Category Archives: DKI Jakarta

Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Prolog

Tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu, begitu juga lebaran..

H+1 lebaran udah mudik ituuu berat yaa.. Tapi, bagi kita perantau, membagi waktu itu penting. Waktu bersama keluarga memang utama, tapi ada kewajiban lain yang menanti diseberang: kerjaan, hee.. ☺️

Bus NPM

Sebenernya, selain tiket pesawat yang akhir-akhir ini harganya naik drastis, saya memang sudah sejak lama berangan-angan ingin mencoba perjalanan Sumatera-Jawa dengan Bus. Mungkin bagi kebanyakan orang, itu melelahkan dan tak lebih hanya sekedar alternatif terakhir. Tapi, bagi saya, sepertinya itu sebuah perjalanan yang seru dan menyenangkan!! Apalagi, bisa naik Bus NPM, bus favorit saya sedari kecil.

Dulu, dimasa jayanya, perjalanan antar Kota Padang-Bukittinggi, kami menggunakan bus seperti Bus NPM (Naikilah Perusahaan Minang), Bus ANS dan bus lainnya. Namun, sekitar 13-15 tahun yang lalu, masa itu telah digantikan oleh mobil-mobil travel dan bus mini.

Dari bulan Maret saya sudah pesan tiket Bus NPM untuk Jakarta-Padang di Loket Bus NPM Terminal Pulo Gebang; tapi karena suatu hal, tiket tersebut dibatalkan.

Sementara untuk kembali nanti, keluarga saya sudah memesankan tiket Bus NPM untuk Bukittinggi-Jakarta di Loket Bus NPM Bukittinggi. [Sengaja saya ambil tanggal 7 (Jum’at) untuk memperkirakan sampai di Jakarta tanggal 9 (Minggu), sehingga tanggal 10 (Senin) sudah bisa beraktifitas kembali di rantau.]


7 Juni 2019 (Palembayan-Bukittinggi)

Libur lebaran yang singkat membuat waktu begitu cepat dan berarti. Walhasil, nggak bisa silaturrahim ke seluruh keluarga & handai taulan. Belum lagi, packing, hadeeeuh.. Rasanya pengen cepat kelar hari ini tapi tak ingin melewatkan setiap moment-nya (gimana sih?!😅)

Onigiri ala O

Bangun Subuh langsung siap-siap bekal. Saya memutuskan untuk membuat onigiri (nasi kepal ala jepang yang didalamnya diisi dengan lauk tertentu) versi saya.

Lauk yang saya gunakan adalah Samba Pensi (mungkin lebih familiar dengan nama Pensi Balado yaa) dan Rendang yang sudah saya suir-suir diaduk dengan rabuak (bumbu)-nya.

Sebaiknya nasi yang digunakan adalah nasi yang baru matang, tapi karena mengingat waktu, nasi yang saya pakai adalah nasi yang sudah dimasak dari tadi malam di magic com.

Plastik 1/4 di belah 2. Taruh nasi di atas plastik secukupnya, ratakan tapi jangan terlalu tipis. Taruh lauk (yang tidak mudah basi) secukupnya di tengah nasi, tambahkan nasi baru diatasnya. Tutup plastik dengan hati-hati dan bulatkan sampai mengepal. Bagi yang punya cetakan onigiri juga bagus, tergantung kreasi masing-masing.

Kenapa serba secukupnya? Karena, bila nasi terlalu banyak, bakal susah dihabiskan dan ujung-ujungnya malah dibuang, sayang kan?! Taruh nasi sekiranya habis untuk 1x makan, kalaupun dirasa porsi makannya memang banyak, menurut saya tetap buat beberapa buah dengan ukuran kecil agar mudah dibawa dan lebih efektif. Dan juga, bila lauk berlebihan, minyaknya mudah meleber dan nasi sulit menyatu.

Persiapan Lainnya

  • Suit case a.k.a koper atau travel back yang sudah dipacking dari tadi malam berisi barang-barang yang jarang atau nggak bakal dipakai di perjalanan. Karena tas bawaan saya terbatas, tetap saya masukkan pakaian ganti ke dalam koper (berharap koper yang memang khusus kabin bisa masuk kabin bus nantinya).
  • Tas tenteng berisi:
    • Pocket travel besar (didalamnya ada mukena, plasmina lebar dan hangat yang nantinya bisa dijadikan selimut atau syal), kaos kaki dan pakaian dalam.
    • Pocket travel laundry yang kecil saya isi dengan sabun cuci muka, odol dan pasta gigi (kalau bisa sediakan yang khusus travelling; saya bawa yang biasa karena yang khusus tertinggal di Padang).
  • Tas yang dilapisi aluminium foil atau tas biasa aja untuk khusus tempat makanan. Berisi:
    • Lauk, kebetulan yang saya bawa adalah rendang.
    • Onigiri ala O 4 bungkus.
    • Kue lebaran dibagi 2 bungkus, yang versi mentega dan versi renyah.
    • Sendok dan garpu ditutupi dengan tisu.
    • Tisu beberapa lembar.
  •  Tas punggung (backpack) berisi:
    • Payung
    • Power bankheadphone atau headset, charger, kabel data dan colokan internasional (Usahakan dalam 1 tempat)
    • Jarum pentul dan pin buat yang berhijab (taruh dalam 1 tempat)
    • Tisu biasa dan tisu basah. Kenapa juga perlu bawa tisu basah? Untuk lap tangan bila kotor dan sulit mendapatkan air; buat ke TOILET bila air di TOILET yang disinggahi kurang bersih untuk cebok.
    • Buku catatan kecil untuk sekedar memo atau catatan perjalanan.
    • Dompet (pouch) rangkap (kalau bisa yang rangkap 3 atau beresleting 3. Gunanya?
      • Untuk duit. Masukkan uang dari yang kecil (koin) hingga yang besar (seratus ribuan), bawa sekedarnya saja, tak usah berlebihan.
      •  Untuk alat tulis dan kartu-kartu yang memang dirasa perlu saja: pena, kartu nama, foto copy KTP, kartu tertentu seperti e-money atau tap cashflashdisk, dll.
      • Untuk keperluan penting lainnya. Khusus perempuan: makeup (pelembab wajah, bila perlu sun block, benang gigi, lipstik, dll), pembalut/panty liner, ikat rambut dan masker.
    • Kaca mungil, jaga-jaga abis makan kadang suka ada tompelan cabe di gigi, atau abis cuci muka di setiap perhinggahan ada yang tidak menyediakan kaca sama sekali.
    • 1 pakaian dalam ganti di saku-saku tas (bila perlu).
    • Obat-obatan, terutama bagi yang sering alergian. Yang perlu obat alergi (kadang perubahan suhu atau tak sengaja makan makanan yang bikin alergi), obat anti demam/anti nyeri (biasa, kadang jalan jauh suka bikin kepala cenat-cenut), plester anti nyeri buat yang suka encok atau ngalamin LBP (Low Back Pain) buat jaga-jaga, obat radang tenggorokan (biasa, kadang kalau udah laper atau nemu kuliner enak suka lupa diri, dan juga kurang minum atau konsumsi makanan berminyak berlebihan), obat masuk angin (kadang perjalanan jauh bikin banyak orang mengeluhkan masuk angin), obat maag (buat yang punya riwayat maag).
    • Tiket di taruh di saku depan atau di tempat yang mudah diambil sewaktu-waktu bila diperlukan.
    • Air mineral kemasan 250 ml 2 gelas dan kemasan 600 ml 1 botol. Kemasan gelas bisa digunakan untuk menaruh teh atau minuman dan makanan berkuah lainnya di jalan nantinya. Kemasan botol bisa diisi ulang dari kemasan 1500 ml nantinya. *
    • Lainnya (mungkin saja perlu): bedak tabur, alas bedak, dompet kartu, tongsis, dll.
  • Plastik sampah bening seukuran kantong goni sedang dan plastik wrap, karena koper saya nggak punya cover (penutup), demi perawatan (ciileh), saya tadinya mau me-wrapping semua bagian koper. Tapi, karena ada baju ganti yang mau diambil, diakali dengan menggunakan plastik sampah tersebut, cukup tebal dan bisa diikat atau di plester agar mudah dibuka.
    • Plastik sampah tadi dilobangi sesuai ukuran roda dan mengikuti bentuk gagangan dan bagian jinjingan koper. Ujung-ujung plastik dirapikan dan diplester dengan plester yang cukup nempel atau diikat saja lebih praktis.
    • Plastik wrapping  digunakan jika sudah tidak ada lagi barang yang diambil (terinspirasi saat ngantri check-in di Bandara Kuala Lumpur, ada beberapa penumpang sibuk melilitkan plastik wrap ke kopernya masing-masing. Saat itu saya pikir, “ide cemerlang yaa” 😊👍👍).

