Arsip Kategori: Indonesia

Green House ‘Lezatta’

Nuansa serba hijau ini terletak di Jl. Bukittinggi-Payakumbuh, km 9.5, Baso, Kab. Agam-Sumatera Barat.

Dari Kota Bukittinggi, Green House ini berada di sebelah kiri sebelum SPBU Baso. Akses ke lokasi terbilang mudah, hanya dengan menaiki transportasi umum, yaitu angkot biru muda dari Aur Kuning.

Perjalanan menuju Lezatta membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Insert untuk pengunjung dewasa Rp 10.000,- dan anak-anak Rp 5.000,-.

Referensi

  • Seluruh info berikut dokumentasi dishare oleh Geni pada 5 Desember 2016.

Gallery

Iklan

Kerupuk Kuah

In West Sumatra (Indonesia), it’s called Karupuak Kuah. This is a very delicious culinary. You can found it in Taplau Purus, Padang, West Sumatra-Indonesia. 

Bagi pecinta makanan tradisional, pasti sudah tidak asing lagi dengan jajanan renyah yang satu ini, namanya kerupuk kuah (karupuak kuah). Terbuat dari kerupuk ubi yang digoreng dan kemudian dioleskan kuah sate atau gulai bukek.

Dahulunya, kerupuk ini hanya dinikmati bersama kuah begitu saja. Namun, semakin kesini, mulai  variatif, salah satunya dibubuhi dengan mie goreng.

Nah, di Sumatera Barat, jajanan favorit ini biasanya mudah ditemukan di berbagai tempat, terutama lokasi-lokasi objek wisata. Salah satunya, di Taplau (tapi lauik) Pantai Purus, Padang. Disini dijual Rp 5.000,-/porsi.

Jajanan tradisional ini memang terlihat tipis dan ringan, tapi bikin kenyang.

Referensi

  • Informasi ini dishare oleh Geni pada 30 November 2016.

Gallery

Lain-lain

Pantai Air Manis

Pantai Air Manis terletak di Kelurahan Aie Mani, Kecamatan Padang Selatan, Padang-Sumatera Barat. Perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota.

Biasanya, para wisatawan mengunjungi pantai ini untuk melihat Batu Malin Kundang, sebuah batu yang menjadi icon anak durhaka. Batu berwujud seorang laki-laki berpakaian adat Minangkabau ini bersujud di pinggir pantai diantara batu lain yang menyerupai pecahan kapal.

Legenda Batu Malin Kundang menjadi salah satu cerita rakyat yang terkenal dari Sumatera Barat. Didalamnya tersirat pesan moral yang sangat penting. Bercerita tentang seorang pemuda Minangkabau (suku penduduk Sumatera Barat) yang merantau untuk memperbaiki nasibnya. Namun, setelah sukses, sang anak tidak mau mengakui ibunya. Kesedihan yang mendalam akhirnya membuat si ibu mengutuk sang anak menjadi batu.

Sayangnya, Batu Malin Kundang yang asli telah dimakan zaman, sebagai dampak dari abrasi pantai (terkikis oleh ombak). Tapi, pengunjung tidak perlu kuatir, icon moral ini masih bisa dilihat sebagai hasil replikasi dari yang asli.

Di pantai air manis juga bisa dinikmati keelokan Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang. Saat air laut surut, pengunjung bisa menyeberang hanya dengan berjalan kaki ke Pulau Pisang Ketek.

Berlibur menjadi semakin menyenangkan dengan fasilitas penunjang lainnya. Disini tersedia rental ATV (All Terrain Vehicle) dalam pilihan matic atau manual. Motor ini bisa disewa seharga Rp 50.000,-/30 menit.

Referensi

  • Semua informasi berikut dokumentasi dishare oleh Geni.

Rumah Pohon

Di Sumatera Barat, rumah pohon menjadi salah satu destinasi yang cukup populer dikalangan wisatawan. Tidak hanya keelokan nuansa alamnya, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti outbond. Objek wisata ini berlokasi di Laiang, Kabupaten Solok.

Nah, belakangan ini, di tempat yang berbeda, muncul sebuah lokasi baru yang juga bernama rumah pohon. Wisata ini mulai populer meskipun belum diresmikan.

Rumah pohon yang dimaksud terletak di Nagari Batang Anai, Padang Pariaman. Bila cuaca cerah, bisa terlihat BIM (Bandara International Minangkabau) dan hamparan laut luas nan rancak. Selain itu, view pesawat landing atau take off-pun juga terlihat dengan apik.

