Category Archives: Jawa Barat

โ€˜Trans Snow Worldโ€™ Wahana Bersalju di Bekasi

Senang itu ketika kita yang tinggal di negara 2 musim serasa bermimpi bisa bermain salju. Yap, salju buatan yang nyata!

Trans Snow World

Menurut informasi, Trans Snow World diresmikan di hari Minggu, 24 Maret 2019. Wahana bermain serba salju ini dibuka perdana pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Lokasi

Trans Snow World berada di lantai 4 Trans Park Mall Juanda Bekasi.

Tiket

Tiket masuk dibeli di website resmi transsnowworld.com atau langsung di lokasi.

Untuk pembelian di website resmi, tinggal klik PESAN TIKETMU, pilih TANGGAL dan JAM MAIN, dibawahnya sudah ada harga tiket, klik PESAN, muncul layar baru: lengkapi data diri dan klik BAYAR.

Pembelian di lokasi jauh lebih mudah, bisa bayar cash atau dengan kartu debit/kredit. Pengunjung tinggal datang ke konter Trans Snow World, sudah ada staf yang standbye dan dengan ramah akan memfasilitasi pembelian tiket. Setelah selesai, pengunjung bisa langsung masuk.

Harga tiket di hari biasa Rp 200.000,- dan Rp 275.000,- di akhir pekan atau libur nasional. Tiket ini baru sebatas tiket masuk saja, belum termasuk sewa alat-alat bermain didalamnya.

Tiket ini berlaku selama 2 jam, terhitung setelah wristband diaktifkan di area pengambilan sepatu (setelah melalui pintu masuk)

Cara Masuk

Cara masuk Trans Snow World mirip dengan cara masuk stasiun KRL, scan tiket dan bisa masuk setelah pembatas terbuka. Tak perlu bingung, bakal ada staf yang stansbye yang mengarahkan dan siap membantu pengunjung.

Area Pengambilan Sepatu

Jalan lurus ke LENDING SHOES. Area ini dibuat seperti di bank atau bandara, ada pita-pita pembatas. Antri dengan tertip dan maju ke konter sesuai urutan untuk pengambilan sepatu.

Perlihatkan tiket untuk distempel. Ukur kaki pada gambar yang tersedia di lantai (ada ukuran masing-masing kaki). Sebutkan ukuran pada staf. Kemudian, terima satu wadah plastik berisi sepatu boot sesuai ukuran, wristband dan sepasang kaus kaki yang masih dalam kemasan baru.

Wristband

Wristband adalah alarm/pengingat waktu berbentuk jam tangan yang diterima bersamaan dengan pengambil sepatu boot.

Wristband ini memiliki 4 warna:

  • Biru = Normal
  • Hijau = Sisa waktu 10 menit
  • Kuning = Sisa waktu 5 menit
  • Merah = Sisa waktu HABIS

Bila wristband sudah bergetar dan berwarna merah tapi pengunjung masih di wahana, akan dicharge setengah harga sampat 30 menit. Lebih dari setengah jam: membayar penuh seharga tiket.

Pengunjung tak perlu kuatir bakal kelewatan waktu atau tiap sebentar harus melihat-lihat wristband, karena pengunjung bisa mengecek sisa waktu di area wahana, salah satunya di Equipment Rental.

Tempat Ganti Sepatu & Pakaian

Ganti sepatu bisa dilakukan di CHANGING AREA yang menyediakan bangku-bangku dari kayu. Pasang sepatu, wristband dan atribut lainnya disini.

Suhu di wahana berkisar 11ยฐC, jadi perlu menyiapkan perlengkapan pakaian ala musim dingin. Buat yang tidak membawa, pengunjung bisa membelinya di toko yang ada di area ini.

Menurut staf, bisa ganti pakaian di dalam. Bawa pakaian yang diperlukan saja. Jika bingung, tanyakan pada petugas yang standbye di lokasi.

Penitipan Barang

Setelah mengambil keperluan, seperti: baju ganti, pengunjung bisa menitipkan perlengkapan di DEPOSIT COUNTER yang bertuliskan PENITIPAN SEPATU.

Masukkan semua barang ke dalam wadah plastik (yang diterima saat pengambilan sepatu tadi), ambil dompet dan barang berharga lainnya, serahkan pada staf dan terima kartu penitipan.

Wahana Bersalju

Wahana ini menakjubkan! Dekorasinya benar-benar membuat pengunjung seketika menjelajah ruang waktu dari jakarta yang panas banget ke nuansa pegunungan Alpen dengan bangunan mirip pemukiman musim dingin ala Eropa dan pastinya tumpukan dan hujan salju yang dingin..

