Category Archives: Sayur

すだち (Sudachi)

Selain satsumaimo, Tokushima punya hasil pertanian andalan lainnya yang sangat familiar dengan sebutan sudachi. Dan, jeruk nipis khas tokushima ini tak hanya dikenal sebagai hasil tani belaka, tapi lebih terkenal sebagai icon-nya tokushima yang bernama sudachi-kun, icon manusia berkepala sudachi dengan pakaian awa odori laki-laki.

Bagi para pelancong, sudachi menjadi salah satu souvenir yang kudu diboyong sebagai omiyage dari tanah awa (tokushima).


Di musim panas ini, sudachi bakal banyak dijumpai di berbagai supermarket, mulai dari versi original (dalam bentuk buah) hingga produk olahan (jus, snack, permen, dll). Rata-rata dijual lebih murah dan sudah dipaket dalam jumlah yang cukup banyak.


Panas-panas begini enaknya minum yang fresh. Tak mau ribet, bisa beli; tapi kalau mau berkreasi, bikin minuman yang gampang aja, kaya vitamin C dan maknyuss, apalagi kalau bukan es jeruk nipis 🍹😋👇


Es Jeruk Nipis

  • Bahan:
    • Jeruk nipis
    • Gula pasir
    • Air hangat
    • Es batu
  • Cara:
    • Peras jeruk nipis
    • Tuang air hangat
    • Tambahkan gula
    • Aduk
    • Tambahkan es batu

Gallery


Kamus

  • すだち /sudachi/ Jeruk nipis khas Tokushima
  • さつまいも /satsumaimo/ Ubi ungu yang bagian dalamnya kuning dengan rasa yang manis
  • 阿波踊り /awa odori/ Tarian khas Tokushima
  • お土産 /omiyage/ Oleh-oleh atau souvenir
Advertisements

わかめ (Wakame)

わかめ (Wakame) adalah sejenis rumput laut dari perairan Jepang yang biasa dijadikan sayur hijau, toping udon, dll.

Cara Pengolahan

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Potong wakame sesuai keinginan.
  3. Cuci bersih.
  4. Celupkan ke dalam air yang telah mendidih.
  5. Aduk rata hingga berubah warna menjadi hijau muda.
  6. Angkat, cuci bersih dan tiriskan.
  7. Wakame siap diolah menjadi sup, toping udon, tempura (seperti di indonesia), dll.

Catatan

  • Sebelum diolah, warna original-nya adalah hijau tua kecoklatan.
  • Penyimpanan di kulkas bisa tahan hingga seminggu.

Referensi

  • Cara pengolahan dishare oleh Ien chan

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.