Arsip Kategori: Minangkabau

Karupuak Jangek (Kerupuk Kulit)

Karupuak jangek atau karupuak kulik dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama ‘kerupuk kulit’ dan dalam bahasa jawa yaitu ‘rambak’. Terbuat dari kulit sapi yang telah direbus, disangrai, dijemur dan sebagainya hingga menjadi produk yang disebut ‘latua’ dan hasil akhirnya setelah digoreng jadi enak dan gurih dengan rasa yang khas.

Karupuak jangek merupakan salah satu oleh-oleh khas Sumatera Barat yang bisa dibeli di pasar tradisional hingga supermarket. Selain itu, bakal sering ditemukan di rumah makan padang, warung lontong, warung lotek, dan tempat makan lainnya. Jadi jangan heran jika saat makan di rumah makan padang ada yang minta ‘karupuak jangek bakuah’. Ini memang bukan salah satu menu, tapi bisa by request 🙂☝🏻

Bagi para pelancong yang sedang berlibur ke Kota Bukittinggi akan sangat mudah menemukan karupuak jangek di area Pasar Atas tepatnya di seberang Mesjid Raya Bukittinggi atau Jam Gadang, Pasa Lereng, berbagai toko jajanan khas minang yang ada di Jambu Air & Padang Luar, Pasar Aur Kuning, Pasar Bawah, dan lainnya.

Kalau ingin langsung dicemil, sebaiknya beli kerupuk kulit yang sudah jadi. Tapi, untuk dibawa sebagai oleh-oleh dengan perjalanan yang jarak tempuhnya cukup jauh, direkomendasikan untuk membeli latua saja.

Latua adalah karupuak jangek yang masih mentah atau separo mentah. Ada yang dalam bentuk potongan kecil dan keras, ada juga yang ukuran sedang dan sudah berbentuk kerupuk kulit dengan tekstur masih kasar. Banyak penjual yang menyarankan jenis kedua karena lebih gampang digoreng.

Harga kerupuk kulit di pasaran terbilang variatif. Untuk yang versi cemilan jadi, biasanya dibungkus dalam plastik kecil, rata-rata mulai dari Rp 1.000,-. Untuk sebungkus plastik sedang (plastik 1/4) mulai dari Rp 10.000,- di pasar tradisional; di toko-toko sekitar Rp 20.000,-.

Berbeda dengan yang siap santap, ‘latua’ harga belinya cenderung lebih mahal. 1 kg ‘latua’ yang sudah berbentuk dijual sekitar Rp 160.000,-. Keuntungannya, setelah digoreng bisa dapat banyak.

Untuk menggoreng kerupuk kulit yang masih dalam versi latuapun ada caranya, lho.. Sama seperti kerupuk jenis lain, digoreng dengan minyak goreng yang sudah panas. Jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal, separuh mengembang dan sama sekali tidak gurih.

Untuk penyimpanan, kerupuk kulit juga tidak bisa bertahan lama kalau tidak disimpan dalam wadah tertutup. Setelah digoreng, diamkan beberapa saat dan simpan di toples atau plastik klip. Akan lebih enak bila segera dikonsumsi atau paling tidak disimpan sekitar semingguan. Penyimpanan yang terlalu lama akan berpengaruh terhadap rasanya yang bisa berubah dan berbau apiak.


Uniknya, kerupuk kulit tak hanya ada di Sumatera Barat saja atau daerah lainnya di Indonesia, tapi juga ada di Filipina, lho! Dikenal dengan nama ‘chicharon’. Hanya saja, bahan yang digunakan sangat berbeda, yaitu dari kulit babi.


Kerupuk Jangek a.k.a Kerupuk Kulit is one of traditional skin crackers from Indonesia, specially in West Sumatra. It’s made of cow skin. Crunchy & hmmm.. 😁👍👍

Kerupuk kulit is not only in West Sumatra or another area in Indonesia, but also in Philippine! Known by name ‘chicharon’. But, ingredients used is truly different, ‘chicharon’ made from skin of pig.


カルプアックジャンゲックやカルプアッククリックはインドネシア語ではケルプッククリックです。カルプアックジャンゲックというのはインドネシアのトラディショナルのせんべいです。特に西スマトラです。牛革から作られます。美味しいですよ。👍👍

このせんべいはフィリピンもあります。名前はチチャロンですけど豚皮から作られます。

Kamus

  • Karupuak Jangek / Karupuak Kulik 👉 Bahasa Minang
  • Rambak 👉 Bahasa Jawa
  • Kerupuk Kulit 👉 Bahasa Indonesia
  • Skin Crackers 👉 Bahasa Inggris
  • Chicharon 👉 Bahasa Filipina
  • カルプアックジャンゲック、カルプアッククリック、ケルプッククリック 👉 Bahasa Jepang (translet ala Jejak Langkah O 😁✌🏻)
  • Apiak = Apek.