Di pintu masuk wahana, pengunjung disambut oleh fotografer profesional. Mereka akan mengarahkan gaya pengambilan foto. Setelah dijepret beberapa kali, pengunjung akan digelangkan sebuah barkod dari kertas. Barkod ini jangan sampai hilang, gunanya untuk pengambilan foto nantinya.

Di area yang ada bangunannya ada restoran, rental alat dan toilet. Sementara di area lainnya didominasi oleh permainan seperti chair lift (kursi gantung, ada juga yang menyebutnya gondola), ski, toboggan (kereta salju sederhana) untuk seluncuran/perosotan, bola-bola salju, dll.

Tidak hanya di pintu masuk, di area bersalju ataupun arena permainanpun pengunjung bisa menggunakan jasa fotografer profesional ataupun eksis dengan kamera sendiri untuk berkodak-kodak ria. Tapi ingat, setiap dijepret fotografer, bakal ada kode barkod yang digelangkan dan jangan sampai hilang.

Rental Alat

Peminjaman alat bisa di EQUIPMENT RENTAL dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000,- hingga Rp 100.000,-.

Khusus untuk ski, rental alat terpisah di loket peminjaman khusus ski di SKI RENTAL.

Pengembalian Sepatu

Setelah pengambilan barang, ganti sepatu di bangku yang ada di area tengah. Masukkan sepatu boot dan wristband ke dalam wadah plastik dan kembalikan ke PENGEMBALIAN BOOTS.

Pengambilan Foto

Foto yang diambil oleh fotografer profesional tadi bisa diambil di konter SOUVENIR FOTO dengan menyerahkan kode barkod. Gelang yang berisi kode barkod harus dibuka dengan sangat hati-hati, karena kertas yang ada barkodnya tidak boleh rusak/robek.

Foto-foto tersebut sudah diedit dengan latar musim dingin dan bisa dicetak untuk dijadikan souvenir. Minimal pencetakan Rp 300.000,- dan pengunjung harus melakukan pencetakan foto dulu baru bisa menyimpan soft copy foto-foto tersebut. Pencetakan foto dengan album seharga Rp 400.000,-. Foto ini masih bisa diakses di konter ini selama 3 hari.

Gallery

Catatan

  • Tidak boleh bawa makanan/minuman dari luar.
  • Kaus kaki yang diterima jadi hak milik pengunjung dan boleh dibawa pulang.
  • Sebaiknya tidak minum minuman atau makan makanan yang dingin sebelum masuk wahana, agar kondisi perut tidak terganggu selama menikmati wahana serba salju ini.

Opini O

Apresiasi buat Trans Snow World yang udah bikin arena bermain bersalju yang menarik di Bekasi dan yang menurut kabar digadang-gadang sebagai wahana salju terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Dekorasi dan saljunya bagus banget untuk berfoto-foto ria. Hanya saja, untuk keseruan lainnya jauh dari ekspektasi. Padahal itu kunjungan pertama di hari pertama (Senin, 25 Maret 2019). Mungkin, karena hari ini masih perdana, jadi kurang persiapan. Atau, mungkin, karena kami datangnya udah di jam-jam terakhir, sekitar 20:30 WIB, jadi arena permainan sepi dan beroperasi dengan lambat.

Arena untuk bermain seluncuran dengan snow tube double belum berfungsi maksimal, ada sekitar 1/3 jalurnya ditutup dan entah kenapa rasanya snow tube double melaju agak lambat. Begitu juga dengan chair lift (kursi gantung) yang terkesan seperti sedang berada di dalam video slow motion.

Rasanya udah lama berada di wahana, sehingga kami sering melihat-lihat wristband yang ternyata setelah dicek di Equipment Rental baru mau 50 menit-an; sudah naik kursi gantung berkali-kali, main seluncuran, sampai jepret foto banyak sekali, masih sisa satu jam-an. Terasa monoton.

Untuk menghabiskan waktu, kami minum hot chocolate dan duduk cukup lama di cafe. Setelahnya, kembali berfoto-foto ria dan duduk-duduk di bangku santai dekat pintu keluar.

Setelah diperhatiin, sepertinya wahana ini lebih cocok untuk anak-anak. Kalau untuk dewasa, dengan arena seperti ini mungkin 1 jam saja udah cukup maksimal, 2 jam mungkin terlalu lama & monoton.

Jejak Langkah O (Travel Diary)

Ini adalah trip dadakan. Minggu malam (24/03/2019), teman saya ngasihtau kalau di Bekasi udah ada wahana bersalju gitu..

Ini membuat kami semalaman searching dan kepoin instagramnya Trans Snow World. Kami sangat antusias. Akhirnya sepakat, besok pagi harus sudah melakukan persiapan, jadi pulang kerja langsung cau.