Palembayan-Bukittinggi

Untuk mengejar waktu, kami berangkat dengan motor dari Palembayan. Harusnya pukul 6 teng sudah jalan, tapi biasalah jam karet emang susah dibenerin, walhasil sekitar 06:30 baru jalan.

Alhamdulillah.. Perjalanan hari ini lancar, walaupun sempat kena macet di beberapa tempat, kami tiba sekitar jam 8-an di Loket NPM Bukittinggi, sudah ada 2 bus yang stanbye yang kami kira bus sayalah salah satunya.


7 Juni 2019 (Bukittinggi)

Setelah melunasi tiket (sebelumnya baru bayar DP karena pada waktu itu harga angkutan umum lebaran belum ditentukan, tapi syukurnya nama saya sudah dimasukkan ke dalam sistim), saya diinfokan oleh agen bahwa bus yang akan saya naiki sedang on the way dari Payakumbuh, beliau juga mengingatkan plat bus yang akan saya naiki.

Menjelang Naik Bus

Karena masih ada waktu, kami beli oleh-oleh dulu, kali ini saya direkomendasiin di Sanjai Balado Ummi Ulfa Hakim yang katanya enak dan ada diskon 10% untuk pembelian banyak, haha.. (bukan iklan yaa..). Pas banget, disini disediain air mineral kemasan gelas gratis, lumayan buat di jalan ntar, hee..

Setelah itu saya beli air minum kemasan, yang isi 600 ml 1 botol dan kemasan 1500 ml 2 botol. Mungkin di jalan bakal ada yang jual air mineral kemasan, tapi selagi saya punya tempat untuk menaruh dan takutnya bakal lama di jalan hingga sampai di tempat persinggahan nantinya, tak ada salahnya bersiap-siap dulu.. Lagian, yang terpenting adalah untuk mencegah dehidrasi dalam perjalanan.*

Lamaa menunggu.. Menunggu kali ini bukannya membosankan, tapi deg-degan!! Tiap ada pengumuman saya langsung pasang kuping. Kami kasak-kusuk takut missed infomasi. Biar pasti, saya bertanya langsung ke agen, karena udah mau jam 9, tapi busnya tak kunjung datang.. Waaa, ternyata & ternyata bus yang akan saya naiki sedang terjebak macet!! Yah, nggak papa lah, namanya juga H+1 lebaran.. Yang penting udah tau infonya, tinggal menanti dengan sabar.

Walaupun pagi tak sempat makan dan di saat menunggu inipun serba belum jelas dan tak efektif untuk makan, saya tetap tenang, karena udah ada onigiri  yang tinggal dibuka 1/1 dikala lapar nanti.

Naik Armada Baru Bus NPM

Setengah sepuluhan, akhirnya bus dengan plat yang sesuai dengan yang ada di tiket saya datang, Alhamdulillah.. Busnya armada barrruuu euy, senengnyaaa… Eits, saya duduk di bangku no. 1 doong (pamer), hahaha.. Berasa gimanaa gitu, seneng bangeeet.. Semoga perjalanan nanti aman dan lancar, selamat sampai di tujuan, Aamiin ya Rhabb..

Awalnya saya sempat protes, “kok udah ada penumpangnya di bangku no. 1??” Ternyata, itu penumpang dari Payakumbuh yang bakal transit setelah ini. Saya memberitahukan ke crew  dan langsung dibantu.

Sayangnya, koper saya nggak muat di kabin bus. Udah gitu, dikasih tau penumpang lain kalo itu kabin cuma boleh dipake oleh crew bus. “Are?! Sejak kapan??” Saya mau konfirmasi langsung ke crew bus, tapi karena melihat mereka lagi sibuk banget, akhirnya saya memutuskan untuk menaruh koper di bagasi dan 2 tas lainnya di sisi kiri kaki saya ples oleh-oleh di bawah bangku.

Fasilitas Armada Baru Bus NPM

Tipe bus ini adalah AC Executive, jadi so pasti ada AC-nya dan juga dilengkapi dengan lampu baca. Seperti kebanyakan bus antar provinsi, di bagian paling belakang disediakan toilet.

Busnya nyaman banget.. Dekorasinya juga OK. Sekarang udah ada tempat kabel datanya yang kayaknya bisa dipake buat mengecas HP.. Jadi nggak perlu manyun lagi dah ngantri nungguin penumpang yang lebih dulu ngecas HP di tempat persinggahan nanti, asiik..

Karena saya paling depan, nggak bakal takut jatuh atau tergelincir, karena ada pembatasnya. Jarak antar kursi juga cukup lebar. Tak lupa pasang sabuk pengaman dulu..

“Bapisah Bukannyo Bacarai”

Keluarga adalah rumah.. Yah, kali inipun harus meninggalkan rumah, merantau.. Dalam derai tawa akhirnya berubah suasana menjadi haru-biru.. “Bapisah bukannyo bacarai“, pas banget di bus ada lagu ini jadi sountrack perpisahan saya dengan keluarga, dan mereka para penumpang lainnya dengan keluarganya.


