Category Archives: Kaki Lima (Kuliner)

Tongseng Maknyuss di Area PGC

Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih komplit dan berasa manis, pedas dan gurih. Daging yang umum digunakan adalah daging kambing. Namun, cukup banyak juga yang menggunakan daging lain seperti daging sapi atau daging ayam.

Di jaman ‘now’, kuliner khas Jawa Tengah yang maknyus ini bisa dibeli di banyak tempat, mulai dari warung kaki lima hingga restoran mahal.

Di Jakarta, ada salah satu tempat yang paling direkomendasi oleh para penikmat kuliner, tepatnya di depan JPO Halte PGC1 arah Cawang. Warung kaki lima ini buka dari jam 10 malam hingga pukul 5 Subuh; itupun kalau pelanggan sepi banget, karena biasanya, ketika warung ini buka, langsung diserbu oleh para pecinta tongseng.

Tongseng sapi yang dijual disini terdiri dari kombinasi daging sapi berlemak cair yang empuk dan mlumer, sayur kol nan renyah, potongan cabe rawit yang memberikan percikan-percikan pedas yang bikin nagih di mulut, kuah santan berbumbu khas yang klop, dengan toping bawang goreng yang juga renyah. Benar-benar menggugah selera makan siapa saja.

Selain tongseng sapi, ada juga menu lainnya yang tak kalah enak, seperti: tongseng ayam, pecel lele dan pecel ayam. Minuman hangat atau dinginpun juga ada lho: air mineral, es jeruk, es teh manis dan jeruk panas.

Sssst.. Soal harga, jangan ditanya, pastinya ekonomis!! Ini nih bocorannya:

  • Pecel lele atau pecel ayam Rp 19.000,-
  • Tongseng sapi atau tongseng ayam Rp 20.000,-

Gallery

  • Tongseng depan PGC (soon)

Catatan

  • Tongseng lebih nikmat disantap selagi hangat
  • Saat makan makanan yang hangat, sebaiknya jangan langsung minum minuman dingin, karena bisa mengakibatkan masalah pada gigi

Referensi

  • Lisa and the gang (Sayonara Party Lisa)

Pisang Kapik

Buat teman-teman yang sekarang lagi liburan ke Bukittinggi, jangan lupa nyicipin kuliner yang satu ini, namanya pisang kapik.

Apa itu pisang kapik?

Pisang kapik terbuat dari pisang batu yang dijepit dengan alat khusus.

Awalnya, pisang kepok dibakar dengan bara hingga matang dan biasanya agak sedikit gosong, kemudian dijepit dengan alat khusus dan dibubuhi dengan toping kelapa parut yang sudah diolah dengan gula merah.

Rasanya gimana?

Rasanya, jangan ditanya, enak!! Rasa khas pisang kepok yang dibakar bercampur manisnya toping kelapa.

Sebaiknya segera disantap selagi hangat.

Harganya?

Yang pasti, ekonomis!

Bisa dibeli dimana?

Pisang kapik menjadi salah satu kuliner teranyar di Pasar Atas Bukittinggi, terutama di dekat Jam Gadang (di sekitar puncak Janjang Gudang), di seberang Masjid Raya Bukittinggi, di gang menuju Los Lambuang.

Tidak hanya di Bukittinggi saja, pisang kapik juga bisa dibeli di Kota Padang: di Pasar Raya, tapi memang tak sekomplit di Pasar Atas Bukittinggi.

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho ๐Ÿ‘‰ Pisang Kapik

Kamus Bahasa Minang-Indonesia

  • Pisang = Pisang
  • Pisang Batu = Pisang kepok
  • Baro = Bara
  • Kapik = Jepit
  • Kelapa = Karambia, karambie
  • Janjang Gudang = Nama sebuah jenjang yang menghubungkan area depan Hotel Jogja dengan Pasar Atas Bukittinggi
  • Saka = Gula merah
  • Los Lambuang = Nama sebuah tempat di Pasar Lereng, tempat kuliner yang didominasi oleh nasi kapau & katupek sayua
  • Pasa = Pasar

Rekomendasi Link

Referensi

  • Foto diambil dari Koleksi Album Photo Geni

Gado-gado ala Buk Mar

Membayangkan gado-gado pastinya membawa kita pada aneka sayuran yang telah direbus dan dikuahi dengan kuah kacang yang khas. Dikombinasikan dengan tahu dan tempe, kemudian ditaburi dengan bawang goreng nan gurih dan dengan toping kerupuk nan krispi.

Buat yang sedang berada di area sekitar Terminal Kampung Melayu, bisa membeli gado-gado yang saya maksud di Jl. Otista 1A RT.6/RW.1 no. 12. Gado-gado ini tidak memiliki merk, jadi saya sebut saja sebagai gado-gado ala Buk Mar, sesuai dengan nama penjualnya.

Para pendatang banyak yang tak mengira kalau tempat yang pernah dilewatinya ternyata gado-gado Buk Mar. Lokasinya ada di samping rumah beliau, yang juga di pinggir jalan perumahan setempat, menepi sebuah meja ukuran sedang dengan sebuah lemari kaca kecil dan ulekan diatasnya.

Rumah Buk Mar hanya berjarak sekitar satu rumah dari Masjid Muhammadiyah Al-Ishlah. Jadi jangan heran, gado-gado ini, bahkan juga kredok; bakal laris-manis, terutama di hari jum’at.

Buk Mar membuka warung mungilnya setiap hari, mulai dari pukul 07:30 WIB sampai dagangannya habis.

Porsi gado-gado yang beliau jual menurut saya cukup gede, bisa untuk makan 2 orang. Bisa request level pedas. Dan, harganya ekonomis! Rp 8.000,-/porsi.

