Category Archives: Pasar Palembayan

Budaya Lebaran di Palembayan

Masakan Serba Daging

Budaya di Palembayan, khususnya Pasar Palembayan, beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri (ari rayo), warga punya tradisi membeli daging sapi (dagiang bantiang) yang telah dionggok dengan harga yang telah disepakati. Nanti daging ini akan diolah menjadi rendang (randang), gulai bukek, gulai putih (gulai putiah), sup, asam pedas (sampadeh), kalio daging (kalio dagiang), dan masakan tradisional lainnya yang lumrah ada disetiap lebaran.

Kue Lebaran (Kue Rayo)

Kue lebaran ini biasanya disajikan di dalam botol-botol kaca khusus dengan bentuk beraneka ragam. Rata-rata kue tersebut dibuat dengan bahan dasar mentega. Kue-kue yang biasanya selalu ada ketika kita berkunjung ke setiap rumah, yaitu: kacang tujin, kue bawang, kue sagun bakar, kue sumprit (kue mentega, sumprit itu nama cetakannya dalam versi lama), kue sapik, kue bolu, dll.

Minuman

Minuman yang sering disuguhkan untuk anak-anak, remaja hingga dewasa; adalah sirup dengan rasa bervariasi, tergantung request yang bersilaturrahim atau stok yang dipunyai oleh pemilik rumah. Berbeda dengan niniak/mamak, kakek-kakek (inyiak-inyiak), bapak-bapak; yang biasanya lebih memilih minuman kopi, atau beberapa diantaranya juga ada yang memilih teh.

Shalat I'ed

Pagi-pagi sekitar pukul 07.30 WIB, mulai banyak warga sekitar memadati mesjid lokasi pelaksanaan Shalat I’d. Jalanan mulai diramaikan oleh kendaraan dan orang-orang yang berjalan menuju mesjid. Tidak heran jika kadang warga sering merasa melihat orang yang belum dikenal, karena sudah lama tidak berjumpa atau memang baru kali ini bertemu. Terminal Pasar Palembayan yang tepat berada di depan Masjid Jami’ Pasar Palembayan, seketika mulai ramai oleh kendaraan dan warga yang beramah-tamah sebelum memasuki mesjid.

Di depan mesjid, tampak berjejer para pengurus yang memfasilitasi zakat dan infaq. Mesjid itupun mulai penuh dalam hitungan menit, kadang ada yang tidak mendapatkan syaf di dalam mesjid dan harus berlapang dada untuk membentang tikar di pelataran mesjid, biasanya ini sering terjadi pada warga yang datang lebih lambat.

Tidak hanya diluar, di dalam juga akan berdiri beberapa orang untuk memfasilitasi shadaqah dan infaq. Kemudian, recalled tata cara Shalat I’ed, shalat dan khutbah.

Selesai shalat, warga memanfaatkan moment ini untuk saling bermaaf-maafan atau sekedar bersilaturrahim secara singkat. Ini terus berlanjut hingga halaman mesjid, terminal dan sekitarnya. Tempat-tempat inipun dibanjiri warga dan baru reda setelah mereka pulang ke rumah masing-masing. Nuansa yang kental dengan kekeluargaan dan benar-benar harmoni yang indah.. 🙂

Mando'a

Sepulang Shalat I’ed, telah menjadi kebiasaan di Pasar Palembayan, sekelompok bapak-bapak atau niniak-mamak dengan teratur berkunjung dari rumah ke rumah untuk mando’a (berdo’a bersama) sambil bersilaturrahim.

Manambang

Lebaran tidak hanya sebagai wadah penyempurnaan ibadah dan ajang bersilaturrahim dengan sanak-saudara, tetapi juga kesempatan untuk manambang, khususnya bagi anak-anak. Manambang ini tradisi mengunjungi rumah ke rumah dan kemudian sesaat sebelum pergi akan diberi salam tempel (dapat angpao), isinya relative, tergantung berapa anggaran pemilik rumah dan sejauh mana hubungan kekerabatan dengan pengunjung.