Akses ke lokasi dari BIM dengan sepeda motor memakan waktu sekitar 1 jam. Insert (biaya masuk) Rp 3.000,-. Waktu yang tepat untuk berwisata tentunya disaat cuaca cerah; karena ketika hujan, biasanya pemandangan sekitar akan tertutup oleh kabut.

Referensi

  • Semua informasi berikut dokumentasi dishare oleh Geni pada 13 Oktober 2016.

Monumen Merpati Perdamaian

Origami merupakan seni melipat kertas yang sangat terkenal dari negeri Sakura alias Jepang. Namun, kali ini, dengan makna yang sama tapi berbeda cara, layaknya burung merpati sebagai lambang perdamaian, sebuah origami berbentuk merpati diabadikan menjadi Monumen Perdamaian Merpati di Padang kota tercinta.

Maknanya, perdamaian itu didapat dari proses bertahap, dibentuk dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Namun, sepertihalnya origami, perdamaian mudah dirusak, jadi agar tetap merasakan keindahannya, harus tetap dijaga.

Tugu ini menjadi dedikasi dari Angkatan Laut, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 April 2016 di Kota Padang. Berlokasi di pinggiran Pantai Purus, tidak hanya memberi pengunjung keuntungan untuk mengabadikan moment di tugu ini saja, tetapi juga menikmati keindahan pantai nan elok.

Akses ke lokasi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, seperti: motor. Karena, tidak ada transportasi umum yang melewati kawasan ini.

Kalaupun ada, transportasi yang tersedia hanya sampai di daerah Purus saja, yaitu angkot (angkutan kota); seperti: angkot berwarna orange jurusan Lubuk Buaya (Lubay) ke Pasar Raya, atau angkot berwarna putih dari Tabing/Singgalang/Labor. Ongkos relatif berkisar Rp 4.000,-; tergantung harga BBM. Selanjutnya, untuk ke lokasi, bisa menaiki ojek (jika ada) atau dengan memesan taxi.

Gallery

Referensi

  • Informasi berikut dokumentasi di share oleh Geni pada 6 Oktober 2016.

Lokomotif Uap

Saat berkunjung ke Padang, adakalanya menggunakan jasa kereta api, bukan? Paling tidak untuk sekedar menikmati perjalanan wisata.

Nah, di Kota Padang sendiri bisa ditemukan beberapa stasiun kereta api, namun salah satu yang terunik adalah Stasiun Padang, atau lebih dikenal dengan Stasiun Simpang Haru. Selain menjadi tempat naik-turun transportasi yang mulai difungsionalkan kembali di Kota Padang ini; ada hal lain yang lebih menarik, yaitu icon-nya.

Tepat di sebelah kanan gerbang PT. Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat; berdiri kokoh lokomotif uap lengkap dengan sepenggal rel kereta api-nya. Monumen ini diresmikan sejak tahun 2001 di Padang. Jika dilihat sekilas memang tidak ada yang spesial, namun jika diperhatikan, lokomotif ini memiliki daya tarik tersendiri sebagai sebuah icon, sedikit terkesan antik.

Gallery: Lokomotif Uap

レンダン バダン(Rendang Padang)

レンダンは世界中で一番有名な料理だ。この料理は西スマトラにから来た。

[材料]

牛肉5キログラム、赤いチリ、生姜、ガランガル、ウコン、ニンニク、エシャロット、ナシメグ、ベイ、ウコンの葉、カフェライムの葉、レモンガラス、ココナシミルク、塩。

[作り方]

まず

    牛肉を小さく切って、フライパンの中に入れる。

次に

    調味料を作る。赤いチリを潰す。そして、生姜、ガランガル、ウコン、ニンニク、エシャロット、ナシメグも潰して混ぜる。

それから

    この調味料と全部葉と塩をフライパンの中に入れて、よく混ぜる。

あとは

    色が茶色になったら、これで出来上がりだけだ。

ノート

  • This is Ni Mar Gagah’s recipe.
  • Edited by: 迫田先生と桃よ先生.

Mesjid Di Mall Blok M Square Jakarta

Buat yang muslim, tidak perlu khawatir saat harus melaksanakan ibadah ketika shoping ataupun hanging out di Mall Blok M Square, Jakarta; karena di lantai 7 bisa ditemukan mesjid nan megah ini. Tempatnya bersih dan sangat nyaman. Uniknya, di perkarangan mesjid dibangun replika bangunan Ka’bah lengkap dengan hajar aswad-nya.

Catatan

  • Ka’bah merupakan bait suci umat muslim yang terletak di Masjidil Haram, Mekah.
  • Hajar aswad diyakini umat Islam sebagai batu yang berasal dari surga. Batu ini ditemukan oleh Nabi Ismail dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim. Awalnya, batu ini bercahaya menerangi jazirah Arab. Seiring berjalannya waktu, cahayanya meredup dan bati tersebut berubah warna menjadi hitam, namun wanginya masih tetap alami (Hajar Aswad, diakses dari Wikipedia pada 18 September 2016).

