Category Archives: My Journey

Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Prolog

Tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu, begitu juga lebaran..

H+1 lebaran udah mudik ituuu berat yaa.. Tapi, bagi kita perantau, membagi waktu itu penting. Waktu bersama keluarga memang utama, tapi ada kewajiban lain yang menanti diseberang: kerjaan, hee.. ☺️

Bus NPM

Sebenernya, selain tiket pesawat yang akhir-akhir ini harganya naik drastis, saya memang sudah sejak lama berangan-angan ingin mencoba perjalanan Sumatera-Jawa dengan Bus. Mungkin bagi kebanyakan orang, itu melelahkan dan tak lebih hanya sekedar alternatif terakhir. Tapi, bagi saya, sepertinya itu sebuah perjalanan yang seru dan menyenangkan!! Apalagi, bisa naik Bus NPM, bus favorit saya sedari kecil.

Dulu, dimasa jayanya, perjalanan antar Kota Padang-Bukittinggi, kami menggunakan bus seperti Bus NPM (Naikilah Perusahaan Minang), Bus ANS dan bus lainnya. Namun, sekitar 13-15 tahun yang lalu, masa itu telah digantikan oleh mobil-mobil travel dan bus mini.

Dari bulan Maret saya sudah pesan tiket Bus NPM untuk Jakarta-Padang di Loket Bus NPM Terminal Pulo Gebang; tapi karena suatu hal, tiket tersebut dibatalkan.

Sementara untuk kembali nanti, keluarga saya sudah memesankan tiket Bus NPM untuk Bukittinggi-Jakarta di Loket Bus NPM Bukittinggi. [Sengaja saya ambil tanggal 7 (Jum’at) untuk memperkirakan sampai di Jakarta tanggal 9 (Minggu), sehingga tanggal 10 (Senin) sudah bisa beraktifitas kembali di rantau.]


7 Juni 2019 (Palembayan-Bukittinggi)

Libur lebaran yang singkat membuat waktu begitu cepat dan berarti. Walhasil, nggak bisa silaturrahim ke seluruh keluarga & handai taulan. Belum lagi, packing, hadeeeuh.. Rasanya pengen cepat kelar hari ini tapi tak ingin melewatkan setiap moment-nya (gimana sih?!😅)

Onigiri ala O

Bangun Subuh langsung siap-siap bekal. Saya memutuskan untuk membuat onigiri (nasi kepal ala jepang yang didalamnya diisi dengan lauk tertentu) versi saya.

Lauk yang saya gunakan adalah Samba Pensi (mungkin lebih familiar dengan nama Pensi Balado yaa) dan Rendang yang sudah saya suir-suir diaduk dengan rabuak (bumbu)-nya.

Sebaiknya nasi yang digunakan adalah nasi yang baru matang, tapi karena mengingat waktu, nasi yang saya pakai adalah nasi yang sudah dimasak dari tadi malam di magic com.

Plastik 1/4 di belah 2. Taruh nasi di atas plastik secukupnya, ratakan tapi jangan terlalu tipis. Taruh lauk (yang tidak mudah basi) secukupnya di tengah nasi, tambahkan nasi baru diatasnya. Tutup plastik dengan hati-hati dan bulatkan sampai mengepal. Bagi yang punya cetakan onigiri juga bagus, tergantung kreasi masing-masing.

Kenapa serba secukupnya? Karena, bila nasi terlalu banyak, bakal susah dihabiskan dan ujung-ujungnya malah dibuang, sayang kan?! Taruh nasi sekiranya habis untuk 1x makan, kalaupun dirasa porsi makannya memang banyak, menurut saya tetap buat beberapa buah dengan ukuran kecil agar mudah dibawa dan lebih efektif. Dan juga, bila lauk berlebihan, minyaknya mudah meleber dan nasi sulit menyatu.

Persiapan Lainnya

  • Suit case a.k.a koper atau travel back yang sudah dipacking dari tadi malam berisi barang-barang yang jarang atau nggak bakal dipakai di perjalanan. Karena tas bawaan saya terbatas, tetap saya masukkan pakaian ganti ke dalam koper (berharap koper yang memang khusus kabin bisa masuk kabin bus nantinya).
  • Tas tenteng berisi:
    • Pocket travel besar (didalamnya ada mukena, plasmina lebar dan hangat yang nantinya bisa dijadikan selimut atau syal), kaos kaki dan pakaian dalam.
    • Pocket travel laundry yang kecil saya isi dengan sabun cuci muka, odol dan pasta gigi (kalau bisa sediakan yang khusus travelling; saya bawa yang biasa karena yang khusus tertinggal di Padang).
  • Tas yang dilapisi aluminium foil atau tas biasa aja untuk khusus tempat makanan. Berisi:
    • Lauk, kebetulan yang saya bawa adalah rendang.
    • Onigiri ala O 4 bungkus.
    • Kue lebaran dibagi 2 bungkus, yang versi mentega dan versi renyah.
    • Sendok dan garpu ditutupi dengan tisu.
    • Tisu beberapa lembar.
  •  Tas punggung (backpack) berisi:
    • Payung
    • Power bankheadphone atau headset, charger, kabel data dan colokan internasional (Usahakan dalam 1 tempat)
    • Jarum pentul dan pin buat yang berhijab (taruh dalam 1 tempat)
    • Tisu biasa dan tisu basah. Kenapa juga perlu bawa tisu basah? Untuk lap tangan bila kotor dan sulit mendapatkan air; buat ke TOILET bila air di TOILET yang disinggahi kurang bersih untuk cebok.
    • Buku catatan kecil untuk sekedar memo atau catatan perjalanan.
    • Dompet (pouch) rangkap (kalau bisa yang rangkap 3 atau beresleting 3. Gunanya?
      • Untuk duit. Masukkan uang dari yang kecil (koin) hingga yang besar (seratus ribuan), bawa sekedarnya saja, tak usah berlebihan.
      •  Untuk alat tulis dan kartu-kartu yang memang dirasa perlu saja: pena, kartu nama, foto copy KTP, kartu tertentu seperti e-money atau tap cashflashdisk, dll.
      • Untuk keperluan penting lainnya. Khusus perempuan: makeup (pelembab wajah, bila perlu sun block, benang gigi, lipstik, dll), pembalut/panty liner, ikat rambut dan masker.
    • Kaca mungil, jaga-jaga abis makan kadang suka ada tompelan cabe di gigi, atau abis cuci muka di setiap perhinggahan ada yang tidak menyediakan kaca sama sekali.
    • 1 pakaian dalam ganti di saku-saku tas (bila perlu).
    • Obat-obatan, terutama bagi yang sering alergian. Yang perlu obat alergi (kadang perubahan suhu atau tak sengaja makan makanan yang bikin alergi), obat anti demam/anti nyeri (biasa, kadang jalan jauh suka bikin kepala cenat-cenut), plester anti nyeri buat yang suka encok atau ngalamin LBP (Low Back Pain) buat jaga-jaga, obat radang tenggorokan (biasa, kadang kalau udah laper atau nemu kuliner enak suka lupa diri, dan juga kurang minum atau konsumsi makanan berminyak berlebihan), obat masuk angin (kadang perjalanan jauh bikin banyak orang mengeluhkan masuk angin), obat maag (buat yang punya riwayat maag).
    • Tiket di taruh di saku depan atau di tempat yang mudah diambil sewaktu-waktu bila diperlukan.
    • Air mineral kemasan 250 ml 2 gelas dan kemasan 600 ml 1 botol. Kemasan gelas bisa digunakan untuk menaruh teh atau minuman dan makanan berkuah lainnya di jalan nantinya. Kemasan botol bisa diisi ulang dari kemasan 1500 ml nantinya. *
    • Lainnya (mungkin saja perlu): bedak tabur, alas bedak, dompet kartu, tongsis, dll.
  • Plastik sampah bening seukuran kantong goni sedang dan plastik wrap, karena koper saya nggak punya cover (penutup), demi perawatan (ciileh), saya tadinya mau me-wrapping semua bagian koper. Tapi, karena ada baju ganti yang mau diambil, diakali dengan menggunakan plastik sampah tersebut, cukup tebal dan bisa diikat atau di plester agar mudah dibuka.
    • Plastik sampah tadi dilobangi sesuai ukuran roda dan mengikuti bentuk gagangan dan bagian jinjingan koper. Ujung-ujung plastik dirapikan dan diplester dengan plester yang cukup nempel atau diikat saja lebih praktis.
    • Plastik wrapping  digunakan jika sudah tidak ada lagi barang yang diambil (terinspirasi saat ngantri check-in di Bandara Kuala Lumpur, ada beberapa penumpang sibuk melilitkan plastik wrap ke kopernya masing-masing. Saat itu saya pikir, “ide cemerlang yaa” 😊👍👍).

