Arsip Kategori: Indonesia

Gado-gado ala Buk Mar

Membayangkan gado-gado pastinya membawa kita pada aneka sayuran yang telah direbus dan dikuahi dengan kuah kacang yang khas. Dikombinasikan dengan tahu dan tempe, kemudian ditaburi dengan bawang goreng nan gurih dan dengan toping kerupuk nan krispi.

Buat yang sedang berada di area sekitar Terminal Kampung Melayu, bisa membeli gado-gado yang saya maksud di Jl. Otista 1A RT.6/RW.1. Gado-gado ini tidak memiliki merk, jadi saya sebut saja sebagai gado-gado ala Buk Mar, sesuai dengan nama penjualnya.

Para pendatang banyak yang tak mengira kalau tempat yang pernah dilewatinya ternyata gado-gado Buk Mar. Lokasinya ada di samping rumah beliau, yang juga di pinggir jalan perumahan setempat, menepi sebuah meja ukuran sedang dengan sebuah lemari kaca kecil dan ulekan diatasnya.

Rumah Buk Mar hanya berjarak sekitar satu rumah dari Masjid Muhammadiyah Al-Ishlah. Jadi jangan heran, gado-gado ini, bahkan juga kredok; bakal laris-manis, terutama di hari jum’at.

Buk Mar membuka warung mungilnya setiap hari, mulai dari pukul 07:30 WIB sampai dagangannya habis.

Porsi gado-gado yang beliau jual menurut saya cukup gede, bisa untuk makan 2 orang. Bisa request level pedas. Dan, harganya ekonomis! Rp 8.000,-/porsi.

Resep Gado-gado ala Buk Mar

Mau tau resep gado-gado ala Buk Mar? Ini dia:

Bahan

  • Cabe keriting & rawit
  • Garam
  • Terasi
  • Air jeruk
  • Kacang yang telah digiling halus
  • Gula aren
  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Sayur rebus: Kol, kangkung, kacang panjang, labi siam (sayur japan)
  • Timun/mentimun
  • Bawang goreng
  • Kerupuk

Alat

  • Ulek/giling cabe
  • Spatula
  • Wadah

Cara

  • Set ulekan/cobek/batu giling cabe rawit, cabe keriting, garam dan terasi secukupnya sampai halus.
  • Tambahkan kacang giling, gula aren dan air jeruk sesuai selera.
  • Ulek/giling hingga halus dan aduk rata.
  • Potong tempe dan tahu. Tambahkan sayur rebus.
  • Iris mentimun.
  • Aduk rata.
  • Pindahkan ke wadah.
  • Taburi dengan bawang goreng.
  • Tambahkan kerupuk.
  • Sajikan.

Kamus

  • Gado-gado = Sayur rebus yangbdikuahi dengan saus kacang.
  • Kredok = Mirip dengan gado-gado, hanya saja bahannya adalah sayur mentah.

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar (soon)
  • Youtube: Olha Chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar (soon)
Iklan

Kue Keranjang

Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

“Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

“Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

Gallery

Referensi

  • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

Bakso Lontong di Kampung Melayu

Buat pecinta bakso malang, kudu nyobain menu yang satu ini. Beda!!

Bakso malang versi ini tidak pake mie, tapi pake lontong. Makanya gerobak bakso ini dinamai dengan Bakso Lontong.

Seporsi lengkap terdiri dari bakso, tahu bakso, tahu rebus, sejenis pangsit rebus atau dimsum berisi aci, dan lontong; ditambah dengan toping pangsit goreng. (Ngeliat aja udah ngiller 😋👍👍)

Uniknya, ketika minta “nggak pake micin ya, bang”. Dengan ramah abang tukang bakso optimis ngejawab “emang enggak pake micin” Luar biasa!! Udah enak, harga ekonomis, sehat lagi 😁👍👍

Dengan merogoh kocek Rp 12.000,- saja, semangkok bakso lontong bisa dilahap, maknyus!! Pembelipun boleh request, mau kombinasi yang mana aja (harga berubah sesuai kombinasi yang diminta).

Bakso nan laris manis ini suka mangkal di depan Alfamart J810 Jatinegara Barat 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bagi yang penasaran, kudu datang kesini pukul 1-an, karena abangnya cuma mangkal dari jam 1 s/d jam 2 doang.

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Bakso Lontong

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery

Kumpul Bareng Penikmat Kopi

Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

Akses ke Rumoeh Kupie

Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

Fasilitas

Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

Ngopi Hari Ini

Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

Berbagai Hal Tentang Kopi

Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

Hunting Kuliner

Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

Gallery

Catatan

Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..😆

Nasi Bakar di Kantin UMY

Menu yang maknyus begini nemunya di kantin UMY (Universitas Muhamadiyah Yogyakarta) Jogja. Tak hanya menjadi lokasi makan, kantin ini juga menjadi tempat nongkrongnya mahasiswa kampus yang berslogan ‘Muda Mendunia’ itu.

Cara belinya, pesan dulu ke warung (jenis nasi, kombinasi lauk & minuman), bayar ke kasir, serahkan struk pembayaran ke warung yang bersangkutan dan tunggu deh di meja yang dipilih. Harganya berkisar Rp 14.000,-.

Di kantin ini boleh dibilang bazar kulinernya UMY! Karena menyediakan aneka hidangan yang wenak.. Warung lainnya menawarkan pempek, berbagai jenis jus, dan sebagainya.

Buat yang muslim, kantin ini berlokasi tak jauh dari mesjid. Jadi, bagi yang udah kenyang jangan lupa ibadah yak 🙂

Gallery

Karupuak Jangek (Kerupuk Kulit)

Karupuak jangek atau karupuak kulik dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama ‘kerupuk kulit’ dan dalam bahasa jawa yaitu ‘rambak’. Terbuat dari kulit sapi yang telah direbus, disangrai, dijemur dan sebagainya hingga menjadi produk yang disebut ‘latua’ dan hasil akhirnya setelah digoreng jadi enak dan gurih dengan rasa yang khas.

Karupuak jangek merupakan salah satu oleh-oleh khas Sumatera Barat yang bisa dibeli di pasar tradisional hingga supermarket. Selain itu, bakal sering ditemukan di rumah makan padang, warung lontong, warung lotek, dan tempat makan lainnya. Jadi jangan heran jika saat makan di rumah makan padang ada yang minta ‘karupuak jangek bakuah’. Ini memang bukan salah satu menu, tapi bisa by request 🙂☝🏻

Bagi para pelancong yang sedang berlibur ke Kota Bukittinggi akan sangat mudah menemukan karupuak jangek di area Pasar Atas tepatnya di seberang Mesjid Raya Bukittinggi atau Jam Gadang, Pasa Lereng, berbagai toko jajanan khas minang yang ada di Jambu Air & Padang Luar, Pasar Aur Kuning, Pasar Bawah, dan lainnya.

Kalau ingin langsung dicemil, sebaiknya beli kerupuk kulit yang sudah jadi. Tapi, untuk dibawa sebagai oleh-oleh dengan perjalanan yang jarak tempuhnya cukup jauh, direkomendasikan untuk membeli latua saja.

Latua adalah karupuak jangek yang masih mentah atau separo mentah. Ada yang dalam bentuk potongan kecil dan keras, ada juga yang ukuran sedang dan sudah berbentuk kerupuk kulit dengan tekstur masih kasar. Banyak penjual yang menyarankan jenis kedua karena lebih gampang digoreng.

Harga kerupuk kulit di pasaran terbilang variatif. Untuk yang versi cemilan jadi, biasanya dibungkus dalam plastik kecil, rata-rata mulai dari Rp 1.000,-. Untuk sebungkus plastik sedang (plastik 1/4) mulai dari Rp 10.000,- di pasar tradisional; di toko-toko sekitar Rp 20.000,-.

Berbeda dengan yang siap santap, ‘latua’ harga belinya cenderung lebih mahal. 1 kg ‘latua’ yang sudah berbentuk dijual sekitar Rp 160.000,-. Keuntungannya, setelah digoreng bisa dapat banyak.

Untuk menggoreng kerupuk kulit yang masih dalam versi latuapun ada caranya, lho.. Sama seperti kerupuk jenis lain, digoreng dengan minyak goreng yang sudah panas. Jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal, separuh mengembang dan sama sekali tidak gurih.

Untuk penyimpanan, kerupuk kulit juga tidak bisa bertahan lama kalau tidak disimpan dalam wadah tertutup. Setelah digoreng, diamkan beberapa saat dan simpan di toples atau plastik klip. Akan lebih enak bila segera dikonsumsi atau paling tidak disimpan sekitar semingguan. Penyimpanan yang terlalu lama akan berpengaruh terhadap rasanya yang bisa berubah dan berbau apiak.