Resep Gado-gado ala Buk Mar

Mau tau resep gado-gado ala Buk Mar? Ini dia:

Bahan

  • Cabe keriting & rawit
  • Garam
  • Terasi
  • Air jeruk
  • Kacang yang telah digiling halus
  • Gula aren
  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Sayur rebus: Kol, kangkung, toge, kacang panjang, labu siam (sayur japan)
  • Bawang goreng
  • Kerupuk

Alat

  • Set ulekan/cobek/batu giling cabe rawit, cabe keriting, garam dan terasi secukupnya sampai halus.
  • Tambahkan kacang giling, gula aren dan air jeruk sesuai selera.
  • Ulek/giling hingga halus dan aduk rata.
  • Potong tempe dan tahu. Tambahkan sayur rebus.
  • Aduk rata.
  • Pindahkan ke wadah.
  • Taburi dengan bawang goreng.
  • Tambahkan kerupuk.
  • Sajikan.

Cara

  • Ulek/giling cabe
  • Spatula
  • Wadah

Kamus

  • Gado-gado = Sayur rebus yang dikuahi dengan saus kacang.
  • Kredok = Mirip dengan gado-gado, hanya saja bahannya adalah sayur mentah.

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo ๐Ÿ‘‰ย Gado-gado ala Buk Mar (soon)
  • Youtube: Olha Chayo ๐Ÿ‘‰ Gado-gado ala Buk Mar

Bakso Lontong di Kampung Melayu

Buat pecinta bakso malang, kudu nyobain menu yang satu ini. Beda!!

Bakso malang versi ini tidak pake mie, tapi pake lontong. Makanya gerobak bakso ini dinamai dengan Bakso Lontong.

Seporsi lengkap terdiri dari bakso, tahu bakso, tahu rebus, sejenis pangsit rebus atau dimsum berisi aci, dan lontong; ditambah dengan toping pangsit goreng. (Ngeliat aja udah ngiller ๐Ÿ˜‹๐Ÿ‘๐Ÿ‘)

Uniknya, ketika minta โ€œnggak pake micin ya, bangโ€. Dengan ramah abang tukang bakso optimis ngejawab โ€œemang enggak pake micinโ€ Luar biasa!! Udah enak, harga ekonomis, sehat lagi ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Dengan merogoh kocek Rp 12.000,- saja, semangkok bakso lontong bisa dilahap, maknyus!! Pembelipun boleh request, mau kombinasi yang mana aja (harga berubah sesuai kombinasi yang diminta).

Bakso nan laris manis ini suka mangkal di depan Alfamart J810 Jatinegara Barat 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bagi yang penasaran, kudu datang kesini pukul 1-an, karena abangnya cuma mangkal dari jam 1 s/d jam 2 doang.

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo ๐Ÿ‘‰ย Bakso Lontong

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery

Karupuak Jangek (Kerupuk Kulit)

Karupuak jangek atau karupuak kulik dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama ‘kerupuk kulit’ dan dalam bahasa jawa yaitu ‘rambak’. Terbuat dari kulit sapi yang telah direbus, disangrai, dijemur dan sebagainya hingga menjadi produk yang disebut ‘latua’ dan hasil akhirnya setelah digoreng jadi enak dan gurih dengan rasa yang khas.

Karupuak jangek merupakan salah satu oleh-oleh khas Sumatera Barat yang bisa dibeli di pasar tradisional hingga supermarket. Selain itu, bakal sering ditemukan di rumah makan padang, warung lontong, warung lotek, dan tempat makan lainnya. Jadi jangan heran jika saat makan di rumah makan padang ada yang minta ‘karupuak jangek bakuah’. Ini memang bukan salah satu menu, tapi bisa by request ๐Ÿ™‚โ˜๐Ÿป

Bagi para pelancong yang sedang berlibur ke Kota Bukittinggi akan sangat mudah menemukan karupuak jangek di area Pasar Atas tepatnya di seberang Mesjid Raya Bukittinggi atau Jam Gadang, Pasa Lereng, berbagai toko jajanan khas minang yang ada di Jambu Air & Padang Luar, Pasar Aur Kuning, Pasar Bawah, dan lainnya.

Kalau ingin langsung dicemil, sebaiknya beli kerupuk kulit yang sudah jadi. Tapi, untuk dibawa sebagai oleh-oleh dengan perjalanan yang jarak tempuhnya cukup jauh, direkomendasikan untuk membeli latua saja.

Latua adalah karupuak jangek yang masih mentah atau separo mentah. Ada yang dalam bentuk potongan kecil dan keras, ada juga yang ukuran sedang dan sudah berbentuk kerupuk kulit dengan tekstur masih kasar. Banyak penjual yang menyarankan jenis kedua karena lebih gampang digoreng.

Harga kerupuk kulit di pasaran terbilang variatif. Untuk yang versi cemilan jadi, biasanya dibungkus dalam plastik kecil, rata-rata mulai dari Rp 1.000,-. Untuk sebungkus plastik sedang (plastik 1/4) mulai dari Rp 10.000,- di pasar tradisional; di toko-toko sekitar Rp 20.000,-.

Berbeda dengan yang siap santap, ‘latua’ harga belinya cenderung lebih mahal. 1 kg ‘latua’ yang sudah berbentuk dijual sekitar Rp 160.000,-. Keuntungannya, setelah digoreng bisa dapat banyak.

Untuk menggoreng kerupuk kulit yang masih dalam versi latuapun ada caranya, lho.. Sama seperti kerupuk jenis lain, digoreng dengan minyak goreng yang sudah panas. Jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal, separuh mengembang dan sama sekali tidak gurih.

Untuk penyimpanan, kerupuk kulit juga tidak bisa bertahan lama kalau tidak disimpan dalam wadah tertutup. Setelah digoreng, diamkan beberapa saat dan simpan di toples atau plastik klip. Akan lebih enak bila segera dikonsumsi atau paling tidak disimpan sekitar semingguan. Penyimpanan yang terlalu lama akan berpengaruh terhadap rasanya yang bisa berubah dan berbau apiak.


Uniknya, kerupuk kulit tak hanya ada di Sumatera Barat saja atau daerah lainnya di Indonesia, tapi juga ada di Filipina, lho! Dikenal dengan nama ‘chicharon’. Hanya saja, bahan yang digunakan sangat berbeda, yaitu dari kulit babi.


Kerupuk Jangek a.k.a Kerupuk Kulit is one of traditional skin crackers from Indonesia, specially in West Sumatra. It’s made of cow skin. Crunchy & hmmm.. ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Kerupuk kulit is not only in West Sumatra or another area in Indonesia, but also in Philippine! Known by name ‘chicharon’. But, ingredients used is truly different, ‘chicharon’ made from skin of pig.