7 Juni 2019 (Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi)

  • 09:46 Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi.
    • Diumumin oleh Sitokar (Kenek) “silahkan mengecas HP dengan kabel data di konektor masing-masing tempat duduk selagi nyala” (Saya kira, nyala maksudnya selagi mesin bus hidup. Dan, mati sepeti AC kalau mesin busnya mati).
  • ………. Di Padang Luar Macet bangett..
  • 11:02 Terminal Padang Panjang. Beli sala lauak, enak & ekonomis Rp 10.000,-/13pc.
  • 11:16 Berangkat..
  • 12:31 Masuk Solok setelah melewati Batu Sangkar
  • 13:27 Tepi Danau Singkarak. Rame banget yang berwisata-ria 🤩
  • 14:25 Terminal Solok
  • 15:03 Selamat Datang di Sawah Lunto
  • 15:42 DPRD Kab. Sijunjung, bangunannya keren yaa..
  • 17:31 Bus isi minyak di SPBU, sementara penumpang langsung makan di Rumah Makan Umega Gunung Medan.
    • Padahal ya, udah kali keberapa singgah disini, tapi pas ada yang bilang Rumah Makan Gunung Padang malah bingung, lupa-lupa inget gitu, yang diingat banget cuma Rumah Makan Umega doang, padahal dua-duanya satu tempat, mungkin beberapa orang sering menyebut penggalan-penggalannya.
    • Disini ada kamar mandi & TOILET yang sepertinya bayar Rp 2.000,-/orang.
    • Tadinya mau nunggu Maghrib dulu, eh sekitar 5 menitan lagi menjelang Maghrib, penumpang dengan plat bus yang saya naiki sudah dihimbau untuk naik bus karena akan berangkat.
  • 18:11 Berangkat.. Menunggu penumpang yang masih belum naik.
  • 18:18 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 2
  • ……… Saya mencoba mengecas HP nggak masuk-masuk dayanya. Sore tadi juga demikian. Karena saya terlihat mengecas HP, Bapak disamping saya juga ikutan, samaaa… nggak masuk dayanya. Dengan bingung  saya bilang ke Kenek. Walhasil, saya malah diomelin, wkwkwk… Ternyata, siang tadi sopir bilang ngecas selagi nyala itu cuma berlaku di siang hari, malam memang nggak bisa ngecas…