Makan

Sesuatu yang sangat khas ketika berlebaran ke Palembayan, kita wajib makan di setiap rumah yang kita kunjungi, terutama pada hari raya pertama. Kita akan menjumpai samprah (kain panjang alas hidangan) terbentang di setiap rumah lengkap dengan hidangan nasi dan aneka masakan dari daging sapi.

Di hari kedua dan seterusnya, nasi dan lauk-pauk memang tidak dihidangkan seperti hari pertama lebaran, namun biasanya sekitar seminggu perayaan lebaran ini, masih berlangsung tradisi makan yang terkadang terkesan wajib setiap berkunjung ke rumah tetangga, handai-taulan atau warga sekitar. Jadi, buat Anda yang belum pernah ke Palembayan, jangan kaget ya.. 😀

Di beberapa daerah, seperti Bateh Tangah, lebih memilih makan bajamba. Ibu-ibu membawa nasi dan lauk-pauk dengan menggunakan rantang ke mesjid, kemudian selesai Shalat I’ed, semua warga makan bersama. Ini juga salah satu cara untuk mensiasati agar kebersamaan tetap terjalin sekalipun tidak sempat berkunjung ke setiap rumah disekitarnya. Selain itu, ini juga dinilai lebih efisien waktu dan tenaga.

Lebaran Idul Adha (Ari Rayo Kurban/Gadang)

Saat yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul dan bersilaturrahim dengan karib kerabat, handai taulan dan para tetangga; setelah menyempurnakan ibadah puasa sebulan penuh. Nah, itu untuk lebaran Idul Fitri ya, tradisi yang nyaris sama dengan Idul Adha. Bedanya, selesai Shalat I’ed, diadakan kegiatan marantam (menyembelih hewan kurban). Kemudian para bapak bergotong-royong membagi daging kurban berdasarkan kupon yang telah dibagikan beberapa hari sebelumnya. Sementara para warga yang terdiri dari anak-anak atau remaja biasanya menjemput daging kurban dengan menukarkan kupon. Sebagian besar ibu-ibu akan memasak di rumah masing-masing; namun beberapa ada yang standbye di mesjid untuk persiapan memasak gulai bukek.

Setelah gulai bukek masak, siapapun boleh ke mesjid untuk makan gulai bukek bersama dengan membawa peralatan makan masing-masing dari rumah. Kemudian gulai bukek juga dibagikan secara gratis dan warga boleh membawanya pulang. Ini menjadi salah satu tradisi Palembayan yang masih terjaga hingga saat ini. Konon, tradisi ini merupakan kesepakatan niniak-mamak terdahulu karena dulunya daging kurban tidaklah seberapa, mungkin dikarenakan belum banyak orang yang mampu untuk berkurban, lalu diambil keputusan untuk masak di mesjid/mushalla sehingga semua orang mendapat bagian.

Nasi Goreng Rendang Suir

 H+5 lebaran, mulai bosan dengan masakan serba daging.. Hm, ada ide nih.. Bikin nasi goreng aja, kebetulan daging rendang masih banyak. Ini dia..

  •  Bahan:
    • Bawang merah & bawang putih yang telah diiris
    • Tomat dipotong kecil
    • Daun sup (bawang perai) & seledri dipotong kecil
    • Telur yg didadar tipis dan telah dipotong-potong
    • Daging rendang yang telah disuir
    • Nasi putih
    • Cabe merah giling seperlunya
    • Cabe merah bulat 1 buah diiris kecil
    • Garam secukupnya
    • Kecap manis
    • Kerupuk merah
    • Minyak goreng
  • Alat:
    • Kuali
    • Sendok goreng
    • Wadah
    • Tirisan minyak
  • Cara:
    • Goreng kerupuk merah, angkat dan tiriskan.
    • Tumis irisan bawang merah + bawang putih hingga menguning.
    • Tambahkan abe merah dan irisan cpotongan tomat, aduk rata.
    • Tambahkan cabe merah giling sesuai selera, tumis hingga matang.
    • Tambahkan kecap manis, aduk rata.
    • Tabur sedikit garam ke nasi putih dan aduk.
    • Tambahkan nasi putih, aduk rata.
    • Tambahkan daun sup + seledri + daging rendang yang telah disuir + irisan telur dadar, aduk rata.
    • Kecilkan api dan aduk hingga matang.
    • Sajikan dengan menambahkan kerupuk merah secukupnya

