Category Archives: Flora & Fauna

Berlibur ke Penangkaran Rusa di Cariu

Menurut seorang penjaga, penangkaran rusa di Cariu a.k.a Wisata Taman Rusa Tanjung Sari ini sudah ada sejak tahun 2006, namun baru dibuka untuk wisata sekitar tahun 2014.

Hari ini, Sabtu siang tanggal 28 Desember 2019, rusa yang terlihat hanya ada 5 ekor, 1 ekor rusa tutul dan 4 ekor rusa timor. Kemana rusa lainnya? Pengunjung juga tampak tak banyak, kenapa ya?

Ternyata, berdasarkan informasi dari warga setempat, rusa ini sebetulnya banyak, mencapai 200 ekor. Tapi beberapa diantaranya ada yang dikirim ke daerah lain (mungkin untuk mengisi kebun binatang atau penangkaran lainnya); ada juga yang kembali ke hutan dengan melewati pagar pembatas yang ada diantara padang rumput dengan hutan, biasanya mereka akan kembali ke padang rumput di waktu tertentu (pagi atau sore) untuk mencari makan.

Ada waktunya pengunjung yang datang akan sangat ramai dan ada waktunya seperti sekarang, sepi.. Biasanya di akhir tahun atau libur besar, tempat ini cukup diminati.

Pengunjung diperbolehkan untuk memberi makan dan berinteraksi langsung dengan para rusa, tentunya dengan pengawasan dari penjaga. Pengunjung bisa membeli makanan berupa ubi rambat yang sudah di potong-potong memanjang seharga Rp 10.000,- di jalan menuju padang rumput ataupun di pondokan yang ada di dalam area padang rumput.

Rusa Tutul

Rusa dengan nama latin Axis Axis ini menjadi favorit dari sebagian besar pengunjung yang datang, karena bentuknya nan indah. Bulunya halus berwarna coklat sawo matang dan bermotif tutul putih.

Habitatnya di padang rumput, semak, dan batas hutan yang memiliki sumber air minum. Rusa ini bukanlah jenis rusa asli Indonesia, melainkan dari Sri Langka, Nepal, Bangladesh dan India.

Karena rusa tutul adalah herbivora, biasanya memakan rumput, daun, bunga dan biji-bijian tertentu.

Rusa ini hidup berkelompok, biasanya sekitar 2-6 ekor. Karena tergolong mamalia, rusa ini berkembang biak dengan beranak.

Rusa Timor

Rusa dengan nama latin cervus timorensis ini adalah penghuni terbanyak di penangkaran cariu. Rusa timor adalah salah satu spesies rusa endemik di Indonesia selain Rusa Sambar (Cervus Unicolor), Rusa Bawean (Axis Kuhlii) dan Muncak (Muntiacus Muntjak).

Rusa timor dikenal juga dengan nama Rusa Jawa, Javan Rusa, Javan Deer dan Timor Deer. Rusa asli jawa dan bali ini menjadi fauna identitas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rusa ini memiliki bulu coklat abu-abu hingga coklat tua kemerahan, rusa jantan memiliki warna lebih gelap. Warna di bagian perutnya lebih terang dari bagian punggungnya. Rusa jantan memiliki tanduk bercabang tiga dengan ujung yang runcing dan kasar.

Habitatnya di savana dan vegetasi hutan. Sama seperti rusa tutul, hewan herbivora inipun juga memamah biak, berkembang biak dengan beranak; dan juga hidup berkelompok.

Tiket

Tempat pembelian tiket berupa pondok mungil yang ada di depan tempat parkir.

  • Tiket parkir mobil Rp 10.000,-
  • Tiket parkir motor Rp 5.000,-
  • Tiket masuk anak-anak dibawah 3 tahun: GRATIS!
  • Tiket masuk anak-anak 3 tahun keatas Rp 20.000,-
  • Tiket masuk dewasa Rp 20.000,-

Akses

Akses ke lokasi masih belum praktis, baru bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Perjalanan dari Jakarta (Timur) melewati Jonggol memakan waktu sekitar 2,5-3 jam dengan mobil.

Gerbang destinasi ini ada 2, sayangnya untuk akhir tahun 2019 ini akses ke lokasi dari gerbangnya tergolong rumit. Gerbang yang ada plang Taman Rusa Tanjung Sari memiliki turunan curam; jalan kecil berkerikil kasar ini ideal untuk 1 mobil, pastikan untuk turun perlahan dengan hati-hati. Gerbang lainnya sedikit lebih baik, hanya saja melalui tanah liat yang rawan longsor, perlu jeli dipertigaan, karena bisa saja ada mobil lain dari arah bawah yang kurang terlihat.

Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 100 meter melewati jembatan bambu. Selain itu, pengunjung perlu memperhatikan peraturan yang ada, yaitu: maksimal penyeberang adalah 5 orang; tidak diperkenankan selfie saat melintas di jembatan

Fasilitas

Penangkaran ini dilengkapi dengan fasilitas parkir kendaraan, toilet, mading (papan informasi), mushalla bagi yg muslim, dan sepertinya ada cottage juga. Selain itu, juga ada arena bermain anak-anak dan area selfie di bagian bawah padang rumput atau di dekat sungai.

Fasilitas lainnya ada kolam renang berbayar. Dengan merogoh kocek Rp 10.000,- bisa menikmati wahana mandi-mandi ini. Lokasinya dekat dengan jembatan penyeberangan, hanya dibatasi pagar saja.

Bagi yang mau berbelanja, di luar area padang rumput banyak jajanan lokal dan instan yang dikelola oleh warga setempat.

Catatan

  • Pada musim hujan, jalanan agak licin, harap berhati-hati.
  • Demi menjaga kesehatan, jangan lupa membawa hand sanitizer dan cuci tangan setelah berinteraksi dengan rusa atau sebelum menyentuh makanan.
  • Ketika pengunjung datang, biasanya rusa mendekat, apalagi jika membawa tentengan atau tas, karena dikira membawa makanan. Pengunjung harap berhati-hati; biar aman, simpan makanan dan keluarkan sedikit demi sedikit.
  • Jangan mengganggu satwa yang lagi istirahat.

Gallery

Referensi

  • Wawancara dengan seorang penjaga dan seorang penduduk lokal.
  • Mading yang ada di penangkaran.

すだち (Sudachi)

Selain satsumaimo, Tokushima punya hasil pertanian andalan lainnya yang sangat familiar dengan sebutan sudachi. Dan, jeruk nipis khas tokushima ini tak hanya dikenal sebagai hasil tani belaka, tapi lebih terkenal sebagai icon-nya tokushima yang bernama sudachi-kun, icon manusia berkepala sudachi dengan pakaian awa odori laki-laki.

Bagi para pelancong, sudachi menjadi salah satu souvenir yang kudu diboyong sebagai omiyage dari tanah awa (tokushima).


Di musim panas ini, sudachi bakal banyak dijumpai di berbagai supermarket, mulai dari versi original (dalam bentuk buah) hingga produk olahan (jus, snack, permen, dll). Rata-rata dijual lebih murah dan sudah dipaket dalam jumlah yang cukup banyak.


Panas-panas begini enaknya minum yang fresh. Tak mau ribet, bisa beli; tapi kalau mau berkreasi, bikin minuman yang gampang aja, kaya vitamin C dan maknyuss, apalagi kalau bukan es jeruk nipis 🍹😋👇


Es Jeruk Nipis

  • Bahan:
    • Jeruk nipis
    • Gula pasir
    • Air hangat
    • Es batu
  • Cara:
    • Peras jeruk nipis
    • Tuang air hangat
    • Tambahkan gula
    • Aduk
    • Tambahkan es batu

Gallery


Kamus

  • すだち /sudachi/ Jeruk nipis khas Tokushima
  • さつまいも /satsumaimo/ Ubi ungu yang bagian dalamnya kuning dengan rasa yang manis
  • 阿波踊り /awa odori/ Tarian khas Tokushima
  • お土産 /omiyage/ Oleh-oleh atau souvenir

Okawara Kogen

Okawara Kogen adalah dataran tinggi di Tokushima dengan ketinggian 1.000 meter lebih. Terletak di wilayah Sanagochi, Distrik Myodo.

Nuansa alam dan modern yang menjadi andalan wisata jepang masih kental, terlihat dari perpaduan antara dataran tinggi hijau yang diwarnai oleh bunga jenis hydrangea (ajisai) dan 15 pancang kipas angin raksasa (turbin angin) yang menakjubkan. Turbin angin ini digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin (di Indonesia dikenal dengan PLTB).

