Arsip Kategori: Indonesia

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

    Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
    Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
    Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
    Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
    Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon + (menambahkan) atau (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s). Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000). Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
    Masukkan No. HP dan pilih NEXT
    Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment Method: DEBIT/CREDIT CARD, PREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
    Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
    Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
    Sentuh icon + (menambahkan) atau (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
    Sentuh Search.
    Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
    Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
    Sentuh kolom Continue.
    Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
    Untuk payment, pilih Online Payment, Indirect Payment, Virtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
    Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
    Klik Confirm
    Lengkapi data kartu debit/kredit.
    Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
    Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
    Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
    Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Iklan

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

‘Trans Snow World’ Wahana Bersalju di Bekasi

Senang itu ketika kita yang tinggal di negara 2 musim serasa bermimpi bisa bermain salju. Yap, salju buatan yang nyata!

Trans Snow World

Menurut informasi, Trans Snow World diresmikan di hari Minggu, 24 Maret 2019. Wahana bermain serba salju ini dibuka perdana pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Lokasi

Trans Snow World berada di lantai 4 Trans Park Mall Juanda Bekasi.

Tiket

Tiket masuk dibeli di website resmi transsnowworld.com atau langsung di lokasi.

Untuk pembelian di website resmi, tinggal klik PESAN TIKETMU, pilih TANGGAL dan JAM MAIN, dibawahnya sudah ada harga tiket, klik PESAN, muncul layar baru: lengkapi data diri dan klik BAYAR.

Pembelian di lokasi jauh lebih mudah, bisa bayar cash atau dengan kartu debit/kredit. Pengunjung tinggal datang ke konter Trans Snow World, sudah ada staf yang standbye dan dengan ramah akan memfasilitasi pembelian tiket. Setelah selesai, pengunjung bisa langsung masuk.

Harga tiket di hari biasa Rp 200.000,- dan Rp 275.000,- di akhir pekan atau libur nasional. Tiket ini baru sebatas tiket masuk saja, belum termasuk sewa alat-alat bermain didalamnya.

Tiket ini berlaku selama 2 jam, terhitung setelah wristband diaktifkan di area pengambilan sepatu (setelah melalui pintu masuk)

Cara Masuk

Cara masuk Trans Snow World mirip dengan cara masuk stasiun KRL, scan tiket dan bisa masuk setelah pembatas terbuka. Tak perlu bingung, bakal ada staf yang stansbye yang mengarahkan dan siap membantu pengunjung.

Area Pengambilan Sepatu

Jalan lurus ke LENDING SHOES. Area ini dibuat seperti di bank atau bandara, ada pita-pita pembatas. Antri dengan tertip dan maju ke konter sesuai urutan untuk pengambilan sepatu.

Perlihatkan tiket untuk distempel. Ukur kaki pada gambar yang tersedia di lantai (ada ukuran masing-masing kaki). Sebutkan ukuran pada staf. Kemudian, terima satu wadah plastik berisi sepatu boot sesuai ukuran, wristband dan sepasang kaus kaki yang masih dalam kemasan baru.

Wristband

Wristband adalah alarm/pengingat waktu berbentuk jam tangan yang diterima bersamaan dengan pengambil sepatu boot.

Wristband ini memiliki 4 warna:

  • Biru = Normal
  • Hijau = Sisa waktu 10 menit
  • Kuning = Sisa waktu 5 menit
  • Merah = Sisa waktu HABIS

Bila wristband sudah bergetar dan berwarna merah tapi pengunjung masih di wahana, akan dicharge setengah harga sampat 30 menit. Lebih dari setengah jam: membayar penuh seharga tiket.

Pengunjung tak perlu kuatir bakal kelewatan waktu atau tiap sebentar harus melihat-lihat wristband, karena pengunjung bisa mengecek sisa waktu di area wahana, salah satunya di Equipment Rental.

Tempat Ganti Sepatu & Pakaian

Ganti sepatu bisa dilakukan di CHANGING AREA yang menyediakan bangku-bangku dari kayu. Pasang sepatu, wristband dan atribut lainnya disini.

Suhu di wahana berkisar 11°C, jadi perlu menyiapkan perlengkapan pakaian ala musim dingin. Buat yang tidak membawa, pengunjung bisa membelinya di toko yang ada di area ini.

Menurut staf, bisa ganti pakaian di dalam. Bawa pakaian yang diperlukan saja. Jika bingung, tanyakan pada petugas yang standbye di lokasi.

Penitipan Barang

Setelah mengambil keperluan, seperti: baju ganti, pengunjung bisa menitipkan perlengkapan di DEPOSIT COUNTER yang bertuliskan PENITIPAN SEPATU.

Masukkan semua barang ke dalam wadah plastik (yang diterima saat pengambilan sepatu tadi), ambil dompet dan barang berharga lainnya, serahkan pada staf dan terima kartu penitipan.

Wahana Bersalju

Wahana ini menakjubkan! Dekorasinya benar-benar membuat pengunjung seketika menjelajah ruang waktu dari jakarta yang panas banget ke nuansa pegunungan Alpen dengan bangunan mirip pemukiman musim dingin ala Eropa dan pastinya tumpukan dan hujan salju yang dingin..

Di pintu masuk wahana, pengunjung disambut oleh fotografer profesional. Mereka akan mengarahkan gaya pengambilan foto. Setelah dijepret beberapa kali, pengunjung akan digelangkan sebuah barkod dari kertas. Barkod ini jangan sampai hilang, gunanya untuk pengambilan foto nantinya.

Di area yang ada bangunannya ada restoran, rental alat dan toilet. Sementara di area lainnya didominasi oleh permainan seperti chair lift (kursi gantung, ada juga yang menyebutnya gondola), ski, toboggan (kereta salju sederhana) untuk seluncuran/perosotan, bola-bola salju, dll.

Tidak hanya di pintu masuk, di area bersalju ataupun arena permainanpun pengunjung bisa menggunakan jasa fotografer profesional ataupun eksis dengan kamera sendiri untuk berkodak-kodak ria. Tapi ingat, setiap dijepret fotografer, bakal ada kode barkod yang digelangkan dan jangan sampai hilang.

Rental Alat

Peminjaman alat bisa di EQUIPMENT RENTAL dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000,- hingga Rp 100.000,-.

Khusus untuk ski, rental alat terpisah di loket peminjaman khusus ski di SKI RENTAL.

Pengembalian Sepatu

Setelah pengambilan barang, ganti sepatu di bangku yang ada di area tengah. Masukkan sepatu boot dan wristband ke dalam wadah plastik dan kembalikan ke PENGEMBALIAN BOOTS.

Pengambilan Foto

Foto yang diambil oleh fotografer profesional tadi bisa diambil di konter SOUVENIR FOTO dengan menyerahkan kode barkod. Gelang yang berisi kode barkod harus dibuka dengan sangat hati-hati, karena kertas yang ada barkodnya tidak boleh rusak/robek.

Foto-foto tersebut sudah diedit dengan latar musim dingin dan bisa dicetak untuk dijadikan souvenir. Minimal pencetakan Rp 300.000,- dan pengunjung harus melakukan pencetakan foto dulu baru bisa menyimpan soft copy foto-foto tersebut. Pencetakan foto dengan album seharga Rp 400.000,-. Foto ini masih bisa diakses di konter ini selama 3 hari.

Gallery

Catatan

  • Tidak boleh bawa makanan/minuman dari luar.
  • Kaus kaki yang diterima jadi hak milik pengunjung dan boleh dibawa pulang.
  • Sebaiknya tidak minum minuman atau makan makanan yang dingin sebelum masuk wahana, agar kondisi perut tidak terganggu selama menikmati wahana serba salju ini.

Opini O

Apresiasi buat Trans Snow World yang udah bikin arena bermain bersalju yang menarik di Bekasi dan yang menurut kabar digadang-gadang sebagai wahana salju terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Dekorasi dan saljunya bagus banget untuk berfoto-foto ria. Hanya saja, untuk keseruan lainnya jauh dari ekspektasi. Padahal itu kunjungan pertama di hari pertama (Senin, 25 Maret 2019). Mungkin, karena hari ini masih perdana, jadi kurang persiapan. Atau, mungkin, karena kami datangnya udah di jam-jam terakhir, sekitar 20:30 WIB, jadi arena permainan sepi dan beroperasi dengan lambat.

Arena untuk bermain seluncuran dengan snow tube double belum berfungsi maksimal, ada sekitar 1/3 jalurnya ditutup dan entah kenapa rasanya snow tube double melaju agak lambat. Begitu juga dengan chair lift (kursi gantung) yang terkesan seperti sedang berada di dalam video slow motion.

Rasanya udah lama berada di wahana, sehingga kami sering melihat-lihat wristband yang ternyata setelah dicek di Equipment Rental baru mau 50 menit-an; sudah naik kursi gantung berkali-kali, main seluncuran, sampai jepret foto banyak sekali, masih sisa satu jam-an. Terasa monoton.

Untuk menghabiskan waktu, kami minum hot chocolate dan duduk cukup lama di cafe. Setelahnya, kembali berfoto-foto ria dan duduk-duduk di bangku santai dekat pintu keluar.

Setelah diperhatiin, sepertinya wahana ini lebih cocok untuk anak-anak. Kalau untuk dewasa, dengan arena seperti ini mungkin 1 jam saja udah cukup maksimal, 2 jam mungkin terlalu lama & monoton.

Jejak Langkah O (Travel Diary)

Ini adalah trip dadakan. Minggu malam (24/03/2019), teman saya ngasihtau kalau di Bekasi udah ada wahana bersalju gitu..

Ini membuat kami semalaman searching dan kepoin instagramnya Trans Snow World. Kami sangat antusias. Akhirnya sepakat, besok pagi harus sudah melakukan persiapan, jadi pulang kerja langsung cau.

Pagi (25/03/2019) agak rempong dari biasanya, kudu bawa tetengan 1 tas tambahan berisi persiapan main ke Trans Snow World. Ada coat, leg warmer, syal, sepatu boot, dan celana main yang memungkinkan untuk bermain salju.

Sesuai dengan waktu yang kami lihat di website, kami ingin mengejar waktu yang pukul 19:00-21:00. Kami sepakat beli tiket di lokasi saja.

