Category Archives: Jakarta Selatan

Kungfu Cha ‘Seni Meminum Teh ala Taiwan’

Pernahkan Anda mendengar tentang ‘kungfu cha’? Mungkin mendengar kungfu sudah familiar ya ketimbang kungfu cha?!


Sore ini, ketika saya bersama seorang teman sedang melintasi sebuah toko teh taiwan yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka, tiba-tiba langkah kaki kami terhenti sewaktu melihat salah satu set minum teh, antik.. Terlebih, lagi ada diskon!

Awalnya kami mampir hanya sekedar melihat-lihat saja. Semua peralatan penyajian teh yang seperti bernuansa cina itu bikin salfok! Cantik banget..

Setelah berkeliling, dengan ramah seorang karyawan toko menawarkan kami untuk menyicipi teh. Dengan semangat 45, kami langsung mengiyakan.

Kami kira, tehnya bakal dituang dari teko dan langsung diminum. Eh, ternyata, karyawannya mempersilahkan kami duduk (kursinyapun antik!) dan kami menyaksikan penyajian teh yang menakjubkan..

Sesi Pertama

Sesi ini dimulai dari persiapan peralatan. Karyawan tersebut meletakkan nampan kecil masing-masing dihadapan kami. Bukan hanya kami, iapun ikut menaruhnya di hadapannya. Dengan alat menyerupai pinset, gelas kecil dikeluarkan dari steam.

Ia mengelap bagian bawah gelas ke sebuah handuk yang sengaja diletakkan dengan posisi terbuka di atas meja dan menaruhnya diatas nampan kami satu per satu. Cara yang samapun dilakukan untuk cawan kecil yang kemudian ditaruh di atas nampan (di sebelah kiri gelas).

Lalu, karyawan itu mengambil guci kecil tertutup dan membukanya. Ternyata, isinya adalah teh!

Daun teh yang sudah kering dituangkan dari guci ke sendok takar yang terbuat dari kayu. Penuangan inipun bukan asal tuang, digerakkan seperti setengah lingkaran hingga daun teh tertuang dengan teratur. Setelah itu, ada lagi alat seperti stik yang digunakan untuk menggiring bongkahan kecil daun teh dari sendok takar ke dalam cawan yang berukuran lebih besar. Teh tersebut diseduh dengan air hangat, lalu cawan ditutup.

Setelah didiamkan sekitar 15 menit, tutup cawan sedikit dimiringkan, teh ditiriskan ke dalam poci terbuka. Bagian bawah poci dilap dengan handuk. Baru kemudian teh dituang ke gelas dengan cara yang khas.

Eits, jangan langsung main minum aja, cawan kecil ditaruh ke atas gelas berisi teh, kemudian dibalikkan. Gelas dibuka dengan gerakan sedikit memutar dan diangkat.

Kebetulan teh yang kami request adalah teh oolong dengan aroma jasmine. Gelas kecil yang sudah kosong bisa dicium aromanya, wangi jasmin dan segarnya dedaunan.. Gelas ini kemudian dipegang dengan kedua tangan dan boleh digulirkan hingga lengan untuk memberikan efek relaksasi.

Sesi Selanjutnya

Berbeda dengan sesi pertama, di sesi kedua dan seterusnya, tinggal menyeduh air hangat ke cawan berpenutup. Lalu dituang ke poci terbuka, bagian bawah poci di lap dengan handuk. Selanjutnya teh dituangkan ke cawan kecil, bisa langsung diminum.

