Category Archives: Backpacking

Sometimes I become to Backpacker

Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Prolog

Tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu, begitu juga lebaran..

H+1 lebaran udah mudik ituuu berat yaa.. Tapi, bagi kita perantau, membagi waktu itu penting. Waktu bersama keluarga memang utama, tapi ada kewajiban lain yang menanti diseberang: kerjaan, hee.. ☺️

Bus NPM

Sebenernya, selain tiket pesawat yang akhir-akhir ini harganya naik drastis, saya memang sudah sejak lama berangan-angan ingin mencoba perjalanan Sumatera-Jawa dengan Bus. Mungkin bagi kebanyakan orang, itu melelahkan dan tak lebih hanya sekedar alternatif terakhir. Tapi, bagi saya, sepertinya itu sebuah perjalanan yang seru dan menyenangkan!! Apalagi, bisa naik Bus NPM, bus favorit saya sedari kecil.

Dulu, dimasa jayanya, perjalanan antar Kota Padang-Bukittinggi, kami menggunakan bus seperti Bus NPM (Naikilah Perusahaan Minang), Bus ANS dan bus lainnya. Namun, sekitar 13-15 tahun yang lalu, masa itu telah digantikan oleh mobil-mobil travel dan bus mini.

Dari bulan Maret saya sudah pesan tiket Bus NPM untuk Jakarta-Padang di Loket Bus NPM Terminal Pulo Gebang; tapi karena suatu hal, tiket tersebut dibatalkan.

Sementara untuk kembali nanti, keluarga saya sudah memesankan tiket Bus NPM untuk Bukittinggi-Jakarta di Loket Bus NPM Bukittinggi. [Sengaja saya ambil tanggal 7 (Jum’at) untuk memperkirakan sampai di Jakarta tanggal 9 (Minggu), sehingga tanggal 10 (Senin) sudah bisa beraktifitas kembali di rantau.]


7 Juni 2019 (Palembayan-Bukittinggi)

Libur lebaran yang singkat membuat waktu begitu cepat dan berarti. Walhasil, nggak bisa silaturrahim ke seluruh keluarga & handai taulan. Belum lagi, packing, hadeeeuh.. Rasanya pengen cepat kelar hari ini tapi tak ingin melewatkan setiap moment-nya (gimana sih?!😅)

Onigiri ala O

Bangun Subuh langsung siap-siap bekal. Saya memutuskan untuk membuat onigiri (nasi kepal ala jepang yang didalamnya diisi dengan lauk tertentu) versi saya.

Lauk yang saya gunakan adalah Samba Pensi (mungkin lebih familiar dengan nama Pensi Balado yaa) dan Rendang yang sudah saya suir-suir diaduk dengan rabuak (bumbu)-nya.

Sebaiknya nasi yang digunakan adalah nasi yang baru matang, tapi karena mengingat waktu, nasi yang saya pakai adalah nasi yang sudah dimasak dari tadi malam di magic com.

Plastik 1/4 di belah 2. Taruh nasi di atas plastik secukupnya, ratakan tapi jangan terlalu tipis. Taruh lauk (yang tidak mudah basi) secukupnya di tengah nasi, tambahkan nasi baru diatasnya. Tutup plastik dengan hati-hati dan bulatkan sampai mengepal. Bagi yang punya cetakan onigiri juga bagus, tergantung kreasi masing-masing.

Kenapa serba secukupnya? Karena, bila nasi terlalu banyak, bakal susah dihabiskan dan ujung-ujungnya malah dibuang, sayang kan?! Taruh nasi sekiranya habis untuk 1x makan, kalaupun dirasa porsi makannya memang banyak, menurut saya tetap buat beberapa buah dengan ukuran kecil agar mudah dibawa dan lebih efektif. Dan juga, bila lauk berlebihan, minyaknya mudah meleber dan nasi sulit menyatu.

Persiapan Lainnya

  • Suit case a.k.a koper atau travel back yang sudah dipacking dari tadi malam berisi barang-barang yang jarang atau nggak bakal dipakai di perjalanan. Karena tas bawaan saya terbatas, tetap saya masukkan pakaian ganti ke dalam koper (berharap koper yang memang khusus kabin bisa masuk kabin bus nantinya).
  • Tas tenteng berisi:
    • Pocket travel besar (didalamnya ada mukena, plasmina lebar dan hangat yang nantinya bisa dijadikan selimut atau syal), kaos kaki dan pakaian dalam.
    • Pocket travel laundry yang kecil saya isi dengan sabun cuci muka, odol dan pasta gigi (kalau bisa sediakan yang khusus travelling; saya bawa yang biasa karena yang khusus tertinggal di Padang).
  • Tas yang dilapisi aluminium foil atau tas biasa aja untuk khusus tempat makanan. Berisi:
    • Lauk, kebetulan yang saya bawa adalah rendang.
    • Onigiri ala O 4 bungkus.
    • Kue lebaran dibagi 2 bungkus, yang versi mentega dan versi renyah.
    • Sendok dan garpu ditutupi dengan tisu.
    • Tisu beberapa lembar.
  •  Tas punggung (backpack) berisi:
    • Payung
    • Power bankheadphone atau headset, charger, kabel data dan colokan internasional (Usahakan dalam 1 tempat)
    • Jarum pentul dan pin buat yang berhijab (taruh dalam 1 tempat)
    • Tisu biasa dan tisu basah. Kenapa juga perlu bawa tisu basah? Untuk lap tangan bila kotor dan sulit mendapatkan air; buat ke TOILET bila air di TOILET yang disinggahi kurang bersih untuk cebok.
    • Buku catatan kecil untuk sekedar memo atau catatan perjalanan.
    • Dompet (pouch) rangkap (kalau bisa yang rangkap 3 atau beresleting 3. Gunanya?
      • Untuk duit. Masukkan uang dari yang kecil (koin) hingga yang besar (seratus ribuan), bawa sekedarnya saja, tak usah berlebihan.
      •  Untuk alat tulis dan kartu-kartu yang memang dirasa perlu saja: pena, kartu nama, foto copy KTP, kartu tertentu seperti e-money atau tap cashflashdisk, dll.
      • Untuk keperluan penting lainnya. Khusus perempuan: makeup (pelembab wajah, bila perlu sun block, benang gigi, lipstik, dll), pembalut/panty liner, ikat rambut dan masker.
    • Kaca mungil, jaga-jaga abis makan kadang suka ada tompelan cabe di gigi, atau abis cuci muka di setiap perhinggahan ada yang tidak menyediakan kaca sama sekali.
    • 1 pakaian dalam ganti di saku-saku tas (bila perlu).
    • Obat-obatan, terutama bagi yang sering alergian. Yang perlu obat alergi (kadang perubahan suhu atau tak sengaja makan makanan yang bikin alergi), obat anti demam/anti nyeri (biasa, kadang jalan jauh suka bikin kepala cenat-cenut), plester anti nyeri buat yang suka encok atau ngalamin LBP (Low Back Pain) buat jaga-jaga, obat radang tenggorokan (biasa, kadang kalau udah laper atau nemu kuliner enak suka lupa diri, dan juga kurang minum atau konsumsi makanan berminyak berlebihan), obat masuk angin (kadang perjalanan jauh bikin banyak orang mengeluhkan masuk angin), obat maag (buat yang punya riwayat maag).
    • Tiket di taruh di saku depan atau di tempat yang mudah diambil sewaktu-waktu bila diperlukan.
    • Air mineral kemasan 250 ml 2 gelas dan kemasan 600 ml 1 botol. Kemasan gelas bisa digunakan untuk menaruh teh atau minuman dan makanan berkuah lainnya di jalan nantinya. Kemasan botol bisa diisi ulang dari kemasan 1500 ml nantinya. *
    • Lainnya (mungkin saja perlu): bedak tabur, alas bedak, dompet kartu, tongsis, dll.
  • Plastik sampah bening seukuran kantong goni sedang dan plastik wrap, karena koper saya nggak punya cover (penutup), demi perawatan (ciileh), saya tadinya mau me-wrapping semua bagian koper. Tapi, karena ada baju ganti yang mau diambil, diakali dengan menggunakan plastik sampah tersebut, cukup tebal dan bisa diikat atau di plester agar mudah dibuka.
    • Plastik sampah tadi dilobangi sesuai ukuran roda dan mengikuti bentuk gagangan dan bagian jinjingan koper. Ujung-ujung plastik dirapikan dan diplester dengan plester yang cukup nempel atau diikat saja lebih praktis.
    • Plastik wrapping  digunakan jika sudah tidak ada lagi barang yang diambil (terinspirasi saat ngantri check-in di Bandara Kuala Lumpur, ada beberapa penumpang sibuk melilitkan plastik wrap ke kopernya masing-masing. Saat itu saya pikir, “ide cemerlang yaa” 😊👍👍).