Palembayan-Bukittinggi

Untuk mengejar waktu, kami berangkat dengan motor dari Palembayan. Harusnya pukul 6 teng sudah jalan, tapi biasalah jam karet emang susah dibenerin, walhasil sekitar 06:30 baru jalan.

Alhamdulillah.. Perjalanan hari ini lancar, walaupun sempat kena macet di beberapa tempat, kami tiba sekitar jam 8-an di Loket NPM Bukittinggi, sudah ada 2 bus yang stanbye yang kami kira bus sayalah salah satunya.


7 Juni 2019 (Bukittinggi)

Setelah melunasi tiket (sebelumnya baru bayar DP karena pada waktu itu harga angkutan umum lebaran belum ditentukan, tapi syukurnya nama saya sudah dimasukkan ke dalam sistim), saya diinfokan oleh agen bahwa bus yang akan saya naiki sedang on the way dari Payakumbuh, beliau juga mengingatkan plat bus yang akan saya naiki.

Menjelang Naik Bus

Karena masih ada waktu, kami beli oleh-oleh dulu, kali ini saya direkomendasiin di Sanjai Balado Ummi Ulfa Hakim yang katanya enak dan ada diskon 10% untuk pembelian banyak, haha.. (bukan iklan yaa..). Pas banget, disini disediain air mineral kemasan gelas gratis, lumayan buat di jalan ntar, hee..

Setelah itu saya beli air minum kemasan, yang isi 600 ml 1 botol dan kemasan 1500 ml 2 botol. Mungkin di jalan bakal ada yang jual air mineral kemasan, tapi selagi saya punya tempat untuk menaruh dan takutnya bakal lama di jalan hingga sampai di tempat persinggahan nantinya, tak ada salahnya bersiap-siap dulu.. Lagian, yang terpenting adalah untuk mencegah dehidrasi dalam perjalanan.*

Lamaa menunggu.. Menunggu kali ini bukannya membosankan, tapi deg-degan!! Tiap ada pengumuman saya langsung pasang kuping. Kami kasak-kusuk takut missed infomasi. Biar pasti, saya bertanya langsung ke agen, karena udah mau jam 9, tapi busnya tak kunjung datang.. Waaa, ternyata & ternyata bus yang akan saya naiki sedang terjebak macet!! Yah, nggak papa lah, namanya juga H+1 lebaran.. Yang penting udah tau infonya, tinggal menanti dengan sabar.

Walaupun pagi tak sempat makan dan di saat menunggu inipun serba belum jelas dan tak efektif untuk makan, saya tetap tenang, karena udah ada onigiri  yang tinggal dibuka 1/1 dikala lapar nanti.

Naik Armada Baru Bus NPM

Setengah sepuluhan, akhirnya bus dengan plat yang sesuai dengan yang ada di tiket saya datang, Alhamdulillah.. Busnya armada barrruuu euy, senengnyaaa… Eits, saya duduk di bangku no. 1 doong (pamer), hahaha.. Berasa gimanaa gitu, seneng bangeeet.. Semoga perjalanan nanti aman dan lancar, selamat sampai di tujuan, Aamiin ya Rhabb..

Awalnya saya sempat protes, “kok udah ada penumpangnya di bangku no. 1??” Ternyata, itu penumpang dari Payakumbuh yang bakal transit setelah ini. Saya memberitahukan ke crew  dan langsung dibantu.

Sayangnya, koper saya nggak muat di kabin bus. Udah gitu, dikasih tau penumpang lain kalo itu kabin cuma boleh dipake oleh crew bus. “Are?! Sejak kapan??” Saya mau konfirmasi langsung ke crew bus, tapi karena melihat mereka lagi sibuk banget, akhirnya saya memutuskan untuk menaruh koper di bagasi dan 2 tas lainnya di sisi kiri kaki saya ples oleh-oleh di bawah bangku.

Fasilitas Armada Baru Bus NPM

Tipe bus ini adalah AC Executive, jadi so pasti ada AC-nya dan juga dilengkapi dengan lampu baca. Seperti kebanyakan bus antar provinsi, di bagian paling belakang disediakan toilet.

Busnya nyaman banget.. Dekorasinya juga OK. Sekarang udah ada tempat kabel datanya yang kayaknya bisa dipake buat mengecas HP.. Jadi nggak perlu manyun lagi dah ngantri nungguin penumpang yang lebih dulu ngecas HP di tempat persinggahan nanti, asiik..

Karena saya paling depan, nggak bakal takut jatuh atau tergelincir, karena ada pembatasnya. Jarak antar kursi juga cukup lebar. Tak lupa pasang sabuk pengaman dulu..

“Bapisah Bukannyo Bacarai”

Keluarga adalah rumah.. Yah, kali inipun harus meninggalkan rumah, merantau.. Dalam derai tawa akhirnya berubah suasana menjadi haru-biru.. “Bapisah bukannyo bacarai“, pas banget di bus ada lagu ini jadi sountrack perpisahan saya dengan keluarga, dan mereka para penumpang lainnya dengan keluarganya.


7 Juni 2019 (Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi)

  • 09:46 Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi.
    • Diumumin oleh Sitokar (Kenek) “silahkan mengecas HP dengan kabel data di konektor masing-masing tempat duduk selagi nyala” (Saya kira, nyala maksudnya selagi mesin bus hidup. Dan, mati sepeti AC kalau mesin busnya mati).
  • ………. Di Padang Luar Macet bangett..
  • 11:02 Terminal Padang Panjang. Beli sala lauak, enak & ekonomis Rp 10.000,-/13pc.
  • 11:16 Berangkat..
  • 12:31 Masuk Solok setelah melewati Batu Sangkar
  • 13:27 Tepi Danau Singkarak. Rame banget yang berwisata-ria 🤩
  • 14:25 Terminal Solok
  • 15:03 Selamat Datang di Sawah Lunto
  • 15:42 DPRD Kab. Sijunjung, bangunannya keren yaa..
  • 17:31 Bus isi minyak di SPBU, sementara penumpang langsung makan di Rumah Makan Umega Gunung Medan.
    • Padahal ya, udah kali keberapa singgah disini, tapi pas ada yang bilang Rumah Makan Gunung Padang malah bingung, lupa-lupa inget gitu, yang diingat banget cuma Rumah Makan Umega doang, padahal dua-duanya satu tempat, mungkin beberapa orang sering menyebut penggalan-penggalannya.
    • Disini ada kamar mandi & TOILET yang sepertinya bayar Rp 2.000,-/orang.
    • Tadinya mau nunggu Maghrib dulu, eh sekitar 5 menitan lagi menjelang Maghrib, penumpang dengan plat bus yang saya naiki sudah dihimbau untuk naik bus karena akan berangkat.
  • 18:11 Berangkat.. Menunggu penumpang yang masih belum naik.
  • 18:18 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 2
  • ……… Saya mencoba mengecas HP nggak masuk-masuk dayanya. Sore tadi juga demikian. Karena saya terlihat mengecas HP, Bapak disamping saya juga ikutan, samaaa… nggak masuk dayanya. Dengan bingung  saya bilang ke Kenek. Walhasil, saya malah diomelin, wkwkwk… Ternyata, siang tadi sopir bilang ngecas selagi nyala itu cuma berlaku di siang hari, malam memang nggak bisa ngecas…