Uniknya, kerupuk kulit tak hanya ada di Sumatera Barat saja atau daerah lainnya di Indonesia, tapi juga ada di Filipina, lho! Dikenal dengan nama ‘chicharon’. Hanya saja, bahan yang digunakan sangat berbeda, yaitu dari kulit babi.


Kerupuk Jangek a.k.a Kerupuk Kulit is one of traditional skin crackers from Indonesia, specially in West Sumatra. It’s made of cow skin. Crunchy & hmmm.. 😁👍👍

Kerupuk kulit is not only in West Sumatra or another area in Indonesia, but also in Philippine! Known by name ‘chicharon’. But, ingredients used is truly different, ‘chicharon’ made from skin of pig.


カルプアックジャンゲックやカルプアッククリックはインドネシア語ではケルプッククリックです。カルプアックジャンゲックというのはインドネシアのトラディショナルのせんべいです。特に西スマトラです。牛革から作られます。美味しいですよ。👍👍

このせんべいはフィリピンもあります。名前はチチャロンですけど豚皮から作られます。

Kamus

  • Karupuak Jangek / Karupuak Kulik 👉 Bahasa Minang
  • Rambak 👉 Bahasa Jawa
  • Kerupuk Kulit 👉 Bahasa Indonesia
  • Skin Crackers 👉 Bahasa Inggris
  • Chicharon 👉 Bahasa Filipina
  • カルプアックジャンゲック、カルプアッククリック、ケルプッククリック 👉 Bahasa Jepang (translet ala Jejak Langkah O 😁✌🏻)
  • Apiak = Apek.

(Siapa tau di daerah lain beda namanya, boleh ditambahkan di komentar yak 🤓👌)

Gallery

Catatan

  • Sedikit berita tentang Bukittinggi. Meskipun pasca kebakaran beberapa bulan yang lalu, Pasar Ateh (Pasar Atas) Bukittingi masih berutinitas seperti biasa. Tapi memang kondisinya dalam toko/kedai sementara.

Pulang Kampuang 2018 (Bagian 1)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba 😇 Padahal, menjelang hari ini butuh perjuangan rada sengit! 😬 Yah, begitulah nikmatnya merantau, kita belajar menghadapi segala sesuatu yang sering tak terduga 😜

Ini penerbangan internasional mandiri perdana (ribet nyebutnya 😆) saya nih.. Sebelum hari-H, saya udah survey sana-sini, mulai dari tempat turun bus, cara masuk bandara jepang, tempat wrapping, gate, dll. Saya telah mencatatnya dengan sangat rinci, takut sewaktu-waktu nyasar dan malah ketinggalan pesawat 😜

“Cinta Produk Dalam Negeri” Saya Pilih GARUDA

Memang banyak pesawat yang bisa dipilih untuk penerbangan Indonesia-Jepang. Tapi, bagi saya hanya ada 2 rekomendasi terbaik yaitu GARUDA atau JAL (Japan Airlines, GARUDA-nya jepang).

Pertama kali terbang ke jepang, saya sudah menggunakan JAL. Dan, sekarang saya ingin naik GARUDA 🙂 (Sekalipun banyak rekomendasi penerbangan murah dari teman-teman mancanegara, bahkan ada yang benar-benar murah tapi bagasi bayar sendiri 😜).

Kenapa saya pilih GARUDA? Pertama, semboyan “Cinta Produk Dalam Negeri(Saya yakin, maskapai kita ga kalah bagus kok dengan maskapai penerbangan dari negeri sakura) 😁☝🏻Kedua, lebih praktis! GARUDA ada di seluruh indonesia, jadi mau saya sampai pindah-pindah provinsipun ga bakal ribet, karena udah 1 maskapai untuk semua. Udah gitu free bagasipun lumayan 46 kg (belum lagi bisa bawa aneka tentengan ke kabin 😜). Dan, agen tiket langganan perantau di jepang memang yang paling populer juga GARUDA, lho..

Yang paling praktis, untuk pemula seperti saya, bisa konsultasi via chat dengan agen. Mau itu pembayaran, penggunaan GarudaMiles, cara check-in online, pengambilan bagasi yang udah check-in online, dll.

Check-in Sendiri

Meskipun saya tergolong orang yang awam sedunia tentang segala seluk-beluk penerbangan (sampe-sampe, sewaktu agen tiket saya bilang tax free, saya malah dengernya ‘taxpi’, oneng.. oneng..); saya itu pengen nyobain sesuatu yang menurut saya baru (check-in online & GarudaMiles), walaupun ada yang bilang ribet bla bla bla 😬

Saya upload aplikasi Garuda, daftar GarudaMiles, sampe nawarin sendiri ke agen saya kalo saya udah punya GarudaMiles dan minta panduan untuk tiket saya. Saya coba check-in sendiri, pilih tempat duduk sesuai keinginan (bangku kosong cuma tinggal 10 doang euy!! subarashii..), dan.. setelah melewati proses, ternyata mudah dan menyenangkan! Jadi semakin PeDe nih..

Sewaktu check-in online, untuk penerbangan Osaka Kansai International 🔜 Denpasar-Bali Ngurah Rai, maskapai GA883, seats-nya 2-4-2, saya pilih di 38G. Padahal saya pengen duduk dekat jendela, tapi udah full 😬 Alih-alih mau liat Gunung Fuji (lewat aja kagak 😆). Lalu, untuk Denpasar-Jogja, maskapai GA255, saya ngikutin bangku yang udah direkomendasiin aja di seats 21A, samping jendela 😜 (udah cam anak-anak nak piknik ajee).

Persiapan Omiyage

Namanya juga mudik (sekali seabad 😜), pulang kampung tanpa buah tangan itu kok ya hambar ya rasanya (macem iyee aje 🤣). Saya udah titip nih dari 3 bulan sebelumnya sama Tanaka Sensei (beliau udah kayak mak nya kite ☺️). Kebetulan rumah beliau deket dengan Supermarket DIO yang harga produknya sedikit lebih miring dari supermarket terdekat dari shelter kami. Biasanya yang dibeli disini aneka coklat dan snack-snack. Tapi, buat macha milk, lebih murah saangin di Supermarket KYOEI.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bukan endorse lo yee 😬☝🏻siapa tau aja ada teman-teman di Tokushima lagi nyari tempat rekomendasi oleh-oleh 😅

Tokushima 🔜 Osaka

Saking fokusnya dengan persiapan pulang, saya nyaris lupa beli tiket bus!! OMG.. Untungnya, masih punya waktu 2 minggu lagi.. giri-giri.. 😬

Saya mematahkan kegalauan antara cari aman ambil jam paling pagi atau yang bisa nyante ambil bus yang waktunya pas-pasan, akhirnya pilih yang aman (NANKAI BUS 04:45) 😁☝🏻

Di Tokushima, tiket bus bisa dibeli di Tokushima Station tepatnya di bangunan terbawah Daiwa Hotel, di loket bus yang ada di supermarket Takuto, atau di area Tokushima University (lebih murah buat yang ada kartu mahasiswanya). Untuk rute Tokushima Station 🔜 Kansai Airport Terminal 1, PP ¥7.400.

Katanya nih, harga tiket bus selain tergantung waktu pemesanan (jauh-jauh hari lebih murah), juga tergantung berapa lama kita ninggalin jepang. Lebih dari 2 minggu harga tiket bus lebih mahal. Tapi, saya pribadi tidak mendapatkan info langsung dari loketnya.

Pake Taxi

Dari shelter saya menuju Tokushima Station, saya pesan taxi, makluuum.. jadwal bus di Tokushima itu mulai operasionalnya sekitar pukul 7 🙁 Beda banget dengan di Indonesia (tepatnya di Padang) yang bus kota atau angkot kerennya masih ready sampe jam 10-an atau jam 5 subuh udah berlalu-lalang ria 😁

Sebenernya di Tokushima ini taxi yang paling murah adalah Konpira Taxi, bajet buka pintu hanya ¥410; tapi, saya lebih senang dengan NTS (yang bermarkas di Kuramoto Station itu, lho..🤓), bajet awal ¥560, operator dan sopirnya lebih komunikatif 🙂👍

Selain ini, sebelumnya yang sering dipesen adalah Akuigawa Taxi, hanya saja terkadang untung-untungan, kalo dapet operator bapak-bapak yang ngomongnya kayak kumur-kumur, beuh.. ampun dah, semua kosakata bahasa jepang saia menguap seketika 🤣✌🏻

  • 4:00 (waktu Tokushima). Menuju Tokushima Station dengan NTS Taxi, sopirnya perempuan euy, sampe stasiun kena Â¥1760.
  • 4:20 Tokushima Station. Hanya saya makhluk yang terdampar disini 😅 Padahal masih subuh, tapi cuacanya udah panas! Makluuum, cuaca di Tokushima belakangan ini lagi ekstrim, tiba-tiba dingin lalu hujan eh sekarang fuanazz!!