ใ‚ซใƒซใƒ—ใ‚ขใƒƒใ‚ฏใ‚ธใƒฃใƒณใ‚ฒใƒƒใ‚ฏใ‚„ใ‚ซใƒซใƒ—ใ‚ขใƒƒใ‚ฏใ‚ฏใƒชใƒƒใ‚ฏใฏใ‚คใƒณใƒ‰ใƒใ‚ทใ‚ข่ชžใงใฏใ‚ฑใƒซใƒ—ใƒƒใ‚ฏใ‚ฏใƒชใƒƒใ‚ฏใงใ™ใ€‚ใ‚ซใƒซใƒ—ใ‚ขใƒƒใ‚ฏใ‚ธใƒฃใƒณใ‚ฒใƒƒใ‚ฏใจใ„ใ†ใฎใฏใ‚คใƒณใƒ‰ใƒใ‚ทใ‚ขใฎใƒˆใƒฉใƒ‡ใ‚ฃใ‚ทใƒงใƒŠใƒซใฎใ›ใ‚“ในใ„ใงใ™ใ€‚็‰นใซ่ฅฟใ‚นใƒžใƒˆใƒฉใงใ™ใ€‚็‰›้ฉใ‹ใ‚‰ไฝœใ‚‰ใ‚Œใพใ™ใ€‚็พŽๅ‘ณใ—ใ„ใงใ™ใ‚ˆใ€‚๐Ÿ‘๐Ÿ‘

ใ“ใฎใ›ใ‚“ในใ„ใฏใƒ•ใ‚ฃใƒชใƒ”ใƒณใ‚‚ใ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚ๅๅ‰ใฏใƒใƒใƒฃใƒญใƒณใงใ™ใ‘ใฉ่ฑš็šฎใ‹ใ‚‰ไฝœใ‚‰ใ‚Œใพใ™ใ€‚

Kamus

  • Karupuak Jangek / Karupuak Kulik ๐Ÿ‘‰ Bahasa Minang
  • Rambak ๐Ÿ‘‰ Bahasa Jawa
  • Kerupuk Kulit ๐Ÿ‘‰ Bahasa Indonesia
  • Skin Crackers ๐Ÿ‘‰ Bahasa Inggris
  • Chicharon ๐Ÿ‘‰ Bahasa Filipina
  • ใ‚ซใƒซใƒ—ใ‚ขใƒƒใ‚ฏใ‚ธใƒฃใƒณใ‚ฒใƒƒใ‚ฏใ€ใ‚ซใƒซใƒ—ใ‚ขใƒƒใ‚ฏใ‚ฏใƒชใƒƒใ‚ฏใ€ใ‚ฑใƒซใƒ—ใƒƒใ‚ฏใ‚ฏใƒชใƒƒใ‚ฏ ๐Ÿ‘‰ Bahasa Jepang (translet ala Jejak Langkah O ๐Ÿ˜โœŒ๐Ÿป)
  • Apiak = Apek.

(Siapa tau di daerah lain beda namanya, boleh ditambahkan di komentar yak ๐Ÿค“๐Ÿ‘Œ)

Gallery

Catatan

  • Sedikit berita tentang Bukittinggi. Meskipun pasca kebakaran beberapa bulan yang lalu, Pasar Ateh (Pasar Atas) Bukittingi masih berutinitas seperti biasa. Tapi memang kondisinya dalam toko/kedai sementara.

Ngebolang ke Shinmachigawamizugiwa Park

Shinmachigawamizugiwa Park terletak di jantung kota Tokushima, diantara Awa Odori Kaikan dan Tokushima Station.

Kombinasi alam bergaya modern ini cocok banget untuk tempat refreshing, sekedar melepas penat, atau bahkan piknik bareng keluarga.

Pengunjung disuguhkan pemandangan Sungai Shinmachi nan adem. Sentuhan alam makin kental dengan adanya merpati dan bebek-bebek yang ikut menikmati asrinya suasana taman.

Sesekali melambaikan tangan menyapa mereka yang sedang menikmati Hyotanjima Cruise melintasi Shinmachigawa. Atau, menonton mereka yang sedang berlatih olahraga air, tampak menyenangkan dari bangku taman.

Pada musim semi, meskipun pohon sakura tidak terlalu banyak, tapi tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk hanami-an.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Event

Shinmachigawamizugiwa Park berdampingan dengan Shinmachi River yang bisa diseberangi dengan Shinmachi Bridge. Tiga area ini sering dijadikan lokasi event-event tertentu, salah satunya yang paling terkenal adalah Festival Awa Odori yang berlangsung setiap tahunnya di musim panas, biasanya pada tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Di hari tertentu, terutama pada hari libur, ada event lain seperti bazar makanan, konser band, dll.

Fasilitas

Taman yang bersih dan sangat fungsional ini juga memiliki fasilitas umum, seperti: tempat duduk, toilet, panggung, dll.

Hyotanjima Cruise

Ini salah satu favorit pengunjung nih.. Sama seperti Tombori River Cruise yang menjadi wahana berlayar ala Sungai Tombori di Osaka.

Berlayar ala Shinmachigawa ini bakal dipandu pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak! Tiket kapal ยฅ200 (dewasa) dan ยฅ100 (anak-anak). Lama perjalanan PP sekitar 30 menit melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle).

Kamus

  • ๆ–ฐ็”บๅทๆฐด้š›ๅ…ฌๅœ’ /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • ๅพณๅณถๅธ‚ /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • ๆ–ฐ็”บๅท /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • ๆ–ฐ็”บๆฉ‹ /shinmachibashi/ = Shinmachi Bridge (Jembatan Shinmachi) | Jambatan Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi

Rekomendasi Link

Gallery

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Jajanan Takoyaki Di Tokushima

Siapa yang tak kenal dengan takoyaki, makanan khas jepang ini begitu familiar di kalangan pecinta kuliner di Indonesia. Hampir di berbagai tempat bisa ditemukan; paling tidak, versi kaki lima-nya yang didesain menarik, lengkap dengan aneka dekorasi dan atribut ala jepang-nya.

