Arsip Kategori: Tokushima City

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  🤤 Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” 😬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Iklan

Malam Mingguan Bareng Orkestra

Nonton konser? Dimana? Kok bisa? Mahal nggak sih? Ngapain aja disana? Bosenin nggak? Kok bisa tau? Kok nggak ngajak-ngajak?

☝🏻

Beberapa pertanyaan klise yang mungkin bakal pasti saya dengar 😆 Mau kepoin?! Cus, saya ceritain 🤓


Ini kali kedua saya nonton konser orkestra, baik itu di jepang maupun seumur hidup 😄Dan, GRATISsss!!!

Sekitar 2 hari yang lalu, teman filipina bilang ke saya “eh, kita diajakin nonton konser, lho. Ikut nggak?” .

Seperti biasa, yang ngajakin pasti teman jepang yang hantu musik banget. Setiap ada konser, dia pasti ngajakin. Kita tu udah nonton gratis, pulang-pergi nebeng mobil dia lagi 😆

Saya kira tadinya minggu malam, masih bisalah pulang ngetrip bareng teman indonesia baru gabung mereka. Eh, ternyata malam minggu! Yokatta..😇


Nama konsernya 阿波オーケストラ第5回演奏会 Final Fantasy series. Diadain oleh Awa Orchestra di 徳島県教育会館. Konser ini cuma hari ini (Sabtu, 13 Oktober 2018) mulai dari pukul 18:30.


Karena suatu hal, kita telat berangkatnya. Padahal di poster tertulis tempatnya tutup pukul 6. Ini udah jam 6 lho, baru mau berangkat.. Gimana nih gaes?? Kita-kita pasrah tak rela..

Sekitar 15 menit kemudian kita nyampe. Dari area parkir udah keliatan konser dimulai, makjang!

Kita langsung masuk, rame nian.. Saya kira konsernya begitu doang, kayak rada gimanaaa gitu, antara kaget dan tak sesuai ekspektasi..

Ternyata saya nih yang oneng, ga liat bener-bener poster yang udah dishare sama si teman jepang. Sebelum registrasi ditutup bakal ada ‘konser lobi’, makanya tempatnya di lobi dan banyakan yang berdiri gegara tempat duduk yang terbatas.

Acara dimulai sekitar 18:30 waktu setempat. Kami lebih memilih duduk di baris bangku ke 8, tidak terlalu dekat ataupun kejauhan.

Acara dimulai dengan cukup menarik, musik khas orkestra. Pengenalan para crew-nya juga cukup gokil. Dan, yang paling saya suka adalah suara piano dan drum-nya. Piano mudah akrab ditelinga dan terdengar romantis, sementara drum bikin suasana hidup dan gegap gempita.

Sayangnya, di tengah acara saya mulai bosan, chemistry-nya nggak dapet, ciileh.. Padahal di kuisioner udah tulis bilang lumayan, yaaah…

Suara biola yang menurut saya dimainkan dengan keren itu mulai beralih menjadi ‘nina bobo’.

Saya mulai melirik-lirik jam, pikiran mulai kemana-mana 😆 Nyoba perhatiin apa sih yang bisa bikin menarik?! Saya liat-liat, apa yang bikin mereka betah ya nonton konser orkestra ini bahkan sampe rela bayar mahal sekalipun, apalagi di Indonesia pasti udah berjuta-juta nih tiketnya 😬 Jawabannya mungkin cuma 1, MINAT 😅

Akirnya saya ngerti, ternyata kenal apa enggaknya sama musik yang ditampilin itu ngaruh banget.. Sekarang kan yang dimainin musiknya Final Fantasy, emang sih saya pribadipun suka banget sama film-nya meskipun sekedar tau itu diangkat dari sebuah games. Tapi, saya sama sekali nggak mudeng sama musiknya, paling dibagian yang ada dentuman drum-nya, pasti adegan pertarungan, musik yang biasa digunakan dalam film-film action 😆

Tapi so far, lucunya saya dan mungkin juga teman-teman yang pertama kali ikut, baru mulai “kembali ke konser” setelah pemberian sebucket bunga pada konduktor dan salah seorang pemain biola. Ini berarti acara mulai berakhir.

