumi), buka dari pukul 08.00-19.00.

Kuliner & Omiyage

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari lokasi, ada warung aneka kuliner dan oleh-oleh. Salah satunya udon dengan harga berkisar ¥500. Dibagian belakang sebelah luar warung ini, tampak pemandangan lepas Jembatan Onaruto. Disini juga tersedia teropong jarak jauh berbayar.

Selain ini, sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) juga ada sebuah toko omiyage  yang juga menyediakan udon dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Pusat omiyage terbesar berada di seberang tempat parkir, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan menaiki anak tangga dari halte Naruto Park. Disini tersedia aneka makanan khas Tokushima yang didominasi oleh imo (ubi berkulit ungu dengan isi putih kuning, hasil pertanian utama di Tokushima), seperti manju (kue mirip dorayaki, kue-nya  kartun doraemon, tapi dalam versi mini), osato (gula dengan pengolahan tradisional), dll.

Gallery

Kamus (Dictionary)

  • 辞書 /jisho/ = Kamus (dictionary)
  • 渦の道 /Uzu-no-Michi/ = Onaruto Bridge Floating Prominade
  • 渦 /uzu/ = Pusaran air (Whirlpools)
  • Observation room = Ruang observasi
  • 船 /fune/ = Kapal (Ship)
  • 夏休み /natsu yasumi/ = Libur musim panas (Summer holidays)
  • 冬 /fuyu/ = Musim dingin (Winter)
  • 乗り場 /noriba/ = Halte, tempat pemberhentian/penantian bus
  • 鳴門公園 /naruto kouen/ = Taman Naruto (Naruto Park)
  • アニメ /anime/ = Cartoon /kartun/
  • うどん /udon/ = Udong, mie gepeng dan lebar khas jepang
  • お鳴門橋 /onarutohashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge)
  • Insert = Masuk (biasanya berhubungan dengan admission)
  • Golden week = Hari libur berturut-turut di Jepang pada tanggal 3-5 May setiap tahun
  • Admission = Pendaftaran (biasanya bergubungan dengan pembelian tiket)
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh

Jembatan Onaruto

Belum lengkap rasanya ke Osaka jika belum mampir ke Namba melihat Patung Glico, begitu juga dengan Tokushima. Pastinya, destinasi yang paling dicari disini adalah Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge) yang menjadi landmark-nya Tokushima.

Jembatan ini menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo. Uniknya, disini ada uzu alias pusaran air yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah fenomena alam. Pusaran air ini terjadi 2x sehari sesuai dengan waktunya (bisa disearching di internet atau dibaca di leaflet terkait). Pasang-surut arus laut ini dipengaruhi oleh pergerakan bulan, semakin penuh penampakan bulan di bumi, semakin besar uzu terbentuk.

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) ini, ada sebuah toko omiyage (oleh-oleh) yang juga menyediakan udon (mie berukuran lebar dan tebal) dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Selanjutnya, dari toko ini, berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah bawah, menuruni jalan besar beraspal dengan tikungan cukup tajam. Setelah sampai di pertigaan yang memiliki akses jalan sedang di sisi kanan jalan, menyeberang dan berjalan sekitar 5 menit. Disini ada pelabuhan mini dan loket pembelian tiket.

Di loket ini, tersedia banyak informasi wisata di sekitar naruto, aneka omiyage dan cenderamata khas Tokushima, juga tentunya tempat pembelian tiket (termasuk check-in bagi yang sudah memiliki tiket). Bahkan, jika ingin melanjutkan perjalanan ke uzo no michi-pun bisa menambah pembelian tiket seharga ¥250.

Setelah check-in, pengunjung mesti menunggu di loket sampai jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, melalui proses antri, wisatawan menaiki kapal dan bebas memilih area dalam ruangan atau luar ruangan. Biasanya, mayoritas pengunjung lebih memilih di beranda kapal, karena bisa berinteraksi langsung dengan si uzu nan ‘jinak’ selama 20-30 menit.