8 Juni 2019 (Perjalanan Panjang)

  • 00:~ Rumah Makan Budi Setia Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
    • Ada kamar mandi & TOILET, sepertinya bayarnya sama dengan yang sebelumnya: Rp 2.000,-
    • Disini saya beli teh hangat Rp 5.000,-/bungkus. Kali ini saya pesan ke si Uda minta ditambahin air biasa. Alhamdulillah, memang anget, juga nggak terlalu manis. Karena saya trauma dulu sewaktu perjalanan ke Bengkulu, saya pernah pesan teh hangat dikasih teh panas, saya nggak cek dulu dan langsung minum aja sampe bikin lidah mati rasa..
  • 01:26 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 1
    • Kalau dipikir-pikir pasti sulit ya jadi sopir bus antar provinsi gitu.. Kita aja naik bus, bisa langsung tepar, gimana mereka bisa nyala ya matanya selama itu dan pasti butuh konsentrasi yang sangat tinggi buat nyetir di tengah keheningan (makluuum, kalo udah tengah malam para penumpang pada tepar, termasuk yang tadinya teman ngobrol si sopir disampingnya, senyaaap..).
  • 05:11 Masjid Al Ikhlas Desa Ulak Lebar, Lahat
  • 05:45 Berangkat..
  • 06:21 Bus isi minyak di SPBU
  • 06:31 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 06:33 Rumah Makan Sumbar Jaya.
    • Kamar mandi & TOILET bayar Rp 2.000,-
    • Penumpang diminta turun semua oleh Kenek, karena bus akan dibersihkan.
  • 07:20 Berangkat..
    • Diingetin Kenek buat yang mau ngecas HP udah bisa dari sekarang, selagi dinyalakan, malam udah nggak bisa. Kami juga diminta membuka lebar AC biar nggak dimandiin oleh tetesan air AC-nya.
  • 07:36 Kab. Muara Enim
  • 09:00 Selamat datang di Desa Gunung Meraksa
  • 09:16 Selamat datang di Desa tn kurung
  • 10:32 Melewati Masjid Muslimin Baturaja, Kota OKU (Ogan Komering Ulu)
  • 11:24 Terminal M…. (saya lupa namanya)
  • ……… Onigiri terakir
  • 11:41 Melewati Tanjung Raja Giha
  • 12:41 RM Wisata Minang Way Kanan
    • Kamar mandi & TOILET Rp 2.000,-
    • Tadinya saya mau beli soto, tapi.. kayaknya nggak usah aja, masih kenyang.. Lagian, masih ada cemilan berat di dalam tas, jadi nggak pusing-pusing amatlah kalua nanti laper.
    • Rencana saya mau ambil koper, mau ganti baju.. Keneknya dengan ramah udah bilang siang ini bakal diambilkan dari bagasi. Tapi.. beliau lagi sibuk bersihin bus. Saya putuskan ntar sore aja deh..
    • Saya juga baru ngeh, kayaknya tiap berhenti di rumah makan, Keneknya selalu bersihin bus yaa?! Nggak sopir nggak kenek, luar biasa ya.. Disitu saya menyadari setiap orang profesional di profesinya masing-masing; Apapun itu, layak dihargai.
    • Sambil menunggu Kenek bersihin bus, saya duduk di beranda rumah makan bersama dengan penumpang bus yang lain. Saya bercerita dengan satu penumpang, kemudian datang penumpang lainnya, eh juga nimbrung sopir kami. Disitu saya dapat banyak informasi yang nggak disangka-sangka. Adaaa aja topik percakapan yang nggak bakal usai kalau kami belum dipanggil untuk segera naik bus. Begitulah, bangganya kita sebagai orang Indonesia, berbagai suku bangsa dan ras, tapi kalau udah ketemu udah seperti ketemu handai taulan; padahal nggak kenal sama sekali.
  • 13:20 Berangkat.. Ganti Sopir 1
  • 14:10 Bukit Kemuning Indah, Lampung
  • 15:08 Melewati Masjid Jami’ Ibnu Rusyd Kotabumi
  • 15:22 Selamat jalan dari Kotabumi
  • 16:15 Selamat jalan dari Kab. Lampung Utara
  • 16:30 Macet panjaaang karena ada kecelakaan di Jl. Lintas Tengah Sumatera
  • ……… Berpas-pasan dengan bus antar provinsi lainnya, sopirnya saling bersilaturrahim, lama tak liat moment begini.. 
  • 16:59 Melewati kecelakaan mobil, bagian depan kedua mobil bonyok, semoga nggak ada korban jiwa, Aamiin..
  • 17:14 Di simpang masuk tol, lancaaar…
  • 17:16 Di seberang gerbang tol
  • 17:37 Gerbang Tol Gunung Sugih
  • 18:05 Simpang Natar
  • 18:07 SPBU Natar, isi minyak
  • 18:19 Berangkat..
  • 18:48 Sopir nanyain ke penjaga tol, “kok tol bisa macet?”, masih ada pengemudi yang bayar cash (are?!)
  • 19:~ RM Wisata Minang
    • Nasi diambilkan, lauk ambil sendiri, nanti langsung dihitung harganya oleh karyawan rumah makan dan kita terima kertas bertuliskan harga makanan yang kita ambil.
    • Saya makan dengan gulai ampela & gulai kacang panjang, Rp 35.000,-
    • Kamar Mandi & TOILET Rp 2.000,-
  • 20:18 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 20:38 Gerbang Tol Bakauheni Utara. Sepii..
  • 20:43 Gerbang Tol Bakauheni Selatan. Antrian puanjaaaang… Mengular!
  • 21:45 Dermaga Reguler.
    • Diumumin oleh Kenek “15 menit sebelum kapal bersandar, penumpang harus cari bus sendiri dan langsung naik. Apalagi buat yang nonton dangdutan, karena keasyikan nyawer jadi lupa nyari bus” (emang di kapal ferry juga ada orgentnya?? Saya kaget, lho.. Maklum, ini Perdana naik kapal penyebrangan Sumatera-Jawa)
    • Saya sibuk men-searcing  nanti bakal di luar kapal atau ada ruangan khusus penumpang. Saya membayangkan, di bus yang ber-AC ini aja udah dingin, apalagi di kapal penyeberangan di malam hari, kalua di luar?! Modal saya kan cuma sweater  wol ini doang?! Kinchoushimasu…
  • 22:00 Gerbang Penyeberangan
    • A&B 5-7 meter 774.000
  • 22:22 Masuk ke dermaga kapal
  • 22:30 Antri siap-siap naik kapal
    • Setelah 1/1 mobil diatur masuk parkiran di dalam kapal, kami turun dan langsung ke lantai atas kapal.
    • Di lantai 1 ramee… Saya bareng Bapak yang duduk di sebelah saya. Saya bertanya ke beliau yang katanya dulu sekali pernah naik Bus Bukittinggi-Jakarta, “Pak, kita harus berdiri dimana aja nih?” Si Bapak bilang, “Terserah, boleh di mana aja di kapal ini”. Lalu kami ke lantai 2.
    • Di lantai 2 nggak kalah ramee.. Ada bangku-bangku di ruangan lepas yang mirip bangku nungguin obat di Rumah Sakit jaman dulu, pas pula ada loketnya di depan.
    • Sebelum naik tangga lagi ke lantai 3, kami melewati ruangan executive yang yang tertera nominal Rp 10.000,- di pintunya. Lanjut ke lantai 3.
    • Lantai 3 apalagi?! Ada yang tidur.. Ada yang piknik.. Saya hanya melongo, kaget, di luar ekspektasi.. Cuaca juga nggak dingin, biasa aja, yang ada malah berangin, kenceng.. Jalan kapalnya juga sellow..
    • Menurut info dari penumpang lain (maklum, saya nempel siapa aja kemana aja, takut ditinggal bus. Entah kapan itu 15 menit sebelum kapal merapat. Entah bagaimana cara saya mastiin kapan kapal ini merapat), perkiraan waktu penyeberangan sekitar 2 jam.
    • Di lantai 3 kapal ini, bagian paling atas yang terbuka. Disini ada beberapa kursi sekitar 2-4 gitu di beberapa titik. Kebanyakan penumpang tidur dialasi koran dan ada juga yang meleseh sambal piknik.
    • Si Bapak ketemu penumpang lainnya dan mempersilahkan saya (yang udah ketemu Ibu-ibu yang satu bus dengan kami) untuk pergi kemana aja sesukanya.
    • Karena kebaikan hati beberapa penumpang, saya dan si Ibu dikasih tempat duduk. Ketemu orang baru dapat informasi baru.
    • Ternyata, kapal ini tak hanya menyediakan ruangan executive saja tapi juga ada kamar, ada yang 3-4 orang dalam 1 kamar.. Dan, harganya juga ekonomis.
    • Saya pikir, tikar yang dipakai para penumpang itu disewa dan koran memang sengaja dibawa dari rumah; eh sebaliknya, koran itu dibeli seharga Rp 1.000,-/lembar di kapal, ada yang menjualnya, suka nawarin. Tikar sengaja dibawa penumpang dari rumah masing-masing. Luarrr biasah..
    • Sayangnya, saya sebenernya agak miris pas dikasih tau kalau koran itu dibiarin gitu aja diterbangin angin ke laut..
    • Saya kira udah lama kami berlayar, eh sejampun belum sampai. Mulai jenuh…
    • Saya tanya si Ibu “Buk, memang disini beneran ada saweran gitu?!” Beliau bilang ada di lantai 2. Kamipun bergerak kesana. Saking penuhnya, massih Alhamdulillah kami bida dapat bangku 1 berdua.
    • Saya celingak-celinguk ples nanya si Ibu, “musik orgen-nya doang ya Buk, penyanyinya nggak ada ya?!” Si Ibu langsung nunjuk “Tuuh”. Saya liat ke arah tunjuk si Ibu, oalaaah.. penyanyinya pindah-pindah ternyata dan ada beberapa orang.. Apresiasi, pakaiannya sopan kok, jauh dari image saweran yang pernah saya dengar. Sayangnya, penumpang kurang menjaga kebersihan, di dekat tempat saya duduk ada tumpahan minuman dan makanan lainnya; padahal fasilitasnya udah cukup bagus, harusnya bersama-sama memeliharanya.
    • Cuma beberapa menit kami duduk disitu, memutuskan untuk ke lantai 1 aja. Sebelum turun kami melewati TOILET, bersih..
    • Saya masih bingung, kapan kami harus naik bus? Kapan kapal bersandar? Gimana cara mengetahuinya?? Si Ibu yang udah sering bolak-balik Padang-Jakarta PP bilang, ntar kalo udah bunyi klakson kapalnya, kita baru turun.. (Setidaknya saya bareng orang yang udah berpengalaman, jadi sedikit merasa aman)
    • Tak lama, si Bapak bergabung dengan kami. Dan, bener! Setelah kapal membunyikan klaksonnya, kami turun bareng, rameee ternyata.. Alhamdulillah tertib dan terkendali..

9 Juni 2019 (Akhir dari Perjalanan, Awal Baru Perantauan)

  • 00:40 Naik bus
  • 01:~   Berangkat.. Masih Sopir 2
  • 01:12 Rumah Makan Rajawali. Singgah sebentar menurunkan penumpang.
  • 01:23 Gerbang Tol Merak
  • 02:10 Gerbang Tol Cikupa
  • 02:42 Kali Deres
  • 03:30 Terminal Pulo Gebang

Perpisahan demi Perpisahan

Setelah mengambil bagasi, saya bersama penumpang lainnya dan juga crew bus saling mengucapkan salam perpisahan, tak sedikit guyonan-guyonan konyol mewarnai perpisahan kami. Bagi saya, ini adalah salah satu perjalanan terbaik saya selama ini. New friend, new family, new life. Ada yang ke transit ke Bogor, ada yang menuju Bekasi dan wilayah lainnya.