Musik closing-nya dibuka dengan dentuman alat musik dari 2 balok kayu yang ditepukkan (namanya saya nggak tau). Suaranya bener-bener jepang banget dan bikin semua mata tertuju ke konser. Serru!!


Biasanya, konser ini selalu diadain setiap tahun di minggu siang bulan oktober dan gratis. Sekarangpun gratis, tapi ini pertama kalinya diadain di malam minggu dengan durasi sekitar 2 jam.


Kamus

    よかった /yokatta/ = Syukurlah..
    阿波オーケストラ第5回演奏会 /awa ookesutora dai go kai ensoukai/ = Awa Orchestra 5th Concert (Konser ke-5 Awa Orkestra)
    Final Fantasy = Nama sebuah games, film yang diangkat dari games
    徳島県教育会館 /tokushima-ken kyouiku kaikan/ = Tokushima Education Center (Pendidikan Pusat Tokushima)

すだち (Sudachi)

Selain satsumaimo, Tokushima punya hasil pertanian andalan lainnya yang sangat familiar dengan sebutan sudachi. Dan, jeruk nipis khas tokushima ini tak hanya dikenal sebagai hasil tani belaka, tapi lebih terkenal sebagai icon-nya tokushima yang bernama sudachi-kun, icon manusia berkepala sudachi dengan pakaian awa odori laki-laki.

Bagi para pelancong, sudachi menjadi salah satu souvenir yang kudu diboyong sebagai omiyage dari tanah awa (tokushima).


Di musim panas ini, sudachi bakal banyak dijumpai di berbagai supermarket, mulai dari versi original (dalam bentuk buah) hingga produk olahan (jus, snack, permen, dll). Rata-rata dijual lebih murah dan sudah dipaket dalam jumlah yang cukup banyak.


Panas-panas begini enaknya minum yang fresh. Tak mau ribet, bisa beli; tapi kalau mau berkreasi, bikin minuman yang gampang aja, kaya vitamin C dan maknyuss, apalagi kalau bukan es jeruk nipis 🍹😋👇


Es Jeruk Nipis

  • Bahan:
    • Jeruk nipis
    • Gula pasir
    • Air hangat
    • Es batu
  • Cara:
    • Peras jeruk nipis
    • Tuang air hangat
    • Tambahkan gula
    • Aduk
    • Tambahkan es batu

Gallery


Kamus

  • すだち /sudachi/ Jeruk nipis khas Tokushima
  • さつまいも /satsumaimo/ Ubi ungu yang bagian dalamnya kuning dengan rasa yang manis
  • 阿波踊り /awa odori/ Tarian khas Tokushima
  • お土産 /omiyage/ Oleh-oleh atau souvenir

Asinan Timun Ala Jepang

 

Musim panas telah tiba, saatnya musim キュウリ (timun) menyapa Jepang, khususnya Tokushima. Kemana-mana belanja (supermarket, toko sayur, dll.), pasti bakal sering ketemu sama yang namanya kyuri 😁☝🏻

Udah fresh, praktis dan bikin sehat!!🤓

Gimana sih cara bikinnya?!

Gampang kok..

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bahan

  • Timun
  • Garam
  • Gula pasir
  • Cabe
  • Cuka
  • Wijen tumbuk

Cara

  • Cuci tangan dengan bersih.
  • Potong timun sesuai keinginan.
  • Bubuhkan garam dan aduk rata, diamkan selama 30 menit.
  • Cuci timun dengan air bersih sampai rasa garam di timun tidak terlalu pekat.
  • Pindahkan timun ke dalam wadah yang bisa ditutup.
  • Tambahkan gula, cabe dan cuka sesuai selera.
  • Shake hingga semua bahan menyatu.
  • Cicipi sesuai atau tidaknya rasa timun dengan selera.
  • Tambahkan wijen tumbuk.
  • Shake/aduk rata.
  • Sajikan atau simpan di kulkas.

