Category Archives: Akomodasi

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

Advertisements

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ยฅ1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. ๐Ÿคฃ beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..๐Ÿคฃ)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo ๐Ÿ˜ฌ


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas ๐Ÿ˜“

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrrโ€ฆ๐Ÿคค

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. ๐Ÿ˜†

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. ๐Ÿคฃ

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah ๐Ÿ˜ฌ Laperr…  ๐Ÿคค Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 ๐Ÿ˜„

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” ๐Ÿ˜ฌ

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!๐Ÿฅถ

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho ๐Ÿ˜œ Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! ๐Ÿคฃ

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. ๐Ÿ˜œ

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut ๐Ÿคฃ  Parrrah!! Wkwkwkโ€ฆ

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. ๐Ÿคฃ

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang ๐Ÿ˜… (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..๐Ÿ˜‰

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantukโ€ฆ males.. tapi kudu buru-buru โ˜บ๏ธ

Kamus

  • ่‡ชๅ‹•่ฒฉๅฃฒๆฉŸ /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • ๅœจ็•™ใ‚ซใƒผใƒ‰ /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • ๆš–ๆˆฟ /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • ็ฌฌ2ใ‚ฟใƒผใƒŸใƒŠใƒซ /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

  • Booking pesawat, tips:
    • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
    • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
    • Pilih booking sesuai kebutuhan.
      • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
      • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
      • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
  • Booking hotel, tips:
    • Cari referensi:
      • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
      • Lihat review hotel/hostel vis internet
    • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
    • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
    • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
    • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

Siapkan Persyaratan

  • Passport (paspor)
  • Residence Card
  • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
  • Foto 4,5cm x 3,5cm
  • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
  • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

Pengurusan VISA

  • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
  • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
    • Ikuti panduan dari security/satpam disana
    • Ambil nomor antrian
    • Isi formulir
    • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
    • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis ยฅ4.400
    • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
  • Waktu pengambilan VISA
    • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
    • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

Kamus

  • ็€ๆ‰•ใ„ /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
  • ่‡ชๅ‹•่ฒฉๅฃฒๆฉŸ /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • ๅœจ็•™ใ‚ซใƒผใƒ‰ /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • ๅœจ่ท่จผๆ˜Žๆ›ธ /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
  • ใ‚ณใƒณใƒ“ใƒ‹ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

Catatan

  • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
  • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
  • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
  • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

 

Pulang Kampuang 2018 (Bagian 1)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba ๐Ÿ˜‡ Padahal, menjelang hari ini butuh perjuangan rada sengit! ๐Ÿ˜ฌ Yah, begitulah nikmatnya merantau, kita belajar menghadapi segala sesuatu yang sering tak terduga ๐Ÿ˜œ

Ini penerbangan internasional mandiri perdana (ribet nyebutnya ๐Ÿ˜†) saya nih.. Sebelum hari-H, saya udah survey sana-sini, mulai dari tempat turun bus, cara masuk bandara jepang, tempat wrapping, gate, dll. Saya telah mencatatnya dengan sangat rinci, takut sewaktu-waktu nyasar dan malah ketinggalan pesawat ๐Ÿ˜œ

“Cinta Produk Dalam Negeri” Saya Pilih GARUDA

Memang banyak pesawat yang bisa dipilih untuk penerbangan Indonesia-Jepang. Tapi, bagi saya hanya ada 2 rekomendasi terbaik yaitu GARUDA atau JAL (Japan Airlines, GARUDA-nya jepang).

Pertama kali terbang ke jepang, saya sudah menggunakan JAL. Dan, sekarang saya ingin naik GARUDA ๐Ÿ™‚ (Sekalipun banyak rekomendasi penerbangan murah dari teman-teman mancanegara, bahkan ada yang benar-benar murah tapi bagasi bayar sendiri ๐Ÿ˜œ).