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho 👉 Kungfu Cha

Catatan

  • Kungfu Cha bukan hanya sekedar seni meminum teh saja, ini bermakna penghormatan tuan rumah kepada tamu dan juga pengikat hubungan silaturrahim.
  • Gemericik air teh yang dituangkan juga mampu memberi efek relaks, maka sebaiknya minum teh dilakukan di tempat yang tenang.
  • Teh oolong ini bisa diseduh hingga 4x. Bentuknya yang kering berwarna hitam akan berubah menjadi kehijauan. Ampasnya bisa digunakan untuk masker.
  • Cara menuang teh, memegang gelas kecil dan cawan kecilpun ada caranya.
  • Dari beberapa sumber, ‘kungfu cha’ dikenal sebagai seni menyeduh teh secara tradisional ala cina.
  • Berhubungan dengan kungfu cha, mungkin bakal ada kosakata cucing, yang merupakan cangkir mungil untuk minum teh cina.

Referensi

  • Karyawan Teh Enam Tiga
  • Sumber lainnya

Mesjid Di Mall Blok M Square Jakarta

Buat yang muslim, tidak perlu khawatir saat harus melaksanakan ibadah ketika shoping ataupun hanging out di Mall Blok M Square, Jakarta; karena di lantai 7 bisa ditemukan mesjid nan megah ini. Tempatnya bersih dan sangat nyaman. Uniknya, di perkarangan mesjid dibangun replika bangunan Ka’bah lengkap dengan hajar aswad-nya.

Catatan

  • Ka’bah merupakan bait suci umat muslim yang terletak di Masjidil Haram, Mekah.
  • Hajar aswad diyakini umat Islam sebagai batu yang berasal dari surga. Batu ini ditemukan oleh Nabi Ismail dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim. Awalnya, batu ini bercahaya menerangi jazirah Arab. Seiring berjalannya waktu, cahayanya meredup dan bati tersebut berubah warna menjadi hitam, namun wanginya masih tetap alami (Hajar Aswad, diakses dari Wikipedia pada 18 September 2016).

Gallery

Sepatu Butut Nan Cantik

Sepatu butut nan cantik ini adalah sahabat setia dalam perjalanan menuju Jepang. Banyak hal, suka & duka, telah kami lalui bersama. Sayangnya, karena kesibukan, mulai lupa nasib si cantik, dan.. lupa bahwa dia terbuat dari bahan baku kulit nan halus, tanpa sadar sang parasitpun mulai merenggutnya. 

Sepatu butut, maafkan.. dan, terima kasih untuk waktu yang pernah ada.. Tak mungkin membawamu kemana-mana, namun jasamu selalu terpatri dihati. Sepatu butut, salah satu sepatu terbaik yang pernah menjadi sahabat di momentmoment terbaik. 

Kue Jaring Laba-laba & Kue Cubit

Kue cubit, makanan tradisional yang tentunya sudah tidak asing, bukan? Tapi, kue jaring laba-laba, langsung terbayang bentuknya yang seperti jaring laba-laba, namun rasanya..?!

Dalam versi kali ini, masih diambil dari seorang Bapak penjual kaki lima yang sering berjualan di Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Beliau mengkreasikan resep kue cubit menjadi bentuk kue jaring laba-laba. Meskipun adonannya sama, rasanya hampir serupa tapi sedikit berbeda.

  • Bahan:
    • Kue ini terbuat dari beberapa adonan yang dipisahkan dalam empat tempat (menyerupai tempat kecap/sambal).
      • Tepung terigu + gula pasir + air matang.
      • Tepung terigu + pasta rasa pandan (berwarna hijau)
      • Tepung terigu + pasta rasa strawberi (berwarna merah muda).
      • Tepung terigu + pasta rasa anggur (berwarna ungu).
    • Minyak goreng yang sudah dicampur dengan telur ayam/itik.
  • Alat:
    • Cetakan khusus.
    • Pengait khusus.
    • Kompor.
  • Cara:
    • Panaskan cetakan dengan api sedang.
      • Kue Cubit:
        • Tuang adonan terigu seukuran cetakan, jangan sampai melebihi batas atas cetakan.
        • Tambahkan pasta pandan.
        • Tunggu hingga matang.
        • Angkat dan sajikan.
      • Kue Jaring Laba-laba:
        • Tuang adonan terigu dari tengah dan kemudian melingkar dengan jarak sedang.
        • Berikutnya tuang pasta pandan, strawberi dan anggur; dengan cara yang sama dan bergantian.
        • Ketika sisi bawah telah matang, balikkan.
        • Tunggu beberapa saat, angkat dan hidangkan.

