Category Archives: Holliday

Yuhuuuu… Holliday….!! Refresh our mind.. ;)

Refreshing ke GOR Rawamangun

Di Jakarta, ada beberapa tempat yang recommended buat refreshing. Khususnya bagi pecinta olahraga, ada banyak fasilitas umum yang bisa digunakan secara gratis!

Salah satu destinasi yang dimaksud ada di GOR Rawamangun. Tempat ini dikenal juga dengan nama Gelora Rawamangun, GOR Pemuda, Gelanggang Olahraga Rawamangun, GOR Balap Sepeda Rawamangun atau GOR Velodrome.

Fasilitas

Di dalam kawasan ini ada GOR, taman bermain yang adem lengkap dengan kursi taman dan dekorasi nan unik, Jakarta International Velodrome a.k.a Gelanggang Olahraga Velodrome, Stasiun LRT Velodrome, Lapangan Basket, Gedung Squash, Kolam Renang, Lapangan Tenis Indoor & Outdoor, fasilitas olahraga outdoor, fasilitas pendukung olahraga, batu pijakan relaksasi, dll.

Masing-masing gedung menyediakan berbagai fasilitas lainnya yang tak kalah lengkap, seperti: TOILET pria & wanita, loker, lobby, tempat duduk penonton, lapangan olahraga, kantin, mushalla bagi yang muslim, dsb.

Jakarta International Velodrome

Jakarta International Velodrome a.k.a Gelanggang Olahraga Velodrome adalah salah satu gedung iconic yang paling disukai oleh para pengunjung.

Memang tidak boleh sembarang orang bisa masuk, tapi berada di berandanya saja sungguh mengagumkan, view-nya kece badai!! Kita bisa melihat taman yang apik, 20 lebih tiang bendera yang terpancang rapi, juga LRT yang sesekali melintas di Stasiun LRT Velodrome.

Walaupun tidak bisa masuk, kita bisa mengintip bagian dalam gelanggang balap sepeda ini dari pintu kaca, dinding di sisi pintu masuk masih menyisakan lukisan icon ASEAN Games 2018 yang masih colorful, ngangenin yaa.. Selain itu, deretan kursi tampak tersusun dengan sangat rapi di dalam Velodrome yang di tengahnya ada arena melengkung tempat balap sepeda.

Event

Kompleks fasilitas olahraga yang luas ini menjadi bagian dalam pesta olahraga ASEAN Games 2018. Tak heran, jika pengunjung masih banyak menemukan sisa-sisa icon ASEAN Games yang sukses digelar di tahun lalu itu.

Lain-lain

Antusiasme masyarakat di Jakarta untuk berolahraga juga patut diacungi jempol, terlihat dari ramainya GOR Rawamangun, terutama di akhir pekan. Bukan hal yang aneh, bila melihat ada yang rela ngantri untuk menggunakan fasilitas olahraga yang ada di sisi kanan pintu masuk. Jika ada senam, yang ikut sampai memenuhi jalan di depan GOR.

Tak hanya fasilitasnya yang luar biasa lengkap dan memadai, di GOR juga ada beberapa stand kuliner buat yang mungkin mau sarapan atau sekedar membeli air meneral untuk pelepas dahaga.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, bisa ditempuh dengan Transjakarta (busway) berhenti di Halte Velodrome dan berjalan kaki menelusuri JPO beberapa menit. Budget yang dibutuhkan ekonomis, sekitar Rp 7.000,- PP.

Kamus

  • JPO = Jembatan Penyeberangan Orang
  • PP = Pulang-pergi
  • GOR = Gelanggang Olahraga

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho 👉 Pohon

Catatan

  • Mulai dari tanggal 21 Oktober 2019 s/d SELESAI, ada perbaikan di GOR. Jadi, arena lari ini tutup sementara waktu hingga perbaikan selesai.
  • Biasanya, mulai dari kaki JPO hingga depan pintu masuk ada beberapa pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan, namun entah mulai ditertipkan atau bagaimana, mulai terlihat sepi. Beberapa mobil aparat terlihat standbye di sekitar pintu masuk GOR.

Rekomendasi Link

Kungfu Cha ‘Seni Meminum Teh ala Taiwan’

Pernahkan Anda mendengar tentang ‘kungfu cha’? Mungkin mendengar kungfu sudah familiar ya ketimbang kungfu cha?!


Sore ini, ketika saya bersama seorang teman sedang melintasi sebuah toko teh taiwan yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka, tiba-tiba langkah kaki kami terhenti sewaktu melihat salah satu set minum teh, antik.. Terlebih, lagi ada diskon!

Awalnya kami mampir hanya sekedar melihat-lihat saja. Semua peralatan penyajian teh yang seperti bernuansa cina itu bikin salfok! Cantik banget..

Setelah berkeliling, dengan ramah seorang karyawan toko menawarkan kami untuk menyicipi teh. Dengan semangat 45, kami langsung mengiyakan.

Kami kira, tehnya bakal dituang dari teko dan langsung diminum. Eh, ternyata, karyawannya mempersilahkan kami duduk (kursinyapun antik!) dan kami menyaksikan penyajian teh yang menakjubkan..

Sesi Pertama

Sesi ini dimulai dari persiapan peralatan. Karyawan tersebut meletakkan nampan kecil masing-masing dihadapan kami. Bukan hanya kami, iapun ikut menaruhnya di hadapannya. Dengan alat menyerupai pinset, gelas kecil dikeluarkan dari steam.