(Siapa tau di daerah lain beda namanya, boleh ditambahkan di komentar yak 🤓👌)

Gallery

Catatan

  • Sedikit berita tentang Bukittinggi. Meskipun pasca kebakaran beberapa bulan yang lalu, Pasar Ateh (Pasar Atas) Bukittingi masih berutinitas seperti biasa. Tapi memang kondisinya dalam toko/kedai sementara.
Iklan

Pacu Jawi (Cow Racing)

Pacu Jawi” is a traditional event from Minangkabau, West Sumatra. The location is Padang Magek, Batu Sangkar. You can see the racing cow in paddy fields empty. This event is still organized every Saturday (untill the end of this month, three times Saturday again).

Bagi para pecinta event tradisional, sayang banget nih ngelewatin “Pacu Jawi”; seperti pesta rakyat dengan menggunakan jawi (sapi) yang dipacu di area sawah yang kosong (belum ditanami padi).

Acara ini termasuk salah satu andalan budaya Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar). Berlokasi di Padang Magek, Batu Sangka. Diselenggarakan setiap hari Sabtu hingga akhir bulan ini (Januari 2016, masih ada 3 kali perayaan lagi).

Dokumentasi menyusul.

Dishare oleh Bang Dido pada 10 Januari 2016.

Semarak Tahun Baru 1437 Hijriah Di Palembayan

Sore ini, sekitar pukul 14.00 WIB (sehabis shalat Jum’at), perkarangan Kantor Camat Palembayan dibanjiri oleh masyarakat yang tak ingin kehilangan moment perayaan lanjutan dari Tahun Baru 1437 Hijriah. Acaranya bervariasi, mulai dari nyanyi solo, lomba rebana hingga lomba randai, gandang atau talempong. Kemeriahan semakin terasa saat penghujung acara, dimana masyarakat mulai larut bersama alunan talempong dan randai.

Acara yang lebih mirip pesta rakyat ini ditutup dengan perpisahan bersama Bapak Indra Catri yang akan mengakhiri periode jabatannya sebagai Bupati Agam di akhir bulan ini. Meskipun rintik hujan mulai menyapa dan cuaca semakin berkabut, masyarakat tetap loyal dan berpartisipasi dengan semangat yang luar biasa. Perhelatan ini usai menjelang Magrib waktu setempat.

Kamus Bahasa Indonesia-Minang

Prolog: Bahasa Minang (Baso Minang)

Seperti yang kita ketahui, Indonesia kaya akan budaya, salah satunya Minangkabau. Dalam percakapan sehari-hari di Minangkabau (Sumatera Barat) digunakan Bahasa Minang. Namun, bahasa ini juga sangat beraneka ragam, tergantung daerah masing-masing, seperti pepatah Minang yang mengatakan; Lain luhak, lain ikannyo (lain lubuk, lain ikannya): lain daerah, lain bahasanya.

Dewasa ini, Bahasa Minang sudah mengalami banyak adaptasi, terutama dengan Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena budaya orang Minang yang suka merantau atau penyerapan bahasa-bahasa dari daerah lain yang berasal dari para pendatang. Namun, uniknya Minangkabau, sekalipun merantau dengan sangat jauh dan dikenal sebagai urang awak (sebutan untuk sesama orang Minang atau panggilan untuk orang Minang di wilayah rantau tertentu), bahkan hingga keluar negeri sekalipun, biasanya saat bertemu masih menggunakan Bahasa Minang, walaupun hanya terkesan untuk membuka percakapan saja.

Berikut sebagian kecil Bahasa Minang yang bisa menjadi panduan buat Anda jika sewaktu-waktu ingin berkunjung ke wilayah Minangkabau atau buat sanak (saudara) dirantau yang telah lupa dan ingin merecalled (mengingat) kembali bahasa Minang untuk kata-kata tertentu yang mungkin saja sudah lupa karena tidak pernah berinteraksi lagi dengan menggunakannya.

Kata Panggilan/Sapaan (Sapoan)
Abang

Adek / Adik

Anak

Bapak

Bibi

Datuk

Tante

Ibu / Bunda

Kakak

Kakek

Kamu / Anda

Laki-laki

Nenek

Nenek buyut

Om

Orang Minang

Pendekar

Perempuan

Saudara

Saya

Uda

Adiak

Paja

Apak, Abak

Mak Uwo, Makwo, Makdang, Makngah, Makcik

Datuak

Etek

Bundo, Amak, Amai, One,Mandeh, Mande

Uni, Uniang (Pariaman), Unang

Inyiak, Atuak, Niniak

Ang, Kau, Diang (Pasaman), Akau, Gau

Bujang

Enek

Anduang

Mamak, Pak Adang, Pak Angah, Pakcik, Pak Etek

Urang awak

Pandeka

Gadih

Dunsanak, Ampuang

Ambo, Awak, Aden, Waden, Denai

Angka (Angko)
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

20

30

100

1.000

10.000

100.000

1.000.000

¼

½

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Delapan

Sembilan

Sepuluh

Sebelas

Dua belas

Dua puluh

Tiga puluh

Seratus

Saribu

Sepuluh ribu

Seratus ribu

Sajuta

Seperempat

Setengah

Ciek

Duo

Tigo

Ampek

Limo

Anam

Tujuah

Lapan

Sambilan

Sapuluah

Sabaleh

Duo baleh

Duo puluah

Tigo puluah

Saratuih, saratuh (Payakumbuh)