Makanan berbentuk bola dan berisi potongan gurita ini tersedia dalam berbagai kemasan. Nah, lho.. Buat yang ready di Tokushima, ada beberapa rekomendasi nih..

Takoyaki Ikubee

Jajanan takoyaki yang dikelola oleh seorangย obasanย (bibi) ini, biasanya buka di sore hari. Disini, tersedia aneka menu takoyaki dengan harga variatif, ยฅ450-ยฅ500. Berlokasi disamping The Health Service Facility Elderly Garden atau diseberang Halte Kamona.

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Takoyaki Takosen (ใŸใ“ใ‚„ใใจใƒปใŸใ“ใ›ใ‚“)

Menurut yang jual, takoyaki ini adalah bagian dari takoyaki yang ada di Osaka, tepatnya di dekat Jembatan Ebisubashi, Namba. (Buat para hantu takoyaki mah kudu resign nih kalau ngaku nggak tau ๐Ÿ˜€โœŒ๐Ÿป).

Disini, takoyaki yang disajikan lebih kering dan cruncy tentunya. Untuk sausnyapun, kita bisa memilih mau pakai shoyu atau dashi. 1 porsi berisi 6 buah seharga ยฅ400. Mobil keliling ini standbye di pelataran parkir Supermarket Kyoei Kamona setiap hari sabtu pukul 09.00-20.00 (waktu setempat).

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupunย sake.ย Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Sedangkan dashi yang dimaksud, dikemas di dalam botol kecil, berasal dari minyak dedaunan. Dari tulisannya ใƒ—ใƒใ„ใกใ”็‰น่ฃฝใ ใ—ๆฑไป˜ใ‘ใ‚ฟใ‚ณ, yang mungkin berasal dari perasa strawbery & gurita. Jika memilih saus jenis ini, diberikan gelas kertas (cup). Caranya, dashi diseduh dengan air hangat dengan perbandingan dashi : air hangat 1:2.

Takoyaki di Itano City

Nah, buat yang suka festival lighting, biasanya setiap tahun adaย Itano Illuminationย di Itano City, Tokushima. Disini, selain yakisoba (mie goreng khas jepang), juga ada takoyaki cruncy seharga ยฅ400.

Buat yang muslim, silahkan konfirmasi ulang jika ragu. Tapi untuk yakisoba sudah pasti tidak halal, karena dikombinasi dengan daging pork.

Takoyaki di Supermarket

Tidak hanya di tempat khusus, di supermarket-pun bisa ditemukan takoyaki dengan harga ekonomis dan rasa yang enak. Tapi, buat para muslim, selalu cek bahan-bahannya, karena biasanya selalu ada shake didalamnya; kalau tidak dari takoyakinya, berarti dari sausnya.

Bacpacking To Curup (Part 3)

Ini kali terakhir saya bacpacking ke Curup demi CPNSD. Saya ga lulus, guys.. ๐Ÿ˜” Kecewa so pasti ada, tapi ya ga sampai yang depresi gitu ๐Ÿ˜ฌ

Kalaulah diingat-ingat, support dari keluarga yang udah super luar biasa banget.. Ga bisa diungkapin, mereka selalu hadir sebagai motivator sepanjang hidup saya..

Sampai-sampai keajaibanpun terjadi ketika Ibuni (kakak perempuan ibu saya) dengan semangat 45 mau pergi bareng ke Curup hanya demi memberikan saya support; ini hal luar biasa (andai kamu tau guys, saya seneng bangettt!!!) Tap.. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya mengantarkan saya untuk memutuskan tetap pergi sendiri.

Yah, yang namanya rejeki ga bisa kita tebak toh, yang penting saya sudah berusaha, setidaknya perjuangan saya ga sia-sia lho, keberuntungan aja yang belum berpihak pada saya, buktinya saya berada di chart ke-8 kok, bangga dong… (menghibur diri sendiri) ๐Ÿ˜ฌ

Hm, mari go ke planing selanjutnya, pasti banyak surprise terbaik dan paling baik yang udah Dia siapkan buat saya, tinggal usaha dan do’a.. dapet deh kejutannya, ya nggak seh.. ๐Ÿ˜Œ (So pasti iya dong.. masa ada yang bilang enggak, haha…)

โ™  โ™  โ™ 

Planing utama gagal, planing kedua dan bla-blanya malah ngalir tanpa saya skeduli ๐Ÿ˜… Banyak hikmah dan saya belajar banyak dari perjalanan ini. Hop, stop!!! Ga pake acara dramatis, hee… Cus, kali ini saya akan nginep di sebuah tempat recommended dari handai taulan.

13 November 2014

Seperti biasa, saya ngaret… Busnya udah mau berangkat, tinggal nungguin saya doang ๐Ÿ˜ฌ

  • 13.00 Berangkat dari Padang
  • 13.15 Simpang Haru
  • …….. Di daerah Indarung, ada orang yang naik, ibu-ibu, gegara disamping saya kosong, dia disuruh duduk aja sama sopirnya.
  • 14.04 Sitinjau Lauik. Ada mobil Fuso merah terperosot ke pinggir jalan (tak sempat saya foto), kabarnya udah dari kemaren.