Ia mengelap bagian bawah gelas ke sebuah handuk yang sengaja diletakkan dengan posisi terbuka di atas meja dan menaruhnya diatas nampan kami satu per satu. Cara yang samapun dilakukan untuk cawan kecil yang kemudian ditaruh di atas nampan (di sebelah kiri gelas).

Lalu, karyawan itu mengambil guci kecil tertutup dan membukanya. Ternyata, isinya adalah teh!

Daun teh yang sudah kering dituangkan dari guci ke sendok takar yang terbuat dari kayu. Penuangan inipun bukan asal tuang, digerakkan seperti setengah lingkaran hingga daun teh tertuang dengan teratur. Setelah itu, ada lagi alat seperti stik yang digunakan untuk menggiring bongkahan kecil daun teh dari sendok takar ke dalam cawan yang berukuran lebih besar. Teh tersebut diseduh dengan air hangat, lalu cawan ditutup.

Setelah didiamkan sekitar 15 menit, tutup cawan sedikit dimiringkan, teh ditiriskan ke dalam poci terbuka. Bagian bawah poci dilap dengan handuk. Baru kemudian teh dituang ke gelas dengan cara yang khas.

Eits, jangan langsung main minum aja, cawan kecil ditaruh ke atas gelas berisi teh, kemudian dibalikkan. Gelas dibuka dengan gerakan sedikit memutar dan diangkat.

Kebetulan teh yang kami request adalah teh oolong dengan aroma jasmine. Gelas kecil yang sudah kosong bisa dicium aromanya, wangi jasmin dan segarnya dedaunan.. Gelas ini kemudian dipegang dengan kedua tangan dan boleh digulirkan hingga lengan untuk memberikan efek relaksasi.

Sesi Selanjutnya

Berbeda dengan sesi pertama, di sesi kedua dan seterusnya, tinggal menyeduh air hangat ke cawan berpenutup. Lalu dituang ke poci terbuka, bagian bawah poci di lap dengan handuk. Selanjutnya teh dituangkan ke cawan kecil, bisa langsung diminum.

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho 👉 Kungfu Cha

Catatan

  • Kungfu Cha bukan hanya sekedar seni meminum teh saja, ini bermakna penghormatan tuan rumah kepada tamu dan juga pengikat hubungan silaturrahim.
  • Gemericik air teh yang dituangkan juga mampu memberi efek relaks, maka sebaiknya minum teh dilakukan di tempat yang tenang.
  • Teh oolong ini bisa diseduh hingga 4x. Bentuknya yang kering berwarna hitam akan berubah menjadi kehijauan. Ampasnya bisa digunakan untuk masker.
  • Cara menuang teh, memegang gelas kecil dan cawan kecilpun ada caranya.
  • Dari beberapa sumber, ‘kungfu cha’ dikenal sebagai seni menyeduh teh secara tradisional ala cina.
  • Berhubungan dengan kungfu cha, mungkin bakal ada kosakata cucing, yang merupakan cangkir mungil untuk minum teh cina.

Referensi

  • Karyawan Teh Enam Tiga
  • Sumber lainnya

Nongkrong Seru di Perpusnas

Hayo looo.. Siapa yang belum pernah mampir kesini? Nggak ada salahnya ngeluangin waktu dan nyobain mampir barang sekali-kali, dijamin nagih!! Gimana enggak, tempatnya nyaman bangett..

Biasanya, kalau udah ngedenger kosakata ‘pustaka’ pasti bakal ngebayangin tempat yang monoton dengan segudang buku yang bikin para non-kutu buku uring-uringan dan lebih memilih bersantai-ria ditemanin gadget. Tapi NO buat Perpusnas.

Apa bedanya??

Dari gedungnya aja udah unik, di pelataran perpusnas didesain santai, masuk ke lobi suasananya adem dan menarik pengunjung untuk melihat lantai demi lantai, ada loker penyimpanan barang, ada cafe, daaaan… banyak lagi yang pokoknya sangat menarik!

*

Jangan bilang masih ada yang belum tau apa itu Perpusnas. Tapi kalau belum taupun juga nggak masalah, bakal dikasih tau kok.

Perpusnas itu singkatan dari Perpustakaan Nasional. Pustaka yang dimaksud adalah Perpustakaan Nasional RI.

Untuk lokasi, mungkin banyak yang lebih familiar dengan Perpusnas yang lama di Salemba. Tapi, akhir tahun 2018 lalu sudah dibangun ulang gedung Perpusnas yang baru dan ada hingga saat ini di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, RT.11/RW.2, Gambir, Senen, Jakarta.

Akses

Lokasi bisa diakses dengan Busway (Trans Jakarta). Ambil rute Monas dan turun di depan Balai Kota. Bajet sangat ekonomis Rp 3.500,- saja.

Dari halte sudah tampak gedungnya yang khas. Nyeberang. Bila lampu lalu lintas belum menunjukkan gambar pejalan kaki berwarna hijau, tekan tombol yang ada di tiang lampu merah, tunggu sampai icon pejalan kaki muncul.

Cara Masuk

Sampai di seberang, ada gedung bertuliskan PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Masuk ke gedung bergaya Belanda, ikuti pemeriksaan dari security di pintu masuk. Biasanya, petugas bakal minta pengunjung untuk membuka tas bawaan buat diperiksa, kemudian masuk dengan melewati mesin pendeteksi (mirip screening sewaktu check-in di bandara).