Kenapa saya pilih GARUDA? Pertama, semboyan “Cinta Produk Dalam Negeri(Saya yakin, maskapai kita ga kalah bagus kok dengan maskapai penerbangan dari negeri sakura) ๐Ÿ˜โ˜๐ŸปKedua, lebih praktis! GARUDA ada di seluruh indonesia, jadi mau saya sampai pindah-pindah provinsipun ga bakal ribet, karena udah 1 maskapai untuk semua. Udah gituย freeย bagasipun lumayan 46 kg (belum lagi bisa bawa aneka tentengan ke kabin ๐Ÿ˜œ). Dan, agen tiket langganan perantau di jepang memang yang paling populer juga GARUDA, lho..

Yang paling praktis, untuk pemula seperti saya, bisa konsultasi via chat dengan agen. Mau itu pembayaran, penggunaan GarudaMiles, cara check-in online, pengambilan bagasi yang udahย check-in online, dll.

Check-in Sendiri

Meskipun saya tergolong orang yang awam sedunia tentang segala seluk-beluk penerbangan (sampe-sampe, sewaktu agen tiket saya bilangย tax free, saya malah dengernya ‘taxpi’, oneng.. oneng..); saya itu pengen nyobain sesuatu yang menurut saya baru (check-in online & GarudaMiles), walaupun ada yang bilang ribet bla bla bla ๐Ÿ˜ฌ

Sayaย uploadย aplikasi Garuda, daftarย GarudaMiles, sampe nawarin sendiri ke agen saya kalo saya udah punyaย GarudaMiles dan minta panduan untuk tiket saya. Saya cobaย check-in sendiri, pilih tempat duduk sesuai keinginan (bangku kosong cuma tinggal 10 doang euy!! subarashii..), dan.. setelah melewati proses, ternyata mudah dan menyenangkan! Jadi semakin PeDe nih..

Sewaktuย check-in online, untuk penerbangan Osaka Kansai Internationalย ๐Ÿ”œ Denpasar-Bali Ngurah Rai, maskapai GA883, seats-nya 2-4-2, saya pilih di 38G. Padahal saya pengen duduk dekat jendela, tapi udahย full ๐Ÿ˜ฌ Alih-alih mau liat Gunung Fuji (lewat aja kagak ๐Ÿ˜†). Lalu, untuk Denpasar-Jogja, maskapai GA255, saya ngikutin bangku yang udah direkomendasiin aja diย seatsย 21A, samping jendela ๐Ÿ˜œ (udah cam anak-anak nak piknik ajee).

Persiapan Omiyage

Namanya juga mudik (sekali seabad ๐Ÿ˜œ), pulang kampung tanpa buah tangan itu kok ya hambar ya rasanya (macem iyee aje ๐Ÿคฃ). Saya udah titip nih dari 3 bulan sebelumnya sama Tanaka Sensei (beliau udah kayak mak nya kite โ˜บ๏ธ). Kebetulan rumah beliau deket dengan Supermarket DIO yang harga produknya sedikit lebih miring dari supermarket terdekat dari shelter kami. Biasanya yang dibeli disini aneka coklat dan snack-snack. Tapi, buat macha milk, lebih murah saangin di Supermarket KYOEI.

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Bukan endorse lo yee ๐Ÿ˜ฌโ˜๐Ÿปsiapa tau aja ada teman-teman di Tokushima lagi nyari tempat rekomendasi oleh-oleh ๐Ÿ˜…

Tokushima ๐Ÿ”œ Osaka

Saking fokusnya dengan persiapan pulang, saya nyaris lupa beli tiket bus!! OMG.. Untungnya, masih punya waktu 2 minggu lagi.. giri-giri.. ๐Ÿ˜ฌ

Saya mematahkan kegalauan antara cari aman ambil jam paling pagi atau yang bisa nyante ambil bus yang waktunya pas-pasan, akhirnya pilih yang aman (NANKAI BUS 04:45) ๐Ÿ˜โ˜๐Ÿป

Di Tokushima, tiket bus bisa dibeli di Tokushima Station tepatnya di bangunan terbawah Daiwa Hotel, di loket bus yang ada di supermarket Takuto, atau di area Tokushima University (lebih murah buat yang ada kartu mahasiswanya). Untuk rute Tokushima Stationย ๐Ÿ”œ Kansai Airport Terminal 1, PPย ยฅ7.400.