Pagi (25/03/2019) agak rempong dari biasanya, kudu bawa tetengan 1 tas tambahan berisi persiapan main ke Trans Snow World. Ada coat, leg warmer, syal, sepatu boot, dan celana main yang memungkinkan untuk bermain salju.

Sesuai dengan waktu yang kami lihat di website, kami ingin mengejar waktu yang pukul 19:00-21:00. Kami sepakat beli tiket di lokasi saja.

Sepulang kerja, pukul 5 teng, demi mengejar waktu, kami menggunakan jasa ojek online menuju Stasiun Jatinegara. Kami naik KRL Commuterline Line jurusan Bekasi. Bisa dibayangin dong, jam segini gimana ramenya.

Kami gagal naik kereta pertama, keretanya udah benar-benar full! Saking penuhnya, bahkan untuk masuk buat napakin kaki kami aja mustahil ๐Ÿ˜… Udah gitu, pas pintu kereta tertutup otomatis, sampai-sampai ada perut penumpang yang seperti nyaris kejepit dan ada wajah penumpang yang nempel di jendela kaca pintu kereta. Luarr biasa..!!

Syukurlah, kami naik di KRL selanjutnya yang jauh lebih lumayan dari yang sebelumnya. Kami masih bisa memegang pegangan tangan dan bergerak dengan agak luwes.

Turun di Stasiun Bekasi, kami kembali naik ojek online menuju Trans Park Mall Juanda Bekasi. Sampai sekitar jam 7 kurang seperempat.

Sebenarnya bisa langsung masuk diskedul jam 7, hanya saja, teman saya yang sedang berpuasa perlu berbuka dan juga kami harus shalat magrib dulu sebelum masuk. Akhirnya, kami mundur ke skedul berikutnya yang pukul 21:00-23:00 dengan risiko pulang kemalaman.

Kami menanyakan informasi ke loket di lantai 4 sebelum shalat di mushalla yang ada di lantai yang sama. Ternyata, kalau sudah beli tiket bisa langsung masuk, tidak harus menunggu waktu seperti yang tertulis.

Sekitar pukul 20:30 WIB kami beli tiket dan masuk. Awalnya kami bingung harus ke konter yang mana, kami bergerak menuju konter yang ada antriannya yang searah dengan pintu masuk.

Kami mengukur kaki untuk pengambilan sepatu dan membawa set yang diterima ke bangku-bangku yang ada di area tengah.

Kami menanyakan ruang ganti pada petugas. Ternyata ruang ganti ada di dalam dan bawa perlengkapan yang diperlukan saja, selebihnya dititip di penitipan barang. Setelah ganti sepatu dan menitip barang, kami sempat membawa aneka tentengan. Baru aja di depan pintu masuk wahana, hawa dingin mulai terasa, membuat kami memutuskan untuk langsung mengenakan coat, syal dan leg warmer di tempat.

Di pintu masuk wahana, kami disambut dengan ramah oleh 2 orang fotografer. Kami diarahkan beberapa gaya.

Lanjut ke wahana. Keren!! Salju buatan yang beneran ๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Dekorasinya juga OK ๐Ÿ‘Œ

Baru saja menapaki salju yang keras, kami kembali diarahkan oleh seorang fotografer, kali ini di salju yang membukit yang juga dihujani oleh salju.

Kami menyewa snow tube double seharga Rp 80.000,- dan main perosotan/seluncuran. Sedikit kurang seru, karena seluncurannya bergerak lambat. Tapi cukup sukses menghipnotis teman saya untuk berkali-kali naik magic carpet dan meluncur. Tak sampai setengah jam, kami sudah bosan.

Seluncuran kami selingi dengan menaiki kereta gantung. Gratiss!! Awalnya excited abis, tapi ternyata karena gerakannya lamban, jadi jenuh juga.

Akhirnya untuk mengisi waktu, kami duduk-duduk di cafe, pesen hot chocolate Rp 40.000,-.

Cukup lama kami duduk, melihat anak-anak yang gembira bermain perosotan, para staf yang mulai sibuk berbenah (mungkin karena udah mau tutup).

Makin lama area sekitar kursi gantung mulai berkabut. Wahana ini mulai sepi pengunjung dan mulai didominasi oleh para staf.

Setelah wristband bergetar dan berwarna merah, kami keluar. Kami mengambil barang dan mengembalikan boot.

Keluar dari Trans Snow World, kami heran, ada yang aneh.. kenapa ya rame banget staf diluar?! seperti menunggu sesuatu. Ternyata, bakal ada shooting kabarnya malam ini, mungkin buat promosi kali yaa.