Gallery

Serabi Betawi (KUE APE)

Serabi Betawi dan Serabi Solo bentuknya mirip, bukan?! Sama-sama terbuat dari bahan dasar tepung beras. Bedanya, Serabi Betawi lebih kering dan pinggirannya lebih cruncy.

Buat yang di Bukittinggi, Sumatera Barat; makanan tradisional Betawi ini bisa dibeli di depan Mesjid Raya Bukittinggi. Harganya cukup ekonomis Rp 2.000,-/kue, tersedia dalam rasa pandan.

Pelabuhan Teluk Bayur

Pelabuhan Teluk Bayur terletak di Kota Padang, Sumatera Barat. Pelabuhan ini dikenal sebagai tempat menepinya kapal barang dari dan ke Sumatera Barat.

Pelabuhan legendaris yang dahulunya bernama Pelabuhan Emmahaven ini dibangun sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1988 s/d 1893. Pelabuhan ini multi fungsi, sebagai tempat transit antar pulau dan gerbang ekspor-impor barang dari dan ke Sumatera Barat.

Hingga Perang Dunia II, pelabuhan ini masih menjadi salah satu dari lima pelabuhan paling fungsional di Indonesia. Namun, seiring berkembangnya Singapura sebagai pelabuhan transit dan Selat Malaka sebagai alur pelayaran, aktifitas di Pelabuhan Teluk Bayur menjadi menurun.

Saat ini, pelabuhan ini dikelola oleh BUMN. Sejak ditetapkan sebagai Pelabuhan Kelas I, berbagai fasilitas disediakan sesuai standar ISO 9002 (wikipedia.org, 2016).

Gallery

Senja Di Pelabuhan Teluk Bayur

Referensi

wikipedia.org. Pelabuhan teluk bayur. Diakses pada 2 Oktober 2016.

Es Campur

Bagi penikmat jajanan es, kudu nyobain minuman yang satu ini. Namanya es campur, bisa dibeli diberbagai tempat di Sumatera Barat. Rasanya maknyus dengan kombinasi cendol, potongan agar-agar, potongan pokat dan pepaya, tape, es serut, gula, roti, dan bahan lainnya; fresh dan tentunya ekonomis!

Minuman ini biasa ditemukan di tempat jualan sate ataupun bakso. Salah satunya, di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi.

Sekilas jika dilihat dari bentuk dan kombinasinya, jenis es ini hampir mirip dengan es tebak. Namun, ada sedikit perbedaan rasa yang lumayan unik. Tidak hanya itu, cara pembuatan ataupun penyajiannya juga cukup berbeda.

Ubi Bakar Cilembu Di Kota Padang

Bagi pecinta olahan umbi-umbian, pasti sudah tidak asing lagi dengan ubi cilembu. Akan tetapi, mungkin dibeberapa tempat masih ada yang belum tau ubi cilembu itu seperti apa.

Di Kota Padang, ubi jalar dikenal dengan pelo. Meskipun pelo bisa dibakar, pelo tidak seempuk dan semanis ubi cilembu.

Menurut penjual Ubi Bakar Madu Cilembu Khas Bandung, berlokasi di pertigaan antara Simpang Jati dan Sawahan; ubi ini termasuk jenis pelo yang ada di Padang. Hanya saja, kadar airnya lebih banyak, itu yang membuat rasanya lebih empuk dan manis. Sementara, untuk jenis umbi yang aslinya dari Sumedang ini didatangkan dari Bandung.

Ubi ini lebih enak dikonsumsi selagi hangat. Satu kilonya dihargai Rp 25.000,- dan setengah kilo Rp 13.000,-.

Pelo (Ubi Jalar)

Dalam Bahasa Minang, ubi jalar disebut pelo. Biasanya, tumbuhan sejenis umbi rambat ini diolah menjadi aneka makanan yang pastinya enak, mulai dari tradisional hingga modern, seperti: ubi rebus (ubi abuih), gorengan (goreng ubi), ubi bakar, aneka kue dan atau keripik, dan sebagainya.

Jenisnyapun cukup variatif. Pelo kuniang (ubi rambat berwarna kuning); saat diolah menjadi makanan, teksturnya lebih padat. Pelo merah (ubi rambat berwarna merah muda), teksturnya empuk, manis dan gurih. Pelo ungu/pelo lila (ubi rambat berwarna ungu), teksturnya paling lembut, renyah dan manis; ubi ini menjadi bahan baku favorit di dunia masak-memasak saat ini, terutama kue.