Spot alam yang luar biasa menakjubkan itu bisa ditemukan di beberapa titik. Dan, buat pelancong yang siap uji nyali, pastinya juga siap menyapa si “uzu” nan kece badai, bukan?! Pusaran air yang cukup besar juga akan membuat gelombang besar dan dengan lincahnya mengayun-ayunkan sisi badan kapal hingga sesekali riaknya menyapa pengunjung bak hujan gerimis. Buat yang hobby berselfieria, kudu hati-hati nih disini, jangan sampai saking eksisnya malah lupa kalau kameranya sudah ikutan terbang dan berenang, ya..

Gallery

Kamus

  • 大鳴門橋 /oonaruto hashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge).
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Stasiun Tokushima (Tokushima Station).
  • 渦潮 /uzushio/ = Pusaran air (Whirpool).
  • のりば /noriba/ = Tempat menaiki bus (Halte).
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh.
  • 船 /fune/ = Kapal.
  • 鳴門公園 /narutokouen/ = Taman Naruto (Naruto Park).

 

Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Ibarat Padang dengan Tari Piring-nya, Tokushima identik dengan Awa Odori (Tarian Awa). Biasanya, setiap tahun, awa odori bisa dinikmati festivalnya di musim panas (natsu), pada bulan Agustus di Perfektur Tokushima. Tapi, buat yang penasaran, ingin melihat langsung di waktu yang berbeda, bisa mengunjungi lantai 2 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway) dengan insert ¥600. Lokasinya dekat dengan Tokushima Station (satu halte bus sebelum stasiun).

Disini diperkenalkan evolusi tarian awa. Buat yang tidak mengerti bahasa jepang, disediakan teks dalam bahasa inggris. Pengunjung juga diajak ikut serta, lho.. Pada akhir acara, diberikan perhargaan (sertifikat) layaknya wisudawan/wisudawati, namun ini hanya diserahkan pada 2 orang pengunjung yang beruntung saja. Jika Anda salah satu diantaranya, pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa!

Nah, yuk kita ngotrelin alias ‘ngobrol travelling’ objek wisata unik yang satu ini, check it out..

Lokasi Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Terletak sekitar 700 meter dari Tokushima Station (jika menggunakan bus, satu halte sebelum stasiun). Akses dari Tokushima Station bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit) lurus hingga menyeberangi sekitar 2 perempatan besar dan jembatan Shinmachibashi berikut jejeran pertokoan di gedung bertuliskan kanji新町橋(Shinmachibashi).

Gedung Awa Odori Kaikan ini cukup unik, dari kejauhan bisa dilihat ropeway berlalu-lalang dari bagian tertinggi gedung hingga puncak gunung. Tak kalah unik, di halaman depannya terdapat tempat duduk berbahan dasar kayu dan atapnya menyerupai topi penari perempuan awa odori yang menjadi salah satu maskot Tokushima. Wisata ini juga bersebelahan dengan jinja. Jadi, terbilang sangat mudah ditemukan.

Insert

Untuk masuk Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), pengunjung bisa memilih paket sesuai keinginan. Berikut pilihannya:

  • Umum
    • Awa Odori Museum: ¥300
      • Buka pukul 09:00-17:00 dengan entrance sampai 16:50.
      • 28 Desember hingga 1 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Awa Odori Hall
      • Afternoon dance (tarian sore): ¥600
        • Ditampilkan oleh tim tari khusus: AWANOKAZE.
        • Di akhir pekan (weekdays), tampil pukul 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Sabtu, minggu dan hari libur, tampil pukul 11:00, 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Lama penampilan: 40 menit.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • Penampilan khusus pada 12-15 Agustus.
        • 28 Desember hingga 3 Januari (2-3 Januari ada penampilan khusus) bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
      • Evening dance (tarian malam): ¥800
        • Ditampilkan oleh tim tari terkenal (1 tim setiap malam).
        • Penampilan selama 50 menit dari pukul 20.00 hingga selesai.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • 21 Desember hingga 10 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Ropeway
      • Insert:
        • One-way (6 menit):¥610
        • Return:¥1.020
      • Buka setiap tahun.
        • April-Oktober: 09.00-21.00
        • November-Maret: 09.00-17.30
        • *12-15 Agustus: 09.00-22.00
        • *Selama event khusus: 09.00-21.00
  • Paket (great-deal unit price)
    • Set 3 pilihan (set of three options)
      • Museum + afternoon dance ropeway (return) = ¥1.620
    • Set 2 pilihan A (set of two options A)
      • Museum + ropeway (return) = ¥1.120
    • Set 2 pilihan B (set of two options B)
      • Museum + afternoon dance = ¥800

*Diskon lainnya tidak bisa digunakan bersamaan dengan set tiket.