8 Juni 2019 (Perjalanan Panjang)

  • 00:~ Rumah Makan Budi Setia Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
    • Ada kamar mandi & TOILET, sepertinya bayarnya sama dengan yang sebelumnya: Rp 2.000,-
    • Disini saya beli teh hangat Rp 5.000,-/bungkus. Kali ini saya pesan ke si Uda minta ditambahin air biasa. Alhamdulillah, memang anget, juga nggak terlalu manis. Karena saya trauma dulu sewaktu perjalanan ke Bengkulu, saya pernah pesan teh hangat dikasih teh panas, saya nggak cek dulu dan langsung minum aja sampe bikin lidah mati rasa..
  • 01:26 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 1
    • Kalau dipikir-pikir pasti sulit ya jadi sopir bus antar provinsi gitu.. Kita aja naik bus, bisa langsung tepar, gimana mereka bisa nyala ya matanya selama itu dan pasti butuh konsentrasi yang sangat tinggi buat nyetir di tengah keheningan (makluuum, kalo udah tengah malam para penumpang pada tepar, termasuk yang tadinya teman ngobrol si sopir disampingnya, senyaaap..).
  • 05:11 Masjid Al Ikhlas Desa Ulak Lebar, Lahat
  • 05:45 Berangkat..
  • 06:21 Bus isi minyak di SPBU
  • 06:31 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 06:33 Rumah Makan Sumbar Jaya.
    • Kamar mandi & TOILET bayar Rp 2.000,-
    • Penumpang diminta turun semua oleh Kenek, karena bus akan dibersihkan.
  • 07:20 Berangkat..
    • Diingetin Kenek buat yang mau ngecas HP udah bisa dari sekarang, selagi dinyalakan, malam udah nggak bisa. Kami juga diminta membuka lebar AC biar nggak dimandiin oleh tetesan air AC-nya.
  • 07:36 Kab. Muara Enim
  • 09:00 Selamat datang di Desa Gunung Meraksa
  • 09:16 Selamat datang di Desa tn kurung
  • 10:32 Melewati Masjid Muslimin Baturaja, Kota OKU (Ogan Komering Ulu)
  • 11:24 Terminal M…. (saya lupa namanya)
  • ……… Onigiri terakir
  • 11:41 Melewati Tanjung Raja Giha
  • 12:41 RM Wisata Minang Way Kanan
    • Kamar mandi & TOILET Rp 2.000,-
    • Tadinya saya mau beli soto, tapi.. kayaknya nggak usah aja, masih kenyang.. Lagian, masih ada cemilan berat di dalam tas, jadi nggak pusing-pusing amatlah kalua nanti laper.
    • Rencana saya mau ambil koper, mau ganti baju.. Keneknya dengan ramah udah bilang siang ini bakal diambilkan dari bagasi. Tapi.. beliau lagi sibuk bersihin bus. Saya putuskan ntar sore aja deh..
    • Saya juga baru ngeh, kayaknya tiap berhenti di rumah makan, Keneknya selalu bersihin bus yaa?! Nggak sopir nggak kenek, luar biasa ya.. Disitu saya menyadari setiap orang profesional di profesinya masing-masing; Apapun itu, layak dihargai.
    • Sambil menunggu Kenek bersihin bus, saya duduk di beranda rumah makan bersama dengan penumpang bus yang lain. Saya bercerita dengan satu penumpang, kemudian datang penumpang lainnya, eh juga nimbrung sopir kami. Disitu saya dapat banyak informasi yang nggak disangka-sangka. Adaaa aja topik percakapan yang nggak bakal usai kalau kami belum dipanggil untuk segera naik bus. Begitulah, bangganya kita sebagai orang Indonesia, berbagai suku bangsa dan ras, tapi kalau udah ketemu udah seperti ketemu handai taulan; padahal nggak kenal sama sekali.
  • 13:20 Berangkat.. Ganti Sopir 1
  • 14:10 Bukit Kemuning Indah, Lampung
  • 15:08 Melewati Masjid Jami’ Ibnu Rusyd Kotabumi
  • 15:22 Selamat jalan dari Kotabumi
  • 16:15 Selamat jalan dari Kab. Lampung Utara
  • 16:30 Macet panjaaang karena ada kecelakaan di Jl. Lintas Tengah Sumatera
  • ……… Berpas-pasan dengan bus antar provinsi lainnya, sopirnya saling bersilaturrahim, lama tak liat moment begini.. 
  • 16:59 Melewati kecelakaan mobil, bagian depan kedua mobil bonyok, semoga nggak ada korban jiwa, Aamiin..
  • 17:14 Di simpang masuk tol, lancaaar…
  • 17:16 Di seberang gerbang tol
  • 17:37 Gerbang Tol Gunung Sugih
  • 18:05 Simpang Natar
  • 18:07 SPBU Natar, isi minyak
  • 18:19 Berangkat..
  • 18:48 Sopir nanyain ke penjaga tol, “kok tol bisa macet?”, masih ada pengemudi yang bayar cash (are?!)
  • 19:~ RM Wisata Minang
    • Nasi diambilkan, lauk ambil sendiri, nanti langsung dihitung harganya oleh karyawan rumah makan dan kita terima kertas bertuliskan harga makanan yang kita ambil.
    • Saya makan dengan gulai ampela & gulai kacang panjang, Rp 35.000,-
    • Kamar Mandi & TOILET Rp 2.000,-
  • 20:18 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 20:38 Gerbang Tol Bakauheni Utara. Sepii..
  • 20:43 Gerbang Tol Bakauheni Selatan. Antrian puanjaaaang… Mengular!
  • 21:45 Dermaga Reguler.
    • Diumumin oleh Kenek “15 menit sebelum kapal bersandar, penumpang harus cari bus sendiri dan langsung naik. Apalagi buat yang nonton dangdutan, karena keasyikan nyawer jadi lupa nyari bus” (emang di kapal ferry juga ada orgentnya?? Saya kaget, lho.. Maklum, ini Perdana naik kapal penyebrangan Sumatera-Jawa)
    • Saya sibuk men-searcing  nanti bakal di luar kapal atau ada ruangan khusus penumpang. Saya membayangkan, di bus yang ber-AC ini aja udah dingin, apalagi di kapal penyeberangan di malam hari, kalua di luar?! Modal saya kan cuma sweater  wol ini doang?! Kinchoushimasu…
  • 22:00 Gerbang Penyeberangan
    • A&B 5-7 meter 774.000
  • 22:22 Masuk ke dermaga kapal
  • 22:30 Antri siap-siap naik kapal
    • Setelah 1/1 mobil diatur masuk parkiran di dalam kapal, kami turun dan langsung ke lantai atas kapal.
    • Di lantai 1 ramee… Saya bareng Bapak yang duduk di sebelah saya. Saya bertanya ke beliau yang katanya dulu sekali pernah naik Bus Bukittinggi-Jakarta, “Pak, kita harus berdiri dimana aja nih?” Si Bapak bilang, “Terserah, boleh di mana aja di kapal ini”. Lalu kami ke lantai 2.
    • Di lantai 2 nggak kalah ramee.. Ada bangku-bangku di ruangan lepas yang mirip bangku nungguin obat di Rumah Sakit jaman dulu, pas pula ada loketnya di depan.
    • Sebelum naik tangga lagi ke lantai 3, kami melewati ruangan executive yang yang tertera nominal Rp 10.000,- di pintunya. Lanjut ke lantai 3.
    • Lantai 3 apalagi?! Ada yang tidur.. Ada yang piknik.. Saya hanya melongo, kaget, di luar ekspektasi.. Cuaca juga nggak dingin, biasa aja, yang ada malah berangin, kenceng.. Jalan kapalnya juga sellow..
    • Menurut info dari penumpang lain (maklum, saya nempel siapa aja kemana aja, takut ditinggal bus. Entah kapan itu 15 menit sebelum kapal merapat. Entah bagaimana cara saya mastiin kapan kapal ini merapat), perkiraan waktu penyeberangan sekitar 2 jam.
    • Di lantai 3 kapal ini, bagian paling atas yang terbuka. Disini ada beberapa kursi sekitar 2-4 gitu di beberapa titik. Kebanyakan penumpang tidur dialasi koran dan ada juga yang meleseh sambal piknik.
    • Si Bapak ketemu penumpang lainnya dan mempersilahkan saya (yang udah ketemu Ibu-ibu yang satu bus dengan kami) untuk pergi kemana aja sesukanya.
    • Karena kebaikan hati beberapa penumpang, saya dan si Ibu dikasih tempat duduk. Ketemu orang baru dapat informasi baru.
    • Ternyata, kapal ini tak hanya menyediakan ruangan executive saja tapi juga ada kamar, ada yang 3-4 orang dalam 1 kamar.. Dan, harganya juga ekonomis.
    • Saya pikir, tikar yang dipakai para penumpang itu disewa dan koran memang sengaja dibawa dari rumah; eh sebaliknya, koran itu dibeli seharga Rp 1.000,-/lembar di kapal, ada yang menjualnya, suka nawarin. Tikar sengaja dibawa penumpang dari rumah masing-masing. Luarrr biasah..
    • Sayangnya, saya sebenernya agak miris pas dikasih tau kalau koran itu dibiarin gitu aja diterbangin angin ke laut..
    • Saya kira udah lama kami berlayar, eh sejampun belum sampai. Mulai jenuh…
    • Saya tanya si Ibu “Buk, memang disini beneran ada saweran gitu?!” Beliau bilang ada di lantai 2. Kamipun bergerak kesana. Saking penuhnya, massih Alhamdulillah kami bida dapat bangku 1 berdua.
    • Saya celingak-celinguk ples nanya si Ibu, “musik orgen-nya doang ya Buk, penyanyinya nggak ada ya?!” Si Ibu langsung nunjuk “Tuuh”. Saya liat ke arah tunjuk si Ibu, oalaaah.. penyanyinya pindah-pindah ternyata dan ada beberapa orang.. Apresiasi, pakaiannya sopan kok, jauh dari image saweran yang pernah saya dengar. Sayangnya, penumpang kurang menjaga kebersihan, di dekat tempat saya duduk ada tumpahan minuman dan makanan lainnya; padahal fasilitasnya udah cukup bagus, harusnya bersama-sama memeliharanya.
    • Cuma beberapa menit kami duduk disitu, memutuskan untuk ke lantai 1 aja. Sebelum turun kami melewati TOILET, bersih..
    • Saya masih bingung, kapan kami harus naik bus? Kapan kapal bersandar? Gimana cara mengetahuinya?? Si Ibu yang udah sering bolak-balik Padang-Jakarta PP bilang, ntar kalo udah bunyi klakson kapalnya, kita baru turun.. (Setidaknya saya bareng orang yang udah berpengalaman, jadi sedikit merasa aman)
    • Tak lama, si Bapak bergabung dengan kami. Dan, bener! Setelah kapal membunyikan klaksonnya, kami turun bareng, rameee ternyata.. Alhamdulillah tertib dan terkendali..