Katanya nih, harga tiket bus selain tergantung waktu pemesanan (jauh-jauh hari lebih murah), juga tergantung berapa lama kita ninggalin jepang. Lebih dari 2 minggu harga tiket bus lebih mahal. Tapi, saya pribadi tidak mendapatkan info langsung dari loketnya.

Pake Taxi

Dari shelter saya menuju Tokushima Station, saya pesan taxi, makluuum.. jadwal bus di Tokushima itu mulai operasionalnya sekitar pukul 7 ๐Ÿ™ Beda banget dengan di Indonesia (tepatnya di Padang) yang bus kota atau angkot kerennya masih ready sampe jam 10-an atau jam 5 subuh udah berlalu-lalang ria ๐Ÿ˜

Sebenernya di Tokushima ini taxi yang paling murah adalah Konpira Taxi, bajet buka pintu hanya ยฅ410; tapi, saya lebih senang dengan NTS (yang bermarkas di Kuramoto Station itu, lho..๐Ÿค“), bajet awal ยฅ560, operator dan sopirnya lebih komunikatif ๐Ÿ™‚๐Ÿ‘

Selain ini, sebelumnya yang sering dipesen adalah Akuigawa Taxi, hanya saja terkadang untung-untungan, kalo dapet operator bapak-bapak yang ngomongnya kayak kumur-kumur, beuh.. ampun dah, semua kosakata bahasa jepang saia menguap seketika ๐ŸคฃโœŒ๐Ÿป

  • 4:00 (waktu Tokushima). Menuju Tokushima Station dengan NTS Taxi, sopirnya perempuan euy, sampe stasiun kena ยฅ1760.
  • 4:20 Tokushima Station. Hanya saya makhluk yang terdampar disini ๐Ÿ˜… Padahal masih subuh, tapi cuacanya udah panas! Makluuum, cuaca di Tokushima belakangan ini lagi ekstrim, tiba-tiba dingin lalu hujan eh sekarang fuanazz!!

Saya tidak tau kalau bagasi kudu ditaruh di depan pintu masuk ruang tunggu (jam segini belum buka), saya malah gerek-gerek lagi sampe loket tunggu yang ada label Kansai Airport-nya ๐Ÿ˜ฌ Untung aja petugas datang ga cuma ngasih tau doang, tapi ikut ngebantuin ๐Ÿ˜ Makluum, Saya bawa tiga koper dengan semua size M, L & XL ๐Ÿคฃ

  • 4:30 Petugas ngantriin koper, ngasi kode bagasi. Penumpang kedua datang. Kode koper ada 2, yang satu ditempel di koper/bagasi dan yang satu lagi kita yang pegang.
  • 4:33 Bus datang, petugas yang masukin koper (bukan kita).
  • 4:45 Jalan
  • 5:02 Halte Matsushige 1 (ๆพ่Œ‚1)
  • 5:05 Go.. Bapak yang tadi ngurusin bagasi turun dan tinggal, mungkin udah ga ada yang naik ๐Ÿ˜ฌ Mirip dengan sistem bus antar-provinsi di Indonesia yaa.. ๐Ÿ˜โ˜๐Ÿป
  • 5:15 (TS5) Highway Naruto
  • 5:16 Go
  • TS4
  • TS3 Sumoto
  • 5:53 …

Mulai ngaco nih catatan perjalanannya, sempat tepar! ๐Ÿ˜… Capek buangedh soalnya, belum lagi semalaman begadang gegara paranoid bakal kebablasan ๐Ÿ˜†

  • 7:45 Nyampe bandara (Kansai Airport).

Bagasi bus diturunkan dan kita liatin ke petugas nomer bagasi. Ambil troli dan masuk bandara. Menurut informasi dari teman saya, gate Garuda itu kecil, belok kiri dan jalan lurus, terus liat yang muka-muka Indonesia.

Tapi sebelum menuju counter Garuda, yang pasti, hal pertama yang saya lakukan setelah turun bus dan ambil bagasi adalah wrapping. Nah, itulah perlunya informasi, saya udah siap-siap nih yang kata si teman wrapping itu harganya mahal sampe ยฅ5.000 lebih, eh faktanya ยฅ1.000 kok โ˜บ๏ธ Yokatta.. “Kenapa harus diwrapping?? Padahal koper saya udah bagus kok, ada cover-nya lagi?!” Wrapping bagasi itu biar aman.. Setelah diukur, 2 koper size XL & M saya, kena ยฅ2000.