Tiket bisa dibeli di jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis), sebelah kanan dari pintu masuk. Jika tidak mengerti, ada bagian informasi yang station-nya bersebelahan dengan jidouhanbaiki.

1F Arudeyo Tokushima (Lantai 2)

Memasuki gedung, pengunjung bisa membeli tiket di sebelah kanan melalui jidouhanbaiki. Jika segera lanjut ke lantai berikutnya, ada lift di sisi kiri. Namun, jika ingin cuci mata dengan aneka cenderamata dan omiyage (oleh-oleh) khas Tokushima, pengunjung bisa langsung ke sisi belakang. Makanan khas Tokushima seperti manju, osato, segala bentuk olahan imo (ubi berkulit ungu dengan isi kuning, hasil pertanian andalan di Tokushima). Cenderamata yang khas yaitu mainan HP (mobile phone) berbentuk sodachikun (boneka dengan dominasi warna hijau yang menjadi icon Tokushima) dan boneka penari awa odori.

Lantai dasar ini buka dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Khusus tanggal 21 Desember sampai 10 Januari (termasuk hari libur), buka sampai pukul 18.00. Namun, pada 28 Desember hingga 1 Januari, tempat ini bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.

2F Awa Odori Hall (Lantai 2)

Nah, ini nih yang tadi sempat diulas di prolog.. Buat pengunjung yang ingin melihat langsung keelokan awa odori ataupun berminat untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menarikan tarian awa, disinilah tempatnya. Disini diceritakan evolusi awa odori  berikut contoh gerakannya. Penyampaiannya mirip presentasi seminar dan buat pengunjung asing tersedia teks dalam bahasa inggris.

Kemudian, di akhir acara, buat yang beruntung bisa mendapatkan sertifikat, hanya untuk 2 orang pengunjung saja! Tidak hanya diserahkan layaknya wisudawan/ti, buat pengunjung yang ikut menari juga diberikan kain pengikat kepala unik dengan dominasi warna biru dan putih, khasnya tarian awa.

Dibagian luar, sebelum atau setelah teater, di sisi kanan lift, ada papan berdesain khusus yang bagian kepalanya dilobangi (salah satu media untuk bereksis-ria). Di bagian dindingnya tersusun dengan sangat apik lampion-lampion bertuliskan kanji. Selain itu, juga ada sofa, tempat ini ditata seperti lobi dalam bentuk minimalis tapi luas.

3F Awa Odori Museum (Lantai 3)

Di lantai ini, pengunjung disuguhkan penampilan tarian awa yang didesain menarik, kemudian dibawa menelusuri sejarah awa odori. Diantaranya, lukisan yang menceritakan kehidupan masa lalu masyarakat awa, miniatur-miniatur, alat musik dan pakaian awa odori, bioskop 3D /tridi/ bertemakan tarian awa, dll. Yang paling menarik, ada 2 robot yang menampilkan gerakan awa odori.

5F Bizan Bottom Ropeway Terminal (Lantai 5)

Lantai ini merupakan terminal awal ropeway yang nantinya akan mengantarkan pengunjung ke puncak gunung dengan view elok kota Tokushima. Di lantai ini juga terdapat sebuat restoran. Uniknya, tersedia makanan HALAL!! Ada tulisan حلال-nya! Kabar gembira nih buat yang muslim. Namun, restoran ini hanya buka hingga jam 5 sore saja.

Bizan Ropeway

Ropeway ini memiliki 2 jalur yang akan mengantarkan pengunjung menyisiri hamparan area pepohonan hingga puncak gunung. Semakin tinggi, semakin terlihat view lepas pemandangan kota Tokushima yang menyuguhkan indahnya kombinasi daratan dan lautan.