Catatan

  • Jenis timun di Jepang sedikit berbeda dengan timun yang ada di Indonesia.
  • Untuk timun dengan ukuran besar, potong dan keluarkan bagian bijinya, karena mengandung banyak air.
  • Untuk hasil maksimal, sebaiknya simpan di dalam kulkas selama 1 hari.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat pengolahan, karena semua bahan dikonsumsi dalam keadaan fresh (tanpa dimasak), resiko terkontaminasi kuman cukup tinggi apalagi ketika diolah dengan tangan yang tidak bersih.
  • Buat yang muslim, hampir semua cuka di jepang terbuat dari bahan non-halal seperti sake atau alkohol; tapi jangan kuatir, bisa beli di gyomu supa yang ada label halal-nya atau pesan di toko-toko online-nya indonesia di jepang.
  • Penggunaan cuka mempengaruhi hasil. Cuka jepang lebih asam, cuka Indonesia & Filipina lebih manis. Cuka jepang rasanya lebih khas dibanding dengan cuka Indonesia/Filipina. Sedangkan dengan cuka Filipina, hasilnya hampir mirip dengan asinan yang sda di Indonesia.
  • Sebagian orang jepang ada juga yang menambahkan minyak wijen sebagai pelengkap.
  • Penggunaan cabe sebaiknya diperhatikan. Biasanya semakin lama rasa pedasnya semakin terasa.
  • Penyimpanan biasanya 3 hari dalam kulkas masih bagus, perhatikan kondisi asinan.

Kamus

  • 🥒キュウリ|kyuuri|Cucumber|Timun.
  • 塩|しお|shiyo|Salt|Garam
  • 砂糖|さとう|satou|Gula
  • 唐辛子|とうがらし|tougarashi|Cili|Cabe
  • チリ|chiri|Cili|Cabe
  • 酢|す|Vinegar|Cuka
  • ごま|Wijen
  • ごま油|ごまあぶら|goma abura|Minyak wijen
  • 酒|さけ|sake|Tuak
  • アルコール|arukooru|Alcohol|Alkohol

Gallery

Resep Yamazaki san via Ien chan | Tokushima-shi | MasakanTradisional Jepang

Tumis Sotong

Bahan

  • Sotong 2 potong
  • Tahu yang sudah digoreng
  • Bawang merah jepang (bawang bombay versi jepang)
  • Bawang putih
  • Cabe jawa (cabe merah gede)
  • Buah pala 1/2 biji
  • Tomat ukuran sedang
  • Merica bubuk
  • Udang kering
  • Parseli kering (kemasan instan)
  • Olive oil
  • Serei 1 batang
  • Daun jeruk 2 helai
  • Air perasan lemon
  • Garam

Persiapan

  • Potong cumi sesuai keinginan. Lumuri dengan sedikit air perasan lemon.
  • Potong tahu berbentuk dadu.
  • Cincang bawang putih dan ebi, pisahkan wadahnya.
  • Potong tomat dan serei dengan ukuran sedang, pisahkan wadahnya.
  • Iris bawang merah dengan ukuran sedang.
  • Potong cabe ukuran kecil.

Cara

  • Panaskan frying pan.
  • Tuang olive oil secukupnya.
  • Tumis bawang merah & bawang putih.
  • Tambahkan cabe, tomat, serei dan daun jeruk.
  • Tambahkan sotong, aduk rata.
  • Tambahkan udang tumbuk/cincang, tahu dan pala.
  • Bubuhkan parseli, merica bubuk dan garam secukupnya.
  • Tunggu hingga matang. Sesekali diaduk merata dan ditutup.
  • Setelah rasanya menyatu, angkat dan sajikan.