9 Juni 2019 (Akhir dari Perjalanan, Awal Baru Perantauan)

  • 00:40 Naik bus
  • 01:~   Berangkat.. Masih Sopir 2
  • 01:12 Rumah Makan Rajawali. Singgah sebentar menurunkan penumpang.
  • 01:23 Gerbang Tol Merak
  • 02:10 Gerbang Tol Cikupa
  • 02:42 Kali Deres
  • 03:30 Terminal Pulo Gebang

Perpisahan demi Perpisahan

Setelah mengambil bagasi, saya bersama penumpang lainnya dan juga crew bus saling mengucapkan salam perpisahan, tak sedikit guyonan-guyonan konyol mewarnai perpisahan kami. Bagi saya, ini adalah salah satu perjalanan terbaik saya selama ini. New friend, new family, new life. Ada yang ke transit ke Bogor, ada yang menuju Bekasi dan wilayah lainnya.

Pilihan Terbaik

Saya menuju lantai dasar tempat akses transportasi umum (becak, ojek), taxi, transportasi online. Saya memilih menggunakan transportasi online dan pas saya cek harganyaaa… WOW!! (Yah, maklum sih, dini hari soalnya).

Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih nongkrong di mushalla dulu yang masih di lantai dasar dan tidak jauh dari pintu keluar. Dan, Alhamdulillah, ini adalah pilihan terbaik.

Mushalla di Terminal Pulo Gebang

Kebetulan, di sisi kiri pintu masuk mushalla, ada penjaga tempat penitipan barangnya. Saya bingung nyari TOILET. Dengan ramah, dia menunjukkan jalan dan menawari saya untuk menitipkan barang; dengan senang hati, saya merasa sangat terbantu. Saya mengambil nomer penitipan dan segera berlalu.

Di TOILET, saya bingung, kok nggak ada tempat wudlunya ya?! Ternyata, di dalam mushalla, terpisah dari TOILET. Mushallanya cukup nyaman..

Entah karena masuk mushalla, atau memang karena kecapek-an, gilaaa saya ngantuk berrraatttt… Dilihat jam, Subuh masih 1 jam-an lagi… Galau, antara pulang sekarang atau nunggu abis Subuh aja. Dan, pilihannya abis Subuh aja.

Keluar dari mushalla, saya mengambil barang di penitipan. Petugasnya udah beda, tapi sama-sama ramah.. Saya menanyakan apakah penitipannya bayar dan berapa nominalnya, ternyata gratis!! Cukup dengan mengembalikan nomer yang diterima tadi. Petugas hanya menyampaikan kalau pengunjung mau silahkan bersedekah sambil menunjuk tempat khusus Infaq yang tersedia dan kalau tidak, tidak apa-apa.

Sesi Akhir Perjalanan Bukittinggi-Jakarta

Saya pesan transportasi online dan Alhamdulillah dengan lancar melaju sampai tujuan.


Hikmah

  • Persiapan. Memang ribet diawal, tapi nyaman banget kalau udah dijalan. Mungkin masing-masing kita punya versi persiapan masing-masing. Tapi, dari beberapa perjalanan saya selama ini dengan menggunakan Bus (ada yang ke Padang-Bengkulu, Bukittinggi-Bengkulu, Padang-Medan, atau Jakarta-Jogja), inilah perjalanan paling panjang (Bukittinggi-Jakarta) dan paling praktis, karena jaraknya yang jauh tapi memiliki persiapan yang OK.
    • Terus terang, persiapan kali ini juga banyak yang bantu, kalau sendirian kadang memang seadanya apalagi dengan waktu yang udah mepet; tapi, kalau lagi banyak waktu luang, persiapan seabrek itu bisa real juga kok, tinggal dibikin list aja.
  • Riasan. Selama perjalanan tidak perlu menggunakan riasan berlebihan. Yang penting, cuci muka dipersinggahan dan gunakan pelembab wajah agar tidak kering. 
  • Kontrol Diri.  Namanya juga perjalanan jauh ketemu banyak orang. Ada yang berpendidikan tinggi, ada juga yang preman; ada yang ngomongnya tertata, ada juga yang asal omong. Jangan mudah terbawa emosi ketika mendengar celetukan-celetukan ‘bahasa tarzan’, senyumin aja dan nikmati perjalanan dengan positive thinking, let it flow, calm down. Orang akan melihat dengan siapa dia berkomunikasi dan pada akhirnya akan menghargai yang memang patut dihargai. Bebaskan diri untuk berinteraksi dalam batasnya dan berkomunikasilah dengan baik dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
  • Jaga Makan. Hanya karena mau jalan jauh bukan berarti harus makan berlebihan atau sama sekali nggak makan. Makan saja secukupnya.
  • Enjoy. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya yang full camera, sana-sini jepret. Tanpa ketergantungan terhadap kamera dan sosmed, ternyata perjalanan lebih dinikmati.

Advertisements

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery

Kumpul Bareng Penikmat Kopi

Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

Akses ke Rumoeh Kupie

Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

Fasilitas

Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

Ngopi Hari Ini

Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

Berbagai Hal Tentang Kopi

Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

Hunting Kuliner

Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

Gallery

Catatan

Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..😆

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  ðŸ¤¤ Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” ðŸ˜¬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Malam Mingguan Bareng Orkestra

Nonton konser? Dimana? Kok bisa? Mahal nggak sih? Ngapain aja disana? Bosenin nggak? Kok bisa tau? Kok nggak ngajak-ngajak?

☝🏻

Beberapa pertanyaan klise yang mungkin bakal pasti saya dengar 😆 Mau kepoin?! Cus, saya ceritain 🤓


Ini kali kedua saya nonton konser orkestra, baik itu di jepang maupun seumur hidup 😄Dan, GRATISsss!!!

Sekitar 2 hari yang lalu, teman filipina bilang ke saya “eh, kita diajakin nonton konser, lho. Ikut nggak?” .

Seperti biasa, yang ngajakin pasti teman jepang yang hantu musik banget. Setiap ada konser, dia pasti ngajakin. Kita tu udah nonton gratis, pulang-pergi nebeng mobil dia lagi 😆

Saya kira tadinya minggu malam, masih bisalah pulang ngetrip bareng teman indonesia baru gabung mereka. Eh, ternyata malam minggu! Yokatta..😇


Nama konsernya 阿波オーケストラ第5回演奏会 Final Fantasy series. Diadain oleh Awa Orchestra di 徳島県教育会館. Konser ini cuma hari ini (Sabtu, 13 Oktober 2018) mulai dari pukul 18:30.


Karena suatu hal, kita telat berangkatnya. Padahal di poster tertulis tempatnya tutup pukul 6. Ini udah jam 6 lho, baru mau berangkat.. Gimana nih gaes?? Kita-kita pasrah tak rela..

Sekitar 15 menit kemudian kita nyampe. Dari area parkir udah keliatan konser dimulai, makjang!

Kita langsung masuk, rame nian.. Saya kira konsernya begitu doang, kayak rada gimanaaa gitu, antara kaget dan tak sesuai ekspektasi..

Ternyata saya nih yang oneng, ga liat bener-bener poster yang udah dishare sama si teman jepang. Sebelum registrasi ditutup bakal ada ‘konser lobi’, makanya tempatnya di lobi dan banyakan yang berdiri gegara tempat duduk yang terbatas.

Acara dimulai sekitar 18:30 waktu setempat. Kami lebih memilih duduk di baris bangku ke 8, tidak terlalu dekat ataupun kejauhan.

Acara dimulai dengan cukup menarik, musik khas orkestra. Pengenalan para crew-nya juga cukup gokil. Dan, yang paling saya suka adalah suara piano dan drum-nya. Piano mudah akrab ditelinga dan terdengar romantis, sementara drum bikin suasana hidup dan gegap gempita.