Di puncak gunung ini ada teropong khusus (seperti teropong yang ada di puncak Monas, Jakarta) yang bisa digunakan untuk menelisir pemandangan sekitar dalam jarak pandang yang cukup jauh hanya dengan memasukkan uang koin ¥100. Selain itu, disini juga terdapat jinja dan pagoda.

Pagoda

Khusus pagoda, ada acara tahunan (annual events):

  • Waktu:
    • 21 Maret
    • 15 Agustus
    • 26 September
  • Insert:
    • Dewasa: ¥200
    • Anak-anak: ¥100

Hanami (花見)

Tak ada yang tak kenal bunga sakura (cherry blossom), bukan?! Nah, alih-alih mau masuk bulan April, alias waktunya musim semi (springharu 春), di gunung ini bakal terlihat nuansa pinky-pinky-nya. Dan, ini menjadi waktu yang tepat buat para pengunjung yang tak ingin melewatkan kesempatan buat hanami-an.

*Hanami (花見) dalam bahasa jepang berarti melihat bunga, ini merupakan tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga, terutama sakura.

Gallery

Referensi

  • Semua informasi disadur dari Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).

Recommended Link

Udong Miyako Soba

Udong  Miyako Soba merupakan sebuah warung masakan tradisional jepang yang terletak di Abiko, warung keempat setelah plang bertuliskan あびこ dari alur sebelah kanan. Menu utamanya ada:

  • そば都スペシャル (Soba Miyako Spesial)
    • Berisi soba (mie biasa dengan warna agak keabu-abuan), tahu tipis yang lebar, tempura, telur, potongan daun bawang dan kuah yang bening.
    • ¥480 (480 yen)/porsi.
  • うどん都スタミナ (Udon Miyako Stamina)
    • Berisi udong (mie yang lebih besar), tempura, telur, potongan daun sup dan kuah yang bening.
    • ¥400 (400 yen)/porsi.

Boleh dibilang masakan ini halal, karena tidak terbuat dari buta (babi) ataupun shake (tuak). Selain ini, juga tersedia menu andalan lainnya, seperti: udon kare; namun, buat yang muslim ataupun advent, sebaiknya mengkonfirmasi dahulu sebelum memesannya.

Disini, untuk cara pemesanan, pilih menu, tunggu sampai masakan dihidangkan, ambil porsi dan langsung bayar sesuai harga. Tempat pemesanan dibuat terpisah dari tempat makan.

Sayangnya, buat penggemar makanan pedas, disini tidak tersedia menu pedas, bahkan jika direquest sekalipun. Tapi tersedia bubuk cabe yang telah dicampur dengan biji wijen.

Catatan
  • うどん都そば /Udong Miyako Soba/
  • あびこ /Abiko/.
  • 豚 /buta/ atau ポーク /poku/ = babi.
  • 酒 /sake/ = tuak.
Lain-lain
  • Recommended by Maria san.

Kuliner Udon Enak Di Abiko

Udon merupakan sejenis mie dengan tekstur lebih tebal dan lebar dari biasanya. Makanan yang selalu disajikan dengan kuah berbumbu ini adalah salah satu makanan tradisional Jepang. Meskipun demikian, beda perfektur juga beda pengolahannya, begitupun rasanya.

Bagi peminat udon, tentunya tidak akan melewatkan tempat yang satu ini, namanya トクマサ (baca: tokumasa). Sebuah mise (kedai) udon yang paling digemari oleh para peminat udon. Mise ini terletak di dekat deguchi (pintu keluar) 3 Stasiun Abiko, tepatnya di bangunan ketiga dari 業務スーパー.

Berikut beberapa menu recommended (selain menu 豚肉 daging babi atau 酒 tuak):

  • 肉カレーうどん /niku karee udon/ Udon kare daging sapi ¥700.
  • 野菜カレーうどん /yasai karee udon/ Udon kare sayur ¥850.

Mise ini menawarkan rasa yang cukup pas dengan penikmat masakan nusantara. Dari bumbu kuahnya, sangat kental terasa, hampir mirip dengan rasa kuah sate bumbu (padang) di Indonesia, bedanya kuah ini sedikit lebih cair.