Pilihan Terbaik

Saya menuju lantai dasar tempat akses transportasi umum (becak, ojek), taxi, transportasi online. Saya memilih menggunakan transportasi online dan pas saya cek harganyaaa… WOW!! (Yah, maklum sih, dini hari soalnya).

Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih nongkrong di mushalla dulu yang masih di lantai dasar dan tidak jauh dari pintu keluar. Dan, Alhamdulillah, ini adalah pilihan terbaik.

Mushalla di Terminal Pulo Gebang

Kebetulan, di sisi kiri pintu masuk mushalla, ada penjaga tempat penitipan barangnya. Saya bingung nyari TOILET. Dengan ramah, dia menunjukkan jalan dan menawari saya untuk menitipkan barang; dengan senang hati, saya merasa sangat terbantu. Saya mengambil nomer penitipan dan segera berlalu.

Di TOILET, saya bingung, kok nggak ada tempat wudlunya ya?! Ternyata, di dalam mushalla, terpisah dari TOILET. Mushallanya cukup nyaman..

Entah karena masuk mushalla, atau memang karena kecapek-an, gilaaa saya ngantuk berrraatttt… Dilihat jam, Subuh masih 1 jam-an lagi… Galau, antara pulang sekarang atau nunggu abis Subuh aja. Dan, pilihannya abis Subuh aja.

Keluar dari mushalla, saya mengambil barang di penitipan. Petugasnya udah beda, tapi sama-sama ramah.. Saya menanyakan apakah penitipannya bayar dan berapa nominalnya, ternyata gratis!! Cukup dengan mengembalikan nomer yang diterima tadi. Petugas hanya menyampaikan kalau pengunjung mau silahkan bersedekah sambil menunjuk tempat khusus Infaq yang tersedia dan kalau tidak, tidak apa-apa.

Sesi Akhir Perjalanan Bukittinggi-Jakarta

Saya pesan transportasi online dan Alhamdulillah dengan lancar melaju sampai tujuan.


Hikmah

  • Persiapan. Memang ribet diawal, tapi nyaman banget kalau udah dijalan. Mungkin masing-masing kita punya versi persiapan masing-masing. Tapi, dari beberapa perjalanan saya selama ini dengan menggunakan Bus (ada yang ke Padang-Bengkulu, Bukittinggi-Bengkulu, Padang-Medan, atau Jakarta-Jogja), inilah perjalanan paling panjang (Bukittinggi-Jakarta) dan paling praktis, karena jaraknya yang jauh tapi memiliki persiapan yang OK.
    • Terus terang, persiapan kali ini juga banyak yang bantu, kalau sendirian kadang memang seadanya apalagi dengan waktu yang udah mepet; tapi, kalau lagi banyak waktu luang, persiapan seabrek itu bisa real juga kok, tinggal dibikin list aja.
  • Riasan. Selama perjalanan tidak perlu menggunakan riasan berlebihan. Yang penting, cuci muka dipersinggahan dan gunakan pelembab wajah agar tidak kering. 
  • Kontrol Diri.  Namanya juga perjalanan jauh ketemu banyak orang. Ada yang berpendidikan tinggi, ada juga yang preman; ada yang ngomongnya tertata, ada juga yang asal omong. Jangan mudah terbawa emosi ketika mendengar celetukan-celetukan ‘bahasa tarzan’, senyumin aja dan nikmati perjalanan dengan positive thinking, let it flow, calm down. Orang akan melihat dengan siapa dia berkomunikasi dan pada akhirnya akan menghargai yang memang patut dihargai. Bebaskan diri untuk berinteraksi dalam batasnya dan berkomunikasilah dengan baik dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
  • Jaga Makan. Hanya karena mau jalan jauh bukan berarti harus makan berlebihan atau sama sekali nggak makan. Makan saja secukupnya.
  • Enjoy. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya yang full camera, sana-sini jepret. Tanpa ketergantungan terhadap kamera dan sosmed, ternyata perjalanan lebih dinikmati.

Advertisements

Nongkrong Seru di Perpusnas

Hayo looo.. Siapa yang belum pernah mampir kesini? Nggak ada salahnya ngeluangin waktu dan nyobain mampir barang sekali-kali, dijamin nagih!! Gimana enggak, tempatnya nyaman bangett..

Biasanya, kalau udah ngedenger kosakata ‘pustaka’ pasti bakal ngebayangin tempat yang monoton dengan segudang buku yang bikin para non-kutu buku uring-uringan dan lebih memilih bersantai-ria ditemanin gadget. Tapi NO buat Perpusnas.

Apa bedanya??

Dari gedungnya aja udah unik, di pelataran perpusnas didesain santai, masuk ke lobi suasananya adem dan menarik pengunjung untuk melihat lantai demi lantai, ada loker penyimpanan barang, ada cafe, daaaan… banyak lagi yang pokoknya sangat menarik!

*

Jangan bilang masih ada yang belum tau apa itu Perpusnas. Tapi kalau belum taupun juga nggak masalah, bakal dikasih tau kok.

Perpusnas itu singkatan dari Perpustakaan Nasional. Pustaka yang dimaksud adalah Perpustakaan Nasional RI.

Untuk lokasi, mungkin banyak yang lebih familiar dengan Perpusnas yang lama di Salemba. Tapi, akhir tahun 2018 lalu sudah dibangun ulang gedung Perpusnas yang baru dan ada hingga saat ini di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, RT.11/RW.2, Gambir, Senen, Jakarta.

Akses

Lokasi bisa diakses dengan Busway (Trans Jakarta). Ambil rute Monas dan turun di depan Balai Kota. Bajet sangat ekonomis Rp 3.500,- saja.

Dari halte sudah tampak gedungnya yang khas. Nyeberang. Bila lampu lalu lintas belum menunjukkan gambar pejalan kaki berwarna hijau, tekan tombol yang ada di tiang lampu merah, tunggu sampai icon pejalan kaki muncul.

Cara Masuk

Sampai di seberang, ada gedung bertuliskan PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Masuk ke gedung bergaya Belanda, ikuti pemeriksaan dari security di pintu masuk. Biasanya, petugas bakal minta pengunjung untuk membuka tas bawaan buat diperiksa, kemudian masuk dengan melewati mesin pendeteksi (mirip screening sewaktu check-in di bandara).

Di gedung ala tempoe doeloe ini, ada foto-foto Presiden Jokowi beserta berbagai koleksi foto kunjungan resmi, ada miniatur digital dan modern, dll. Ini menarik dan pastinya gratis!

Keluar dari gedung, jalan beberapa langkah memasuki pelataran gedung Perpusnas. Masuk ke lobi.

Loker Penyimpanan

Di lobi, titipkan bawaan di sebelah kanan pintu masuk. Penitipan terbagi 2, jadi kalau di depan penuh, jangan kuatir, masih ada satu lagi di sayap kanan sebelah belakang.

Terima kunci loker dari staf di meja penitipan. Khusus bagi pengunjung yang membawa laptop atau notebook, dipinjamkan tas transparan. Bawa barang-barang berharga dan seperlunya, kemudian sisanya masukin loker.