Saribu

Sapuluah ribu

Saratuih ribu

Sajuta

Saparampek

Satangah

Hari (Ari)
Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

Akaik

Sanayan

Salasa

Rabaa /Raba_a/

Kamih

Jumahaik

Sabtu, pakan (Palembayan)

Keterangan Waktu (Wakatu)
Besok

Hari

Kemaren

Kemaren lusa

Minggu lalu

Nanti

Pukul

Sebentar

Sebentar lagi

Sekarang

Bisuak

Ari

Patang, patang ko, sariano

Patang ciek lai

Minggu nangko

Beko, nancik

Pukua

Sabanta, santa

Sabanta lai/li, cah lai/li,santa lai/li, kutu (lah)

Kini

Anatomi (Badan)
Betis

Bibir

Dada

Dahi

Hati

Hidung

Ibu Jari

Lambung

Lengan

Limpa

Lutut

Jenggot

Kelingking

Kepala

Ketiak

Kulit

Mata

Mulut

Paha

Pantat / ekor

Perut

Pinggul

Punggung

Pusar

Rambut

Tahi lalat

Taring

Telapak kaki

Telunjuk

Telinga

Tengorak

Tumit

Wajah

Batih

Bibia

Dado

Kaniang

Ati

Iduang

Ampu

Lambuang

Langan

Limpo

Lutuik

Jangguik

Kalingkiang

Kapalo

Katiak

Kulik, jangek

Mato

Muluik

Pao /Pawo/

Ikua

Paruik

Pinggua

Pungguang

Pusek

Rambuik, abuak

Cilalek

Tariang

Tapak kaki

Tunjuak, talunjuak

Talingo

Tangkurak

Tumik

Muko

Nama Binatang
Anjing

Babi hutan

Belalang

Beruang

Berang-berang

Buaya

Bunglon

Burung

Cacing

Capung

Cicak

Harimau

Itik

Kambing

Kancil

Katak / kodok

Kelabang

Kelelawar

Kera

Kerbau

Kucing

Kupu-kupu

Laba-laba

Lalat

Lebah

Monyet

Nyamuk

Rusa

Sapi

Semut

Ular

Ulat

Anjiang

Kandiak

Bilalang

Biruang

Barang

Buayo

Bingkaruang

Buruang

Caciang

Sipatuang

Cacak

Arimau

Itiak

Kambiang

Kancia

Koncek, kangkuang

Kalipasan

Kalelawa

Karo

Kabau

Kuciang

Ramo-ramo

Lawah

Langau

Labah, pinyangek

Baruak

Rangik

Ruso

Bantiang, Jawi

Samuik

Ula

Ulek

Bama Buah (Namo Buah)
Belimbing

Delima

Jambu biji

Jambu air

Jeruk

Kelapa

Nenas

Pepaya

Semangka

Sirsak

Balimbiang

Dalimo

Piraweh

Jambak

Limau

Karambia

Naneh

Batiak (Palembayan), kalikih (Bukittinggi), sampelo (Padang), kates (Sawahlunto)

Cumangko

Durian bulando

Warna
Merah

Merah hati

Kuning

Putih

Hitam

Hijau              

Biru

Coklat

Orange          

Sirah

Merah ati

Kuniang

Putiah

Itam

Ijau

Ijau, biru

Cokelaik

Oren, oranye

Sayur (Sayua)
Buncis

Daun ubi

Kangkung

Nangka

Pakis

Terong

Buncih

Pucuak ubi

Kangkuang

Cubadak

Sayua paku

Taruang

Bumbu/Bahan Masakan
Bawang merah

Bawang putih

Buah pala

Daun kunyit

Daun sup

Jahe

Kemiri

Ketumbar

Kulit manis

Kunyit

Lengkuas

Merica

Seledri

Serai

Tomat

Bawang sirah

Bawang putiah

Buah palo

Daun kunyik

Bawang perai

Sipadeh

Cegek, dama

Katumba

Kulik manih

Kunyik

Langkueh

Marica

Saladari

Sarai

Tomaik

Kalimat Tanya (Kalimaik Tanyo)
Apa

Bagaimana

Berapa

Dimana

Kapan

Siapa

A

Baa

Bara

Dima

Bilo

Sia

Partikel yang sering digunakan
  • Do
  • E
  • Lah
  • Lai / li
  • Go
  • Miang / men / samiang
  • Nyeh
  • No
  • Nah
  • Nyo
  • O
  • Oop
  • Se
  • Tu
  • Yo
Lainnya
A
Ada