Dan, akhirnya pulang dengan rute yang sama. Perjalanan kali inipun melelahkan tapi happy ๐Ÿ™‚

Pasar Malam ala Cifest Walk

Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

  • Jasuke (jagung susu keju)
  • Tansu (ketan susu)
  • Bihlor (bihun telor)
  • Sotel (sosis telor)
  • Cilok (aci dicolok)
  • Tabas (tahu bakso)

Jadi, jangan sampai kudet yaa..

Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

Gallery

Kumpul Bareng Penikmat Kopi

Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

Akses ke Rumoeh Kupie

Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

Fasilitas

Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

Ngopi Hari Ini

Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

Berbagai Hal Tentang Kopi

Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

Hunting Kuliner

Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

Gallery

Catatan

Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..๐Ÿ˜†

Kue Jaring Laba-laba & Kue Cubit

Kue cubit, makanan tradisional yang tentunya sudah tidak asing, bukan? Tapi, kue jaring laba-laba, langsung terbayang bentuknya yang seperti jaring laba-laba, namun rasanya..?!

Dalam versi kali ini, masih diambil dari seorang Bapak penjual kaki lima yang sering berjualan di Jl. Gardu, Serengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Beliau mengkreasikan resep kue cubit menjadi bentuk kue jaring laba-laba. Meskipun adonannya sama, rasanya hampir serupa tapi sedikit berbeda.

  • Bahan:
    • Kue ini terbuat dari beberapa adonan yang dipisahkan dalam empat tempat (menyerupai tempat kecap/sambal).
      • Tepung terigu + gula pasir + air matang.
      • Tepung terigu + pasta rasa pandan (berwarna hijau)
      • Tepung terigu + pasta rasa strawberi (berwarna merah muda).
      • Tepung terigu + pasta rasa anggur (berwarna ungu).
    • Minyak goreng yang sudah dicampur dengan telur ayam/itik.
  • Alat:
    • Cetakan khusus.
    • Pengait khusus.
    • Kompor.
  • Cara:
    • Panaskan cetakan dengan api sedang.
      • Kue Cubit:
        • Tuang adonan terigu seukuran cetakan, jangan sampai melebihi batas atas cetakan.
        • Tambahkan pasta pandan.
        • Tunggu hingga matang.
        • Angkat dan sajikan.
      • Kue Jaring Laba-laba:
        • Tuang adonan terigu dari tengah dan kemudian melingkar dengan jarak sedang.
        • Berikutnya tuang pasta pandan, strawberi dan anggur; dengan cara yang sama dan bergantian.
        • Ketika sisi bawah telah matang, balikkan.
        • Tunggu beberapa saat, angkat dan hidangkan.

Hm, nyummy… Harganyapun ekonomis, kue cubit Rp 1.000,- dan kue jaring laba-laba Rp 2.000,-. Rasa manisnya pas dan gurih. Biasanya, Bapak ini sering mangkal di depan SD di sekitar sini (Serengseng Sawah).

Nasi Liwet & Tradisi ‘Ngeliwet’

Ngeliwet yuk…

Ceritanya nih, ketika ngumpul bareng keluarga, ada tradisi unik dari Sukabumi, orang-orangnya suka ngeliwet! ๐Ÿ˜‰ Hayooo lo yang di Sukabumi.. pada kenal nggak sih sama tradisi yang satu ini?! Jangan sampe ada yang bilang nggak tau ya, ntar saya kasih tau lo.. ๐Ÿ˜€

Nah, ngeliwet identik dengan nasi liwet. Kuliner tradisional nan unik ini terbuat dari kombinasi beras, bawang merah dan bawang putih yang telah diiris, daun salam, serei/serai yang dikeprok, teri, minyak goreng sekitar 2 sendok makan dan daun pisang.

Caranya, daun salam dan serai ditaruh diatas beras. Tanak nasi seperti biasa, tambahkan minyak goreng, ketika air hampir mengering, aduk rata, timpa permukaan nasi dengan daun pisang, kemudian letakkan teri (jenis teri nasi) diatasnya. Atau, kalau mau, teri tersebut juga bisa dicampur langsung dengan nasi (dimasak bersamaan).

Ketika air nasi hampir mengering, api dikecilkan, nanti bakal mengerak, nah enaknya nasi liwet itu tuh disini karena aroma keraknya itu ๐Ÿ™‚ Biasanya, tradisi akan makin lengkap jika makan bareng-bareng di pelepah pisang.

Kalau nggak mau langsung pake teri, dibikin oseng-oseng, teri digoreng dan ditambahkan kacang tanah. Teri yang digunakan juga nggak selalu jenis teri nasi. Selain itu, sebagai pelengkap, bisa menambahkan menu lauk (seperti: tahu/tempe goreng, ampela, ayam goreng, dll), sayur (lalapan) dan sambal (yang digoreng atau mentah ditaruh diatas nasi liwet yang mau kering).