Sayangnya, di tengah acara saya mulai bosan, chemistry-nya nggak dapet, ciileh.. Padahal di kuisioner udah tulis bilang lumayan, yaaah…

Suara biola yang menurut saya dimainkan dengan keren itu mulai beralih menjadi ‘nina bobo’.

Saya mulai melirik-lirik jam, pikiran mulai kemana-mana 😆 Nyoba perhatiin apa sih yang bisa bikin menarik?! Saya liat-liat, apa yang bikin mereka betah ya nonton konser orkestra ini bahkan sampe rela bayar mahal sekalipun, apalagi di Indonesia pasti udah berjuta-juta nih tiketnya 😬 Jawabannya mungkin cuma 1, MINAT 😅

Akirnya saya ngerti, ternyata kenal apa enggaknya sama musik yang ditampilin itu ngaruh banget.. Sekarang kan yang dimainin musiknya Final Fantasy, emang sih saya pribadipun suka banget sama film-nya meskipun sekedar tau itu diangkat dari sebuah games. Tapi, saya sama sekali nggak mudeng sama musiknya, paling dibagian yang ada dentuman drum-nya, pasti adegan pertarungan, musik yang biasa digunakan dalam film-film action 😆

Tapi so far, lucunya saya dan mungkin juga teman-teman yang pertama kali ikut, baru mulai “kembali ke konser” setelah pemberian sebucket bunga pada konduktor dan salah seorang pemain biola. Ini berarti acara mulai berakhir.

Musik closing-nya dibuka dengan dentuman alat musik dari 2 balok kayu yang ditepukkan (namanya saya nggak tau). Suaranya bener-bener jepang banget dan bikin semua mata tertuju ke konser. Serru!!


Biasanya, konser ini selalu diadain setiap tahun di minggu siang bulan oktober dan gratis. Sekarangpun gratis, tapi ini pertama kalinya diadain di malam minggu dengan durasi sekitar 2 jam.


Kamus

    よかった /yokatta/ = Syukurlah..
    阿波オーケストラ第5回演奏会 /awa ookesutora dai go kai ensoukai/ = Awa Orchestra 5th Concert (Konser ke-5 Awa Orkestra)
    Final Fantasy = Nama sebuah games, film yang diangkat dari games
    徳島県教育会館 /tokushima-ken kyouiku kaikan/ = Tokushima Education Center (Pendidikan Pusat Tokushima)

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

  • Booking pesawat, tips:
    • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
    • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
    • Pilih booking sesuai kebutuhan.
      • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
      • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
      • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
  • Booking hotel, tips:
    • Cari referensi:
      • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
      • Lihat review hotel/hostel vis internet
    • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
    • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
    • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
    • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

Siapkan Persyaratan

  • Passport (paspor)
  • Residence Card
  • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
  • Foto 4,5cm x 3,5cm
  • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
  • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

Pengurusan VISA

  • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
  • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
    • Ikuti panduan dari security/satpam disana
    • Ambil nomor antrian
    • Isi formulir
    • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
    • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis Â¥4.400
    • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
  • Waktu pengambilan VISA
    • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
    • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

Kamus

  • 着払い /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • 在職証明書 /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
  • コンビニ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

Catatan

  • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
  • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
  • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
  • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

 

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket Â¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket Â¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

Nasi Bakar di Kantin UMY

Menu yang maknyus begini nemunya di kantin UMY (Universitas Muhamadiyah Yogyakarta) Jogja. Tak hanya menjadi lokasi makan, kantin ini juga menjadi tempat nongkrongnya mahasiswa kampus yang berslogan ‘Muda Mendunia’ itu.

Cara belinya, pesan dulu ke warung (jenis nasi, kombinasi lauk & minuman), bayar ke kasir, serahkan struk pembayaran ke warung yang bersangkutan dan tunggu deh di meja yang dipilih. Harganya berkisar Rp 14.000,-.

Di kantin ini boleh dibilang bazar kulinernya UMY! Karena menyediakan aneka hidangan yang wenak.. Warung lainnya menawarkan pempek, berbagai jenis jus, dan sebagainya.

Buat yang muslim, kantin ini berlokasi tak jauh dari mesjid. Jadi, bagi yang udah kenyang jangan lupa ibadah yak 🙂

Gallery

Pulang Kampuang 2018 (Bagian 1)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba 😇 Padahal, menjelang hari ini butuh perjuangan rada sengit! 😬 Yah, begitulah nikmatnya merantau, kita belajar menghadapi segala sesuatu yang sering tak terduga 😜

Ini penerbangan internasional mandiri perdana (ribet nyebutnya 😆) saya nih.. Sebelum hari-H, saya udah survey sana-sini, mulai dari tempat turun bus, cara masuk bandara jepang, tempat wrapping, gate, dll. Saya telah mencatatnya dengan sangat rinci, takut sewaktu-waktu nyasar dan malah ketinggalan pesawat 😜

“Cinta Produk Dalam Negeri” Saya Pilih GARUDA

Memang banyak pesawat yang bisa dipilih untuk penerbangan Indonesia-Jepang. Tapi, bagi saya hanya ada 2 rekomendasi terbaik yaitu GARUDA atau JAL (Japan Airlines, GARUDA-nya jepang).

Pertama kali terbang ke jepang, saya sudah menggunakan JAL. Dan, sekarang saya ingin naik GARUDA 🙂 (Sekalipun banyak rekomendasi penerbangan murah dari teman-teman mancanegara, bahkan ada yang benar-benar murah tapi bagasi bayar sendiri 😜).

Kenapa saya pilih GARUDA? Pertama, semboyan “Cinta Produk Dalam Negeri(Saya yakin, maskapai kita ga kalah bagus kok dengan maskapai penerbangan dari negeri sakura) 😁☝🏻Kedua, lebih praktis! GARUDA ada di seluruh indonesia, jadi mau saya sampai pindah-pindah provinsipun ga bakal ribet, karena udah 1 maskapai untuk semua. Udah gitu free bagasipun lumayan 46 kg (belum lagi bisa bawa aneka tentengan ke kabin 😜). Dan, agen tiket langganan perantau di jepang memang yang paling populer juga GARUDA, lho..

Yang paling praktis, untuk pemula seperti saya, bisa konsultasi via chat dengan agen. Mau itu pembayaran, penggunaan GarudaMiles, cara check-in online, pengambilan bagasi yang udah check-in online, dll.

Check-in Sendiri

Meskipun saya tergolong orang yang awam sedunia tentang segala seluk-beluk penerbangan (sampe-sampe, sewaktu agen tiket saya bilang tax free, saya malah dengernya ‘taxpi’, oneng.. oneng..); saya itu pengen nyobain sesuatu yang menurut saya baru (check-in online & GarudaMiles), walaupun ada yang bilang ribet bla bla bla 😬

Saya upload aplikasi Garuda, daftar GarudaMiles, sampe nawarin sendiri ke agen saya kalo saya udah punya GarudaMiles dan minta panduan untuk tiket saya. Saya coba check-in sendiri, pilih tempat duduk sesuai keinginan (bangku kosong cuma tinggal 10 doang euy!! subarashii..), dan.. setelah melewati proses, ternyata mudah dan menyenangkan! Jadi semakin PeDe nih..

Sewaktu check-in online, untuk penerbangan Osaka Kansai International 🔜 Denpasar-Bali Ngurah Rai, maskapai GA883, seats-nya 2-4-2, saya pilih di 38G. Padahal saya pengen duduk dekat jendela, tapi udah full 😬 Alih-alih mau liat Gunung Fuji (lewat aja kagak 😆). Lalu, untuk Denpasar-Jogja, maskapai GA255, saya ngikutin bangku yang udah direkomendasiin aja di seats 21A, samping jendela 😜 (udah cam anak-anak nak piknik ajee).

Persiapan Omiyage

Namanya juga mudik (sekali seabad 😜), pulang kampung tanpa buah tangan itu kok ya hambar ya rasanya (macem iyee aje 🤣). Saya udah titip nih dari 3 bulan sebelumnya sama Tanaka Sensei (beliau udah kayak mak nya kite ☺️). Kebetulan rumah beliau deket dengan Supermarket DIO yang harga produknya sedikit lebih miring dari supermarket terdekat dari shelter kami. Biasanya yang dibeli disini aneka coklat dan snack-snack. Tapi, buat macha milk, lebih murah saangin di Supermarket KYOEI.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bukan endorse lo yee 😬☝🏻siapa tau aja ada teman-teman di Tokushima lagi nyari tempat rekomendasi oleh-oleh 😅

Tokushima 🔜 Osaka

Saking fokusnya dengan persiapan pulang, saya nyaris lupa beli tiket bus!! OMG.. Untungnya, masih punya waktu 2 minggu lagi.. giri-giri.. 😬

Saya mematahkan kegalauan antara cari aman ambil jam paling pagi atau yang bisa nyante ambil bus yang waktunya pas-pasan, akhirnya pilih yang aman (NANKAI BUS 04:45) 😁☝🏻

Di Tokushima, tiket bus bisa dibeli di Tokushima Station tepatnya di bangunan terbawah Daiwa Hotel, di loket bus yang ada di supermarket Takuto, atau di area Tokushima University (lebih murah buat yang ada kartu mahasiswanya). Untuk rute Tokushima Station 🔜 Kansai Airport Terminal 1, PP ¥7.400.