トクマサ selalu ramai pengunjung, jadi tidak heran jika terkadang Anda harus berbalik arah untuk keluar (karena tidak ada tempat duduk). Kalaupun Anda sudah duduk dan menghabiskan hidangan, juga bukan berarti Anda bisa duduk berlama-lama seperti “kopi darat” di Indonesia.

Sedikit mengulas budaya Jepang yang sering ditemui di mise ini; mungkin juga di berbagai mise/restoran Jepang lainnya, setelah menghabiskan makanan yang telah dipesan, segera membayar dan meninggalkan tempat. Jarang sekali ditemukan pengunjung yang ngerumpi ataupun sekedar kongkokongko.

Selain itu, jika di Indonesia makan bersuara sangat tidak sopan, di Jepang malah mempunyai kebiasaan menyeruput mie. Ini menandakan penghargaan pengunjung terhadap hidangan berkuah (seperti: udon) yang disajikan, memberi kesan oishii (enak).

Sesuatu yang perlu diperhatikan, mentang-mentang menyeruput mie sudah menjadi kebiasaan di Jepang, bukan berarti pendatang asing serta-merta langsung mempraktekkan menyeruput udon tanpa tahu caranya. Adakalanya, perlu memperhatikan bahwa kuah udon cukup panas saat disajikan. 

Bukan hanya itu, di Jepang juga tidak ada kebiasaan meniup makanan. Jadi, mungkin Anda butuh sedikit tekhnik khusus bagaimana menikmati udon selagi panas tanpa harus meniupnya.

Catatan

  • Recommended by Fatma san.

Restoran Bonanza 「レストランボナンザ」

Restoran Bonanza terletak di seberang NTT西日本大阪病院 (Osaka Hospital), Tennoji, Osaka-Jepang. Restoran dengan konsep rumahan ini menawarkan menu hamburger sebagai menu utama.

Bagi yang muslim ataupun advent, bisa mengonfirmasi terlebih dahulu makanan tanpa 豚肉/ポーク (babi) ataupun 酒 (tuak). Biasanya, akan direkomendasikan menu seperti:

  • Hamburger daging sapi 「牛ハンバーガ」/gyuu hambaaga/.
  • Ayam saus「チッキンかつ」/cikken katsu/
  • Kroket Kepiting「かにクリームクロッケト」/kani kuriimu krokketo/ ¥700
  • Goreng udang「フライえび」/furay ebi/ ¥900

Menu ini disajikam dalam bentuk 1 set bento (bekal), yang terdiri dari: menu pilihan, nasi, miso sup dan air mineral. Rasanya cukup pas dengan lidah Indonesia, tidak terlalu berbumbu/pedas/manis (recommended buat pecinta selera nusantara).

Dekorasi restoran inipun terbilang unik. Ada lukisan Lutfi One Peace (anime Jepang yang sangat populer di Indonesia); juga lampu hias yang simple tapi manarik.

Gallery

たこ焼き (Takoyaki)

Takoyaki merupakan makanan tradisional dari Osaka, Jepang. Cemilan berbentuk bola ini tergolong unik, terutama cara pembuatannya.

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat takoyaki adalah tako alias gurita. Kemudian, tepung (ada yang dijual dalam kemasan khusus), telur kira-kira 3 butir (sesuaikan dengan petunjuk dibungkus tepung khusus takoyaki, atau sesuai selera), air matang, abon ikan (halus), bawang putih crispy, negi (daun bawang khas Jepang), asinan jahe dan minyak goreng.

Sementara, panci yang digunakan, khusus untuk pembuatan takoyaki yang memiliki bentuk setengah bulat. Jumlah diameter bulatan dalam setiap cetakan relatif, tergantung desain dari produk yang digunakan. Selain ini, ada pengait khusus yang nantinya dipakai untuk membolak-balikkan takoyaki yang setengah kering.

Awalnya, tuang tepung khusus takoyaki ke dalam wadah. Tambahkan telur dan air, aduk rata. Potong tako dengan dengan ukuran sedang. Berikut, potong negi, jangan terlalu halus.