Gimana, mau ikut ngeliwet?! Hayuk… Mantap dah.. ๐Ÿ˜‰

Shared by: Kiki san

Moci-moci

Di Indonesia, makanan ini terkenal sebagai salah satu oleh-oleh unggulan dari Sukabumi. Makanan yang aslinya berasal dari Jepang ini diolah dengan resep khas Sukabumi. Bentuknya mirip makanan onde-onde dari Padang, sama-sama terbuat dari tepung beras ketan, namun intinya diisi dengan kacang yang telah dicampur dengan gula tebu/aren; kemudian bagian luarnya dilumuri dengan tepung. Tersedia dalam rasa strowberi, blueberry, vanila, dll.
Selain di Sukabumi, moci-moci juga banyak ditemukan di beberapa tempat di Bogor. Begitu juga dengan citarasanya, semakin variatif.

Recommended by: Kiki san

Waroeng SS

Hayo lho… yang berada di Depok dan sekitarnya kudu nyobain gih kuliner maknyus yang satu ini. Disini terdapat aneka sambal dan menu dengan rasa mantap dan harga yang cukup ekonomis.

Untuk sambal mulai dari Rp 2.500,- dan aneka lauk (ayam, ikan, seafood, dll) rata-rata Rp 7.500,-. Selain itu, juga tersedia aneka minuman.

Waroeng SS memakan waktu sekitar 10 menit dengan menaiki angkutan kota (angkot) setelah lampu merah dari lokasi Margo City. Tatanan tempatnya juga nyaman, cocok banget buat sekedar ngedate atau makan bareng, terutama buat yang lagi ulang tahun dan berniat mentraktir teman (bajet ekonomis!) ๐Ÿ˜€

Tempat ini recommended by Lisa & Otan.

Asinan Bogor

Berbeda dengan asinan Medan yang kuahnya tampak lebih bening, asinan Bogor berwarna kemerahan (seperti telah ditambahkan cabe merah giling). Terus, jika versi Medan buahnya cenderung satu-satu jenis, misal: asinan salak, asinan jambu biji, dll.; maka, versi Bogor lebih kompleks: potongan aneka buah (kedondong, mangga muda, nenas, bengkuang, salak, jambu, dan ubi jalar merah) dengan ukuran sedang dan sedikit ditipiskan. Selain itu, ada pelengkap seperti: kacang (kayaknya telah dirandang/sangrai) dan cabe giling khusus.

Soal rasa, tak jauh berbeda.. Manis-manis asin, tapi.. bikin doyan!ย Recommendedย banget nih buat yang bingung nyariin oleh-oleh khasnya Bogor ๐Ÿ˜‰ Tapi, cemilan tinggi serat dan cenderung dikonsumsi oleh para pengaku diet ini sepertinya tidak bisa bertahan lama, kecuali di suhu kulkas ๐Ÿ™‚

Makam Belanda (Dutch Graveyard)

Komplek pemakaman tua ini telah ada jauh sebelum Kebun Raya Bogor didirikan tahun 1817 oleh C.G.C Reinwardt. Bentuk nisan, ornamen dan tulisannya sangat menarik untuk Anda amati.

Disini terdapat 42 makam, 38 diantaranya mempunyai identitas, sedangkan sisanya tak dikenal. Kebanyakan yang dimakamkan disini adalah keluarga dekat gubernur jenderal yang menjabat tahun 1836-1840. Juga makam Mr. Ary Prins, seorang ahli hukum yang pernah dua kali menjadi pejabat sementara gubernur jenderal Hindia Belanda.

Ada pula dua orang ahli biologi yang meninggal tahun 1820-an dalam usia muda dan dikuburkan dalam satu makam. Mereka adalah Heinrich Kuhl dan J.V. Van Hasselt, anggota โ€˜The Betherlands Commission for Natural Sciencesโ€ yang dikirim ke Indonesia untuk bekerja di Kebun Raya Bogor.

Makam tertua di komplek pemakaman ini adalah makam seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda yang bernama Cornelis Potmans, wafat 2 Mei 1784. Sedangkan yang paling baru adalah makam Prof. Dr. A.J.G.H Kostermans yang meninggal tahun 1994. Ia adalah seorang ahli botani terkenal dari Belanda yang menjadi warga negara Indonesia sejak tahun 1958. Kostermans dimakamkan dekat lingkungan tumbuhan yang ia cintai sesuai keinginannya, selain sebagai penghargaan pemerintah Indonesia atas jasa-jasanya untuk ilmu pengetahuan. Hingga akhir hayatnya, ia bekerja di kantor Herbarium Bogoriense yang terletak di seberang Kebun Raya Bogor.