Wisata Sumbar (Ranah Minang)

Selamat datang di Sumatera Barat, Ranah Minang. Welcome to West Sumatra (land of Minangkabau), Indonesia. Enjoy with our beautiful place, delicious culinary (Rendang is no. 1 in the world, isn’t it?), and unique cultures. インドネシアの西スマトラはきれいな所や様々な美味しい食べ物(特にレンダン)やユニック文化がある。

Padang

Kepulauan Mentawai

  • Pulau Siberut
  • Pulau Sipora
  • Pulau Pagai Utara
  • Pulau Pagai Selatan
  • Air Terjun Kulu Kubuk

Padang Pariaman

Pariaman

Padang Panjang

  • Lubuk Mata Kucing (Lubuak Mato Kuciang)
  • Air Terjun Lembah Anai
  • Kolam Air Jernih (Tabek Aia Janiah)
  • Rumah Puisi Taufik Ismail, Panyalaian
  • Mifan

Bukittinggi

Agam

Payakumbuh

  • Lembah Harau (Harau Resort)
    • Air Terjun 1
    • Air Terjun 2
    • Air Terjun 3
  • Air Terjun Lubuk Batu Bulan
  • Air Terjun Lubuk Bulan
  • Air Terjun Sarasah Tanggo
  • Air Terjun Tanjung Jaro
  • Batang Tabik
  • Kelok 9
  • Rumah Adat Bakewi
  • Palo Banda
  • Padang Mangateh
  • Ngalau Indah

Pesisir Selatan

Pasaman

  • Pasaman Barat
    • Ikan Larangan Lubuak Landua, + 10 km kota Simpang Ampek
    • Goa Jepang, Kec. Talamau
    • Pemandian Air Panas, Kec. Talamau
    • Air Terjun Simpang Panco, Kec. Kinali
    • Bendungan Batang Tongar, + 10 km sebelah timur Simpang Ampek
    • Bendungan Batang Kenaikan, Kec. Gunung Tuleh
    • Gunung Batu, Kec. Lembah Malintang
    • Danau Indah, Koto Balingka
    • Goa Kepang, Kec. Sungai Beremas
    • Gunung Talamau
    • Pantai Sasak, Nagari Sasak, Kec. Sasak
  • Pasaman Timur
    • CagarAlamRimboPanti,Kec.Panti
      • Aia Angek Rimbo Panti

Sawahlunto

  • Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
  • Museum Kereta Api Sawahlunto
  • Taman Satwa Kandi (Kebun Binatang Sawahlunto)
  • Air Terjun Rantih
  • Lobang Tambang Mbah Suro
  • Gudang Ransum
  • Danau Biru
  • Lokasi Paralayang

Sijunjung

  • Air Terjun Pelukahan

Dharmasraya

  • Bendungan Batanghari

Batusangkar

  • Istana Basa Pagaruyuang
  • Talago Gunuang

Solok

  • Danau Kembar: Danau Diatas & Danau Dibawah
  • Kebun Teh Alahan Panjang
  • PuncakPulau / “Puncak Thailand”
    • Danau Singkarak
  • Danau Talang, Alahan Panjang
  • Gunung Talang
  • Pemandian Air Panas (Pamandian Aia Angek)

Solok Selatan

  • Air Terjun Timbulun Koto Birah
  • Air Terjun Timbulun Sangir
  • Air Terjun Ulu Suliti
  • Kawasan Seribu Rumah Gadang