Hm, nyummy… Harganyapun ekonomis, kue cubit Rp 1.000,- dan kue jaring laba-laba Rp 2.000,-. Rasa manisnya pas dan gurih. Biasanya, Bapak ini sering mangkal di depan SD di sekitar sini (Serengseng Sawah).

Cilor & Maklor

Hm… yummmy.. Udah pada nyobain cilor dan maklor, belum?! Boro-boro ya, tau aja kagak.. Hayo lho… 😀

Cilor singkatan dari cilok telor. Cilok itu sendiri sepertinya terbuat dari tepung kanji dan telah berbentuk potongan kecil dengan tekstur kenyal. Sementara, maklor singkatan dari makaroni telor.

Cara bikinnya sama persis, bedanya terletak pada bahan dasar saja: cilok atau makaroni. Jajanan unik ini terbuat dari cilok/makaroni, tepung terigu, telur dan minyak goreng. Bumbunya ada 3 macam, cabe merah bubuk, keju bubuk dan BBQ.

Cilok/makaroni dituang ke wajan khusus yang telah dipanaskan dan dituangkan sedikit minyak goreng. Tambahkan tepung terigu yang telah dicairkan, telur yang telah dikocok dan sedikit minyak goreng. Tutup wajan, tunggu sampai matang dan balikkan letaknya agar semua sisi matang. Angkat dan taruh diwadah, kemudian diaduk dengan bumbu, sehingga bentuknya berubah menjadi separuh hancur.

Enak banget disantap disela waktu rehat. Nyantapnya khas banget dengan menggunakan tusuk gigi 😀 Buat yang bingung, bakal nggak bingung lagi deh kalau udah pernah nyicipin 😀

Saya kasih bocoran nih, salah satu tempat yang biasa ditongkrongin itu di depan SMA 109, Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Jakarta Selatan. Biasanya, bapak empunya gerobak mangkal sore-sore disini. Dan, jangan heran kalau yang beli bakal banyak banget. Selain enak, bajetnya juga ekonomis, Rp 1.000,-/buah. Selamat mencoba, recommended dah.

Nasi Goreng Nyam-nyam Gardu

Hayo lhooo…. yang baru stay di Lenteng Agung.. ada nasi goreng favorit nih disini, khususnya yang tinggal di asrama atau kosan, kece banget.. OK rasanya juga OK kantongnya, yang nggak OK itu antreannya.. 😀

Makanan khas Indonesia yang satu ini dijual di tempat yang sederhana berupa emperan di tepi jalan. Tepatnya, berlokasi di simpang Jl. Gardu, Serengseng Sawah, di antara KFC Lenteng Agung dan Roti Bakar 88, sekitar 15 meter dari Stasiun Lenteng Agung (Jakarta Selatan).

Tempat ini buka pukul 7 malam, setelah waktu Maghrib. Jadi, jika  tidak ingin menunggu lama, datang saja lebih awal supaya tidak berurusan dengan antrean panjang. Karena, biasanya lewat dari pukul 7, yang beli tak terhitung banyaknya, sampai berdiri di depan gerobak empunya nasgor!

Menu disini variatif, mulai dari nasi goreng dengan berbagai pilihan, hingga kwetiau dan aneka mie. Harga relatif ekonomis, berkisar antara Rp 10.000,- hingga Rp 20.000,-.

Penasaran?! Jangan lupa mampir ya.. Selain Nasi Goreng Nyam-nyam Gardu ini, disekitarnya juga ada martabak yang lezat, pecel ayam nan maknyus, roti bakar dan juga kentucky; mantap dah.. Tapi, jangan makan berlebihan ya, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, terutama buat tubuh kita sendiri 😉