Sepulang kerja, pukul 5 teng, demi mengejar waktu, kami menggunakan jasa ojek online menuju Stasiun Jatinegara. Kami naik KRL Commuterline Line jurusan Bekasi. Bisa dibayangin dong, jam segini gimana ramenya.

Kami gagal naik kereta pertama, keretanya udah benar-benar full! Saking penuhnya, bahkan untuk masuk buat napakin kaki kami aja mustahil 😅 Udah gitu, pas pintu kereta tertutup otomatis, sampai-sampai ada perut penumpang yang seperti nyaris kejepit dan ada wajah penumpang yang nempel di jendela kaca pintu kereta. Luarr biasa..!!

Syukurlah, kami naik di KRL selanjutnya yang jauh lebih lumayan dari yang sebelumnya. Kami masih bisa memegang pegangan tangan dan bergerak dengan agak luwes.

Turun di Stasiun Bekasi, kami kembali naik ojek online menuju Trans Park Mall Juanda Bekasi. Sampai sekitar jam 7 kurang seperempat.

Sebenarnya bisa langsung masuk diskedul jam 7, hanya saja, teman saya yang sedang berpuasa perlu berbuka dan juga kami harus shalat magrib dulu sebelum masuk. Akhirnya, kami mundur ke skedul berikutnya yang pukul 21:00-23:00 dengan risiko pulang kemalaman.

Kami menanyakan informasi ke loket di lantai 4 sebelum shalat di mushalla yang ada di lantai yang sama. Ternyata, kalau sudah beli tiket bisa langsung masuk, tidak harus menunggu waktu seperti yang tertulis.

Sekitar pukul 20:30 WIB kami beli tiket dan masuk. Awalnya kami bingung harus ke konter yang mana, kami bergerak menuju konter yang ada antriannya yang searah dengan pintu masuk.

Kami mengukur kaki untuk pengambilan sepatu dan membawa set yang diterima ke bangku-bangku yang ada di area tengah.

Kami menanyakan ruang ganti pada petugas. Ternyata ruang ganti ada di dalam dan bawa perlengkapan yang diperlukan saja, selebihnya dititip di penitipan barang. Setelah ganti sepatu dan menitip barang, kami sempat membawa aneka tentengan. Baru aja di depan pintu masuk wahana, hawa dingin mulai terasa, membuat kami memutuskan untuk langsung mengenakan coat, syal dan leg warmer di tempat.

Di pintu masuk wahana, kami disambut dengan ramah oleh 2 orang fotografer. Kami diarahkan beberapa gaya.

Lanjut ke wahana. Keren!! Salju buatan yang beneran 👍👍 Dekorasinya juga OK 👌

Baru saja menapaki salju yang keras, kami kembali diarahkan oleh seorang fotografer, kali ini di salju yang membukit yang juga dihujani oleh salju.

Kami menyewa snow tube double seharga Rp 80.000,- dan main perosotan/seluncuran. Sedikit kurang seru, karena seluncurannya bergerak lambat. Tapi cukup sukses menghipnotis teman saya untuk berkali-kali naik magic carpet dan meluncur. Tak sampai setengah jam, kami sudah bosan.

Seluncuran kami selingi dengan menaiki kereta gantung. Gratiss!! Awalnya excited abis, tapi ternyata karena gerakannya lamban, jadi jenuh juga.

Akhirnya untuk mengisi waktu, kami duduk-duduk di cafe, pesen hot chocolate Rp 40.000,-.

Cukup lama kami duduk, melihat anak-anak yang gembira bermain perosotan, para staf yang mulai sibuk berbenah (mungkin karena udah mau tutup).

Makin lama area sekitar kursi gantung mulai berkabut. Wahana ini mulai sepi pengunjung dan mulai didominasi oleh para staf.

Setelah wristband bergetar dan berwarna merah, kami keluar. Kami mengambil barang dan mengembalikan boot.

Keluar dari Trans Snow World, kami heran, ada yang aneh.. kenapa ya rame banget staf diluar?! seperti menunggu sesuatu. Ternyata, bakal ada shooting kabarnya malam ini, mungkin buat promosi kali yaa.

Dan, akhirnya pulang dengan rute yang sama. Perjalanan kali inipun melelahkan tapi happy 🙂

Gado-gado ala Buk Mar

Membayangkan gado-gado pastinya membawa kita pada aneka sayuran yang telah direbus dan dikuahi dengan kuah kacang yang khas. Dikombinasikan dengan tahu dan tempe, kemudian ditaburi dengan bawang goreng nan gurih dan dengan toping kerupuk nan krispi.

Buat yang sedang berada di area sekitar Terminal Kampung Melayu, bisa membeli gado-gado yang saya maksud di Jl. Otista 1A RT.6/RW.1 no. 12. Gado-gado ini tidak memiliki merk, jadi saya sebut saja sebagai gado-gado ala Buk Mar, sesuai dengan nama penjualnya.

Para pendatang banyak yang tak mengira kalau tempat yang pernah dilewatinya ternyata gado-gado Buk Mar. Lokasinya ada di samping rumah beliau, yang juga di pinggir jalan perumahan setempat, menepi sebuah meja ukuran sedang dengan sebuah lemari kaca kecil dan ulekan diatasnya.

Rumah Buk Mar hanya berjarak sekitar satu rumah dari Masjid Muhammadiyah Al-Ishlah. Jadi jangan heran, gado-gado ini, bahkan juga kredok; bakal laris-manis, terutama di hari jum’at.

Buk Mar membuka warung mungilnya setiap hari, mulai dari pukul 07:30 WIB sampai dagangannya habis.

Porsi gado-gado yang beliau jual menurut saya cukup gede, bisa untuk makan 2 orang. Bisa request level pedas. Dan, harganya ekonomis! Rp 8.000,-/porsi.

Resep Gado-gado ala Buk Mar

Mau tau resep gado-gado ala Buk Mar? Ini dia:

Bahan

  • Cabe keriting & rawit
  • Garam
  • Terasi
  • Air jeruk
  • Kacang yang telah digiling halus
  • Gula aren
  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Sayur rebus: Kol, kangkung, toge, kacang panjang, labu siam (sayur japan)
  • Bawang goreng
  • Kerupuk

Alat

  • Set ulekan/cobek/batu giling cabe rawit, cabe keriting, garam dan terasi secukupnya sampai halus.
  • Tambahkan kacang giling, gula aren dan air jeruk sesuai selera.
  • Ulek/giling hingga halus dan aduk rata.
  • Potong tempe dan tahu. Tambahkan sayur rebus.
  • Aduk rata.
  • Pindahkan ke wadah.
  • Taburi dengan bawang goreng.
  • Tambahkan kerupuk.
  • Sajikan.

Cara

    Ulek/giling cabe
    Spatula
    Wadah

Kamus

  • Gado-gado = Sayur rebus yang dikuahi dengan saus kacang.
  • Kredok = Mirip dengan gado-gado, hanya saja bahannya adalah sayur mentah.
  • Gallery

    • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar (soon)

    Kue Keranjang

    Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

    “Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

    “Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

    Gallery

    Referensi

    • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

    Bakso Lontong di Kampung Melayu

    Buat pecinta bakso malang, kudu nyobain menu yang satu ini. Beda!!

    Bakso malang versi ini tidak pake mie, tapi pake lontong. Makanya gerobak bakso ini dinamai dengan Bakso Lontong.

    Seporsi lengkap terdiri dari bakso, tahu bakso, tahu rebus, sejenis pangsit rebus atau dimsum berisi aci, dan lontong; ditambah dengan toping pangsit goreng. (Ngeliat aja udah ngiller 😋👍👍)

    Uniknya, ketika minta “nggak pake micin ya, bang”. Dengan ramah abang tukang bakso optimis ngejawab “emang enggak pake micin” Luar biasa!! Udah enak, harga ekonomis, sehat lagi 😁👍👍

    Dengan merogoh kocek Rp 12.000,- saja, semangkok bakso lontong bisa dilahap, maknyus!! Pembelipun boleh request, mau kombinasi yang mana aja (harga berubah sesuai kombinasi yang diminta).

    Bakso nan laris manis ini suka mangkal di depan Alfamart J810 Jatinegara Barat 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bagi yang penasaran, kudu datang kesini pukul 1-an, karena abangnya cuma mangkal dari jam 1 s/d jam 2 doang.

    Gallery

    • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Bakso Lontong

    Pasar Malam ala Cifest Walk

    Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

    Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

    Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

    Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

    Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

    • Jasuke (jagung susu keju)
    • Tansu (ketan susu)
    • Bihlor (bihun telor)
    • Sotel (sosis telor)
    • Cilok (aci dicolok)
    • Tabas (tahu bakso)

    Jadi, jangan sampai kudet yaa..

    Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

    Gallery

    Kumpul Bareng Penikmat Kopi

    Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

    Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

    Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

    Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

    Akses ke Rumoeh Kupie

    Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

    Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

    Fasilitas

    Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

    Ngopi Hari Ini

    Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

    Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

    Berbagai Hal Tentang Kopi

    Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

    Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

    Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

    Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

    Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

    Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

    Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

    Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

    Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

    Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

    Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

    Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

    Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

    Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

    Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

    Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

    Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

    Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

    Hunting Kuliner

    Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

    Gallery

    Catatan

    Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

    Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..😆

    Nasi Bakar di Kantin UMY

    Menu yang maknyus begini nemunya di kantin UMY (Universitas Muhamadiyah Yogyakarta) Jogja. Tak hanya menjadi lokasi makan, kantin ini juga menjadi tempat nongkrongnya mahasiswa kampus yang berslogan ‘Muda Mendunia’ itu.

    Cara belinya, pesan dulu ke warung (jenis nasi, kombinasi lauk & minuman), bayar ke kasir, serahkan struk pembayaran ke warung yang bersangkutan dan tunggu deh di meja yang dipilih. Harganya berkisar Rp 14.000,-.

    Di kantin ini boleh dibilang bazar kulinernya UMY! Karena menyediakan aneka hidangan yang wenak.. Warung lainnya menawarkan pempek, berbagai jenis jus, dan sebagainya.

