Category Archives: Travelmap

Refreshing ke GOR Rawamangun

Di Jakarta, ada beberapa tempat yang recommended buat refreshing. Khususnya bagi pecinta olahraga, ada banyak fasilitas umum yang bisa digunakan secara gratis!

Salah satu destinasi yang dimaksud ada di GOR Rawamangun. Tempat ini dikenal juga dengan nama Gelora Rawamangun, GOR Pemuda, Gelanggang Olahraga Rawamangun, GOR Balap Sepeda Rawamangun atau GOR Velodrome.

Fasilitas

Di dalam kawasan ini ada GOR, taman bermain yang adem lengkap dengan kursi taman dan dekorasi nan unik, Jakarta International Velodrome a.k.a Gelanggang Olahraga Velodrome, Stasiun LRT Velodrome, Lapangan Basket, Gedung Squash, Kolam Renang, Lapangan Tenis Indoor & Outdoor, fasilitas olahraga outdoor, fasilitas pendukung olahraga, batu pijakan relaksasi, dll.

Masing-masing gedung menyediakan berbagai fasilitas lainnya yang tak kalah lengkap, seperti: TOILET pria & wanita, loker, lobby, tempat duduk penonton, lapangan olahraga, kantin, mushalla bagi yang muslim, dsb.

Jakarta International Velodrome

Jakarta International Velodrome a.k.a Gelanggang Olahraga Velodrome adalah salah satu gedung iconic yang paling disukai oleh para pengunjung.

Memang tidak boleh sembarang orang bisa masuk, tapi berada di berandanya saja sungguh mengagumkan, view-nya kece badai!! Kita bisa melihat taman yang apik, 20 lebih tiang bendera yang terpancang rapi, juga LRT yang sesekali melintas di Stasiun LRT Velodrome.

Walaupun tidak bisa masuk, kita bisa mengintip bagian dalam gelanggang balap sepeda ini dari pintu kaca, dinding di sisi pintu masuk masih menyisakan lukisan icon ASEAN Games 2018 yang masih colorful, ngangenin yaa.. Selain itu, deretan kursi tampak tersusun dengan sangat rapi di dalam Velodrome yang di tengahnya ada arena melengkung tempat balap sepeda.

Event

Kompleks fasilitas olahraga yang luas ini menjadi bagian dalam pesta olahraga ASEAN Games 2018. Tak heran, jika pengunjung masih banyak menemukan sisa-sisa icon ASEAN Games yang sukses digelar di tahun lalu itu.

Lain-lain

Antusiasme masyarakat di Jakarta untuk berolahraga juga patut diacungi jempol, terlihat dari ramainya GOR Rawamangun, terutama di akhir pekan. Bukan hal yang aneh, bila melihat ada yang rela ngantri untuk menggunakan fasilitas olahraga yang ada di sisi kanan pintu masuk. Jika ada senam, yang ikut sampai memenuhi jalan di depan GOR.

Tak hanya fasilitasnya yang luar biasa lengkap dan memadai, di GOR juga ada beberapa stand kuliner buat yang mungkin mau sarapan atau sekedar membeli air meneral untuk pelepas dahaga.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, bisa ditempuh dengan Transjakarta (busway) berhenti di Halte Velodrome dan berjalan kaki menelusuri JPO beberapa menit. Budget yang dibutuhkan ekonomis, sekitar Rp 7.000,- PP.

Kamus

  • JPO = Jembatan Penyeberangan Orang
  • PP = Pulang-pergi
  • GOR = Gelanggang Olahraga

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho 👉 Pohon

Catatan

  • Mulai dari tanggal 21 Oktober 2019 s/d SELESAI, ada perbaikan di GOR. Jadi, arena lari ini tutup sementara waktu hingga perbaikan selesai.
  • Biasanya, mulai dari kaki JPO hingga depan pintu masuk ada beberapa pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan, namun entah mulai ditertipkan atau bagaimana, mulai terlihat sepi. Beberapa mobil aparat terlihat standbye di sekitar pintu masuk GOR.

Rekomendasi Link

Tongseng Maknyuss di Area PGC

Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih komplit dan berasa manis, pedas dan gurih. Daging yang umum digunakan adalah daging kambing. Namun, cukup banyak juga yang menggunakan daging lain seperti daging sapi atau daging ayam.

Di jaman ‘now’, kuliner khas Jawa Tengah yang maknyus ini bisa dibeli di banyak tempat, mulai dari warung kaki lima hingga restoran mahal.

Di Jakarta, ada salah satu tempat yang paling direkomendasi oleh para penikmat kuliner, tepatnya di depan JPO Halte PGC1 arah Cawang. Warung kaki lima ini buka dari jam 10 malam hingga pukul 5 Subuh; itupun kalau pelanggan sepi banget, karena biasanya, ketika warung ini buka, langsung diserbu oleh para pecinta tongseng.

Tongseng sapi yang dijual disini terdiri dari kombinasi daging sapi berlemak cair yang empuk dan mlumer, sayur kol nan renyah, potongan cabe rawit yang memberikan percikan-percikan pedas yang bikin nagih di mulut, kuah santan berbumbu khas yang klop, dengan toping bawang goreng yang juga renyah. Benar-benar menggugah selera makan siapa saja.

Selain tongseng sapi, ada juga menu lainnya yang tak kalah enak, seperti: tongseng ayam, pecel lele dan pecel ayam. Minuman hangat atau dinginpun juga ada lho: air mineral, es jeruk, es teh manis dan jeruk panas.

Sssst.. Soal harga, jangan ditanya, pastinya ekonomis!! Ini nih bocorannya:

  • Pecel lele atau pecel ayam Rp 19.000,-
  • Tongseng sapi atau tongseng ayam Rp 20.000,-

Gallery

  • Tongseng depan PGC (soon)

Catatan

  • Tongseng lebih nikmat disantap selagi hangat
  • Saat makan makanan yang hangat, sebaiknya jangan langsung minum minuman dingin, karena bisa mengakibatkan masalah pada gigi

Referensi

  • Lisa and the gang (Sayonara Party Lisa)

Pisang Kapik

Buat teman-teman yang sekarang lagi liburan ke Bukittinggi, jangan lupa nyicipin kuliner yang satu ini, namanya pisang kapik.

Apa itu pisang kapik?

Pisang kapik terbuat dari pisang batu yang dijepit dengan alat khusus.

Awalnya, pisang kepok dibakar dengan bara hingga matang dan biasanya agak sedikit gosong, kemudian dijepit dengan alat khusus dan dibubuhi dengan toping kelapa parut yang sudah diolah dengan gula merah.

Rasanya gimana?

Rasanya, jangan ditanya, enak!! Rasa khas pisang kepok yang dibakar bercampur manisnya toping kelapa.

Sebaiknya segera disantap selagi hangat.

Harganya?

Yang pasti, ekonomis!

Bisa dibeli dimana?

Pisang kapik menjadi salah satu kuliner teranyar di Pasar Atas Bukittinggi, terutama di dekat Jam Gadang (di sekitar puncak Janjang Gudang), di seberang Masjid Raya Bukittinggi, di gang menuju Los Lambuang.

Tidak hanya di Bukittinggi saja, pisang kapik juga bisa dibeli di Kota Padang: di Pasar Raya, tapi memang tak sekomplit di Pasar Atas Bukittinggi.

Gallery

Kamus Bahasa Minang-Indonesia

  • Pisang = Pisang
  • Pisang Batu = Pisang kepok
  • Baro = Bara
  • Kapik = Jepit
  • Kelapa = Karambia, karambie
  • Janjang Gudang = Nama sebuah jenjang yang menghubungkan area depan Hotel Jogja dengan Pasar Atas Bukittinggi
  • Saka = Gula merah
  • Los Lambuang = Nama sebuah tempat di Pasar Lereng, tempat kuliner yang didominasi oleh nasi kapau & katupek sayua
  • Pasa = Pasar

Rekomendasi Link

Referensi

  • Foto diambil dari Koleksi Album Photo Geni

Kungfu Cha ‘Seni Meminum Teh ala Taiwan’

Pernahkan Anda mendengar tentang ‘kungfu cha’? Mungkin mendengar kungfu sudah familiar ya ketimbang kungfu cha?!


Sore ini, ketika saya bersama seorang teman sedang melintasi sebuah toko teh taiwan yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka, tiba-tiba langkah kaki kami terhenti sewaktu melihat salah satu set minum teh, antik.. Terlebih, lagi ada diskon!

Awalnya kami mampir hanya sekedar melihat-lihat saja. Semua peralatan penyajian teh yang seperti bernuansa cina itu bikin salfok! Cantik banget..

Setelah berkeliling, dengan ramah seorang karyawan toko menawarkan kami untuk menyicipi teh. Dengan semangat 45, kami langsung mengiyakan.

Kami kira, tehnya bakal dituang dari teko dan langsung diminum. Eh, ternyata, karyawannya mempersilahkan kami duduk (kursinyapun antik!) dan kami menyaksikan penyajian teh yang menakjubkan..

Sesi Pertama

Sesi ini dimulai dari persiapan peralatan. Karyawan tersebut meletakkan nampan kecil masing-masing dihadapan kami. Bukan hanya kami, iapun ikut menaruhnya di hadapannya. Dengan alat menyerupai pinset, gelas kecil dikeluarkan dari steam.

Ia mengelap bagian bawah gelas ke sebuah handuk yang sengaja diletakkan dengan posisi terbuka di atas meja dan menaruhnya diatas nampan kami satu per satu. Cara yang samapun dilakukan untuk cawan kecil yang kemudian ditaruh di atas nampan (di sebelah kiri gelas).

Lalu, karyawan itu mengambil guci kecil tertutup dan membukanya. Ternyata, isinya adalah teh!

Daun teh yang sudah kering dituangkan dari guci ke sendok takar yang terbuat dari kayu. Penuangan inipun bukan asal tuang, digerakkan seperti setengah lingkaran hingga daun teh tertuang dengan teratur. Setelah itu, ada lagi alat seperti stik yang digunakan untuk menggiring bongkahan kecil daun teh dari sendok takar ke dalam cawan yang berukuran lebih besar. Teh tersebut diseduh dengan air hangat, lalu cawan ditutup.

Setelah didiamkan sekitar 15 menit, tutup cawan sedikit dimiringkan, teh ditiriskan ke dalam poci terbuka. Bagian bawah poci dilap dengan handuk. Baru kemudian teh dituang ke gelas dengan cara yang khas.

Eits, jangan langsung main minum aja, cawan kecil ditaruh ke atas gelas berisi teh, kemudian dibalikkan. Gelas dibuka dengan gerakan sedikit memutar dan diangkat.

Kebetulan teh yang kami request adalah teh oolong dengan aroma jasmine. Gelas kecil yang sudah kosong bisa dicium aromanya, wangi jasmin dan segarnya dedaunan.. Gelas ini kemudian dipegang dengan kedua tangan dan boleh digulirkan hingga lengan untuk memberikan efek relaksasi.

Sesi Selanjutnya

Berbeda dengan sesi pertama, di sesi kedua dan seterusnya, tinggal menyeduh air hangat ke cawan berpenutup. Lalu dituang ke poci terbuka, bagian bawah poci di lap dengan handuk. Selanjutnya teh dituangkan ke cawan kecil, bisa langsung diminum.

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho 👉 Kungfu Cha

Catatan

  • Kungfu Cha bukan hanya sekedar seni meminum teh saja, ini bermakna penghormatan tuan rumah kepada tamu dan juga pengikat hubungan silaturrahim.
  • Gemericik air teh yang dituangkan juga mampu memberi efek relaks, maka sebaiknya minum teh dilakukan di tempat yang tenang.
  • Teh oolong ini bisa diseduh hingga 4x. Bentuknya yang kering berwarna hitam akan berubah menjadi kehijauan. Ampasnya bisa digunakan untuk masker.
  • Cara menuang teh, memegang gelas kecil dan cawan kecilpun ada caranya.
  • Dari beberapa sumber, ‘kungfu cha’ dikenal sebagai seni menyeduh teh secara tradisional ala cina.
  • Berhubungan dengan kungfu cha, mungkin bakal ada kosakata cucing, yang merupakan cangkir mungil untuk minum teh cina.

Referensi

  • Karyawan Teh Enam Tiga
  • Sumber lainnya

Kamus Bahasa Indonesia-Minang

Prolog: Bahasa Minang (Baso Minang)

Seperti yang kita ketahui, Indonesia kaya akan budaya, salah satunya Minangkabau. Dalam percakapan sehari-hari di Minangkabau (Sumatera Barat) digunakan Bahasa Minang (Baso Minang). Namun, bahasa ini juga sangat beraneka ragam, tergantung daerah masing-masing, seperti pepatah Minang yang mengatakan; “Lain luhak, lain ikannyo” (lain lubuk, lain ikannya) yang berarti: lain daerah, lain bahasanya.