Masing-masing loker ada nomornya. Dan, pengunjung makin dipermudah dengan adanya informasi pengelompokan nomor loker yang ditempel di loker yang terdekat dengan pintu masuk. Misal, nomor kita 53, tinggal lihat di deretan 1-100.

Setelah selesai, ambil barang, kunci loker dan tas transparan laptop tinggal dikembalikan pada staf di meja penitipan.

Layanan

Gedung Perpusnas terdiri dari 24 lantai yang memiliki fungsi masing-masing di setiap lantainya. Berikut layanan yang dimaksud.

  • Lantai 1 Lobi Hall & Display
  • Lantai 2 Layanan Keanggotaan & Penelusuran Informasi
  • Lantai 3 Zona Promosi Budaya Gemar Membaca
  • Lantai 4 Area Pameran & Kantin
  • Lantai 5 Perkantoran
  • Lantai 6
    • Data Center
    • Mushalla
  • Lantai 7 Layanan Koleksi Anak, Lansia & Disabilitas
  • Lantai 8 Layanan Koleksi Audiovisual
  • Lantai 9 Layanan Koleksi Naskah Nusantara
  • Lantai 10 Penyimpanan Koleksi Deposit
  • Lantai 11 Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
  • Lantai 12 Ruang Baca Koleksi Deposit.
  • Lantai 12A Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup.
  • Lantai 14 Layanan Koleksi Buku Langka
  • Lantai 15 Layanan Koleksi Referens
  • Lantai 16 Layanan Koleksi Foto, Peta & Lukisan
  • Lantai 17 AIPI
  • Lantai 18 AIPI
  • Lantai 19 Layanan Multimedia
  • Lantai 20
    • Layanan Koleksi Berkala Mutakhir
    • Layanan Koleksi Manca Negara dan Ilmu Perpustakaan
  • Lantai 21 Layanan Koleksi Monograf Terbuka [KLAS 000 – 499]
  • Lantai 22 Layanan Kokeksi Monograf Terbuka [KLAS 500 – 999]
  • Lantai 23 Layanan Koleksi Majalah Terjilid
  • Lantai 24 Layanan Koleksi Budaya Nusantara & Eksekutif Lounge

Pendaftaran & Kartu Keanggotaan

Pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota Perpusnas di lantai 2. Disini tersedia beberapa komputer yang cukup banyak untuk pendaftaran mandiri dan gratis.

  • Tempat pendaftaran ini ada di sebelah kiri keluar dari area lift. Langsung saja menuju komputer. Yang perlu disediakan adalah KTP.
  • Isi biodata, terutama yang dikasih bintang: *(Wajib diisi).
  • Setelah selesai, klik DAFTAR.
  • Ambil nomer antrian yang dicetak otomatis disamping komputer.
  • Antri dan tunggu dipanggil sesuai nomer antrian (mirip dengan antrean di Bank).
  • Apabila sudah dipanggil, duduk sesuai konter yang telah ditentukan (nomor antri dan posisi konter ada di layar TV ukuran sedang di bagian atas konter).
    • Catatan: tidak boleh memindahkan kursi dari tempat awal, walaupun hanya bergeser sedikit saja.
  • Di konter, bakal ditanya nama ibu kandung, dilakukan pengambilan foto dan cetak kartu.
  • Kartu bisa langsung jadi dan pengunjung sudah menjadi anggota Perpusnas.

Mudah, kan?! Akan lebih mudah lagi buat pengunjung yang sebelumnya sudah pernah menjadi anggota perpusnas (di gedung lama). Tinggal konfirmasi ke meja informasi, dengan ramah staf akan memandu menuju konter untuk cetak ulang kartu, tapi tetep kudu ngantri yaa..

Sementara, walaupun sudah memiliki kartu keanggotaan di Perpusnas ini, sayang sekali layanan peminjaman buku memang belum tersedia, pengunjung masih belum bisa meminjam buku untuk dibawa pulang.

“Apa gunanya dong punya kartu anggota?” Menurut salah satu staf, gunanya untuk penggunaan layanan multi media dan masuk ke beberapa layanan koleksi lainnya.

Ruang Baca Umum

Ruang baca umum ada di lantai 21 & 22. Disini koleksi buku-buku buanyaak..

Buat para non-kutu buku, silahkan dicoba. Tempat ini beda jauh dari pustaka yang selama ini sering kita datangi.

Udah gitu, suasananya nyamaaan bangett seolah membius pengunjung untuk berlama-lama nongkrong sampai lupa waktu.

Saking betahnya, kan biasanya di 30 menit sebelum jam kunjungan berakhir suka diumumkan kalau perpus akan tutup di jam bla bla bla, bahkan di detik-detik terakhirpun pengunjung masih saja nempel di posisinya dan mulai bergegas ngantri di lift setelah staf beres-beres.

Nonton Bareng

Bagi penikmat film, jangan sampai lewatin yang satu ini. Jadi ceritanya ke Perpusnas itu nggak melulu soal baca buku, tapi juga NOBAR alias Nonton Bareng.

Untuk jadwal film bisa dilihat di lobi, sebelah kiri sebelum masuk area lift. Kita bisa nonton film yang telah disediakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Fasilitas

Tak hanya aneka koleksinya yang luar biasa menarik, Perpusnas juga memanjakan pengunjungnya dengan akses free wi-fi yang cepat. Bagi yang belum tau pasword-nya bisa ditanyakan ke bagian informasi yang ada di lantai tersebut (biasanya ada di depan area lift).

Bagi yang muslim, bisa shalat di lantai 6. Mushallanya bersih dan nyaman… TOILETnya ada di luar, tapi untuk berwudlu ada tempat khusus disediakan di dalam mushalla. Mushalla dipisah dengan pembatas antara perempuan dan laki-laki. Di luar mushalla ada kursi yang dibagian bawahnya bisa menaruh sepatu. Ada beberapa sofa juga untuk duduk-duduk.

Masing banyak lagi fasilitas lainnya yang tak bisa disebutkan 1/1. Mungkin bisa teman-teman lihat sendiri saat berkunjung nanti.

Jadwal Operasional

Perpusnas buka setiap hari, kecuali hari libur nasional (termasuk hari besar) dan cuti bersama.

  • Senin-Kamis 08.30-18.00 WIB
  • Jum’at 09.00-18.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 500
  • Sabtu-Minggu 09.00-16.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 400

Gallery

Catatan

Di Bulan Ramadhan 1440H/2019, Perpusnas memiliki jadwal berbeda. Terhitung dari tanggal 26 April 2019:

  • Senin-Kamis 07.30-14.30 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB
  • Jum’at 07.30-15.00 WIB
    • Jam istirahat 11.30-12.30 WIB
  • Sabtu-Minggu 08.30-14.00 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB

Adanya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019 ini, Perpusnas tutup dari tanggal 1-9 Juni dan buka kembali pada tanggal 10 Juni.