Berlayar ala Shinmachi River

In Shinmachi River we can catch the river cruise (Hyotanjima tour boat) for only ¥200/person.

Tombori River Cruise & Hyotanjima Cruise

Bagi yang pernah melancong ke Namba (pusat perbelanjaan terbesar di Osaka), pastinya sudah tidak asing lagi dengan Tombori River Cruise (itu lhoo boat yang sering lalu lalang di sungai depan Patung Glico landmark-nya Osaka 😁☝🏻).

Ternyata, boat ini tak hanya ada di Osaka, tapi juga di Tokushima, namanya Hyotanjima Cruise atau Hyotanjima Tour Boat. Pengunjung bakal dibawa berkeliling dan dipandu oleh seorang pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak!

Perjalanan pulang-pergi ini memakan waktu sekitar 30 menit. Selama perjalanan, pengunjung bisa menikmati keelokan jantung Kota Tokushima sekaligus mengenal beberapa hal tentang Tokushima (dijelaskan dalam bahasa jepang).

Trip ini melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle), dan sebagainya.

Bajet

Tiketpun tergolong ekonomis, hanya dengan merogoh kocek ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak), pengunjung bisa merasakan serunya berlayar ala Shinmachi River.

Akses

Hyotanjima Cruise berlokasi di area Shinmachigawamizugiwa Park, Shinmachi. Aksespun sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Gallery

Rekomendasi Link

Catatan

Bagi yang pertama kali menaiki cruise atau boat di jepang, nanti jangan heran, kaget, atau bahkan keGR-an yak, coz bakal nemuin orang-orang yang sama sekali tidak dikenal tapi malah melambaikan tangannya dari mana-mana dan kitapun yang lagi naik boat juga bebas lho melambaikan tangan seolah menyapa mereka yang sedang menikmati suasana sekitar.

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi
  • Coz = Karena
  • GR /ge-er/ = Singkatan dari Gede Rasa, merasa diperhatikan

Kesan

Ada hal lain yang menarik yang bisa kita pelajari sambil menikmati pelayaran ini, tentunya tentang perlakuan masyarakat jepang terhadap alam, sebuah kombinasi antara nuansa modern dan alami.

Di sepanjang aliran sungai, bebas berkeliaran bebek-bebek nan unyu-unyu, burung putih khas pantai yang jika di Indonesia hanya bisa dilihat di kebun binatang, penyu dan berbagai jenis ikan yang berenang bebas di sungai-sungai tersebut. Padahal, tidak ada plang ataupun berbagai peringatan seperti “DILARANG MEMANCING” atau “DILARANG MENGGANGGU SATWA DI AREA INI”.

Tak hanya itu, sungainya juga bersih.. Meskipun tempat sampahnya hanya ada dititik tertentu bagian taman saja dan juga tak ada peringatan “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” atau “JANGAN BUANG SAMPAH KE SUNGAI”.

Ngebolang ke Shinmachigawamizugiwa Park

Shinmachigawamizugiwa Park terletak di jantung kota Tokushima, diantara Awa Odori Kaikan dan Tokushima Station.

Kombinasi alam bergaya modern ini cocok banget untuk tempat refreshing, sekedar melepas penat, atau bahkan piknik bareng keluarga.

Pengunjung disuguhkan pemandangan Sungai Shinmachi nan adem. Sentuhan alam makin kental dengan adanya merpati dan bebek-bebek yang ikut menikmati asrinya suasana taman.

Sesekali melambaikan tangan menyapa mereka yang sedang menikmati Hyotanjima Cruise melintasi Shinmachigawa. Atau, menonton mereka yang sedang berlatih olahraga air, tampak menyenangkan dari bangku taman.