Adat

Aduh

Agama

Agung

Air

Air minum

Air terjun

Akar

Alas

Alir

Ambil

Amping

Aneh

Angka

Angkat

Anting

Aren / enau

Asap

Atap

Atas

Awal

Ado, lai

Adaik

Onde

Agamo

Aguang

Aia, aie

Aia putiah, aia kawa

Aia tajun

Aka

Aleh

Alia

Ambiak

Ampiang

Lain

Angko

Angkek

Subang

Anau

Asok

Atok

Ateh

Jolong, patamo

B
Bagus

Bahasa

Bahaya

Baik

Bakar

Balas

Bantal

Basa-basi

Basi

Batas

Batuk

Bau

Baut

Bawah

Biar

Biarkan

Biarkan saja

Biji

Bisa

Bisik

Belah

Belajar

Belakang

Belanja

Beli

Benam

Benang

Benar

Bencana

Bengkak

Bentuk

Berani

Beras

Berat

Bercanda

Berdagang

Berdiri

Berfoto

Bergerak

Berisik

Berseluncur

Bertemu

Berpacaran

Bersih

Berusaha

Besar

Bertamu

Bertemu

Betul

Bodoh

Boleh

Bos

Botol

Bulu mata

Bujuk

Buka

Bukit

Bulat

Buncit

Bunga

Bungkus

Buru-buru

Busuk

Ancak

Bahaso, baso

Bahayo, baayo

Elok, segeh, baiak

Baka

Baleh

Banta

Baso-basi

Rasan

Bateh

Batuak, kuhua

Baun

Bauik

Baruah, bawah

Bia

Bialah, biaan /biya_an/

Biaan se lah, biaan miang lah

Bijo

Talok (kekuatan), talakik (waktu/kecepatan)

Bisiak

Balah

Baraja

Balakang

Balanjo

Bali

Banam

Banang

Bana

Bala

Bangkak

Bantuak, cando

Bagak

Bareh

Barek

Bagarah

Manggaleh

Tagak

Bakodak, bapoto

Manggarayok

Maeboh

Basiluncua

Basobok, batamu

Bacewek

Barasiah, segeh

Barusao /Barusawo/, Batakok (mencari nafkah)

