Category Archives: Lenteng Agung

Yummy..

Klik:

Gallery O “Yummy… (Maret 2016)”

Sepatu Butut Nan Cantik

Sepatu butut nan cantik ini adalah sahabat setia dalam perjalanan menuju Jepang. Banyak hal, suka & duka, telah kami lalui bersama. Sayangnya, karena kesibukan, mulai lupa nasib si cantik, dan.. lupa bahwa dia terbuat dari bahan baku kulit nan halus, tanpa sadar sang parasitpun mulai merenggutnya. 

Sepatu butut, maafkan.. dan, terima kasih untuk waktu yang pernah ada.. Tak mungkin membawamu kemana-mana, namun jasamu selalu terpatri dihati. Sepatu butut, salah satu sepatu terbaik yang pernah menjadi sahabat di momentmoment terbaik. 

Kue Jaring Laba-laba & Kue Cubit

Kue cubit, makanan tradisional yang tentunya sudah tidak asing, bukan? Tapi, kue jaring laba-laba, langsung terbayang bentuknya yang seperti jaring laba-laba, namun rasanya..?!

Dalam versi kali ini, masih diambil dari seorang Bapak penjual kaki lima yang sering berjualan di Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Beliau mengkreasikan resep kue cubit menjadi bentuk kue jaring laba-laba. Meskipun adonannya sama, rasanya hampir serupa tapi sedikit berbeda.

  • Bahan:
    • Kue ini terbuat dari beberapa adonan yang dipisahkan dalam empat tempat (menyerupai tempat kecap/sambal).
      • Tepung terigu + gula pasir + air matang.
      • Tepung terigu + pasta rasa pandan (berwarna hijau)
      • Tepung terigu + pasta rasa strawberi (berwarna merah muda).
      • Tepung terigu + pasta rasa anggur (berwarna ungu).
    • Minyak goreng yang sudah dicampur dengan telur ayam/itik.
  • Alat:
    • Cetakan khusus.
    • Pengait khusus.
    • Kompor.
  • Cara:
    • Panaskan cetakan dengan api sedang.
      • Kue Cubit:
        • Tuang adonan terigu seukuran cetakan, jangan sampai melebihi batas atas cetakan.
        • Tambahkan pasta pandan.
        • Tunggu hingga matang.
        • Angkat dan sajikan.
      • Kue Jaring Laba-laba:
        • Tuang adonan terigu dari tengah dan kemudian melingkar dengan jarak sedang.
        • Berikutnya tuang pasta pandan, strawberi dan anggur; dengan cara yang sama dan bergantian.
        • Ketika sisi bawah telah matang, balikkan.
        • Tunggu beberapa saat, angkat dan hidangkan.

Hm, nyummy… Harganyapun ekonomis, kue cubit Rp 1.000,- dan kue jaring laba-laba Rp 2.000,-. Rasa manisnya pas dan gurih. Biasanya, Bapak ini sering mangkal di depan SD di sekitar sini (Serengseng Sawah).

Cilor & Maklor

Hm… yummmy.. Udah pada nyobain cilor dan maklor, belum?! Boro-boro ya, tau aja kagak.. Hayo lho… 😀

Cilor singkatan dari cilok telor. Cilok itu sendiri sepertinya terbuat dari tepung kanji dan telah berbentuk potongan kecil dengan tekstur kenyal. Sementara, maklor singkatan dari makaroni telor.

Cara bikinnya sama persis, bedanya terletak pada bahan dasar saja: cilok atau makaroni. Jajanan unik ini terbuat dari cilok/makaroni, tepung terigu, telur dan minyak goreng. Bumbunya ada 3 macam, cabe merah bubuk, keju bubuk dan BBQ.

Cilok/makaroni dituang ke wajan khusus yang telah dipanaskan dan dituangkan sedikit minyak goreng. Tambahkan tepung terigu yang telah dicairkan, telur yang telah dikocok dan sedikit minyak goreng. Tutup wajan, tunggu sampai matang dan balikkan letaknya agar semua sisi matang. Angkat dan taruh diwadah, kemudian diaduk dengan bumbu, sehingga bentuknya berubah menjadi separuh hancur.

Enak banget disantap disela waktu rehat. Nyantapnya khas banget dengan menggunakan tusuk gigi 😀 Buat yang bingung, bakal nggak bingung lagi deh kalau udah pernah nyicipin 😀

Saya kasih bocoran nih, salah satu tempat yang biasa ditongkrongin itu di depan SMA 109, Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Jakarta Selatan. Biasanya, bapak empunya gerobak mangkal sore-sore disini. Dan, jangan heran kalau yang beli bakal banyak banget. Selain enak, bajetnya juga ekonomis, Rp 1.000,-/buah. Selamat mencoba, recommended dah.

Nasi Goreng Nyam-nyam Gardu

Hayo lhooo…. yang baru stay di Lenteng Agung.. ada nasi goreng favorit nih disini, khususnya yang tinggal di asrama atau kosan, kece banget.. OK rasanya juga OK kantongnya, yang nggak OK itu antreannya.. 😀

Makanan khas Indonesia yang satu ini dijual di tempat yang sederhana berupa emperan di tepi jalan. Tepatnya, berlokasi di simpang Jl. Gardu, Serengseng Sawah, di antara KFC Lenteng Agung dan Roti Bakar 88, sekitar 15 meter dari Stasiun Lenteng Agung (Jakarta Selatan).

Tempat ini buka pukul 7 malam, setelah waktu Maghrib. Jadi, jika  tidak ingin menunggu lama, datang saja lebih awal supaya tidak berurusan dengan antrean panjang. Karena, biasanya lewat dari pukul 7, yang beli tak terhitung banyaknya, sampai berdiri di depan gerobak empunya nasgor!

Menu disini variatif, mulai dari nasi goreng dengan berbagai pilihan, hingga kwetiau dan aneka mie. Harga relatif ekonomis, berkisar antara Rp 10.000,- hingga Rp 20.000,-.

Penasaran?! Jangan lupa mampir ya.. Selain Nasi Goreng Nyam-nyam Gardu ini, disekitarnya juga ada martabak yang lezat, pecel ayam nan maknyus, roti bakar dan juga kentucky; mantap dah.. Tapi, jangan makan berlebihan ya, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, terutama buat tubuh kita sendiri 😉