  • 14.09 Berkabut… kabarnya nih, ini kabut kiriman dari Pekanbaru gegara kebakaran hutan..๐Ÿ˜ฑ
  • 14.14 Plang keluar Padang
  • 14.19 Ripha, bangunan tinggal, karena tidak dapat izin limbah, ini dapet cerita si ibu-ibu yang duduk disamping saya dan saya memanggilnya dengan sebutan uni (panggilan untuk perempuan yang lebih tua di Minangkabau)
  • 14.30 Simpang Lubuk Selasih, 97 km menuju Muara Labuh, kiri arah Pondok Bambu
  • 14.32 Kayu Aro
  • 14.33 Gunung Talang (sebelah kanan). Hm, dalam beberapa menit, saya udah solid sama si Uni, saya tahu banyak nama tempat dari si Uni yang ternyata orang asli Solok (saya lupa nama kampungnya, yang saya ingat namanya Simpang Jawi-jawi di Solok Selatan, deket RSUD. Ga nyangka, ternyata si Uni istrinya Brimob, lho… pantes ya pesonanya rada jenggo ๐Ÿ˜„โœŒ Uni ini mau ke Bengkulu, tadinya dari Muaro Labuh, tapi ke Padang singgah tempat saudaranya dulu sebelum go ke rute selanjutnya. Salah satu sopir Bus ini paman si Uni, lho.. Saya sempat heran, ngapain si Uni ngosong-ngosong kresek item ya, padahal mau bepergian jauh?! Huahahaha.. ngakak dah saya pas diceritain alasannya kenapa, tas si Uni putus!! Tapi ceritanya unik banget, bukannya kasian kita malah geli ngedengernya ๐Ÿ˜‚ Swear dah, siapapun sepintas lalu ngeliatin si Uni, ga bakal nyangka status sebenernya dia itu gimana, saluuut.. Pelajaran nih, jangan liat orang dari penampilannya, inilah buktinya ๐Ÿ™‚
  • 14.34 DPRD, Kantor Bupati Solok, tugu Ayam Jago

  • 14.35 Sukarami
  • 14.40 SMP Negeri 3 Gunung Talang, Sari Manggis
  • 15.13 Terminal Bareh Solok. Nah, disini ada yang unik lagi, nih.. Si Uni beli pergedel jagung yang dijojoin sama pedagang sana, saya liat cukup banyak; trus saya juga beli tapi cuma 2, biar ga ngiller aja ntar ngeliatin si Uni ngemil dengan lahapnya ๐Ÿ˜„ Saya kira si Uni lapar, makanya beli segitu banyak; eeeh.. taunya… itu pergedel udah dilebihkan buat saya!!! Alamak.. ๐Ÿ˜„ Si Uni ngomentarin kalau itu pergedel pake bumbu penyedap, saya mah no comment, bodo amat, kalau enak cepet habisnya, tapi kalau engga ya abis juga (wong cuma beli 2, laper mah ludes juga ntar, haha). Waaah, usut punya usut, si Uni punya cathering yang OK punya di kampungnya..!!! We.Ow.We!!! Beneran ga nyangka… Si Uni juga beruntung punya suami & anak tunggal yang fair, so dia tetep bisa melalang buana kemana-mana tanpa harus mikir panjang. Sekarang tuh suaminya lagi dinas di Aceh dan anaknya sekolah disana, dalam waktu dekat ini mereka bakal pindah ke Padang; hm…. keluarga yang solid.. Jarang nih saya ketemu yang beginian..

  • 15.56 Sawahlunto Sijunjung

  • 16.01 Plang Sijunjung 90 km
  • 16.20 RSUD Sijunjung
  • 17.06 Ga tau dimana…?! nyaris tabrakan sama mobil Fuso.. ๐Ÿ˜ฆ
  • 17.15 SMK 3 Sungai Lansek
  • 17.21 Pertamina Kab. Sijunjung
  • 17.26 Jembatan Muaro Tajung
  • 17.43 Pulau Punjung, Dharmasraya
  • 17.48 Sungai Dareh