Other

  • Air Terjun Lubuk Tampuruang
  • Air Terjun Lubuk Bonta
  • Air Terjun Lubuk Paraku
  • Air Terjun Timbulun Batang Liki
  • Air Terjun Talang Sepintir
  • Air Terjun Tangsi Empat
  • Air Terjun Batang Daun
  • Air Terjun Lambe
  • Air Terjun Nango
  • Air Terjun Buluh Kasok
  • Air Terjun Koto Salo
  • Air Terjun Timbulun Indah Pulau Punjung
  • Air Terjun Padukoan
  • Air Terjun Tanjung Bonai
  • Air Terjun Mayang Taurai
  • Bukit Takuruang
  • Benteng Van Der Capellen
  • Danau Kandi
  • Gedung Indo Jalito
  • Lubang Suro
  • Museum Adityawarman
  • Museum Gempa 30 September
  • Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
  • Panorama Tabek Patah
  • Pantai Sago
  • Pulau Keong
  • Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM)
  • Rumah Budaya Fadli Zon
  • Rumah Gadang 20
  • Rumah Gadang Kampai Nan Panjang
  • Taman Nasional Kerinci Seblat
  • Taman Siti Nurbaya
  • Lubuak Paraku
  • Pantai Karang Tirta
  • Patung Tigo Tungku Sajarangan, Lintau Buo Utara
  • Puncak Pato, Lintau Buo Utara
  • Pulau Setan
  • Panorama Tabek Patah
  • Gunung Singgalang

Referensi

  • BKPM “Indonesia Investment Coordinating Board”. 2013. Potensi wisata alam di kabupaten Pasaman Barat. Diakses pada tanggal 22 Juli 2015.
  • #infosumbar via Instagram. Diakses pada tanggal 21 Juli 2015.
  • Padang Indah Kemilau Tour & Travel. 2010. 24 lokasi wisata yg terkenal di Sumbar. Diakses pada tanggal 21 Juli 2015.
  • BEM KM UNAND. 2015.
  • Aminuddin, A. W. n. d. Daftar nama tempat wisata di Sumatera Barat. Diakses pada tanggal 20 Juli 2015.
  • Pemerintah Kota Bukittinggi Propinsi Sumatera Barat (website resmi) diakses pada 12 September 2015.
  • Beberapa info dishare oleh Geni.
  • Info wisata Sawahlunto dishare oleh Hendro pada 23 Maret 2017.

Gulai Bukek

Gulai bukek adalah salah satu masakan khas Palembayan. Nah, ini dia resepnya.

  • Bahan:
    • Daging atau babat (babek).
    • Bumbu gulai (bawang merah + bawang putih + lengkuas + jahe (sipadeh) + kunyit) yang telah digiling.
    • Daun-daun: Daun limau purut, daun salam, daun kunyit
    • Serai
    • Bumbu kambing
    • Cabe (lado) merah giling
    • Garam secukupnya
    • Santan pekat
    • Bawang merah yang telah diiris
    • Santan
    • Tepung beras
  • Cara:
    • Daging direbus dengan sedikit bumbu + cabe (1/2 kg daging + 1/2 sdm cabe + bumbu 1 sdm)
    • Tumis irisan bawang merah.
    • Tambahkan bumbu + cabe + bumbu kambing.
    • Masukkan tumisan ke dalam wadah tempat daging direbus, aduk rata.
  • Tambahkan tepung beras yang telah diaduk bersama santan, aduk rata.
  • Catatan:
    • Untuk acara kenduri/pesta adat (baralek) di Palembayan, dahulunya gulai bukek ini diisi dengan pisang batu dan dimakan dengan rendang.
    • Selain untuk lauk, kuah gulai bukek juga bisa dijadikan kuah dari kerupuk kuah.
Resep Ni Mar Gagah | Pasar Palembayan | Masakan Palembayan | Minangkabau