Dutch Graveyard

This old cemetery was here long before the garden was established by C.G.C Reinwardt in 1817. The gravestones, their ornaments and scripts are quite artistic. There are 42 gravers, in the area; 38 of which supplied the identities of the dead persons. Most of them were relatives of the Dutch colonial governor generals at the time. Among these are the graves of D.J de Eerens a governor general during 1836-1840 and Mr. Apy Prins a lawyer who were twicw the acting governor general.

Here are where two young biologist were in one grave: HeinrichKuhl and J.C. Van Hasselt. They were members of the Netherlands Commission for Natural Sciences who worked t the garden and claimed as the first to climb and reach the peak of Mt. Pangrango in West Java.

The oldest grave in this area is the grave of a Dutch chemist administrator, Cornelis Potmans, …..

Referensi

Semua informasi yang saya posting disini disalin dari berbagai media yang terdapat di Kebun Raya Bogor, seperti: informasi tertulis yang disediakan tepat di dekat objek; dengan perubahan seperlunya.

Kebun Raya Bogor (Bogor Botanic Gardens)

Fasilitas (Facilities)
  1. Gerbang Utama
  2. Pusat Informasi
  3. Museum Zoologi / Zoological Museum
  4. Gedung Konservasi / Conservation Building (Public Education & Exhibition)
  5. Perpustakaan / Library
  6. Wisma Tamu / Guest House
  7. Laboratorium Treeb / Treeb Laboratory
  8. Toko Souvenir / Garden Shop
  9. Pembibitan / Nursery
  10. Pintu II / Gate II
  11. Kantor Pengelola / Main Office
  12. Mesjid / Mosque
  13. Gedung Herbarium & Museum Biji / Herbarium & Seeds Museum
  14. Pintu III / Gate III
  15. Kafe / Cafe
  16. Pembibitan Anggrek / Orchid Nursery
  17. Laboratorium Kultur Jaringan / Tissue Culture Laboratory
  18. Pintu IV / Gate IV
  19. Musholla / Mosque
  20. Pembibitan Reintroduksi & Tumbuhan Langka / Reintroduction & Rare Plants Nursery
Tempat Bersejarah / Interesting Sites
  1. Monumen Lady Raffles / Lady Raffles Memorial
  2. Monumen J.J. Smith / J Smith Memorial
  3. Kolam Gunting / Scissor Pond
  4. Taman Teisjmann / Teisjmann Park
  5. Makam Belanda / Dutch Graveyard
  6. Istana Bogor / Bogor Palace
  7. Jalan Kenari I / Canary Avenue I
  8. Jalan Kenari II / Canary Avenue II
  9. Jembatan Gantung
  10. Jembatan Surya Lembayung / Surya Lembayung Bridge
  11. Jalan Astrid / Astrid Avenue
  12. Griya Anggrek / Orchid House
  13. Taman Lebak Sudjana Kanaan / Sudjana Kanaan Park
  14. Area Outbond / Outbond Area
Koleksi Tanaman / Plants Collection
  1. Koleksi Tumbuhan Obat / Meicinal Plant Collection
  2. Kayu Raja / King Tree
  3. Koleksi Tumbuhan Araceon / Araceon Plant Collection
  4. Bunga Bangkai / Amorphophallus titanum — Bunga Raksasa Dari Sumatera (A Giant Flower From Sumatra)
  5. Rotan / Rattan
  6. Koleksi Pandan / Pandanus Collection
  7. Koleksi Kaktus (Taman Meksiko) / Cactus Collection (Maxican Garden)
  8. Koleksi Palem (Palm Collection)
  9. Koleksi Tanaman Air / Water Plant Collection
  10. Koleksi Anggrek / Orchidarium — Anggrek Raksasa (Giant Orchid)
  11. Koleksi Tanaman Pemanjat / Climbing Plants Collection
  12. Koleksi Paku-pakuan / Fern Collection
  13. Hutan / Wild Corner
  14. Koleksi Kayu Manis / Cinnamomum Collection
  15. Teratai Raksasa / Victoria amaronica
  16. Koleksi Tanaman Kayu / Wood Plant Collection — Kenari Babi (Pig Canary), Pohon Rindang Berbau Mawar (Burmese rosewood), Pohon Saputangan Jambon (Pink Handkerchief Tree), Pohon Tarzan (Gogo Vine)
  17. Koleksi Bambu / Bamboo Collection
Karcis Kebun Raya Bogor
  • Domestik : Rp 15.000,-
  • Manca Negara : Rp 26.000,-
  • Sepeda Motor : Rp 5.000,-
  • Sepeda : Rp 5.000,-

Ini sudah termasuk Museum Zoologi, Retibusi Pemkot Bogor dan Asuransi

Pengumuman

Selama bulan Ramadhan, Pintu IV IPB, Pintu III Pangrango, Pintu II Kantor Pos, dan Pintu Konservasi DITUTUP untuk umum mulai tanggal 18 Juni 2015 dan akan dibuka kembali mulai tanggal 17 Juli 2015. Bagi pengunjung Kebun Raya Bogor dipersilahkan masuk melalui pintu I (depan Pasar Bogor).