Dewasa ini, Bahasa Minang sudah mengalami banyak adaptasi, terutama dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan NKRI. Selain itu, juga bisa dikarenakan budaya orang Minang yang suka merantau atau penyerapan bahasa-bahasa dari daerah lain yang berasal dari para pendatang. Namun, uniknya Minangkabau, sekalipun merantau dengan sangat jauh dan dikenal sebagai urang awak (sebutan untuk sesama orang Minangkabau atau panggilan untuk orang Padang di wilayah rantau tertentu), bahkan hingga keluar negeri sekalipun, biasanya saat bertemu masih menggunakan Bahasa Minang, walaupun hanya terkesan untuk membuka percakapan saja.

Berikut sebagian kecil Bahasa Minang yang bisa menjadi panduan buat Anda jika sewaktu-waktu ingin berkunjung ke wilayah Minangkabau atau buat sanak (saudara) dirantau yang ingin merecalled (mengingat) kembali bahasa Minang untuk kata-kata tertentu yang mungkin saja sudah lupa karena tidak pernah berinteraksi lagi menggunakannya.

Kata Panggilan/Sapaan (Sapoan)

Abang

Adek / Adik

Anak

Bapak

Bibi

Bibi (paling besar)

Bibi (tengah)

Bibi (paling kebil)

Datuk

Ibu / Bunda

Kakak

Kakek

Kamu / Anda

Laki-laki

Nenek

Nenek buyut

Om

Om (paling besar)

Om (tengah)

Om (paling kecil)

Orang Minang

Pendekar

Perempuan

Perempuan (lajang)

Saudara

Saya

Tante

Uda

Adiak

Paja, anak

Apak, Abak

Mak uwo

Makdang (mak uwo paliang gadan)

Makngah (mak uwo nan tangah)

Makcik, makciak (mak uwo nan paliang kaciak)

Datuak

Bundo, amak, amai, one, mandeh, mande, uwaik

Uni, uniang (Pariaman), unang

Inyiak, atuak, niniak

Ang, kau, diang (Pasaman), akau, gau, agau

Bujang

Enek

Anduang

Mamak, pak etek

Pak adang, makdang (mamak nan paliang gadang)

Pak angah, makngah (mamak nan tangah)

Pakcik, makciak (mamak nan paliang kaciak),

Urang awak

Pandeka

Padusi

Gadih

Dunsanak, ampuang, sanak

Ambo, awak, aden, waden, denai

Etek

Angka (Angko)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

20

30

100

1.000

10.000

100.000

1.000.000

¼

½

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Delapan

Sembilan

Sepuluh

Sebelas

Dua belas

Dua puluh

Tiga puluh

Seratus

Saribu

Sepuluh ribu

Seratus ribu

Sajuta

Seperempat

Setengah

Ciek

Duo

Tigo

Ampek

Limo

Anam

Tujuah

Lapan

Sambilan

Sapuluah

Sabaleh

Duo baleh

Duo puluah

Tigo puluah

Saratuih, saratuh (Payakumbuh)

Saribu

Sapuluah ribu

Saratuih ribu

Sajuta

Saparampek

Satangah

Hari (Ari)

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

Akaik

Sanayan

Salasa

Rabaa /Raba-a/

Kamih

Jumahaik

Sabtu, pakan (Palembayan)

Keterangan Waktu (Wakatu)

Besok

Hari

Kemaren

Kemaren lusa

Minggu lalu

Nanti

Pukul

Sebentar

Sebentar lagi

Sekarang

Bisuak

Ari

Patang, patang ko, sariano

Patang ciek lai

Minggu nangko

Beko, nancik

Pukua

Sabanta, santa

Sabanta lai/li, cah lai/li,santa lai/li, kutu (lah)

Kini

Anatomi (Badan)

Betis

Bibir

Bulu mata

Dada

Dahi

Hati

Hidung

Ibu Jari

Jari

Jari kelingking

Jari manis

Jari telunjuk

Jari tengah

Jenggot

Kelingking

Kepala

Ketiak

Kulit

Lambung

Leher

Lengan

Limpa

Lutut

Mata

Mulut

Paha

Pantat/ekor

Perut

Pinggul

Punggung

Pusar

Rambut

Tahi lalat

Taring

Telapak kaki

Telunjuk

Telinga

Tengkorak

Tumit

Wajah

Batih

Bibia

Bulu mato

Dado

Kaniang

Ati

Iduang

Ampu

Jari

Kalingkiang

Jari manih

Tunjuak

Jari tangah

Jangguik

Kalingkiang

Kapalo

Katiak /katiyak/

Kulik, jangek

Lambuang

Lihia

Langan

Limpo

Lutuik

Mato

Muluik

Pao /pawo/

Ikua

Paruik

Pinggua

Pungguang

Pusek

Rambuik, abuak

Cilalek

Tariang

Tapak kaki

Tunjuak, talunjuak

Talingo

Tangkurak

Tumik

Muko

Nama Binatang

Anjing

Ayam

Babi hutan

Bebek, itik

Belalang

Beruang

Berang-berang

Buaya

Bunglon

Burung

Cacing

Capung

Cicak

Harimau

Ikan

(Ikan) Mujair

Itik, bebek

Jerapah

Kalajengking

Kambing

Kancil

Katak/kodok

Kelabang

Kelelawar

Kera

Kerbau

Kucing

Kuda

Kupu-kupu

Kumbang

Kunang-kunang

Laba-laba

Lalat

Lebah

Monyet

Naga

Nyamuk

Rusa

Sapi

Semut

Singa

Ular

Ular naga

Ulat

Ulat kaki seribu

Unggas

Anjiang

Ayam

Kandiak

Itiak

Bilalang

Biruang

Barang

Buayo

Bingkaruang

Buruang

Caciang

Sipatuang

Cacak

Arimau

Ikan

(Ikan) Mujayia

Itiak

Jarapah

Kalajangek

Kambiang

Kancia

Koncek, kangkuang

Kalipasan

Kalelawa, kalalawa

Karo

Kabau

Kuciang

Kudo

Ramo-ramo

Kumbang

Api-api

Lawah

Langau

Labah, pinyangek

Baruak

Nago

Rangik

Ruso

Bantiang, Jawi

Samuik

Singo

Ula

Ula nago

Ulek

Lintibang

Unggeh

Bama Buah (Namo Buah)

Anggur

Apel

Belimbing

Delima

Durian

Jambu biji

Jambu air

Jeruk

Kelapa

Manggis

Markisah

Nenas

Pepaya

Pepaya

Rambutan

Semangka

Sirsak

Tomat

Anggur

Apel

Balimbiang

Dalimo

Durian

Piraweh, paraweh

Jambak

Limau

Karambia

Manggih

Marakisah, markisah

Naneh

Batiak (Palembayan), kalikih (Bukittinggi)

Sampelo (Padang), kates (Sawahlunto)

Rambutan

Cumangko

Durian bulando

Tomaik /tomayk/

Warna (Warno)

Merah

Merah hati

Kuning

Putih

Hitam

Hijau              

Biru

Coklat

Orange          

Sirah

Merah ati

Kuniang

Putiah

Itam

Ijau

Ijau, biru

Cokelaik

Oren, oranye

Sayur (Sayua)

BuncisDaun ubi

Kangkung

Mentimun

Nangka

Pakis

Terong

BuncihPucuak ubi

Kangkuang, lalidih

Antimun

Cubadak

Sayua paku

Taruang

Bumbu/Bahan Masakan

Bawang merah

Bawang putih

Buah pala

Daun kunyit

Daun sup

Jahe

Kemiri

Ketumbar

Kulit manis

Kunyit

Lengkuas

Merica

Pala

Seledri

Serai

Bawang sirah

Bawang putiah

Buah palo

Daun kunyik

Bawang perai

Sipadeh

Cegek, dama

Katumba

Kulik manih

Kunyik

Langkueh

Marica

Palo

Saladari

Sarai

Kalimat Tanya (Kalimaik Tanyo)

Apa

Bagaimana

Berapa

Dimana

Kapan

Siapa

A

Baa

Bara

Dima

Bilo

Sia

Partikel yang sering digunakan

  • Do
  • E
  • Lah
  • Lai / li
  • Go
  • Miang / men / samiang
  • Nyeh
  • No
  • Nah
  • Nyo
  • O
  • Oop
  • Se
  • Tu
  • Yo

A

Abu

Ada

Adat

Aduh

Agama

Agung

Air

Air mata

Air minum

Air terjun

Akar

Alas

Alir

Ambil

Amping

Aneh

Angka

Angkat

Antar

Anting

Api

Aren / enau

Asap

Atap

Atas

Awal

Abu

Ado, lai

Adaik

Onde

Agamo

Aguang

Aia, aie

Aia mati, aie mato

Aia putiah, aia kawa

Aia tajun

Aka

Aleh

Alia

Ambiak

Ampiang

Lain

Angko

Angkek

Anta

Subang

Api

Anau

Asok

Atok

Ateh

Jolong, patamo

B

Bagus

Bahasa

Bahaya

Baik

Baik budi

Baju tanpa lengan

Bakar

Balas

Bambu

Bangkit

Bantal

Bantal guling

Basa-basi

Basi

Batas

Batok (kelapa)

Batuk

Bau

Baut

Bawah

Biar

Biarkan

Biarkan saja

Biji

Bisa

Bisik

Becek

Bedak

Beduk

Bekal

Bekas

Belah

Belajar

Belakang

Belanja

Beli

Benam

Benang

Benar

Bencana

Bengkak

Bentuk

Berani

Berantem

Beras

Berat

Bercanda

Berdagang

Berdiri

Berfoto

Bergadang

Bergerak

Beri

Berisik

Berseluncur

Bertemu

Berpacaran

Bersih

Berusaha

Bertamu

Bertemu

Besar

Besi

Betul

Biduk

Biji

Bodoh

Bohong

Boleh

Bos

Botol

Bra

Buah

Buang

Buang air besar

Buang air kecil

Bujuk

Buka

Buka puasa

Bukit

Buku

Bulat

Buncit

Bunga

Bungkus

Buru-buru

Busa

Busuk

Ancak

Bahaso, baso

Bahayo, baayo

Elok, segeh, baiak

Elok budi, babudi

Baju katebe

Baka

Baleh

Batuang

Bangkik

Banta

Guliang, banta guliang

Baso-basi

Rasan

Bateh

Tampuruang, sayak

Batuak, kuhua

Baun

Bauik

Baruah, bawah

Bia

Bialah, biaan /biya_an/

Biaan se lah, biaan miang lah

Bijo

Talok (kekuatan), talakik (waktu/kecepatan)

Bisiak

Lanyah

Badak

Tabuah

Minum kopi, jamba

Bakeh

Balah

Baraja

Balakang

Balanjo

Bali

Banam

Banang

Bana

Bala

Bangkak

Bantuak, cando

Bagak

Bacakak

Bareh

Barek

Bagarah

Manggaleh

Tagak

Bakodak, bapoto

Batanggang

Manggarayok

Agiah

Maeboh

Basiluncua

Basobok, batamu

Bacewek

Barasiah, segeh

Barusao /Barusawo/, Batakok (mencari nafkah)

Bekunjuang

Basobok, batamu, basuo

Gadang

Basi

Batua

Biduak

Bijo

Andia, pandia, ongok

Kicuah, caliah

Buliah

Boih

Boto

BH /be-ha/

Buah

Campak-an

Cirik, tacirik

Cicih, pipis, kanciang, takanciang

Umbuak

Bukak

Buko puaso

Bukik

Buku

Bulek

Buncik

Bungo

Bungkuih

Takaja

Busa, ruok

Busuak

C

Cabai, cabe

Cabe rawit

Cahaya

Cakar

Cair

Camat

Campur

Cangkul

Cantik

Capek

Catat

Celaka

Celana

Celana dalam

Celengan

Centil

Cepat

Cerita

Cerdik

Ceret

Cicip

Cinta

Coba

Coklat

Congkel

Lado

Lado kutu

Cahayo

Kakeh, guriah

Caia

Camaik

Campua

Cangkua

Rancak, elok, ancak, kamek

Panek, litak

Cataik /catayk/

Cilako

Sarawa

Sarawa kotok

Kacio /kaciyo/, kaceo /kaceyo/

Jungkek, cantiko, cantiak

Capek, lakeh, bagageh

Carito, cito

Cadiak

Cerek

Cubo

Cinto

Cubo

Cokelaik, cokolaik

Cukia

 D

Daging

Dahulu kala, dahulu sekali

Dapat

Dapur

Datang

Dekat

Dengan

Dengar

Depan

Derai

Didih

Dinding

Diupahkan

Dosa

Duduk

Dulu

Dagiang

Taisuak, sisuak, zaman baholak, jaman katumba

Dapek

Dapua

Tibo

Dakek

Jo, samo

Danga

Muko

Darai

Didiah

Dindiang

Disarayoan

Doso

Duduak

Daulu /da-ulu/

E

Emas

Ember

Embun

Emping

Enak

Endapkan

Ameh

Embe

Ambun

Ampiang

Lamak, sero, badaso

Anok_an, anokkan

F

Foto

Fotocopy

Poto, gambar

Potokopi

G

Gabus

Gadis

Gali

Gantung

Garuk

Gasing

Gatal

Gaya

Gelang

Gelar

Gelas

Gempa

Gemuk

Gerendel

Gergaji

Gertak

Gigit

Gila

Goreng

Gores

Gubuk

Gula

Gula aren

Gula merah

Gula merah (dari tebu)