Palembayan-Bukittinggi

Untuk mengejar waktu, kami berangkat dengan motor dari Palembayan. Harusnya pukul 6 teng sudah jalan, tapi biasalah jam karet emang susah dibenerin, walhasil sekitar 06:30 baru jalan.

Alhamdulillah.. Perjalanan hari ini lancar, walaupun sempat kena macet di beberapa tempat, kami tiba sekitar jam 8-an di Loket NPM Bukittinggi, sudah ada 2 bus yang stanbye yang kami kira bus sayalah salah satunya.


7 Juni 2019 (Bukittinggi)

Setelah melunasi tiket (sebelumnya baru bayar DP karena pada waktu itu harga angkutan umum lebaran belum ditentukan, tapi syukurnya nama saya sudah dimasukkan ke dalam sistim), saya diinfokan oleh agen bahwa bus yang akan saya naiki sedang on the way dari Payakumbuh, beliau juga mengingatkan plat bus yang akan saya naiki.

Menjelang Naik Bus

Karena masih ada waktu, kami beli oleh-oleh dulu, kali ini saya direkomendasiin di Sanjai Balado Ummi Ulfa Hakim yang katanya enak dan ada diskon 10% untuk pembelian banyak, haha.. (bukan iklan yaa..). Pas banget, disini disediain air mineral kemasan gelas gratis, lumayan buat di jalan ntar, hee..

Setelah itu saya beli air minum kemasan, yang isi 600 ml 1 botol dan kemasan 1500 ml 2 botol. Mungkin di jalan bakal ada yang jual air mineral kemasan, tapi selagi saya punya tempat untuk menaruh dan takutnya bakal lama di jalan hingga sampai di tempat persinggahan nantinya, tak ada salahnya bersiap-siap dulu.. Lagian, yang terpenting adalah untuk mencegah dehidrasi dalam perjalanan.*

Lamaa menunggu.. Menunggu kali ini bukannya membosankan, tapi deg-degan!! Tiap ada pengumuman saya langsung pasang kuping. Kami kasak-kusuk takut missed infomasi. Biar pasti, saya bertanya langsung ke agen, karena udah mau jam 9, tapi busnya tak kunjung datang.. Waaa, ternyata & ternyata bus yang akan saya naiki sedang terjebak macet!! Yah, nggak papa lah, namanya juga H+1 lebaran.. Yang penting udah tau infonya, tinggal menanti dengan sabar.

Walaupun pagi tak sempat makan dan di saat menunggu inipun serba belum jelas dan tak efektif untuk makan, saya tetap tenang, karena udah ada onigiri  yang tinggal dibuka 1/1 dikala lapar nanti.

Naik Armada Baru Bus NPM

Setengah sepuluhan, akhirnya bus dengan plat yang sesuai dengan yang ada di tiket saya datang, Alhamdulillah.. Busnya armada barrruuu euy, senengnyaaa… Eits, saya duduk di bangku no. 1 doong (pamer), hahaha.. Berasa gimanaa gitu, seneng bangeeet.. Semoga perjalanan nanti aman dan lancar, selamat sampai di tujuan, Aamiin ya Rhabb..

Awalnya saya sempat protes, “kok udah ada penumpangnya di bangku no. 1??” Ternyata, itu penumpang dari Payakumbuh yang bakal transit setelah ini. Saya memberitahukan ke crew  dan langsung dibantu.

Sayangnya, koper saya nggak muat di kabin bus. Udah gitu, dikasih tau penumpang lain kalo itu kabin cuma boleh dipake oleh crew bus. “Are?! Sejak kapan??” Saya mau konfirmasi langsung ke crew bus, tapi karena melihat mereka lagi sibuk banget, akhirnya saya memutuskan untuk menaruh koper di bagasi dan 2 tas lainnya di sisi kiri kaki saya ples oleh-oleh di bawah bangku.

Fasilitas Armada Baru Bus NPM

Tipe bus ini adalah AC Executive, jadi so pasti ada AC-nya dan juga dilengkapi dengan lampu baca. Seperti kebanyakan bus antar provinsi, di bagian paling belakang disediakan toilet.

Busnya nyaman banget.. Dekorasinya juga OK. Sekarang udah ada tempat kabel datanya yang kayaknya bisa dipake buat mengecas HP.. Jadi nggak perlu manyun lagi dah ngantri nungguin penumpang yang lebih dulu ngecas HP di tempat persinggahan nanti, asiik..

Karena saya paling depan, nggak bakal takut jatuh atau tergelincir, karena ada pembatasnya. Jarak antar kursi juga cukup lebar. Tak lupa pasang sabuk pengaman dulu..

“Bapisah Bukannyo Bacarai”

Keluarga adalah rumah.. Yah, kali inipun harus meninggalkan rumah, merantau.. Dalam derai tawa akhirnya berubah suasana menjadi haru-biru.. “Bapisah bukannyo bacarai“, pas banget di bus ada lagu ini jadi sountrack perpisahan saya dengan keluarga, dan mereka para penumpang lainnya dengan keluarganya.


7 Juni 2019 (Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi)

  • 09:46 Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi.
    • Diumumin oleh Sitokar (Kenek) “silahkan mengecas HP dengan kabel data di konektor masing-masing tempat duduk selagi nyala” (Saya kira, nyala maksudnya selagi mesin bus hidup. Dan, mati sepeti AC kalau mesin busnya mati).
  • ………. Di Padang Luar Macet bangett..
  • 11:02 Terminal Padang Panjang. Beli sala lauak, enak & ekonomis Rp 10.000,-/13pc.
  • 11:16 Berangkat..
  • 12:31 Masuk Solok setelah melewati Batu Sangkar
  • 13:27 Tepi Danau Singkarak. Rame banget yang berwisata-ria 🤩
  • 14:25 Terminal Solok
  • 15:03 Selamat Datang di Sawah Lunto
  • 15:42 DPRD Kab. Sijunjung, bangunannya keren yaa..
  • 17:31 Bus isi minyak di SPBU, sementara penumpang langsung makan di Rumah Makan Umega Gunung Medan.
    • Padahal ya, udah kali keberapa singgah disini, tapi pas ada yang bilang Rumah Makan Gunung Padang malah bingung, lupa-lupa inget gitu, yang diingat banget cuma Rumah Makan Umega doang, padahal dua-duanya satu tempat, mungkin beberapa orang sering menyebut penggalan-penggalannya.
    • Disini ada kamar mandi & TOILET yang sepertinya bayar Rp 2.000,-/orang.
    • Tadinya mau nunggu Maghrib dulu, eh sekitar 5 menitan lagi menjelang Maghrib, penumpang dengan plat bus yang saya naiki sudah dihimbau untuk naik bus karena akan berangkat.
  • 18:11 Berangkat.. Menunggu penumpang yang masih belum naik.
  • 18:18 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 2
  • ……… Saya mencoba mengecas HP nggak masuk-masuk dayanya. Sore tadi juga demikian. Karena saya terlihat mengecas HP, Bapak disamping saya juga ikutan, samaaa… nggak masuk dayanya. Dengan bingung  saya bilang ke Kenek. Walhasil, saya malah diomelin, wkwkwk… Ternyata, siang tadi sopir bilang ngecas selagi nyala itu cuma berlaku di siang hari, malam memang nggak bisa ngecas…