Gadang

Bekunjuang

Basobok, batamu

Batua

Andia, pandia, oneng

Buliah

Boih

Boto

Bulu mato

Umbuak

Bukak

Bukik

Bulek

Buncik

Bungo

Bungkuih

Takaja

Busuak

C
Cabai

Cahaya

Cakar

Cair

Campur

Cangkul

Cantik

Capek

Celana

Centil

Cepat

Cerita

Cinta

Coba

Coklat

Lado

Cahayo

Kakeh, guriah

Caia

Campua

Cangkua

Rancak, elok, ancak, kamek

Panek, litak

Sarawa

Jungkek, cantiko, cantiak

Capek, lakeh, bagageh

Carito, cito

Cinto

Cubo

Cokelaik

 D
Dapat

Dapur

Datang

Dengan

Dengar

Depan

Dinding

Diupahkan

Dosa

Duduk

Dapek

Dapua

Tibo

Jo, samo

Danga

Muko

Dindiang

Disarayoan

Doso

Duduak

E
Emas

Ember

Embun

Enak

Endapkan

Ameh

Embe

Ambun

Lamak, sero, badaso

Anok_an, anokkan

F
Foto Poto, gambar
G
Gadis

Gali

Gantung

Gatal

Gaya

Gelang

Gelar

Gelas

Gempa

Gemuk

Gerendel

Gergaji

Gertak

Gigit

Gores

Gubuk

Gula

Gula aren

Gula tebu

Guling

Gundar

Gunung                

Gadih

Kali

Gantuang

Gata

Lagak, mode

Galang

Gala

Galeh

Gampo

Gapuak

Garende

Garagaji

Garatak

Gigik

Guriah

Gubuak

Gulo

Saka anau

Saka tabu

Guliang

Gunda, bros, boroih

Gunuang

H
Habis

Haji

Hambar

Hambat

Hampa

Hampir

Hangat

Hangus

Hantu

Harap

Hari raya

Harum / wangi

Hemat

Hempas

Hidup

Hilalang

Hilang

Hilir

Hingga

Hitung

Hujan

Abih

Aji

Amba

Ambek

Ampo, pana

Ampia

Angek

Anguih

Antu

Arok

Ari rayo

Arum

Imaik

Ampeh

Iduik

Ilalang

Ilang

Ilia

Inggo, malakik

Ituang

Ujan

I
Idul Adha

Ikat

Ikat rambut

Ikut

Ilmu

Indah

Ingat

Ingin

Ingus

Ini

Intip

Iris

Iya

Ari rayo aji, ari rayo gadang, ari rayo kurban

Kabek, ikek, pauik

Kabek rambuik, ikek abuak

Sato

Ilimu

Rancak, ancak, elok

Ingek, takana

Nio, nyio

Salemo

Iko

Cigok

Riciah, irih

Iyo

J
Jagung

Jaja

Jarum penjahit

Jatuh

Jauh

Jahat

Jalan-jalan

Jelek

Jemput

Jenjang

Jerawat

Jijik

Jualan

Juga

Jurang

Jaguang

Jojo

Pinjaik

Jatuah, balambin, lareh

Jauah

Jaek /jayek/, jahaik

Malewa, malelong, malala, raun-raun

Buruak

Jampuik, jampuik

Janjang

Jirawek

Jajok, jagan

Manggaleh

Juo, jo

Lakuak

K
Kabar

Kaca

Kaca mata

Kain sarung

Kali

Kalimat

Kalung

Kamar

Kampung

Kanan

Kantong kresek

Kapal

Karcis

Karung

Kata

Kaya

Ke

Kecil

Kedai

Kedip

Keluar

Kelupas

Kehendak

Kemas

Kembali

Kemoceng

Kena

Kerak

Keras

Keringat

Kertas

Kerupuk

Kerupuk kulit

Kerupuk melinjo

Kira

Kiri

Kolam

Kom

Kondangan

Kopiah

Kosong

Kuali

Kuat

Kumpul

Kubur

Kurap

Kursi

Kurus

Kaba

Kaco

Kaco mato, reben

Kain saruang

Banda

Kalimaik

Kaluang, lukuah

Biliak

Kampuang

Suok /Suwok/

Asoi

Kapa

Kuricih

Karuang

Kato, kecek

Kayo

Ka

Kaciak, ketek

Kadai

Kijok

Kalua

Kalupeh

Kandak

Kameh

Baliak

Bulu ayam

Kanai

Karak

Kareh

Paluah, karingek

Karateh

Karupuak

Karupuak janget

Karupuak baguak, karupuak ampiang

Sangko

Kida

Tabek

Cumbasuah (kom kecil tempat cuci tangan), embe

Baralek

Kupiah /Kupiyah/

Ampo

Kancah

Kuwaik, talok

Kumpua

Kubua

Kurok

Kurisi

Kuruih

L
Lambat

Lampu dinding

Langit

Lanjut

Lapar

Lapat

Lapuk

Lauk

Laut

Leher

Lemah

Lemari

Lemas / lesu

Lembek

Lepas

Lewat

Liar

Lihat

Lipat

Lipstik

Lobang

Lolos

Lompat

Luas

Lucu

Lulus

Lupa

Lumpuh

Lumpur

Lurus

Lusuh

Lambek

Lampu togok

Langik

Taruih

Litak, lapa

Lapek

Lapuak

Samba

Lauik

Lihia

Lamah

Lamari, bofet

Lameh, letoy

Lambiak, anjek (nasi)