Jamur Crispy

  •  Bahan:
    • Jamur tiram
    • Tepung terigu
    • Telur itik/ayam
    • Garam secukupnya
    • Tepung kentucky
    • Minyak goreng
    • Air matang
    • Saus sambal
  • Alat:
    • Wadah penggorengan
    • Sendok goreng
    • Tirisan minyak
    • Beberapa wadah
  • Cara:
    • Suir-suir jamur tiram dengan ukuran sedang (sesuai selera).
    • Siapkan wadah:
      • Khusus tepung terigu.
      • Tempat pengocok telur. Kocok telur dan tambahkan sedikit air matang.
      • Tempat tepung terigu (dalam jumlah cukup banyak, perkirakan saja) + sedikit tepung kentucky + garam secukupnya.
    • Masukkan jamur yang telah disuir ke dalam tempat khusus tepung dan lumuri hingga rata.
    • Tambahkan dan lumuri dengan telur yang telah dikocok.
    • Pindahkan ke dalam wadah berisi tepung yang telah dicampur, lumuri hingga rata dan pisah-pisahkan.
    • Panaskan minyak goreng.
    • Goreng hingga menguning.
    • Angkat dan tiriskan.
    • Dimakan langsung atau dicocol dengan saus sambal. Hm.. yummy…
  • Catatan:
    • Untuk tepung boleh hanya menggunakan tepung terigu saja atau ditambahkan tepung lainnya, seperti tepung beras, tepung kentucky, dll; sesuai selera.
    • Untuk telur, boleh menggunakan telur saja tanpa menambahkan air. Penambahan air tersebut gunanya untuk menghemat bahan, karena membuat dengan porsi besar.

Kadang merasa bosan menyantap aneka kue dalam masa lebaran, jadi kita mengombinasinya dengan jamur crispy; uniknya, semua excited 😉

Cemilan ala Iqbal

Pensi

Pensi merupakan salah satu sumber makanan khas asal Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat; bisa diolah menjadi aneka masakan. Tak hanya memiliki rasa yang enak, pensi juga mempunyai gizi yang tinggi, kulitnya yang berbentuk kerang hitam berukuran kecil dan lebih tipis ini juga bisa digunakan sebagai bahan utama atau pelengkap berbagai bentuk kerajinan tangan.

Nah, saya akan berbagi tips kuliner maknyus dari pensi, cara bikinnya mudah banget, jadi kamu tidak perlu keder (alias enggak percaya diri) kagak bisa masak 😀

Gimana guys? Mudahkan 😉 Tapi, ada tapinya nih… Mentang-mentang enak, jangan sampai dikomsumsi berlebihan ya.. Karena, pensi juga mengandung kadar purin yang tinggi, nanti kamu bisa dapat penyakit asam urat lho.. atau lebih dikenal dengan Arthritis GOUT 😀 Selamat mencoba.. 😉

Pensi Balado (Pensi Sambal)

  • Bahan:
    • Daging pensi (Pensi tanpa cangkang).
    • Cabe merah giling.
    • Garam secukupnya.
    • Tomat diiris kecil / jeruk nipis / asam sundai.
    • Minyak goreng.
    • Irisan beberapa suing bawang merah dan bawang putih.
  • Alat:
    • Wadah penggorengan beserta penutupnya.
    • Wadah peniris.
  • Cara:
    • Tiriskan daging pensi yang telah dicuci bersih.
    • Panaskan minyak goreng di atas wadah penggoreng dengan api sedang.
    • Tumis bawang merah hingga menguning.
    • Masukkan irisan tomat hingga kering.
    • Masukkan cabe merah giling.
    • Tumis hingga matang.
    • Masukkan daging pensi, aduk rata.
    • Tutup wadah penggorengan, tujuannya agar daging pensi yang digoreng tidak meletus kemana-mana.
    • Masak dengan api sedang-kecil.
    • Sesekali buka tutup wadah dan aduk, agar tidak hangus.
    • Angkat pensi dan hidangkan.
  • Catatan:
    • Penyajian pensi balado ini sesuaikan dengan selera, jika kamu suka kering, masak sedikit lebih lama dengan api kecil (bahasa Palembayannya “diunyai”). Namun, jika sebaliknya, kamu bisa langsung mengangkat pensi tidak lama setelah diaduk dengan cabe hingga matang. Dua-duanya sama enaknya, lho.. J
    • Jika kamu tidak punya atau tidak suka tomat, kamu bisa menggantinya dengan jeruk nipis atau asam sundai ketika menumis cabe. Tapi, jangat terlalu banyak, nanti asem 😀
    • Pensi balado ini akan lebih enak lagi jika dimasak dan dicampur dengan rinuak. Hayyooo.. pada tau nggak sama rinuak?! Yang nggak tau, rugi deh.. 😀