Rekomendasi Waktu

Waktu yang tepat untuk melihat keelokan ini adalah diawal bulan juli, karena pada waktu inilah bunga hydrangea yang didominasi oleh warna biru dan ungu bermekaran.

Akses

Akses ke lokasi yang paling efektif adalah dengan mobil pribadi. Dari Tokushima Station memakan waktu sekitar 1 jam. Bagi yang hobi bersepeda bisa ditempuh sekitar 3-4 jam.

Untuk transportasi umum sangat tidak efisien. Dilansir dari beberapa informasi, dari Tokushima Station ke 中辺停留所 dengan Tokushima Bus (Sanagochi-sen) butuh waktu 3 jam. Lalu, naik taxi sekitar 30 menit hingga lokasi.

Fasilitas & Tempat Nongkrong

Dipertengahan jalan menuju puncak, terdapat TOILET jepang versi jadul. Seterusnya ada bangunan unik bertuliskan 大川原高原ヒルトップハウス yang terlihat seperti tempat penelitian dan rumah kayu berlabel 大川原高原ログハウス yang lebih mirip homestay.

Di pintu masuk gedung 大川原高原ヒルトップハウス ada mise yang menjual kopi, ocha dan lainnya. Di depan mise ada boneka besar menyerupai orang yang masing-masingnya berkalungkan selebaran pengumuman.

Diketinggian sekitar 900 meter ada lapangan luas tempat parkir mobil. Duduk di pinggiran parkiran bisa menikmati hamparan alam luas dan lukisan nyata dari jejeran bukit barisan nan apik. Angin sembriwing perbukitan membuat suasana semakin nyaman.

Bahkan, dari pinggiran parkir yang menghadap jalan ini, dengan melayangkan pandangan ke sisi kiri (area puncak), bisa terlihat sekawanan sapi hitam sedang mencacah rumput atau sekedar bersantai-ria.

Masih di area parkiran, ada mise (warung/cafe) yang menjual es krim yang ada wafelnya. Disini bisa minta air mineral, gratis! Air ini bisa dituang sendiri dari teko yang disediakan pemilik ke gelas bekas es krim masing-masing.

Di depan mise disediakan meja dan bangku yang telah diset seperti di cafe, ini menjadi salah satu tempat nongkrong andalan bagi para pelancong.

Masih satu bangunan dengan mise, disampingnya ada kedai ocha, ruangan yang bertuliskan 大川原高原総合案内所, dan toilet.

Di ruang yang berlabel 大川原高原総合案内 meskipun terlihat biasa dari luar, ternyata jika dibahasaindonesiakan berarti kantor informasi umum Okawara Kogen yang didalamnya lebih terlihat seperti museum mini. Pengunjung boleh melihat-lihat.

Untuk toilet, berbeda dengan toilet sebelumnya, bentuk dan disain toilet disini lebih umum.

Puncak Okawara Kogen

Ketakjuban tak terhenti sampai ketinggian 900 meter saja, jika masih sanggup, pengunjung masih bisa berjalan kaki mendaki jalan beraspal hingga puncak, karena tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan (jalan dipalang).

Di puncak ini, kita bisa berdiri tepat di bawah kincir angin. Dan, tentunya menyaksikan sekawanan sapi yang sudah terlihat dari kejauhan tadi.

Catatan

  • Di beberapa area tersedia bangku taman atau pondokan untuk melepas penat. Hanya saja, bagi pengunjung hati-hati dengan serangga yang mulai berdatangan di musim panas, terutama nyamuk.
  • Mesin penjualan otomatis untuk minuman tidak ditemukan disepanjang jalan menuju puncak, jadi buat pengunjung jangan lupa membawa persediaan minum, apalagi di musim panas.
  • Buat para muslim yang hendak melakukan shalat di lokasi, bisa dikondisikan dimana saja di area yang bersih.