8 Juni 2019 (Perjalanan Panjang)

  • 00:~ Rumah Makan Budi Setia Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
    • Ada kamar mandi & TOILET, sepertinya bayarnya sama dengan yang sebelumnya: Rp 2.000,-
    • Disini saya beli teh hangat Rp 5.000,-/bungkus. Kali ini saya pesan ke si Uda minta ditambahin air biasa. Alhamdulillah, memang anget, juga nggak terlalu manis. Karena saya trauma dulu sewaktu perjalanan ke Bengkulu, saya pernah pesan teh hangat dikasih teh panas, saya nggak cek dulu dan langsung minum aja sampe bikin lidah mati rasa..
  • 01:26 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 1
    • Kalau dipikir-pikir pasti sulit ya jadi sopir bus antar provinsi gitu.. Kita aja naik bus, bisa langsung tepar, gimana mereka bisa nyala ya matanya selama itu dan pasti butuh konsentrasi yang sangat tinggi buat nyetir di tengah keheningan (makluuum, kalo udah tengah malam para penumpang pada tepar, termasuk yang tadinya teman ngobrol si sopir disampingnya, senyaaap..).
  • 05:11 Masjid Al Ikhlas Desa Ulak Lebar, Lahat
  • 05:45 Berangkat..
  • 06:21 Bus isi minyak di SPBU
  • 06:31 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 06:33 Rumah Makan Sumbar Jaya.
    • Kamar mandi & TOILET bayar Rp 2.000,-
    • Penumpang diminta turun semua oleh Kenek, karena bus akan dibersihkan.
  • 07:20 Berangkat..
    • Diingetin Kenek buat yang mau ngecas HP udah bisa dari sekarang, selagi dinyalakan, malam udah nggak bisa. Kami juga diminta membuka lebar AC biar nggak dimandiin oleh tetesan air AC-nya.
  • 07:36 Kab. Muara Enim
  • 09:00 Selamat datang di Desa Gunung Meraksa
  • 09:16 Selamat datang di Desa tn kurung
  • 10:32 Melewati Masjid Muslimin Baturaja, Kota OKU (Ogan Komering Ulu)
  • 11:24 Terminal M…. (saya lupa namanya)
  • ……… Onigiri terakir
  • 11:41 Melewati Tanjung Raja Giha
  • 12:41 RM Wisata Minang Way Kanan
    • Kamar mandi & TOILET Rp 2.000,-
    • Tadinya saya mau beli soto, tapi.. kayaknya nggak usah aja, masih kenyang.. Lagian, masih ada cemilan berat di dalam tas, jadi nggak pusing-pusing amatlah kalua nanti laper.
    • Rencana saya mau ambil koper, mau ganti baju.. Keneknya dengan ramah udah bilang siang ini bakal diambilkan dari bagasi. Tapi.. beliau lagi sibuk bersihin bus. Saya putuskan ntar sore aja deh..
    • Saya juga baru ngeh, kayaknya tiap berhenti di rumah makan, Keneknya selalu bersihin bus yaa?! Nggak sopir nggak kenek, luar biasa ya.. Disitu saya menyadari setiap orang profesional di profesinya masing-masing; Apapun itu, layak dihargai.
    • Sambil menunggu Kenek bersihin bus, saya duduk di beranda rumah makan bersama dengan penumpang bus yang lain. Saya bercerita dengan satu penumpang, kemudian datang penumpang lainnya, eh juga nimbrung sopir kami. Disitu saya dapat banyak informasi yang nggak disangka-sangka. Adaaa aja topik percakapan yang nggak bakal usai kalau kami belum dipanggil untuk segera naik bus. Begitulah, bangganya kita sebagai orang Indonesia, berbagai suku bangsa dan ras, tapi kalau udah ketemu udah seperti ketemu handai taulan; padahal nggak kenal sama sekali.
  • 13:20 Berangkat.. Ganti Sopir 1
  • 14:10 Bukit Kemuning Indah, Lampung
  • 15:08 Melewati Masjid Jami’ Ibnu Rusyd Kotabumi
  • 15:22 Selamat jalan dari Kotabumi
  • 16:15 Selamat jalan dari Kab. Lampung Utara
  • 16:30 Macet panjaaang karena ada kecelakaan di Jl. Lintas Tengah Sumatera
  • ……… Berpas-pasan dengan bus antar provinsi lainnya, sopirnya saling bersilaturrahim, lama tak liat moment begini.. 
  • 16:59 Melewati kecelakaan mobil, bagian depan kedua mobil bonyok, semoga nggak ada korban jiwa, Aamiin..
  • 17:14 Di simpang masuk tol, lancaaar…
  • 17:16 Di seberang gerbang tol
  • 17:37 Gerbang Tol Gunung Sugih
  • 18:05 Simpang Natar
  • 18:07 SPBU Natar, isi minyak
  • 18:19 Berangkat..
  • 18:48 Sopir nanyain ke penjaga tol, “kok tol bisa macet?”, masih ada pengemudi yang bayar cash (are?!)
  • 19:~ RM Wisata Minang
    • Nasi diambilkan, lauk ambil sendiri, nanti langsung dihitung harganya oleh karyawan rumah makan dan kita terima kertas bertuliskan harga makanan yang kita ambil.
    • Saya makan dengan gulai ampela & gulai kacang panjang, Rp 35.000,-
    • Kamar Mandi & TOILET Rp 2.000,-
  • 20:18 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 20:38 Gerbang Tol Bakauheni Utara. Sepii..
  • 20:43 Gerbang Tol Bakauheni Selatan. Antrian puanjaaaang… Mengular!
  • 21:45 Dermaga Reguler.
    • Diumumin oleh Kenek “15 menit sebelum kapal bersandar, penumpang harus cari bus sendiri dan langsung naik. Apalagi buat yang nonton dangdutan, karena keasyikan nyawer jadi lupa nyari bus” (emang di kapal ferry juga ada orgentnya?? Saya kaget, lho.. Maklum, ini Perdana naik kapal penyebrangan Sumatera-Jawa)
    • Saya sibuk men-searcing  nanti bakal di luar kapal atau ada ruangan khusus penumpang. Saya membayangkan, di bus yang ber-AC ini aja udah dingin, apalagi di kapal penyeberangan di malam hari, kalua di luar?! Modal saya kan cuma sweater  wol ini doang?! Kinchoushimasu…
  • 22:00 Gerbang Penyeberangan
    • A&B 5-7 meter 774.000
  • 22:22 Masuk ke dermaga kapal
  • 22:30 Antri siap-siap naik kapal
    • Setelah 1/1 mobil diatur masuk parkiran di dalam kapal, kami turun dan langsung ke lantai atas kapal.
    • Di lantai 1 ramee… Saya bareng Bapak yang duduk di sebelah saya. Saya bertanya ke beliau yang katanya dulu sekali pernah naik Bus Bukittinggi-Jakarta, “Pak, kita harus berdiri dimana aja nih?” Si Bapak bilang, “Terserah, boleh di mana aja di kapal ini”. Lalu kami ke lantai 2.
    • Di lantai 2 nggak kalah ramee.. Ada bangku-bangku di ruangan lepas yang mirip bangku nungguin obat di Rumah Sakit jaman dulu, pas pula ada loketnya di depan.
    • Sebelum naik tangga lagi ke lantai 3, kami melewati ruangan executive yang yang tertera nominal Rp 10.000,- di pintunya. Lanjut ke lantai 3.
    • Lantai 3 apalagi?! Ada yang tidur.. Ada yang piknik.. Saya hanya melongo, kaget, di luar ekspektasi.. Cuaca juga nggak dingin, biasa aja, yang ada malah berangin, kenceng.. Jalan kapalnya juga sellow..
    • Menurut info dari penumpang lain (maklum, saya nempel siapa aja kemana aja, takut ditinggal bus. Entah kapan itu 15 menit sebelum kapal merapat. Entah bagaimana cara saya mastiin kapan kapal ini merapat), perkiraan waktu penyeberangan sekitar 2 jam.
    • Di lantai 3 kapal ini, bagian paling atas yang terbuka. Disini ada beberapa kursi sekitar 2-4 gitu di beberapa titik. Kebanyakan penumpang tidur dialasi koran dan ada juga yang meleseh sambal piknik.
    • Si Bapak ketemu penumpang lainnya dan mempersilahkan saya (yang udah ketemu Ibu-ibu yang satu bus dengan kami) untuk pergi kemana aja sesukanya.
    • Karena kebaikan hati beberapa penumpang, saya dan si Ibu dikasih tempat duduk. Ketemu orang baru dapat informasi baru.
    • Ternyata, kapal ini tak hanya menyediakan ruangan executive saja tapi juga ada kamar, ada yang 3-4 orang dalam 1 kamar.. Dan, harganya juga ekonomis.
    • Saya pikir, tikar yang dipakai para penumpang itu disewa dan koran memang sengaja dibawa dari rumah; eh sebaliknya, koran itu dibeli seharga Rp 1.000,-/lembar di kapal, ada yang menjualnya, suka nawarin. Tikar sengaja dibawa penumpang dari rumah masing-masing. Luarrr biasah..
    • Sayangnya, saya sebenernya agak miris pas dikasih tau kalau koran itu dibiarin gitu aja diterbangin angin ke laut..
    • Saya kira udah lama kami berlayar, eh sejampun belum sampai. Mulai jenuh…
    • Saya tanya si Ibu “Buk, memang disini beneran ada saweran gitu?!” Beliau bilang ada di lantai 2. Kamipun bergerak kesana. Saking penuhnya, massih Alhamdulillah kami bida dapat bangku 1 berdua.
    • Saya celingak-celinguk ples nanya si Ibu, “musik orgen-nya doang ya Buk, penyanyinya nggak ada ya?!” Si Ibu langsung nunjuk “Tuuh”. Saya liat ke arah tunjuk si Ibu, oalaaah.. penyanyinya pindah-pindah ternyata dan ada beberapa orang.. Apresiasi, pakaiannya sopan kok, jauh dari image saweran yang pernah saya dengar. Sayangnya, penumpang kurang menjaga kebersihan, di dekat tempat saya duduk ada tumpahan minuman dan makanan lainnya; padahal fasilitasnya udah cukup bagus, harusnya bersama-sama memeliharanya.
    • Cuma beberapa menit kami duduk disitu, memutuskan untuk ke lantai 1 aja. Sebelum turun kami melewati TOILET, bersih..
    • Saya masih bingung, kapan kami harus naik bus? Kapan kapal bersandar? Gimana cara mengetahuinya?? Si Ibu yang udah sering bolak-balik Padang-Jakarta PP bilang, ntar kalo udah bunyi klakson kapalnya, kita baru turun.. (Setidaknya saya bareng orang yang udah berpengalaman, jadi sedikit merasa aman)
    • Tak lama, si Bapak bergabung dengan kami. Dan, bener! Setelah kapal membunyikan klaksonnya, kami turun bareng, rameee ternyata.. Alhamdulillah tertib dan terkendali..