Katanya nih, harga tiket bus selain tergantung waktu pemesanan (jauh-jauh hari lebih murah), juga tergantung berapa lama kita ninggalin jepang. Lebih dari 2 minggu harga tiket bus lebih mahal. Tapi, saya pribadi tidak mendapatkan info langsung dari loketnya.

Pake Taxi

Dari shelter saya menuju Tokushima Station, saya pesan taxi, makluuum.. jadwal bus di Tokushima itu mulai operasionalnya sekitar pukul 7 🙁 Beda banget dengan di Indonesia (tepatnya di Padang) yang bus kota atau angkot kerennya masih ready sampe jam 10-an atau jam 5 subuh udah berlalu-lalang ria 😁

Sebenernya di Tokushima ini taxi yang paling murah adalah Konpira Taxi, bajet buka pintu hanya ¥410; tapi, saya lebih senang dengan NTS (yang bermarkas di Kuramoto Station itu, lho..🤓), bajet awal ¥560, operator dan sopirnya lebih komunikatif 🙂👍

Selain ini, sebelumnya yang sering dipesen adalah Akuigawa Taxi, hanya saja terkadang untung-untungan, kalo dapet operator bapak-bapak yang ngomongnya kayak kumur-kumur, beuh.. ampun dah, semua kosakata bahasa jepang saia menguap seketika 🤣✌🏻

  • 4:00 (waktu Tokushima). Menuju Tokushima Station dengan NTS Taxi, sopirnya perempuan euy, sampe stasiun kena Â¥1760.
  • 4:20 Tokushima Station. Hanya saya makhluk yang terdampar disini 😅 Padahal masih subuh, tapi cuacanya udah panas! Makluuum, cuaca di Tokushima belakangan ini lagi ekstrim, tiba-tiba dingin lalu hujan eh sekarang fuanazz!!

Saya tidak tau kalau bagasi kudu ditaruh di depan pintu masuk ruang tunggu (jam segini belum buka), saya malah gerek-gerek lagi sampe loket tunggu yang ada label Kansai Airport-nya 😬 Untung aja petugas datang ga cuma ngasih tau doang, tapi ikut ngebantuin 😁 Makluum, Saya bawa tiga koper dengan semua size M, L & XL 🤣

  • 4:30 Petugas ngantriin koper, ngasi kode bagasi. Penumpang kedua datang. Kode koper ada 2, yang satu ditempel di koper/bagasi dan yang satu lagi kita yang pegang.
  • 4:33 Bus datang, petugas yang masukin koper (bukan kita).
  • 4:45 Jalan
  • 5:02 Halte Matsushige 1 (松茂1)
  • 5:05 Go.. Bapak yang tadi ngurusin bagasi turun dan tinggal, mungkin udah ga ada yang naik 😬 Mirip dengan sistem bus antar-provinsi di Indonesia yaa.. 😁☝🏻
  • 5:15 (TS5) Highway Naruto
  • 5:16 Go
  • TS4
  • TS3 Sumoto
  • 5:53 …

Mulai ngaco nih catatan perjalanannya, sempat tepar! 😅 Capek buangedh soalnya, belum lagi semalaman begadang gegara paranoid bakal kebablasan 😆

  • 7:45 Nyampe bandara (Kansai Airport).

Bagasi bus diturunkan dan kita liatin ke petugas nomer bagasi. Ambil troli dan masuk bandara. Menurut informasi dari teman saya, gate Garuda itu kecil, belok kiri dan jalan lurus, terus liat yang muka-muka Indonesia.

Tapi sebelum menuju counter Garuda, yang pasti, hal pertama yang saya lakukan setelah turun bus dan ambil bagasi adalah wrapping. Nah, itulah perlunya informasi, saya udah siap-siap nih yang kata si teman wrapping itu harganya mahal sampe Â¥5.000 lebih, eh faktanya Â¥1.000 kok ☺️ Yokatta.. “Kenapa harus diwrapping?? Padahal koper saya udah bagus kok, ada cover-nya lagi?!” Wrapping bagasi itu biar aman.. Setelah diukur, 2 koper size XL & M saya, kena Â¥2000.

  • Garuda GA883, antri di loket F20-F24.

Untuk hari ini saya antri di gate F22 awalnya, eh yang ngantri di depan saya pada bubar dan balik ke F21, saya ikutin.. Ternyata, mereka yang pindah ini penerbangan yang delayed dari kemaren (17/7). Sementara, F22 untuk tempat yang belum check-in & F23 yang udah check-in online (termasuk saya, di layar TV mungil depan konter tertulis Baggage Drop Mobile/Internet Check-in).

  • City Check-in.
  • 8:39 Selesai boarding

Naaah, disini saya memulai aksi.. cari wajah-wajah indo yang bisa diajakin bareng.. Mono soalnya kalo sendirian, masa iya ngomong sama angin?! 😆

Saya beraniin nyapa itu ibuk-ibuk. Eh, ternyata ‘urang awak’!! MasyaAllah.. dunia emang sempit yak 🤩👍👍 Udah beribuk-ibuk ria, mbok ya ga cocok akirnya tak panggil uni dah 😅 Si uni abis liburan bareng keluarga. Meskipun beliau orang padang, mereka sekeluarga udah menetap di Bandung.. Surprisenya lagi, ini uni tetangganya sensei saya semasa masih tinggal di Padang!! 🤓 subarashii..

  • 9:18 Naik train (kereta api).

Saya udah nggak ngandalin catatan mungil, tinggal ngekorin uni sekeluarga nih 😇 Paling enggak, sampe bali bareng terus.. Mulai berasa aman.. 😁

  • 9:23 Sampai.
  • Tunggu di ruang tunggu.
  • 10:31 Antri masuk pesawat.
  • 10:40 Di pesawat, di bangku 38G udah ada air mineral kemasan merk Indonesia!! 🤩 Kangeeen.. 🤣
  • 40.000 kaki di atas permukaan laut, berawan sedikit guncangan (macem pertama kali naik pesawat aja 😆☝🏻).
  • 11:15 Berangkat..
  • 11:30 Pembagian pouch yang didalamnya berisi penutup mata, penutup telinga & kaos kaki. Saya cuma butuh penutup mata buat tidur 😅
  • 13:20 Launch (makan siang)

Kebetulan banget nih, lapeeer!!! Menu perdana saya di Garuda, ada gulai (indonesia bangedh!!) dan shomen (mie dingin ala jepang).

  • 15:20 Pembagian es krim. Hmmm.. yummy.. Es krim merk “meiji” ini boleh nih dikonsumsi bagi para muslim di jepang.
  • Pengumuman sampai di Bali. “Halloo Indonesiaa..” 🙂👋🏻

Welcome to Indonesia

  • 16:20 Mendarat..
  • 16:40 Turun
  • 17:50 (masih waktu Osaka, lupa nyetel jam 😬). Periksa pasport.
  • 17:30 (waktu Bali) Periksa paspor.
  • 17:35 Periksa tiket.

Sempat ngotot sama si uni, saya mau buru-buru coz waktu kita kan cuma sedikit 😅 Padahal, si uni sekeluarga mau ngajakin makan dulu. Saya mbok ya ngeyel 🤣

By the way, kalo udah nyampe Bali, saya punya visi nih, eng ing eng.. MAKAN KFC!!! 🤣🤣 Ga tau nih, ngalah-ngalahin bumil yang lagi ngidam aja. Pokoknya nyampe indo harus makan KFC!! Saya mutusin buat misah dulu dari si uni, sempat ketemu dan kenalan juga dengan rombongan indo lainnya (nikmat-Mu mana lagi yang kan hamba dustakan.. ketemu orang indo yang sama sekali ga kenalpun udah macem ketemu kerabat jauh yang udah lama ga ketemu aja 😇).

Balik lagi, kok KFC sih?! Mungkin, berawal dari waktu itu, pas bulan-bulan pertama sampe di Tokushima. Saya sendirian nih muter-muter di mall. Ga ada yang salah sih, cumaa.. perut saya laper euy! Nemulah KFC.. Halal nggak nih?! Jawabannya pasti enggak dong, kayaknya (karena waktu itu saya dikasih tau sama yang jualan karage, ayam tepung versi jepang, kalo karage itu bikinnya pake sake, saya lihat KFC ala jepang kok kayaknya karage banget ya?!).