Pensi (Tumis)

  • Bahan:
    • Pensi yang masih bercangkang
    • Air hangat/panas
    • Air mineral / air matang
    • Garam secukupnya
    • Bawang merah
    • Bawang putih
    • Jahe
    • Beberapa helai daun jeruk
    • Daun sup + seledri
    • Merica bubuk
    • Minyak goreng
    • Beberapa batang serai
  • Alat:
    • Beberapa baskom (ukuran disesuaikan dengan banyak pensi).
    • Tirisan (seperti: tapisan, saringan, wadah berongga, dll).
    • Wadah penggorengan.
    • Wadah lainnya seperlunya.
  • Cara:
    • Seduh pensi dengan air panas hingga terendam seluruhnya.
    • Diamkan di dalam baskom beberapa saat sampai kulit pensi mulai agak menganga, bilas dan ulangi sekitar 2-3 kali.
    • Kupas bawang merah dan bawang putih, ambil isinya.
    • Bersihkan jahe dan semua bahan lainnya.
    • Siapkan bumbu: Giling/ulek beberapa suing bawang merah + bawang putih + jahe + daun jeruk + garam.
    • Iris bawang merah, potong kecil daun sup, seledri dan serai.
    • Panaskan minyak goreng secukupnya di atas wadah penggoreng, dengan api sedang.
    • Tiriskan pensi.
    • Tumis bawang merah hingga menguning, angkat dan letakkan di wadah terpisah. (Jika sudah kering dari kelebihan minyak, masukkan bawang goreng ke dalam kantong plastik atau wadah tertutup).
    • Tumis bumbu hingga matang, masukkan pensi, aduk merata.
    • Taburkan merica bubuk secukupnya, tambahkan garam halus (jika perlu).
    • Aduk hingga bumbu meresap dan kulit pensi mulai terbuka.
    • Matikan api kompor dan pensi siap dihidangkan.
    • Tambahkan bawang goreng sesuai selera.
  • Catatan:
    • Jika pensinya menghasilkan kuah yang banyak, tidak perlu dibuang. Kuah dari pensi (tumis) ini juga bisa diolah menjadi kuah sayur. Boleh dikatakan fungsinya beralih menjadi kaldu. Tinggal memanaskan kuahnya dan masukkan sayuran seperti bayam, wortel, atau jenis lainnya J

Gulai Pensi

  • Bahan:
    • Daging pensi (Pensi tanpa kulit)
    • Bumbu gulai (bawang merah, bawah putih, jahe, lengkuas dan kunyit yang sudah digiling; ditambah dengan beberapa lembar daun jeruk nipis, daun salam, daun kunyit dan serai yang telah dikeprok/ditumbuk ringan).
    • Garam secukupnya.
  • Alat:
    • Kuali + sendok gulai
    • Wadah peniris.
  • Cara:
    • Tiriskan pensi yang telah dicuci dengan air bersih.
    • Masukkan santan + bumbu gulai ke dalam kuali.
    • Nyalakan api sedang.
    • Aduk santan secara teratur hingga mendidih, kemudian masukkan pensi.
    • Aduk hingga matang dan siap disajikan.