Catatan
  • Saat itu saya dan teman-teman terlanjur sampai di Pintu IV. Kita sempat bingung โ€œkok sepi?โ€, ternyata ada pengumumannya. Akhirnya kita berbelok arah menuju pintu utama dengan menaiki angkot (angkutan kota) berwarna hijau stabilo dengan kode 08. Selain angkot 08, juga bisa menaiki angkot 05.
Referensi

Semua informasi yang saya posting disini disalin dari berbagai media yang terdapat di Kebun Raya Bogor, seperti: informasi tertulis yang disediakan tepat di dekat objek; dengan perubahan seperlunya.

Kebun Raya Bogor

12.04 Dari Stasiun Bogor, kita naik angkot hijau ngejreng (hijau daun stabilo) 02 (Sukasari-Bubulak).

12.12 Karena suatu hal, kita sempat berhenti dijalan dan naik angkot sekali lagi. Akhirnya, kita sampai di pintu IV, tapi kok sepi?? Jangan-jangan tutup?! Ternyata, ada pengumumannya, cuma pintu I yang buka.

Kita bertanya pada mbak yang ada dikantoran dekat situ. Jadi kita mesti naik angkot 08 atau 05 menuju Pintu I.

Sampai di Pintu I, kita masuk dengan insert @ Rp 15.000,-. Tarif masuk berbeda-beda tergantung kriterianya. Ini dia:

Welcome toย Kebun Raya Bogor ๐Ÿ˜‰

Meican sempat meminta kita untuk tidak lanjut kesini, karena sepi.. Tapi, karena saya dan Weni memilih tetap lanjut, dia akhirnya ikut juga dengan enggan ๐Ÿ˜€

Kebetulan banget nih, kita liat plang Rafflesia Arnoldi.. Tapi sayang, Cuma plang doang, bunganya dicari-cari ga ketemu, huft..

Kita lanjutin perjalanan ke lorong unik yang terbentuk dari dahan pohon bambu yang menyatu, serasa berada di film-film seperti Narnia ๐Ÿ˜€

Kemudian, saya melihat sekumpulan tugu yang kesannya seperti.. patung-patung di kuburan tertentu! Hm, tidak mungkin.. Tapi memang sih suasana disini kental aura sunyi.. Saya sibuk jepret-jepret, sementara dua teman saya tampak berdiri cukup jauh dari saya dan terkesan mau cepat-cepat pergi dari sini, mereka bicara seperti berbisik dan tampak was-was memperhatikan sekitar. Hm, never mind, saya tetap mengambil beberapa foto dan mulai mendekati bagian informasi tertulisnya, ternyata.. ini.. Makam Belanda!! Tak ingin menyediakan ruang untuk panik, saya optimis tidak ada yang aneh dan tetap mengambil foto sejarah makam ini. Lalu lanjut bergabung bersama Meican dan Weni. Setelah cukup jauh kita berjalan, baru Meican buka suara kalau dia sempat searching dan dapat info bahwa Makam Belanda ini merupakan salah satu tempat yang terangker di Kebun Raya Bogor.. Tapi syukurlah, sejauh ini kita aman.. ๐Ÿ™‚ Memang, sekarang saya baru sadar kalau foto-foto tugu yang saya ambil itu hasilnya blur semua, kecuali bagian infonya, hm.. mungkin saya kurang bagus tadi ngambilnya ๐Ÿ˜‰

Ini arah selanjutnya:

Kita sempat mampir di pekarangan sebelah luar Istana Kepresidenan Bogor. Disini udah standby seorang bapak-bapak fotografer, jadi kalau kamu ga bawa kamera ataupun lagi lowbat, ga perlu pusing mendokumentasikannya ๐Ÿ˜‰ Saya sempat bercanda sama si Bapak, nanyain, bisa nggak kita masuk kesana. Si Bapak bilang “Ga bisa atuh neng, kan bapak presiden lagi di kediaman ini sekarang”. ๐Ÿ˜€ Mungkin si Bapak malah mengira kalau kita-kita ini ngeyel kesini, haha..