Walhasil, bismillah.. Saya ga ada pilihan. Kebetulan waktu itu saya sama sekali belum punya referensi makanan mana aja yang udah boleh buat muslim di food court. Jadi saya belilah itu KFC, berharap rasanya paling enggak mirip sedikitlah sama yang di indo. Beeeuh.. makan 1, saya langsung kenyang.. Ini mah karage bukan KFC 😢 Yaa.. mereka nyesuai-in lah ya di negara mana mereka buka 😬

Pas nungguin barang, kita pada ke TOILET dulu. Baru aja mau masuk gerbang TOILET, aroma khas-nya langsung menyapa diikuti oleh komentar orang jepang di belakang kami “kusai!” sambil menutupi hidungnya. OMG.. Selesai dari TOILET, saya hanya tertegun.. dengan berat hati kasih emoticon ☹️ sesuai sikon TOILET.

  • 18:53 Cek masuk pesawat.

Masih ada waktu! Tapi ga nemu KFC.. ga papa deh, orang masih kenyang juga abis makan di Garuda tadi. Ntar nyampe jogja baru daah, hajjarrr!! 😁☝🏻

  • 19:05 1b boarding.
  • 19:16 Di pesawat.

Perbedaan waktu Bali & Jogja adalah 1 jam lebih lambat di Jogja. Saat ini jam di Bali 07:11 sementara di Jogja 06:12 (lama perjalanan 01:12).

Waktu dapetin snack, ada roti dan saya minta teh hangat. Waaah, tau aja nih saya suka manis, teh hangat yang saya terima dikasih 2 bungkus gula, dan rasanya pas! Saya celupin roti sedikit demi sedikit ke teh manis hangat, makannya nikmatin banget.. gilaaaa… “saya memang udah di indonesia..😇” berasa mimpi!

Sampe-sampe, snack kacang campurnya saya makan sedikit demi sedikit, takut rasa indo-nya hilang dalam sekejap 😂 Terakhir, ingat waktu jajan-jajan disekolahan, pas udah mau habis, sisa-sisa dibungkus plastiknya itu diangkat dan dituang ke mulut sampe ga ada sisa 😆

Karna bawaan saya cukup ribet, pas naik pesawat sampe turun lagi, dibantuin tau sama penumpang bangku belakang. Padahal kabinnya terjangkau dan saya nggak ngomong apa-apa, lho.. Saya terharu, guys.. saya bener-bener udah di indonesia!! Karena bagi saya, dimana-mana hanya orang indonesialah yang begitu, bantuin duluan sebelum diminta tolong. Makin bangga jadi Warga Indonesia 😇 (dimaklumin aja, berle-nya lagi kumat 😅).

Di ruang tunggu, pesawat saya berangkat duluan dari uni. Kita pisah.. Tapi insyaAllah silaturrahim tetap terjalin.. 🙂

  • 21:00 (waktu Jogja) Mendarat.. Dekorasi di Bandara Adisutjipto keren!! Berbagai rupa wayang berjejer di dinding sebelah kanan pintu keluar.
  • 21:08 Ambil bagasi.

Dijemput si bontot.. missed him so much!!😘😘 Gilak, perbandingan saya & unjut bontot ruarr bisah! Udah macem body guard aja nih dia 😆✌🏻

Transportasi Online

Kita menuju penginapan saya dengan transportasi online. Taxi di Bandara sini ga pake argo. Pas ditawar, kebetulan cukup mahal ke lokasi hotel saya.

Penginapan Murah di Jogja

Saya menginap di Hotel Desa Puri Syariah Jogja. Tempatnya nyaman.. 🙂 Recommended nih, bisa jadi referensi buat yang nyari penginapan murah di jogja.. Kamar saya twince dengan bajet Rp 140.000,-.

Fasilitas untuk twince ini ada 2 tempat tidur single, kamar mandi (shower) & TOILET duduk 1 set di dalam kamar (lengkap dengan sabun mandi), wastafel yang udah ready perlengkapan gosok gigi, 2 air mineral gratis (jadi yang kehausan bisa langsung minum 🤣), perlengkapan dan petunjuk shalat buat yang muslim.

Saya sengaja bawa baju pas-pasan, karena ngerasa bakal aman “kan di hotel ada baju ganti?!”. Gelo… gelo.. ngimpi!! 😅

Pesan Makanan Online

Karena udah kemaleman, kita pesan makanan via online aja. Kebetulan yang recommended hanya Aldan yang masih buka, gurame dan sambalnya mantep euy!!

Ini kelebihan indonesia.. kulinernya mantep bisa pesen online lagi.. 😇 Beda banget sama Tokushima yang delivery aja bisa dihitung dan itupun ga bisa kapanpun ☝🏻 Kalo di indonesia, salahsatunya aja di jogja ini, mau hujan badai sekalipun bisa tetep makan enak tinggal pesan online atau delivery. Tapi di jepang, khususnya tokushima, kalo hujan atau lewat waktu (jam bukapun tergantung masing-masing tempat) murii (mustahil), malah ga terima pesanan juga ada, lho..

Penyakit Musiman saat Traveling

Sayangnya.. tenggorokan saya mulai sakit nih.. biasa, kalo udah pindah-pindah tempat suka gitu.. Terancam ga bisa makan enak nih 😢

Uang Baru!!

Karena ada keperluan, saya bareng unjut bontot belanja di minimarket terdekat, tak jauh dari penginapan. Pas menerima kembalian, saya bingung.. 2 tahun ditinggal, uang udah baru semua!! Saya kudu kenalan dulu nih.. Suka cek nominal dulu sebelum bayar-bayar 😅

Kesan

  • Mau di Indonesia kek, Jepang kek, kampuang atau perantauan; tetep pasti ada plus-minus-nya. Mentang-mentang tinggal di negara yang lebih maju, jadi keder dengan negara sendiri, oh NO! Jangan sampai.. 🤓☝🏻

Kamus

  • Kampuang (bahasa minang) = Kampung
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station | Stasiun Tokushima.
  • よかった /yokatta/ = Syukurlah..
  • OMG = Oh My God..
  • Giri-giri berasal dari ぎりぎり時間 /giri-giri jikang/ = Udah mendekati waktunya.
  • お土産 /omiyage/ = Buah tangan/oleh-oleh.
  • Saangin (bahasa minang) = Sedikit.
  • Subarashii (bahasa jepang) = Luar biasa.
  • Mono = Bahasa slank-nya monoton.
  • Murii (bahasa jepang) = Mustahil, ga mungkin, berlebihan.

Berlayar ala Shinmachi River

In Shinmachi River we can catch the river cruise (Hyotanjima tour boat) for only ¥200/person.

Tombori River Cruise & Hyotanjima Cruise

Bagi yang pernah melancong ke Namba (pusat perbelanjaan terbesar di Osaka), pastinya sudah tidak asing lagi dengan Tombori River Cruise (itu lhoo boat yang sering lalu lalang di sungai depan Patung Glico landmark-nya Osaka 😁☝🏻).

Ternyata, boat ini tak hanya ada di Osaka, tapi juga di Tokushima, namanya Hyotanjima Cruise atau Hyotanjima Tour Boat. Pengunjung bakal dibawa berkeliling dan dipandu oleh seorang pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak!

Perjalanan pulang-pergi ini memakan waktu sekitar 30 menit. Selama perjalanan, pengunjung bisa menikmati keelokan jantung Kota Tokushima sekaligus mengenal beberapa hal tentang Tokushima (dijelaskan dalam bahasa jepang).

Trip ini melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle), dan sebagainya.

Bajet

Tiketpun tergolong ekonomis, hanya dengan merogoh kocek ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak), pengunjung bisa merasakan serunya berlayar ala Shinmachi River.

Akses

Hyotanjima Cruise berlokasi di area Shinmachigawamizugiwa Park, Shinmachi. Aksespun sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Gallery

Rekomendasi Link

Catatan

Bagi yang pertama kali menaiki cruise atau boat di jepang, nanti jangan heran, kaget, atau bahkan keGR-an yak, coz bakal nemuin orang-orang yang sama sekali tidak dikenal tapi malah melambaikan tangannya dari mana-mana dan kitapun yang lagi naik boat juga bebas lho melambaikan tangan seolah menyapa mereka yang sedang menikmati suasana sekitar.

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi
  • Coz = Karena
  • GR /ge-er/ = Singkatan dari Gede Rasa, merasa diperhatikan

Kesan

Ada hal lain yang menarik yang bisa kita pelajari sambil menikmati pelayaran ini, tentunya tentang perlakuan masyarakat jepang terhadap alam, sebuah kombinasi antara nuansa modern dan alami.