Guling

Guna

Gundar

Gunung                

Gabuih, busa

Gadih

Kali

Gantuang

Gauik

Gasiang

Gata

Lagak, mode

Galang

Gala

Galeh

Gampo

Gapuak

Garende

Garagaji

Garatak

Gigik

Gilo, snewen, ndak sandereh, sakik utak, kanai

Goreng, goreang

Guriah

Gubuak

Gulo

Saka anau

Saka

Saka tabu

Guliang

Guno

Gunda, bros, boroih

Gunuang

H

Habis

Haji

Hambar

Hambat

Hampa

Hampir

Handuk

Hangat

Hanger

Hangus

Hantu

Hanyut

Harap

Hari raya

Harum / wangi

Hati-hati

Hebat

Hela

Hemat

Hempas

Hidup

Hilalang

Hilang

Hilir

Hingga

Hitung

Hujan

Abih

Aji

Amba

Ambek

Ampo, pana

Ampia

Anduak

Angek

Anger

Anguih

Antu

Anyuik

Arok

Ari rayo

Arum

Ati-ati

Ebaik /ebaiyk/

Elo

Imaik

Ampeh

Iduik

Ilalang

Ilang

Ilia, ilie

Inggo, malakik

Ituang

Ujan

I

Iba

Idul Adha

Ikat

Ikat pinggang

Ikat pinggang (dari kain)

Ikat rambut

Ikut

Ilmu

Indah

Ingat

Ingin

Ingus

Ini

Intip

Iris

Iya

Ibo

Ari rayo aji, ari rayo gadang, ari rayo kurban

Kabek, ikek, pauik

Ikek pinggang, kabek pinggang

Kodek

Kabek rambuik, ikek abuak

Sato

Ilimu

Rancak, ancak, elok

Ingek, takana

Nio, nyio

Salemo

Iko

Cigok

Riciah, irih

Iyo

J

Jagung

Jahe

Jahit

Jaja

Jalan-jalan

Janda

Jarum penjahit

Jatuh

Jatuh

Jauh

Jahat

Jalan-jalan

Jelek

Jembatan

Jemput

Jendela

Jenjang

Jerawat

Jijik

Jualan

Juga

Jurang

Jaguang

Sipadeh

Jaik /jayik/

Jojo

Raun-raun, pai main

Jando

Pinjaik

Jatuah, balambin, lareh

Tatilantang, tarambau

Jauah

Jaek /jayek/, jahaik

Malewa, malelong, malala, raun-raun

Buruak

Jambatan

Japuik, jampuik

Jandela

Janjang

Jirawek

Jajok, jagan

Manggaleh

Juo, jo

Lakuak

K

Kabar

Kabel

Kabur (melarikan diri)

Kabur (penglihatan)

Kaca

Kaca mata

Kain sarung

Kali

Kalimat

Kalung

Kamar

Kambuh

Kampung

Kanan

Kangen/rindu

Kantong kresek

Kaos/kaus

Kapal

Karcis

Karet

Kartu

Karung

Kasur

Kata

Kaya

Ke

Kebun

Kecil

Kedai

Kedip

Kejar

Kelapa

Keluar

Kelupas

Kelumun

Kehendak

Kemas

Kembali

Kembang

Kemoceng

Kena

Kencang

Kendur

Kenek

Kentang

Kentut

Kenyang

Kerak

Keras

Kereta

Kerikil

Kering

Keringat

Kerja

Kertas

Kerupuk

Kerupuk kulit

Kerupuk melinjo

Kipas

Kira

Kiri

Kolam

Kom

Kondangan

Kopiah

Kosong

Kuali

Kuat

Kubur

Kumat

Kumpul

Kunyit

Kurap

Kurang ajar

Kursi

Kurus

Kaba

Kabe

Malucuih

Kabua

Kaco, camin

Kaco mato, reben

Kain saruang

Banda

Kalimaik

Kaluang, lukuah

Biliak

Kambuah

Kampuang

Suok /Suwok/

Taragak

Asoi

Kauih /kawuih/

Kapa

Kuricih

Kajai

Karatu

Karuang/goni/guni

Kasua

Kato, kecek

Kayo

Ka

Kabun, parak

Kaciak, ketek

Kadai

Kijok

Kaja

Karambia

Kalua

Kalupeh

Kalumun

Kandak

Kameh

Baliak

Kambang

Bulu ayam

Kanai

Kancang

Kandua

Sitokar, Stokar oto

Kantang

Kantuik

Kanyang

Karak

Kareh

Kareta

Karikia, karikie

Kariang

Paluah, karingek

Karajo

Karateh

Karupuak

Karupuak janget

Karupuak baguak, karupuak ampiang

Kipeh

Sangko

Kida

Tabek

Cumbasuah (kom kecil tempat cuci tangan), embe

Baralek

Kupiah /Kupiyah/

Ampo

Kancah

Kuwaik, talok, kuwek

Kubua

Kumaik /kumayk/

Kumpua

Kunyik

Kurok

Kurang aja

Kurisi, bangku

Kuruih, lesuik, lisuik

L

Lahir

Lalu-lalang

Lama

Lambat

Lampu dinding

Langit

Lanjut

Lapar

Lapuk

Lauk

Laut

Layang-layang

Leher

Lelah

Lemah

Lemari

Lemas/lesu

Lembak

Lembek

Lembut

Lempar

Lengan

Lengkap

Lepas

Lepat

Letih

Lewat

Liar

Lihat

Lilit

Lilitkan (ke pinggang)

Lipat

Lipstik

Lobang

Lolos

Lompat

Loncat

Luas

Lucu

Luluh

Lulus

Lupa

Lumpuh

Lumpur

Lurus

Lusuh

Lahia, laia

Mangalebuik

Lamo

Lambek, leak

Lampu togok

Langik

Taruih

Litak, lapa

Lapuak

Samba

Lauik

Alang-alang

Lihia

Panek

Lamah

Lamari, bofet

Lameh, letoy

Lambok

Lambiak, anjek (nasi)

Lambuik

Ambuangan, lambuik-an

Langan

Langkok

Lapeh

Lapek

Latiah

Lalu, lewat

Lia

Liek /liyek/, caliak

Lilik

Lilik-an, kodek-an

Lipek

Lip, gincu

Lubang

Luluih

Lompek

Loncek

Lapang, luweh

Lawak

Luluah, lintuah

Luluih

Lupo

Lumpuah

Luluak, lunau

Luruih 

Lusuah        

M

Maghrib

Mahal

Makam

Makan bersama

Makasih

Malas

Maling

Mangkuk

Manik-manik

Manis

Manja

Marah

Masa

Masuk

Matang

Mau

Mayat

Memasak

Memasak dengan api kecil

Memasak nasi

(Awalan) Men~

Menangis

Menggelinding

Menghilang

Mampus

Matahari

Mau

Melayat

Melihat

Memancar

Membeli

Membesuk

Menang

Menangis

Menawar

Mendung

Menganga

Mengantuk

Menggeliat

Menggelinding

Meninggal

Menjalar

Menulis

Mentah

Mentang-mentang

Mesin

Mesjid

Mimpi

Minta

Miring

Miskin

Mobil

Muda

Muka

Mudik

Mukena

Mutiara

Mugarik

Maha

Makan

Basalanjuang, makan basamo, makan bajamba

Mokasi

Maleh

Maliang

Mangkuak

Maniak-maniak

Manih, kamek

Manjo

Berang, bangih

Maso

Masuak

Masak

Nio, amuah, namuah, nyio

Mayik

Mamasak, manjarangan

Unyai

Batanak, manjarangan nasi

Man~

Manangih

Manggalindiang, mandorek

Malucuih, mailang

Jangkang, mati

Matoari

Nio, nyio

Manjanguak

Maliek /maliyek/, manyilau, mancaliak

Mamanca

Mambali

Manjanguak

Manang

Manangih, maratok

Maago

Galok

Mangango

Takantuak

Manggaliek

Manggulindiang

Maningga

Manjala

Manulih

Matah

Mantang-mantang

Masin

Musajik

Mimpi

Mintak

Miriang

Bansaik, mularaik, indak bapunyo

Oto

Mudo

Muko

Mudiak

Tilakuang

Mutiaro

N

Naik

Nama

Nangka

Napas

Niat

Niru

Ngorok

Naiak

Namo

Cubadak

Angok

Niaik /niyaik/

Tampian /Tampiyan/

Bakaruah

O

Obat

Ongkos

Orang

Otak

Ubek

Ongkoih

Urang

Utak, banak, aka

P

Pabrik

Pacar

Padat

Pagar

Pahala

Pahat

Pahit

Paling

Panas

Pandai / pintar

Panekuk

Pangkal

Parang

Pasar

Pasir

Patuh

Patung

Payah

Payung

Pecah

Pecah belah

Pegang

Pelit

Peluk

Pergi

Petuah

Pematang

Pembohong

Pena

Penat

Pendek

Pendekar

Penghapus

Pengumuman

Penjara

Pensil

Penting

Penyakit

Perbaiki

Pergi

Perhitungan

Perih

Periuk

Perlu

Permen

Permen karet

Pesan

Pesawat

Pesta adat

Petir

Pilih

Piring

Pistol

Pohon

Preman

Puas

Puasa

Pucat

Pupuk

Pusing

Putus

Pabrik

Cewek

Padek

Paga

Pahalo, paalo

Paek

Paik /payik/

Paliang

Angek, paneh

Santiang, cadiak

Pinukuik

Pangka

Ladiang

Pasa, pakan

Kasiak

Patuah

Patuang

Jariah

Payuang

Pacah

Pacah balah

Pagang, pacik

Pilik

Paguik

Pai

Patuah

Pamatang

Pangicuah, paota, pancaliah

Pena

Panek

Singkek (baju), sandek (benda), ateng (badan), pendek

Pandeka

Palupuih, pangapuih

Pangumuman

Pinjaro

Pituluik

Pantiang

Panyakik

Pelok-an

Pai

Paretongan

Padiah

Pariuak /pariyuak/

Paralu

Gulo-gulo

Gulo-gulo karet

Pasan

Kapa tabang

Baralek

Patuih

Piliah

Piriang, cipia (Palembayan ilia)