    Buat yang muslim, kantin ini berlokasi tak jauh dari mesjid. Jadi, bagi yang udah kenyang jangan lupa ibadah yak 🙂

    Gallery

    Karupuak Jangek (Kerupuk Kulit)

    Karupuak jangek atau karupuak kulik dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama ‘kerupuk kulit’ dan dalam bahasa jawa yaitu ‘rambak’. Terbuat dari kulit sapi yang telah direbus, disangrai, dijemur dan sebagainya hingga menjadi produk yang disebut ‘latua’ dan hasil akhirnya setelah digoreng jadi enak dan gurih dengan rasa yang khas.

    Karupuak jangek merupakan salah satu oleh-oleh khas Sumatera Barat yang bisa dibeli di pasar tradisional hingga supermarket. Selain itu, bakal sering ditemukan di rumah makan padang, warung lontong, warung lotek, dan tempat makan lainnya. Jadi jangan heran jika saat makan di rumah makan padang ada yang minta ‘karupuak jangek bakuah’. Ini memang bukan salah satu menu, tapi bisa by request 🙂☝🏻

    Bagi para pelancong yang sedang berlibur ke Kota Bukittinggi akan sangat mudah menemukan karupuak jangek di area Pasar Atas tepatnya di seberang Mesjid Raya Bukittinggi atau Jam Gadang, Pasa Lereng, berbagai toko jajanan khas minang yang ada di Jambu Air & Padang Luar, Pasar Aur Kuning, Pasar Bawah, dan lainnya.

    Kalau ingin langsung dicemil, sebaiknya beli kerupuk kulit yang sudah jadi. Tapi, untuk dibawa sebagai oleh-oleh dengan perjalanan yang jarak tempuhnya cukup jauh, direkomendasikan untuk membeli latua saja.

    Latua adalah karupuak jangek yang masih mentah atau separo mentah. Ada yang dalam bentuk potongan kecil dan keras, ada juga yang ukuran sedang dan sudah berbentuk kerupuk kulit dengan tekstur masih kasar. Banyak penjual yang menyarankan jenis kedua karena lebih gampang digoreng.

    Harga kerupuk kulit di pasaran terbilang variatif. Untuk yang versi cemilan jadi, biasanya dibungkus dalam plastik kecil, rata-rata mulai dari Rp 1.000,-. Untuk sebungkus plastik sedang (plastik 1/4) mulai dari Rp 10.000,- di pasar tradisional; di toko-toko sekitar Rp 20.000,-.

    Berbeda dengan yang siap santap, ‘latua’ harga belinya cenderung lebih mahal. 1 kg ‘latua’ yang sudah berbentuk dijual sekitar Rp 160.000,-. Keuntungannya, setelah digoreng bisa dapat banyak.

    Untuk menggoreng kerupuk kulit yang masih dalam versi latuapun ada caranya, lho.. Sama seperti kerupuk jenis lain, digoreng dengan minyak goreng yang sudah panas. Jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal, separuh mengembang dan sama sekali tidak gurih.

    Untuk penyimpanan, kerupuk kulit juga tidak bisa bertahan lama kalau tidak disimpan dalam wadah tertutup. Setelah digoreng, diamkan beberapa saat dan simpan di toples atau plastik klip. Akan lebih enak bila segera dikonsumsi atau paling tidak disimpan sekitar semingguan. Penyimpanan yang terlalu lama akan berpengaruh terhadap rasanya yang bisa berubah dan berbau apiak.


    Uniknya, kerupuk kulit tak hanya ada di Sumatera Barat saja atau daerah lainnya di Indonesia, tapi juga ada di Filipina, lho! Dikenal dengan nama ‘chicharon’. Hanya saja, bahan yang digunakan sangat berbeda, yaitu dari kulit babi.


    Kerupuk Jangek a.k.a Kerupuk Kulit is one of traditional skin crackers from Indonesia, specially in West Sumatra. It’s made of cow skin. Crunchy & hmmm.. 😁👍👍

    Kerupuk kulit is not only in West Sumatra or another area in Indonesia, but also in Philippine! Known by name ‘chicharon’. But, ingredients used is truly different, ‘chicharon’ made from skin of pig.


    カルプアックジャンゲックやカルプアッククリックはインドネシア語ではケルプッククリックです。カルプアックジャンゲックというのはインドネシアのトラディショナルのせんべいです。特に西スマトラです。牛革から作られます。美味しいですよ。👍👍

    このせんべいはフィリピンもあります。名前はチチャロンですけど豚皮から作られます。

    Kamus

    • Karupuak Jangek / Karupuak Kulik 👉 Bahasa Minang
    • Rambak 👉 Bahasa Jawa
    • Kerupuk Kulit 👉 Bahasa Indonesia
    • Skin Crackers 👉 Bahasa Inggris
    • Chicharon 👉 Bahasa Filipina
    • カルプアックジャンゲック、カルプアッククリック、ケルプッククリック 👉 Bahasa Jepang (translet ala Jejak Langkah O 😁✌🏻)
    • Apiak = Apek.

    (Siapa tau di daerah lain beda namanya, boleh ditambahkan di komentar yak 🤓👌)

    Gallery

    Catatan

    • Sedikit berita tentang Bukittinggi. Meskipun pasca kebakaran beberapa bulan yang lalu, Pasar Ateh (Pasar Atas) Bukittingi masih berutinitas seperti biasa. Tapi memang kondisinya dalam toko/kedai sementara.

    Pulang Kampuang 2018 (Bagian 1)

    Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba 😇 Padahal, menjelang hari ini butuh perjuangan rada sengit! 😬 Yah, begitulah nikmatnya merantau, kita belajar menghadapi segala sesuatu yang sering tak terduga 😜

    Ini penerbangan internasional mandiri perdana (ribet nyebutnya 😆) saya nih.. Sebelum hari-H, saya udah survey sana-sini, mulai dari tempat turun bus, cara masuk bandara jepang, tempat wrapping, gate, dll. Saya telah mencatatnya dengan sangat rinci, takut sewaktu-waktu nyasar dan malah ketinggalan pesawat 😜

    “Cinta Produk Dalam Negeri” Saya Pilih GARUDA

    Memang banyak pesawat yang bisa dipilih untuk penerbangan Indonesia-Jepang. Tapi, bagi saya hanya ada 2 rekomendasi terbaik yaitu GARUDA atau JAL (Japan Airlines, GARUDA-nya jepang).

    Pertama kali terbang ke jepang, saya sudah menggunakan JAL. Dan, sekarang saya ingin naik GARUDA 🙂 (Sekalipun banyak rekomendasi penerbangan murah dari teman-teman mancanegara, bahkan ada yang benar-benar murah tapi bagasi bayar sendiri 😜).

    Kenapa saya pilih GARUDA? Pertama, semboyan “Cinta Produk Dalam Negeri(Saya yakin, maskapai kita ga kalah bagus kok dengan maskapai penerbangan dari negeri sakura) 😁☝🏻Kedua, lebih praktis! GARUDA ada di seluruh indonesia, jadi mau saya sampai pindah-pindah provinsipun ga bakal ribet, karena udah 1 maskapai untuk semua. Udah gitu free bagasipun lumayan 46 kg (belum lagi bisa bawa aneka tentengan ke kabin 😜). Dan, agen tiket langganan perantau di jepang memang yang paling populer juga GARUDA, lho..

    Yang paling praktis, untuk pemula seperti saya, bisa konsultasi via chat dengan agen. Mau itu pembayaran, penggunaan GarudaMiles, cara check-in online, pengambilan bagasi yang udah check-in online, dll.

    Check-in Sendiri

    Meskipun saya tergolong orang yang awam sedunia tentang segala seluk-beluk penerbangan (sampe-sampe, sewaktu agen tiket saya bilang tax free, saya malah dengernya ‘taxpi’, oneng.. oneng..); saya itu pengen nyobain sesuatu yang menurut saya baru (check-in online & GarudaMiles), walaupun ada yang bilang ribet bla bla bla 😬

    Saya upload aplikasi Garuda, daftar GarudaMiles, sampe nawarin sendiri ke agen saya kalo saya udah punya GarudaMiles dan minta panduan untuk tiket saya. Saya coba check-in sendiri, pilih tempat duduk sesuai keinginan (bangku kosong cuma tinggal 10 doang euy!! subarashii..), dan.. setelah melewati proses, ternyata mudah dan menyenangkan! Jadi semakin PeDe nih..

    Sewaktu check-in online, untuk penerbangan Osaka Kansai International 🔜 Denpasar-Bali Ngurah Rai, maskapai GA883, seats-nya 2-4-2, saya pilih di 38G. Padahal saya pengen duduk dekat jendela, tapi udah full 😬 Alih-alih mau liat Gunung Fuji (lewat aja kagak 😆). Lalu, untuk Denpasar-Jogja, maskapai GA255, saya ngikutin bangku yang udah direkomendasiin aja di seats 21A, samping jendela 😜 (udah cam anak-anak nak piknik ajee).

    Persiapan Omiyage

    Namanya juga mudik (sekali seabad 😜), pulang kampung tanpa buah tangan itu kok ya hambar ya rasanya (macem iyee aje 🤣). Saya udah titip nih dari 3 bulan sebelumnya sama Tanaka Sensei (beliau udah kayak mak nya kite ☺️). Kebetulan rumah beliau deket dengan Supermarket DIO yang harga produknya sedikit lebih miring dari supermarket terdekat dari shelter kami. Biasanya yang dibeli disini aneka coklat dan snack-snack. Tapi, buat macha milk, lebih murah saangin di Supermarket KYOEI.

    👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

    Bukan endorse lo yee 😬☝🏻siapa tau aja ada teman-teman di Tokushima lagi nyari tempat rekomendasi oleh-oleh 😅

    Tokushima 🔜 Osaka

    Saking fokusnya dengan persiapan pulang, saya nyaris lupa beli tiket bus!! OMG.. Untungnya, masih punya waktu 2 minggu lagi.. giri-giri.. 😬

    Saya mematahkan kegalauan antara cari aman ambil jam paling pagi atau yang bisa nyante ambil bus yang waktunya pas-pasan, akhirnya pilih yang aman (NANKAI BUS 04:45) 😁☝🏻

    Di Tokushima, tiket bus bisa dibeli di Tokushima Station tepatnya di bangunan terbawah Daiwa Hotel, di loket bus yang ada di supermarket Takuto, atau di area Tokushima University (lebih murah buat yang ada kartu mahasiswanya). Untuk rute Tokushima Station 🔜 Kansai Airport Terminal 1, PP ¥7.400.