Di gedung ala tempoe doeloe ini, ada foto-foto Presiden Jokowi beserta berbagai koleksi foto kunjungan resmi, ada miniatur digital dan modern, dll. Ini menarik dan pastinya gratis!

Keluar dari gedung, jalan beberapa langkah memasuki pelataran gedung Perpusnas. Masuk ke lobi.

Loker Penyimpanan

Di lobi, titipkan bawaan di sebelah kanan pintu masuk. Penitipan terbagi 2, jadi kalau di depan penuh, jangan kuatir, masih ada satu lagi di sayap kanan sebelah belakang.

Terima kunci loker dari staf di meja penitipan. Khusus bagi pengunjung yang membawa laptop atau notebook, dipinjamkan tas transparan. Bawa barang-barang berharga dan seperlunya, kemudian sisanya masukin loker.

Masing-masing loker ada nomornya. Dan, pengunjung makin dipermudah dengan adanya informasi pengelompokan nomor loker yang ditempel di loker yang terdekat dengan pintu masuk. Misal, nomor kita 53, tinggal lihat di deretan 1-100.

Setelah selesai, ambil barang, kunci loker dan tas transparan laptop tinggal dikembalikan pada staf di meja penitipan.

Layanan

Gedung Perpusnas terdiri dari 24 lantai yang memiliki fungsi masing-masing di setiap lantainya. Berikut layanan yang dimaksud.

  • Lantai 1 Lobi Hall & Display
  • Lantai 2 Layanan Keanggotaan & Penelusuran Informasi
  • Lantai 3 Zona Promosi Budaya Gemar Membaca
  • Lantai 4 Area Pameran & Kantin
  • Lantai 5 Perkantoran
  • Lantai 6
    • Data Center
    • Mushalla
  • Lantai 7 Layanan Koleksi Anak, Lansia & Disabilitas
  • Lantai 8 Layanan Koleksi Audiovisual
  • Lantai 9 Layanan Koleksi Naskah Nusantara
  • Lantai 10 Penyimpanan Koleksi Deposit
  • Lantai 11 Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
  • Lantai 12 Ruang Baca Koleksi Deposit.
  • Lantai 12A Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup.
  • Lantai 14 Layanan Koleksi Buku Langka
  • Lantai 15 Layanan Koleksi Referens
  • Lantai 16 Layanan Koleksi Foto, Peta & Lukisan
  • Lantai 17 AIPI
  • Lantai 18 AIPI
  • Lantai 19 Layanan Multimedia
  • Lantai 20
    • Layanan Koleksi Berkala Mutakhir
    • Layanan Koleksi Manca Negara dan Ilmu Perpustakaan
  • Lantai 21 Layanan Koleksi Monograf Terbuka [KLAS 000 – 499]
  • Lantai 22 Layanan Kokeksi Monograf Terbuka [KLAS 500 – 999]
  • Lantai 23 Layanan Koleksi Majalah Terjilid
  • Lantai 24 Layanan Koleksi Budaya Nusantara & Eksekutif Lounge

Pendaftaran & Kartu Keanggotaan

Pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota Perpusnas di lantai 2. Disini tersedia beberapa komputer yang cukup banyak untuk pendaftaran mandiri dan gratis.

  • Tempat pendaftaran ini ada di sebelah kiri keluar dari area lift. Langsung saja menuju komputer. Yang perlu disediakan adalah KTP.
  • Isi biodata, terutama yang dikasih bintang: *(Wajib diisi).
  • Setelah selesai, klik DAFTAR.
  • Ambil nomer antrian yang dicetak otomatis disamping komputer.
  • Antri dan tunggu dipanggil sesuai nomer antrian (mirip dengan antrean di Bank).
  • Apabila sudah dipanggil, duduk sesuai konter yang telah ditentukan (nomor antri dan posisi konter ada di layar TV ukuran sedang di bagian atas konter).
    • Catatan: tidak boleh memindahkan kursi dari tempat awal, walaupun hanya bergeser sedikit saja.
  • Di konter, bakal ditanya nama ibu kandung, dilakukan pengambilan foto dan cetak kartu.
  • Kartu bisa langsung jadi dan pengunjung sudah menjadi anggota Perpusnas.

Mudah, kan?! Akan lebih mudah lagi buat pengunjung yang sebelumnya sudah pernah menjadi anggota perpusnas (di gedung lama). Tinggal konfirmasi ke meja informasi, dengan ramah staf akan memandu menuju konter untuk cetak ulang kartu, tapi tetep kudu ngantri yaa..

Sementara, walaupun sudah memiliki kartu keanggotaan di Perpusnas ini, sayang sekali layanan peminjaman buku memang belum tersedia, pengunjung masih belum bisa meminjam buku untuk dibawa pulang.

“Apa gunanya dong punya kartu anggota?” Menurut salah satu staf, gunanya untuk penggunaan layanan multi media dan masuk ke beberapa layanan koleksi lainnya.

Ruang Baca Umum

Ruang baca umum ada di lantai 21 & 22. Disini koleksi buku-buku buanyaak..

Buat para non-kutu buku, silahkan dicoba. Tempat ini beda jauh dari pustaka yang selama ini sering kita datangi.

Udah gitu, suasananya nyamaaan bangett seolah membius pengunjung untuk berlama-lama nongkrong sampai lupa waktu.

