Category Archives: Other

Semarak Ramadhan 1438H Di Mesjid Tokushima

Buat para muslim, tak terasa tinggal 6 hari lagi menjelang Idul Fitri, bukan? Nah, selama bulan Ramadhan, bagi yang pertama kali akan mengunjungi Mesjid Tokushima, perlu tau nih hal-hal unik berikut ini.

Buka Bareng

Setiap hari minggu, selalu ada buka bareng (a.k.a bubar/bukbar/bukber/buber/open together) dengan menu tradisional mancanegara. Jadi, buat yang lagi ngirit, anak kontrakan, atau yang hobby hunting kuliner sekalian, tak perlu repot-repot merogoh kocek, cukup datang saja untuk berbuka puasa di Mesjid Tokushima.

Tak hanya lezatnya masakan yang dihidangkan, tapi ada yang lebih utama: nikmatnya kebersamaan. Disini kita akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara, beragam status dan budaya, luar biasa indah!!

Menu mancanegara yang dimaksud bukan berarti tiap minggu dihidangkan, bukan. Tapi, selalu ada negara yang menjadi penanggungjawabnya setiap minggu yang akan menyajikan masakan khas dari negara masing-masing.

Untuk minggu depan, karena sudah mendekati lebaran, buka bareng skala international ini akan diadakan pada hari Sabtu (24 Juni 2017). Don’t missed it! 

Tarwihan

Ada yang spesial di bulan nan juga spesial ini. Setiap malam, selalu ada shalat berjama’ah yang diimami oleh seorang yang hafidz al-qur’an. Urutannya, shalat Isya, shalat tarwih 2+2 rakat (2 raka’at lalu salam, dilanjutkan dengan 2 raka’at yang juga ditutup dengan salam), kultum/ceramah (dalam bahasa inggris), shalat tarwih 2+2 raka’at dan shalat withir (raka’atnya tergantung mashab yang diikuti oleh sang imam, ada yang 2 raka’at salam lanjut dengan 1 raka’at; begitu juga dengan pembacaan do’a qunut, ada yang sebelum/sesudah rukuk; dsb.).

Kelas Bahasa

Seperti hari biasanya, di mesjid tetap diadakan kelas bahasa jepang, bahasa arab, dll. Tidak hanya dewasa, untuk anak-anakpun juga ada. Bagi yang berminat, silahkan bergabung, free alias gretong!

Gallery

Advertisements

Jajanan Takoyaki Di Tokushima

Siapa yang tak kenal dengan takoyaki, makanan khas jepang ini begitu familiar di kalangan pecinta kuliner di Indonesia. Hampir di berbagai tempat bisa ditemukan; paling tidak, versi kaki lima-nya yang didesain menarik, lengkap dengan aneka dekorasi dan atribut ala jepang-nya.

Makanan berbentuk bola dan berisi potongan gurita ini tersedia dalam berbagai kemasan. Nah, lho.. Buat yang ready di Tokushima, ada beberapa rekomendasi nih..

Takoyaki Ikubee

Jajanan takoyaki yang dikelola oleh seorang obasan (bibi) ini, biasanya buka di sore hari. Disini, tersedia aneka menu takoyaki dengan harga variatif, ¥450-¥500. Berlokasi disamping The Health Service Facility Elderly Garden atau diseberang Halte Kamona.

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Takoyaki Takosen (たこやきと・たこせん)

Menurut yang jual, takoyaki ini adalah bagian dari takoyaki yang ada di Osaka, tepatnya di dekat Jembatan Ebisubashi, Namba. (Buat para hantu takoyaki mah kudu resign nih kalau ngaku nggak tau 😀✌🏻).

Disini, takoyaki yang disajikan lebih kering dan cruncy tentunya. Untuk sausnyapun, kita bisa memilih mau pakai shoyu atau dashi. 1 porsi berisi 6 buah seharga ¥400. Mobil keliling ini standbye di pelataran parkir Supermarket Kyoei Kamona setiap hari sabtu pukul 09.00-20.00 (waktu setempat).

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Sedangkan dashi yang dimaksud, dikemas di dalam botol kecil, berasal dari minyak dedaunan. Dari tulisannya プチいちご特製だし汁付けタコ, yang mungkin berasal dari perasa strawbery & gurita. Jika memilih saus jenis ini, diberikan gelas kertas (cup). Caranya, dashi diseduh dengan air hangat dengan perbandingan dashi : air hangat 1:2.