Lapeh

Lalu, lewat

Lia

Liek /liyek/, caliak

Lipek

Lip, gincu

Lubang

Luluih

Lompek

Lapang, luweh

Lawak

Luluih

Lupo

Lumpuah

Luluak

Luruih 

Lusuah        

M
Mahal

Makan bersama

Malas

Maling

Mangkuk

Manis

Manja

Marah

Masa

Masuk

Mau

Memasak

Memasak dengan api kecil

Memasak nasi

Menangis

Menggelinding

Menghilang

Mampus

Matahari

Mau

Melayat

Melihat

Memancar

Membeli

Membesuk

Menangis

Menawar

Mendung

Menganga

Menggeliat

Menggelinding

Meninggal

Menjalar

Menulis

Mesin

Mesjid

Minta

Miring

Miskin

Mobil

Muda

Mudik

Mukena

Maha

Basalanjuang, makan basamo, makan bajamba

Maleh

Maliang

Mangkuak

Manih

Manjo

Berang, bangih

Maso

Masuak

Nio, amuah, namuah, nyio

Mamasak, manjarangan

Unyai

Batanak, manjarangan nasi

Manangih

Manggalindiang, mandorek

Malucuih, mailang

Jangkang, mati

Matoari

Nio, nyio

Manjanguak

Maliek /maliyek/, manyilau, mancaliak

Mamanca

Mambali

Manjanguak

Manangih, maratok

Maago

Galok

Mangango

Manggaliek

Manggulindiang

Maningga

Manjala

Manulih

Masin

Musajik

Mintak

Miriang

Bansaik, mularaik, indak bapunyo

Oto

Mudo

Mudiak

Tilakuang

N
Naik

Nama

Napas

Niru

Naiak

Namo

Angok

Tampian /Tampiyan/

O
Obat

Ongkos

Orang

Otak

Ubek

Ongkoih

Urang

Utak, banak, aka

P
Pacar

Padat

Pagar

Pahala

Pahat

Pahit

Panas

Pandai / pintar

Panekuk

Pangkal

Parang

Pasar

Payah

Payung

Pecah

Pecah belah

Pegang

Pelit

Peluk

Pendekar

Pematang

Pendek

Penghapus

Pensil

Pergi

Perhitungan

Pesan

Petir

Pilih

Piring

Pistol

Pohon

Preman

Puas

Pucat

Pupuk

Pusing

Putus

Cewek

Padek

Paga

Pahalo, paalo

Paek

Paik /Payik/

Angek, paneh

Santiang, cadiak

Pinukuik

Pangka

Ladiang

Pasa, pakan

Jariah

Payuang

Pacah

Pacah balah

Pagang, pacik

Pilik

Paguik

Pandeka

Pamatang

Singkek (baju), sandek (benda), ateng (badan), pendek

Palupuih, pangapuih

Pituluik

Pai

Paretongan

Pasan

Patuih

Piliah

Piriang, cipia (Palembayan hilir)

Badia

Batang kayu

Pareman

Puweh

Pucek

Pupuak

Paniang, pusiang

Putuih

Q
R
Ramai

Rantang

Rapat

Rapi

Ransel

Rasa

Rebus

Rekah

Rendah

Rendam

Renyah

Ribut

Rimba

Rindu / kangen

Rok

Ronda

Rumput

Runcing

Rusak

Rami

Sia

Rapek

Segeh

Tas pungguang

Raso

Abuih

Rangkah

Randah, ateng

Randam

Badaruak, rapuah

Ribuik, mamakak

Rimbo

Taragak

Orok

Rumpuik

Rundo

Runciang

Soak, rusak

S
Sabit

Sajadah

Sakit

Sama

Sambil

Sambung

Sampah

Sandal

Sandal jepit

Sangat

Sapa

Sapi

Sapu tangan

Sarang laba-laba

Sayur

Seberang

Sedang

Segan

Sehat

Sekolah

Selamat

Selendang

Selimut

Semak

Semena-mena

Sempit

Sempurna

Senang

Sepak

Sepatu

Sepeda motor

Seperti

Seprai

Sesak

Sesuai

Setrika

Shalat

Silat

Simpan

Simpang

Snack /snek/      

Sombong

Suap

Sudah

Sujud

Suka

Sulit / susah

Sungai

Surga

Suruh

Susut

Sabik

Lapiak sumbayang

Sakik

Samo, jo

Sambia

Sambuang

Sarok

Tarompa

Tarompa japang

Bana

Sapo

Bantiang, jawi

Deta

Auik lawah

Sayua

Subarang

Sadang

Sagan

Sihaik, segeh

Sakola, sikola

Salamaik

Salendang, tikuluak

Salimuik

Samak

Lanteh angan

Sampik

Samporono

Sanang

Sipak

Sipatu

Onda, kereta

Sarupo, bantuak, mirip, kayak, cando, bak

Aleh kasua

Sasak

Sasuai, suai

Tareka

Sumbayang

Silek

Andok, suruak

Ampang

Minum kopi

Ongeh

Suok

Alah

Sujuik

Suko

Payah, jariah

Batang aia

Surugo

Suruah

Susuik

T
Tabing

Tabungan

Takut

Tanggal

Tangis

Tanya

Tas

Tawar

Tebas

Televisi / TV

Tempat

Tempat tidur

Tenang

Tebak / terka

Telungkup

Terbakar

Terbangun

Tergelincir

Terhempas

Terjatuh

Terkejut

Terkelupas

Terkenal

Terlalu

Termos

Tersinggung

Tertawa

Tertidur

Terus

Tiba

Tidak

Tidur

Tikar

Tinggal

Tingkat

Tongkat

Tua

Tudung

Tulis

Tutup

Tabiang

Kuceyo, kaceyo

Takuik

Tangga, lapeh

Tangih, ratok

Tanyo

Taih, kampia

Tawa, pada, amba; ago

Tabeh

Tipi

Tampek

Dipan

Tanang

Takok

Talungkuik

Tabaka

Tasintak

Tagulincia, takuliciak

Taampeh

Tajatuah, tajungkang, tagarubuih, tajarambauk, tatingadah

Takajuik

Takalupeh

Tanamo

Talalu

Taromoih

Tasingguang, tasuruik

Galak

Takalok, talalok

Taruih

Tibo

Indak, indo (Pasaman), ndak

Lalok, tidua

Lapiak

Tingga

Tingkek

Tungkek

Tuo, gaek

Tuduang

Tulih

Saok /sawok/, tutuik

U
Uang / duit

Ubi kayu

Ubi rambat

Udara

Untung

Upah

Urat

Usaha

Pitih, piti.