Saking betahnya, kan biasanya di 30 menit sebelum jam kunjungan berakhir suka diumumkan kalau perpus akan tutup di jam bla bla bla, bahkan di detik-detik terakhirpun pengunjung masih saja nempel di posisinya dan mulai bergegas ngantri di lift setelah staf beres-beres.

Nonton Bareng

Bagi penikmat film, jangan sampai lewatin yang satu ini. Jadi ceritanya ke Perpusnas itu nggak melulu soal baca buku, tapi juga NOBAR alias Nonton Bareng.

Untuk jadwal film bisa dilihat di lobi, sebelah kiri sebelum masuk area lift. Kita bisa nonton film yang telah disediakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Fasilitas

Tak hanya aneka koleksinya yang luar biasa menarik, Perpusnas juga memanjakan pengunjungnya dengan akses free wi-fi yang cepat. Bagi yang belum tau pasword-nya bisa ditanyakan ke bagian informasi yang ada di lantai tersebut (biasanya ada di depan area lift).

Bagi yang muslim, bisa shalat di lantai 6. Mushallanya bersih dan nyaman… TOILETnya ada di luar, tapi untuk berwudlu ada tempat khusus disediakan di dalam mushalla. Mushalla dipisah dengan pembatas antara perempuan dan laki-laki. Di luar mushalla ada kursi yang dibagian bawahnya bisa menaruh sepatu. Ada beberapa sofa juga untuk duduk-duduk.

Masing banyak lagi fasilitas lainnya yang tak bisa disebutkan 1/1. Mungkin bisa teman-teman lihat sendiri saat berkunjung nanti.

Jadwal Operasional

Perpusnas buka setiap hari, kecuali hari libur nasional (termasuk hari besar) dan cuti bersama.

  • Senin-Kamis 08.30-18.00 WIB
  • Jum’at 09.00-18.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 500
  • Sabtu-Minggu 09.00-16.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 400

Gallery

Catatan

Di Bulan Ramadhan 1440H/2019, Perpusnas memiliki jadwal berbeda. Terhitung dari tanggal 26 April 2019:

  • Senin-Kamis 07.30-14.30 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB
  • Jum’at 07.30-15.00 WIB
    • Jam istirahat 11.30-12.30 WIB
  • Sabtu-Minggu 08.30-14.00 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB

Adanya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019 ini, Perpusnas tutup dari tanggal 1-9 Juni dan buka kembali pada tanggal 10 Juni.

Related Link

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

  • Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
  • Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
  • Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
  • Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
  • Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s).
  • Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000).
  • Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
  • Masukkan No. HP dan pilih NEXT
  • Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment MethodDEBIT/CREDIT CARDPREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
  • Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
  • Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
  • Sentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
  • Sentuh Search.
  • Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
  • Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
  • Sentuh kolom Continue.
  • Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
  • Untuk payment, pilih Online PaymentIndirect PaymentVirtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
  • Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
  • Klik Confirm.
  • Lengkapi data kartu debit/kredit.
  • Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
  • Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
  • Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
  • Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery

Kumpul Bareng Penikmat Kopi

Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

Akses ke Rumoeh Kupie

Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

Fasilitas

Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

Ngopi Hari Ini

Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

Berbagai Hal Tentang Kopi

Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

Hunting Kuliner

Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

Gallery

Catatan

Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..😆

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  🤤 Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” 😬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

  • Booking pesawat, tips:
    • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
    • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
    • Pilih booking sesuai kebutuhan.
      • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
      • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
      • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
  • Booking hotel, tips:
    • Cari referensi:
      • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
      • Lihat review hotel/hostel vis internet
    • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
    • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
    • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
    • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

Siapkan Persyaratan

  • Passport (paspor)
  • Residence Card
  • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
  • Foto 4,5cm x 3,5cm
  • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
  • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

Pengurusan VISA

  • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
  • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
    • Ikuti panduan dari security/satpam disana
    • Ambil nomor antrian
    • Isi formulir
    • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
    • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis ¥4.400
    • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
  • Waktu pengambilan VISA
    • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
    • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

Kamus

  • 着払い /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • 在職証明書 /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
  • コンビニ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

Catatan

  • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
  • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
  • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
  • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

 

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket ¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket ¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

  • Website resmi JR四国 dalam bahasa inggris, korea & cina.

Nasi Bakar di Kantin UMY

Menu yang maknyus begini nemunya di kantin UMY (Universitas Muhamadiyah Yogyakarta) Jogja. Tak hanya menjadi lokasi makan, kantin ini juga menjadi tempat nongkrongnya mahasiswa kampus yang berslogan ‘Muda Mendunia’ itu.

Cara belinya, pesan dulu ke warung (jenis nasi, kombinasi lauk & minuman), bayar ke kasir, serahkan struk pembayaran ke warung yang bersangkutan dan tunggu deh di meja yang dipilih. Harganya berkisar Rp 14.000,-.

Di kantin ini boleh dibilang bazar kulinernya UMY! Karena menyediakan aneka hidangan yang wenak.. Warung lainnya menawarkan pempek, berbagai jenis jus, dan sebagainya.