  • 18.15 Umega Gunung Medan. Disini saya mesti pisah dari si Uni, coz abis shalat si Uni udah keluar Mushalla duluan yang ternyata gabung sama mamaknya, kita ga ketemu..
  • 18.49 Goo
  • 18.55 RS Amanah Damaseya
  • 19.21 Sungai Rumbai, Dharmasraya
  • 19.28 Hotel Bilqis. Kata si Uni nih, 4 jam lagi sebelah kanannya terus ke dalam Muaro Labuh melewati Abai, Lubuk Malako, Lubuk Gadang, Padang Aro, Liki, Sungai Rambai.
  • 19.51 Rimbo Bujang
  • 20.00 Desa Tanah Periuk
  • 20.09 Polsek Tanah Sepenggal
  • 20.21 Terminal penumpang type A “Kota Lintas”
14 November 2014
  • 00.00 Lubuk Linggau
  • 01.25 Kapalo Curup, istirahat.
  • 02.00 Goo.. Konfoi sama Bus SAN dari Bukittinggi
  • 02.25 …. (ga tau dimana?!).. Sepi.. mobil ada bunyi-bunyi kayak kipas angin terhalang gitu.. berhenti sejenak.
  • 02.35 Ngungsi ke mobil belakang (Bus SAN dari Bukittinggi), ternyata bus yang kami tumpangi itu rusak.. ๐Ÿ˜Ÿ So, alhamdulillah… kita tetep dapet tempat duduk, paliiing belakang, tapi deket jendela (tempat favorit saya dulu ketika masih pulang-pergi Padang-Bukittinggi pake NPM/ANS, my favo bus, hee). Cuma ya… AC-nya udah ganti sama AJ alias AC Jendela (ala Bang Budi, agen Bus SAN yang di Curup), tapi ga ngaruh kok, wong disini dini hari dingin bangeeet… ๐Ÿ˜จ
  • Sekitar jam 03.00 WIB, akhirnya saya sampai di Pos Polisi Curup, Pasar Bang Mego. Sepi nian euy.. Kebayang aja nih saya gelandangan sendirian jam segini disana, waaaa… ๐Ÿ™„ Sebelum turun bus, si Uni berkali-kali berpesan “hati-hati ya, La..”, kami juga sempat bertukar nomer HP, si Uni minta saya segera menghubunginya kalau udah ketemu sama Ibuk (istri pemilik rumah tempat saya menginap nanti, cikal bakal keluarga baru saya). Bahkan, saat bus mulai melajupun, masih terdengar suara si Uni berceloteh dengan sangat jelas, “kalau ke Solok, jangan lupa mampir ke rumah uni yo…” ๐Ÿ˜โ˜๐ŸปSaya sangat senang, setiap jalan menemukan keluarga baru ๐Ÿ˜‡
  • ………. Saya melangak-melongok ke Pos Polisi. Syukurlah.. saya lihat di layar kaca yang tidak terlalu transparan ada siaran TV di dalam ruangan itu. Namun, meskipun berkali-kali saya panggil, ga ada satupun orang yang muncul. Tadinya saya bermaksud mau ngomong numpang gitu sama yang lagi jaga, tapi… Yah, sudahlah.. Yang penting saya aman, kan lagi di Pos Polisi ๐Ÿ˜โ˜๐Ÿป Untung aja saya make baju yang lumayan tebel, ciyus dingin banget.. Saya langsung nyalain HP yang tadinya sempat dimatiin sejenak demi menghemat batrei. Kemudian mengabari Ayah dan Ibu kalau sekarang saya udah nyampe Pos Polisi Curup, mau ngubungi Ibuk. Terdengar suara di seberang sana meyakinkan saya buat nyoba ngubungin Ibuk dan tetap di Pos Polisi saja jika tidak jawaban ๐Ÿ˜… Entah kenapa, harapan itu cukup membuat saya tenang, seperti terlindungi di negeri antah berantah ini. OK, I’ll do it ๐Ÿ™‚
  • ……….. Saya hubungi nomer Ibuk, beliau berpesan agar saya menunggu sebentar disini karena beliau segera berangkat. Beberapa kali saya dengar ada motor berhenti, saya langsung melirik, ternyata bukan beliau. Saya juga tidak bertanya, Ibuk pake kendaraan apa jemput saya kesini, sejauh apa rumahnya, berapa lama saya akan menunggu; Yah, seukuran orang yang numpang saya memang kudu tau diri ๐Ÿ˜ฌ Setiap menit rasanya lamaa… Saya bener-bener ga tau harus gimana, adanya saya malah duduk macam orang nungguin pelajaran selanjutnya dari sang guru di kelas; duduk dengan rapi ๐Ÿ˜… Kok Ibuknya belum nyampe juga ya?! Apa rumahnya jauh ya dari sini? Atau saya naik ojek aja kesana biar ga ngerepotin?? Aaarrggh, serba salah jadinya ๐Ÿ™ Tapi, tunggu, ini ada telfon!! Alhamdulillah.. Dari Ibuk!! Beliau bilang udah di simpang!!! Saya langsung melongok keluar, tapi…. yang mana orangnya??? Yang ada sekali-sekali ojek nanyain saya mau kemana dari seberang jalan.. Saya yang tadinya sabar, entah kenapa mendadak resah, ada rasa sungkan, was-was, whateverlah… Hanya berharap segera bertemu dengan Ibuk. Oh, mungkin itu dia!! Saya melihat mobil kapsul lama parkir di simpang, sebelah kanan Pos Polisi, tapi…. kok mobilnya diam doang ya disana, ga bergerak-gerak?? Benarkah itu mobilnya?? Lalu saya memilih buat kembali ke dalam, diam menunggu lebih irit energi ketimbang kasak kusuk ๐Ÿ˜…
  • ……….. Ga lama, muncul suara memanggil nama saya dan.. itu dia, Ibuk!!! Wanita paruh baya, perawakannya ramah dan teduh. Tanpa basa-basi, beliau langsung mengajak saya buat mengikutinya. Kami berjalan menusuri Pasar Bang Mego yang masih rame, tampak para pedagang kali lima entah berkemas atau udah mulai berdagang sedini hari gini, saya juga ga ngerti.. Eh, tiba-tiba Ibuk menjelaskan tanpa saya tanya, itu pedagang-pedagang sini lagi beres-beres, disini selain pasar yang pagi, ada lagi pasar malam, jadi selalu rame. Saya hanya menggangguk penuh arti.
  • ……… Sampe di rumah Ibuk, disana udah ada Bapak menunggu. Perawakannya tinggi, sedang, tentunya juga ramah; bener-bener serasi sama Ibuk ๐Ÿ™‚
  • ……… Waduuuuuh, saya beneran sungkan nih… Ibuk udah kasak-kusuk sibuk nyiapin hidangan buat saya.. Beliau bikin kopi yang dikasih gula enau (gula aren) dan meletakkan sebungkus roti gabin. Ini masih mending guys, sebelum ini beliau udah buru-buru ke dapur mau ngidangin nasi, untung aja saya bisa ngeyakinin beliau kalau saya udah makan di jalan tengah malam tadi, Subhanallah…
  • ……… Ibuk mengantarkan saya ke kamar untuk beristirahat. Saya malah jadi enggan tuk tidur, keberat sungkan… Entah cak mana saya nak merespon kebaikan keluarga ini?! Saya hanya bisa bersyukur tiada henti, “sungguh, nikmat-Mu mana lagi yang kan ku dustakan??
  • ………. Saya beneran ga bisa tidur lho, guys.. Cuma melepas penat sejenak.. Tiba-tiba, sehabis Subuh, Ibuk masuk ke kamar dan pamit pada saya, beliau bilang akan shalat ke mesjid dekat sini bareng Bapak. Saya hanya melongo, “lah, gimana bisa Ibuk dan Bapak langsung percaya gitu aja ninggalin saya, orang baru yang ga mereka kenal, di rumah mereka sendirian??” Setelahnya malah bikin saya kaget lagi, abis Subuh Ibuk dan Bapak udah siap-siap, Ibuk bilang mereka punya toko di Pasar Atas Curup dan saya disuruh istirahat aja, nanti jam 10-an Bapak datang jemput saya buat liat-liat pasar ๐Ÿ˜ฏ Mereka juga mengingatkan tempat kunci ditarok.
  • Jam 9-an, saya beneran ga bisa istirahat, guys.. Sepeninggal Ibuk dan Bapak, saya nonton TV aja di ruang tamu. Kebetulan disekitar sini udah pada rame, mungkin semua orang pada mulai aktifitas. Trus, ngeliat sapu, udah klar pula nyapu rumah. Trus, bolak-balik ke kamar ga jelas. Ayah dan Ibu udah saya hubungi tadi buat ngasihtau saya udah aman di tempat Ibuk. Hm, saya ngecas HP dah kalau gitu, ntar pas perlu malah low bat?! Tiba-tiba, ada orang gedor-gedor pintu, ternyata Ibuk!! Gile aje, saya kaget banget.. Ternyata kunci Ibuk tinggal di toko, karena sebelumnya kan yang mau jemput saya rencananya Bapak, tapi Ibuk ingat saya belum makan, jadi beliau bela-belain pulang cuma buat masakin saya lauk doang. Abis itu, secepat kilat, semua hidangan udah tersaji dengan apik. Swear deh, sungkan abiiiis sama Ibuk…!!! Eh, beliau nak bikinin saya kopi/teh pake gula enau lagi?! Walaaaah…
  • …….. Saya udah siap ke pasar bareng Ibuk. Beliau membawa 2 tas, satunya perlengkapan shalat dan lainnya; satunya lagi buat termos, bekal makan siang, segepok kopi (haha, Ibuk pecinta kopi ternyata) dan roti gabin. Lucunya, kami sempat berebut ngebawain tas-tas itu. Akhirnya Ibuk ngalah, saya boleh bawa satu, tapi yang paling ringan, huft… Ibuk.. Ibuk.. Ngeliat Ibuk, saya jadi ingat Enek (nenek, Ibu dari Ayah) di kampung, beliaulah yang selalu begitu, “oh.. Enek… missed you, Nek…”.
  • …….. Kami berjalan menelusuri gang setapak, jalan yang beda dengan yang tadi pagi kami lewati. Jika Pos Polisi itu bagian depan Pasar Bang Mego, kali ini saya berada di bagian belakangnya. Ibuk menyetop angkot dan kami melaju ke Pasar Atas, mungkin sekitar 1 km dari rumah Ibuk ๐Ÿ™‚
  • …….. Pas turun angkot, saya udah mau ngasih ongkosnya, eh Ibuk buru-buru ngeloncatin duit ke sopirnya, haha… antara sungkan dan lucu jadinya ๐Ÿ˜…
  • ……… Ibuk dan Bapak berjualan di toko sementara, karena toko-toko seantero Pasar Atas memang lagi direnovasi. Hmm… kamu ga bakal tau guys, ternyata berdagang itu seru!!! Waaah, saya mulai excited nih.. Tapi, tetep aja, sewaktu ditinggal shalat dzuhur oleh Ibuk, saya kelabakan ngelayanin pembeli, untung aja mayoritas langganannya Ibuk, jadi mereka memilih kembali lagi setelah Ibuk selesai shalat. Kadang terbersit kesal juga guys, beberapa pembeli cuma bongkar-bongkar barang eh taunya cuma nanya doang, huft… Yah, saya jadi maklum, ternyata gitulah rasanya perasaan pedagang saat saya dan teman-teman liat-liat barang yang mau dibeli tapi ga jadi beli ๐Ÿ˜ฌ Ini hikmahnya, lain kali kalaupun saya ga beli abis liat-liat, paling engga bantuin empunya nata kembali barang dagangannya.