Takoyaki di Itano City

Nah, buat yang suka festival lighting, biasanya setiap tahun ada Itano Illumination di Itano City, Tokushima. Disini, selain yakisoba (mie goreng khas jepang), juga ada takoyaki cruncy seharga ¥400.

Buat yang muslim, silahkan konfirmasi ulang jika ragu. Tapi untuk yakisoba sudah pasti tidak halal, karena dikombinasi dengan daging pork.

Takoyaki di Supermarket

Tidak hanya di tempat khusus, di supermarket-pun bisa ditemukan takoyaki dengan harga ekonomis dan rasa yang enak. Tapi, buat para muslim, selalu cek bahan-bahannya, karena biasanya selalu ada shake didalamnya; kalau tidak dari takoyakinya, berarti dari sausnya.

Tokushima Mosque Open Day

Tokushima Mosque Open Day diselenggarakan oleh Sentral Islam Tokushima dengan tema ‘Mengenal Budaya Islam’. Event ini terbuka untuk umum.

Bertempat di Tokushima Mosque, Jepang, 〒770-0052 Tokushima Prefecture, Tokushima, 中島田町2丁目8-1. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Takuto Plaza. Acara dimulai sebelum pukul 11 hingga pukul 3 sore (11.00 a.m – 03.00 p.m).

Disini tersedia masakan halal dari berbagai negara. Diantaranya: kebab, kare,  ramen tokushima (kuahnya terbuat dari kari iga rusa, ¥600), gorengan dan bakwan ala Bangladesh, kue khas Mesir, dll. Tidak hanya ini, juga ada cenderamata dan perlengkapan ibadah dari Timur Tengah.

Karena hari ini hari Jum’at, bagi para akhi melakukan Shalat Jum’at berjama’ah. Selain itu, juga ada fasilitas pemakaian hijab gratis yang dikreasikan oleh seorang muslimah kreatif sebagai pengenalan budaya Islam.

Gallery

    Catatan

    • Akhi = Panggilan untuk laki-laki muslim.

    Event Masakan HALAL di Mesjid Tokushima

    Besok (23/12/2016), untuk pertama kalinya Sentral Islam Tokushima mengadakan ‘Tokushima Mosque Open Day’ dengan tema ‘Mengenal Budaya Islam’. Event ini terbuka untuk umum.

    Bertempat di Tokushima Mosque, Jepang, 〒770-0052 Tokushima Prefecture, Tokushima, 中島田町2丁目8-1. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Takuto Plaza. Acara dimulai sebelum pukul 11 hingga pukul 3 sore (11.00 a.m – 03.00 p.m).

    Disini tersedia masakan halal dari berbagai negara (sekitar 10 negara, seperti: Mesir, Indonesia, dll), diantaranya: masakan khas timur tengah seperti kebab, kare, sup tulang rusa; ramen tokushima (¥600), dll.

    Referensi

    Lain-lain

    • “Big thanks to every people (especially my colleague) for the support that gave me more information about tokushima mosque”.

    Ginnan Festival 2016

    Ginnan Festival 2016 diadakan di Universitas Osaka (Osaka University), Osaka-Jepang. Ajang kemahasiswaan ini telah dimulai sejak tanggal 3 November 2016 dan berakhir pada hari ini (06/11/16).

    Berbagai kuliner khas Jepangpun dijajakan disini. Tidak hanya itu, ada juga pemilihan idol dan berbagai kreatifitas mahasiswa lainnya yang sangat patut diapresiasi. Mereka membuat sebuah kreasi (didominasi oleh kuliner) dan berusaha menarik minat pengunjung dengan atraksi dan kostum seunik mungkin.

    Jajanan yang dijualpun sangat ekonomis, mulai dari ¥100, tentunya dengan rasa yang yummy.. Tak heran jika festival ini dibanjiri oleh berbagai pengunjung dari berbagai kalangan.