Buat yang muslim, kantin ini berlokasi tak jauh dari mesjid. Jadi, bagi yang udah kenyang jangan lupa ibadah yak 🙂

Gallery

Pulang Kampuang 2018 (Bagian 1)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba 😇 Padahal, menjelang hari ini butuh perjuangan rada sengit! 😬 Yah, begitulah nikmatnya merantau, kita belajar menghadapi segala sesuatu yang sering tak terduga 😜

Ini penerbangan internasional mandiri perdana (ribet nyebutnya 😆) saya nih.. Sebelum hari-H, saya udah survey sana-sini, mulai dari tempat turun bus, cara masuk bandara jepang, tempat wrapping, gate, dll. Saya telah mencatatnya dengan sangat rinci, takut sewaktu-waktu nyasar dan malah ketinggalan pesawat 😜

“Cinta Produk Dalam Negeri” Saya Pilih GARUDA

Memang banyak pesawat yang bisa dipilih untuk penerbangan Indonesia-Jepang. Tapi, bagi saya hanya ada 2 rekomendasi terbaik yaitu GARUDA atau JAL (Japan Airlines, GARUDA-nya jepang).

Pertama kali terbang ke jepang, saya sudah menggunakan JAL. Dan, sekarang saya ingin naik GARUDA 🙂 (Sekalipun banyak rekomendasi penerbangan murah dari teman-teman mancanegara, bahkan ada yang benar-benar murah tapi bagasi bayar sendiri 😜).

Kenapa saya pilih GARUDA? Pertama, semboyan “Cinta Produk Dalam Negeri(Saya yakin, maskapai kita ga kalah bagus kok dengan maskapai penerbangan dari negeri sakura) 😁☝🏻Kedua, lebih praktis! GARUDA ada di seluruh indonesia, jadi mau saya sampai pindah-pindah provinsipun ga bakal ribet, karena udah 1 maskapai untuk semua. Udah gitu free bagasipun lumayan 46 kg (belum lagi bisa bawa aneka tentengan ke kabin 😜). Dan, agen tiket langganan perantau di jepang memang yang paling populer juga GARUDA, lho..

Yang paling praktis, untuk pemula seperti saya, bisa konsultasi via chat dengan agen. Mau itu pembayaran, penggunaan GarudaMiles, cara check-in online, pengambilan bagasi yang udah check-in online, dll.

Check-in Sendiri

Meskipun saya tergolong orang yang awam sedunia tentang segala seluk-beluk penerbangan (sampe-sampe, sewaktu agen tiket saya bilang tax free, saya malah dengernya ‘taxpi’, oneng.. oneng..); saya itu pengen nyobain sesuatu yang menurut saya baru (check-in online & GarudaMiles), walaupun ada yang bilang ribet bla bla bla 😬

Saya upload aplikasi Garuda, daftar GarudaMiles, sampe nawarin sendiri ke agen saya kalo saya udah punya GarudaMiles dan minta panduan untuk tiket saya. Saya coba check-in sendiri, pilih tempat duduk sesuai keinginan (bangku kosong cuma tinggal 10 doang euy!! subarashii..), dan.. setelah melewati proses, ternyata mudah dan menyenangkan! Jadi semakin PeDe nih..

Sewaktu check-in online, untuk penerbangan Osaka Kansai International 🔜 Denpasar-Bali Ngurah Rai, maskapai GA883, seats-nya 2-4-2, saya pilih di 38G. Padahal saya pengen duduk dekat jendela, tapi udah full 😬 Alih-alih mau liat Gunung Fuji (lewat aja kagak 😆). Lalu, untuk Denpasar-Jogja, maskapai GA255, saya ngikutin bangku yang udah direkomendasiin aja di seats 21A, samping jendela 😜 (udah cam anak-anak nak piknik ajee).

Persiapan Omiyage

Namanya juga mudik (sekali seabad 😜), pulang kampung tanpa buah tangan itu kok ya hambar ya rasanya (macem iyee aje 🤣). Saya udah titip nih dari 3 bulan sebelumnya sama Tanaka Sensei (beliau udah kayak mak nya kite ☺️). Kebetulan rumah beliau deket dengan Supermarket DIO yang harga produknya sedikit lebih miring dari supermarket terdekat dari shelter kami. Biasanya yang dibeli disini aneka coklat dan snack-snack. Tapi, buat macha milk, lebih murah saangin di Supermarket KYOEI.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bukan endorse lo yee 😬☝🏻siapa tau aja ada teman-teman di Tokushima lagi nyari tempat rekomendasi oleh-oleh 😅

Tokushima 🔜 Osaka

Saking fokusnya dengan persiapan pulang, saya nyaris lupa beli tiket bus!! OMG.. Untungnya, masih punya waktu 2 minggu lagi.. giri-giri.. 😬

Saya mematahkan kegalauan antara cari aman ambil jam paling pagi atau yang bisa nyante ambil bus yang waktunya pas-pasan, akhirnya pilih yang aman (NANKAI BUS 04:45) 😁☝🏻

Di Tokushima, tiket bus bisa dibeli di Tokushima Station tepatnya di bangunan terbawah Daiwa Hotel, di loket bus yang ada di supermarket Takuto, atau di area Tokushima University (lebih murah buat yang ada kartu mahasiswanya). Untuk rute Tokushima Station 🔜 Kansai Airport Terminal 1, PP ¥7.400.

Katanya nih, harga tiket bus selain tergantung waktu pemesanan (jauh-jauh hari lebih murah), juga tergantung berapa lama kita ninggalin jepang. Lebih dari 2 minggu harga tiket bus lebih mahal. Tapi, saya pribadi tidak mendapatkan info langsung dari loketnya.