Nah, ini dia Danau Gunting.. Kenapa diberi nama demikian? Karena dia berbentuk gunting jika dilihat dari udara. Konon, lokasi ini menjadi salah satu tempat terangker di Kebun Raya Bogor. Katanya nih, danau ini tidak bisa dibersihkan, karena dahulu ada eskavator yang patah, konon ada makhluk halus disana. Ini didukung oleh pengakuan satpam dan petugas kebersihan yang sering melihat penampakan noni Belanda di tengah danau. Namun, saya pribadi juga teman2, merasa adem banget nih disini, suasananya tenang, sejuk dan damai =)

Next..

Capek berjalan, kita menunggu bus keliling yang difasilitasi oleh Kebun Raya Bogor ini. Tapi ditunggu-tunggu, tidak pernah kelihatan. Padahal, awalnya kita pikir mereka tidak beroperasi karena pengunjung sepi, tapi kita sempat melihat ada yang melintas sekitar 2 mobil dengan rentang yang cukup jauh saat kita berkeliling. Sudah cukup lama berdiri disimpang ini, akhirnya muncul satu, tapi mereka tidak mau berhenti, padahal masih banyak tempat yang kosong. Dengan kecewa kita meneruskan perjalanan dengan lunglai. Saking capeknya, saya lebih suka jalan ngeker (tanpa sepatu) dan walhasil kena tusuk duri sawit, bah..

Di sepanjang jalan yang tak jelas ujungnya, kita hanya terus melangkah gontai dan baru merasa diberi angin sorga ketika melihat ada seorang penjada toilet di sisi kiri jalan. Namun, bukannya pencerah, kita malah dapat kabar buruk, bus keliling itu cuma bisa dinaiki di gerbang aja dan tidak akan pernah berhenti di jalan.. “What???” Sempat merasa tak adil, wong tadi kita di gerbang ga liat tuh ada bus itu ๐Ÿ˜ฅ Apa boleh buat, kapan lagi marathon seharian begini, lumayan juga nurunin kolesterol ๐Ÿ˜€

Kita beristirahat cukup lama di bangku depan Pohon Kenari. Setelah saya perhatikan, pohonnya unik, guys.. Buahnya bertebaran di sekitar pohon, bahkan sampai ke sisi jalan dekat tempat kami duduk. Cuma memang, rata-rata yang ditemkan udah membusuk. Mau niatan ambil 1 buat ditanam di rumah, hee.. tapi ga jadi.. Ini dia..

Pernah dengar Jembatan Merah Bogor yang terkenal itu? Nah, ini dia..

Lanjut..

Oya, di mushalla itu, kita liat hari masih sekitar pukul setengah tigaan, jagi kita rehat dulu di beranda depan mesjid. Ada suara gemericik air, dikelilingi oleh pepohonan aneka warna, tenang.. adem.. waaah.. nyaman… Kontan kita guling-gulingan di tembok pelatarannya, waaah.. capek… Mulai ga peduli tuh sama yang lewat, kita mulai mirip tuna wisma deh kayaknya, hee.. Tapi, sesekali kita gemerubuk juga kala ada yang datang, ga enak kalau terlihat tidak sopan ๐Ÿ˜€ Bahkan, penjaga mesjidnya beberapa kali mondar-mandir ngeliatin kita, mungkin dia heran, gelis-gelis tapi nongkrongnya cak orang gelandangan, hahaa.. Tapi wajarlah dia begitu ๐Ÿ˜€ Tiap bentar kita liatin jam nungguin waktu Ashar, lama rasanya..

Abis shalat, sekitar jam 4-an, kita go buat beli oleh-oleh khas Bogor. Dari promo Weni nih, disini khasnya Roti Unyil dan Kue Lapis Bogor, abis itu baru deh nyari tempat berbuka, yang ada kuliner khas Bogor juga dong tentunya. Cus..

Beberapa foto memang agak gelap yah.. Ga cuma batrei nih yang low, memori juga full ๐Ÿ˜€ Kita lama disini rehat sekaligus narsisan juga..

Semangat 45 mau nyari oleh-oleh, rasa penat mulai tersingkir.. Eh, pas kita keluar, sekitar pukul 5-an, sampai di Gerbang I, udah tutup chuy… Pantes sepi banget.. Hallaaa… Kemungkinannya cuma 2, kita terkurung atau mesti lewat pintu lain?! Kalau terkurung mah enggak mungkin bangett.. Tapi kalau pintu keluarnya dialihkan mah bisa jadi.. Kita jalan kesana-kemari menduga-duga. Memang ada plang kluar, cuma disana dibilang untuk kendaraan?! Karena ga ada pilihan, kita ikutin aja jalur exit itu, dan.. kita sampai di Gerbang IV!!! Subhanallah.. perjuangan yang super!!