Saya tidak tau kalau bagasi kudu ditaruh di depan pintu masuk ruang tunggu (jam segini belum buka), saya malah gerek-gerek lagi sampe loket tunggu yang ada label Kansai Airport-nya 😬 Untung aja petugas datang ga cuma ngasih tau doang, tapi ikut ngebantuin 😁 Makluum, Saya bawa tiga koper dengan semua size M, L & XL 🤣

  • 4:30 Petugas ngantriin koper, ngasi kode bagasi. Penumpang kedua datang. Kode koper ada 2, yang satu ditempel di koper/bagasi dan yang satu lagi kita yang pegang.
  • 4:33 Bus datang, petugas yang masukin koper (bukan kita).
  • 4:45 Jalan
  • 5:02 Halte Matsushige 1 (松茂1)
  • 5:05 Go.. Bapak yang tadi ngurusin bagasi turun dan tinggal, mungkin udah ga ada yang naik 😬 Mirip dengan sistem bus antar-provinsi di Indonesia yaa.. 😁☝🏻
  • 5:15 (TS5) Highway Naruto
  • 5:16 Go
  • TS4
  • TS3 Sumoto
  • 5:53 …

Mulai ngaco nih catatan perjalanannya, sempat tepar! 😅 Capek buangedh soalnya, belum lagi semalaman begadang gegara paranoid bakal kebablasan 😆

  • 7:45 Nyampe bandara (Kansai Airport).

Bagasi bus diturunkan dan kita liatin ke petugas nomer bagasi. Ambil troli dan masuk bandara. Menurut informasi dari teman saya, gate Garuda itu kecil, belok kiri dan jalan lurus, terus liat yang muka-muka Indonesia.

Tapi sebelum menuju counter Garuda, yang pasti, hal pertama yang saya lakukan setelah turun bus dan ambil bagasi adalah wrapping. Nah, itulah perlunya informasi, saya udah siap-siap nih yang kata si teman wrapping itu harganya mahal sampe Â¥5.000 lebih, eh faktanya Â¥1.000 kok ☺️ Yokatta.. “Kenapa harus diwrapping?? Padahal koper saya udah bagus kok, ada cover-nya lagi?!” Wrapping bagasi itu biar aman.. Setelah diukur, 2 koper size XL & M saya, kena Â¥2000.

  • Garuda GA883, antri di loket F20-F24.

Untuk hari ini saya antri di gate F22 awalnya, eh yang ngantri di depan saya pada bubar dan balik ke F21, saya ikutin.. Ternyata, mereka yang pindah ini penerbangan yang delayed dari kemaren (17/7). Sementara, F22 untuk tempat yang belum check-in & F23 yang udah check-in online (termasuk saya, di layar TV mungil depan konter tertulis Baggage Drop Mobile/Internet Check-in).

  • City Check-in.
  • 8:39 Selesai boarding

Naaah, disini saya memulai aksi.. cari wajah-wajah indo yang bisa diajakin bareng.. Mono soalnya kalo sendirian, masa iya ngomong sama angin?! 😆

Saya beraniin nyapa itu ibuk-ibuk. Eh, ternyata ‘urang awak’!! MasyaAllah.. dunia emang sempit yak 🤩👍👍 Udah beribuk-ibuk ria, mbok ya ga cocok akirnya tak panggil uni dah 😅 Si uni abis liburan bareng keluarga. Meskipun beliau orang padang, mereka sekeluarga udah menetap di Bandung.. Surprisenya lagi, ini uni tetangganya sensei saya semasa masih tinggal di Padang!! 🤓 subarashii..

  • 9:18 Naik train (kereta api).

Saya udah nggak ngandalin catatan mungil, tinggal ngekorin uni sekeluarga nih 😇 Paling enggak, sampe bali bareng terus.. Mulai berasa aman.. 😁

  • 9:23 Sampai.
  • Tunggu di ruang tunggu.
  • 10:31 Antri masuk pesawat.
  • 10:40 Di pesawat, di bangku 38G udah ada air mineral kemasan merk Indonesia!! 🤩 Kangeeen.. 🤣
  • 40.000 kaki di atas permukaan laut, berawan sedikit guncangan (macem pertama kali naik pesawat aja 😆☝🏻).
  • 11:15 Berangkat..
  • 11:30 Pembagian pouch yang didalamnya berisi penutup mata, penutup telinga & kaos kaki. Saya cuma butuh penutup mata buat tidur 😅
  • 13:20 Launch (makan siang)

Kebetulan banget nih, lapeeer!!! Menu perdana saya di Garuda, ada gulai (indonesia bangedh!!) dan shomen (mie dingin ala jepang).

  • 15:20 Pembagian es krim. Hmmm.. yummy.. Es krim merk “meiji” ini boleh nih dikonsumsi bagi para muslim di jepang.
  • Pengumuman sampai di Bali. “Halloo Indonesiaa..” 🙂👋🏻

Welcome to Indonesia

  • 16:20 Mendarat..
  • 16:40 Turun
  • 17:50 (masih waktu Osaka, lupa nyetel jam 😬). Periksa pasport.
  • 17:30 (waktu Bali) Periksa paspor.
  • 17:35 Periksa tiket.

Sempat ngotot sama si uni, saya mau buru-buru coz waktu kita kan cuma sedikit 😅 Padahal, si uni sekeluarga mau ngajakin makan dulu. Saya mbok ya ngeyel 🤣

By the way, kalo udah nyampe Bali, saya punya visi nih, eng ing eng.. MAKAN KFC!!! 🤣🤣 Ga tau nih, ngalah-ngalahin bumil yang lagi ngidam aja. Pokoknya nyampe indo harus makan KFC!! Saya mutusin buat misah dulu dari si uni, sempat ketemu dan kenalan juga dengan rombongan indo lainnya (nikmat-Mu mana lagi yang kan hamba dustakan.. ketemu orang indo yang sama sekali ga kenalpun udah macem ketemu kerabat jauh yang udah lama ga ketemu aja 😇).

Balik lagi, kok KFC sih?! Mungkin, berawal dari waktu itu, pas bulan-bulan pertama sampe di Tokushima. Saya sendirian nih muter-muter di mall. Ga ada yang salah sih, cumaa.. perut saya laper euy! Nemulah KFC.. Halal nggak nih?! Jawabannya pasti enggak dong, kayaknya (karena waktu itu saya dikasih tau sama yang jualan karage, ayam tepung versi jepang, kalo karage itu bikinnya pake sake, saya lihat KFC ala jepang kok kayaknya karage banget ya?!).

Walhasil, bismillah.. Saya ga ada pilihan. Kebetulan waktu itu saya sama sekali belum punya referensi makanan mana aja yang udah boleh buat muslim di food court. Jadi saya belilah itu KFC, berharap rasanya paling enggak mirip sedikitlah sama yang di indo. Beeeuh.. makan 1, saya langsung kenyang.. Ini mah karage bukan KFC 😢 Yaa.. mereka nyesuai-in lah ya di negara mana mereka buka 😬

Pas nungguin barang, kita pada ke TOILET dulu. Baru aja mau masuk gerbang TOILET, aroma khas-nya langsung menyapa diikuti oleh komentar orang jepang di belakang kami “kusai!” sambil menutupi hidungnya. OMG.. Selesai dari TOILET, saya hanya tertegun.. dengan berat hati kasih emoticon ☹️ sesuai sikon TOILET.

  • 18:53 Cek masuk pesawat.

Masih ada waktu! Tapi ga nemu KFC.. ga papa deh, orang masih kenyang juga abis makan di Garuda tadi. Ntar nyampe jogja baru daah, hajjarrr!! 😁☝🏻

  • 19:05 1b boarding.
  • 19:16 Di pesawat.

Perbedaan waktu Bali & Jogja adalah 1 jam lebih lambat di Jogja. Saat ini jam di Bali 07:11 sementara di Jogja 06:12 (lama perjalanan 01:12).

Waktu dapetin snack, ada roti dan saya minta teh hangat. Waaah, tau aja nih saya suka manis, teh hangat yang saya terima dikasih 2 bungkus gula, dan rasanya pas! Saya celupin roti sedikit demi sedikit ke teh manis hangat, makannya nikmatin banget.. gilaaaa… “saya memang udah di indonesia..😇” berasa mimpi!