Pake Taxi

Dari shelter saya menuju Tokushima Station, saya pesan taxi, makluuum.. jadwal bus di Tokushima itu mulai operasionalnya sekitar pukul 7 🙁 Beda banget dengan di Indonesia (tepatnya di Padang) yang bus kota atau angkot kerennya masih ready sampe jam 10-an atau jam 5 subuh udah berlalu-lalang ria 😁

Sebenernya di Tokushima ini taxi yang paling murah adalah Konpira Taxi, bajet buka pintu hanya ¥410; tapi, saya lebih senang dengan NTS (yang bermarkas di Kuramoto Station itu, lho..🤓), bajet awal ¥560, operator dan sopirnya lebih komunikatif 🙂👍

Selain ini, sebelumnya yang sering dipesen adalah Akuigawa Taxi, hanya saja terkadang untung-untungan, kalo dapet operator bapak-bapak yang ngomongnya kayak kumur-kumur, beuh.. ampun dah, semua kosakata bahasa jepang saia menguap seketika 🤣✌🏻

  • 4:00 (waktu Tokushima). Menuju Tokushima Station dengan NTS Taxi, sopirnya perempuan euy, sampe stasiun kena ¥1760.
  • 4:20 Tokushima Station. Hanya saya makhluk yang terdampar disini 😅 Padahal masih subuh, tapi cuacanya udah panas! Makluuum, cuaca di Tokushima belakangan ini lagi ekstrim, tiba-tiba dingin lalu hujan eh sekarang fuanazz!!

Saya tidak tau kalau bagasi kudu ditaruh di depan pintu masuk ruang tunggu (jam segini belum buka), saya malah gerek-gerek lagi sampe loket tunggu yang ada label Kansai Airport-nya 😬 Untung aja petugas datang ga cuma ngasih tau doang, tapi ikut ngebantuin 😁 Makluum, Saya bawa tiga koper dengan semua size M, L & XL 🤣

  • 4:30 Petugas ngantriin koper, ngasi kode bagasi. Penumpang kedua datang. Kode koper ada 2, yang satu ditempel di koper/bagasi dan yang satu lagi kita yang pegang.
  • 4:33 Bus datang, petugas yang masukin koper (bukan kita).
  • 4:45 Jalan
  • 5:02 Halte Matsushige 1 (松茂1)
  • 5:05 Go.. Bapak yang tadi ngurusin bagasi turun dan tinggal, mungkin udah ga ada yang naik 😬 Mirip dengan sistem bus antar-provinsi di Indonesia yaa.. 😁☝🏻
  • 5:15 (TS5) Highway Naruto
  • 5:16 Go
  • TS4
  • TS3 Sumoto
  • 5:53 …

Mulai ngaco nih catatan perjalanannya, sempat tepar! 😅 Capek buangedh soalnya, belum lagi semalaman begadang gegara paranoid bakal kebablasan 😆

  • 7:45 Nyampe bandara (Kansai Airport).

Bagasi bus diturunkan dan kita liatin ke petugas nomer bagasi. Ambil troli dan masuk bandara. Menurut informasi dari teman saya, gate Garuda itu kecil, belok kiri dan jalan lurus, terus liat yang muka-muka Indonesia.

Tapi sebelum menuju counter Garuda, yang pasti, hal pertama yang saya lakukan setelah turun bus dan ambil bagasi adalah wrapping. Nah, itulah perlunya informasi, saya udah siap-siap nih yang kata si teman wrapping itu harganya mahal sampe ¥5.000 lebih, eh faktanya ¥1.000 kok ☺️ Yokatta.. “Kenapa harus diwrapping?? Padahal koper saya udah bagus kok, ada cover-nya lagi?!” Wrapping bagasi itu biar aman.. Setelah diukur, 2 koper size XL & M saya, kena ¥2000.

  • Garuda GA883, antri di loket F20-F24.

Untuk hari ini saya antri di gate F22 awalnya, eh yang ngantri di depan saya pada bubar dan balik ke F21, saya ikutin.. Ternyata, mereka yang pindah ini penerbangan yang delayed dari kemaren (17/7). Sementara, F22 untuk tempat yang belum check-in & F23 yang udah check-in online (termasuk saya, di layar TV mungil depan konter tertulis Baggage Drop Mobile/Internet Check-in).

  • City Check-in.
  • 8:39 Selesai boarding

Naaah, disini saya memulai aksi.. cari wajah-wajah indo yang bisa diajakin bareng.. Mono soalnya kalo sendirian, masa iya ngomong sama angin?! 😆

Saya beraniin nyapa itu ibuk-ibuk. Eh, ternyata ‘urang awak’!! MasyaAllah.. dunia emang sempit yak 🤩👍👍 Udah beribuk-ibuk ria, mbok ya ga cocok akirnya tak panggil uni dah 😅 Si uni abis liburan bareng keluarga. Meskipun beliau orang padang, mereka sekeluarga udah menetap di Bandung.. Surprisenya lagi, ini uni tetangganya sensei saya semasa masih tinggal di Padang!! 🤓 subarashii..

  • 9:18 Naik train (kereta api).