Badia

Batang kayu

Pareman

Puweh

Puaso

Pucek

Pupuak

Paniang, pusiang

Putuih

Q

R

Radio

Ramai

Rantang

Rapat

Rapi

Ransel

Rasa

Rautan pensil

Rebus

Reda

Rekah

Remot

Rendah

Rendam

Renyah

Resah

Ribut

Rimba

Rindu/kangen

Rok

Ronda

Rumput

Runcing

Rusak

Rusuh

Radio

Rami

Sia

Rapek

Segeh

Taih pungguang

Raso

Pirunciang, parunciang

Abuih

Baranti

Rangkah

Remoik /remoyk/

Randah, ateng

Randam

Badaruak, rapuah

Rasah

Ribuik, mamakak

Rimbo

Taragak

Orok

Rundo

Rumpuik

Runciang

Soak, rusak

Rusuah

S

Sabit

Sajadah

Sakit

Sama

Sambal

Sambil

Sambung

Sampah

Sampan

Sandal

Sandal jepit

Sandal kayu

Sangat

Santai

Sapa

Sapi

Sapu tangan

Sarang laba-laba

Sarung

Sayur

Sebentar

Seberang

Sedang

Segan

Sehat

Sekolah

Selamat

Selendang

Selera

Selimut

Semak

Sembab

Sembuh

Semen

Semena-mena

Sempit

Sempurna

Senang

Sendiri

Sepak

Sepatu

Sepeda motor

Seperti

Seprai

Sesak

Sesuai

Setrika

Shalat

Siang

Silat

Simpan

Simpang

Singkat

Snack /snek/      

Sobek

Sofa

Sombong

Sopan

Suap

Sudah

Sudut

Sujud

Suka

Sulit / susah

Sungai

Sunting

Surat

Surga

Suruh

Susut

Sabik

Lapiak sumbayang

Sakik

Samo, jo

Samba

Sambia

Sambuang

Sarok

Sampan

Tarompa

Tarompa japang

Tangkelek

Bana

Baleha-leha

Sapo

Bantiang, jawi

Deta

Auik lawah

Saruang

Sayua

Sabanta, cacah, icah

Subarang

Sadang

Sagan

Sihaik, segeh

Sakola, sikola

Salamaik

Salendang, tingkuluak

Salero

Salimuik

Samak

Sambok

Cegak, sambuah

Simin

Lanteh angan

Sampik

Samporono

Sanang

Surang, sorang

Sipak, anju

Sipatu

Onda, kereta

Sarupo, bantuak, mirip, kayak, cando, bak

Aleh kasua

Sasak

Sasuai, suai

Tareka

Sumbayang

Siang, Luhua

Silek

Andok, suruak

Ampang

Singkek

Minum kopi

Cabiak

Sopa

Ongeh

Elok laku

Suok

Alah

Suduik

Sujuik

Suko

Payah, jariah

Batang aia

Suntiang

Surek

Surugo

Suruah

Susuik

T

Tabing

Tabungan

Takbir

Takut

Tali

Tanggal/copot

Tangis

Tanya

Tarwih

Tas

Tawar

Tebak / terka

Tebas

Tebu

Telepon

Telepon genggam

Televisi / TV

Telungkup

Tempat

Tempat tidur

Tenang

Tengah

Tepi laut

Terbakar

Terbang

Terbangun

Tergelincir

Terhempas

Terima

Terima kasih

Terjatuh

Terjatuh

Terkejut

Terkelupas

Terkenal

Terlalu

Termos

Tersinggung

Tertawa

Tertidur

Terus

Tiba

Tidak

Tidur

Tikar

Tinggal

Tingkat

Tongkat

Tua

Tudung

Tuhan

Tulis

Tumbuk

Tumis

Tutup

Tabiang

Kuceyo, kaceyo

Takabia

Takuik

Tali

Tangga, lapeh

Tangih, ratok

Tanyo

Tarawiah

Taih, kampia

Tawa, pada, amba; ago

Takok

Tabeh

Tabu

Talepon

HP /hape/

Tipi

Talungkuik

Tampek

Dipan

Tanang

Tangah

Tapi lauik (taplau)

Tabaka

Tabang

Tasintak, tajago

Tagulincia, takuliciak

Taampeh

Tarimo

Tarimokasi

Tajatuah, tajungkang, tagarubuih,

tajarambauk, tatingadah

Takajuik

Takalupeh

Tanamo

Talalu

Taromoih, taremoih

Tasingguang, tasuruik

Galak

Takalok, talalok

Taruih

Tibo

Indak, indo (Pasaman), ndak

Lalok, tidua, tidue

Lapiak

Tingga

Tingkek

Tungkek

Tuo, gaek

Tuduang

Tuhan

Tulih

Tumbuak

Tumih

Saok /sawok/, tutuik

U

Uang / duit

Uang kecil

Ubi kayu

Ubi rambat

Udara

Untung

Upah

Urat

Urut

Usaha

Pitih, piti.

Pitih kaciak, pitih darai

Ubi

Pelo

Udaro

Untuang, labo

Sarayo, upah

Urek

Uruik, barulak

Usao /usawo/, paadok /pa_adok/, pancarian

V

Ventilasi Bandua

W

Waktu

Wangi

Wudlu

Wakatu

Arum

Uduak

X

Y

 Ya  Yo

Z

Update File

Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Prolog

Tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu, begitu juga lebaran..

H+1 lebaran udah mudik ituuu berat yaa.. Tapi, bagi kita perantau, membagi waktu itu penting. Waktu bersama keluarga memang utama, tapi ada kewajiban lain yang menanti diseberang: kerjaan, hee.. ☺️

Bus NPM

Sebenernya, selain tiket pesawat yang akhir-akhir ini harganya naik drastis, saya memang sudah sejak lama berangan-angan ingin mencoba perjalanan Sumatera-Jawa dengan Bus. Mungkin bagi kebanyakan orang, itu melelahkan dan tak lebih hanya sekedar alternatif terakhir. Tapi, bagi saya, sepertinya itu sebuah perjalanan yang seru dan menyenangkan!! Apalagi, bisa naik Bus NPM, bus favorit saya sedari kecil.

Dulu, dimasa jayanya, perjalanan antar Kota Padang-Bukittinggi, kami menggunakan bus seperti Bus NPM (Naikilah Perusahaan Minang), Bus ANS dan bus lainnya. Namun, sekitar 13-15 tahun yang lalu, masa itu telah digantikan oleh mobil-mobil travel dan bus mini.

Dari bulan Maret saya sudah pesan tiket Bus NPM untuk Jakarta-Padang di Loket Bus NPM Terminal Pulo Gebang; tapi karena suatu hal, tiket tersebut dibatalkan.

Sementara untuk kembali nanti, keluarga saya sudah memesankan tiket Bus NPM untuk Bukittinggi-Jakarta di Loket Bus NPM Bukittinggi. [Sengaja saya ambil tanggal 7 (Jum’at) untuk memperkirakan sampai di Jakarta tanggal 9 (Minggu), sehingga tanggal 10 (Senin) sudah bisa beraktifitas kembali di rantau.]


7 Juni 2019 (Palembayan-Bukittinggi)

Libur lebaran yang singkat membuat waktu begitu cepat dan berarti. Walhasil, nggak bisa silaturrahim ke seluruh keluarga & handai taulan. Belum lagi, packing, hadeeeuh.. Rasanya pengen cepat kelar hari ini tapi tak ingin melewatkan setiap moment-nya (gimana sih?!😅)

Onigiri ala O

Bangun Subuh langsung siap-siap bekal. Saya memutuskan untuk membuat onigiri (nasi kepal ala jepang yang didalamnya diisi dengan lauk tertentu) versi saya.

Lauk yang saya gunakan adalah Samba Pensi (mungkin lebih familiar dengan nama Pensi Balado yaa) dan Rendang yang sudah saya suir-suir diaduk dengan rabuak (bumbu)-nya.

Sebaiknya nasi yang digunakan adalah nasi yang baru matang, tapi karena mengingat waktu, nasi yang saya pakai adalah nasi yang sudah dimasak dari tadi malam di magic com.

Plastik 1/4 di belah 2. Taruh nasi di atas plastik secukupnya, ratakan tapi jangan terlalu tipis. Taruh lauk (yang tidak mudah basi) secukupnya di tengah nasi, tambahkan nasi baru diatasnya. Tutup plastik dengan hati-hati dan bulatkan sampai mengepal. Bagi yang punya cetakan onigiri juga bagus, tergantung kreasi masing-masing.

Kenapa serba secukupnya? Karena, bila nasi terlalu banyak, bakal susah dihabiskan dan ujung-ujungnya malah dibuang, sayang kan?! Taruh nasi sekiranya habis untuk 1x makan, kalaupun dirasa porsi makannya memang banyak, menurut saya tetap buat beberapa buah dengan ukuran kecil agar mudah dibawa dan lebih efektif. Dan juga, bila lauk berlebihan, minyaknya mudah meleber dan nasi sulit menyatu.

Persiapan Lainnya

  • Suit case a.k.a koper atau travel back yang sudah dipacking dari tadi malam berisi barang-barang yang jarang atau nggak bakal dipakai di perjalanan. Karena tas bawaan saya terbatas, tetap saya masukkan pakaian ganti ke dalam koper (berharap koper yang memang khusus kabin bisa masuk kabin bus nantinya).
  • Tas tenteng berisi:
    • Pocket travel besar (didalamnya ada mukena, plasmina lebar dan hangat yang nantinya bisa dijadikan selimut atau syal), kaos kaki dan pakaian dalam.
    • Pocket travel laundry yang kecil saya isi dengan sabun cuci muka, odol dan pasta gigi (kalau bisa sediakan yang khusus travelling; saya bawa yang biasa karena yang khusus tertinggal di Padang).
  • Tas yang dilapisi aluminium foil atau tas biasa aja untuk khusus tempat makanan. Berisi:
    • Lauk, kebetulan yang saya bawa adalah rendang.
    • Onigiri ala O 4 bungkus.
    • Kue lebaran dibagi 2 bungkus, yang versi mentega dan versi renyah.
    • Sendok dan garpu ditutupi dengan tisu.
    • Tisu beberapa lembar.
  •  Tas punggung (backpack) berisi:
    • Payung
    • Power bankheadphone atau headset, charger, kabel data dan colokan internasional (Usahakan dalam 1 tempat)
    • Jarum pentul dan pin buat yang berhijab (taruh dalam 1 tempat)
    • Tisu biasa dan tisu basah. Kenapa juga perlu bawa tisu basah? Untuk lap tangan bila kotor dan sulit mendapatkan air; buat ke TOILET bila air di TOILET yang disinggahi kurang bersih untuk cebok.
    • Buku catatan kecil untuk sekedar memo atau catatan perjalanan.
    • Dompet (pouch) rangkap (kalau bisa yang rangkap 3 atau beresleting 3. Gunanya?
      • Untuk duit. Masukkan uang dari yang kecil (koin) hingga yang besar (seratus ribuan), bawa sekedarnya saja, tak usah berlebihan.
      •  Untuk alat tulis dan kartu-kartu yang memang dirasa perlu saja: pena, kartu nama, foto copy KTP, kartu tertentu seperti e-money atau tap cashflashdisk, dll.
      • Untuk keperluan penting lainnya. Khusus perempuan: makeup (pelembab wajah, bila perlu sun block, benang gigi, lipstik, dll), pembalut/panty liner, ikat rambut dan masker.
    • Kaca mungil, jaga-jaga abis makan kadang suka ada tompelan cabe di gigi, atau abis cuci muka di setiap perhinggahan ada yang tidak menyediakan kaca sama sekali.
    • 1 pakaian dalam ganti di saku-saku tas (bila perlu).
    • Obat-obatan, terutama bagi yang sering alergian. Yang perlu obat alergi (kadang perubahan suhu atau tak sengaja makan makanan yang bikin alergi), obat anti demam/anti nyeri (biasa, kadang jalan jauh suka bikin kepala cenat-cenut), plester anti nyeri buat yang suka encok atau ngalamin LBP (Low Back Pain) buat jaga-jaga, obat radang tenggorokan (biasa, kadang kalau udah laper atau nemu kuliner enak suka lupa diri, dan juga kurang minum atau konsumsi makanan berminyak berlebihan), obat masuk angin (kadang perjalanan jauh bikin banyak orang mengeluhkan masuk angin), obat maag (buat yang punya riwayat maag).
    • Tiket di taruh di saku depan atau di tempat yang mudah diambil sewaktu-waktu bila diperlukan.
    • Air mineral kemasan 250 ml 2 gelas dan kemasan 600 ml 1 botol. Kemasan gelas bisa digunakan untuk menaruh teh atau minuman dan makanan berkuah lainnya di jalan nantinya. Kemasan botol bisa diisi ulang dari kemasan 1500 ml nantinya. *
    • Lainnya (mungkin saja perlu): bedak tabur, alas bedak, dompet kartu, tongsis, dll.
  • Plastik sampah bening seukuran kantong goni sedang dan plastik wrap, karena koper saya nggak punya cover (penutup), demi perawatan (ciileh), saya tadinya mau me-wrapping semua bagian koper. Tapi, karena ada baju ganti yang mau diambil, diakali dengan menggunakan plastik sampah tersebut, cukup tebal dan bisa diikat atau di plester agar mudah dibuka.
    • Plastik sampah tadi dilobangi sesuai ukuran roda dan mengikuti bentuk gagangan dan bagian jinjingan koper. Ujung-ujung plastik dirapikan dan diplester dengan plester yang cukup nempel atau diikat saja lebih praktis.
    • Plastik wrapping  digunakan jika sudah tidak ada lagi barang yang diambil (terinspirasi saat ngantri check-in di Bandara Kuala Lumpur, ada beberapa penumpang sibuk melilitkan plastik wrap ke kopernya masing-masing. Saat itu saya pikir, “ide cemerlang yaa” 😊👍👍).

Palembayan-Bukittinggi

Untuk mengejar waktu, kami berangkat dengan motor dari Palembayan. Harusnya pukul 6 teng sudah jalan, tapi biasalah jam karet emang susah dibenerin, walhasil sekitar 06:30 baru jalan.

Alhamdulillah.. Perjalanan hari ini lancar, walaupun sempat kena macet di beberapa tempat, kami tiba sekitar jam 8-an di Loket NPM Bukittinggi, sudah ada 2 bus yang stanbye yang kami kira bus sayalah salah satunya.