  • Garuda GA883, antri di loket F20-F24.

Untuk hari ini saya antri di gate F22 awalnya, eh yang ngantri di depan saya pada bubar dan balik ke F21, saya ikutin.. Ternyata, mereka yang pindah ini penerbangan yang delayed dari kemaren (17/7). Sementara, F22 untuk tempat yang belum check-in & F23 yang udah check-in online (termasuk saya, di layar TV mungil depan konter tertulis Baggage Drop Mobile/Internet Check-in).

  • City Check-in.
  • 8:39 Selesai boarding

Naaah, disini saya memulai aksi.. cari wajah-wajah indo yang bisa diajakin bareng.. Mono soalnya kalo sendirian, masa iya ngomong sama angin?! ๐Ÿ˜†

Saya beraniin nyapa itu ibuk-ibuk. Eh, ternyata ‘urang awak’!! MasyaAllah.. dunia emang sempit yak ๐Ÿคฉ๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Udah beribuk-ibuk ria, mbok ya ga cocok akirnya tak panggil uni dah ๐Ÿ˜… Si uni abis liburan bareng keluarga. Meskipun beliau orang padang, mereka sekeluarga udah menetap di Bandung.. Surprisenya lagi, ini uni tetangganya sensei saya semasa masih tinggal di Padang!! ๐Ÿค“ subarashii..

  • 9:18 Naik train (kereta api).

Saya udah nggak ngandalin catatan mungil, tinggal ngekorin uni sekeluarga nih ๐Ÿ˜‡ Paling enggak, sampe bali bareng terus.. Mulai berasa aman.. ๐Ÿ˜

  • 9:23 Sampai.
  • Tunggu di ruang tunggu.
  • 10:31 Antri masuk pesawat.
  • 10:40 Di pesawat, di bangku 38G udah ada air mineral kemasan merk Indonesia!! ๐Ÿคฉ Kangeeen.. ๐Ÿคฃ
  • 40.000 kaki di atas permukaan laut, berawan sedikit guncangan (macem pertama kali naik pesawat aja ๐Ÿ˜†โ˜๐Ÿป).
  • 11:15 Berangkat..
  • 11:30 Pembagian pouch yang didalamnya berisi penutup mata, penutup telinga & kaos kaki. Saya cuma butuh penutup mata buat tidurย ๐Ÿ˜…
  • 13:20 Launch (makan siang)

Kebetulan banget nih, lapeeer!!! Menu perdana saya di Garuda, ada gulai (indonesia bangedh!!) dan shomen (mie dingin ala jepang).

  • 15:20 Pembagian es krim. Hmmm.. yummy.. Es krim merk “meiji” ini boleh nih dikonsumsi bagi para muslim di jepang.
  • Pengumuman sampai di Bali. “Halloo Indonesiaa..” ๐Ÿ™‚๐Ÿ‘‹๐Ÿป

Welcome to Indonesia

  • 16:20 Mendarat..
  • 16:40 Turun
  • 17:50 (masih waktu Osaka, lupa nyetel jam ๐Ÿ˜ฌ). Periksa pasport.
  • 17:30 (waktu Bali) Periksa paspor.
  • 17:35 Periksa tiket.

Sempat ngotot sama si uni, saya mau buru-buru coz waktu kita kan cuma sedikit ๐Ÿ˜… Padahal, si uni sekeluarga mau ngajakin makan dulu. Saya mbok ya ngeyel ๐Ÿคฃ

By the way, kalo udah nyampe Bali, saya punya visi nih, eng ing eng.. MAKAN KFC!!! ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Ga tau nih, ngalah-ngalahin bumil yang lagi ngidam aja. Pokoknya nyampe indo harus makan KFC!! Saya mutusin buat misah dulu dari si uni, sempat ketemu dan kenalan juga dengan rombongan indo lainnya (nikmat-Mu mana lagi yang kan hamba dustakan.. ketemu orang indo yang sama sekali ga kenalpun udah macem ketemu kerabat jauh yang udah lama ga ketemu aja ๐Ÿ˜‡).