Sampe-sampe, snack kacang campurnya saya makan sedikit demi sedikit, takut rasa indo-nya hilang dalam sekejap 😂 Terakhir, ingat waktu jajan-jajan disekolahan, pas udah mau habis, sisa-sisa dibungkus plastiknya itu diangkat dan dituang ke mulut sampe ga ada sisa 😆

Karna bawaan saya cukup ribet, pas naik pesawat sampe turun lagi, dibantuin tau sama penumpang bangku belakang. Padahal kabinnya terjangkau dan saya nggak ngomong apa-apa, lho.. Saya terharu, guys.. saya bener-bener udah di indonesia!! Karena bagi saya, dimana-mana hanya orang indonesialah yang begitu, bantuin duluan sebelum diminta tolong. Makin bangga jadi Warga Indonesia 😇 (dimaklumin aja, berle-nya lagi kumat 😅).

Di ruang tunggu, pesawat saya berangkat duluan dari uni. Kita pisah.. Tapi insyaAllah silaturrahim tetap terjalin.. 🙂

  • 21:00 (waktu Jogja) Mendarat.. Dekorasi di Bandara Adisutjipto keren!! Berbagai rupa wayang berjejer di dinding sebelah kanan pintu keluar.
  • 21:08 Ambil bagasi.

Dijemput si bontot.. missed him so much!!😘😘 Gilak, perbandingan saya & unjut bontot ruarr bisah! Udah macem body guard aja nih dia 😆✌🏻

Transportasi Online

Kita menuju penginapan saya dengan transportasi online. Taxi di Bandara sini ga pake argo. Pas ditawar, kebetulan cukup mahal ke lokasi hotel saya.

Penginapan Murah di Jogja

Saya menginap di Hotel Desa Puri Syariah Jogja. Tempatnya nyaman.. 🙂 Recommended nih, bisa jadi referensi buat yang nyari penginapan murah di jogja.. Kamar saya twince dengan bajet Rp 140.000,-.

Fasilitas untuk twince ini ada 2 tempat tidur single, kamar mandi (shower) & TOILET duduk 1 set di dalam kamar (lengkap dengan sabun mandi), wastafel yang udah ready perlengkapan gosok gigi, 2 air mineral gratis (jadi yang kehausan bisa langsung minum 🤣), perlengkapan dan petunjuk shalat buat yang muslim.

Saya sengaja bawa baju pas-pasan, karena ngerasa bakal aman “kan di hotel ada baju ganti?!”. Gelo… gelo.. ngimpi!! 😅

Pesan Makanan Online

Karena udah kemaleman, kita pesan makanan via online aja. Kebetulan yang recommended hanya Aldan yang masih buka, gurame dan sambalnya mantep euy!!

Ini kelebihan indonesia.. kulinernya mantep bisa pesen online lagi.. 😇 Beda banget sama Tokushima yang delivery aja bisa dihitung dan itupun ga bisa kapanpun ☝🏻 Kalo di indonesia, salahsatunya aja di jogja ini, mau hujan badai sekalipun bisa tetep makan enak tinggal pesan online atau delivery. Tapi di jepang, khususnya tokushima, kalo hujan atau lewat waktu (jam bukapun tergantung masing-masing tempat) murii (mustahil), malah ga terima pesanan juga ada, lho..

Penyakit Musiman saat Traveling

Sayangnya.. tenggorokan saya mulai sakit nih.. biasa, kalo udah pindah-pindah tempat suka gitu.. Terancam ga bisa makan enak nih 😢

Uang Baru!!

Karena ada keperluan, saya bareng unjut bontot belanja di minimarket terdekat, tak jauh dari penginapan. Pas menerima kembalian, saya bingung.. 2 tahun ditinggal, uang udah baru semua!! Saya kudu kenalan dulu nih.. Suka cek nominal dulu sebelum bayar-bayar 😅

Kesan

  • Mau di Indonesia kek, Jepang kek, kampuang atau perantauan; tetep pasti ada plus-minus-nya. Mentang-mentang tinggal di negara yang lebih maju, jadi keder dengan negara sendiri, oh NO! Jangan sampai.. 🤓☝🏻

Kamus

  • Kampuang (bahasa minang) = Kampung
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station | Stasiun Tokushima.
  • よかった /yokatta/ = Syukurlah..
  • OMG = Oh My God..
  • Giri-giri berasal dari ぎりぎり時間 /giri-giri jikang/ = Udah mendekati waktunya.
  • お土産 /omiyage/ = Buah tangan/oleh-oleh.
  • Saangin (bahasa minang) = Sedikit.
  • Subarashii (bahasa jepang) = Luar biasa.
  • Mono = Bahasa slank-nya monoton.
  • Murii (bahasa jepang) = Mustahil, ga mungkin, berlebihan.

Kamus Bahasa Indonesia-Minang (Update 2018)

Prolog: Bahasa Minang (Baso Minang)

Seperti yang kita ketahui, Indonesia kaya akan budaya, salah satunya Minangkabau. Dalam percakapan sehari-hari di Minangkabau (Sumatera Barat) digunakan Bahasa Minang (Baso Minang). Namun, bahasa ini juga sangat beraneka ragam, tergantung daerah masing-masing, seperti pepatah Minang yang mengatakan; “Lain luhak, lain ikannyo” (lain lubuk, lain ikannya) yang berarti: lain daerah, lain bahasanya.

Dewasa ini, Bahasa Minang sudah mengalami banyak adaptasi, terutama dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan NKRI. Selain itu, juga bisa dikarenakan budaya orang Minang yang suka merantau atau penyerapan bahasa-bahasa dari daerah lain yang berasal dari para pendatang. Namun, uniknya Minangkabau, sekalipun merantau dengan sangat jauh dan dikenal sebagai urang awak (sebutan untuk sesama orang Minangkabau atau panggilan untuk orang Padang di wilayah rantau tertentu), bahkan hingga keluar negeri sekalipun, biasanya saat bertemu masih menggunakan Bahasa Minang, walaupun hanya terkesan untuk membuka percakapan saja.

Berikut sebagian kecil Bahasa Minang yang bisa menjadi panduan buat Anda jika sewaktu-waktu ingin berkunjung ke wilayah Minangkabau atau buat sanak (saudara) dirantau yang ingin merecalled (mengingat) kembali bahasa Minang untuk kata-kata tertentu yang mungkin saja sudah lupa karena tidak pernah berinteraksi lagi menggunakannya.

Kata Panggilan/Sapaan (Sapoan)

Abang

Adek / Adik

Anak

Bapak

Bibi

Bibi (paling besar)

Bibi (tengah)

Bibi (paling kebil)

Datuk

Ibu / Bunda

Kakak

Kakek

Kamu / Anda

Laki-laki

Nenek

Nenek buyut

Om

Om (paling besar)

Om (tengah)

Om (paling kecil)

Orang Minang

Pendekar

Perempuan

Perempuan (lajang)

Saudara

Saya

Tante

Uda

Adiak

Paja, anak

Apak, Abak

Mak uwo

Makdang (mak uwo paliang gadan)

Makngah (mak uwo nan tangah)

Makcik, makciak (mak uwo nan paliang kaciak)

Datuak

Bundo, amak, amai, one, mandeh, mande

Uni, uniang (Pariaman), unang

Inyiak, atuak, niniak

Ang, kau, diang (Pasaman), akau, gau, agau

Bujang

Enek

Anduang

Mamak, pak etek

Pak adang, makdang (mamak nan paliang gadang)

Pak angah, makngah (mamak nan tangah)

Pakcik, makciak (mamak nan paliang kaciak),

Urang awak

Pandeka

Padusi

Gadih

Dunsanak, ampuang, sanak

Ambo, awak, aden, waden, denai

Etek

Angka (Angko)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

20

30

100

1.000

10.000

100.000

1.000.000

¼

½

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Delapan

Sembilan

Sepuluh

Sebelas

Dua belas

Dua puluh

Tiga puluh

Seratus

Saribu

Sepuluh ribu

Seratus ribu

Sajuta

Seperempat

Setengah

Ciek

Duo

Tigo

Ampek

Limo

Anam

Tujuah

Lapan

Sambilan

Sapuluah

Sabaleh

Duo baleh

Duo puluah

Tigo puluah

Saratuih, saratuh (Payakumbuh)

Saribu

Sapuluah ribu

Saratuih ribu

Sajuta

Saparampek

Satangah

Hari (Ari)

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

Sabtu

Akaik

Sanayan

Salasa

Rabaa /Raba-a/

Kamih

Jumahaik

Sabtu, pakan (Palembayan)