7 Juni 2019 (Bukittinggi)

Setelah melunasi tiket (sebelumnya baru bayar DP karena pada waktu itu harga angkutan umum lebaran belum ditentukan, tapi syukurnya nama saya sudah dimasukkan ke dalam sistim), saya diinfokan oleh agen bahwa bus yang akan saya naiki sedang on the way dari Payakumbuh, beliau juga mengingatkan plat bus yang akan saya naiki.

Menjelang Naik Bus

Karena masih ada waktu, kami beli oleh-oleh dulu, kali ini saya direkomendasiin di Sanjai Balado Ummi Ulfa Hakim yang katanya enak dan ada diskon 10% untuk pembelian banyak, haha.. (bukan iklan yaa..). Pas banget, disini disediain air mineral kemasan gelas gratis, lumayan buat di jalan ntar, hee..

Setelah itu saya beli air minum kemasan, yang isi 600 ml 1 botol dan kemasan 1500 ml 2 botol. Mungkin di jalan bakal ada yang jual air mineral kemasan, tapi selagi saya punya tempat untuk menaruh dan takutnya bakal lama di jalan hingga sampai di tempat persinggahan nantinya, tak ada salahnya bersiap-siap dulu.. Lagian, yang terpenting adalah untuk mencegah dehidrasi dalam perjalanan.*

Lamaa menunggu.. Menunggu kali ini bukannya membosankan, tapi deg-degan!! Tiap ada pengumuman saya langsung pasang kuping. Kami kasak-kusuk takut missed infomasi. Biar pasti, saya bertanya langsung ke agen, karena udah mau jam 9, tapi busnya tak kunjung datang.. Waaa, ternyata & ternyata bus yang akan saya naiki sedang terjebak macet!! Yah, nggak papa lah, namanya juga H+1 lebaran.. Yang penting udah tau infonya, tinggal menanti dengan sabar.

Walaupun pagi tak sempat makan dan di saat menunggu inipun serba belum jelas dan tak efektif untuk makan, saya tetap tenang, karena udah ada onigiri  yang tinggal dibuka 1/1 dikala lapar nanti.

Naik Armada Baru Bus NPM

Setengah sepuluhan, akhirnya bus dengan plat yang sesuai dengan yang ada di tiket saya datang, Alhamdulillah.. Busnya armada barrruuu euy, senengnyaaa… Eits, saya duduk di bangku no. 1 doong (pamer), hahaha.. Berasa gimanaa gitu, seneng bangeeet.. Semoga perjalanan nanti aman dan lancar, selamat sampai di tujuan, Aamiin ya Rhabb..

Awalnya saya sempat protes, “kok udah ada penumpangnya di bangku no. 1??” Ternyata, itu penumpang dari Payakumbuh yang bakal transit setelah ini. Saya memberitahukan ke crew  dan langsung dibantu.

Sayangnya, koper saya nggak muat di kabin bus. Udah gitu, dikasih tau penumpang lain kalo itu kabin cuma boleh dipake oleh crew bus. “Are?! Sejak kapan??” Saya mau konfirmasi langsung ke crew bus, tapi karena melihat mereka lagi sibuk banget, akhirnya saya memutuskan untuk menaruh koper di bagasi dan 2 tas lainnya di sisi kiri kaki saya ples oleh-oleh di bawah bangku.

Fasilitas Armada Baru Bus NPM

Tipe bus ini adalah AC Executive, jadi so pasti ada AC-nya dan juga dilengkapi dengan lampu baca. Seperti kebanyakan bus antar provinsi, di bagian paling belakang disediakan toilet.

Busnya nyaman banget.. Dekorasinya juga OK. Sekarang udah ada tempat kabel datanya yang kayaknya bisa dipake buat mengecas HP.. Jadi nggak perlu manyun lagi dah ngantri nungguin penumpang yang lebih dulu ngecas HP di tempat persinggahan nanti, asiik..

Karena saya paling depan, nggak bakal takut jatuh atau tergelincir, karena ada pembatasnya. Jarak antar kursi juga cukup lebar. Tak lupa pasang sabuk pengaman dulu..

“Bapisah Bukannyo Bacarai”

Keluarga adalah rumah.. Yah, kali inipun harus meninggalkan rumah, merantau.. Dalam derai tawa akhirnya berubah suasana menjadi haru-biru.. “Bapisah bukannyo bacarai“, pas banget di bus ada lagu ini jadi sountrack perpisahan saya dengan keluarga, dan mereka para penumpang lainnya dengan keluarganya.


7 Juni 2019 (Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi)

  • 09:46 Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi.
    • Diumumin oleh Sitokar (Kenek) “silahkan mengecas HP dengan kabel data di konektor masing-masing tempat duduk selagi nyala” (Saya kira, nyala maksudnya selagi mesin bus hidup. Dan, mati sepeti AC kalau mesin busnya mati).
  • ………. Di Padang Luar Macet bangett..
  • 11:02 Terminal Padang Panjang. Beli sala lauak, enak & ekonomis Rp 10.000,-/13pc.
  • 11:16 Berangkat..
  • 12:31 Masuk Solok setelah melewati Batu Sangkar
  • 13:27 Tepi Danau Singkarak. Rame banget yang berwisata-ria 🤩
  • 14:25 Terminal Solok
  • 15:03 Selamat Datang di Sawah Lunto
  • 15:42 DPRD Kab. Sijunjung, bangunannya keren yaa..
  • 17:31 Bus isi minyak di SPBU, sementara penumpang langsung makan di Rumah Makan Umega Gunung Medan.
    • Padahal ya, udah kali keberapa singgah disini, tapi pas ada yang bilang Rumah Makan Gunung Padang malah bingung, lupa-lupa inget gitu, yang diingat banget cuma Rumah Makan Umega doang, padahal dua-duanya satu tempat, mungkin beberapa orang sering menyebut penggalan-penggalannya.
    • Disini ada kamar mandi & TOILET yang sepertinya bayar Rp 2.000,-/orang.
    • Tadinya mau nunggu Maghrib dulu, eh sekitar 5 menitan lagi menjelang Maghrib, penumpang dengan plat bus yang saya naiki sudah dihimbau untuk naik bus karena akan berangkat.
  • 18:11 Berangkat.. Menunggu penumpang yang masih belum naik.
  • 18:18 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 2
  • ……… Saya mencoba mengecas HP nggak masuk-masuk dayanya. Sore tadi juga demikian. Karena saya terlihat mengecas HP, Bapak disamping saya juga ikutan, samaaa… nggak masuk dayanya. Dengan bingung  saya bilang ke Kenek. Walhasil, saya malah diomelin, wkwkwk… Ternyata, siang tadi sopir bilang ngecas selagi nyala itu cuma berlaku di siang hari, malam memang nggak bisa ngecas…

8 Juni 2019 (Perjalanan Panjang)

  • 00:~ Rumah Makan Budi Setia Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
    • Ada kamar mandi & TOILET, sepertinya bayarnya sama dengan yang sebelumnya: Rp 2.000,-
    • Disini saya beli teh hangat Rp 5.000,-/bungkus. Kali ini saya pesan ke si Uda minta ditambahin air biasa. Alhamdulillah, memang anget, juga nggak terlalu manis. Karena saya trauma dulu sewaktu perjalanan ke Bengkulu, saya pernah pesan teh hangat dikasih teh panas, saya nggak cek dulu dan langsung minum aja sampe bikin lidah mati rasa..
  • 01:26 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 1
    • Kalau dipikir-pikir pasti sulit ya jadi sopir bus antar provinsi gitu.. Kita aja naik bus, bisa langsung tepar, gimana mereka bisa nyala ya matanya selama itu dan pasti butuh konsentrasi yang sangat tinggi buat nyetir di tengah keheningan (makluuum, kalo udah tengah malam para penumpang pada tepar, termasuk yang tadinya teman ngobrol si sopir disampingnya, senyaaap..).
  • 05:11 Masjid Al Ikhlas Desa Ulak Lebar, Lahat
  • 05:45 Berangkat..
  • 06:21 Bus isi minyak di SPBU
  • 06:31 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 06:33 Rumah Makan Sumbar Jaya.
    • Kamar mandi & TOILET bayar Rp 2.000,-
    • Penumpang diminta turun semua oleh Kenek, karena bus akan dibersihkan.
  • 07:20 Berangkat..
    • Diingetin Kenek buat yang mau ngecas HP udah bisa dari sekarang, selagi dinyalakan, malam udah nggak bisa. Kami juga diminta membuka lebar AC biar nggak dimandiin oleh tetesan air AC-nya.
  • 07:36 Kab. Muara Enim
  • 09:00 Selamat datang di Desa Gunung Meraksa
  • 09:16 Selamat datang di Desa tn kurung
  • 10:32 Melewati Masjid Muslimin Baturaja, Kota OKU (Ogan Komering Ulu)
  • 11:24 Terminal M…. (saya lupa namanya)
  • ……… Onigiri terakir
  • 11:41 Melewati Tanjung Raja Giha
  • 12:41 RM Wisata Minang Way Kanan
    • Kamar mandi & TOILET Rp 2.000,-
    • Tadinya saya mau beli soto, tapi.. kayaknya nggak usah aja, masih kenyang.. Lagian, masih ada cemilan berat di dalam tas, jadi nggak pusing-pusing amatlah kalua nanti laper.
    • Rencana saya mau ambil koper, mau ganti baju.. Keneknya dengan ramah udah bilang siang ini bakal diambilkan dari bagasi. Tapi.. beliau lagi sibuk bersihin bus. Saya putuskan ntar sore aja deh..
    • Saya juga baru ngeh, kayaknya tiap berhenti di rumah makan, Keneknya selalu bersihin bus yaa?! Nggak sopir nggak kenek, luar biasa ya.. Disitu saya menyadari setiap orang profesional di profesinya masing-masing; Apapun itu, layak dihargai.
    • Sambil menunggu Kenek bersihin bus, saya duduk di beranda rumah makan bersama dengan penumpang bus yang lain. Saya bercerita dengan satu penumpang, kemudian datang penumpang lainnya, eh juga nimbrung sopir kami. Disitu saya dapat banyak informasi yang nggak disangka-sangka. Adaaa aja topik percakapan yang nggak bakal usai kalau kami belum dipanggil untuk segera naik bus. Begitulah, bangganya kita sebagai orang Indonesia, berbagai suku bangsa dan ras, tapi kalau udah ketemu udah seperti ketemu handai taulan; padahal nggak kenal sama sekali.
  • 13:20 Berangkat.. Ganti Sopir 1
  • 14:10 Bukit Kemuning Indah, Lampung
  • 15:08 Melewati Masjid Jami’ Ibnu Rusyd Kotabumi
  • 15:22 Selamat jalan dari Kotabumi
  • 16:15 Selamat jalan dari Kab. Lampung Utara
  • 16:30 Macet panjaaang karena ada kecelakaan di Jl. Lintas Tengah Sumatera
  • ……… Berpas-pasan dengan bus antar provinsi lainnya, sopirnya saling bersilaturrahim, lama tak liat moment begini.. 
  • 16:59 Melewati kecelakaan mobil, bagian depan kedua mobil bonyok, semoga nggak ada korban jiwa, Aamiin..
  • 17:14 Di simpang masuk tol, lancaaar…
  • 17:16 Di seberang gerbang tol
  • 17:37 Gerbang Tol Gunung Sugih
  • 18:05 Simpang Natar
  • 18:07 SPBU Natar, isi minyak
  • 18:19 Berangkat..
  • 18:48 Sopir nanyain ke penjaga tol, “kok tol bisa macet?”, masih ada pengemudi yang bayar cash (are?!)
  • 19:~ RM Wisata Minang
    • Nasi diambilkan, lauk ambil sendiri, nanti langsung dihitung harganya oleh karyawan rumah makan dan kita terima kertas bertuliskan harga makanan yang kita ambil.
    • Saya makan dengan gulai ampela & gulai kacang panjang, Rp 35.000,-
    • Kamar Mandi & TOILET Rp 2.000,-
  • 20:18 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 20:38 Gerbang Tol Bakauheni Utara. Sepii..
  • 20:43 Gerbang Tol Bakauheni Selatan. Antrian puanjaaaang… Mengular!
  • 21:45 Dermaga Reguler.
    • Diumumin oleh Kenek “15 menit sebelum kapal bersandar, penumpang harus cari bus sendiri dan langsung naik. Apalagi buat yang nonton dangdutan, karena keasyikan nyawer jadi lupa nyari bus” (emang di kapal ferry juga ada orgentnya?? Saya kaget, lho.. Maklum, ini Perdana naik kapal penyebrangan Sumatera-Jawa)
    • Saya sibuk men-searcing  nanti bakal di luar kapal atau ada ruangan khusus penumpang. Saya membayangkan, di bus yang ber-AC ini aja udah dingin, apalagi di kapal penyeberangan di malam hari, kalua di luar?! Modal saya kan cuma sweater  wol ini doang?! Kinchoushimasu…
  • 22:00 Gerbang Penyeberangan
    • A&B 5-7 meter 774.000
  • 22:22 Masuk ke dermaga kapal
  • 22:30 Antri siap-siap naik kapal
    • Setelah 1/1 mobil diatur masuk parkiran di dalam kapal, kami turun dan langsung ke lantai atas kapal.
    • Di lantai 1 ramee… Saya bareng Bapak yang duduk di sebelah saya. Saya bertanya ke beliau yang katanya dulu sekali pernah naik Bus Bukittinggi-Jakarta, “Pak, kita harus berdiri dimana aja nih?” Si Bapak bilang, “Terserah, boleh di mana aja di kapal ini”. Lalu kami ke lantai 2.
    • Di lantai 2 nggak kalah ramee.. Ada bangku-bangku di ruangan lepas yang mirip bangku nungguin obat di Rumah Sakit jaman dulu, pas pula ada loketnya di depan.
    • Sebelum naik tangga lagi ke lantai 3, kami melewati ruangan executive yang yang tertera nominal Rp 10.000,- di pintunya. Lanjut ke lantai 3.
    • Lantai 3 apalagi?! Ada yang tidur.. Ada yang piknik.. Saya hanya melongo, kaget, di luar ekspektasi.. Cuaca juga nggak dingin, biasa aja, yang ada malah berangin, kenceng.. Jalan kapalnya juga sellow..
    • Menurut info dari penumpang lain (maklum, saya nempel siapa aja kemana aja, takut ditinggal bus. Entah kapan itu 15 menit sebelum kapal merapat. Entah bagaimana cara saya mastiin kapan kapal ini merapat), perkiraan waktu penyeberangan sekitar 2 jam.
    • Di lantai 3 kapal ini, bagian paling atas yang terbuka. Disini ada beberapa kursi sekitar 2-4 gitu di beberapa titik. Kebanyakan penumpang tidur dialasi koran dan ada juga yang meleseh sambal piknik.
    • Si Bapak ketemu penumpang lainnya dan mempersilahkan saya (yang udah ketemu Ibu-ibu yang satu bus dengan kami) untuk pergi kemana aja sesukanya.
    • Karena kebaikan hati beberapa penumpang, saya dan si Ibu dikasih tempat duduk. Ketemu orang baru dapat informasi baru.
    • Ternyata, kapal ini tak hanya menyediakan ruangan executive saja tapi juga ada kamar, ada yang 3-4 orang dalam 1 kamar.. Dan, harganya juga ekonomis.
    • Saya pikir, tikar yang dipakai para penumpang itu disewa dan koran memang sengaja dibawa dari rumah; eh sebaliknya, koran itu dibeli seharga Rp 1.000,-/lembar di kapal, ada yang menjualnya, suka nawarin. Tikar sengaja dibawa penumpang dari rumah masing-masing. Luarrr biasah..
    • Sayangnya, saya sebenernya agak miris pas dikasih tau kalau koran itu dibiarin gitu aja diterbangin angin ke laut..
    • Saya kira udah lama kami berlayar, eh sejampun belum sampai. Mulai jenuh…
    • Saya tanya si Ibu “Buk, memang disini beneran ada saweran gitu?!” Beliau bilang ada di lantai 2. Kamipun bergerak kesana. Saking penuhnya, massih Alhamdulillah kami bida dapat bangku 1 berdua.
    • Saya celingak-celinguk ples nanya si Ibu, “musik orgen-nya doang ya Buk, penyanyinya nggak ada ya?!” Si Ibu langsung nunjuk “Tuuh”. Saya liat ke arah tunjuk si Ibu, oalaaah.. penyanyinya pindah-pindah ternyata dan ada beberapa orang.. Apresiasi, pakaiannya sopan kok, jauh dari image saweran yang pernah saya dengar. Sayangnya, penumpang kurang menjaga kebersihan, di dekat tempat saya duduk ada tumpahan minuman dan makanan lainnya; padahal fasilitasnya udah cukup bagus, harusnya bersama-sama memeliharanya.
    • Cuma beberapa menit kami duduk disitu, memutuskan untuk ke lantai 1 aja. Sebelum turun kami melewati TOILET, bersih..
    • Saya masih bingung, kapan kami harus naik bus? Kapan kapal bersandar? Gimana cara mengetahuinya?? Si Ibu yang udah sering bolak-balik Padang-Jakarta PP bilang, ntar kalo udah bunyi klakson kapalnya, kita baru turun.. (Setidaknya saya bareng orang yang udah berpengalaman, jadi sedikit merasa aman)
    • Tak lama, si Bapak bergabung dengan kami. Dan, bener! Setelah kapal membunyikan klaksonnya, kami turun bareng, rameee ternyata.. Alhamdulillah tertib dan terkendali..