Ubi

Pelo

Udaro

Untuang, labo

Sarayo, upah

Urek

Usao /usawo/, paadok /pa_adok/, pancarian

V
Ventilasi Bandua
W
Waktu

Wangi

Wudlu

Wakatu

Arum

Uduak

X
Y
 Ya  Yo
Z
Update File

Gulai Bukek Padang Data

Sesuai budaya lebaran di Palembayan, biasanya ada acara makan gulai bukek basamo (makan gulai bukek bersama atau basalanjuang) tepat beberapa saat setelah marantam (menyembelih hewan kurban). Nah, di H+1 Lebaran Idul Adha 1436 H ini, masih ada beberapa wilayah di Palembayan yang baru melaksanakan kegiatan marantam, salah satunya di Mushalla Mukhlisin Padang Datar (Padang Data).
Kegiatan marantam telah dimulai sejak pagi tadi. Setelah itu, daging kurban langsung dibagikan pengurus dan dijemput oleh penerima kupon. Lalu dilanjutkan dengan memasak gulai bukek sebagai menu utama dalam perhelatan hari rayo gadang ini. Uniknya, yang memasak adalah bapak-bapak! Walaupun demikian, soal rasa, jangan ditanya, maknyuus..
Sepulang Jum’atan, warga sekitar telah meramaikan Mushalla Mukhlisin untuk ikut serta menikmati gulai bukek Padang Data. Mereka membawa peralatan makan masing-masing dari rumah. Siapapun boleh ambil andil dalam basalanjuang ini. Selesai acara, gulai bukek dibagikan ke warga yang datang ke wadah yang telah mereka bawa dari rumah, berapapun sesuai keinginan warga gulai ini bisa by request khusus untuk hari ini saja selagi gulainya masih ada.
Selain Padang Datar, ada beberapa daerah lain di Kec. Palembayan yang mengadakan acara makan gulai bukek basamo ini, seperti Tanah Luruh (Tanah Luruah) yang juga melaksanakannya pada hari ini dan Ganting (Gantiang) kemaren. Animo masyarakat sangat luar biasa.

Ini gulai yang sempat dibawa pulang:

Berburu (Baburu)

Berburu (baburu) merupakan kegiatan favorit dari beberapa wilayah di Sumatera Barat. Kegiatan ini sering dilakukan setiap hari Minggu. Bapak-bapak dan sebagian kecil anak bujang (remaja/laki-laki yang belum menikah) telah mempersiapkan anjing andalannya untuk dibawa berburu ke hutan. Uniknya, mobil yang sering digunakan sebagai alat tranportasi adalah mobil tipe L300, kadang anjing-anjing pemburu dikandangkan dan kadang dibiarkan bebas disekitar mereka duduk (dalam bak mobil). Binatang yang sering dijadikan objek buruan adalah babi hutan, dalam bahasa Minang dikenal dengan kandiak.

Pacu Itiak

Pacu itiak (pacu itik/bebek) merupakan salah satu budaya khas Sumatera Barat, khususnya di Payakumbuh dan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1028-an. Itik yang diikutkan dalam lomba ini bukanlah itik sembarangan, tetapi telah dilatih dan setidaknya bisa terbang sejauh 2 km.

Referensi

BEM SI UNAND 2015.

Budaya Lebaran di Palembayan

Masakan Serba Daging

Budaya di Palembayan, khususnya Pasar Palembayan, beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri (ari rayo), warga punya tradisi membeli daging sapi (dagiang bantiang) yang telah dionggok dengan harga yang telah disepakati. Nanti daging ini akan diolah menjadi rendang (randang), gulai bukek, gulai putih (gulai putiah), sup, asam pedas (sampadeh), kalio daging (kalio dagiang), dan masakan tradisional lainnya yang lumrah ada disetiap lebaran.

Kue Lebaran (Kue Rayo)

Kue lebaran ini biasanya disajikan di dalam botol-botol kaca khusus dengan bentuk beraneka ragam. Rata-rata kue tersebut dibuat dengan bahan dasar mentega. Kue-kue yang biasanya selalu ada ketika kita berkunjung ke setiap rumah, yaitu: kacang tujin, kue bawang, kue sagun bakar, kue sumprit (kue mentega, sumprit itu nama cetakannya dalam versi lama), kue sapik, kue bolu, dll.

Minuman

Minuman yang sering disuguhkan untuk anak-anak, remaja hingga dewasa; adalah sirup dengan rasa bervariasi, tergantung request yang bersilaturrahim atau stok yang dipunyai oleh pemilik rumah. Berbeda dengan niniak/mamak, kakek-kakek (inyiak-inyiak), bapak-bapak; yang biasanya lebih memilih minuman kopi, atau beberapa diantaranya juga ada yang memilih teh.

Shalat I'ed

Pagi-pagi sekitar pukul 07.30 WIB, mulai banyak warga sekitar memadati mesjid lokasi pelaksanaan Shalat I’d. Jalanan mulai diramaikan oleh kendaraan dan orang-orang yang berjalan menuju mesjid. Tidak heran jika kadang warga sering merasa melihat orang yang belum dikenal, karena sudah lama tidak berjumpa atau memang baru kali ini bertemu. Terminal Pasar Palembayan yang tepat berada di depan Masjid Jami’ Pasar Palembayan, seketika mulai ramai oleh kendaraan dan warga yang beramah-tamah sebelum memasuki mesjid.