    Osaka City Central Public Hall

    Salah satu bangunan yang paling terkenal di sekitar Taman Nakanoshima (Nakanoshima Park) adalah gedung bercat merah dengan gaya klasik, gedung ini bernama Osaka City Central Public (Pusat Bisnis Kota Osaka). Gedung megah ini didirikan sejak tahun 1918, biasanya digunakan warga untuk acara seni dan budaya.

    Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa sumber, dahulunya tempat ini merupakan gedung pustaka lama sebelum dipindahkan ke gedung dibelakangnya, tepat satu gedung setelah Osaka City Central Public. Pengunjung boleh memasuki gedung ini secara gratis.

    Uniknya, gedung 3 lantai ini terbuka untuk umum, namun pengunjung hanya boleh menapaki area berwarna hijau dari denah yang telah disediakan. Selain itu, menjelang lantai 3, di tengah luangan tangganya dipasang jejaring dari untaian tali yang cukup kuat; sepertinya ini salah satu cara untuk meningkatkan keamanan pengunjung. Jika tidak ingin menggunakan tangga, pengunjung bisa menggunakan lift.

    Di lantai dasar (basement) terdapat sebuah toko kecil tempat pembelian oleh-oleh (omiyage). Berbagai cenderamata, kue kering dan aneka permen dijual disini. Harganyapun relatif, berkisar antara 500¥ hingga 1.000¥. Toko ini buka dari pukul 10.00-18.00 (waktu Jepang).

    Tidak jauh dari toko, terdapat museum mini yang menggambarkan sejarah berdirinya Osaka City Central Public. Tempat ini bernama Exhibition Room yang buka dari 09.30-20.00 (waktu Jepang). Beberapa leaflet (informasi) tentang Museum Osaka dan lainnya bisa diambil secara gratis disini; hanya saja, tersedia dalam Bahasa Jepang yang didominasi oleh kanji dan  beberapa diantaranya disajikan dalam Bahasa Korea dan Bahasa Inggris.

    Tepat di depan Exhibition Room, ada restoran bergaya barat. Menu yang disuguhkan cukup variatif, seperti paket kare dengan seafood, kare dengan daging, desert dan aneka minuman. Untuk paket lunch (makan siang atau hiru gohang), harga berkisar 1.250¥. Sementara desert dan minuman mulai dari 500¥. Fasilitas yang didapat diantaranya gratis air mineral dan Wi-Fi.

    Gallery

    Pelo (Ubi Jalar)

    Dalam Bahasa Minang, ubi jalar disebut pelo. Biasanya, tumbuhan sejenis umbi rambat ini diolah menjadi aneka makanan yang pastinya enak, mulai dari tradisional hingga modern, seperti: ubi rebus (ubi abuih), gorengan (goreng ubi), ubi bakar, aneka kue dan atau keripik, dan sebagainya.

    Jenisnyapun cukup variatif. Pelo kuniang (ubi rambat berwarna kuning); saat diolah menjadi makanan, teksturnya lebih padat. Pelo merah (ubi rambat berwarna merah muda), teksturnya empuk, manis dan gurih. Pelo ungu/pelo lila (ubi rambat berwarna ungu), teksturnya paling lembut, renyah dan manis; ubi ini menjadi bahan baku favorit di dunia masak-memasak saat ini, terutama kue.

    Nasi Liwet & Tradisi ‘Ngeliwet’

    Ngeliwet yuk…

    Ceritanya nih, ketika ngumpul bareng keluarga, ada tradisi unik dari Sukabumi, orang-orangnya suka ngeliwet! 😉 Hayooo lo yang di Sukabumi.. pada kenal nggak sih sama tradisi yang satu ini?! Jangan sampe ada yang bilang nggak tau ya, ntar saya kasih tau lo.. 😀

    Nah, ngeliwet identik dengan nasi liwet. Kuliner tradisional nan unik ini terbuat dari kombinasi beras, bawang merah dan bawang putih yang telah diiris, daun salam, serei/serai yang dikeprok, teri, minyak goreng sekitar 2 sendok makan dan daun pisang.

    Caranya, daun salam dan serai ditaruh diatas beras. Tanak nasi seperti biasa, tambahkan minyak goreng, ketika air hampir mengering, aduk rata, timpa permukaan nasi dengan daun pisang, kemudian letakkan teri (jenis teri nasi) diatasnya. Atau, kalau mau, teri tersebut juga bisa dicampur langsung dengan nasi (dimasak bersamaan).

    Ketika air nasi hampir mengering, api dikecilkan, nanti bakal mengerak, nah enaknya nasi liwet itu tuh disini karena aroma keraknya itu 🙂 Biasanya, tradisi akan makin lengkap jika makan bareng-bareng di pelepah pisang.

    Kalau nggak mau langsung pake teri, dibikin oseng-oseng, teri digoreng dan ditambahkan kacang tanah. Teri yang digunakan juga nggak selalu jenis teri nasi. Selain itu, sebagai pelengkap, bisa menambahkan menu lauk (seperti: tahu/tempe goreng, ampela, ayam goreng, dll), sayur (lalapan) dan sambal (yang digoreng atau mentah ditaruh diatas nasi liwet yang mau kering).

    Gimana, mau ikut ngeliwet?! Hayuk… Mantap dah.. 😉

    Shared by: Kiki san

    Sehari Minggu Di Jakarta “Demi Seonggok Durian”

    Minggu siang (28/02/2016), sehabis mencari pencerahan, kita 6 personil Durian hunter segera beranjak menuju Blok M Square. Kita menaiki busway, sekilas memang tidak ada yang spesial, tapi lapernya luar biasa! Maklum.. udah lewat jam makan siang (malahan masuk jam makan sore) 😀 Demi seonggok durian kita bertahan (pura-pura apatis mendengar lantunan suara keroncongan dalam perut).. 😀

    Aduh, sumpah, perjalanan yang memakan waktu lebih dari sejam itu, bukan cuma gegara jarak doang, tapi maceeeeett… Alamak, sikon berdiri di bus juga kagak kondusif chuy, kita udah kayak layang-layang ditiup angin! sampai akhirnya lega setelah menemukan tempat yang pas buat bergelantung :D.

    Nah, sampai di Terminal Blok M, kita tetap semangat 45, terbayang aneka durian dengan berbagai rasa yang hmm.. yummy… Berasa mau panggil Om Jin aja biar langsung ngecring di tempat (bah, ngimpi!). Next, terus berjalan dengan Zir San sebagai guide. Jadi ceritanya, yang solid kali ini ada saya, Tice san, Adonan san, Zir san, Popy san dan Ida san. Dari wajahnya, so pasti ada aura kuyunya, karena udah kelaperan; tapi, dari semangatnya, tak nampak kalau kita ini cukup layak jadi hantu durian, hahaa..

    Btw (by the way), perut tak bisa diajak kompromi.. Kebetulan nih, ketemu tempat makanan langganan saya semasa ‘geng gaje’ dulu, asiik.. Disitu dijual makanan siap saji, yg paling unggul burgernya yang wenak and ekonomis tentunya 😀 (Ketahuan nih watak fast to free).

    Bisa ditebak kan apa yang terjadi?! Sehabis dapet menu yang dipesan, kita langsung goo tanpa syarat, sibuk berkompromi dengan makanan yang terhidang. Gila, beneran, lapar nian.. Tapi, eiiits.. ada yang すばらしい (amazing) nih, dikala kita begitu garang menyantap sepaket bento, eh Ida san dengan kalem bilang vegetarian.. Gubrak!! Semua langsung gagal fokus dan menyerang Ida san dengan aneka pertanyaan yang.. percuma.. (wong vegetarian ditanyain kok ga makan ayam, kan lucu.. ) 😀

    Perjalanan tidak terhenti sampai di paket makan ekonomis, so chus.. DURIAN!! Yang sulit itu bukan nemuin lokasinya doang, tapi juga kalap mata liatin makanan ini, baju itu, diskon gede, waduu… ngemall emang bikin laper mata.. Harusnya bawa kacamata versi MIB (Man In Black) nih tadi, tapi apa boleh buat..

    Walhasil, tadaaaa… Durian!!! Hm.. tapi, kok.. Rame doang ya?! Duriannya kok ditumpuk doang di bagian belakang hampir setengah dari standnya?! Usut punya usut, ternyata pada belom matang, jadi mesti disortir dulu pas belinya. Apesnya, yang gede-gede pada belom matang.. Dengan wajah kecewa kita berjalan terus menyelipi bejibun pengunjung di Durian Fair itu. Satu-persatu stand kita tongkrongin, mulai dari melihat-lihat doang sampai cuma nyempil buat selfie (biasa, kekinian..).

    Sejaman kita inspeksi bak supervisor mencari cek yang kececer, tapi.. nothing.. Tak ada yang matching, ada aja yang kurang.. Mulai dari kurang matang, kurang gedek, kurang kuning, terlalu tipis, sampai kurang dibajet, hee.. Yah, biasalah.. namanya juga beli, kalau bisa duriannya dapat gede, kuningnya bagus, dagingnya tebal dan tentunya yummy; tapi dengan harga miring 😀 (ngimpi!).

    Sampe-sampe, Adonan san yang maju sebagai juru sortir, berpindah dengan sigap dari stand yang satu ke stand yang lainnya, sesekali kita pada ngiller liatin dia yang dengan leluasanya ikut nyicipin itu durian buat uji kelayakan rasanya enak apa kagak.

    Dengan beberapa pertimbangan, walhasil kita memutuskan membeli satu durian saja, sebagai tanda kita mampir lho di Durian Fair.. 😉 Tak lupa kekinian dulu alias selfie 😀 Yah, lumayanlah.. akhirnya misi tercapai, judulnya “Demi Seonggok Durian”, bukan seonggok per orang, tapi dibagi enam, hahaa.. Super dah pokoknya..

    Pulang-pulang, kita mampir dulu nih nemanin Popy san beli batik. Tadinya sih niatnya memang gitu, tapi.. ujung-ujungnya, pada ngebawa kantong belanja batik semua, kecuali Zir san dan Adonan san. Abis itu, yang tadinya kontrak waktunya cuma bentar, berubah jadi berjam-jam, wkwk.. kebayang ga sih yang nungguin itu gondoknya gimana 😀 Untungnya, no comment, kecuali ultimatum berkali-kali nanyain sortir bajunya udah kelar apa belum 😀

    Sekembalinya, kita beli aneka snack dulu, mumpung banyak yang yummy nih.. Ada takoyaki, creps, dll. Tiba-tiba, efek samping misi baru terasa, seperti: badan pegal-pegal, kaki kesemutan, kulit melepuh gegara sepatu, de el el, komplit!

    Semua pasrah sama sang komando, Zir san. Kita pesan mobil via aplikasi, べんり/benri/ alias praktis! Hanya saja… yang misinya mencari durian malah ketiban batang durian runtuh.. Matinya HP Zir san, bikin petualangan baru nih dalam kamus kita hari ini. Kita kayak main petak umpet, kitanya kesini, yang empunya mobil kesana. Eh, pas ketemu, setelah muter-muter Blok M, mobilnya ketemu tapi kagak ada orangnya. Pie toh?! Padahal, sementara Adonan san dan Zir san searching itu mobil kayak nyari orang ilang, kita udah sempat beli nasi bungkus, terkapar di depan toko orang (di pinggiran jalan), duduk manis ga jelas, waaaa luarrr biasa…

    Maghribpun menyapa, dan.. kitapun tak ada pilihan lain selain.. Taksi!! Dengan kesepakatan dibulat-bulatin, kita stop taksi. Tanpa kompromi kita siap bersusun sarden dengan sukarela. Mobilpun meluncur dan kitapun sampai di simpang markas dengan selamat. Banyak hal kocak selama perjalanan, ibarat kata tetua nih, biar bersempit-sempit asal hati berlapang-lapang, that’s right!

    Gila-gilaan yang memang bikin sehari itu cukup gila! Apalagi kalau bukan demi seonggok durian di durian fair 2016. Satu dari beberapa moment yang cukup fenomenal dalam 3 bulan ini. Thanks, guys.. 🙂

    Bakso Setan

    “Bakso Setan”??? Mendengar namanya saja udah seram ya, tapi tidak untuk rasanya yang hmmm… super!! Berlokasi di depan RST (Rumah Sakit Tentara) Gantiang (Kota Padang),  di antara rumah makan dan agen tour dekat bundaran RST. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 18.000,- kita bisa mengecap maknyusnya semangkok Bakso Setan atau Bakso Super ini. Buat yang mau ditambah mie, harganya menjadi Rp 19.000,-.

    Dishare oleh Geni pada 4 Maret 2016.