Gallery

Kamus

  • 大川原高原 /ookawara kougen/ Okawara Kogen
  • 佐那河内 /sanagouchi/ Sanagochi
  • アジサイ/ajisai/ Bunga Hydrangea (sepertinya di Indonesia mirip dengan bunga Janda Kembang)
  • 大川原高原ヒルトップハウス | Okawara Kogen Hill Top House
  • 大川原高原ログハウス | Okawara Kogen Log House | Rumah Kayu Okawara Kogen
  • 中辺停留所 /chuuhen teiryuujo/ Middle Side Station
  • PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) = Singkatan yang ada di Indonesia untuk pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga angin.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin Penjualan Otomatis.
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station (Stasiun Tokushima).
  • 店 /mise/ Warung/kedai.
  • トイレ /toire/| お手洗い/otearai/ = TOILET.
  • 佐那河内線 /sanagouchi-sen/ Jalur Sanagochi.
  • 徳島バス /tokushima basu/ Tokushima Bus.
  • タクシー /takushi/ Taxi.
🏷 Trip with Etikuchan, Hanif & Otousan (12/07/2018)

Sakura in Tokushima (2017~2018)

Gallery 2017

Gallery 2018

Ichigo Tabehodai

Memasuki akhir musim dingin tidak hanya menjadi awal dari musim semi, tetapi juga permulaan dari ichigo tabehodai di Jepang, salah satunya di Tokushima.

Ichigo Tabehodai

Ichigo adalah bahasa jepang dari stroberi. Sementara tabehodai juga diadopsi dari bahasa jepang yang berarti all you can eat (makan sepuasnya). Jadi, ichigo tabehodai artinya makan stroberi sepuasnya (sesuai dengan paket, harga & waktu yang telah ditentukan).

Uniknya, ichigo tabehodai bukan hanya sebuah ajang kuliner buah saja, tetapi juga destinasi untuk berwisata-ria. Bagaimana tidak, kita bisa berkunjung langsung ke lahan stroberi yang berbentuk rumah kaca dan bebas memetik dan makan sepuasnya.

Iseya Strawberry Farm

Ichigo tabehodai ada diberbagai tempat di Tokushima, salah satunya di いせや農場 (Iseya Strawberry Farm). Dengan merogoh kocek ¥2.000 bisa menikmati stroberi sepuasnya selama 30 menit.

Akses dari Kota Tokushima ke lokasi dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 30 menit.

Kamus

  • いちご /ichigo/ = Straberry (Stroberi)
  • 食べ放題 /tabehoudai/ = Tabehodai, all you can eat (makan sepuasnya)
  • 農場 /noujo/ = Farm (Pertanian)

Gallery

わかめ (Wakame)

わかめ (Wakame) adalah sejenis rumput laut dari perairan Jepang yang biasa dijadikan sayur hijau, toping udon, dll.

Cara Pengolahan

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Potong wakame sesuai keinginan.
  3. Cuci bersih.
  4. Celupkan ke dalam air yang telah mendidih.
  5. Aduk rata hingga berubah warna menjadi hijau muda.
  6. Angkat, cuci bersih dan tiriskan.
  7. Wakame siap diolah menjadi sup, toping udon, tempura (seperti di indonesia), dll.

Catatan

  • Sebelum diolah, warna original-nya adalah hijau tua kecoklatan.
  • Penyimpanan di kulkas bisa tahan hingga seminggu.

Referensi

  • Cara pengolahan dishare oleh Ien chan

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Hello Kobe!

Budget

  • Tokushima-Kobe (Tokushima Bus EDDY) Round Trip ¥5,940
  • Sannomiya Center Street (Shopping Center in Kobe) FREE
  • Nankinmachi (China Town) FREE
  • City Loop (Bus Tourist Guide in Kobe) ¥660
  • Kobe Harbor-Land FREE
  • Kobe Port Tower FREE (outside)
  • Meriken Park FREE (outside)
  • Kobe Maritime Museum FREE (outside)
  • Ali’s Halal Kitchen (Set B) ¥1,250
  • Kobe Muslim Mosque FREE
  • Kitano Ijinkan-dori Street (3 houses) ¥1,400
  • Kobe Nunobiki Herb Gardens & Ropeway ¥1,120
  • Manneken waffle ¥1,077 (1 box)
  • TOTAL Budget ¥11,447

Gallery

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Bunga Ume (梅)

梅 (ume), bunga cantik yang tidak begitu dikenal ini sering dikira sakura. Padahal, bunga nan anggun ini mekar sekitar bulan Maret, setelah bunga momo yang menjadi pembuka musim semi (aki). Sementara sakura, maskotnya Jepang, malah mekar setelahnya, di bulan April.

Jadi, jika diurut, bunga momo mekar lebih awal di musim semi dengan rentang waktu sekitar 2 mingguan, bunga ume kira-kira 1 bulanan dan bunga sakura berkisar 2 mingguan. Waktu yang cukup singkat, tapi sangat dinantikan oleh banyak orang.