    Katanya nih, harga tiket bus selain tergantung waktu pemesanan (jauh-jauh hari lebih murah), juga tergantung berapa lama kita ninggalin jepang. Lebih dari 2 minggu harga tiket bus lebih mahal. Tapi, saya pribadi tidak mendapatkan info langsung dari loketnya.

    Pake Taxi

    Dari shelter saya menuju Tokushima Station, saya pesan taxi, makluuum.. jadwal bus di Tokushima itu mulai operasionalnya sekitar pukul 7 🙁 Beda banget dengan di Indonesia (tepatnya di Padang) yang bus kota atau angkot kerennya masih ready sampe jam 10-an atau jam 5 subuh udah berlalu-lalang ria 😁

    Sebenernya di Tokushima ini taxi yang paling murah adalah Konpira Taxi, bajet buka pintu hanya ¥410; tapi, saya lebih senang dengan NTS (yang bermarkas di Kuramoto Station itu, lho..🤓), bajet awal ¥560, operator dan sopirnya lebih komunikatif 🙂👍

    Selain ini, sebelumnya yang sering dipesen adalah Akuigawa Taxi, hanya saja terkadang untung-untungan, kalo dapet operator bapak-bapak yang ngomongnya kayak kumur-kumur, beuh.. ampun dah, semua kosakata bahasa jepang saia menguap seketika 🤣✌🏻

    • 4:00 (waktu Tokushima). Menuju Tokushima Station dengan NTS Taxi, sopirnya perempuan euy, sampe stasiun kena Â¥1760.
    • 4:20 Tokushima Station. Hanya saya makhluk yang terdampar disini 😅 Padahal masih subuh, tapi cuacanya udah panas! Makluuum, cuaca di Tokushima belakangan ini lagi ekstrim, tiba-tiba dingin lalu hujan eh sekarang fuanazz!!

    Saya tidak tau kalau bagasi kudu ditaruh di depan pintu masuk ruang tunggu (jam segini belum buka), saya malah gerek-gerek lagi sampe loket tunggu yang ada label Kansai Airport-nya 😬 Untung aja petugas datang ga cuma ngasih tau doang, tapi ikut ngebantuin 😁 Makluum, Saya bawa tiga koper dengan semua size M, L & XL 🤣

    • 4:30 Petugas ngantriin koper, ngasi kode bagasi. Penumpang kedua datang. Kode koper ada 2, yang satu ditempel di koper/bagasi dan yang satu lagi kita yang pegang.
    • 4:33 Bus datang, petugas yang masukin koper (bukan kita).
    • 4:45 Jalan
    • 5:02 Halte Matsushige 1 (松茂1)
    • 5:05 Go.. Bapak yang tadi ngurusin bagasi turun dan tinggal, mungkin udah ga ada yang naik 😬 Mirip dengan sistem bus antar-provinsi di Indonesia yaa.. 😁☝🏻
    • 5:15 (TS5) Highway Naruto
    • 5:16 Go
    • TS4
    • TS3 Sumoto
    • 5:53 …

    Mulai ngaco nih catatan perjalanannya, sempat tepar! 😅 Capek buangedh soalnya, belum lagi semalaman begadang gegara paranoid bakal kebablasan 😆

    • 7:45 Nyampe bandara (Kansai Airport).

    Bagasi bus diturunkan dan kita liatin ke petugas nomer bagasi. Ambil troli dan masuk bandara. Menurut informasi dari teman saya, gate Garuda itu kecil, belok kiri dan jalan lurus, terus liat yang muka-muka Indonesia.

    Tapi sebelum menuju counter Garuda, yang pasti, hal pertama yang saya lakukan setelah turun bus dan ambil bagasi adalah wrapping. Nah, itulah perlunya informasi, saya udah siap-siap nih yang kata si teman wrapping itu harganya mahal sampe Â¥5.000 lebih, eh faktanya Â¥1.000 kok ☺️ Yokatta.. “Kenapa harus diwrapping?? Padahal koper saya udah bagus kok, ada cover-nya lagi?!” Wrapping bagasi itu biar aman.. Setelah diukur, 2 koper size XL & M saya, kena Â¥2000.

    • Garuda GA883, antri di loket F20-F24.

    Untuk hari ini saya antri di gate F22 awalnya, eh yang ngantri di depan saya pada bubar dan balik ke F21, saya ikutin.. Ternyata, mereka yang pindah ini penerbangan yang delayed dari kemaren (17/7). Sementara, F22 untuk tempat yang belum check-in & F23 yang udah check-in online (termasuk saya, di layar TV mungil depan konter tertulis Baggage Drop Mobile/Internet Check-in).

    • City Check-in.
    • 8:39 Selesai boarding

    Naaah, disini saya memulai aksi.. cari wajah-wajah indo yang bisa diajakin bareng.. Mono soalnya kalo sendirian, masa iya ngomong sama angin?! 😆

    Saya beraniin nyapa itu ibuk-ibuk. Eh, ternyata ‘urang awak’!! MasyaAllah.. dunia emang sempit yak 🤩👍👍 Udah beribuk-ibuk ria, mbok ya ga cocok akirnya tak panggil uni dah 😅 Si uni abis liburan bareng keluarga. Meskipun beliau orang padang, mereka sekeluarga udah menetap di Bandung.. Surprisenya lagi, ini uni tetangganya sensei saya semasa masih tinggal di Padang!! 🤓 subarashii..

    • 9:18 Naik train (kereta api).

    Saya udah nggak ngandalin catatan mungil, tinggal ngekorin uni sekeluarga nih 😇 Paling enggak, sampe bali bareng terus.. Mulai berasa aman.. 😁

    • 9:23 Sampai.
    • Tunggu di ruang tunggu.
    • 10:31 Antri masuk pesawat.
    • 10:40 Di pesawat, di bangku 38G udah ada air mineral kemasan merk Indonesia!! 🤩 Kangeeen.. 🤣
    • 40.000 kaki di atas permukaan laut, berawan sedikit guncangan (macem pertama kali naik pesawat aja 😆☝🏻).
    • 11:15 Berangkat..
    • 11:30 Pembagian pouch yang didalamnya berisi penutup mata, penutup telinga & kaos kaki. Saya cuma butuh penutup mata buat tidur 😅
    • 13:20 Launch (makan siang)

    Kebetulan banget nih, lapeeer!!! Menu perdana saya di Garuda, ada gulai (indonesia bangedh!!) dan shomen (mie dingin ala jepang).

    • 15:20 Pembagian es krim. Hmmm.. yummy.. Es krim merk “meiji” ini boleh nih dikonsumsi bagi para muslim di jepang.
    • Pengumuman sampai di Bali. “Halloo Indonesiaa..” 🙂👋🏻

    Welcome to Indonesia

    • 16:20 Mendarat..
    • 16:40 Turun
    • 17:50 (masih waktu Osaka, lupa nyetel jam 😬). Periksa pasport.
    • 17:30 (waktu Bali) Periksa paspor.
    • 17:35 Periksa tiket.

    Sempat ngotot sama si uni, saya mau buru-buru coz waktu kita kan cuma sedikit 😅 Padahal, si uni sekeluarga mau ngajakin makan dulu. Saya mbok ya ngeyel 🤣

    By the way, kalo udah nyampe Bali, saya punya visi nih, eng ing eng.. MAKAN KFC!!! 🤣🤣 Ga tau nih, ngalah-ngalahin bumil yang lagi ngidam aja. Pokoknya nyampe indo harus makan KFC!! Saya mutusin buat misah dulu dari si uni, sempat ketemu dan kenalan juga dengan rombongan indo lainnya (nikmat-Mu mana lagi yang kan hamba dustakan.. ketemu orang indo yang sama sekali ga kenalpun udah macem ketemu kerabat jauh yang udah lama ga ketemu aja 😇).

    Balik lagi, kok KFC sih?! Mungkin, berawal dari waktu itu, pas bulan-bulan pertama sampe di Tokushima. Saya sendirian nih muter-muter di mall. Ga ada yang salah sih, cumaa.. perut saya laper euy! Nemulah KFC.. Halal nggak nih?! Jawabannya pasti enggak dong, kayaknya (karena waktu itu saya dikasih tau sama yang jualan karage, ayam tepung versi jepang, kalo karage itu bikinnya pake sake, saya lihat KFC ala jepang kok kayaknya karage banget ya?!).

    Walhasil, bismillah.. Saya ga ada pilihan. Kebetulan waktu itu saya sama sekali belum punya referensi makanan mana aja yang udah boleh buat muslim di food court. Jadi saya belilah itu KFC, berharap rasanya paling enggak mirip sedikitlah sama yang di indo. Beeeuh.. makan 1, saya langsung kenyang.. Ini mah karage bukan KFC 😢 Yaa.. mereka nyesuai-in lah ya di negara mana mereka buka 😬

    Pas nungguin barang, kita pada ke TOILET dulu. Baru aja mau masuk gerbang TOILET, aroma khas-nya langsung menyapa diikuti oleh komentar orang jepang di belakang kami “kusai!” sambil menutupi hidungnya. OMG.. Selesai dari TOILET, saya hanya tertegun.. dengan berat hati kasih emoticon ☹️ sesuai sikon TOILET.

    • 18:53 Cek masuk pesawat.

    Masih ada waktu! Tapi ga nemu KFC.. ga papa deh, orang masih kenyang juga abis makan di Garuda tadi. Ntar nyampe jogja baru daah, hajjarrr!! 😁☝🏻

    • 19:05 1b boarding.
    • 19:16 Di pesawat.

    Perbedaan waktu Bali & Jogja adalah 1 jam lebih lambat di Jogja. Saat ini jam di Bali 07:11 sementara di Jogja 06:12 (lama perjalanan 01:12).

    Waktu dapetin snack, ada roti dan saya minta teh hangat. Waaah, tau aja nih saya suka manis, teh hangat yang saya terima dikasih 2 bungkus gula, dan rasanya pas! Saya celupin roti sedikit demi sedikit ke teh manis hangat, makannya nikmatin banget.. gilaaaa… “saya memang udah di indonesia..😇” berasa mimpi!