9 Juni 2019 (Akhir dari Perjalanan, Awal Baru Perantauan)

  • 00:40 Naik bus
  • 01:~   Berangkat.. Masih Sopir 2
  • 01:12 Rumah Makan Rajawali. Singgah sebentar menurunkan penumpang.
  • 01:23 Gerbang Tol Merak
  • 02:10 Gerbang Tol Cikupa
  • 02:42 Kali Deres
  • 03:30 Terminal Pulo Gebang

Perpisahan demi Perpisahan

Setelah mengambil bagasi, saya bersama penumpang lainnya dan juga crew bus saling mengucapkan salam perpisahan, tak sedikit guyonan-guyonan konyol mewarnai perpisahan kami. Bagi saya, ini adalah salah satu perjalanan terbaik saya selama ini. New friend, new family, new life. Ada yang ke transit ke Bogor, ada yang menuju Bekasi dan wilayah lainnya.

Pilihan Terbaik

Saya menuju lantai dasar tempat akses transportasi umum (becak, ojek), taxi, transportasi online. Saya memilih menggunakan transportasi online dan pas saya cek harganyaaa… WOW!! (Yah, maklum sih, dini hari soalnya).

Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih nongkrong di mushalla dulu yang masih di lantai dasar dan tidak jauh dari pintu keluar. Dan, Alhamdulillah, ini adalah pilihan terbaik.

Mushalla di Terminal Pulo Gebang

Kebetulan, di sisi kiri pintu masuk mushalla, ada penjaga tempat penitipan barangnya. Saya bingung nyari TOILET. Dengan ramah, dia menunjukkan jalan dan menawari saya untuk menitipkan barang; dengan senang hati, saya merasa sangat terbantu. Saya mengambil nomer penitipan dan segera berlalu.

Di TOILET, saya bingung, kok nggak ada tempat wudlunya ya?! Ternyata, di dalam mushalla, terpisah dari TOILET. Mushallanya cukup nyaman..

Entah karena masuk mushalla, atau memang karena kecapek-an, gilaaa saya ngantuk berrraatttt… Dilihat jam, Subuh masih 1 jam-an lagi… Galau, antara pulang sekarang atau nunggu abis Subuh aja. Dan, pilihannya abis Subuh aja.

Keluar dari mushalla, saya mengambil barang di penitipan. Petugasnya udah beda, tapi sama-sama ramah.. Saya menanyakan apakah penitipannya bayar dan berapa nominalnya, ternyata gratis!! Cukup dengan mengembalikan nomer yang diterima tadi. Petugas hanya menyampaikan kalau pengunjung mau silahkan bersedekah sambil menunjuk tempat khusus Infaq yang tersedia dan kalau tidak, tidak apa-apa.

Sesi Akhir Perjalanan Bukittinggi-Jakarta

Saya pesan transportasi online dan Alhamdulillah dengan lancar melaju sampai tujuan.


Hikmah

  • Persiapan. Memang ribet diawal, tapi nyaman banget kalau udah dijalan. Mungkin masing-masing kita punya versi persiapan masing-masing. Tapi, dari beberapa perjalanan saya selama ini dengan menggunakan Bus (ada yang ke Padang-Bengkulu, Bukittinggi-Bengkulu, Padang-Medan, atau Jakarta-Jogja), inilah perjalanan paling panjang (Bukittinggi-Jakarta) dan paling praktis, karena jaraknya yang jauh tapi memiliki persiapan yang OK.
    • Terus terang, persiapan kali ini juga banyak yang bantu, kalau sendirian kadang memang seadanya apalagi dengan waktu yang udah mepet; tapi, kalau lagi banyak waktu luang, persiapan seabrek itu bisa real juga kok, tinggal dibikin list aja.
  • Riasan. Selama perjalanan tidak perlu menggunakan riasan berlebihan. Yang penting, cuci muka dipersinggahan dan gunakan pelembab wajah agar tidak kering. 
  • Kontrol Diri.  Namanya juga perjalanan jauh ketemu banyak orang. Ada yang berpendidikan tinggi, ada juga yang preman; ada yang ngomongnya tertata, ada juga yang asal omong. Jangan mudah terbawa emosi ketika mendengar celetukan-celetukan ‘bahasa tarzan’, senyumin aja dan nikmati perjalanan dengan positive thinking, let it flow, calm down. Orang akan melihat dengan siapa dia berkomunikasi dan pada akhirnya akan menghargai yang memang patut dihargai. Bebaskan diri untuk berinteraksi dalam batasnya dan berkomunikasilah dengan baik dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
  • Jaga Makan. Hanya karena mau jalan jauh bukan berarti harus makan berlebihan atau sama sekali nggak makan. Makan saja secukupnya.
  • Enjoy. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya yang full camera, sana-sini jepret. Tanpa ketergantungan terhadap kamera dan sosmed, ternyata perjalanan lebih dinikmati.

Nongkrong Seru di Perpusnas

Hayo looo.. Siapa yang belum pernah mampir kesini? Nggak ada salahnya ngeluangin waktu dan nyobain mampir barang sekali-kali, dijamin nagih!! Gimana enggak, tempatnya nyaman bangett..

Biasanya, kalau udah ngedenger kosakata ‘pustaka’ pasti bakal ngebayangin tempat yang monoton dengan segudang buku yang bikin para non-kutu buku uring-uringan dan lebih memilih bersantai-ria ditemanin gadget. Tapi NO buat Perpusnas.

Apa bedanya??

Dari gedungnya aja udah unik, di pelataran perpusnas didesain santai, masuk ke lobi suasananya adem dan menarik pengunjung untuk melihat lantai demi lantai, ada loker penyimpanan barang, ada cafe, daaaan… banyak lagi yang pokoknya sangat menarik!

*

Jangan bilang masih ada yang belum tau apa itu Perpusnas. Tapi kalau belum taupun juga nggak masalah, bakal dikasih tau kok.

Perpusnas itu singkatan dari Perpustakaan Nasional. Pustaka yang dimaksud adalah Perpustakaan Nasional RI.

Untuk lokasi, mungkin banyak yang lebih familiar dengan Perpusnas yang lama di Salemba. Tapi, akhir tahun 2018 lalu sudah dibangun ulang gedung Perpusnas yang baru dan ada hingga saat ini di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, RT.11/RW.2, Gambir, Senen, Jakarta.

Akses

Lokasi bisa diakses dengan Busway (Trans Jakarta). Ambil rute Monas dan turun di depan Balai Kota. Bajet sangat ekonomis Rp 3.500,- saja.

Dari halte sudah tampak gedungnya yang khas. Nyeberang. Bila lampu lalu lintas belum menunjukkan gambar pejalan kaki berwarna hijau, tekan tombol yang ada di tiang lampu merah, tunggu sampai icon pejalan kaki muncul.

Cara Masuk

Sampai di seberang, ada gedung bertuliskan PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Masuk ke gedung bergaya Belanda, ikuti pemeriksaan dari security di pintu masuk. Biasanya, petugas bakal minta pengunjung untuk membuka tas bawaan buat diperiksa, kemudian masuk dengan melewati mesin pendeteksi (mirip screening sewaktu check-in di bandara).

Di gedung ala tempoe doeloe ini, ada foto-foto Presiden Jokowi beserta berbagai koleksi foto kunjungan resmi, ada miniatur digital dan modern, dll. Ini menarik dan pastinya gratis!

Keluar dari gedung, jalan beberapa langkah memasuki pelataran gedung Perpusnas. Masuk ke lobi.

Loker Penyimpanan

Di lobi, titipkan bawaan di sebelah kanan pintu masuk. Penitipan terbagi 2, jadi kalau di depan penuh, jangan kuatir, masih ada satu lagi di sayap kanan sebelah belakang.