Balik lagi, kok KFC sih?! Mungkin, berawal dari waktu itu, pas bulan-bulan pertama sampe di Tokushima. Saya sendirian nih muter-muter di mall. Ga ada yang salah sih, cumaa.. perut saya laper euy! Nemulah KFC.. Halal nggak nih?! Jawabannya pasti enggak dong, kayaknya (karena waktu itu saya dikasih tau sama yang jualan karage, ayam tepung versi jepang, kalo karage itu bikinnya pake sake, saya lihat KFC ala jepang kok kayaknya karage banget ya?!).

Walhasil, bismillah.. Saya ga ada pilihan. Kebetulan waktu itu saya sama sekali belum punya referensi makanan mana aja yang udah boleh buat muslim di food court. Jadi saya belilah itu KFC, berharap rasanya paling enggak mirip sedikitlah sama yang di indo. Beeeuh.. makan 1, saya langsung kenyang.. Ini mah karage bukan KFC ๐Ÿ˜ข Yaa.. mereka nyesuai-in lah ya di negara mana mereka buka ๐Ÿ˜ฌ

Pas nungguin barang, kita pada ke TOILET dulu. Baru aja mau masuk gerbang TOILET, aroma khas-nya langsung menyapa diikuti oleh komentar orang jepang di belakang kami “kusai!” sambil menutupi hidungnya. OMG.. Selesai dari TOILET, saya hanya tertegun.. dengan berat hati kasih emoticon โ˜น๏ธ sesuai sikon TOILET.

  • 18:53 Cek masuk pesawat.

Masih ada waktu! Tapi ga nemu KFC.. ga papa deh, orang masih kenyang juga abis makan di Garuda tadi. Ntar nyampe jogja baru daah, hajjarrr!! ๐Ÿ˜โ˜๐Ÿป

  • 19:05 1b boarding.
  • 19:16 Di pesawat.

Perbedaan waktu Bali & Jogja adalah 1 jam lebih lambat di Jogja. Saat ini jam di Bali 07:11 sementara di Jogja 06:12 (lama perjalanan 01:12).

Waktu dapetin snack, ada roti dan saya minta teh hangat. Waaah, tau aja nih saya suka manis, teh hangat yang saya terima dikasih 2 bungkus gula, dan rasanya pas! Saya celupin roti sedikit demi sedikit ke teh manis hangat, makannya nikmatin banget.. gilaaaa… “saya memang udah di indonesia..๐Ÿ˜‡” berasa mimpi!

Sampe-sampe, snack kacang campurnya saya makan sedikit demi sedikit, takut rasa indo-nya hilang dalam sekejap ๐Ÿ˜‚ Terakhir, ingat waktu jajan-jajan disekolahan, pas udah mau habis, sisa-sisa dibungkus plastiknya itu diangkat dan dituang ke mulut sampe ga ada sisa ๐Ÿ˜†

Karna bawaan saya cukup ribet, pas naik pesawat sampe turun lagi, dibantuin tau sama penumpang bangku belakang. Padahal kabinnya terjangkau dan saya nggak ngomong apa-apa, lho.. Saya terharu, guys.. saya bener-bener udah di indonesia!! Karena bagi saya, dimana-mana hanya orang indonesialah yang begitu, bantuin duluan sebelum diminta tolong. Makin bangga jadi Warga Indonesia ๐Ÿ˜‡ (dimaklumin aja, berle-nya lagi kumat ๐Ÿ˜…).

Di ruang tunggu, pesawat saya berangkat duluan dari uni. Kita pisah.. Tapi insyaAllah silaturrahim tetap terjalin.. ๐Ÿ™‚

  • 21:00 (waktu Jogja) Mendarat.. Dekorasi di Bandara Adisutjipto keren!! Berbagai rupa wayang berjejer di dinding sebelah kanan pintu keluar.
  • 21:08 Ambil bagasi.