Serabi

  •  Bahan:
    • Serabi:
      • Tepung beras
      • Air putih
      • Garam
    • Kuah:
      • Santan
      • Gula aren / gula pasir
      • Garam
      • Vanile
    • Lain-lain:
      • Kelapa yang diparut
      • Gula pasir
  • Alat khusus:
    • Belanga bertutup, diameter 5cm
  •  Cara:
    • Serabi:
      • Panaskan belanga di atas kompor dengan apu sedang.
      • Aduk rata tepung beras bersama air putih dan garam secukupnya.
      • Tuang adonan ke dalam belanga dan tunggu hingga matang (tampak kering).
      • Angkat serabi dengan sendok goreng datar.
      • Hidangkan di piring.
    • Kuah:
      • Panaskan santan+gula aren+garam & vanile secukupnya.
      • Aduk rata secara teratur agar santan tetap padu.
      • Tunggu hingga mendidih.
      • Angkat dan tuang ke serabi yang sudah direndam.
    • Catatan:
      • Jika mau dinikmati selagi panas, bisa langsung disantap atau dimakan bareng kelapa yang diparut dan dicampur gula secukupnya. Atau dikonsumsi dengan gula saja juga tetap enak ; )
      • Jika mau dinikmati dengan kuah, setelah masak, serabi langsung direndam di dalam air dingin matang sampai mengembang, tiriskan, pindahkan ke dalam wadah dan tuang kuah ke dalamnya. Hm… yummy.. 🙂
Resep Ni Mar Gagah, Pasar Palembayan & Nek Mariani, Desa Piladang

Nah, mudah kan? So, ada yang mau coba bikin? Ini versi tradisionalnya nih, sekarang udah banyak banget versi modernnya, pasti udah pada tau dong kalau di restoran atau kafe-kafe gitu udah ada yang bikin serabi sebagai menu andalannya dengan aneka kombinasi bahan lainnya. Jadi, buat yang ogah bikin, tinggal beli deh 😀 Bahkan ada kemasan ekonomisnya juga, lho.. Bedanya, dibikin lebih mungil 😀

Martabak

This is Martabak, my mom bought it at Pasar Palembayan every Saturday, that is known by Hari Pakan. Based of ingredients are flavor, sugar and coconut. It is favorit meals from my dad, maybe among of the peoples in Palembayan, because it is always sould out if you didn’t fast to buy it 😀

Ini salah satu cemilan favorit Ayah saya nih saat minum kopi alias rehat sejenak diwaktu kerja.. 🙂 Martabak yang kayak begini bisa dibeli tiap hari Sabtu di Pasar Palembayan, atau lebih familiar dengan Hari Pakan (hari pasar). Penjualnya udah lama banget lho jualan martabak ini disini.. Mungkin udah sekitar 25 tahunan dan tak pernah sepi pelanggan. Baru aja nyampe pasar, si Bapak udah bikin gebrakan seribu tangan, haha.. Kenapa saya bilang begitu?! Karena si Bapak dengan ligat mengaduk adonannya diember besar, lalu menuangnya ke kuali logam berbentuk bundar, mengatur api kompornya, menebar gula pasir dan kelapa di atas adonan yang mulai berbentuk, dll (susah dijelasin). Nah, bak semut yang menemukan gula, para pelanggan langsung menyerbu, dengan teratur antre menanti pesanannya 🙂 Bukan cuma Martabaknya yang bikin rame, Bapak yang jualan juga bisa bikin suasana jadi makin rame 😀 Ini tips nih buat yang jualan, sesibuk apapun, tetap ramah pada pelanggan 🙂 Selain Martabak ala si Bapak, ada juga Martabak Ketan (hitam) namanya, ini dijual oleh seorang nenek-nenek, beda lagi nih sensasinya.. Menu lain yang dijual nenek ini yaitu kue pukis, menurut saya, dari rasanya, bahan dasar kue pukis itu sama aja dengan martabak 😀 Tapi saya kurang tau juga ding, entah benar namanya kue pukis, saya aja yang inisiatif bilang gitu 😀