Terima kunci loker dari staf di meja penitipan. Khusus bagi pengunjung yang membawa laptop atau notebook, dipinjamkan tas transparan. Bawa barang-barang berharga dan seperlunya, kemudian sisanya masukin loker.

Masing-masing loker ada nomornya. Dan, pengunjung makin dipermudah dengan adanya informasi pengelompokan nomor loker yang ditempel di loker yang terdekat dengan pintu masuk. Misal, nomor kita 53, tinggal lihat di deretan 1-100.

Setelah selesai, ambil barang, kunci loker dan tas transparan laptop tinggal dikembalikan pada staf di meja penitipan.

Layanan

Gedung Perpusnas terdiri dari 24 lantai yang memiliki fungsi masing-masing di setiap lantainya. Berikut layanan yang dimaksud.

  • Lantai 1 Lobi Hall & Display
  • Lantai 2 Layanan Keanggotaan & Penelusuran Informasi
  • Lantai 3 Zona Promosi Budaya Gemar Membaca
  • Lantai 4 Area Pameran & Kantin
  • Lantai 5 Perkantoran
  • Lantai 6
    • Data Center
    • Mushalla
  • Lantai 7 Layanan Koleksi Anak, Lansia & Disabilitas
  • Lantai 8 Layanan Koleksi Audiovisual
  • Lantai 9 Layanan Koleksi Naskah Nusantara
  • Lantai 10 Penyimpanan Koleksi Deposit
  • Lantai 11 Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
  • Lantai 12 Ruang Baca Koleksi Deposit.
  • Lantai 12A Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup.
  • Lantai 14 Layanan Koleksi Buku Langka
  • Lantai 15 Layanan Koleksi Referens
  • Lantai 16 Layanan Koleksi Foto, Peta & Lukisan
  • Lantai 17 AIPI
  • Lantai 18 AIPI
  • Lantai 19 Layanan Multimedia
  • Lantai 20
    • Layanan Koleksi Berkala Mutakhir
    • Layanan Koleksi Manca Negara dan Ilmu Perpustakaan
  • Lantai 21 Layanan Koleksi Monograf Terbuka [KLAS 000 – 499]
  • Lantai 22 Layanan Kokeksi Monograf Terbuka [KLAS 500 – 999]
  • Lantai 23 Layanan Koleksi Majalah Terjilid
  • Lantai 24 Layanan Koleksi Budaya Nusantara & Eksekutif Lounge

Pendaftaran & Kartu Keanggotaan

Pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota Perpusnas di lantai 2. Disini tersedia beberapa komputer yang cukup banyak untuk pendaftaran mandiri dan gratis.

  • Tempat pendaftaran ini ada di sebelah kiri keluar dari area lift. Langsung saja menuju komputer. Yang perlu disediakan adalah KTP.
  • Isi biodata, terutama yang dikasih bintang: *(Wajib diisi).
  • Setelah selesai, klik DAFTAR.
  • Ambil nomer antrian yang dicetak otomatis disamping komputer.
  • Antri dan tunggu dipanggil sesuai nomer antrian (mirip dengan antrean di Bank).
  • Apabila sudah dipanggil, duduk sesuai konter yang telah ditentukan (nomor antri dan posisi konter ada di layar TV ukuran sedang di bagian atas konter).
    • Catatan: tidak boleh memindahkan kursi dari tempat awal, walaupun hanya bergeser sedikit saja.
  • Di konter, bakal ditanya nama ibu kandung, dilakukan pengambilan foto dan cetak kartu.
  • Kartu bisa langsung jadi dan pengunjung sudah menjadi anggota Perpusnas.

Mudah, kan?! Akan lebih mudah lagi buat pengunjung yang sebelumnya sudah pernah menjadi anggota perpusnas (di gedung lama). Tinggal konfirmasi ke meja informasi, dengan ramah staf akan memandu menuju konter untuk cetak ulang kartu, tapi tetep kudu ngantri yaa..

Sementara, walaupun sudah memiliki kartu keanggotaan di Perpusnas ini, sayang sekali layanan peminjaman buku memang belum tersedia, pengunjung masih belum bisa meminjam buku untuk dibawa pulang.

“Apa gunanya dong punya kartu anggota?” Menurut salah satu staf, gunanya untuk penggunaan layanan multi media dan masuk ke beberapa layanan koleksi lainnya.

Ruang Baca Umum

Ruang baca umum ada di lantai 21 & 22. Disini koleksi buku-buku buanyaak..

Buat para non-kutu buku, silahkan dicoba. Tempat ini beda jauh dari pustaka yang selama ini sering kita datangi.

Udah gitu, suasananya nyamaaan bangett seolah membius pengunjung untuk berlama-lama nongkrong sampai lupa waktu.

Saking betahnya, kan biasanya di 30 menit sebelum jam kunjungan berakhir suka diumumkan kalau perpus akan tutup di jam bla bla bla, bahkan di detik-detik terakhirpun pengunjung masih saja nempel di posisinya dan mulai bergegas ngantri di lift setelah staf beres-beres.

Nonton Bareng

Bagi penikmat film, jangan sampai lewatin yang satu ini. Jadi ceritanya ke Perpusnas itu nggak melulu soal baca buku, tapi juga NOBAR alias Nonton Bareng.

Untuk jadwal film bisa dilihat di lobi, sebelah kiri sebelum masuk area lift. Kita bisa nonton film yang telah disediakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Fasilitas

Tak hanya aneka koleksinya yang luar biasa menarik, Perpusnas juga memanjakan pengunjungnya dengan akses free wi-fi yang cepat. Bagi yang belum tau pasword-nya bisa ditanyakan ke bagian informasi yang ada di lantai tersebut (biasanya ada di depan area lift).

Bagi yang muslim, bisa shalat di lantai 6. Mushallanya bersih dan nyaman… TOILETnya ada di luar, tapi untuk berwudlu ada tempat khusus disediakan di dalam mushalla. Mushalla dipisah dengan pembatas antara perempuan dan laki-laki. Di luar mushalla ada kursi yang dibagian bawahnya bisa menaruh sepatu. Ada beberapa sofa juga untuk duduk-duduk.

Masing banyak lagi fasilitas lainnya yang tak bisa disebutkan 1/1. Mungkin bisa teman-teman lihat sendiri saat berkunjung nanti.

Jadwal Operasional

Perpusnas buka setiap hari, kecuali hari libur nasional (termasuk hari besar) dan cuti bersama.

  • Senin-Kamis 08.30-18.00 WIB
  • Jum’at 09.00-18.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 500
  • Sabtu-Minggu 09.00-16.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 400

Gallery

Catatan

Di Bulan Ramadhan 1440H/2019, Perpusnas memiliki jadwal berbeda. Terhitung dari tanggal 26 April 2019:

  • Senin-Kamis 07.30-14.30 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB
  • Jum’at 07.30-15.00 WIB
    • Jam istirahat 11.30-12.30 WIB
  • Sabtu-Minggu 08.30-14.00 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB

Adanya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019 ini, Perpusnas tutup dari tanggal 1-9 Juni dan buka kembali pada tanggal 10 Juni.

Related Link

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

  • Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
  • Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
  • Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
  • Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
  • Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s).
  • Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000).
  • Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
  • Masukkan No. HP dan pilih NEXT
  • Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment MethodDEBIT/CREDIT CARDPREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
  • Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
  • Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
  • Sentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
  • Sentuh Search.
  • Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
  • Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
  • Sentuh kolom Continue.
  • Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
  • Untuk payment, pilih Online PaymentIndirect PaymentVirtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
  • Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
  • Klik Confirm.
  • Lengkapi data kartu debit/kredit.
  • Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
  • Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
  • Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
  • Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

‘Trans Snow World’ Wahana Bersalju di Bekasi

Senang itu ketika kita yang tinggal di negara 2 musim serasa bermimpi bisa bermain salju. Yap, salju buatan yang nyata!

Trans Snow World

Menurut informasi, Trans Snow World diresmikan di hari Minggu, 24 Maret 2019. Wahana bermain serba salju ini dibuka perdana pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Lokasi

Trans Snow World berada di lantai 4 Trans Park Mall Juanda Bekasi.

Tiket

Tiket masuk dibeli di website resmi transsnowworld.com atau langsung di lokasi.

Untuk pembelian di website resmi, tinggal klik PESAN TIKETMU, pilih TANGGAL dan JAM MAIN, dibawahnya sudah ada harga tiket, klik PESAN, muncul layar baru: lengkapi data diri dan klik BAYAR.

Pembelian di lokasi jauh lebih mudah, bisa bayar cash atau dengan kartu debit/kredit. Pengunjung tinggal datang ke konter Trans Snow World, sudah ada staf yang standbye dan dengan ramah akan memfasilitasi pembelian tiket. Setelah selesai, pengunjung bisa langsung masuk.

Harga tiket di hari biasa Rp 200.000,- dan Rp 275.000,- di akhir pekan atau libur nasional. Tiket ini baru sebatas tiket masuk saja, belum termasuk sewa alat-alat bermain didalamnya.

Tiket ini berlaku selama 2 jam, terhitung setelah wristband diaktifkan di area pengambilan sepatu (setelah melalui pintu masuk)

Cara Masuk

Cara masuk Trans Snow World mirip dengan cara masuk stasiun KRL, scan tiket dan bisa masuk setelah pembatas terbuka. Tak perlu bingung, bakal ada staf yang stansbye yang mengarahkan dan siap membantu pengunjung.

Area Pengambilan Sepatu

Jalan lurus ke LENDING SHOES. Area ini dibuat seperti di bank atau bandara, ada pita-pita pembatas. Antri dengan tertip dan maju ke konter sesuai urutan untuk pengambilan sepatu.

Perlihatkan tiket untuk distempel. Ukur kaki pada gambar yang tersedia di lantai (ada ukuran masing-masing kaki). Sebutkan ukuran pada staf. Kemudian, terima satu wadah plastik berisi sepatu boot sesuai ukuran, wristband dan sepasang kaus kaki yang masih dalam kemasan baru.

Wristband

Wristband adalah alarm/pengingat waktu berbentuk jam tangan yang diterima bersamaan dengan pengambil sepatu boot.

Wristband ini memiliki 4 warna:

  • Biru = Normal
  • Hijau = Sisa waktu 10 menit
  • Kuning = Sisa waktu 5 menit
  • Merah = Sisa waktu HABIS

Bila wristband sudah bergetar dan berwarna merah tapi pengunjung masih di wahana, akan dicharge setengah harga sampat 30 menit. Lebih dari setengah jam: membayar penuh seharga tiket.

Pengunjung tak perlu kuatir bakal kelewatan waktu atau tiap sebentar harus melihat-lihat wristband, karena pengunjung bisa mengecek sisa waktu di area wahana, salah satunya di Equipment Rental.

Tempat Ganti Sepatu & Pakaian

Ganti sepatu bisa dilakukan di CHANGING AREA yang menyediakan bangku-bangku dari kayu. Pasang sepatu, wristband dan atribut lainnya disini.

Suhu di wahana berkisar 11°C, jadi perlu menyiapkan perlengkapan pakaian ala musim dingin. Buat yang tidak membawa, pengunjung bisa membelinya di toko yang ada di area ini.

Menurut staf, bisa ganti pakaian di dalam. Bawa pakaian yang diperlukan saja. Jika bingung, tanyakan pada petugas yang standbye di lokasi.

Penitipan Barang

Setelah mengambil keperluan, seperti: baju ganti, pengunjung bisa menitipkan perlengkapan di DEPOSIT COUNTER yang bertuliskan PENITIPAN SEPATU.

Masukkan semua barang ke dalam wadah plastik (yang diterima saat pengambilan sepatu tadi), ambil dompet dan barang berharga lainnya, serahkan pada staf dan terima kartu penitipan.

Wahana Bersalju

Wahana ini menakjubkan! Dekorasinya benar-benar membuat pengunjung seketika menjelajah ruang waktu dari jakarta yang panas banget ke nuansa pegunungan Alpen dengan bangunan mirip pemukiman musim dingin ala Eropa dan pastinya tumpukan dan hujan salju yang dingin..

Di pintu masuk wahana, pengunjung disambut oleh fotografer profesional. Mereka akan mengarahkan gaya pengambilan foto. Setelah dijepret beberapa kali, pengunjung akan digelangkan sebuah barkod dari kertas. Barkod ini jangan sampai hilang, gunanya untuk pengambilan foto nantinya.

Di area yang ada bangunannya ada restoran, rental alat dan toilet. Sementara di area lainnya didominasi oleh permainan seperti chair lift (kursi gantung, ada juga yang menyebutnya gondola), ski, toboggan (kereta salju sederhana) untuk seluncuran/perosotan, bola-bola salju, dll.