Agar adonan tidak lengket dan mudah diangkat, taburkan minyak goreng seadanya ke dalam cetakan. Settingan api sedang. Lalu, tambahkan bawang goreng crispy, adonan tepung, tako, abon ikan, asinan jahe dan negi.

Ketika masakan setengah matang, gunakan pengait khusus untuk membolak-balikkan takoyaki hingga kering. Dalam hal ini, juga perlu keahlian khusus.

Setelah takoyaki sudah berbentuk bola dan warnanya berubah kecoklatan, angkat dan sajikan. Biasanya, makanan yang enak dikonsumsi selagi hangat ini, ditaburi dengan mayonaise (mayones) dan saus khusus takoyaki yang berwarna coklat. Tapi, di toko tertentu, atau orang tertentu, terkadang mengombinasikannya dengan saus tertentu sesuai keinginan.

Selain penyajian, sebagian besar cara pembuatanpun berbeda-beda. Umumnya, yang dijual di berbagai tempat, terbuat dari adonan tepung yang sudah dicampur dengan bahan-bahan tertentu (seperti: telur) dan tako. Setelah matang, ditambahkan saus khusus dan mayonaise, baru ditaburi negi dan abon ikan (kasar). Sementara asinan jahe, kadang dipisahkan dalam penyajiannya.

Di Indonesia, takoyakipun menjadi salah satu makanan yang cukup favorit, tentunya dengan versi yang beragam pula. Ada yang menambahkan sayur seperti potongan kol ke dalam adonannya. Tapi, soal rasa, tidak terlalu jauh berbeda, karena dibuat dengan bahan utama yang sama, yaitu tako.

Referensi
  • Resep ini diadopsi dari Resep Takoyaki ala ももよ先生。

Menjejak Di Negeri Sakura

Prolog

Yah, “waktu ibarat roaller coaster“.. Saking cepatnya, tak terasa telah memasuki bulan ke-5 di negeri sakura. Banyak hal yang ingin dishare, tapi.. tidak cukup waktu, semua cerita yang telah terkonsep dipikiranpun perlahan mulai blur ditimpa sekelumit aktifitas yang cukup menguras pikiran (hee.. ga segitunya juga keles..).

15 Juni 2016, ibarat kata ‘hari bersejarah’. Setelah beberapa kali gagal go international (ciileh), dan melalui hari-hari terberat sekontras warna-warni konflik didalamnya, akhirnya tanah samuraipun tersapa juga. Dan, jika ada yang bertanya “bagaimana kesan saya?”, ‘biasa saja’..

Jika saya harus flash back, melihat siapapun yang pernah ke luar negeri, dalam pikiran saya “mereka hebat!”, dan saya tidak pernah terpikir akan benar-benar merantau jauh dari Ranah Minang, meninggalkan zona nyaman terbaik sepanjang hayat.. Namun, support yang tak kalah besarnya menyeberangkan saya melintasi nasib yang tak terduga. Karenanya, sayapun punya slogan baru “saya orang bingung yang beruntung“.

16 Juni 2016
Welcome to Japan

Kala itu (15/06/2016), saya menggunakan jasa penerbangan JAL (Japan Air Line), Garuda-nya Jepang. Take off dari Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) Jakarta sekitar pukul 10 malam dan landing sekitar pukul 5 subuh di Bandara Narita, Tokyo.

  • 05.00 Bandara Narita, Tokyo.
  • 08.15 Go to Tokyo, melewati Tokyo Tower, Sky Three, dll.
  • 09.09 Bandara Haneda.
  • 13.40 Osaka International Airport.
  • 14.19 Go to Osaka dengan bus.
  • 16. .. Asaka-shi, Osaka.

Penerbangan Jakarta-Tokyo memakan waktu sekitar 8 jam. Meskipun ini bukan kali pertama mengudara, entah kenapa, saat itu saya merasa nano-nano, perasaan menjadi campur-aduk.. Untungnya, cuaca saat itu cukup bersahabat. So, perjalanan yang melelahkan itu berlanjut hingga transit menuju Osaka.