Keterangan Waktu (Wakatu)

Besok

Hari

Kemaren

Kemaren lusa

Minggu lalu

Nanti

Pukul

Sebentar

Sebentar lagi

Sekarang

Bisuak

Ari

Patang, patang ko, sariano

Patang ciek lai

Minggu nangko

Beko, nancik

Pukua

Sabanta, santa

Sabanta lai/li, cah lai/li,santa lai/li, kutu (lah)

Kini

Anatomi (Badan)

Betis

Bibir

Bulu mata

Dada

Dahi

Hati

Hidung

Ibu Jari

Jari

Jari kelingking

Jari manis

Jari telunjuk

Jari tengah

Jenggot

Kelingking

Kepala

Ketiak

Kulit

Lambung

Leher

Lengan

Limpa

Lutut

Mata

Mulut

Paha

Pantat/ekor

Perut

Pinggul

Punggung

Pusar

Rambut

Tahi lalat

Taring

Telapak kaki

Telunjuk

Telinga

Tengkorak

Tumit

Wajah

Batih

Bibia

Bulu mato

Dado

Kaniang

Ati

Iduang

Ampu

Jari

Kalingkiang

Jari manih

Tunjuak

Jari tangah

Jangguik

Kalingkiang

Kapalo

Katiak /katiyak/

Kulik, jangek

Lambuang

Lihia

Langan

Limpo

Lutuik

Mato

Muluik

Pao /pawo/

Ikua

Paruik

Pinggua

Pungguang

Pusek

Rambuik, abuak

Cilalek

Tariang

Tapak kaki

Tunjuak, talunjuak

Talingo

Tangkurak

Tumik

Muko

Nama Binatang

Anjing

Babi hutan

Belalang

Beruang

Berang-berang

Buaya

Bunglon

Burung

Cacing

Capung

Cicak

Harimau

Ikan

(Ikan) Mujair

Itik

Jerapah

Kalajengking

Kambing

Kancil

Katak/kodok

Kelabang

Kelelawar

Kera

Kerbau

Kucing

Kuda

Kupu-kupu

Laba-laba

Lalat

Lebah

Monyet

Naga

Nyamuk

Rusa

Sapi

Semut

Singa

Ular

Ular naga

Ulat

Ulat kaki seribu

Anjiang

Kandiak

Bilalang

Biruang

Barang

Buayo

Bingkaruang

Buruang

Caciang

Sipatuang

Cacak

Arimau

Ikan

(Ikan) Mujayia

Itiak

Jarapah

Kalajangek

Kambiang

Kancia

Koncek, kangkuang

Kalipasan

Kalelawa, kalalawa

Karo

Kabau

Kuciang

Kudo

Ramo-ramo

Lawah

Langau

Labah, pinyangek

Baruak

Nago

Rangik

Ruso

Bantiang, Jawi

Samuik

Singo

Ula

Ula nago

Ulek

Lintibang

Bama Buah (Namo Buah)

Anggur

Apel

Belimbing

Delima

Jambu biji

Jambu air

Jeruk

Kelapa

Manggis

Markisah

Nenas

Pepaya

Pepaya

Semangka

Sirsak

Tomat

Anggur

Apel

Balimbiang

Dalimo

Piraweh, paraweh

Jambak

Limau

Karambia

Manggih

Marakisah, markisah

Naneh

Batiak (Palembayan), kalikih (Bukittinggi)

Sampelo (Padang), kates (Sawahlunto)

Cumangko

Durian bulando

Tomaik /tomayk/

Warna (Warno)

Merah

Merah hati

Kuning

Putih

Hitam

Hijau              

Biru

Coklat

Orange          

Sirah

Merah ati

Kuniang

Putiah

Itam

Ijau

Ijau, biru

Cokelaik

Oren, oranye

Sayur (Sayua)

Buncis

Daun ubi

Kangkung

Mentimun

Nangka

Pakis

Terong

Buncih

Pucuak ubi

Kangkuang

Antimun

Cubadak

Sayua paku

Taruang

Bumbu/Bahan Masakan

Bawang merah

Bawang putih

Buah pala

Daun kunyit

Daun sup

Jahe

Kemiri

Ketumbar

Kulit manis

Kunyit

Lengkuas

Merica

Pala

Seledri

Serai

Bawang sirah

Bawang putiah

Buah palo

Daun kunyik

Bawang perai

Sipadeh

Cegek, dama

Katumba

Kulik manih

Kunyik

Langkueh

Marica

Palo

Saladari

Sarai

Kalimat Tanya (Kalimaik Tanyo)

Apa

Bagaimana

Berapa

Dimana

Kapan

Siapa

A

Baa

Bara

Dima

Bilo

Sia

Partikel yang sering digunakan

  • Do
  • E
  • Lah
  • Lai / li
  • Go
  • Miang / men / samiang
  • Nyeh
  • No
  • Nah
  • Nyo
  • O
  • Oop
  • Se
  • Tu
  • Yo

A

Abu

Ada

Adat

Aduh

Agama

Agung

Air

Air mata

Air minum

Air terjun

Akar

Alas

Alir

Ambil

Amping

Aneh

Angka

Angkat

Antar

Anting

Api

Aren / enau

Asap

Atap

Atas

Awal

Abu

Ado, lai

Adaik

Onde

Agamo

Aguang

Aia, aie

Aia mati, aie mato

Aia putiah, aia kawa

Aia tajun

Aka

Aleh

Alia

Ambiak

Ampiang

Lain

Angko

Angkek

Anta

Subang

Api

Anau

Asok

Atok

Ateh

Jolong, patamo

B

Bagus

Bahasa

Bahaya

Baik

Baik budi

Baju tanpa lengan

Bakar

Balas

Bambu

Bangkit

Bantal

Bantal guling

Basa-basi

Basi

Batas

Batok (kelapa)

Batuk

Bau

Baut

Bawah

Biar

Biarkan

Biarkan saja

Biji

Bisa

Bisik

Becek

Bedak

Bekal

Bekas

Belah

Belajar

Belakang

Belanja

Beli

Benam

Benang

Benar

Bencana

Bengkak

Bentuk

Berani

Berantem

Beras

Berat

Bercanda

Berdagang

Berdiri

Berfoto

Bergadang

Bergerak

Beri

Berisik

Berseluncur

Bertemu

Berpacaran

Bersih

Berusaha

Bertamu

Bertemu

Besar

Besi

Betul

Biduk

Biji

Bodoh

Bohong

Boleh

Bos

Botol

Bra

Buah

Buang

Buang air besar

Buang air kecil

Bujuk

Buka

Buka puasa

Bukit

Buku

Bulat

Buncit

Bunga

Bungkus

Buru-buru

Busa

Busuk

Ancak

Bahaso, baso

Bahayo, baayo

Elok, segeh, baiak

Elok budi, babudi

Baju katebe

Baka

Baleh

Batuang

Bangkik

Banta

Guliang, banta guliang

Baso-basi

Rasan

Bateh

Tampuruang, sayak

Batuak, kuhua

Baun

Bauik

Baruah, bawah

Bia

Bialah, biaan /biya_an/

Biaan se lah, biaan miang lah

Bijo

Talok (kekuatan), talakik (waktu/kecepatan)

Bisiak

Lanyah

Badak

Minum kopi, jamba

Bakeh

Balah

Baraja

Balakang

Balanjo

Bali

Banam

Banang

Bana

Bala

Bangkak

Bantuak, cando

Bagak

Bacakak

Bareh

Barek

Bagarah

Manggaleh

Tagak

Bakodak, bapoto

Batanggang

Manggarayok

Agiah

Maeboh

Basiluncua

Basobok, batamu

Bacewek

Barasiah, segeh

Barusao /Barusawo/, Batakok (mencari nafkah)