Pada musim semi, meskipun pohon sakura tidak terlalu banyak, tapi tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk hanami-an.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Event

Shinmachigawamizugiwa Park berdampingan dengan Shinmachi River yang bisa diseberangi dengan Shinmachi Bridge. Tiga area ini sering dijadikan lokasi event-event tertentu, salah satunya yang paling terkenal adalah Festival Awa Odori yang berlangsung setiap tahunnya di musim panas, biasanya pada tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Di hari tertentu, terutama pada hari libur, ada event lain seperti bazar makanan, konser band, dll.

Fasilitas

Taman yang bersih dan sangat fungsional ini juga memiliki fasilitas umum, seperti: tempat duduk, toilet, panggung, dll.

Hyotanjima Cruise

Ini salah satu favorit pengunjung nih.. Sama seperti Tombori River Cruise yang menjadi wahana berlayar ala Sungai Tombori di Osaka.

Berlayar ala Shinmachigawa ini bakal dipandu pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak! Tiket kapal ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak). Lama perjalanan PP sekitar 30 menit melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle).

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • 新町橋 /shinmachibashi/ = Shinmachi Bridge (Jembatan Shinmachi) | Jambatan Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi

Rekomendasi Link

Gallery

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

わかめ (Wakame)

わかめ (Wakame) adalah sejenis rumput laut dari perairan Jepang yang biasa dijadikan sayur hijau, toping udon, dll.

Cara Pengolahan

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Potong wakame sesuai keinginan.
  3. Cuci bersih.
  4. Celupkan ke dalam air yang telah mendidih.
  5. Aduk rata hingga berubah warna menjadi hijau muda.
  6. Angkat, cuci bersih dan tiriskan.
  7. Wakame siap diolah menjadi sup, toping udon, tempura (seperti di indonesia), dll.

Catatan

  • Sebelum diolah, warna original-nya adalah hijau tua kecoklatan.
  • Penyimpanan di kulkas bisa tahan hingga seminggu.

Referensi

  • Cara pengolahan dishare oleh Ien chan

Tokushima-Wakayama (Ferry)

Akses via Kapal Feri

  • Jadwal kapal bisa dicek di internet, sementara untuk pembelian tiket kapal feri langsung di loket 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai). Bagi yang tidak bisa berbahasa jepang, bisa menggunakan bahasa inggris, karena ada petugas yang bisa berbahasa inggris.
  • Tiket
    •  Dewasa:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 2.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 3.800
    • Anak-anak:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 1.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 1.900
  • Sebelum berangkat, menunggu di ruang tunggu penumpang dengan fasilitas tempat duduk, TV, 自動販売機 (mesin penjualan otomatis) untuk aneka minuman kemasan, AC, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan toilet.
  • 15 menit sebelum waktu keberangkatan sudah bisa menaiki kapal (tunggu aba-aba dari petugas). Sebelumnya, perlihatkan tiket kapal pada petugas untuk distempel.
  • Menaiki kapal feri ini mirip dengan menaiki pesawat, ada penghubungnya.
  • Di dalam kapal feri terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya dengan dekorasi yang keren.
    • Sayap kanan:
      • Ada area lesehan, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, TV dan juga sofa mungil yang memanjang menepi di dinding kapal.
    • Bagian tengah (tepat di depan pintu masuk kapal) sebelah kanan:
      • Lukisan di lantainya bagus!
      • Ada icon ANIME-nya, mesin penjualan otomatis mulai dari aneka minuman, mie cup sampai pachinko.
    • Bagian tengah sebelah kiri:
      • Warung kecil-kecilan yang ready aneka cemilan, oleh-oleh dan souvenir.
    • Sayap kiri sebelah kanan:
      • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat. Bagian depannya tersedia colokan listrik buat yang mau mengecas barang elektronik. Disini juga disediakan TV.
    • Sayap kiri sebelah kiri:
      • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia, tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga dilengkapi TV yang menayangkan aneka wisata dan lainnya, mesin penjualan otomatis (aneka minuman dan es krim).
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kanan:
      • Ada ruang bayi yang bersebelahan dengan ruangan driver.
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kiri:
      • Ada tempat sampah yang telah dibagi menjadi 4 kotak (botol/kaleng, botol saja, plastik, lainnya), arsitektur kapal dan toilet.
    • Sayap kiri paling ujung:
      • Pintu keluar kapal menuju lantai 2 dan lantai 3.
    • Lantai 2:
      • Menaiki tangga menuju lantai 2, ada ruang makan dan panel surya.
    • Lantai 3:
      • Menaiki tangga menuju lantai 3, bagian teratas kapal.
  • Lama perjalanan sekitar 2 – 2,5 jam.
  • Setelah mendengar pemberitahuan, segera beranjak menuju pintu keluar kapal dengan teratur dan menyerahkan tiket kepada petugas.
  • Keluar dari kapal akan terhubung langsung dengan 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station) yang merupakan stasiun kereta api JR (Japan Railway).
  • Di depan 南海和歌山港駅 (sedikit agak ke kiri), ada 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station) tempat penantian Wakayama Bus.

Gallery

 

Tabligh Akbar IPMI 2017

Di penghujung 2017, telah berlangsung Tabligh Akbar IPMI Safari Dakwah Ustadz Hanan Attaki, Lc. Agenda keagamaan terbesar ini dipersembahkan oleh Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) Jepang dengan di dukung oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang.

Tabligh Akbar IPMI yang pertama ini diadakan di tiga kota besar yaitu di TOKYO – TOKUSHIMA – OSAKA dengan rangkaian tema sebagai berikut.

  • TOKYO :
    • Waktu: 5 November 2017
    • Lokasi: Komplek Masjid Indonesia Tokyo-SRIT
    • Tema: Dimanapun berada cukup bagi kita Allah SWT.
  • TOKUSHIMA
    • Waktu: 6 November 2017
    • Lokasi: Tokushima Mosque
    • Tema: Merawat cinta seorang Hamba kepada Allah SWT
  • OSAKA
    • Waktu: 8 November 2017
    • Lokasi: オスカードリーム
    • Tema: Pengen sih Hijrah tapi gengsi

Kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Berbagai kegiatan selain acara utama juga mendapatkan sambutan sangat baik dari para peserta. Antusiasme itu juga terlihat pada program lainnya, seperti: bazar, photo boot dan city tour.

Gallery Tabligh Akbar di Mesjid Tokushima

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imron: 110).

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Awa Odori

Awa Odori is a traditional dance from Awa land, Tokushima. When you see the dance, that is look like simple form. But, it’s truly difficult. Everyone need exercise regularly.

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Hitokuchi Manju

Dilihat dari bahasanya, hito berarti satu dan kuchi berarti mulut. Jadi, hitokuchi berarti 1 mulut.  Karena ini sejenis makanan, bisa diartikan makanan yang mudah dimakan dalam sekali lahap.

Hitokuchi manju adalah salah satu jenis manju yang menjadi kue khas Tokushima, khususnya di Tokushima bagian selatan (minami). Bagian luarnya yang putih mirip bakpao tapi rasanya mirip kue beras dan lembut. Intinya berasal dari kacang merah yang telah diolah seperti bakpianya Indonesia, rasanya manis. 1 set ini harganya ekonomis, dibawah ¥500.

Untuk manju sendiri, sebenarnya meskipun masih di wilayah Tokushima, beda tempat bisa saja menemukan jenis yang berbeda. Hitokuchi manju inipun demikian, berbeda dengan manju yang sering dijumpai di supermarket ataupun di pusat oleh-oleh pada umumnya.

Gallery

Kamus

  • 一口まんじゅう | ひとくちまんじゅう| Hitokuchi Manju

Referensi

Informasi ini dishare oleh Sensei Tanaka pada 5 Agustus 2017 di Tokushima.