Penerbangan Jepang-Osaka memakan waktu sekitar 2 jam. Akhirnya, dengan segala persinggahannya, sampailah di Asaka-shi pukul 4 sore, Osaka. Tidak hanya sekedar melepas penat, markas ini juga akan menjadi shelter bagi saya dan para penjejak lainnya hingga 6 bulan ke depan. Antara percaya dan tak percaya, ini Jepang! Dan, saya sudah sampai di Jepang! Banzai!!

Minggu Pertama

Jepang.. Yah, banyak hal positif yang sering banget didengar tentang negera ini; budayanya.. kreatifitasnya.. disiplinnya.. apalagi komik dan cartoon-nya.

Meskipun seharian rehat belum memulihkan kelelahan, saya dan para penjejak yang dasarnya punya darah “R”; darah spesial yang tidak termasuk dalam golongan darah secara teori, “R” singkatan dari raun-raun, bahasa Minang yang berarti suka bepergian; telah mengelana ke Abiko, pusat pertokoan terdekat dari shelter.

Anehnya, tidak ada yang wah. Tidak seperti yang dibayangkan sewaktu di Indonesia. Hanya saja sedikit merasa “terasing di negeri asing” (meminjam kutipan dari sahabat saya, Meichan).

Dimensi Lain

Tata kotanya memang lebih rapi dan bersih. Semua bangunan hampir memiliki pola dan warna yang mayoritas sama. Dimana-mana bertebaran tulisan kanji dengan beragam bentuk, membuat saya seolah-olah menyeberang ke dimensi lain, seperti tiba-tiba tersedot ke mesin waktunya si Doraemon!

Jet Lag

Kadang, saya tiba-tiba merasa pusing, tiba-tiba berasa gempa! Faktanya, ini hanya efek jet lag alias mabuk penerbangan, akibat perjalanan jauh.

Yen

Pertama kali menerima mata uang Jepang, yen; saya bingung.. Jumlahnya kecil 2 angka dari rupiah. Kalau di Indonesia uang Rp 50,- saja sudah tidak terpakai, disini ada nominal ¥1 (1 yen)!

Biasanya paling malas membawa duit receh kemana-mana, meskipun dengan massa yang sudah cukup ringan. Tapi, disini, koin-koin mungil itu sangatlah berarti. Mau belanja seharga berapapun, pasti lebih banyak dikembalikan dalam bentuk koin.

Walhasil, disini juga dijual kotak koin praktis yang didalamnya sudah ada sekat-sekat pembatas nominal yang bisa diatur penyimpanannya. Benda praktis ini bisa dibeli di berbagai toko, terutama di ¥100 shop (toko serba 100).

Kanji, kanji & kanji!

Berbeda dengan Indonesia yang hanya menggunakan huruf romaji, Jepang memiliki 4 jenis huruf: hiragana, katakana, kanji dan romaji. Jadi, buat yang ingin mengenal Jepang, harus kenal juga dong dengan tulisannya, terutama kanji!

Sedikit mengulas tentang kanji, huruf ini diadopsi dari Cina. Meskipun begitu, huruf yang sama dengan arti yang sama, memiliki cara baca yang sangat berbeda dengan negeri asalnya. Dan, diantaranya memiliki bentuk yang nyaris sama, belum lagi kombinasinya, siap-siap puyeng dah! Tapi, kalau sudah mengerti, memang lebih enak menggunakan kanji, lebih singkat, tepat dan praktis.

Ceritanya, pertama kali ke supermarket Jepang (kebetulan stok yang dibawa dari Indonesia sudah mulai menipis). Saat mencari kebutuhan sehari-hari, seperti shampo dan facial foam (sabun wajah), saya dan teman-teman butuh waktu berjam-jam hanya untuk membaca petunjuk pemakaian. Semua ditulis dalam kanji!!! Hanya beberapa kata yang menggunakan katakana dan hiragana, apalagi romaji?!

Beberapa merk ada yang mirip dengan produk-produk yang ada di Indonesia. Tapi.. itu untuk wajah, badan, rambut atau bagaimana?! Terus, kalaupun untuk wajah, itu krim, pelembab, foam, penyegar, atau apa??