Saya udah nggak ngandalin catatan mungil, tinggal ngekorin uni sekeluarga nih 😇 Paling enggak, sampe bali bareng terus.. Mulai berasa aman.. 😁

  • 9:23 Sampai.
  • Tunggu di ruang tunggu.
  • 10:31 Antri masuk pesawat.
  • 10:40 Di pesawat, di bangku 38G udah ada air mineral kemasan merk Indonesia!! 🤩 Kangeeen.. 🤣
  • 40.000 kaki di atas permukaan laut, berawan sedikit guncangan (macem pertama kali naik pesawat aja 😆☝🏻).
  • 11:15 Berangkat..
  • 11:30 Pembagian pouch yang didalamnya berisi penutup mata, penutup telinga & kaos kaki. Saya cuma butuh penutup mata buat tidur 😅
  • 13:20 Launch (makan siang)

Kebetulan banget nih, lapeeer!!! Menu perdana saya di Garuda, ada gulai (indonesia bangedh!!) dan shomen (mie dingin ala jepang).

  • 15:20 Pembagian es krim. Hmmm.. yummy.. Es krim merk “meiji” ini boleh nih dikonsumsi bagi para muslim di jepang.
  • Pengumuman sampai di Bali. “Halloo Indonesiaa..” 🙂👋🏻

Welcome to Indonesia

  • 16:20 Mendarat..
  • 16:40 Turun
  • 17:50 (masih waktu Osaka, lupa nyetel jam 😬). Periksa pasport.
  • 17:30 (waktu Bali) Periksa paspor.
  • 17:35 Periksa tiket.

Sempat ngotot sama si uni, saya mau buru-buru coz waktu kita kan cuma sedikit 😅 Padahal, si uni sekeluarga mau ngajakin makan dulu. Saya mbok ya ngeyel 🤣

By the way, kalo udah nyampe Bali, saya punya visi nih, eng ing eng.. MAKAN KFC!!! 🤣🤣 Ga tau nih, ngalah-ngalahin bumil yang lagi ngidam aja. Pokoknya nyampe indo harus makan KFC!! Saya mutusin buat misah dulu dari si uni, sempat ketemu dan kenalan juga dengan rombongan indo lainnya (nikmat-Mu mana lagi yang kan hamba dustakan.. ketemu orang indo yang sama sekali ga kenalpun udah macem ketemu kerabat jauh yang udah lama ga ketemu aja 😇).

Balik lagi, kok KFC sih?! Mungkin, berawal dari waktu itu, pas bulan-bulan pertama sampe di Tokushima. Saya sendirian nih muter-muter di mall. Ga ada yang salah sih, cumaa.. perut saya laper euy! Nemulah KFC.. Halal nggak nih?! Jawabannya pasti enggak dong, kayaknya (karena waktu itu saya dikasih tau sama yang jualan karage, ayam tepung versi jepang, kalo karage itu bikinnya pake sake, saya lihat KFC ala jepang kok kayaknya karage banget ya?!).

Walhasil, bismillah.. Saya ga ada pilihan. Kebetulan waktu itu saya sama sekali belum punya referensi makanan mana aja yang udah boleh buat muslim di food court. Jadi saya belilah itu KFC, berharap rasanya paling enggak mirip sedikitlah sama yang di indo. Beeeuh.. makan 1, saya langsung kenyang.. Ini mah karage bukan KFC 😢 Yaa.. mereka nyesuai-in lah ya di negara mana mereka buka 😬

Pas nungguin barang, kita pada ke TOILET dulu. Baru aja mau masuk gerbang TOILET, aroma khas-nya langsung menyapa diikuti oleh komentar orang jepang di belakang kami “kusai!” sambil menutupi hidungnya. OMG.. Selesai dari TOILET, saya hanya tertegun.. dengan berat hati kasih emoticon ☹️ sesuai sikon TOILET.

  • 18:53 Cek masuk pesawat.

Masih ada waktu! Tapi ga nemu KFC.. ga papa deh, orang masih kenyang juga abis makan di Garuda tadi. Ntar nyampe jogja baru daah, hajjarrr!! 😁☝🏻

  • 19:05 1b boarding.
  • 19:16 Di pesawat.

Perbedaan waktu Bali & Jogja adalah 1 jam lebih lambat di Jogja. Saat ini jam di Bali 07:11 sementara di Jogja 06:12 (lama perjalanan 01:12).

Waktu dapetin snack, ada roti dan saya minta teh hangat. Waaah, tau aja nih saya suka manis, teh hangat yang saya terima dikasih 2 bungkus gula, dan rasanya pas! Saya celupin roti sedikit demi sedikit ke teh manis hangat, makannya nikmatin banget.. gilaaaa… “saya memang udah di indonesia..😇” berasa mimpi!

Sampe-sampe, snack kacang campurnya saya makan sedikit demi sedikit, takut rasa indo-nya hilang dalam sekejap 😂 Terakhir, ingat waktu jajan-jajan disekolahan, pas udah mau habis, sisa-sisa dibungkus plastiknya itu diangkat dan dituang ke mulut sampe ga ada sisa 😆

Karna bawaan saya cukup ribet, pas naik pesawat sampe turun lagi, dibantuin tau sama penumpang bangku belakang. Padahal kabinnya terjangkau dan saya nggak ngomong apa-apa, lho.. Saya terharu, guys.. saya bener-bener udah di indonesia!! Karena bagi saya, dimana-mana hanya orang indonesialah yang begitu, bantuin duluan sebelum diminta tolong. Makin bangga jadi Warga Indonesia 😇 (dimaklumin aja, berle-nya lagi kumat 😅).