Meskipun bentuk bunga ume nyaris sama dengan bunga sakura (buat yang belum tau), pohonnyapun juga berbeda. Bunga ume tidak serindang bunga sakura. Meskipun begitu, tak kalah indah, bukan?!

Green House ‘Lezatta’

Nuansa serba hijau ini terletak di Jl. Bukittinggi-Payakumbuh, km 9.5, Baso, Kab. Agam-Sumatera Barat.

Dari Kota Bukittinggi, Green House ini berada di sebelah kiri sebelum SPBU Baso. Akses ke lokasi terbilang mudah, hanya dengan menaiki transportasi umum, yaitu angkot biru muda dari Aur Kuning.

Perjalanan menuju Lezatta membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Insert untuk pengunjung dewasa Rp 10.000,- dan anak-anak Rp 5.000,-.

Referensi

  • Seluruh info berikut dokumentasi dishare oleh Geni pada 5 Desember 2016.

Gallery

Kebun Kesemek di Nara 「柿狩り」

Di Jepang, musim gugur menjadi musim yang cukup ditunggu-tunggu. Karena, selain momiji, diperalihan musim panas ke musim dingin ini bakal puas menikmati aneka buah-buahan, salah satunya kaki, di Indonesia dikenal dengan buah kesemek.

Biasanya, rasa yang enak didapat dari buah yang berwarna orange, karena jika terlalu matang (berwarna ke-pink-an), teksturnya menjadi lebih lembek dengan rasa yang sangat manis.

Perkebunan kesemek ini terletak di Yoshino, Nara. Biaya masuk ¥200 (dua ratus yen), bebas memetik buah dan memakan sesukanya. Tapi, kalau berminat membawa pulang, 1 kantong khusus ¥2.000 (dua ribu yen, isi sekitar 7 buah). Selain manis, buah ini juga bikin kenyang, lho..

Fasilitas yang didapat juga tak kalah bagus, jadi tidak perlu membawa banyak persiapan. Disini telah disediakan gunting buah, pisau, ember (tempat sampah) dan juga terdapat bangku-bangku di beberapa tempat (menyerupai meja berkaki 4).

 Catatan
  • 柿「かき」/kaki/ buah kesemek
  • 柿狩り「かきがり」/kakigari/
Lain-lain
  • Perjalanan kali ini disupport oleh HIDA.

マーブルビーチ (Marble Beach)

Jepang terkenal dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologinya, bukan?! Nah, buat para traveller, mungkin sudah tidak asing lagi dengan Kansai International Airport. Tapi.. mungkin juga masih ada yang belum tahu bahwa Bandara Internasional Kansai ini dibangun di atas laut, keren bukan?!

Yap, cerita bandaranya memang keren, tapi tak kalah keren dengan pemandangan pantai diseberangnya yang bernama Marble Beach. Pantai dengan pesona elok ini menyuguhkan keindahan tersendiri saat memandangnya. Onggokan bebatuan putih unik yang tertata apik.. Panorama laut biru.. Nuansa hijau aneka tanaman tamannya.. dan potret kemegahan gedung juga jembatan di beberapa penjurunya. Kombinasi alam dan kemajuan IPTEK yang OK punya!

Marble Beach terletak di Izumisano City, Osaka-Jepang. Namun, masih termasuk dalam kawasan Rinku Park, sekitar setengah jam (berjalan kaki) dari Rinku Town Stasiun dengan melewati Rinkai, area bussiness dengan merkmerk ternama.

Biasanya, di musim panas, destinasi ini menjadi salah satu pilihan favorit untuk mengadakan perayaan musim panas, baik bagi para pelancong lokal maupun wisatawan asing. Kegiatan yang paling digemari adalah BBQ party (pesta Barbecue, baca: berbekyu). Selain itu, juga ada yang bermain volley pantai.

Menurut Sensei Sawada, dulunya pengunjung sering bermain air (mandi-mandi) di pantai ini. Namun, seiring berkembangnya dunia industri, semakin banyak pabrik dan sejenisnya, sehingga terjadi polusi laut. Karenanya, jarang terlihat aktifitas seperti di pantai pada umumnya, kecuali jet ski.

Gallery

Art Aquarium (アートアクアリウム)

Event ini diadakan dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Art Aquarium yang ke-10. Sebuah maha karya yang luar biasa ini diprakarsai oleh seorang seniman Jepang bernama Hidetomo Kimura. Beliau orang pertama yang mampu mengombinasikan seni, design dan interior ke dalam dunia kerjanya (akuarium) melalui pengalaman yang kaya dan pengetahuan tekhnologi tinggi.