    Sampe-sampe, snack kacang campurnya saya makan sedikit demi sedikit, takut rasa indo-nya hilang dalam sekejap 😂 Terakhir, ingat waktu jajan-jajan disekolahan, pas udah mau habis, sisa-sisa dibungkus plastiknya itu diangkat dan dituang ke mulut sampe ga ada sisa 😆

    Karna bawaan saya cukup ribet, pas naik pesawat sampe turun lagi, dibantuin tau sama penumpang bangku belakang. Padahal kabinnya terjangkau dan saya nggak ngomong apa-apa, lho.. Saya terharu, guys.. saya bener-bener udah di indonesia!! Karena bagi saya, dimana-mana hanya orang indonesialah yang begitu, bantuin duluan sebelum diminta tolong. Makin bangga jadi Warga Indonesia 😇 (dimaklumin aja, berle-nya lagi kumat 😅).

    Di ruang tunggu, pesawat saya berangkat duluan dari uni. Kita pisah.. Tapi insyaAllah silaturrahim tetap terjalin.. 🙂

    • 21:00 (waktu Jogja) Mendarat.. Dekorasi di Bandara Adisutjipto keren!! Berbagai rupa wayang berjejer di dinding sebelah kanan pintu keluar.
    • 21:08 Ambil bagasi.

    Dijemput si bontot.. missed him so much!!😘😘 Gilak, perbandingan saya & unjut bontot ruarr bisah! Udah macem body guard aja nih dia 😆✌🏻

    Transportasi Online

    Kita menuju penginapan saya dengan transportasi online. Taxi di Bandara sini ga pake argo. Pas ditawar, kebetulan cukup mahal ke lokasi hotel saya.

    Penginapan Murah di Jogja

    Saya menginap di Hotel Desa Puri Syariah Jogja. Tempatnya nyaman.. 🙂 Recommended nih, bisa jadi referensi buat yang nyari penginapan murah di jogja.. Kamar saya twince dengan bajet Rp 140.000,-.

    Fasilitas untuk twince ini ada 2 tempat tidur single, kamar mandi (shower) & TOILET duduk 1 set di dalam kamar (lengkap dengan sabun mandi), wastafel yang udah ready perlengkapan gosok gigi, 2 air mineral gratis (jadi yang kehausan bisa langsung minum 🤣), perlengkapan dan petunjuk shalat buat yang muslim.

    Saya sengaja bawa baju pas-pasan, karena ngerasa bakal aman “kan di hotel ada baju ganti?!”. Gelo… gelo.. ngimpi!! 😅

    Pesan Makanan Online

    Karena udah kemaleman, kita pesan makanan via online aja. Kebetulan yang recommended hanya Aldan yang masih buka, gurame dan sambalnya mantep euy!!

    Ini kelebihan indonesia.. kulinernya mantep bisa pesen online lagi.. 😇 Beda banget sama Tokushima yang delivery aja bisa dihitung dan itupun ga bisa kapanpun ☝🏻 Kalo di indonesia, salahsatunya aja di jogja ini, mau hujan badai sekalipun bisa tetep makan enak tinggal pesan online atau delivery. Tapi di jepang, khususnya tokushima, kalo hujan atau lewat waktu (jam bukapun tergantung masing-masing tempat) murii (mustahil), malah ga terima pesanan juga ada, lho..

    Penyakit Musiman saat Traveling

    Sayangnya.. tenggorokan saya mulai sakit nih.. biasa, kalo udah pindah-pindah tempat suka gitu.. Terancam ga bisa makan enak nih 😢

    Uang Baru!!

    Karena ada keperluan, saya bareng unjut bontot belanja di minimarket terdekat, tak jauh dari penginapan. Pas menerima kembalian, saya bingung.. 2 tahun ditinggal, uang udah baru semua!! Saya kudu kenalan dulu nih.. Suka cek nominal dulu sebelum bayar-bayar 😅

    Kesan

    • Mau di Indonesia kek, Jepang kek, kampuang atau perantauan; tetep pasti ada plus-minus-nya. Mentang-mentang tinggal di negara yang lebih maju, jadi keder dengan negara sendiri, oh NO! Jangan sampai.. 🤓☝🏻

    Kamus

    • Kampuang (bahasa minang) = Kampung
    • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station | Stasiun Tokushima.
    • よかった /yokatta/ = Syukurlah..
    • OMG = Oh My God..
    • Giri-giri berasal dari ぎりぎり時間 /giri-giri jikang/ = Udah mendekati waktunya.
    • お土産 /omiyage/ = Buah tangan/oleh-oleh.
    • Saangin (bahasa minang) = Sedikit.
    • Subarashii (bahasa jepang) = Luar biasa.
    • Mono = Bahasa slank-nya monoton.
    • Murii (bahasa jepang) = Mustahil, ga mungkin, berlebihan.

    Kamus Bahasa Indonesia-Minang (Update 2018)

    Prolog: Bahasa Minang (Baso Minang)

    Seperti yang kita ketahui, Indonesia kaya akan budaya, salah satunya Minangkabau. Dalam percakapan sehari-hari di Minangkabau (Sumatera Barat) digunakan Bahasa Minang (Baso Minang). Namun, bahasa ini juga sangat beraneka ragam, tergantung daerah masing-masing, seperti pepatah Minang yang mengatakan; “Lain luhak, lain ikannyo” (lain lubuk, lain ikannya) yang berarti: lain daerah, lain bahasanya.

    Dewasa ini, Bahasa Minang sudah mengalami banyak adaptasi, terutama dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan NKRI. Selain itu, juga bisa dikarenakan budaya orang Minang yang suka merantau atau penyerapan bahasa-bahasa dari daerah lain yang berasal dari para pendatang. Namun, uniknya Minangkabau, sekalipun merantau dengan sangat jauh dan dikenal sebagai urang awak (sebutan untuk sesama orang Minangkabau atau panggilan untuk orang Padang di wilayah rantau tertentu), bahkan hingga keluar negeri sekalipun, biasanya saat bertemu masih menggunakan Bahasa Minang, walaupun hanya terkesan untuk membuka percakapan saja.

    Berikut sebagian kecil Bahasa Minang yang bisa menjadi panduan buat Anda jika sewaktu-waktu ingin berkunjung ke wilayah Minangkabau atau buat sanak (saudara) dirantau yang ingin merecalled (mengingat) kembali bahasa Minang untuk kata-kata tertentu yang mungkin saja sudah lupa karena tidak pernah berinteraksi lagi menggunakannya.

    Kata Panggilan/Sapaan (Sapoan)

    Abang

    Adek / Adik

    Anak

    Bapak

    Bibi

    Bibi (paling besar)

    Bibi (tengah)

    Bibi (paling kebil)

    Datuk

    Ibu / Bunda

    Kakak

    Kakek

    Kamu / Anda

    Laki-laki

    Nenek

    Nenek buyut

    Om

    Om (paling besar)

    Om (tengah)

    Om (paling kecil)

    Orang Minang

    Pendekar

    Perempuan

    Perempuan (lajang)

    Saudara

    Saya

    Tante

    Uda

    Adiak

    Paja, anak

    Apak, Abak

    Mak uwo

    Makdang (mak uwo paliang gadan)

    Makngah (mak uwo nan tangah)

    Makcik, makciak (mak uwo nan paliang kaciak)

    Datuak

    Bundo, amak, amai, one, mandeh, mande

    Uni, uniang (Pariaman), unang

    Inyiak, atuak, niniak

    Ang, kau, diang (Pasaman), akau, gau, agau

    Bujang

    Enek

    Anduang

    Mamak, pak etek

    Pak adang, makdang (mamak nan paliang gadang)

    Pak angah, makngah (mamak nan tangah)

    Pakcik, makciak (mamak nan paliang kaciak),

    Urang awak

    Pandeka

    Padusi

    Gadih

    Dunsanak, ampuang, sanak

    Ambo, awak, aden, waden, denai

    Etek

    Angka (Angko)

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    11

    12

    20

    30

    100

    1.000

    10.000

    100.000

    1.000.000

    ¼

    ½

    Satu

    Dua

    Tiga

    Empat

    Lima

    Enam

    Tujuh

    Delapan

    Sembilan

    Sepuluh

    Sebelas

    Dua belas

    Dua puluh

    Tiga puluh

    Seratus

    Saribu

    Sepuluh ribu

    Seratus ribu

    Sajuta

    Seperempat

    Setengah

    Ciek

    Duo

    Tigo

    Ampek

    Limo

    Anam

    Tujuah

    Lapan

    Sambilan

    Sapuluah

    Sabaleh

    Duo baleh

    Duo puluah

    Tigo puluah

    Saratuih, saratuh (Payakumbuh)

    Saribu

    Sapuluah ribu

    Saratuih ribu

    Sajuta

    Saparampek

    Satangah

    Hari (Ari)

    Minggu

    Senin

    Selasa

    Rabu

    Kamis

    Jum’at

    Sabtu

    Akaik

    Sanayan

    Salasa

    Rabaa /Raba-a/

    Kamih

    Jumahaik

    Sabtu, pakan (Palembayan)

    Keterangan Waktu (Wakatu)

    Besok

    Hari

    Kemaren

    Kemaren lusa

    Minggu lalu

    Nanti

    Pukul

    Sebentar

    Sebentar lagi

    Sekarang

    Bisuak

    Ari

    Patang, patang ko, sariano

    Patang ciek lai

    Minggu nangko

    Beko, nancik

    Pukua

    Sabanta, santa

    Sabanta lai/li, cah lai/li,santa lai/li, kutu (lah)

    Kini

    Anatomi (Badan)