  • ………. Dagang itu ada enak dan enggaknya.. Enaknya, pas lagi rame, sembriwing… sampe ga bisa duduk!! Kita gerak terus.. ๐Ÿ˜€ Nggak enaknya, sepiiiii…… bikin ngantuk.. bosan… jenuh… mau kelewer-kelewer aja ke tempat lain.. Yah, saya mulai ngerti, gini nih rasanya berdagang itu.. Untung aja Ibuk tipikal yang suka bercerita, jadi ga bikin canggung.. Entahlah guys, jika kamu denger langsung cerita Ibuk, pasti kamu bakal berdecak kagum. Saya hanya berharap, beliau selalu diberi kemudahan dimanapun dan kapanpun, semoga Ibuk dan Bapak segera naik haji bareng
  • …….. Sekitar jam 17-an, kami siap-siap nutup toko, mesti masukin lagi aneka tas yang di gantung diatap luar, karpet-karpet dan barang-barang lainnya. Luar biasa… padahal saya cuma menemani Ibuk disana, bukan yang diTJ-in juga jaga toko, tapi.. capeeeeek…. Energi saya serasa kesedot, chuy…
  • ……… Malamnya, Ibuk ngajakin saya buat beli nasi goreng langganannya ke Pasar Atas, beliau tampak antusias banget ๐Ÿ˜ karena Ibuk bilang Bapak ga terlalu suka, jadi adanya saya disana seolah Ibuk punya teman yang bisa diajak. Saya pikir bakal naik angkot, taunya jalan euy.. Saya jadi sering waspada, coz jalanannya sepiiiii… Tapi ngeliat Ibuk yang santai aja, saya jadi ngerasa aman ๐Ÿ™‚ Ibuk memang tampak santai, tapi jalannya cepet ih… Saya yang pernah dijulukin kaki seribu aja ngerasa keteteran ngikutin Ibuk ๐Ÿ˜…
  • ………. Saya mulai merasa Pasar Atas Curup mirip dengan Pasar Atas Bukittinggi yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dan selalu banjir dengan makanan enak nan ekonomis. Tepat di depan gedung yang bertuliskan Pasar Atas Curup, Ibuk membeli nasi goreng. Awalnya, saya sempat mengernyitkan dahi ngeliat nasi gorengnya, lebih seperti nasi doang yang digoreng. Trus Ibuk juga nawarin saya buat beli pempek, beliau promo dengan sangat bersemangat kalo pempek disini beda, lebih lembut… ๐Ÿ˜ Haha.. Ibuk.. Ibuk.. Sikap Ibuk yang begini benar-benar Enek banget! ๐Ÿ˜Š
  • ……… Ternyata nasi goreng itu ga sehambar kelihatannya, cukup enak, tapi sedikit manis. Cuma saya suka sama pempeknya, memang bener-bener lembut teksturnya, enak!! ๐Ÿ˜Œ Kami (Bapak, Ibuk dan saya) menghabiskan waktu nonton TV sambil ngobrol. Banyak hal yang membuat mata dan pikiran saya lebih terbuka. Siapa yang menyangka kalau Bapak yang rutinitas sehari-harinya cuma ke mesjid dan bantuin Ibuk dagang, ternyata awal mulanya merantau ke Curup hanya dibekali oleh GUNTING dan METERAN JAHIT pemberian ayahnya. Beliau jadi tulang punggung adik-adiknya, andai kamu tau guys, adiknya Bapak semuanya jadi orang hebat yang berpengaruh, lho.. Meskipun Bapak ga sekolah setinggi pendidikan adik-adiknya, Beliau pernah dapat penghargaan dari Menteri Koperasi! ๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Beliau juga bilang kalau tak terhitung entah sudah berapa banyaknya anak-anak asuhnya saat lagi booming-booming-nya pertukaran pemuda, banyak diantaranya ga mau kembali ke daerahnya dan memilih merantau di Curup. Bapak dulunya penjahit guys, banyak banget pesanan sampe ga terhandel. Lama-lama Beliau berpikir kalau menjahit terus takkan bisa selamanya, Beliau butuh usaha yang masih bisa diterusin sampe tua, itulah dia, berdagang ๐Ÿ™‚ Bapakย  salah satu orang yang berpengaruh lho di Curup. Selain itu, Beliau juga seorang aktifis koperasi.
  • ……… Saya baru ngeh, sehari ini ga ingat liat-liat HP. Saya telpon Ayah dan Ibu, kemudian menggilirkannya pada Bapak dan Ibuk. Mereka saling memulai silaturrahmi.. Sungguh, saya tidak lagi merasa orang asing disini, seolah sudah kenal lama sama Bapak dan Ibuk ๐Ÿ˜‡
  • ……… Tadinya, saya mau langsung pulang ke Padang besok sehabis ujian. Tapi, saya belum tentu masih diberi kesempatan untuk ke Curup nantinya. So, saya memutuskan untuk pulang keesokan lusanya. Besok saya mau nemanin Ibuk dulu deh jualan di pasar ๐Ÿ˜
15 November 2014