9 Juni 2019 (Akhir dari Perjalanan, Awal Baru Perantauan)

  • 00:40 Naik bus
  • 01:~   Berangkat.. Masih Sopir 2
  • 01:12 Rumah Makan Rajawali. Singgah sebentar menurunkan penumpang.
  • 01:23 Gerbang Tol Merak
  • 02:10 Gerbang Tol Cikupa
  • 02:42 Kali Deres
  • 03:30 Terminal Pulo Gebang

Perpisahan demi Perpisahan

Setelah mengambil bagasi, saya bersama penumpang lainnya dan juga crew bus saling mengucapkan salam perpisahan, tak sedikit guyonan-guyonan konyol mewarnai perpisahan kami. Bagi saya, ini adalah salah satu perjalanan terbaik saya selama ini. New friend, new family, new life. Ada yang ke transit ke Bogor, ada yang menuju Bekasi dan wilayah lainnya.

Pilihan Terbaik

Saya menuju lantai dasar tempat akses transportasi umum (becak, ojek), taxi, transportasi online. Saya memilih menggunakan transportasi online dan pas saya cek harganyaaa… WOW!! (Yah, maklum sih, dini hari soalnya).

Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih nongkrong di mushalla dulu yang masih di lantai dasar dan tidak jauh dari pintu keluar. Dan, Alhamdulillah, ini adalah pilihan terbaik.

Mushalla di Terminal Pulo Gebang

Kebetulan, di sisi kiri pintu masuk mushalla, ada penjaga tempat penitipan barangnya. Saya bingung nyari TOILET. Dengan ramah, dia menunjukkan jalan dan menawari saya untuk menitipkan barang; dengan senang hati, saya merasa sangat terbantu. Saya mengambil nomer penitipan dan segera berlalu.

Di TOILET, saya bingung, kok nggak ada tempat wudlunya ya?! Ternyata, di dalam mushalla, terpisah dari TOILET. Mushallanya cukup nyaman..

Entah karena masuk mushalla, atau memang karena kecapek-an, gilaaa saya ngantuk berrraatttt… Dilihat jam, Subuh masih 1 jam-an lagi… Galau, antara pulang sekarang atau nunggu abis Subuh aja. Dan, pilihannya abis Subuh aja.

Keluar dari mushalla, saya mengambil barang di penitipan. Petugasnya udah beda, tapi sama-sama ramah.. Saya menanyakan apakah penitipannya bayar dan berapa nominalnya, ternyata gratis!! Cukup dengan mengembalikan nomer yang diterima tadi. Petugas hanya menyampaikan kalau pengunjung mau silahkan bersedekah sambil menunjuk tempat khusus Infaq yang tersedia dan kalau tidak, tidak apa-apa.

Sesi Akhir Perjalanan Bukittinggi-Jakarta

Saya pesan transportasi online dan Alhamdulillah dengan lancar melaju sampai tujuan.


Hikmah

  • Persiapan. Memang ribet diawal, tapi nyaman banget kalau udah dijalan. Mungkin masing-masing kita punya versi persiapan masing-masing. Tapi, dari beberapa perjalanan saya selama ini dengan menggunakan Bus (ada yang ke Padang-Bengkulu, Bukittinggi-Bengkulu, Padang-Medan, atau Jakarta-Jogja), inilah perjalanan paling panjang (Bukittinggi-Jakarta) dan paling praktis, karena jaraknya yang jauh tapi memiliki persiapan yang OK.
    • Terus terang, persiapan kali ini juga banyak yang bantu, kalau sendirian kadang memang seadanya apalagi dengan waktu yang udah mepet; tapi, kalau lagi banyak waktu luang, persiapan seabrek itu bisa real juga kok, tinggal dibikin list aja.
  • Riasan. Selama perjalanan tidak perlu menggunakan riasan berlebihan. Yang penting, cuci muka dipersinggahan dan gunakan pelembab wajah agar tidak kering. 
  • Kontrol Diri.  Namanya juga perjalanan jauh ketemu banyak orang. Ada yang berpendidikan tinggi, ada juga yang preman; ada yang ngomongnya tertata, ada juga yang asal omong. Jangan mudah terbawa emosi ketika mendengar celetukan-celetukan ‘bahasa tarzan’, senyumin aja dan nikmati perjalanan dengan positive thinking, let it flow, calm down. Orang akan melihat dengan siapa dia berkomunikasi dan pada akhirnya akan menghargai yang memang patut dihargai. Bebaskan diri untuk berinteraksi dalam batasnya dan berkomunikasilah dengan baik dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
  • Jaga Makan. Hanya karena mau jalan jauh bukan berarti harus makan berlebihan atau sama sekali nggak makan. Makan saja secukupnya.
  • Enjoy. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya yang full camera, sana-sini jepret. Tanpa ketergantungan terhadap kamera dan sosmed, ternyata perjalanan lebih dinikmati.

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

  • Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
  • Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
  • Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
  • Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
  • Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s).
  • Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000).
  • Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
  • Masukkan No. HP dan pilih NEXT
  • Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment MethodDEBIT/CREDIT CARDPREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
  • Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
  • Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
  • Sentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
  • Sentuh Search.
  • Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
  • Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
  • Sentuh kolom Continue.
  • Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
  • Untuk payment, pilih Online PaymentIndirect PaymentVirtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
  • Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
  • Klik Confirm.
  • Lengkapi data kartu debit/kredit.
  • Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
  • Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
  • Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
  • Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery

Kumpul Bareng Penikmat Kopi

Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

Akses ke Rumoeh Kupie

Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

Fasilitas

Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

Ngopi Hari Ini

Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

Berbagai Hal Tentang Kopi

Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

Hunting Kuliner

Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

Gallery

Catatan

Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..😆

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  🤤 Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” 😬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

  • Booking pesawat, tips:
    • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
    • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
    • Pilih booking sesuai kebutuhan.
      • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
      • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
      • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
  • Booking hotel, tips:
    • Cari referensi:
      • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
      • Lihat review hotel/hostel vis internet
    • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
    • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
    • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
    • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

Siapkan Persyaratan

  • Passport (paspor)
  • Residence Card
  • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
  • Foto 4,5cm x 3,5cm
  • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
  • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

Pengurusan VISA

  • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
  • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
    • Ikuti panduan dari security/satpam disana
    • Ambil nomor antrian
    • Isi formulir
    • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
    • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis ¥4.400
    • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
  • Waktu pengambilan VISA
    • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
    • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

Kamus

  • 着払い /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • 在職証明書 /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
  • コンビニ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

Catatan

  • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
  • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
  • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
  • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

 

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket ¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket ¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

  • Website resmi JR四国 dalam bahasa inggris, korea & cina.