Bekunjuang

Basobok, batamu, basuo

Gadang

Basi

Batua

Biduak

Bijo

Andia, pandia, ongok

Kicuah, caliah

Buliah

Boih

Boto

BH /be-ha/

Buah

Campak-an

Cirik, tacirik

Cicih, pipis, kanciang, takanciang

Umbuak

Bukak

Buko puaso

Bukik

Buku

Bulek

Buncik

Bungo

Bungkuih

Takaja

Busa, ruok

Busuak

C

Cabai, cabe

Cabe rawit

Cahaya

Cakar

Cair

Camat

Campur

Cangkul

Cantik

Capek

Catat

Celaka

Celana

Celana dalam

Celengan

Centil

Cepat

Cerita

Cerdik

Ceret

Cicip

Cinta

Coba

Coklat

Congkel

Lado

Lado kutu

Cahayo

Kakeh, guriah

Caia

Camaik

Campua

Cangkua

Rancak, elok, ancak, kamek

Panek, litak

Cataik /catayk/

Cilako

Sarawa

Sarawa kotok

Kacio /kaciyo/, kaceo /kaceyo/

Jungkek, cantiko, cantiak

Capek, lakeh, bagageh

Carito, cito

Cadiak

Cerek

Cubo

Cinto

Cubo

Cokelaik, cokolaik

Cukia

 D

Daging

Dahulu kala, dahulu sekali

Dapat

Dapur

Datang

Dengan

Dengar

Depan

Derai

Didih

Dinding

Diupahkan

Dosa

Duduk

Dulu

Dagiang

Taisuak, sisuak, zaman baholak, jaman katumba

Dapek

Dapua

Tibo

Jo, samo

Danga

Muko

Darai

Didiah

Dindiang

Disarayoan

Doso

Duduak

Daulu /da-ulu/

E

Emas

Ember

Embun

Emping

Enak

Endapkan

Ameh

Embe

Ambun

Ampiang

Lamak, sero, badaso

Anok_an, anokkan

F

Foto

Fotocopy

Poto, gambar

Potokopi

G

Gabus

Gadis

Gali

Gantung

Garuk

Gasing

Gatal

Gaya

Gelang

Gelar

Gelas

Gempa

Gemuk

Gerendel

Gergaji

Gertak

Gigit

Gila

Goreng

Gores

Gubuk

Gula

Gula aren

Gula merah

Gula merah (dari tebu)

Guling

Guna

Gundar

Gunung                

Gabuih, busa

Gadih

Kali

Gantuang

Gauik

Gasiang

Gata

Lagak, mode

Galang

Gala

Galeh

Gampo

Gapuak

Garende

Garagaji

Garatak

Gigik

Gilo, snewen, ndak sandereh, sakik utak, kanai

Goreng, goreang

Guriah

Gubuak

Gulo

Saka anau

Saka

Saka tabu

Guliang

Guno

Gunda, bros, boroih

Gunuang

H

Habis

Haji

Hambar

Hambat

Hampa

Hampir

Handuk

Hangat

Hanger

Hangus

Hantu

Hanyut

Harap

Hari raya

Harum / wangi

Hati-hati

Hebat

Hela

Hemat

Hempas

Hidup

Hilalang

Hilang

Hilir

Hingga

Hitung

Hujan

Abih

Aji

Amba

Ambek

Ampo, pana

Ampia

Anduak

Angek

Anger

Anguih

Antu

Anyuik

Arok

Ari rayo

Arum

Ati-ati

Ebaik /ebaiyk/

Elo

Imaik

Ampeh

Iduik

Ilalang

Ilang

Ilia, ilie

Inggo, malakik

Ituang

Ujan

I

Iba

Idul Adha

Ikat

Ikat pinggang

Ikat pinggang (dari kain)

Ikat rambut

Ikut

Ilmu

Indah

Ingat

Ingin

Ingus

Ini

Intip

Iris

Iya

Ibo

Ari rayo aji, ari rayo gadang, ari rayo kurban

Kabek, ikek, pauik

Ikek pinggang, kabek pinggang

Kodek

Kabek rambuik, ikek abuak

Sato

Ilimu

Rancak, ancak, elok

Ingek, takana

Nio, nyio

Salemo

Iko

Cigok

Riciah, irih

Iyo

J

Jagung

Jahe

Jahit

Jaja

Jalan-jalan

Janda

Jarum penjahit

Jatuh

Jatuh

Jauh

Jahat

Jalan-jalan

Jelek

Jembatan

Jemput

Jendela

Jenjang

Jerawat

Jijik

Jualan

Juga

Jurang

Jaguang

Sipadeh

Jaik /jayik/

Jojo

Raun-raun, pai main

Jando

Pinjaik

Jatuah, balambin, lareh

Tatilantang, tarambau

Jauah

Jaek /jayek/, jahaik

Malewa, malelong, malala, raun-raun

Buruak

Jambatan

Japuik, jampuik

Jandela

Janjang

Jirawek

Jajok, jagan

Manggaleh

Juo, jo

Lakuak

K

Kabar

Kabel

Kabur (melarikan diri)

Kabur (penglihatan)

Kaca

Kaca mata

Kain sarung

Kali

Kalimat

Kalung

Kamar

Kambuh

Kampung

Kanan

Kangen/rindu

Kantong kresek

Kaos/kaus

Kapal

Karcis

Karet

Kartu

Karung

Kasur

Kata

Kaya

Ke

Kebun

Kecil

Kedai

Kedip

Kejar

Kelapa

Keluar

Kelupas

Kelumun

Kehendak

Kemas

Kembali

Kembang

Kemoceng

Kena

Kencang

Kendur

Kentang

Kentut

Kenyang

Kerak

Keras

Kereta

Kerikil

Kering

Keringat

Kerja

Kertas

Kerupuk

Kerupuk kulit

Kerupuk melinjo

Kipas

Kira

Kiri

Kolam

Kom

Kondangan

Kopiah

Kosong

Kuali

Kuat

Kubur

Kumat

Kumpul

Kunyit

Kurap

Kurang ajar

Kursi

Kurus

Kaba

Kabe

Malucuih

Kabua

Kaco, camin

Kaco mato, reben

Kain saruang

Banda

Kalimaik

Kaluang, lukuah

Biliak

Kambuah

Kampuang

Suok /Suwok/

Taragak

Asoi

Kauih /kawuih/

Kapa

Kuricih

Kajai

Karatu

Karuang/goni/guni

Kasua

Kato, kecek

Kayo

Ka

Kabun, parak

Kaciak, ketek

Kadai

Kijok

Kaja

Karambia

Kalua

Kalupeh

Kalumun

Kandak

Kameh

Baliak

Kambang

Bulu ayam

Kanai

Kancang

Kandua

Kantang

Kantuik

Kanyang

Karak

Kareh

Kareta

Karikia, karikie

Kariang

Paluah, karingek

Karajo

Karateh

Karupuak

Karupuak janget

Karupuak baguak, karupuak ampiang

Kipeh

Sangko

Kida

Tabek

Cumbasuah (kom kecil tempat cuci tangan), embe

Baralek

Kupiah /Kupiyah/

Ampo

Kancah

Kuwaik, talok, kuwek

Kubua

Kumaik /kumayk/

Kumpua

Kunyik

Kurok

Kurang aja

Kurisi, bangku

Kuruih, lesuik, lisuik

L

Lahir

Lalu-lalang

Lama

Lambat

Lampu dinding

Langit

Lanjut

Lapar

Lapuk

Lauk

Laut

Layang-layang

Leher

Lelah

Lemah

Lemari

Lemas/lesu

Lembak

Lembek

Lembut

Lempar

Lengan

Lengkap

Lepas

Lepat

Letih

Lewat

Liar

Lihat

Lilit

Lilitkan (ke pinggang)

Lipat

Lipstik

Lobang

Lolos

Lompat

Loncat

Luas

Lucu

Luluh

Lulus

Lupa

Lumpuh

Lumpur

Lurus

Lusuh

Lahia, laia

Mangalebuik

Lamo

Lambek

Lampu togok

Langik

Taruih

Litak, lapa

Lapuak

Samba

Lauik

Alang-alang

Lihia

Panek

Lamah

Lamari, bofet

Lameh, letoy

Lambok

Lambiak, anjek (nasi)