    Betis

    Bibir

    Bulu mata

    Dada

    Dahi

    Hati

    Hidung

    Ibu Jari

    Jari

    Jari kelingking

    Jari manis

    Jari telunjuk

    Jari tengah

    Jenggot

    Kelingking

    Kepala

    Ketiak

    Kulit

    Lambung

    Leher

    Lengan

    Limpa

    Lutut

    Mata

    Mulut

    Paha

    Pantat/ekor

    Perut

    Pinggul

    Punggung

    Pusar

    Rambut

    Tahi lalat

    Taring

    Telapak kaki

    Telunjuk

    Telinga

    Tengkorak

    Tumit

    Wajah

    Batih

    Bibia

    Bulu mato

    Dado

    Kaniang

    Ati

    Iduang

    Ampu

    Jari

    Kalingkiang

    Jari manih

    Tunjuak

    Jari tangah

    Jangguik

    Kalingkiang

    Kapalo

    Katiak /katiyak/

    Kulik, jangek

    Lambuang

    Lihia

    Langan

    Limpo

    Lutuik

    Mato

    Muluik

    Pao /pawo/

    Ikua

    Paruik

    Pinggua

    Pungguang

    Pusek

    Rambuik, abuak

    Cilalek

    Tariang

    Tapak kaki

    Tunjuak, talunjuak

    Talingo

    Tangkurak

    Tumik

    Muko

    Nama Binatang

    Anjing

    Babi hutan

    Belalang

    Beruang

    Berang-berang

    Buaya

    Bunglon

    Burung

    Cacing

    Capung

    Cicak

    Harimau

    Ikan

    (Ikan) Mujair

    Itik

    Jerapah

    Kalajengking

    Kambing

    Kancil

    Katak/kodok

    Kelabang

    Kelelawar

    Kera

    Kerbau

    Kucing

    Kuda

    Kupu-kupu

    Laba-laba

    Lalat

    Lebah

    Monyet

    Naga

    Nyamuk

    Rusa

    Sapi

    Semut

    Singa

    Ular

    Ular naga

    Ulat

    Ulat kaki seribu

    Anjiang

    Kandiak

    Bilalang

    Biruang

    Barang

    Buayo

    Bingkaruang

    Buruang

    Caciang

    Sipatuang

    Cacak

    Arimau

    Ikan

    (Ikan) Mujayia

    Itiak

    Jarapah

    Kalajangek

    Kambiang

    Kancia

    Koncek, kangkuang

    Kalipasan

    Kalelawa, kalalawa

    Karo

    Kabau

    Kuciang

    Kudo

    Ramo-ramo

    Lawah

    Langau

    Labah, pinyangek

    Baruak

    Nago

    Rangik

    Ruso

    Bantiang, Jawi

    Samuik

    Singo

    Ula

    Ula nago

    Ulek

    Lintibang

    Bama Buah (Namo Buah)

    Anggur

    Apel

    Belimbing

    Delima

    Jambu biji

    Jambu air

    Jeruk

    Kelapa

    Manggis

    Markisah

    Nenas

    Pepaya

    Pepaya

    Semangka

    Sirsak

    Tomat

    Anggur

    Apel

    Balimbiang

    Dalimo

    Piraweh, paraweh

    Jambak

    Limau

    Karambia

    Manggih

    Marakisah, markisah

    Naneh

    Batiak (Palembayan), kalikih (Bukittinggi)

    Sampelo (Padang), kates (Sawahlunto)

    Cumangko

    Durian bulando

    Tomaik /tomayk/

    Warna (Warno)

    Merah

    Merah hati

    Kuning

    Putih

    Hitam

    Hijau              

    Biru

    Coklat

    Orange          

    Sirah

    Merah ati

    Kuniang

    Putiah

    Itam

    Ijau

    Ijau, biru

    Cokelaik

    Oren, oranye

    Sayur (Sayua)

    Buncis

    Daun ubi

    Kangkung

    Mentimun

    Nangka

    Pakis

    Terong

    Buncih

    Pucuak ubi

    Kangkuang

    Antimun

    Cubadak

    Sayua paku

    Taruang

    Bumbu/Bahan Masakan

    Bawang merah

    Bawang putih

    Buah pala

    Daun kunyit

    Daun sup

    Jahe

    Kemiri

    Ketumbar

    Kulit manis

    Kunyit

    Lengkuas

    Merica

    Pala

    Seledri

    Serai

    Bawang sirah

    Bawang putiah

    Buah palo

    Daun kunyik

    Bawang perai

    Sipadeh

    Cegek, dama

    Katumba

    Kulik manih

    Kunyik

    Langkueh

    Marica

    Palo

    Saladari

    Sarai

    Kalimat Tanya (Kalimaik Tanyo)

    Apa

    Bagaimana

    Berapa

    Dimana

    Kapan

    Siapa

    A

    Baa

    Bara

    Dima

    Bilo

    Sia

    Partikel yang sering digunakan

    • Do
    • E
    • Lah
    • Lai / li
    • Go
    • Miang / men / samiang
    • Nyeh
    • No
    • Nah
    • Nyo
    • O
    • Oop
    • Se
    • Tu
    • Yo

    A

    Abu

    Ada

    Adat

    Aduh

    Agama

    Agung

    Air

    Air mata

    Air minum

    Air terjun

    Akar

    Alas

    Alir

    Ambil

    Amping

    Aneh

    Angka

    Angkat

    Antar

    Anting

    Api

    Aren / enau

    Asap

    Atap

    Atas

    Awal

    Abu

    Ado, lai

    Adaik

    Onde

    Agamo

    Aguang

    Aia, aie

    Aia mati, aie mato

    Aia putiah, aia kawa

    Aia tajun

    Aka

    Aleh

    Alia

    Ambiak

    Ampiang

    Lain

    Angko

    Angkek

    Anta

    Subang

    Api

    Anau

    Asok

    Atok

    Ateh

    Jolong, patamo

    B

    Bagus

    Bahasa

    Bahaya

    Baik

    Baik budi

    Baju tanpa lengan

    Bakar

    Balas

    Bambu

    Bangkit

    Bantal

    Bantal guling

    Basa-basi

    Basi

    Batas

    Batok (kelapa)

    Batuk

    Bau

    Baut

    Bawah

    Biar

    Biarkan

    Biarkan saja

    Biji

    Bisa

    Bisik

    Becek

    Bedak

    Bekal

    Bekas

    Belah

    Belajar

    Belakang

    Belanja

    Beli

    Benam

    Benang

    Benar

    Bencana

    Bengkak

    Bentuk

    Berani

    Berantem

    Beras

    Berat

    Bercanda

    Berdagang

    Berdiri

    Berfoto

    Bergadang

    Bergerak

    Beri

    Berisik

    Berseluncur

    Bertemu

    Berpacaran

    Bersih

    Berusaha

    Bertamu

    Bertemu

    Besar

    Besi

    Betul

    Biduk

    Biji

    Bodoh

    Bohong

    Boleh

    Bos

    Botol

    Bra

    Buah

    Buang

    Buang air besar

    Buang air kecil

    Bujuk

    Buka

    Buka puasa

    Bukit

    Buku

    Bulat

    Buncit

    Bunga

    Bungkus

    Buru-buru

    Busa

    Busuk

    Ancak

    Bahaso, baso

    Bahayo, baayo

    Elok, segeh, baiak

    Elok budi, babudi

    Baju katebe

    Baka

    Baleh

    Batuang

    Bangkik

    Banta

    Guliang, banta guliang

    Baso-basi

    Rasan

    Bateh

    Tampuruang, sayak

    Batuak, kuhua

    Baun

    Bauik

    Baruah, bawah

    Bia

    Bialah, biaan /biya_an/

    Biaan se lah, biaan miang lah

    Bijo

    Talok (kekuatan), talakik (waktu/kecepatan)

    Bisiak

    Lanyah

    Badak

    Minum kopi, jamba

    Bakeh

    Balah

    Baraja

    Balakang

    Balanjo

    Bali

    Banam

    Banang

    Bana

    Bala

    Bangkak

    Bantuak, cando

    Bagak

    Bacakak

    Bareh

    Barek

    Bagarah

    Manggaleh

    Tagak

    Bakodak, bapoto

    Batanggang

    Manggarayok

    Agiah

    Maeboh

    Basiluncua

    Basobok, batamu

    Bacewek

    Barasiah, segeh

    Barusao /Barusawo/, Batakok (mencari nafkah)

    Bekunjuang

    Basobok, batamu, basuo

    Gadang

    Basi

    Batua

    Biduak

    Bijo

    Andia, pandia, ongok

    Kicuah, caliah

    Buliah

    Boih

    Boto

    BH /be-ha/

    Buah

    Campak-an

    Cirik, tacirik

    Cicih, pipis, kanciang, takanciang

    Umbuak

    Bukak

    Buko puaso

    Bukik

    Buku

    Bulek

    Buncik

    Bungo

    Bungkuih

    Takaja

    Busa, ruok

    Busuak

    C

    Cabai, cabe

    Cabe rawit

    Cahaya

    Cakar

    Cair

    Camat

    Campur

    Cangkul

    Cantik

    Capek

    Catat

    Celaka

    Celana

    Celana dalam

    Celengan

    Centil

    Cepat

    Cerita

    Cerdik

    Ceret

    Cicip

    Cinta

    Coba

    Coklat

    Congkel

    Lado

    Lado kutu

    Cahayo

    Kakeh, guriah

    Caia

    Camaik

    Campua

    Cangkua

    Rancak, elok, ancak, kamek

    Panek, litak

    Cataik /catayk/

    Cilako

    Sarawa

    Sarawa kotok

    Kacio /kaciyo/, kaceo /kaceyo/

    Jungkek, cantiko, cantiak

    Capek, lakeh, bagageh

    Carito, cito

    Cadiak

    Cerek

    Cubo

    Cinto

    Cubo

    Cokelaik, cokolaik

    Cukia

     D

    Daging

    Dahulu kala, dahulu sekali

    Dapat

    Dapur

    Datang

    Dengan

    Dengar

    Depan

    Derai

    Didih

    Dinding

    Diupahkan

    Dosa

    Duduk

    Dulu

    Dagiang

    Taisuak, sisuak, zaman baholak, jaman katumba

    Dapek

    Dapua

    Tibo

    Jo, samo

    Danga

    Muko

    Darai

    Didiah

    Dindiang

    Disarayoan

    Doso

    Duduak

    Daulu /da-ulu/

    E

    Emas

    Ember

    Embun

    Emping

    Enak

    Endapkan

    Ameh

    Embe

    Ambun

    Ampiang

    Lamak, sero, badaso

    Anok_an, anokkan

    F

    Foto

    Fotocopy

    Poto, gambar

    Potokopi

    G

    Gabus

    Gadis

    Gali

    Gantung

    Garuk

    Gasing

    Gatal

    Gaya

    Gelang

    Gelar

    Gelas

    Gempa

    Gemuk

    Gerendel

    Gergaji

    Gertak

    Gigit

    Gila

    Goreng

    Gores

    Gubuk

    Gula

    Gula aren

    Gula merah

    Gula merah (dari tebu)