Tidak hanya di pintu masuk, di area bersalju ataupun arena permainanpun pengunjung bisa menggunakan jasa fotografer profesional ataupun eksis dengan kamera sendiri untuk berkodak-kodak ria. Tapi ingat, setiap dijepret fotografer, bakal ada kode barkod yang digelangkan dan jangan sampai hilang.

Rental Alat

Peminjaman alat bisa di EQUIPMENT RENTAL dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000,- hingga Rp 100.000,-.

Khusus untuk ski, rental alat terpisah di loket peminjaman khusus ski di SKI RENTAL.

Pengembalian Sepatu

Setelah pengambilan barang, ganti sepatu di bangku yang ada di area tengah. Masukkan sepatu boot dan wristband ke dalam wadah plastik dan kembalikan ke PENGEMBALIAN BOOTS.

Pengambilan Foto

Foto yang diambil oleh fotografer profesional tadi bisa diambil di konter SOUVENIR FOTO dengan menyerahkan kode barkod. Gelang yang berisi kode barkod harus dibuka dengan sangat hati-hati, karena kertas yang ada barkodnya tidak boleh rusak/robek.

Foto-foto tersebut sudah diedit dengan latar musim dingin dan bisa dicetak untuk dijadikan souvenir. Minimal pencetakan Rp 300.000,- dan pengunjung harus melakukan pencetakan foto dulu baru bisa menyimpan soft copy foto-foto tersebut. Pencetakan foto dengan album seharga Rp 400.000,-. Foto ini masih bisa diakses di konter ini selama 3 hari.

Gallery

Catatan

  • Tidak boleh bawa makanan/minuman dari luar.
  • Kaus kaki yang diterima jadi hak milik pengunjung dan boleh dibawa pulang.
  • Sebaiknya tidak minum minuman atau makan makanan yang dingin sebelum masuk wahana, agar kondisi perut tidak terganggu selama menikmati wahana serba salju ini.

Opini O

Apresiasi buat Trans Snow World yang udah bikin arena bermain bersalju yang menarik di Bekasi dan yang menurut kabar digadang-gadang sebagai wahana salju terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Dekorasi dan saljunya bagus banget untuk berfoto-foto ria. Hanya saja, untuk keseruan lainnya jauh dari ekspektasi. Padahal itu kunjungan pertama di hari pertama (Senin, 25 Maret 2019). Mungkin, karena hari ini masih perdana, jadi kurang persiapan. Atau, mungkin, karena kami datangnya udah di jam-jam terakhir, sekitar 20:30 WIB, jadi arena permainan sepi dan beroperasi dengan lambat.

Arena untuk bermain seluncuran dengan snow tube double belum berfungsi maksimal, ada sekitar 1/3 jalurnya ditutup dan entah kenapa rasanya snow tube double melaju agak lambat. Begitu juga dengan chair lift (kursi gantung) yang terkesan seperti sedang berada di dalam video slow motion.

Rasanya udah lama berada di wahana, sehingga kami sering melihat-lihat wristband yang ternyata setelah dicek di Equipment Rental baru mau 50 menit-an; sudah naik kursi gantung berkali-kali, main seluncuran, sampai jepret foto banyak sekali, masih sisa satu jam-an. Terasa monoton.

Untuk menghabiskan waktu, kami minum hot chocolate dan duduk cukup lama di cafe. Setelahnya, kembali berfoto-foto ria dan duduk-duduk di bangku santai dekat pintu keluar.

Setelah diperhatiin, sepertinya wahana ini lebih cocok untuk anak-anak. Kalau untuk dewasa, dengan arena seperti ini mungkin 1 jam saja udah cukup maksimal, 2 jam mungkin terlalu lama & monoton.

Jejak Langkah O (Travel Diary)

Ini adalah trip dadakan. Minggu malam (24/03/2019), teman saya ngasihtau kalau di Bekasi udah ada wahana bersalju gitu..

Ini membuat kami semalaman searching dan kepoin instagramnya Trans Snow World. Kami sangat antusias. Akhirnya sepakat, besok pagi harus sudah melakukan persiapan, jadi pulang kerja langsung cau.

Pagi (25/03/2019) agak rempong dari biasanya, kudu bawa tetengan 1 tas tambahan berisi persiapan main ke Trans Snow World. Ada coat, leg warmer, syal, sepatu boot, dan celana main yang memungkinkan untuk bermain salju.

Sesuai dengan waktu yang kami lihat di website, kami ingin mengejar waktu yang pukul 19:00-21:00. Kami sepakat beli tiket di lokasi saja.

Sepulang kerja, pukul 5 teng, demi mengejar waktu, kami menggunakan jasa ojek online menuju Stasiun Jatinegara. Kami naik KRL Commuterline Line jurusan Bekasi. Bisa dibayangin dong, jam segini gimana ramenya.

Kami gagal naik kereta pertama, keretanya udah benar-benar full! Saking penuhnya, bahkan untuk masuk buat napakin kaki kami aja mustahil 😅 Udah gitu, pas pintu kereta tertutup otomatis, sampai-sampai ada perut penumpang yang seperti nyaris kejepit dan ada wajah penumpang yang nempel di jendela kaca pintu kereta. Luarr biasa..!!

Syukurlah, kami naik di KRL selanjutnya yang jauh lebih lumayan dari yang sebelumnya. Kami masih bisa memegang pegangan tangan dan bergerak dengan agak luwes.

Turun di Stasiun Bekasi, kami kembali naik ojek online menuju Trans Park Mall Juanda Bekasi. Sampai sekitar jam 7 kurang seperempat.

Sebenarnya bisa langsung masuk diskedul jam 7, hanya saja, teman saya yang sedang berpuasa perlu berbuka dan juga kami harus shalat magrib dulu sebelum masuk. Akhirnya, kami mundur ke skedul berikutnya yang pukul 21:00-23:00 dengan risiko pulang kemalaman.

Kami menanyakan informasi ke loket di lantai 4 sebelum shalat di mushalla yang ada di lantai yang sama. Ternyata, kalau sudah beli tiket bisa langsung masuk, tidak harus menunggu waktu seperti yang tertulis.

Sekitar pukul 20:30 WIB kami beli tiket dan masuk. Awalnya kami bingung harus ke konter yang mana, kami bergerak menuju konter yang ada antriannya yang searah dengan pintu masuk.

Kami mengukur kaki untuk pengambilan sepatu dan membawa set yang diterima ke bangku-bangku yang ada di area tengah.

Kami menanyakan ruang ganti pada petugas. Ternyata ruang ganti ada di dalam dan bawa perlengkapan yang diperlukan saja, selebihnya dititip di penitipan barang. Setelah ganti sepatu dan menitip barang, kami sempat membawa aneka tentengan. Baru aja di depan pintu masuk wahana, hawa dingin mulai terasa, membuat kami memutuskan untuk langsung mengenakan coat, syal dan leg warmer di tempat.

Di pintu masuk wahana, kami disambut dengan ramah oleh 2 orang fotografer. Kami diarahkan beberapa gaya.

Lanjut ke wahana. Keren!! Salju buatan yang beneran 👍👍 Dekorasinya juga OK 👌

Baru saja menapaki salju yang keras, kami kembali diarahkan oleh seorang fotografer, kali ini di salju yang membukit yang juga dihujani oleh salju.

Kami menyewa snow tube double seharga Rp 80.000,- dan main perosotan/seluncuran. Sedikit kurang seru, karena seluncurannya bergerak lambat. Tapi cukup sukses menghipnotis teman saya untuk berkali-kali naik magic carpet dan meluncur. Tak sampai setengah jam, kami sudah bosan.

Seluncuran kami selingi dengan menaiki kereta gantung. Gratiss!! Awalnya excited abis, tapi ternyata karena gerakannya lamban, jadi jenuh juga.

Akhirnya untuk mengisi waktu, kami duduk-duduk di cafe, pesen hot chocolate Rp 40.000,-.

Cukup lama kami duduk, melihat anak-anak yang gembira bermain perosotan, para staf yang mulai sibuk berbenah (mungkin karena udah mau tutup).

Makin lama area sekitar kursi gantung mulai berkabut. Wahana ini mulai sepi pengunjung dan mulai didominasi oleh para staf.

Setelah wristband bergetar dan berwarna merah, kami keluar. Kami mengambil barang dan mengembalikan boot.

Keluar dari Trans Snow World, kami heran, ada yang aneh.. kenapa ya rame banget staf diluar?! seperti menunggu sesuatu. Ternyata, bakal ada shooting kabarnya malam ini, mungkin buat promosi kali yaa.

Dan, akhirnya pulang dengan rute yang sama. Perjalanan kali inipun melelahkan tapi happy 🙂

Gado-gado ala Buk Mar

Membayangkan gado-gado pastinya membawa kita pada aneka sayuran yang telah direbus dan dikuahi dengan kuah kacang yang khas. Dikombinasikan dengan tahu dan tempe, kemudian ditaburi dengan bawang goreng nan gurih dan dengan toping kerupuk nan krispi.

Buat yang sedang berada di area sekitar Terminal Kampung Melayu, bisa membeli gado-gado yang saya maksud di Jl. Otista 1A RT.6/RW.1 no. 12. Gado-gado ini tidak memiliki merk, jadi saya sebut saja sebagai gado-gado ala Buk Mar, sesuai dengan nama penjualnya.

Para pendatang banyak yang tak mengira kalau tempat yang pernah dilewatinya ternyata gado-gado Buk Mar. Lokasinya ada di samping rumah beliau, yang juga di pinggir jalan perumahan setempat, menepi sebuah meja ukuran sedang dengan sebuah lemari kaca kecil dan ulekan diatasnya.

Rumah Buk Mar hanya berjarak sekitar satu rumah dari Masjid Muhammadiyah Al-Ishlah. Jadi jangan heran, gado-gado ini, bahkan juga kredok; bakal laris-manis, terutama di hari jum’at.

Buk Mar membuka warung mungilnya setiap hari, mulai dari pukul 07:30 WIB sampai dagangannya habis.

Porsi gado-gado yang beliau jual menurut saya cukup gede, bisa untuk makan 2 orang. Bisa request level pedas. Dan, harganya ekonomis! Rp 8.000,-/porsi.

Resep Gado-gado ala Buk Mar

Mau tau resep gado-gado ala Buk Mar? Ini dia:

Bahan

  • Cabe keriting & rawit
  • Garam
  • Terasi
  • Air jeruk
  • Kacang yang telah digiling halus
  • Gula aren
  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Sayur rebus: Kol, kangkung, toge, kacang panjang, labu siam (sayur japan)
  • Bawang goreng
  • Kerupuk

Alat

  • Set ulekan/cobek/batu giling cabe rawit, cabe keriting, garam dan terasi secukupnya sampai halus.
  • Tambahkan kacang giling, gula aren dan air jeruk sesuai selera.
  • Ulek/giling hingga halus dan aduk rata.
  • Potong tempe dan tahu. Tambahkan sayur rebus.
  • Aduk rata.
  • Pindahkan ke wadah.
  • Taburi dengan bawang goreng.
  • Tambahkan kerupuk.
  • Sajikan.

Cara

  • Ulek/giling cabe
  • Spatula
  • Wadah

Kamus

  • Gado-gado = Sayur rebus yang dikuahi dengan saus kacang.
  • Kredok = Mirip dengan gado-gado, hanya saja bahannya adalah sayur mentah.

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar (soon)
  • Youtube: Olha Chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar

Kue Keranjang

Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

“Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

“Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

Gallery

Referensi

  • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

Bakso Lontong di Kampung Melayu

Buat pecinta bakso malang, kudu nyobain menu yang satu ini. Beda!!

Bakso malang versi ini tidak pake mie, tapi pake lontong. Makanya gerobak bakso ini dinamai dengan Bakso Lontong.

Seporsi lengkap terdiri dari bakso, tahu bakso, tahu rebus, sejenis pangsit rebus atau dimsum berisi aci, dan lontong; ditambah dengan toping pangsit goreng. (Ngeliat aja udah ngiller 😋👍👍)

Uniknya, ketika minta “nggak pake micin ya, bang”. Dengan ramah abang tukang bakso optimis ngejawab “emang enggak pake micin” Luar biasa!! Udah enak, harga ekonomis, sehat lagi 😁👍👍

Dengan merogoh kocek Rp 12.000,- saja, semangkok bakso lontong bisa dilahap, maknyus!! Pembelipun boleh request, mau kombinasi yang mana aja (harga berubah sesuai kombinasi yang diminta).

Bakso nan laris manis ini suka mangkal di depan Alfamart J810 Jatinegara Barat 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bagi yang penasaran, kudu datang kesini pukul 1-an, karena abangnya cuma mangkal dari jam 1 s/d jam 2 doang.

Gallery

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery