Category Archives: Ranah Minang

パスムパハン島

西スマトラのパダンに パスムパハン島が あります。この島は きれいです。青い海があります。そして、お客様も多いです。そこでピクニックをしたり、眉山に登ったり、シュノウケリング「snorkeling」やダイビング「diving」やボレービーチ「volley beach」やキャンプ「camping」をしたりし、楽しいです。これらだけでなく、ここで小さいモスクとかトイレとか入浴もあります。それで、ムスリムの方はお祈りできます。

パスムパハン島の近くには様々なきれいな島もあります。それはパガン島「Pulau Pagang/Pagang Island」やパムトゥサン島「Pulau Pamutusan/Pamutusan Island」やせくアイ島「Pulau Sekuai/Sekuai Island」です。その島はパスムパハン島の眉山の上が見えます。本当にきれいです。

どうやって行きますか。

パスムパハン島に行くとき、二つ方法があります。それは早い方法と普通な方法です。早い方法は普通な方法より最も安いですが、困った事もあります。例えば、道がちょっとあまりよくないです。

早い方法は、パダンからスンガイシピサン「Sungai Sipisang/Sipisang River」の海岸まで 乗り物で一時間 ぐらいかかります。海岸から パスムパハン島まで 小さい船で十分 ぐらいかかります。船の チケットは 六万ルビアです。そうして、パスムパハンの チケットは 一万五千 ルビアです。ベックペッカー「Backpacker」にとって、この方法は難しいですが、おもしろいです。

スンガイシピサン前に、色々なパダンレストラン「Rumah Makan Padang」があります。もし、お弁当を持っていけませんので、その所でナシブンクス「Nasi Bungkus」を買えます。美味しいです。これだけでなく、カンプンニアス「Kampung Nias」の景色も見えます。広い水田があります。

普通な方法は、バケーションパッケージ「vacation package」みたいです。パダンから乗り物でチャロチョック海岸とかカロリン海岸までに行きます。その乗り物は、例えば、アンコット「angkot」です。アンコットと言うのは特別なパダンの乗り物という意味です。他には、自分の車やバイクに行けます。それから、その海岸からパスムパハン島まで船で行きます。様々な値段があります。ガイド「guide」の方もいます。

皆様、旅行時、パスムパン島に 行きましょうか。

写真

Advertisements

Green House ‘Lezatta’

Nuansa serba hijau ini terletak di Jl. Bukittinggi-Payakumbuh, km 9.5, Baso, Kab. Agam-Sumatera Barat.

Dari Kota Bukittinggi, Green House ini berada di sebelah kiri sebelum SPBU Baso. Akses ke lokasi terbilang mudah, hanya dengan menaiki transportasi umum, yaitu angkot biru muda dari Aur Kuning.

Perjalanan menuju Lezatta membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Insert untuk pengunjung dewasa Rp 10.000,- dan anak-anak Rp 5.000,-.

Referensi

  • Seluruh info berikut dokumentasi dishare oleh Geni pada 5 Desember 2016.

Gallery

Puncak Gagoan

Wisata perbukitan nan landai dan indah ini terletak di Kabupaten Solok (belum masuk daerah kota). Dengan kendaraan beroda empat membutuhkan waktu sekitar setengah jam dari jalan raya. Dari tempat parkir, cukup berjalan sekitar setengah jam menuju lokasi. Biaya parkir Rp 5.000,- dan tiket masuk Rp 5.000,-.

Di Puncak Gagoan, banyak wisatawan mengabadikan moment panorama yang luar biasa ini. Tak hanya itu, Danau Singkarak yang menjadi landmarknya Solok (bahkan namanya berkibar di event olahraga internasional “Tour de Singkarak” atau yang lebih dikenal dengan TdS) juga tampak menawan dari sini.

Info kece ini berikut dokumentasinya dishare oleh Hilma via sosmed pada 23 November 2015.

Taman Tugu Jong Soematra

Ada yang baru nih di Kota Padang.. Taman Tugu Jong Soematra, terletak di persimpangan tiga sebelum Taman Melati, tepatnya di seberang Monumen Gempa. Tatanannya sangat apik, dihiasi oleh tanaman berbatang sedang, bunga-bunga dan lampu taman. Udah gitu, ada bangku-bangkunya juga! Cocok banget buat tempat refreshing atau sekedar bersantai ria 😀
Kota tercinta memang T.O.P dah.. Padahal sebelumnya persimpangan ini tidak terlalu menarik, tapi dengan pembangunan yang kian pesat ini disulaplah menjadi taman nan cantik 🙂 Tidak hanya di lokasi ini, beberapa tempat lain juga sedang galak-galaknya direnovasi, keren! Nah, tak harus ke pantai, gunung atau sungai aja kan?!; piknik di taman-taman tengah kota juga asik, ekonomis lagi dan minimal resiko tentunya 😉

Soto Pasar Raya Padang

Jalan-jalan di Pasar Raya bikin capek dan lapar.. Hm, mampir dulu deh ke kedai soto, tempatnya di terminal lama, gang antara toko emas dan warung bakso yang di seberang Mesjid Muhamadiyah Padang. Hm, lamak bana, seporsi Rp 15.000,-.
Selain disini, soto ini juga dijual di sekitar bawah Matahari (gedung lama dari supermarket). Rata-rata, selain menjual soto, juga ada menu es cendol, lopis, bakso, pangsit, nasi ramas, dll.; tergantung usaha dari penjualnya.

Es Rumput Laut Simpang Patimura

Waduuuh… Kota Padang itu identik dengan cuaca panas, apalagi pake acara muter-muter dengan modal “motor K” alias jalan kaki 😀 Udah gerah, bikin haus lagi.. 😦 Nah, pas banget lewat di Simpang Patimura, ada yang seger nih disini.. Es rumput laut!! Hmm, udah berasa ditenggorokan aja segernya 😀
Es ini terdiri dari rumput laut, buah-buahan yang udah dipotong/dikerok isinya (pepaya, pokat, nangka matang) dikuahi dengan santan yang manis + air gula + es. Satu porsi cukup ekonomis Rp 7.000,-. Lokasinya di Simpang Patimura, tepatnya disamping Sate KMS.

Pisang Kapik

Siapa sih yang tidak kenal dengan jajanan yang satu ini.. Tapi, buat yang beneran belum tau, yuk cobain… Jajanan tradisional ini namanya Pisang Kapik, karena dibuat dengan cara dikapik yang merupakan bahasa Minang dari dijepit.
Pisang ini terdiri dari pisang (biasanya menggunakan pisang batu) yang kemudian dipanggang dengan bara (baro) seperti memanggang daging sate, lalu beberapa buah pisang yang sudah matang diletakkan di alat khusus yang terbuat dari kayu (mirip cetakan Kue Sapik), dijepit; hasilnya dipindahkan ke wadah terpisah dan dibubuhi parutan kelapa (karambia) yang telah diolah dengan gula tebu (saka tabu). Hasil akhirnya berbentuk gepeng tapi lunak dengan taburan kelapa parut berwarna coklat diatasnya. Hmm, melihat pembuatannya aja udah bikin ngiller alias pengen banget nyicipin.. 😀
Di Pasar Atas Bukittinggi, pisang kapik ini bisa di beli ditemui di depan Janjang Gudang, kawasan Jam Gadang Bukittinggi, Rp 5.000,-; atau di seberang Mesjid Raya Bukittinggi, yang juga berseberangan dengan Janjang 40. Sementara di Padang, biasanya di Jual di perempatan Jl. Ratulangi, tepatnya sebelum Toko Buku Sari Anggrek.

Es Cendol (Es Cindua)

Di Bukittinggi, kalau hari mau Jum’atan, shalat Jum’at berjamaah untuk para cowok ke mesjid, mayoritas toko tutup sementara, berkisar dari pukul 12.00-13.00 WIB, salah satunya di kawasan Pasar Atas Bukittinggi. Nah, kebetulan nih, buat Anda yang tidak punya tempat yang akan dituju, sementara masih banyak yang akan dibeli tapi toko tersebut sudah tutup (sementara); tak perlu kuatir, bersantai saja sejenak di depan Mesjid Raya Bukittinggi. Disini tersedia aneka jajanan, seperti: Goreng-gorengan, air tebu, roti bakar dan es cendol (es cindua).
Buat yang milih menu es cendol, langsung saja datang ke gerobak yang ada merek es cendolnya. Selain nyicip minuman segar, kita juga bisa melepas penat sejenak, karena disini disediain kursi buat pembeli. Tak hanya itu, kita bisa by request, ntar bakal ditanyain, mau pake es, buah duren/durian, ketan dan atau emping. Walhasil, 1 porsi penuh itu terdiri dari cendol sagu (cindua sagu), kuah santan yang kemudian ditambah gula tebu (saka), ketan, sebiji buah duren, emping dan es; disajikan di dalam gelas piala berukuran cukup besar. Hm, yummy…. segerrrr… Harganyapun cukup ekonomis, Rp 8.000,-/gelas.

Sate Di Jl. Minang Bukittinggi

Buat yang lagi walking out alias jalan-jalan di Bukittinggi, terus sampai di Jalan Minang malah bingung mau nyobain kuliner apa. Nah.. ada sate maknyus nih disini, siapa sih yang nggak kenal sama Sate Mak Aciak.. Hm, yummy…
Sate ini terdiri dari daging sate dengan potongan cukup besar (untuk ukuran daging sate yang biasanya), jenisnya daging yang berlemak (gomok), lalu diberi bumbu dan dibakar; ketupat (katupek) yang dipotong agak besar; kuahnya berwarna kuning (sepertinya ini termasuk jenis Sate Agam). Rasanya, jangan ditanya, klop banget!! Maknyus…!!
Buat yang lambungnya nggak punya cadangan, alias nggak bisa makan banyak, mending nyobain setengah porsi dulu seharga Rp 13.000,-. Disini juga disediain kerupuk ubi (ukuran kecil) dan yang unik adalah kerupuk kulit (karupuak jangek) ukuran jumbo. Hm, sedaaaap bener…
Nah, buat yang mau bungkus bawa pulang, tapi rumahnya jauh, takut basi; jangan kuatir, bisa by request juga kok. Ntar minta pisahin aja kuah sama daging dan ketupatnya. Selain sate bumbu, juga ada menu lainnya yang bisa dilihat di foto berikut ini.

Terapi Ikan Gurra Fura

Mungkin belum banyak yang mengenal ikan garra fura, bukan? Nah, ikan asal Turki ini mirip anak ikan lele, cuma warnanya lebih cerah dan ukuran yang paling besar hanya beberapa cm (centimeter) dari yang kecil.

Ikan ini memiliki efek terapi melalui sistem persyarafan. Gigitannya seperti gelombang vibra yang dapat melancarkan peredaran darah, mengobati asam urat, mengurangi tekanan darah tinggi, menghilangkan stres, menyembuhkan kesemutan pada kaki dan susah tidur. Tak hanya itu, gigitannya mampu mengikis toksin atau endapan toksin yang berada di telapak kaki jika dilakukan secara rutin 4x dalam seminggu. Sensasi relaksasi alaminya akan mestimulasi titik akupuntur sehingga membuat rasa nyaman dan rileks. Selain itu, ikan ini juga dapat menyembuhkan penyakit kulit dengan memakan sel-sel kulit mati atau kering, merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan menghaluskan kulit.

Bagi yang tertarik memiliki ikan terapis ini sudah bisa memesannya di Indonesia, karena mulai dibiakkan di daerah Bogor. Kabarnya, minggu depan akan naik menjadi Rp 10.000,-/ekor, setengah harga dari minggu ini (Rp 5.000,-). Bahkan, Dunia Aquarium-pun berencana menambah koleksinya, karena saat ini ikan garra fura meraih banyak peminat.

Nah, pemilik aquarium mulai mengeluarkan kebijakan: Tidak boleh memasukkan tangan ke dalam aquarium. Kenapa begitu?? Ini ada latar belakangnya. Sebelumnya, pengunjung yang mulai banyak berdatangan, terutama anak-anak, dibiarkan leluasa berekspresi sesukanya, termasuk memasuk-masukkan tangan ke aquarium; namun, ternyata, ikan-ikan yang notabennya steril (bahkan air yang digunakanpun adalah air galon) ini mulai banyak yang mati, karena terkontaminasi oleh banyak kuman yang diserapnya. Ini membuat pemilik menyiasati cara melalui prosedur pengunjung.

Prosedur tersebut berawal dari ketika kita memasuki Dunia Aquarium, kita diminta mencuci kaki terlebih dahulu, tersedia air di depan pintu masuk. Lalu, kaki di lap dengan handuk yang telah disediakan. Kemudian, baru disilahkan menuju kolam yang terbuat dari kaca dan diberi bangku tanpa sandaran yang saling berhadapan. Disana terlihat banyak ikan garra fura bermain kian kemari, desain kolam ini sangat mirip dengan aquarium yang biasa dipajang di rumah-rumah, hanya saja ukurannya seperti kolam. Selanjutnya, masukkan kaki ke kolam dan nikmati efek terapinya selama 20 menit 😉 Enak banget… awalnya memang sedikit geli tapi lama kelamaan mulai terbiasa dan rasanya nyaman..

Di kota-kota besar, terapi ini dilakukan pada seluruh tubuh dengan sebelumnya pengunjung diminta mandi terlebih dahulu. Namun, karena keterbatasan fasilitas, Dunia Aquarium memilih hanya kaki saja yang bisa diterapi; berhubung di kaki, terutama telapak kaki, memiliki sistem persyarafan yang kompleks.

Seluruh informasi ini didapat dari Dunia Aquarium Bukittinggi. Berminat?! Silahkan berkunjung… 😉