Di ruang tunggu, pesawat saya berangkat duluan dari uni. Kita pisah.. Tapi insyaAllah silaturrahim tetap terjalin.. 🙂

  • 21:00 (waktu Jogja) Mendarat.. Dekorasi di Bandara Adisutjipto keren!! Berbagai rupa wayang berjejer di dinding sebelah kanan pintu keluar.
  • 21:08 Ambil bagasi.

Dijemput si bontot.. missed him so much!!😘😘 Gilak, perbandingan saya & unjut bontot ruarr bisah! Udah macem body guard aja nih dia 😆✌🏻

Transportasi Online

Kita menuju penginapan saya dengan transportasi online. Taxi di Bandara sini ga pake argo. Pas ditawar, kebetulan cukup mahal ke lokasi hotel saya.

Penginapan Murah di Jogja

Saya menginap di Hotel Desa Puri Syariah Jogja. Tempatnya nyaman.. 🙂 Recommended nih, bisa jadi referensi buat yang nyari penginapan murah di jogja.. Kamar saya twince dengan bajet Rp 140.000,-.

Fasilitas untuk twince ini ada 2 tempat tidur single, kamar mandi (shower) & TOILET duduk 1 set di dalam kamar (lengkap dengan sabun mandi), wastafel yang udah ready perlengkapan gosok gigi, 2 air mineral gratis (jadi yang kehausan bisa langsung minum 🤣), perlengkapan dan petunjuk shalat buat yang muslim.

Saya sengaja bawa baju pas-pasan, karena ngerasa bakal aman “kan di hotel ada baju ganti?!”. Gelo… gelo.. ngimpi!! 😅

Pesan Makanan Online

Karena udah kemaleman, kita pesan makanan via online aja. Kebetulan yang recommended hanya Aldan yang masih buka, gurame dan sambalnya mantep euy!!

Ini kelebihan indonesia.. kulinernya mantep bisa pesen online lagi.. 😇 Beda banget sama Tokushima yang delivery aja bisa dihitung dan itupun ga bisa kapanpun ☝🏻 Kalo di indonesia, salahsatunya aja di jogja ini, mau hujan badai sekalipun bisa tetep makan enak tinggal pesan online atau delivery. Tapi di jepang, khususnya tokushima, kalo hujan atau lewat waktu (jam bukapun tergantung masing-masing tempat) murii (mustahil), malah ga terima pesanan juga ada, lho..

Penyakit Musiman saat Traveling

Sayangnya.. tenggorokan saya mulai sakit nih.. biasa, kalo udah pindah-pindah tempat suka gitu.. Terancam ga bisa makan enak nih 😢

Uang Baru!!

Karena ada keperluan, saya bareng unjut bontot belanja di minimarket terdekat, tak jauh dari penginapan. Pas menerima kembalian, saya bingung.. 2 tahun ditinggal, uang udah baru semua!! Saya kudu kenalan dulu nih.. Suka cek nominal dulu sebelum bayar-bayar 😅

Kesan

  • Mau di Indonesia kek, Jepang kek, kampuang atau perantauan; tetep pasti ada plus-minus-nya. Mentang-mentang tinggal di negara yang lebih maju, jadi keder dengan negara sendiri, oh NO! Jangan sampai.. 🤓☝🏻

Kamus

  • Kampuang (bahasa minang) = Kampung
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station | Stasiun Tokushima.
  • よかった /yokatta/ = Syukurlah..
  • OMG = Oh My God..
  • Giri-giri berasal dari ぎりぎり時間 /giri-giri jikang/ = Udah mendekati waktunya.
  • お土産 /omiyage/ = Buah tangan/oleh-oleh.
  • Saangin (bahasa minang) = Sedikit.
  • Subarashii (bahasa jepang) = Luar biasa.
  • Mono = Bahasa slank-nya monoton.
  • Murii (bahasa jepang) = Mustahil, ga mungkin, berlebihan.

Tumis Sotong

Bahan

  • Sotong 2 potong
  • Tahu yang sudah digoreng
  • Bawang merah jepang (bawang bombay versi jepang)
  • Bawang putih
  • Cabe jawa (cabe merah gede)
  • Buah pala 1/2 biji
  • Tomat ukuran sedang
  • Merica bubuk
  • Udang kering
  • Parseli kering (kemasan instan)
  • Olive oil
  • Serei 1 batang
  • Daun jeruk 2 helai
  • Air perasan lemon
  • Garam

Persiapan

  • Potong cumi sesuai keinginan. Lumuri dengan sedikit air perasan lemon.
  • Potong tahu berbentuk dadu.
  • Cincang bawang putih dan ebi, pisahkan wadahnya.
  • Potong tomat dan serei dengan ukuran sedang, pisahkan wadahnya.
  • Iris bawang merah dengan ukuran sedang.
  • Potong cabe ukuran kecil.

Cara

  • Panaskan frying pan.
  • Tuang olive oil secukupnya.
  • Tumis bawang merah & bawang putih.
  • Tambahkan cabe, tomat, serei dan daun jeruk.
  • Tambahkan sotong, aduk rata.
  • Tambahkan udang tumbuk/cincang, tahu dan pala.
  • Bubuhkan parseli, merica bubuk dan garam secukupnya.
  • Tunggu hingga matang. Sesekali diaduk merata dan ditutup.
  • Setelah rasanya menyatu, angkat dan sajikan.