Ramen Halal Di Osaka

Bagi pecinta kuliner ala jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ramen. Mie rebus berkuah kaldu ini bisa ditemukan dengan mudah di kota-kota besar di Indonesia. Sehingga para muslim bisa leluasa menyantap hidangan yang sebagian besar sudah berlabel halal ini.

Berbeda jauh dengan ramen di jepang. Bak udon, warung hingga restoran ramen boleh dibilang menjamur, tapi hampir semua tidak bisa dikonsumsi dengan bebas oleh muslim, karena berbahan dasar babi dan turunannya.

Tapi, patah hati karena ga bisa nyicipin ramen halal bisa diobati oleh warung-warung ini 👇

帆のる (Halal Ramen Osaka HONOLU)

  • Alamat:
    • Namba, Osaka 👉 Ramen Honolu (copy via Google Map)
      • 2-5-27 Motomachi, Naniwa-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 556-0016
    • Tokyo
  • Buka pukul:
    • 11:30-14:30
    • 17:30-21:30.
  • Ramen boleh dibawa pulang.
  • Selain ramen, ada menu unggulan lainnya, gyoza a.k.a pangsit.
  • Cara pemesanan
    • Pesan via mesin otomatis.
    • Serahkan struk pada ten-in (penjual).
    • Tunggu dan ambil pesanan.
  • Fasilitas: Toilet & tempat shalat.
  • Gallery:

鶏そばあやむや (Torisoba Ayam-YA)

  • Warung ramen yang satu ini cabang dari Ayam-YA Kyoto
  • Alamat: Namba, Osaka 👉 Ayam Ya Nanba, Osaka (copy via Google Map)
    • 1-10-7 Nipponbashihigashi, Naniwa-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 556-0006
    • Kyoto
  • Buka pukul:
    • 11:30-15:00 (order terakhir pukul 14:30)
    • 17:30-22:00 (order terakhir pukul 21:30)
  • Ramen tidak bisa dibawa pulang.
  • Hanya menu kara age (ayam goreng tepung khas jepang) yang bisa dibawa pulang.
  • Cara pemesanan
    • Pesan via mesin otomatis.
      • Uang kertas yang digunakan hanya ¥1.000 yang bisa diproses di mesin ini. Uang pecahan ¥10.000 tidak bisa digunakan, ditukar terlebih dahulu secara manual.
      • Pilih menu, tekan tombol sesuai pesanan. Hanya bisa pesan 1/1.
      • Ambil struk.
      • Untuk pengambilan kembalian tekan tombol dipojok kiri atas.
    • Serahkan struk pada ten-in (penjual).
    • Tunggu dan ambil pesanan.
  • Fasilitas: Toilet & tempat shalat.
  • Semuanya enak, tapi ada beberapa yang recommended:
    • Rekomendasi dari Olha Chayo 👉 スパイシー塩 (spicy salt/pedas asin) ¥850
    • Rekomendasi dari pelanggan tetap 👉 チキンオーバーライス (Chiken Over Rice) ¥790
  • Gallery:
🏷 Tabligh Akbar Golden Week 2018 with Tokushima’s family

Ngebolang ke Shinmachigawamizugiwa Park

Shinmachigawamizugiwa Park terletak di jantung kota Tokushima, diantara Awa Odori Kaikan dan Tokushima Station.

Kombinasi alam bergaya modern ini cocok banget untuk tempat refreshing, sekedar melepas penat, atau bahkan piknik bareng keluarga.

Pengunjung disuguhkan pemandangan Sungai Shinmachi nan adem. Sentuhan alam makin kental dengan adanya merpati dan bebek-bebek yang ikut menikmati asrinya suasana taman.

Sesekali melambaikan tangan menyapa mereka yang sedang menikmati Hyotanjima Cruise melintasi Shinmachigawa. Atau, menonton mereka yang sedang berlatih olahraga air, tampak menyenangkan dari bangku taman.

Pada musim semi, meskipun pohon sakura tidak terlalu banyak, tapi tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk hanami-an.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Event

Shinmachigawamizugiwa Park berdampingan dengan Shinmachi River yang bisa diseberangi dengan Shinmachi Bridge. Tiga area ini sering dijadikan lokasi event-event tertentu, salah satunya yang paling terkenal adalah Festival Awa Odori yang berlangsung setiap tahunnya di musim panas, biasanya pada tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Di hari tertentu, terutama pada hari libur, ada event lain seperti bazar makanan, konser band, dll.

Fasilitas

Taman yang bersih dan sangat fungsional ini juga memiliki fasilitas umum, seperti: tempat duduk, toilet, panggung, dll.

Hyotanjima Cruise

Ini salah satu favorit pengunjung nih.. Sama seperti Tombori River Cruise yang menjadi wahana berlayar ala Sungai Tombori di Osaka.

Berlayar ala Shinmachigawa ini bakal dipandu pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak! Tiket kapal ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak). Lama perjalanan PP sekitar 30 menit melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle).

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • 新町橋 /shinmachibashi/ = Shinmachi Bridge (Jembatan Shinmachi) | Jambatan Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi

Rekomendasi Link

Gallery

Ekspedisi Panda

Perjalanan kali ini dalam rangka mengobati demam panda para hantu traveling kayak kite-kite 😆 Berangkat dari skedul yang udah dikemas sangat apik oleh Mba U, kami bertiga dengan Vit chan melancong ala backpacker ala-ala-an 😁👍