Related Link

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

  • Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
  • Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
  • Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
  • Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
  • Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s).
  • Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000).
  • Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
  • Masukkan No. HP dan pilih NEXT
  • Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment MethodDEBIT/CREDIT CARDPREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
  • Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
  • Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
  • Sentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
  • Sentuh Search.
  • Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
  • Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
  • Sentuh kolom Continue.
  • Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
  • Untuk payment, pilih Online PaymentIndirect PaymentVirtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
  • Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
  • Klik Confirm.
  • Lengkapi data kartu debit/kredit.
  • Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
  • Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
  • Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
  • Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

Gado-gado ala Buk Mar

Membayangkan gado-gado pastinya membawa kita pada aneka sayuran yang telah direbus dan dikuahi dengan kuah kacang yang khas. Dikombinasikan dengan tahu dan tempe, kemudian ditaburi dengan bawang goreng nan gurih dan dengan toping kerupuk nan krispi.

Buat yang sedang berada di area sekitar Terminal Kampung Melayu, bisa membeli gado-gado yang saya maksud di Jl. Otista 1A RT.6/RW.1 no. 12. Gado-gado ini tidak memiliki merk, jadi saya sebut saja sebagai gado-gado ala Buk Mar, sesuai dengan nama penjualnya.

Para pendatang banyak yang tak mengira kalau tempat yang pernah dilewatinya ternyata gado-gado Buk Mar. Lokasinya ada di samping rumah beliau, yang juga di pinggir jalan perumahan setempat, menepi sebuah meja ukuran sedang dengan sebuah lemari kaca kecil dan ulekan diatasnya.

Rumah Buk Mar hanya berjarak sekitar satu rumah dari Masjid Muhammadiyah Al-Ishlah. Jadi jangan heran, gado-gado ini, bahkan juga kredok; bakal laris-manis, terutama di hari jum’at.

Buk Mar membuka warung mungilnya setiap hari, mulai dari pukul 07:30 WIB sampai dagangannya habis.

Porsi gado-gado yang beliau jual menurut saya cukup gede, bisa untuk makan 2 orang. Bisa request level pedas. Dan, harganya ekonomis! Rp 8.000,-/porsi.

Resep Gado-gado ala Buk Mar

Mau tau resep gado-gado ala Buk Mar? Ini dia:

Bahan

  • Cabe keriting & rawit
  • Garam
  • Terasi
  • Air jeruk
  • Kacang yang telah digiling halus
  • Gula aren
  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Sayur rebus: Kol, kangkung, toge, kacang panjang, labu siam (sayur japan)
  • Bawang goreng
  • Kerupuk

Alat

  • Set ulekan/cobek/batu giling cabe rawit, cabe keriting, garam dan terasi secukupnya sampai halus.
  • Tambahkan kacang giling, gula aren dan air jeruk sesuai selera.
  • Ulek/giling hingga halus dan aduk rata.
  • Potong tempe dan tahu. Tambahkan sayur rebus.
  • Aduk rata.
  • Pindahkan ke wadah.
  • Taburi dengan bawang goreng.
  • Tambahkan kerupuk.
  • Sajikan.

Cara

  • Ulek/giling cabe
  • Spatula
  • Wadah

Kamus

  • Gado-gado = Sayur rebus yang dikuahi dengan saus kacang.
  • Kredok = Mirip dengan gado-gado, hanya saja bahannya adalah sayur mentah.

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar (soon)
  • Youtube: Olha Chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar

Kue Keranjang

Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

“Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

“Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

Gallery

Referensi

  • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

Bakso Lontong di Kampung Melayu

Buat pecinta bakso malang, kudu nyobain menu yang satu ini. Beda!!

Bakso malang versi ini tidak pake mie, tapi pake lontong. Makanya gerobak bakso ini dinamai dengan Bakso Lontong.

Seporsi lengkap terdiri dari bakso, tahu bakso, tahu rebus, sejenis pangsit rebus atau dimsum berisi aci, dan lontong; ditambah dengan toping pangsit goreng. (Ngeliat aja udah ngiller 😋👍👍)

Uniknya, ketika minta “nggak pake micin ya, bang”. Dengan ramah abang tukang bakso optimis ngejawab “emang enggak pake micin” Luar biasa!! Udah enak, harga ekonomis, sehat lagi 😁👍👍

Dengan merogoh kocek Rp 12.000,- saja, semangkok bakso lontong bisa dilahap, maknyus!! Pembelipun boleh request, mau kombinasi yang mana aja (harga berubah sesuai kombinasi yang diminta).

Bakso nan laris manis ini suka mangkal di depan Alfamart J810 Jatinegara Barat 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bagi yang penasaran, kudu datang kesini pukul 1-an, karena abangnya cuma mangkal dari jam 1 s/d jam 2 doang.

Gallery

Mesjid Di Mall Blok M Square Jakarta

Buat yang muslim, tidak perlu khawatir saat harus melaksanakan ibadah ketika shoping ataupun hanging out di Mall Blok M Square, Jakarta; karena di lantai 7 bisa ditemukan mesjid nan megah ini. Tempatnya bersih dan sangat nyaman. Uniknya, di perkarangan mesjid dibangun replika bangunan Ka’bah lengkap dengan hajar aswad-nya.

Catatan

  • Ka’bah merupakan bait suci umat muslim yang terletak di Masjidil Haram, Mekah.
  • Hajar aswad diyakini umat Islam sebagai batu yang berasal dari surga. Batu ini ditemukan oleh Nabi Ismail dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim. Awalnya, batu ini bercahaya menerangi jazirah Arab. Seiring berjalannya waktu, cahayanya meredup dan bati tersebut berubah warna menjadi hitam, namun wanginya masih tetap alami (Hajar Aswad, diakses dari Wikipedia pada 18 September 2016).

Gallery

Serabi Betawi (KUE APE)

Serabi Betawi dan Serabi Solo bentuknya mirip, bukan?! Sama-sama terbuat dari bahan dasar tepung beras. Bedanya, Serabi Betawi lebih kering dan pinggirannya lebih cruncy.

Buat yang di Bukittinggi, Sumatera Barat; makanan tradisional Betawi ini bisa dibeli di depan Mesjid Raya Bukittinggi. Harganya cukup ekonomis Rp 2.000,-/kue, tersedia dalam rasa pandan.

Sepatu Butut Nan Cantik

Sepatu butut nan cantik ini adalah sahabat setia dalam perjalanan menuju Jepang. Banyak hal, suka & duka, telah kami lalui bersama. Sayangnya, karena kesibukan, mulai lupa nasib si cantik, dan.. lupa bahwa dia terbuat dari bahan baku kulit nan halus, tanpa sadar sang parasitpun mulai merenggutnya. 

Sepatu butut, maafkan.. dan, terima kasih untuk waktu yang pernah ada.. Tak mungkin membawamu kemana-mana, namun jasamu selalu terpatri dihati. Sepatu butut, salah satu sepatu terbaik yang pernah menjadi sahabat di momentmoment terbaik. 

Hutan Mangrove PIK

Di tengah riuhnya aktifitas di Kota Jakarta, masih tersisa panorama nan sangat indah dan masih terjaga dengan baik di beberapa bagiannya, salah satunya Hutan Mangrove PIK yang berlokasi di dalam kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk), di dekat sekolah Buddha Tzu Chi, Jakarta Utara.