Nah, tibalah masanya, ujian!!! Sekitar jam 6 pagi, saya udah kasak-kusuk buat berangkat ke STAIN Curup. Ibuk bantuin nyariin ojek, biar saya ga telat. Fiuh.. nervous abiiis niih….

Sampe di lokasi, teman saya yang berangkat dari Bengkulu udah duluan nyampe, terus saya juga kenalan dengan urang awak dan beberapa teman lainnya. Karena ujiannya CAT dan fasilitasnya terbatas, jumlah yang cukup banyak, jadi kita dibagi beberapa sesi ujian.

Akhirnya, tak terasa waktu mengalir begitu saja dan saya udah kelar ujiannya, guys.. Lega rasanya.. Walaupun masih ada rasa penasaran soal hasilnya, tapi yaaah.. kalau rejeki saya disini pasti akan balik lagi kesini.. ๐Ÿ™‚ saya pasrah, guys.. Yang terpikir sekarang adalah.. LAPEERRR!!!! Aduh, gatau lagi deh.. Koneksi satu-satunya dari otak saya menuju bakso bakar dan sate yang tepat berada di seberang STAIN ini ๐Ÿ˜โ˜๐Ÿป

Saya nongkrong bertiga bareng Ayu dan Ruli.. Kita mesan menu yang sama, dan.. kali ini unik banget.. coz dulunya, pas ke Curup sebelum ini, saya cuma nyobain bakso bakar doang, sekarang ada bakso bakar ples sate, maknyuuus abiiis… saya udah ga kepedesan kayak pertama kali nyoba, coz udah request sama si bapak ๐Ÿ˜€

Abis ini, kita membubarkan diri dengan versi masing-masing. Sementara, saya sendiri mulai sibuk kesana-kemari nyariin oleh-oleh khas Curup, dan.. ternyata.. deket!!! Wong tepat di samping STAIN ini kok ๐Ÿค“ Manisan Terong!!! Cus, kesana…

Abis ini, saya pulang ke rumah ibuk. Tak lama, saya menyusul ke Pasar Atas, nemani ibuk jualan.

Hm, skor saya tadi lumayan, lho..TWK 90, TIU 75 dan TKP 153; total 318; alhamdulillah.. Ga bodo-bodo amat ๐Ÿ˜…

16 November 2014
  • ………. Fiuuuh… tak terasa, ini hari terakhir saya di Curup, guys.. Soal lulus enggaknya, saya mulai merasa kalau inilah kali terakhir saya menapaki Curup, sedih banget… Tapi tak pa, inilah warnanya, saya senang bisa mengenal begitu banyak pribadi seperti mereka.. ๐Ÿ˜Œ Perjalanan saya mesti tetap lanjut dan saya akan memanfaatkan waktu yang sedikit ini dengan sangat maksimal.. Saya harus ikut ke pasar ntar sekedar menemani ibuk jualan ๐Ÿ™‚
  • ………. Tadinya bapak yang akan mengantar saya ke Terminal Nangko. Namun.. tiba-tiba mereka saling berembuk, saya mulai merasa terharu, sebab mereka sama-sama ingin mengantar, dan.. akhirnya finish, ibuk yang nganter ๐Ÿ˜…
  • ………. Sebelum berangkat, ibuk mengajak saya pergi pesta tetangga. Saya senang banget…
  • ………. Ke Terminal Nangko.. Kita selfie dulu..
  • ……… Ibuk ngotot nungguin busnya berangkat dulu baru pergi. MasyaAllah… Padahal, saya ga tega lo, guys.. Memanglah, ibuk memang baik banget… ๐Ÿ˜ญ
  • 16.00 Goo… Goodbye Curup
  • 17.19 Terminal Klimantan, Lubuk Linggau
  • 17.30 Rumah Makan Pagi-Sore
  • 18.00 Goo

17 November 2014

Sekitar pukul 3 dini hari, saya sampai di Ulak Karang.. Oooooough… capek banget… Alhamdulillah… Teman Unjut udah standbye menjemput dan go humz sweet humz… Teparr…

Bakso Bakar Madura


Hmm..yummy..yg ke Pasar Raya Padang, hayyoooo rugi ga singgah disini..Belok aja bentar ke Taplau alias Tepi Laut (nama lain dari Pantai Padang), sore2 ada jual ini nih..
๐Ÿ˜€

Bakso Bakar Madura

Sebelum BBM naik, 6 tusuk = Rp 5.000,-; tapi setelah BBM naik, porsi Rp 5.000,- dikurangi 1 tusuk jadi 5 tusuk, tapi rasanya ga berkurang lho… Weeenak rek.. ๐Ÿ˜€