Lambuik

Ambuangan, lambuik-an

Langan

Langkok

Lapeh

Lapek

Latiah

Lalu, lewat

Lia

Liek /liyek/, caliak

Lilik

Lilik-an, kodek-an

Lipek

Lip, gincu

Lubang

Luluih

Lompek

Loncek

Lapang, luweh

Lawak

Luluah, lintuah

Luluih

Lupo

Lumpuah

Luluak, lunau

Luruih 

Lusuah        

M

Maghrib

Mahal

Makam

Makan bersama

Makasih

Malas

Maling

Mangkuk

Manik-manik

Manis

Manja

Marah

Masa

Masuk

Matang

Mau

Mayat

Memasak

Memasak dengan api kecil

Memasak nasi

(Awalan) Men~

Menangis

Menggelinding

Menghilang

Mampus

Matahari

Mau

Melayat

Melihat

Memancar

Membeli

Membesuk

Menang

Menangis

Menawar

Mendung

Menganga

Mengantuk

Menggeliat

Menggelinding

Meninggal

Menjalar

Menulis

Mentah

Mentang-mentang

Mesin

Mesjid

Mimpi

Minta

Miring

Miskin

Mobil

Muda

Muka

Mudik

Mukena

Mutiara

Mugarik

Maha

Makan

Basalanjuang, makan basamo, makan bajamba

Mokasi

Maleh

Maliang

Mangkuak

Maniak-maniak

Manih, kamek

Manjo

Berang, bangih

Maso

Masuak

Masak

Nio, amuah, namuah, nyio

Mayik

Mamasak, manjarangan

Unyai

Batanak, manjarangan nasi

Man~

Manangih

Manggalindiang, mandorek

Malucuih, mailang

Jangkang, mati

Matoari

Nio, nyio

Manjanguak

Maliek /maliyek/, manyilau, mancaliak

Mamanca

Mambali

Manjanguak

Manang

Manangih, maratok

Maago

Galok

Mangango

Takantuak

Manggaliek

Manggulindiang

Maningga

Manjala

Manulih

Matah

Mantang-mantang

Masin

Musajik

Mimpi

Mintak

Miriang

Bansaik, mularaik, indak bapunyo

Oto

Mudo

Muko

Mudiak

Tilakuang

Mutiaro

N

Naik

Nama

Nangka

Napas

Niat

Niru

Ngorok

Naiak

Namo

Cubadak

Angok

Niaik /niyaik/

Tampian /Tampiyan/

Bakaruah

O

Obat

Ongkos

Orang

Otak

Ubek

Ongkoih

Urang

Utak, banak, aka

P

Panrik

Pacar

Padat

Pagar

Pahala

Pahat

Pahit

Paling

Panas

Pandai / pintar

Panekuk

Pangkal

Parang

Pasar

Pasir

Patuh

Patung

Payah

Payung

Pecah

Pecah belah

Pegang

Pelit

Peluk

Pergi

Petuah

Pematang

Pembohong

Pena

Pendek

Pendekar

Penghapus

Pengumuman

Penjara

Pensil

Penting

Penyakit

Perbaiki

Pergi

Perhitungan

Periuk

Perlu

Permen

Permen karet

Pesan

Pesawat

Pesta adat

Petir

Pilih

Piring

Pistol

Pohon

Preman

Puas

Puasa

Pucat

Pupuk

Pusing

Putus

Pabrik

Cewek

Padek

Paga

Pahalo, paalo

Paek

Paik /payik/

Paliang

Angek, paneh

Santiang, cadiak

Pinukuik

Pangka

Ladiang

Pasa, pakan

Kasiak

Patuah

Patuang

Jariah

Payuang

Pacah

Pacah balah

Pagang, pacik

Pilik

Paguik

Pai

Patuah

Pamatang

Pangicuah, paota, pancaliah

Pena

Singkek (baju), sandek (benda), ateng (badan), pendek

Pandeka

Palupuih, pangapuih

Pangumuman

Pinjaro

Pituluik

Pantiang

Panyakik

Pelok-an

Pai

Paretongan

Pariuak /pariyuak/

Paralu

Gulo-gulo

Gulo-gulo karet

Pasan

Kapa tabang

Baralek

Patuih

Piliah

Piriang, cipia (Palembayan ilia)

Badia

Batang kayu

Pareman

Puweh

Puaso

Pucek

Pupuak

Paniang, pusiang

Putuih

Q

R

Ramai

Rantang

Rapat

Rapi

Ransel

Rasa

Rautan pensil

Rebus

Reda

Rekah

Remot

Rendah

Rendam

Renyah

Resah

Ribut

Rimba

Rindu/kangen

Rok

Ronda

Rumput

Runcing

Rusak

Rusuh

Rami

Sia

Rapek

Segeh

Taih pungguang

Raso

Pirunciang, parunciang

Abuih

Baranti

Rangkah

Remoik /remoyk/

Randah, ateng

Randam

Badaruak, rapuah

Rasah

Ribuik, mamakak

Rimbo

Taragak

Orok

Rundo

Rumpuik

Runciang

Soak, rusak

Rusuah

S

Sabit

Sajadah

Sakit

Sama

Sambal

Sambil

Sambung

Sampah

Sampan

Sandal

Sandal jepit

Sandal kayu

Sangat

Santai

Sapa

Sapi

Sapu tangan

Sarang laba-laba

Sarung

Sayur

Sebentar

Seberang

Sedang

Segan

Sehat

Sekolah

Selamat

Selendang

Selera

Selimut

Semak

Sembuh

Semen

Semena-mena

Sempit

Sempurna

Senang

Sendiri

Sepak

Sepatu

Sepeda motor

Seperti

Seprai

Sesak

Sesuai

Setrika

Shalat

Siang

Silat

Simpan

Simpang

Singkat

Snack /snek/      

Sobek

Sofa

Sombong

Sopan

Suap

Sudah

Sudut

Sujud

Suka

Sulit / susah

Sungai

Sunting

Surat

Surga

Suruh

Susut

Sabik

Lapiak sumbayang

Sakik

Samo, jo

Samba

Sambia

Sambuang

Sarok

Sampan

Tarompa

Tarompa japang

Tangkelek

Bana

Baleha-leha

Sapo

Bantiang, jawi

Deta

Auik lawah

Saruang

Sayua

Sabanta, cacah, icah

Subarang

Sadang

Sagan

Sihaik, segeh

Sakola, sikola

Salamaik

Salendang, tingkuluak

Salero

Salimuik

Samak

Cegak, sambuah

Simin

Lanteh angan

Sampik

Samporono

Sanang

Surang, sorang

Sipak, anju

Sipatu

Onda, kereta

Sarupo, bantuak, mirip, kayak, cando, bak

Aleh kasua

Sasak

Sasuai, suai

Tareka

Sumbayang

Siang, Luhua

Silek

Andok, suruak

Ampang

Singkek

Minum kopi

Cabiak

Sopa

Ongeh

Elok laku

Suok

Alah

Suduik

Sujuik

Suko

Payah, jariah

Batang aia

Suntiang

Surek

Surugo

Suruah

Susuik

T

Tabing

Tabungan

Takbir

Takut

Tali

Tanggal/copot

Tangis

Tanya

Tarwih

Tas

Tawar

Tebak / terka

Tebas

Tebu

Telepon

Telepon genggam

Televisi / TV

Telungkup

Tempat

Tempat tidur

Tenang

Tengah

Tepi laut

Terbakar

Terbang

Terbangun

Tergelincir

Terhempas

Terima

Terima kasih

Terjatuh

Terjatuh

Terkejut

Terkelupas

Terkenal

Terlalu

Termos

Tersinggung

Tertawa

Tertidur

Terus

Tiba

Tidak

Tidur

Tikar

Tinggal

Tingkat

Tongkat

Tua

Tudung

Tuhan

Tulis

Tumbuk

Tumis

Tutup

Tabiang

Kuceyo, kaceyo

Takabia

Takuik

Tali

Tangga, lapeh

Tangih, ratok

Tanyo

Tarawiah

Taih, kampia

Tawa, pada, amba; ago

Takok

Tabeh

Tabu

Talepon

HP /hape/

Tipi

Talungkuik

Tampek

Dipan

Tanang

Tangah

Tapi lauik (taplau)

Tabaka

Tabang

Tasintak, tajago

Tagulincia, takuliciak

Taampeh

Tarimo

Tarimokasi

Tajatuah, tajungkang, tagarubuih,

tajarambauk, tatingadah

Takajuik

Takalupeh

Tanamo

Talalu

Taromoih, taremoih

Tasingguang, tasuruik

Galak

Takalok, talalok

Taruih

Tibo

Indak, indo (Pasaman), ndak

Lalok, tidua, tidue

Lapiak

Tingga

Tingkek

Tungkek

Tuo, gaek

Tuduang

Tuhan

Tulih

Tumbuak

Tumih

Saok /sawok/, tutuik

U

Uang / duit

Uang kecil

Ubi kayu

Ubi rambat

Udara

Untung

Upah

Urat

Urut

Usaha

Pitih, piti.

Pitih kaciak, pitih darai

Ubi

Pelo

Udaro

Untuang, labo

Sarayo, upah

Urek

Uruik, barulak

Usao /usawo/, paadok /pa_adok/, pancarian

V

Ventilasi Bandua

W

Waktu

Wangi

Wudlu

Wakatu

Arum

Uduak

X

Y

 Ya  Yo

Z

Related Link

Update File

 

Randang Paku

Randang Paku, lamak bana..

Sayua paku (bahasa minang) dalam bahasa indonesia berarti sayur pakis. Di Jepang, dikenal dengan わらび (warabi).

Randang paku (rendang pakis) adalah salah satu kuliner dari alam Minangkabau, Sumatera Barat. Sayangnya, masakan yang nikmat ini jarang ditemukan di rumah makan padang, berbeda dengan hidangan sejenis (sama-sama terbuat dari sayur pakis) dan lebih populer, yaitu gulai paku a.k.a gulai pakis yang sering dipakai untuk kuah lontong.

Randang paku berasal dari gulai paku yang diunyai (dimasak dengan api kecil dan cukup memakan waktu lama, harus sering diaduk merata agar tidak gosong sebagian).

Randang paku a.k.a rendang pakis is one of deliciuos traditional culinary from Minangkabau, West Sumatra.

ランダンパク というのはインドネシアの西スマトラのトラディショナル食べ物です。めっちゃ美味しいですよ。

Gallery

Pangsit

Malam ini teman Vietnam saya menjamu kami dengan 餃子 (gyoza) versinya. Makanan yang berasal dari Cina ini bisa ditemukan diberbagai negara dengan aneka bentuk dan versinya masing-masing yang katanya lebih familiar dengan nama wandon.

Di jepang, dikenal dengan 餃子 (gyoza), cara makannya berbeda dengan negara asalnya. Begitupun dengan indonesia yang menjadi salah satu makanan favorit dan dikenal dengan nama pangsit yang biasa dikombinasikan dengan bakso, somai, dll.

Sebenarnya seperti yang sudah kita kenal, isi pangsit itu bermacam-macam, mulai dari daging, udang, sayur-sayuran, dll. Tapi, kali ini yang dibikin oleh teman saya adalah versi sayur-sayuran. Sehat dan enak banget!!!👍👍 Rekomendasi buat para vegetarian 🙂

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gyoza

Liwetan

Liwetan is one of traditions from East Java, Indonesia. All of menu are served on top of banana leaves. Then, to eat it every one use their hand (without spoon, fork, etc.). You usually can find Indonesian traditional culinary such as fried chicken (ayam goreng), tempe, tofu, sausage (sambal), salat (lalapan), etc. That is truly wonderful tradition.

Liwetan adalah salah satu tradisi dari Jawa Timur, Indonesia. Semua menu disajikan di atas daun. Lalu, setiap orang makan dengan tangan. Kuliner tradisional Indonesia yang sering ditemukan adalah ayam goreng, tempe, tahu, sambal, lalapan, dll. Benar-benar tradisi yang indah!

リウェタンはインドネシアの東ジャワの食べ方です。全部メニューはバナナの葉っぱの上に置きます。それから、皆さんは一緒に手で食べます。様々なインドネシアの料理を食べます。例えば、フライチッキんというアヤムゴレンやテンペやタフというとふやサンバルというチリソースやララパンというサラダです。本当に美味しし、いい文化です。

Related Link

Gallery

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.

パスムパハン島

西スマトラのパダンに パスムパハン島が あります。この島は きれいです。青い海があります。そして、お客様も多いです。そこでピクニックをしたり、眉山に登ったり、シュノウケリング「snorkeling」やダイビング「diving」やボレービーチ「volley beach」やキャンプ「camping」をしたりし、楽しいです。これらだけでなく、ここで小さいモスクとかトイレとか入浴もあります。それで、ムスリムの方はお祈りできます。

パスムパハン島の近くには様々なきれいな島もあります。それはパガン島「Pulau Pagang/Pagang Island」やパムトゥサン島「Pulau Pamutusan/Pamutusan Island」やせくアイ島「Pulau Sekuai/Sekuai Island」です。その島はパスムパハン島の眉山の上が見えます。本当にきれいです。

どうやって行きますか。

パスムパハン島に行くとき、二つ方法があります。それは早い方法と普通な方法です。早い方法は普通な方法より最も安いですが、困った事もあります。例えば、道がちょっとあまりよくないです。

早い方法は、パダンからスンガイシピサン「Sungai Sipisang/Sipisang River」の海岸まで 乗り物で一時間 ぐらいかかります。海岸から パスムパハン島まで 小さい船で十分 ぐらいかかります。船の チケットは 六万ルビアです。そうして、パスムパハンの チケットは 一万五千 ルビアです。ベックペッカー「Backpacker」にとって、この方法は難しいですが、おもしろいです。

スンガイシピサン前に、色々なパダンレストラン「Rumah Makan Padang」があります。もし、お弁当を持っていけませんので、その所でナシブンクス「Nasi Bungkus」を買えます。美味しいです。これだけでなく、カンプンニアス「Kampung Nias」の景色も見えます。広い水田があります。

普通な方法は、バケーションパッケージ「vacation package」みたいです。パダンから乗り物でチャロチョック海岸とかカロリン海岸までに行きます。その乗り物は、例えば、アンコット「angkot」です。アンコットと言うのは特別なパダンの乗り物という意味です。他には、自分の車やバイクに行けます。それから、その海岸からパスムパハン島まで船で行きます。様々な値段があります。ガイド「guide」の方もいます。

皆様、旅行時、パスムパン島に 行きましょうか。

写真

Pemberian Nama di Berbagai Negara

Ada pepatah lama yang mengatakan “apalah arti sebuah nama”. Padahal, untuk memberi sebuah nama saja bukanlah sesuatu yang mudah, bukan? Berikut berbagai tata cara pemberian nama di berbagai negara. Check it out..

Indonesia

Dimulai dengan negara tercinta, Indonesia. Bangsa yang kaya akan budaya ini memiliki banyak tata cara pemberian nama, diantaranya:

  • Sumatera Barat (Padang)
    • Pemberian nama di Sumatera Barat sangat variatif, biasanya diakhiri dengan nama orang tua laki-laki. Contoh: Nola Asril. Format: (nama) (nama orang tua laki-laki).
    • Khusus untuk laki-laki, setelah mendapat gelar adat, namanya berubah sesuai dengan gelar yang diberikan oleh kaumnya, contoh: Datuak (Dt.), Sutan (St.), dll.
    • Pemberian nama untuk perempuan yang paling familiar adalah Puti (berarti putri), Siti, dll.
  • Ambon
    • Format: (nama) (nama keluarga). Contoh: Elisabeth Leatemia.
    • Setelah menikah, nama keluarga diganti dengan nama keluarga suami atau dipindahkan ke belakang setelah nama keluarga suami.
  • Medan
    • Pemberian nama biasanya diakhiri dengan marga atau nama keluarga (family/sure name) seperti: Ginting, Siregar, Tarigan, dll.

Filipina

Sedikit mengulas tentang Filipina, negara dengan ibu kota Manila ini memiliki 3 bahasa, yaitu: Tagalog (bahasa asli), Spanyol (bahasa harian/informal) dan Bahasa Inggris (bahasa sopan/formal). Karenanya, pemberian namapun ada yang diadopsi dari negara asal pemilik bahasa tersebut.

  • Secara umum
    • Formatnya: (nama) (singkatan nama ibu). (nama keluarga).
    • Contoh: Mary Grace E. Ducos.
  • Format formal atau bahasa tulisan.
    • (nama keluarga), (nama) (nama ibu).
    • Contoh: Ducos, Mary Grace Edica.
  • Setelah menikah, nama keluarga perempuan (istri) diganti dengan nama keluarga suami.
    • Format: (nama) (nama keluarga) (nama keluarga suami) (nama ibu, boleh dihilangkan).
    • Contoh: Mary Grace Ducos Antonio.
    • Nama ini berubah dalam bahasa formal menjadi Mary Grace E. Ducos-Antonio dengan format: (nama, singkatan nama ibu). (nama keluarga) (nama keluarga suami).
    • Nama panggilan di keluarga dan teman dekat berbeda dengan umum, contoh: untuk nama Grace (umum) dipanggil Kae atau Kaye (dibaca: Key).

Jepang

  • Secara umum, formatnya: (nama keluarga) (nama).
  • Setelah menikah, nama keluarga diambil dari nama keluarga istri atau suami, dipilih salah satunya.
  • Catatan: Saat ini, nama keluarga untuk orang jepang banyak yang sama, meskipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

Vietnam

  • Secara umum, format pemberian nama di Vietnam adalah (nama)(nama keluarga).
  • Setelah menikah, nama tidak berubah.

Referensi

  • Dishare oleh Nola, Sano san, Grace, Lisa pada 19 Januari 2017. Tokushima.
  • Fatma dan Ien via sharing pada Januari 2017. Tokushima.

Catatan

  • Nama = First name atau name
  • Nama keluarga atau marga = Sure name atau family name atau last name.
  • Nama ibu (khusus Filipina) = Middle name.
  • Nama keluarga suami = Sure name of husband.

Lain-lain