Di depan mesjid, tampak berjejer para pengurus yang memfasilitasi zakat dan infaq. Mesjid itupun mulai penuh dalam hitungan menit, kadang ada yang tidak mendapatkan syaf di dalam mesjid dan harus berlapang dada untuk membentang tikar di pelataran mesjid, biasanya ini sering terjadi pada warga yang datang lebih lambat.

Tidak hanya diluar, di dalam juga akan berdiri beberapa orang untuk memfasilitasi shadaqah dan infaq. Kemudian, recalled tata cara Shalat I’ed, shalat dan khutbah.

Selesai shalat, warga memanfaatkan moment ini untuk saling bermaaf-maafan atau sekedar bersilaturrahim secara singkat. Ini terus berlanjut hingga halaman mesjid, terminal dan sekitarnya. Tempat-tempat inipun dibanjiri warga dan baru reda setelah mereka pulang ke rumah masing-masing. Nuansa yang kental dengan kekeluargaan dan benar-benar harmoni yang indah.. 🙂

Mando'a

Sepulang Shalat I’ed, telah menjadi kebiasaan di Pasar Palembayan, sekelompok bapak-bapak atau niniak-mamak dengan teratur berkunjung dari rumah ke rumah untuk mando’a (berdo’a bersama) sambil bersilaturrahim.

Manambang

Lebaran tidak hanya sebagai wadah penyempurnaan ibadah dan ajang bersilaturrahim dengan sanak-saudara, tetapi juga kesempatan untuk manambang, khususnya bagi anak-anak. Manambang ini tradisi mengunjungi rumah ke rumah dan kemudian sesaat sebelum pergi akan diberi salam tempel (dapat angpao), isinya relative, tergantung berapa anggaran pemilik rumah dan sejauh mana hubungan kekerabatan dengan pengunjung.

Makan

Sesuatu yang sangat khas ketika berlebaran ke Palembayan, kita wajib makan di setiap rumah yang kita kunjungi, terutama pada hari raya pertama. Kita akan menjumpai samprah (kain panjang alas hidangan) terbentang di setiap rumah lengkap dengan hidangan nasi dan aneka masakan dari daging sapi.

Di hari kedua dan seterusnya, nasi dan lauk-pauk memang tidak dihidangkan seperti hari pertama lebaran, namun biasanya sekitar seminggu perayaan lebaran ini, masih berlangsung tradisi makan yang terkadang terkesan wajib setiap berkunjung ke rumah tetangga, handai-taulan atau warga sekitar. Jadi, buat Anda yang belum pernah ke Palembayan, jangan kaget ya.. 😀

Di beberapa daerah, seperti Bateh Tangah, lebih memilih makan bajamba. Ibu-ibu membawa nasi dan lauk-pauk dengan menggunakan rantang ke mesjid, kemudian selesai Shalat I’ed, semua warga makan bersama. Ini juga salah satu cara untuk mensiasati agar kebersamaan tetap terjalin sekalipun tidak sempat berkunjung ke setiap rumah disekitarnya. Selain itu, ini juga dinilai lebih efisien waktu dan tenaga.

Lebaran Idul Adha (Ari Rayo Kurban/Gadang)

Saat yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul dan bersilaturrahim dengan karib kerabat, handai taulan dan para tetangga; setelah menyempurnakan ibadah puasa sebulan penuh. Nah, itu untuk lebaran Idul Fitri ya, tradisi yang nyaris sama dengan Idul Adha. Bedanya, selesai Shalat I’ed, diadakan kegiatan marantam (menyembelih hewan kurban). Kemudian para bapak bergotong-royong membagi daging kurban berdasarkan kupon yang telah dibagikan beberapa hari sebelumnya. Sementara para warga yang terdiri dari anak-anak atau remaja biasanya menjemput daging kurban dengan menukarkan kupon. Sebagian besar ibu-ibu akan memasak di rumah masing-masing; namun beberapa ada yang standbye di mesjid untuk persiapan memasak gulai bukek.

Setelah gulai bukek masak, siapapun boleh ke mesjid untuk makan gulai bukek bersama dengan membawa peralatan makan masing-masing dari rumah. Kemudian gulai bukek juga dibagikan secara gratis dan warga boleh membawanya pulang. Ini menjadi salah satu tradisi Palembayan yang masih terjaga hingga saat ini. Konon, tradisi ini merupakan kesepakatan niniak-mamak terdahulu karena dulunya daging kurban tidaklah seberapa, mungkin dikarenakan belum banyak orang yang mampu untuk berkurban, lalu diambil keputusan untuk masak di mesjid/mushalla sehingga semua orang mendapat bagian.