Hutan yang menjadi daerah Deklarasi Jakarta ini menyuguhkan sisi lain di balik maraknya pembangunan di daerah ibukota. Siapapun akan berdecak kagum dengan tatanan apiknya, aneka jenis tanaman bakau dibudidayakan disini. Tidak hanya itu, fasilitas pendukungpun cukup memadai, seperti kantin yang didesain unik, mushalla, outbond, cottage-cottage (pondok homestay), dll.

Insert (tiket masuk) Rp 25.000,-/orang, akan diminta oleh petugas ketika memasuki pintu gerbang yang bertuliskan “Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta Utara”.

Akses ke lokasi cukup kompleks, mulai dari kendaraan pribadi hingga transportasi umum. Agar lebih praktis, Anda bisa memanfaatkan kendaraan yang dipesan via online.

Namun, jika tidak, untuk akses dari daerah Lenteng Agung (Jakarta Selatan), bisa dengan menaiki Kereta Api: KRL Commuterline dengan bajet Rp 2.000,- untuk rute Stasiun Universitas Pancasila (UP) – Stasiun Cawang. Selanjutnya, menaiki Busway dengan tujuan Pluit. Kemudian dilanjutkan dengan kendaraan yang dipesan secara online, karena transportasi umum ke lokasi tujuan cukup sukar ditemukan.

Dari gerbang hingga tempat penitipan barang berjarak sekitar 18 meter. Kita tidak diperkenankan membawa makanan ataupun minuman kemasan dari luar, petugas akan memeriksa barang bawaan.

Satu-satunya yang diperbolehkan untuk dibawa ke dalam lokasi adalah minuman yang memang dibawa di tempat khusus minum (bukan kemasan). [Mungkin kebijakan ini berguna untuk mengurangi pembuangan sampah di sekitar tempat wisata, sehingga zona hijau ini terjaga kebersihannya.]

Panorama nan apik ini tutup sekitar pukul 19.00 WIB. Jadi, buat Anda yang tidak memiliki kendaraan pribadi, bisa memesan kendaraan via online atau menggunakan satu-satunya transportasi umum yang parkir di depan gerbang utama, angkot berwarna merah; turun di Kota Tua, ongkos Rp 5.000,-. Lalu, sekitar 4 meter dari tempat pemberhentian angkot, terpampang dengan sangat jelas tulisan Stasiun Jakarta Kota, khusus buat Anda yang akan menggunakan KRL Commuterline.

Big Thanks
Trims buat Lisa yang dengan sangat detail telah memandu kita via peta transportasi.

Moment
Best moment with Kiki san, Intan san, Endang san, Nuru san, Wawan san, Nia san, Diah san & Topik san. Perjalanan penuh perjuangan tapi terbayarkan.

Catatan:
Semua dokumentasi dalam bentuk foto merupakan koleksi dari Nora san, Kiki san, Intan san, Endang san, Nuru san, Wawan san, Nia san, Diah san & Topik san.

Recomended
Ilalangbasah. 2015. Wisata Murah: Hutan Mangrove. Diakses pada 4 Mei 2016.

Kue Jaring Laba-laba & Kue Cubit

Kue cubit, makanan tradisional yang tentunya sudah tidak asing, bukan? Tapi, kue jaring laba-laba, langsung terbayang bentuknya yang seperti jaring laba-laba, namun rasanya..?!

Dalam versi kali ini, masih diambil dari seorang Bapak penjual kaki lima yang sering berjualan di Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Beliau mengkreasikan resep kue cubit menjadi bentuk kue jaring laba-laba. Meskipun adonannya sama, rasanya hampir serupa tapi sedikit berbeda.

  • Bahan:
    • Kue ini terbuat dari beberapa adonan yang dipisahkan dalam empat tempat (menyerupai tempat kecap/sambal).
      • Tepung terigu + gula pasir + air matang.
      • Tepung terigu + pasta rasa pandan (berwarna hijau)
      • Tepung terigu + pasta rasa strawberi (berwarna merah muda).
      • Tepung terigu + pasta rasa anggur (berwarna ungu).
    • Minyak goreng yang sudah dicampur dengan telur ayam/itik.
  • Alat:
    • Cetakan khusus.
    • Pengait khusus.
    • Kompor.
  • Cara:
    • Panaskan cetakan dengan api sedang.
      • Kue Cubit:
        • Tuang adonan terigu seukuran cetakan, jangan sampai melebihi batas atas cetakan.
        • Tambahkan pasta pandan.
        • Tunggu hingga matang.
        • Angkat dan sajikan.
      • Kue Jaring Laba-laba:
        • Tuang adonan terigu dari tengah dan kemudian melingkar dengan jarak sedang.
        • Berikutnya tuang pasta pandan, strawberi dan anggur; dengan cara yang sama dan bergantian.
        • Ketika sisi bawah telah matang, balikkan.
        • Tunggu beberapa saat, angkat dan hidangkan.

Hm, nyummy… Harganyapun ekonomis, kue cubit Rp 1.000,- dan kue jaring laba-laba Rp 2.000,-. Rasa manisnya pas dan gurih. Biasanya, Bapak ini sering mangkal di depan SD di sekitar sini (Serengseng Sawah).

Cilor & Maklor

Hm… yummmy.. Udah pada nyobain cilor dan maklor, belum?! Boro-boro ya, tau aja kagak.. Hayo lho… 😀

Cilor singkatan dari cilok telor. Cilok itu sendiri sepertinya terbuat dari tepung kanji dan telah berbentuk potongan kecil dengan tekstur kenyal. Sementara, maklor singkatan dari makaroni telor.

Cara bikinnya sama persis, bedanya terletak pada bahan dasar saja: cilok atau makaroni. Jajanan unik ini terbuat dari cilok/makaroni, tepung terigu, telur dan minyak goreng. Bumbunya ada 3 macam, cabe merah bubuk, keju bubuk dan BBQ.

Cilok/makaroni dituang ke wajan khusus yang telah dipanaskan dan dituangkan sedikit minyak goreng. Tambahkan tepung terigu yang telah dicairkan, telur yang telah dikocok dan sedikit minyak goreng. Tutup wajan, tunggu sampai matang dan balikkan letaknya agar semua sisi matang. Angkat dan taruh diwadah, kemudian diaduk dengan bumbu, sehingga bentuknya berubah menjadi separuh hancur.

Enak banget disantap disela waktu rehat. Nyantapnya khas banget dengan menggunakan tusuk gigi 😀 Buat yang bingung, bakal nggak bingung lagi deh kalau udah pernah nyicipin 😀

Saya kasih bocoran nih, salah satu tempat yang biasa ditongkrongin itu di depan SMA 109, Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Jakarta Selatan. Biasanya, bapak empunya gerobak mangkal sore-sore disini. Dan, jangan heran kalau yang beli bakal banyak banget. Selain enak, bajetnya juga ekonomis, Rp 1.000,-/buah. Selamat mencoba, recommended dah.