    Guling

    Guna

    Gundar

    Gunung                

    Gabuih, busa

    Gadih

    Kali

    Gantuang

    Gauik

    Gasiang

    Gata

    Lagak, mode

    Galang

    Gala

    Galeh

    Gampo

    Gapuak

    Garende

    Garagaji

    Garatak

    Gigik

    Gilo, snewen, ndak sandereh, sakik utak, kanai

    Goreng, goreang

    Guriah

    Gubuak

    Gulo

    Saka anau

    Saka

    Saka tabu

    Guliang

    Guno

    Gunda, bros, boroih

    Gunuang

    H

    Habis

    Haji

    Hambar

    Hambat

    Hampa

    Hampir

    Handuk

    Hangat

    Hanger

    Hangus

    Hantu

    Hanyut

    Harap

    Hari raya

    Harum / wangi

    Hati-hati

    Hebat

    Hela

    Hemat

    Hempas

    Hidup

    Hilalang

    Hilang

    Hilir

    Hingga

    Hitung

    Hujan

    Abih

    Aji

    Amba

    Ambek

    Ampo, pana

    Ampia

    Anduak

    Angek

    Anger

    Anguih

    Antu

    Anyuik

    Arok

    Ari rayo

    Arum

    Ati-ati

    Ebaik /ebaiyk/

    Elo

    Imaik

    Ampeh

    Iduik

    Ilalang

    Ilang

    Ilia, ilie

    Inggo, malakik

    Ituang

    Ujan

    I

    Iba

    Idul Adha

    Ikat

    Ikat pinggang

    Ikat pinggang (dari kain)

    Ikat rambut

    Ikut

    Ilmu

    Indah

    Ingat

    Ingin

    Ingus

    Ini

    Intip

    Iris

    Iya

    Ibo

    Ari rayo aji, ari rayo gadang, ari rayo kurban

    Kabek, ikek, pauik

    Ikek pinggang, kabek pinggang

    Kodek

    Kabek rambuik, ikek abuak

    Sato

    Ilimu

    Rancak, ancak, elok

    Ingek, takana

    Nio, nyio

    Salemo

    Iko

    Cigok

    Riciah, irih

    Iyo

    J

    Jagung

    Jahe

    Jahit

    Jaja

    Jalan-jalan

    Janda

    Jarum penjahit

    Jatuh

    Jatuh

    Jauh

    Jahat

    Jalan-jalan

    Jelek

    Jembatan

    Jemput

    Jendela

    Jenjang

    Jerawat

    Jijik

    Jualan

    Juga

    Jurang

    Jaguang

    Sipadeh

    Jaik /jayik/

    Jojo

    Raun-raun, pai main

    Jando

    Pinjaik

    Jatuah, balambin, lareh

    Tatilantang, tarambau

    Jauah

    Jaek /jayek/, jahaik

    Malewa, malelong, malala, raun-raun

    Buruak

    Jambatan

    Japuik, jampuik

    Jandela

    Janjang

    Jirawek

    Jajok, jagan

    Manggaleh

    Juo, jo

    Lakuak

    K

    Kabar

    Kabel

    Kabur (melarikan diri)

    Kabur (penglihatan)

    Kaca

    Kaca mata

    Kain sarung

    Kali

    Kalimat

    Kalung

    Kamar

    Kambuh

    Kampung

    Kanan

    Kangen/rindu

    Kantong kresek

    Kaos/kaus

    Kapal

    Karcis

    Karet

    Kartu

    Karung

    Kasur

    Kata

    Kaya

    Ke

    Kebun

    Kecil

    Kedai

    Kedip

    Kejar

    Kelapa

    Keluar

    Kelupas

    Kelumun

    Kehendak

    Kemas

    Kembali

    Kembang

    Kemoceng

    Kena

    Kencang

    Kendur

    Kentang

    Kentut

    Kenyang

    Kerak

    Keras

    Kereta

    Kerikil

    Kering

    Keringat

    Kerja

    Kertas

    Kerupuk

    Kerupuk kulit

    Kerupuk melinjo

    Kipas

    Kira

    Kiri

    Kolam

    Kom

    Kondangan

    Kopiah

    Kosong

    Kuali

    Kuat

    Kubur

    Kumat

    Kumpul

    Kunyit

    Kurap

    Kurang ajar

    Kursi

    Kurus

    Kaba

    Kabe

    Malucuih

    Kabua

    Kaco, camin

    Kaco mato, reben

    Kain saruang

    Banda

    Kalimaik

    Kaluang, lukuah

    Biliak

    Kambuah

    Kampuang

    Suok /Suwok/

    Taragak

    Asoi

    Kauih /kawuih/

    Kapa

    Kuricih

    Kajai

    Karatu

    Karuang/goni/guni

    Kasua

    Kato, kecek

    Kayo

    Ka

    Kabun, parak

    Kaciak, ketek

    Kadai

    Kijok

    Kaja

    Karambia

    Kalua

    Kalupeh

    Kalumun

    Kandak

    Kameh

    Baliak

    Kambang

    Bulu ayam

    Kanai

    Kancang

    Kandua

    Kantang

    Kantuik

    Kanyang

    Karak

    Kareh

    Kareta

    Karikia, karikie

    Kariang

    Paluah, karingek

    Karajo

    Karateh

    Karupuak

    Karupuak janget

    Karupuak baguak, karupuak ampiang

    Kipeh

    Sangko

    Kida

    Tabek

    Cumbasuah (kom kecil tempat cuci tangan), embe

    Baralek

    Kupiah /Kupiyah/

    Ampo

    Kancah

    Kuwaik, talok, kuwek

    Kubua

    Kumaik /kumayk/

    Kumpua

    Kunyik

    Kurok

    Kurang aja

    Kurisi, bangku

    Kuruih, lesuik, lisuik

    L

    Lahir

    Lalu-lalang

    Lama

    Lambat

    Lampu dinding

    Langit

    Lanjut

    Lapar

    Lapuk

    Lauk

    Laut

    Layang-layang

    Leher

    Lelah

    Lemah

    Lemari

    Lemas/lesu

    Lembak

    Lembek

    Lembut

    Lempar

    Lengan

    Lengkap

    Lepas

    Lepat

    Letih

    Lewat

    Liar

    Lihat

    Lilit

    Lilitkan (ke pinggang)

    Lipat

    Lipstik

    Lobang

    Lolos

    Lompat

    Loncat

    Luas

    Lucu

    Luluh

    Lulus

    Lupa

    Lumpuh

    Lumpur

    Lurus

    Lusuh

    Lahia, laia

    Mangalebuik

    Lamo

    Lambek

    Lampu togok

    Langik

    Taruih

    Litak, lapa

    Lapuak

    Samba

    Lauik

    Alang-alang

    Lihia

    Panek

    Lamah

    Lamari, bofet

    Lameh, letoy

    Lambok

    Lambiak, anjek (nasi)