Memasuki ruangan pertama, dalam nuansa nan eksotis, aneka ikan ditempatkan di dalam akuarium dengan aneka desain. Tidak hanya itu, selain keindahan berbagai ikan hias juga disuguhkan ornamen-ornamen unik yang sangat tepat. Salah satu akuarium yang paling menarik disini adalah akuarium berbentuk globe (ada peta Indonesia juga) yang setengah bagiannya dibuat buram (blur).

Lanjut ke ruang selanjutnya, berjalan menelusuri lorong dengan lebar sekitar 1 meteran. Disini tidak kalah menakjubkan! Di tengah-tengah jalan dibuat akuarium mini dengan ikan-ikan hias unik dan juga ornamen yang sangat menarik. Kemudian, di lorong berikutnya, disisi dinding kanan dan kiri dirancang dengan sangat apik akuarium dinding.

Diruang kedua, akuarium yang paling menarik ada 2, bentuk piramid dan beberapa segi. Dalam akuarium piramid, terdapat beberapa bulatan kaca yang menonjol. Jika dilihat sekilas akan tampak buram, tapi jika dilihat melalui bulatan kaca, akan terlihat sangat jelas dan ikan yang paling disorot adalah nemo.

Beranjak ke ruang utama, mata pengunjung dimanjakan dengan segala kombinasi nan megah. Ada beberapa akuarium disusun beberapa tingkat dan diatasnya bergelantung tirai lampu nan indah. Sementara di sisi yang berbeda, terdapat jenjang dengan berbagai jenis akuarium. Pada bagian puncaknya berdiri akuarium raksasa yang paling menakjubkan diantara akuarium lainnya. Sementara di bagian atas dindingnya, disusun dengan sangat rapi lampion-lampion bergambarkan lukisan ikan. Musik yang disuguhkan juga sangat pas dengan tata lampu.

Di bagian pintu keluar, berbagai cenderamata bisa dibeli sebagai omiyage (oleh-oleh). Harga mulai dari ¥200-an. Jenisnya variatif, seperti: boneka, mainan hp, kipas, dll.

Art Aquarium diselenggarakan sejak tanggal 6 Juli hingga 5 September nanti di lantai dasar Dojima River Forum, Fukushima, Fukushima-ku, Osaka. Biaya tiket pelajar SMP hingga dewasa ¥1.000, anak-anak umur 4 tahun hingga SD ¥600, dan gratis untuk anak-anak berusia 3 tahun ke bawah.

Art Aquarium buka dari Minggu-Jum’at, pukul 11.00-21.00 dengan jam masuk terakhir pukul 20.30 (waktu Osaka). Pada hari tertentu, seperti: 17 Juli (Minggu), 11-14 Agustus (Kamis-Sabtu), buka dari pukul 11.00-23.00 dengan jam masuk terakhir pukul 22.30 (waktu Osaka).

Antrian pembelian tiket ataupun masuk akan sangat ramai pada akhir pekan. Namun, strategi dari penyelenggara sudah sangat terkoordinir. Jadi, bila pengunjung mengalami overload, tetap bisa masuk dengan pembagian jam masuk selang 15 menit per sekian kapasitas.

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan chikatetsu (kereta api bawah tanah). Pada akhir pekan dan hari libur nasional Jepang, lebih irit dengan membeli one day pass seharga ¥600 (enam ratus yen, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 60.000,-) via mesin otomatis.

Dengan Subway Midosuji Line turun di Stasiun Daikokucho (M21). Kemudian, transit ke Yotsubashi Line, Stasiun Daidokucho (Y16). Turun di Stasiun keempat, yaitu Stasiun Higobashi (Y12). Dari stasiun berjalan ke arah kanan melewati 2 jembatan, belok ke kiri menyusuri sungai Dojimagawa. Jarak yang ditempuh sekitar 1.1 km, gedung dengan tulisan Dojima River Forum dibagian atas atapnya terletak di sisi kanan jalan.

Gallery

Recommended

Referensi

  • Pamflet Art Aquarium dari KKC, 27 Agustus 2016.
  • Berbagai media dari event Art Aquarium.

Lain-lain

  • Dokumentasi diambil dari koleksi foto Maria san.