Supermarket disini tidak sama dengan di Indonesia yang karyawannya bisa ketemu di setiap perbelokan, yang pasti standby hanya kasir saja. Nah, kalau sudah bertanya 1-2 kali, tapi yang dimaksud tidak juga ketemu, watak Indonesia-nya muncul “jadi segan..”.

So, ujung-ujungnya, semua dipotretin, biar nanti bisa dikonfirmasi ke sensei (tutor); maklum.. belum punya akses internet, jadi kalaupun punya aplikasi kanji tetap tidak bisa dipakai saat itu.

Lucunya itu saat mencari pasta gigi alias odol. Setelah mendapat rekomendasi dari sensei, dengan sumringahnya langsung bergerak ke supermarket terdekat. Tapi.. “yang mana ya?!” Tenang, saya sudah menanyakan odol yang persis sama dengan yang sensei pakai..

Bermodalkan foto screenshot, dalam waktu singkat, yang dicari langsung ketemu. Tapi.. ada jenis lainnya juga, lho.. “Hm, bagaimana kalau mengambil jenis yang berbeda?!”.

Dan, tahukah Anda, saya hampir membeli perekat gigi palsu!! OMG.. Mulai dari kemasan hingga kanji giginya sama, untung saja sempat mengamati gambar dibalik kemasannya yang disadari segera sebelum ke kasir! Bayangkan deh, ini lem kalau beneran saya jadikan odol?! haha..

Ngulik Kuliner Jepang

Hal pertama yang cukup mengkhawatirkan menjelang  tiba di negeri sakura, terutama bagi penganut muslim dan advent, tentunya makanan. Di seantro Jepang, otomatis didomonasi oleh pangan yang terbuat dari babi dan juga berbagai minuman jenis oshake (tuak).

Untungnya, di shelter saya, mereka sudah terbiasa menerima pendatang dari berbagai negara, jadi menu ataupun microwave di shokudou (kantin) sudah diberi label “halal” dan “no halal”. Tidak hanya itu, bagi vegetarianpun juga diberi pelayanan yang sama, menu dan microwave khusus vegetarian. Proud of my shelter’s shukudou so much dah!

Tadinya, sedikit mumet ketika mau mencicipi aneka makanan yang cukup bikin ngiller selama jalan-jalan paniang (bepergian untuk sekedar bersantai). Alon-alon kelakon, mulai berani bertanya dengan bahasa jepang seadanya, dan, sampai sekarang mulai banyak referensi tempat halal yang bisa disinggahi. Tidak hanya halal, tapi juga ekonomis! Mau tau?!

Takoyaki

Di sekitar abiko, ada toko kecil takoyaki di seberang supermarket gormet (gormeit). Disini yang jualan 2 orang ibu-ibu, saya memanggil mereka obasan. Bukan hanya punya masakan enak dan murah, mereka juga sangat ramah; serasa berada di Indonesia! Selain takoyaki, juga ada okonomiyaki (pizza ala Jepang) dan mie goreng, tapi sayangnya ada buta-nya, alias babi, no halal. Takoyaki dan 2 masakan ini dibuat dengan wadah terpisah, so, I think it’s OK.

Ayam Goreng

Masih di daerah Abiko, tepatnya di lantai 2 Plaza Abiko, ada restoran yang namanya Saizeriya. Disini ada menu ayam goreng murah, hanya ¥299 dapat 5 potong sayap dengan rasa yang cukup sesuai dengan lidah Indonesia. Selain itu, juga ada pizza, tentunya masih dengan harga ekonomis! Recommended by Fatma, a.k.a Lidi. Ternyata, restoran ini juga ada di Namba, lho..

Masakan Indonesia

Ada 2 cafe Indonesia yang populer dikalangan perantau, Balibong yang bernuansa Bali di Abiko dan Cafe Bintang yang bernuansa Jawa di Shinsaibashi (Namba). Selain itu, juga ada beberapa wirausaha tertentu yang menyediakan pemesanan makanan Indonesia online via delivery.

Wassalam..

Hm.. by the way, segitu dulu ya intermezo-nya.. To be continued..