    Lambuik

    Ambuangan, lambuik-an

    Langan

    Langkok

    Lapeh

    Lapek

    Latiah

    Lalu, lewat

    Lia

    Liek /liyek/, caliak

    Lilik

    Lilik-an, kodek-an

    Lipek

    Lip, gincu

    Lubang

    Luluih

    Lompek

    Loncek

    Lapang, luweh

    Lawak

    Luluah, lintuah

    Luluih

    Lupo

    Lumpuah

    Luluak, lunau

    Luruih 

    Lusuah        

    M

    Maghrib

    Mahal

    Makam

    Makan bersama

    Makasih

    Malas

    Maling

    Mangkuk

    Manik-manik

    Manis

    Manja

    Marah

    Masa

    Masuk

    Matang

    Mau

    Mayat

    Memasak

    Memasak dengan api kecil

    Memasak nasi

    (Awalan) Men~

    Menangis

    Menggelinding

    Menghilang

    Mampus

    Matahari

    Mau

    Melayat

    Melihat

    Memancar

    Membeli

    Membesuk

    Menang

    Menangis

    Menawar

    Mendung

    Menganga

    Mengantuk

    Menggeliat

    Menggelinding

    Meninggal

    Menjalar

    Menulis

    Mentah

    Mentang-mentang

    Mesin

    Mesjid

    Mimpi

    Minta

    Miring

    Miskin

    Mobil

    Muda

    Muka

    Mudik

    Mukena

    Mutiara

    Mugarik

    Maha

    Makan

    Basalanjuang, makan basamo, makan bajamba

    Mokasi

    Maleh

    Maliang

    Mangkuak

    Maniak-maniak

    Manih, kamek

    Manjo

    Berang, bangih

    Maso

    Masuak

    Masak

    Nio, amuah, namuah, nyio

    Mayik

    Mamasak, manjarangan

    Unyai

    Batanak, manjarangan nasi

    Man~

    Manangih

    Manggalindiang, mandorek

    Malucuih, mailang

    Jangkang, mati

    Matoari

    Nio, nyio

    Manjanguak

    Maliek /maliyek/, manyilau, mancaliak

    Mamanca

    Mambali

    Manjanguak

    Manang

    Manangih, maratok

    Maago

    Galok

    Mangango

    Takantuak

    Manggaliek

    Manggulindiang

    Maningga

    Manjala

    Manulih

    Matah

    Mantang-mantang

    Masin

    Musajik

    Mimpi

    Mintak

    Miriang

    Bansaik, mularaik, indak bapunyo

    Oto

    Mudo

    Muko

    Mudiak

    Tilakuang

    Mutiaro

    N

    Naik

    Nama

    Nangka

    Napas

    Niat

    Niru

    Ngorok

    Naiak

    Namo

    Cubadak

    Angok

    Niaik /niyaik/

    Tampian /Tampiyan/

    Bakaruah

    O

    Obat

    Ongkos

    Orang

    Otak

    Ubek

    Ongkoih

    Urang

    Utak, banak, aka

    P

    Panrik

    Pacar

    Padat

    Pagar

    Pahala

    Pahat

    Pahit

    Paling

    Panas

    Pandai / pintar

    Panekuk

    Pangkal

    Parang

    Pasar

    Pasir

    Patuh

    Patung

    Payah

    Payung

    Pecah

    Pecah belah

    Pegang

    Pelit

    Peluk

    Pergi

    Petuah

    Pematang

    Pembohong

    Pena

    Pendek

    Pendekar

    Penghapus

    Pengumuman

    Penjara

    Pensil

    Penting

    Penyakit

    Perbaiki

    Pergi

    Perhitungan

    Periuk

    Perlu

    Permen

    Permen karet

    Pesan

    Pesawat

    Pesta adat

    Petir

    Pilih

    Piring

    Pistol

    Pohon

    Preman

    Puas

    Puasa

    Pucat

    Pupuk

    Pusing

    Putus

    Pabrik

    Cewek

    Padek

    Paga

    Pahalo, paalo

    Paek

    Paik /payik/

    Paliang

    Angek, paneh

    Santiang, cadiak

    Pinukuik

    Pangka

    Ladiang

    Pasa, pakan

    Kasiak

    Patuah

    Patuang

    Jariah

    Payuang

    Pacah

    Pacah balah

    Pagang, pacik

    Pilik

    Paguik

    Pai

    Patuah

    Pamatang

    Pangicuah, paota, pancaliah

    Pena

    Singkek (baju), sandek (benda), ateng (badan), pendek

    Pandeka

    Palupuih, pangapuih

    Pangumuman

    Pinjaro

    Pituluik

    Pantiang

    Panyakik

    Pelok-an

    Pai

    Paretongan

    Pariuak /pariyuak/

    Paralu

    Gulo-gulo

    Gulo-gulo karet

    Pasan

    Kapa tabang

    Baralek

    Patuih

    Piliah

    Piriang, cipia (Palembayan ilia)

    Badia

    Batang kayu

    Pareman

    Puweh

    Puaso

    Pucek

    Pupuak

    Paniang, pusiang

    Putuih

    Q

    R

    Ramai

    Rantang

    Rapat

    Rapi

    Ransel

    Rasa

    Rautan pensil

    Rebus

    Reda

    Rekah

    Remot

    Rendah

    Rendam

    Renyah

    Resah

    Ribut

    Rimba

    Rindu/kangen

    Rok

    Ronda

    Rumput

    Runcing

    Rusak

    Rusuh

    Rami

    Sia

    Rapek

    Segeh

    Taih pungguang

    Raso

    Pirunciang, parunciang

    Abuih

    Baranti

    Rangkah

    Remoik /remoyk/

    Randah, ateng

    Randam

    Badaruak, rapuah

    Rasah

    Ribuik, mamakak

    Rimbo

    Taragak

    Orok

    Rundo

    Rumpuik

    Runciang

    Soak, rusak

    Rusuah

    S

    Sabit

    Sajadah

    Sakit

    Sama

    Sambal

    Sambil

    Sambung

    Sampah

    Sampan

    Sandal

    Sandal jepit

    Sandal kayu

    Sangat

    Santai

    Sapa

    Sapi

    Sapu tangan

    Sarang laba-laba

    Sarung

    Sayur

    Sebentar

    Seberang

    Sedang

    Segan

    Sehat

    Sekolah

    Selamat

    Selendang

    Selera

    Selimut

    Semak

    Sembuh

    Semen

    Semena-mena

    Sempit

    Sempurna

    Senang

    Sendiri

    Sepak

    Sepatu

    Sepeda motor

    Seperti

    Seprai

    Sesak

    Sesuai

    Setrika

    Shalat

    Siang

    Silat

    Simpan

    Simpang

    Singkat

    Snack /snek/      

    Sobek

    Sofa

    Sombong

    Sopan

    Suap

    Sudah

    Sudut

    Sujud

    Suka

    Sulit / susah

    Sungai

    Sunting

    Surat

    Surga

    Suruh

    Susut

    Sabik

    Lapiak sumbayang

    Sakik

    Samo, jo

    Samba

    Sambia

    Sambuang

    Sarok

    Sampan

    Tarompa

    Tarompa japang

    Tangkelek

    Bana

    Baleha-leha

    Sapo

    Bantiang, jawi

    Deta

    Auik lawah

    Saruang

    Sayua

    Sabanta, cacah, icah

    Subarang

    Sadang

    Sagan

    Sihaik, segeh

    Sakola, sikola

    Salamaik

    Salendang, tingkuluak

    Salero

    Salimuik

    Samak

    Cegak, sambuah

    Simin

    Lanteh angan

    Sampik

    Samporono

    Sanang

    Surang, sorang

    Sipak, anju

    Sipatu

    Onda, kereta

    Sarupo, bantuak, mirip, kayak, cando, bak

    Aleh kasua

    Sasak

    Sasuai, suai

    Tareka

    Sumbayang

    Siang, Luhua

    Silek

    Andok, suruak

    Ampang

    Singkek

    Minum kopi

    Cabiak

    Sopa

    Ongeh

    Elok laku

    Suok

    Alah

    Suduik

    Sujuik

    Suko

    Payah, jariah

    Batang aia

    Suntiang

    Surek

    Surugo

    Suruah

    Susuik

    T

    Tabing

    Tabungan

    Takbir

    Takut

    Tali

    Tanggal/copot

    Tangis

    Tanya

    Tarwih

    Tas

    Tawar

    Tebak / terka

    Tebas

    Tebu

    Telepon

    Telepon genggam

    Televisi / TV

    Telungkup

    Tempat

    Tempat tidur

    Tenang

    Tengah

    Tepi laut

    Terbakar

    Terbang

    Terbangun

    Tergelincir

    Terhempas

    Terima

    Terima kasih

    Terjatuh

    Terjatuh

    Terkejut

    Terkelupas

    Terkenal

    Terlalu

    Termos

    Tersinggung

    Tertawa

    Tertidur

    Terus

    Tiba

    Tidak

    Tidur

    Tikar

    Tinggal

    Tingkat

    Tongkat

    Tua

    Tudung

    Tuhan

    Tulis

    Tumbuk

    Tumis

    Tutup

    Tabiang

    Kuceyo, kaceyo

    Takabia

    Takuik

    Tali

    Tangga, lapeh

    Tangih, ratok

    Tanyo

    Tarawiah

    Taih, kampia

    Tawa, pada, amba; ago

    Takok

    Tabeh

    Tabu

    Talepon

    HP /hape/

    Tipi

    Talungkuik

    Tampek

    Dipan

    Tanang

    Tangah

    Tapi lauik (taplau)

    Tabaka

    Tabang

    Tasintak, tajago

    Tagulincia, takuliciak

    Taampeh

    Tarimo

    Tarimokasi

    Tajatuah, tajungkang, tagarubuih,

    tajarambauk, tatingadah

    Takajuik

    Takalupeh

    Tanamo

    Talalu

    Taromoih, taremoih

    Tasingguang, tasuruik

    Galak

    Takalok, talalok

    Taruih

    Tibo

    Indak, indo (Pasaman), ndak

    Lalok, tidua, tidue

    Lapiak

    Tingga

    Tingkek

    Tungkek

    Tuo, gaek

    Tuduang

    Tuhan

    Tulih

    Tumbuak

    Tumih

    Saok /sawok/, tutuik

    U

    Uang / duit

    Uang kecil

    Ubi kayu

    Ubi rambat

    Udara

    Untung

    Upah

    Urat

    Urut

    Usaha

    Pitih, piti.

    Pitih kaciak, pitih darai

    Ubi

    Pelo

    Udaro

    Untuang, labo

    Sarayo, upah

    Urek

    Uruik, barulak

    Usao /usawo/, paadok /pa_adok/, pancarian

    V

    Ventilasi Bandua

    W

    Waktu

    Wangi

    Wudlu

    Wakatu

    Arum

    Uduak

    X

    Y

     Ya  Yo

    Z

    Related Link

    Update File

     

    Randang Paku

    Randang Paku, lamak bana..

    Sayua paku (bahasa minang) dalam bahasa indonesia berarti sayur pakis. Di Jepang, dikenal dengan わらび (warabi).

    Randang paku (rendang pakis) adalah salah satu kuliner dari alam Minangkabau, Sumatera Barat. Sayangnya, masakan yang nikmat ini jarang ditemukan di rumah makan padang, berbeda dengan hidangan sejenis (sama-sama terbuat dari sayur pakis) dan lebih populer, yaitu gulai paku a.k.a gulai pakis yang sering dipakai untuk kuah lontong.

    Randang paku berasal dari gulai paku yang diunyai (dimasak dengan api kecil dan cukup memakan waktu lama, harus sering diaduk merata agar tidak gosong sebagian).

    Randang paku a.k.a rendang pakis is one of deliciuos traditional culinary from Minangkabau, West Sumatra.

    ランダンパク というのはインドネシアの西スマトラのトラディショナル食べ物です。めっちゃ美味しいですよ。

    Gallery

    Pangsit

    Malam ini teman Vietnam saya menjamu kami dengan 餃子 (gyoza) versinya. Makanan yang berasal dari Cina ini bisa ditemukan diberbagai negara dengan aneka bentuk dan versinya masing-masing yang katanya lebih familiar dengan nama wandon.

    Di jepang, dikenal dengan 餃子 (gyoza), cara makannya berbeda dengan negara asalnya. Begitupun dengan indonesia yang menjadi salah satu makanan favorit dan dikenal dengan nama pangsit yang biasa dikombinasikan dengan bakso, somai, dll.

    Sebenarnya seperti yang sudah kita kenal, isi pangsit itu bermacam-macam, mulai dari daging, udang, sayur-sayuran, dll. Tapi, kali ini yang dibikin oleh teman saya adalah versi sayur-sayuran. Sehat dan enak banget!!!👍👍 Rekomendasi buat para vegetarian 🙂

    Gallery

    • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gyoza