Agenda

  • 04:15 Berangkat via taxi (bajet sekitar ¥2.900 bertiga) , karena jam operasional bus di Tokushima itu sekitar pukul 7:00.
  • 04:45 Sudah di Tokushima Ferry Nankai. Beli tiket kapal feri 2 way (pulang-pergi) ¥3.800 langsung di loketnya.
  • 04:47 Menuju ruang tunggu penumpang. Disini ada tempat duduk, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan fasilitas toilet.
  • 05:20
    • Menuju kapal, kayak mau masuk pesawat euy.. Gilaa, keren ya.. Excited bangett!! Perdana, choy.. Tadinya saya kira kapal feri itu didalamnya mirip dengan kapal feri yang pernah saya naiki sewaktu berangkat ke Pulau Bintan dari Pekanbaru (2009), ternyata jauh berbeda. Pastinya, ini kapal besar dan didalamnya terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya, dekorasinya juga keren!
    • Ada lesehannya juga, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, dilengkapi dengan sofa mungil yang sepertinya bisa digunakan untuk bantal tidur ramean 😁👍
    • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat kayak kursi bus.
    • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia dan juga tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga.
    • Pokoknya mantep dah
  • 05:35 Berangkat.. Ini banyak cerita seru nih disinih..
    • Sempat nggak nyadar lho kalau kapalnya udah jalan.. Berasanya itu kayak pesawat mau landing atau seperti ketubruk sesuatu hanya seketika, eh tau-tau pas nongol ke jendela udah laut aja semua, alamaak.. Beda banget yak naik kapal feri gede sama yang kecil, apalagi perahu?!
    • Bikin vlog bareng Vit chan.
    • Saya sama Vit chan sempat penasaran sewaktu nemu pintu di ujung sayap kiri, sepertinya pintu keluar?! Tapi boleh nggak ya keluar?? Kita coba buka pintunya, ternyata boleh!! Cuma cuacanya aja wes dingin tenan..
    • Tadinya, kita bertiga saling bergantian ke lantai 2 menunggu matahari terbit a.k.a sunrise. Tapi, karena kelamaan, Mba U memutuskan untuk memilih istirahat. Sementara saya dan Vit chan malah kayak fans lagi jumpa artis, excited abiss!!
    • Demi mengabadikan indahnya karya Sang Pencipta, saya rela berlama-lama menantang si angin sembriwing. Indah banget.. Serasa dihipnotis mau berlama-lama aja disinih; tapi apa daya suhunya ga cuma bikin meler tapi juga bikin tangan sampai bebal! Walhasil balik ke area yang ada wi-fi-nya.
    • Niatnya sih mau rehat (tadinya), tapi pas tengok keluar jendela, sumpah keren!! Saya akhirnya kembali, kali ini tanpa Vit chan yang nyerah karena suhu dingin.
    • Waaah.. saya lagi hoky nih, tangga menuju lantai 3 udah kebuka! Jadi bisa ke lantai paling atas dah.. Sayangnya beneran cuma ambil dokumentasi doang, dingin buangedh…
  • 08:00 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station)
  • 08:11
    • Naik Wakayama Bus no. 160 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station), bajet ¥240.
  • 08:27 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
    • Beli tiket JR ke 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) ¥970. Untungnya saya punya kartu ICOCA (bisa dibeli di loket JR), jadi tinggal cas deh.. Tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual.
  • 8:40
    • Berangkat menuju 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) dengan JR Takarazuka Line.
  • 9:33 湯浅駅 /Yuasa eki/ dari 乗り場 3 transit ke 乗り場 2
    • Lagi-lagi kejadian lucu kembali menunjukkan leluconnya. Sampai di stasiun ini, semua orang turun. Dalam hati saya, kok auranya sepi yak, tapi ga kepikiran sama sekali bakal transit atau segala macam. Mungkin, akses kami yang kejauhan makanya pada turun semua.
    • Cukup lama keretanya berhenti, dan keanehan mulai kentara. Namun, dari kita bertiga, sepertinya cuma Mba U yang beneran sadar, dia mengonfirmasi arah kereta pada kami setelah melihat plang rute kereta dari jendela JR. Kami berdua sepakat dan meyakinkan Mba U kalau itu nggak mungkin, karena kereta kita menuju Gobo Station..
    • Makin lama makin sepi, dan kereta pun tak kunjung jalan. Ucluk-ucluk, datanglah petugasnya yang dengan ramah mengatakan kalau kereta ini bakal kembali ke Wakayama Station.. Gubrak!! Kami hanya bisa tersenyum sumringah dan mulai bergegas turun.. Hadeeeuh..
    • Pada mau ke toilet, eh ga ada toilet sama sekali euy.. Mulai berasa terhampar dimanaa gitu.. Mana masih harus menunggu 20 menitan lagi, coba..
  • 9:59 Naik JR menuju Gobo Station.
  • 10:17 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station)
    • Kita bingung nih sama jadwalnya. Untung aja bisa nanya sama masinisnya yang baru turun dari JR.
    • JR selanjutnya 10:59, belum lagi transit dan segala macam. Akhirnya kami memilih 東急 /toukyuu/ kereta cepat (di skedul ditulis berwarna merah), berangkat pukul 10.46. Katanya nanti bakal nambah seribu yen-an, ga papalah.. Langsung sampe di Shirahama Station soalnya, hemat waktu, ga pake ribet transit dengan kita-kita yang notabennya buta rute..
  • 10:46
    • Berangkat dengan 東急 /toukyuu/ kereta cepat. Bentuknya panda.. Didalamnyapun didekor panda. Lucu banget!!
  • 11:29 白浜駅 /Shirahama eki/, akhirnya..
    • Udah pede-pede nanyain cara bayar 東急 /toukyuu/ kereta cepat pada eki-in (petugas stasiun)-nya, eh kartu ICOCA kece saya malah raib tak berjejak.. Apes.. Apes..
    • Kartu cantik itu sengaja saya taruh di dompet HP, biar praktis. Awalnya sempat nggak sreg gitu, coz tempat kartu di dompet HP ini sepertinya longgar, tapi yo wes lah, arahnya juga ke dalam toh.. Yang namanya malang yaah bak kate pepatah minanglah “untuang ndak dapek diraiah, malang ndak dapek ditolak“, nggak rejeki..
    • Tapi, saya tidak menyerah! Kali aja kececer?! Abis bilang ke petugas, saya langsung bergegas nyari sampe ke tempat awal turun dan balik lagi ke depan petugas yang sama, nihil..
    • Saya makin ga enak diliatin petugasnya macem mau lariin diri aja. Ternyata bener, setelah keluar, teman saya cerita, petugasnya sampe nyariin saya sewaktu saya pergi nyariin kartu, hadeeeuh..
    • Walhasil, saya yang tadinya bisa nambah sekitar ¥900-an, sekarang kudu bayar full dah, hu hu hu hu..
    • Jadi ingat sama teman saya sewaktu masih di Osaka. Waktu itu kita janjian ketemu di Stasiun Umeda, tapi saya udah celinga/uk kemana-mana, tak kunjung nemu. Mana ga punya akses internet lagi.. Dan, ternyata, dia lagi ngurusin kartu kereta-nya yang hilang. Didalamnya ada nominal sekitar ¥1.000. Ekspresi wajahnya seperti kehilangan banget.. Saya turut prihatin, tapi namanya juga hilang ya ga rejeki (pikir saya waktu itu). Sekarang, di kondisi yang berbeda saya mengalami hal yang serupa, dan ternyata.. kecewa juga yah.. Masih untung saya ngisi ¥2.000, udah dipake pula buat bayar JR, padahal sebelumnya sempat mau ngisi lebih biar nggak ribet, alhamdulillah antara masih rejeki & nggak rejeki tapi tetep aja apes.. hikmahnya kudu ati-ati nih..
    • Walhasil, saya beli kartu yang sama sekali lagi dan saya simpan di saku tas paling depan, nggak mau ceroboh lagi..
    • Keluar stasiun, kita beli tiket bus pp ¥600 (@¥300) dan tiket Wakayama Adventure World ¥4.500 (dewasa) di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun.
    • Nyari ATM, ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.
  • 12:10 Naik bus
  • 12:45 Sampe.. Wakayama Adventure World, yuhuu…
    • Ngasih tiket ke petugas di pintu masuk.
    • Baru aja masuk, udah ketemu sama pinguin yang lagi mandi-mandi.. Kok berasa nggak mirip pinguin yak, seolah penguin itu identik dengan es & kutup.
    • Langsung cari tempat makan. Bekal yang dibawa Mba U udah mau ludes, hee.. Kita-kita juga kudu nyari yang ada nasinya dan yang dirasa aman (Ga bakal nemu label HALAL disini).
    • Menu makanannya, mulai dari bento, es krim, dll di bentuk PANDA!! Lucuuu….
    • Saking banyaknya resto dan cafe, kita yang awalnya milih tempura malah bingung. Sampe akhirnya memutuskan makan di sebuah restoran seharga ¥1680, paket tempura, tapi bukan tempura yang kita maksud sebelumnya. Saya merasa sulit menghabiskannya karena rasanya diluar ekspektasi.
    • Ada roller coaster-nya juga!! Asiik.. Gondola yang jauh disana juga mantep!!
    • Komitmen waktu sampe jam 3, biar bisa cepat balik..
    • Ada bangau pink..
    • Yang pastinya, tempat awal yang kita tuju adalah PANDA!! Di no. 3 & no. 6 berdasarkan map-nya. Lucu bangett.. ngegemesiin.. Lagi-lagi, kurang sesuai ekspektasi awal saya yang mengira panda-nya banyak disana-sini, ternyata masing-masing ditaruh di satu area masing-masing.
    • Info yang didapat Mba U, disini ada atraksi-atraksi juga, lho.. hanya saja ada skedulnya. Nah, ini nih yang nggak kita perhatiin.. Lagian, karena akses yang jauh ini, kita juga ga bisa berlama-lama nih.. Yang penting tujuan utama PANDA, so everything about PANDA dah..
    • Kita-kita ketagihan sama pop corn-nya ¥500, se cup guede & enak!!
    • Sempat saling nyari juga pas nyari-nyari souvenir, untung ketemu dan langsung naik bus balik. Udah tutup juga wisatanya, sampe jam 4 doang kayaknya yak.
  • 16:50 Cus, bus balik
  • 17:00 白浜駅 /Shirahama eki/
  • 17:28 東急 /toukyuu/ kereta cepat ¥1400
  • 18:45 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station) +¥889
    • Karena masih banyak waktu, kita keliling-keliling. Sempat makan malam juga, laper euy.. Hidangan teranyar malam ini tahu & seafood.
  • 21:10 Bus 161, berangkat.. Lelah hayati..
  • 21:50 Berangkat dengan kapal feri. Tepar euy.. Batrei HP pada lowbatt, ga cuma itu, sampe power bank juga!!
  • 23:58 Sampe kembali di 和歌山フェリー南海 (Wakayama Ferry Nankai), alhamdulillah.. Gilaak, capek nian…
  • Pulangnya kudu pake taxi lagi, nasib.. nasib.. Tapi alhamdulillah.. perjalanan yang melelahkan ini luar biasah!! (Udah ga ada transportasi umum euy jam seginih).

Kesan

  • Tadinya saya kira perjalanan ke Kyoto-lah yang paling tidak praktis karena transportasinya, ternyata sekarang digantikan oleh Wakayama. Mungkin, karena lokasinya jauh dari pusat kota. Karenanya, boleh dibilang perjalanan paling mahal bagi saya selama di Jepang, bajet kasar di luar makan dan belanja sekitar ¥16.000 (transpotasi kapal feri, bus, JR, kereta cepat, dan tiket Wakayama Adventure World) terhitung pulang-pergi dari dan ke- 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai).
  • Seandainya di Wakayama ada City Loop kayak di Kobe atau chikatetsu kayak di Osaka, pasti bisa berlama-lama di Wakayama Adventure World-nya.
  • Waktunya nggak efektif nih.. Perjalanan Tokushima-Wakayama dengan kapal feri 2-2,5 jam. Kemudian menuju lokasi dengan bus & kereta api dengan transit berkali-kali memakan waktu hampir 5 jam. Total perjalanan secara umum terhitung dari rumah mungkin sekitar 9 jam, dari 和歌山フェリー南海  saja sekitar 7,5 jam.
  • Di perjalanan sering kesulitan, karena kanji semua!! Boro-boro mikirin bahasa inggrisnya, furigana-nyapun tak de.
  • Terlepas dari kerumitan transportasi, saya kagum dengan pariwisata di Jepang. Mereka konsisten dengan icon masing-masing daerah yang bisa menjadi income. Contohnya, Wakayama yang terkenal dengan PANDA, mulai dari desain transportasi hingga makanan, semua menggunakan icon panda. Selain itu, juga bersih dan tertata.
  • Everything about PANDA, ekspedisi selesai. Terimakasih, Mba U & Vit chan.. Perjalanan kita benar-benar luar biasa..

Kamus

  • 徳島フェリー南海 =  Tokushima Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way /chu wei/ = Pulang-pergi
  • Kayak = Seperti
  • Tengok = Lihat

Related Link

Gallery

Hello Kobe!

Budget

  • Tokushima-Kobe (Tokushima Bus EDDY) Round Trip ¥5,940
  • Sannomiya Center Street (Shopping Center in Kobe) FREE
  • Nankinmachi (China Town) FREE
  • City Loop (Bus Tourist Guide in Kobe) ¥660
  • Kobe Harbor-Land FREE
  • Kobe Port Tower FREE (outside)
  • Meriken Park FREE (outside)
  • Kobe Maritime Museum FREE (outside)
  • Ali’s Halal Kitchen (Set B) ¥1,250
  • Kobe Muslim Mosque FREE
  • Kitano Ijinkan-dori Street (3 houses) ¥1,400
  • Kobe Nunobiki Herb Gardens & Ropeway ¥1,120
  • Manneken waffle ¥1,077 (1 box)
  • TOTAL Budget ¥11,447

Gallery

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Uzo-no-Michi

Jalan-jalan ke Tokushima, tak lengkap jika belum mampir ke Jembatan Onaruto (landmark-nya Tokushima) yang unik dan serba guna. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo, tapi juga menjadi salah satu objek wisata dengan fenomena alam yang luar biasa, siapa lagi kalau bukan si uzu (pusaran) nan kece badai.

Jembatan ini juga fungsional, lho.. Bagian atasnya dipakai untuk lalu lintas, sementara sisi bawahnya yang menyerupai terowongan (dengan panjang jalan 450 meter) dijadikan objek wisata, namanya uzu no mici.

Disini, bagian dindingnya yang lepas menghadap laut didominasi oleh kaca. Jadi, tak heran para pengunjung begitu takjub dimanjakan oleh pesona full laut! Dan, yang tak kalah menarik, bagian lantainya terbuat dari kaca di titik-titik tertentu yang disebut dengan observation room, tentunya tepat di atas lokasi pusaran air. So, kita bisa melihat si uzu dari ketinggian 45 meter dari permukaan laut!

Fasilitas

Di uzu no michi ini disediakan fasilitas seperti teropong jarak jauh (seperti yang ada di Tugu Monas, Jakarta), GRATIS! Lalu juga ada papan bergambar anime lucu yang bagian kepalanya dilobangi, apalagi kalau bukan sarana buat bereksis-ria pastinya, GRATIS!

Akses

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Dari halte Naruto Park, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan mendaki anak tangga yang ada disebelah toko omiyage. Sementara, dari pelabuhan mini tempat menaiki fune (kapal) yang digunakan untuk berinteraksi dengan si uzu, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit. Menurut informasi dari beberapa sumber, jika tidak memiliki kendaraan, bisa menggunakan jasa taxi dengan menempuh waktu sekitar 15 menit.

Tiket (Insert)

  • Perorangan:
    • Umum ¥510
    • Pelajar (usia 13-18 th) ¥410
    • Anak-anak (6-12 th) ¥250
  • Grup (20 orang atau lebih)
    • Umum ¥410
    • Pelajar (13-18 th) ¥320
    • Anak-anak (6-12 th) ¥200

Waktu

Uzu-no-Michi buka pukul 09.00-18.00 (waktu se tempat). Pada 1 oktober hingga akhir februari, di musim dinginnya jepang, buka pukul 09.00-17.00. Dengan catatan, masih bisa masuk 30 menit sebelum tutup. Tempat ini libur pada hari senin kedua di bulan maret, juni, september dan desember. Selain itu, di hari golden week (3-5 May) atau hari libur musim panas (natsu yasumi), buka dari pukul 08.00-19.00.

Kuliner & Omiyage

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari lokasi, ada warung aneka kuliner dan oleh-oleh. Salah satunya udon dengan harga berkisar ¥500. Dibagian belakang sebelah luar warung ini, tampak pemandangan lepas Jembatan Onaruto. Disini juga tersedia teropong jarak jauh berbayar.

Selain ini, sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) juga ada sebuah toko omiyage  yang juga menyediakan udon dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Pusat omiyage terbesar berada di seberang tempat parkir, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan menaiki anak tangga dari halte Naruto Park. Disini tersedia aneka makanan khas Tokushima yang didominasi oleh imo (ubi berkulit ungu dengan isi putih kuning, hasil pertanian utama di Tokushima), seperti manju (kue mirip dorayaki, kue-nya  kartun doraemon, tapi dalam versi mini), osato (gula dengan pengolahan tradisional), dll.

Gallery

Kamus (Dictionary)

  • 辞書 /jisho/ = Kamus (dictionary)
  • 渦の道 /Uzu-no-Michi/ = Onaruto Bridge Floating Prominade
  • 渦 /uzu/ = Pusaran air (Whirlpools)
  • Observation room = Ruang observasi
  • 船 /fune/ = Kapal (Ship)
  • 夏休み /natsu yasumi/ = Libur musim panas (Summer holidays)
  • 冬 /fuyu/ = Musim dingin (Winter)
  • 乗り場 /noriba/ = Halte, tempat pemberhentian/penantian bus
  • 鳴門公園 /naruto kouen/ = Taman Naruto (Naruto Park)
  • アニメ /anime/ = Cartoon /kartun/
  • うどん /udon/ = Udong, mie gepeng dan lebar khas jepang
  • お鳴門橋 /onarutohashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge)
  • Insert = Masuk (biasanya berhubungan dengan admission)
  • Golden week = Hari libur berturut-turut di Jepang pada tanggal 3-5 May setiap tahun
  • Admission = Pendaftaran (biasanya bergubungan dengan pembelian tiket)
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh

Kebun Raya Bogor

12.04 Dari Stasiun Bogor, kita naik angkot hijau ngejreng (hijau daun stabilo) 02 (Sukasari-Bubulak).

12.12 Karena suatu hal, kita sempat berhenti dijalan dan naik angkot sekali lagi. Akhirnya, kita sampai di pintu IV, tapi kok sepi?? Jangan-jangan tutup?! Ternyata, ada pengumumannya, cuma pintu I yang buka.

Kita bertanya pada mbak yang ada dikantoran dekat situ. Jadi kita mesti naik angkot 08 atau 05 menuju Pintu I.

Sampai di Pintu I, kita masuk dengan insert @ Rp 15.000,-. Tarif masuk berbeda-beda tergantung kriterianya. Ini dia:

Welcome to Kebun Raya Bogor 😉

Meican sempat meminta kita untuk tidak lanjut kesini, karena sepi.. Tapi, karena saya dan Weni memilih tetap lanjut, dia akhirnya ikut juga dengan enggan 😀

Kebetulan banget nih, kita liat plang Rafflesia Arnoldi.. Tapi sayang, Cuma plang doang, bunganya dicari-cari ga ketemu, huft..

Kita lanjutin perjalanan ke lorong unik yang terbentuk dari dahan pohon bambu yang menyatu, serasa berada di film-film seperti Narnia 😀

Kemudian, saya melihat sekumpulan tugu yang kesannya seperti.. patung-patung di kuburan tertentu! Hm, tidak mungkin.. Tapi memang sih suasana disini kental aura sunyi.. Saya sibuk jepret-jepret, sementara dua teman saya tampak berdiri cukup jauh dari saya dan terkesan mau cepat-cepat pergi dari sini, mereka bicara seperti berbisik dan tampak was-was memperhatikan sekitar. Hm, never mind, saya tetap mengambil beberapa foto dan mulai mendekati bagian informasi tertulisnya, ternyata.. ini.. Makam Belanda!! Tak ingin menyediakan ruang untuk panik, saya optimis tidak ada yang aneh dan tetap mengambil foto sejarah makam ini. Lalu lanjut bergabung bersama Meican dan Weni. Setelah cukup jauh kita berjalan, baru Meican buka suara kalau dia sempat searching dan dapat info bahwa Makam Belanda ini merupakan salah satu tempat yang terangker di Kebun Raya Bogor.. Tapi syukurlah, sejauh ini kita aman.. 🙂 Memang, sekarang saya baru sadar kalau foto-foto tugu yang saya ambil itu hasilnya blur semua, kecuali bagian infonya, hm.. mungkin saya kurang bagus tadi ngambilnya 😉

Ini arah selanjutnya:

Kita sempat mampir di pekarangan sebelah luar Istana Kepresidenan Bogor. Disini udah standby seorang bapak-bapak fotografer, jadi kalau kamu ga bawa kamera ataupun lagi lowbat, ga perlu pusing mendokumentasikannya 😉 Saya sempat bercanda sama si Bapak, nanyain, bisa nggak kita masuk kesana. Si Bapak bilang “Ga bisa atuh neng, kan bapak presiden lagi di kediaman ini sekarang”. 😀 Mungkin si Bapak malah mengira kalau kita-kita ini ngeyel kesini, haha..

Nah, ini dia Danau Gunting.. Kenapa diberi nama demikian? Karena dia berbentuk gunting jika dilihat dari udara. Konon, lokasi ini menjadi salah satu tempat terangker di Kebun Raya Bogor. Katanya nih, danau ini tidak bisa dibersihkan, karena dahulu ada eskavator yang patah, konon ada makhluk halus disana. Ini didukung oleh pengakuan satpam dan petugas kebersihan yang sering melihat penampakan noni Belanda di tengah danau. Namun, saya pribadi juga teman2, merasa adem banget nih disini, suasananya tenang, sejuk dan damai =)

Next..

Capek berjalan, kita menunggu bus keliling yang difasilitasi oleh Kebun Raya Bogor ini. Tapi ditunggu-tunggu, tidak pernah kelihatan. Padahal, awalnya kita pikir mereka tidak beroperasi karena pengunjung sepi, tapi kita sempat melihat ada yang melintas sekitar 2 mobil dengan rentang yang cukup jauh saat kita berkeliling. Sudah cukup lama berdiri disimpang ini, akhirnya muncul satu, tapi mereka tidak mau berhenti, padahal masih banyak tempat yang kosong. Dengan kecewa kita meneruskan perjalanan dengan lunglai. Saking capeknya, saya lebih suka jalan ngeker (tanpa sepatu) dan walhasil kena tusuk duri sawit, bah..

Di sepanjang jalan yang tak jelas ujungnya, kita hanya terus melangkah gontai dan baru merasa diberi angin sorga ketika melihat ada seorang penjada toilet di sisi kiri jalan. Namun, bukannya pencerah, kita malah dapat kabar buruk, bus keliling itu cuma bisa dinaiki di gerbang aja dan tidak akan pernah berhenti di jalan.. “What???” Sempat merasa tak adil, wong tadi kita di gerbang ga liat tuh ada bus itu 😥 Apa boleh buat, kapan lagi marathon seharian begini, lumayan juga nurunin kolesterol 😀

Kita beristirahat cukup lama di bangku depan Pohon Kenari. Setelah saya perhatikan, pohonnya unik, guys.. Buahnya bertebaran di sekitar pohon, bahkan sampai ke sisi jalan dekat tempat kami duduk. Cuma memang, rata-rata yang ditemkan udah membusuk. Mau niatan ambil 1 buat ditanam di rumah, hee.. tapi ga jadi.. Ini dia..

Pernah dengar Jembatan Merah Bogor yang terkenal itu? Nah, ini dia..

Lanjut..

Oya, di mushalla itu, kita liat hari masih sekitar pukul setengah tigaan, jagi kita rehat dulu di beranda depan mesjid. Ada suara gemericik air, dikelilingi oleh pepohonan aneka warna, tenang.. adem.. waaah.. nyaman… Kontan kita guling-gulingan di tembok pelatarannya, waaah.. capek… Mulai ga peduli tuh sama yang lewat, kita mulai mirip tuna wisma deh kayaknya, hee.. Tapi, sesekali kita gemerubuk juga kala ada yang datang, ga enak kalau terlihat tidak sopan 😀 Bahkan, penjaga mesjidnya beberapa kali mondar-mandir ngeliatin kita, mungkin dia heran, gelis-gelis tapi nongkrongnya cak orang gelandangan, hahaa.. Tapi wajarlah dia begitu 😀 Tiap bentar kita liatin jam nungguin waktu Ashar, lama rasanya..

Abis shalat, sekitar jam 4-an, kita go buat beli oleh-oleh khas Bogor. Dari promo Weni nih, disini khasnya Roti Unyil dan Kue Lapis Bogor, abis itu baru deh nyari tempat berbuka, yang ada kuliner khas Bogor juga dong tentunya. Cus..

Beberapa foto memang agak gelap yah.. Ga cuma batrei nih yang low, memori juga full 😀 Kita lama disini rehat sekaligus narsisan juga..

Semangat 45 mau nyari oleh-oleh, rasa penat mulai tersingkir.. Eh, pas kita keluar, sekitar pukul 5-an, sampai di Gerbang I, udah tutup chuy… Pantes sepi banget.. Hallaaa… Kemungkinannya cuma 2, kita terkurung atau mesti lewat pintu lain?! Kalau terkurung mah enggak mungkin bangett.. Tapi kalau pintu keluarnya dialihkan mah bisa jadi.. Kita jalan kesana-kemari menduga-duga. Memang ada plang kluar, cuma disana dibilang untuk kendaraan?! Karena ga ada pilihan, kita ikutin aja jalur exit itu, dan.. kita sampai di Gerbang IV!!! Subhanallah.. perjuangan yang super!!