Di sepanjang aliran sungai, bebas berkeliaran bebek-bebek nan unyu-unyu, burung putih khas pantai yang jika di Indonesia hanya bisa dilihat di kebun binatang, penyu dan berbagai jenis ikan yang berenang bebas di sungai-sungai tersebut. Padahal, tidak ada plang ataupun berbagai peringatan seperti “DILARANG MEMANCING” atau “DILARANG MENGGANGGU SATWA DI AREA INI”.

Tak hanya itu, sungainya juga bersih.. Meskipun tempat sampahnya hanya ada dititik tertentu bagian taman saja dan juga tak ada peringatan “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” atau “JANGAN BUANG SAMPAH KE SUNGAI”.

Pangsit

Malam ini teman Vietnam saya menjamu kami dengan 餃子 (gyoza) versinya. Makanan yang berasal dari Cina ini bisa ditemukan diberbagai negara dengan aneka bentuk dan versinya masing-masing yang katanya lebih familiar dengan nama wandon.

Di jepang, dikenal dengan 餃子 (gyoza), cara makannya berbeda dengan negara asalnya. Begitupun dengan indonesia yang menjadi salah satu makanan favorit dan dikenal dengan nama pangsit yang biasa dikombinasikan dengan bakso, somai, dll.

Sebenarnya seperti yang sudah kita kenal, isi pangsit itu bermacam-macam, mulai dari daging, udang, sayur-sayuran, dll. Tapi, kali ini yang dibikin oleh teman saya adalah versi sayur-sayuran. Sehat dan enak banget!!!👍👍 Rekomendasi buat para vegetarian 🙂

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gyoza

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

Bikin Udon Di Kotanya Udon

Buat pecinta kuliner, khususnya yang bercita rasa jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan udon. Mie ukuran gede ini merupakan makanan tradisional jepang yang berasal dari Perfektur Kagawa.

Ngomong-ngomong tentang Kagawa-ken, jalan-jalan kesini tidak hanya bisa membeli oleh-oleh udon saja, tetapi juga bisa belajar langsung dari ahlinya. Ada sekolah tempat pembuatan udon yang terkenal di Takamatsu-shi, namanya Nakano Udon School.

Bajet

Untuk mengikuti kursus singkat ini, pendaftaran dilakukan dengan buat janji terlebih dahulu (pemesanan sebelum hari H), dari pukul 9:00-15:00 via telfon (lihat di website resmi).

  • 2-14 pendaftar Â¥1.500/orang
  • 15-500 pendaftar Â¥1.300/orang

Pembayaran bisa dilakukan langsung di kasir, termasuk pembuatan sertifikat (bisa request dalam bahasa jepang atau bahasa inggris). Lalu pengunjung diberikan lembaran informasi berikut tata cara pembuatan udon dalam bahasa jepang; buat pengunjung asing tersedia dalam bahasa inggris.

Akses

Dari Tokushima Station dengan menggunakan mobil pribadi menempuh waktu sekitar 1 jam. (Bagi yang tidak membawa mobil tapi sudah punya SIM bisa rental mobil seperti di aplikasi Rakuten).

Sanuki-udon ala Nakano Udon School

  • Kursus berlangsung selama 40-60 menit
  • Pengunjung diminta memasuki kelas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Saat memasuki kelas, pengunjung diminta menaruh barang (kecuali benda berharga atau yang dibutuhkan seperti HP, boleh dibawa) di tempat yang telah disediakan.
  • Mengikuti karyawan ke lokasi pembuatan (ada meja dan kursi memanjang, sepertinya dikondisikan sesuai jumlah peserta).
  • Di atas meja telah disediakan celemek (apron), papan persegi dengan bidang datar, pisau ukuran sedang, tepung dalam wadah tertutup khas jepang, satu set kemasan udon yang telah diberi nama peserta berisi adonan udon lengkap dengan bumbu dan juga oshibori, gilingan dari kayu.
  • Mengikuti arahan sensei.
  • Duduk berhadapan berpasangan.
  • Memakai celemek.
  • Sesi I:
    • Belajar menggiling adonan udon dengan tekhnik khusus.
    • Belajar memotong udon, menaburkan tepung agar tidak lengket selama penyimpanan.
    • Pengunjung diberi kesempatan berfoto-ria ataupun mengambil video (sampai-sampai tempat ini menyediakan label dalam bentuk rol kayu bertuliskan nama tempat kursus)
    • Hasil akhir ditaruh ke dalam set udon (yang diterima sebelumnya) dan diserahkan pada staf.
  • Sesi II:
    • Belajar membuat adonan udon.
    • Peserta dikasih sarung tangan plastik. Ditemani dengan alunan musik jepang nan ceria, peserta menyemangati pasangannya dengan giring-giring (seru!)
    • Diawali dengan pencampuran tepung gandum dengan air (bahkan pengaturan airpun disetiap musim beda-beda, lho..)
    • Nah, itu masih versi aduk-mengaduk di meja, saling bergantian. Siapa sangka, pada saat staf/sensei menyediakan tikar jerami (tatami), ternyata bikin udon itu diinjak-injak euy!! (Hayo lho buat pecinta udon 😆👍👍). Ini tak kalah seru dari sebelumnya. Peserta yang menginjak-injak udon disemangati oleh pasangannya/peserta lain dengan giring-giring sambil menikmati musik jepang nan kekinian.
  • Di akhir sesi, dilakukan penyerahan sertifikat pada 3 orang terpilih (mirip seperti penyerahan sertifikat di Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).
  • Selesai kursus, peserta dikasih bingkisan berupa lukisan jepang yang bagian bingkainya bisa dilepas dan dijadikan gilingan, udon dan adonan udon yang telah dibikin sendiri. Lalu, peserta juga diberi kesempatan untuk berfoto-ria.

Fasilitas

Disini disediakan latar (background) cukup besar bertuliskan kaligrafi kanji Nakano Udon School dilengkapi dengan bangku ukuran sedang. Fasilitas lainnya yang sangat umum adalah toilet.

Lainnya

Di lokasi ini tidak hanya serba udon, tapi juga ada aneka omiyage khas Kagawa-ken dan daerah lainnya di Shikoku, mulai dari cemilan hingga cenderamata. Ada es krim enak seharga ¥300! Selain itu, juga ada penggilingan tepung, tradisional banget.. (sepertinya tidak hanya dipajang, tapi juga dijual..)

Kamus

  • うどん /udon/ = Mie tebal khas jepang
  • 中野うどん学校 /nakano udon gakkou/ = Nakano Udon Schoo | Sekolah Pembuatan Udon | Sakola Buek Udon
  • 香川県 /kagawa-ken/ = Kagawa Prefecture | Perfektur Kagawa
  • 高松市 /takamatsu-shi/ = Kota Takamatsu, bagian dari Perfektur Kagawa
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh / Cenderamata
  • おしぼり /oshibori/ = Lap tangan ala jepang yang berbentuk handuk basah (hangat/dingin)
  • 畳 /tatami/ = Tikar jerami khas jepang
  • アプロン /apuron/ = Apron (celemek)
  • Giring-giring | Giriang-giriang = Salah satu alat musik yang kalau di Indonesia sering dipake di TK (Taman Kanak-kanak)

Related Link

Rekomendasi Link

Gallery

🏷 Reunion with Hiro san

Ichigo Tabehodai

Memasuki akhir musim dingin tidak hanya menjadi awal dari musim semi, tetapi juga permulaan dari ichigo tabehodai di Jepang, salah satunya di Tokushima.

Ichigo Tabehodai

Ichigo adalah bahasa jepang dari stroberi. Sementara tabehodai juga diadopsi dari bahasa jepang yang berarti all you can eat (makan sepuasnya). Jadi, ichigo tabehodai artinya makan stroberi sepuasnya (sesuai dengan paket, harga & waktu yang telah ditentukan).

Uniknya, ichigo tabehodai bukan hanya sebuah ajang kuliner buah saja, tetapi juga destinasi untuk berwisata-ria. Bagaimana tidak, kita bisa berkunjung langsung ke lahan stroberi yang berbentuk rumah kaca dan bebas memetik dan makan sepuasnya.

Iseya Strawberry Farm

Ichigo tabehodai ada diberbagai tempat di Tokushima, salah satunya di いせや農場 (Iseya Strawberry Farm). Dengan merogoh kocek ¥2.000 bisa menikmati stroberi sepuasnya selama 30 menit.

Akses dari Kota Tokushima ke lokasi dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 30 menit.

Kamus

  • いちご /ichigo/ = Straberry (Stroberi)
  • 食べ放題 /tabehoudai/ = Tabehodai, all you can eat (makan sepuasnya)
  • 農場 /noujo/ = Farm (Pertanian)

Gallery