Dijemput si bontot.. missed him so much!!๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ Gilak, perbandingan saya & unjut bontot ruarr bisah! Udah macem body guard aja nih dia ๐Ÿ˜†โœŒ๐Ÿป

Transportasiย Online

Kita menuju penginapan saya dengan transportasi online. Taxi di Bandara sini ga pake argo. Pas ditawar, kebetulan cukup mahal ke lokasi hotel saya.

Penginapan Murah di Jogja

Saya menginap di Hotel Desa Puri Syariah Jogja. Tempatnya nyaman.. ๐Ÿ™‚ Recommendedย nih, bisa jadi referensi buat yang nyari penginapan murah di jogja.. Kamar sayaย twince dengan bajet Rp 140.000,-.

Fasilitas untukย twinceย ini adaย 2 tempat tidur single, kamar mandi (shower) & TOILET duduk 1 set di dalam kamar (lengkap dengan sabun mandi), wastafel yang udahย ready perlengkapan gosok gigi, 2 air mineral gratis (jadi yang kehausan bisa langsung minum ๐Ÿคฃ), perlengkapan dan petunjuk shalat buat yang muslim.

Saya sengaja bawa baju pas-pasan, karena ngerasa bakal aman “kan di hotel ada baju ganti?!”. Gelo… gelo.. ngimpi!!ย ๐Ÿ˜…

Pesan Makanan Online

Karena udah kemaleman, kita pesan makanan via online aja. Kebetulan yang recommended hanya Aldan yang masih buka, gurame dan sambalnya mantep euy!!

Ini kelebihan indonesia.. kulinernya mantep bisa pesen online lagi.. ๐Ÿ˜‡ Beda banget sama Tokushima yang delivery aja bisa dihitung dan itupun ga bisa kapanpun โ˜๐Ÿป Kalo di indonesia, salahsatunya aja di jogja ini, mau hujan badai sekalipun bisa tetep makan enak tinggal pesan online atau delivery. Tapi di jepang, khususnya tokushima, kalo hujan atau lewat waktu (jam bukapun tergantung masing-masing tempat) murii (mustahil), malah ga terima pesanan juga ada, lho..

Penyakit Musiman saat Traveling

Sayangnya.. tenggorokan saya mulai sakit nih.. biasa, kalo udah pindah-pindah tempat suka gitu.. Terancam ga bisa makan enak nihย ๐Ÿ˜ข

Uang Baru!!

Karena ada keperluan, saya bareng unjut bontot belanja di minimarket terdekat, tak jauh dari penginapan. Pas menerima kembalian, saya bingung.. 2 tahun ditinggal, uang udah baru semua!! Saya kudu kenalan dulu nih.. Suka cek nominal dulu sebelum bayar-bayarย ๐Ÿ˜…

Kesan

  • Mau di Indonesia kek, Jepang kek, kampuang atau perantauan; tetep pasti ada plus-minus-nya. Mentang-mentang tinggal di negara yang lebih maju, jadi keder dengan negara sendiri, oh NO! Jangan sampai..ย ๐Ÿค“โ˜๐Ÿป

Kamus

  • Kampuang (bahasa minang) = Kampung
  • ๅพณๅณถ้ง… /tokushima eki/ = Tokushima Station | Stasiun Tokushima.
  • ใ‚ˆใ‹ใฃใŸ /yokatta/ = Syukurlah..
  • OMG = Oh My God..
  • Giri-giri berasal dari ใŽใ‚ŠใŽใ‚Šๆ™‚้–“ /giri-giri jikang/ = Udah mendekati waktunya.
  • ใŠๅœŸ็”ฃ /omiyage/ = Buah tangan/oleh-oleh.
  • Saangin (bahasa minang) = Sedikit.
  • Subarashiiย (bahasa jepang) = Luar biasa.
  • Mono = Bahasa slank-nya monoton.
  • Murii (bahasa jepang) = Mustahil, ga mungkin, berlebihan.

Mampir Ke Palanta Roemah Kajoe

Lagi liat-liat foto, eh ada foto Unjut lagi berpose di sebuah pondokan gitu, latarnya bagus! Ternyata, pas saya tanya langsung sama Unjut, itu lokasinya di Palanta Roemah Kajoe.. Diam-diam, saya pengen banget kesana, kayaknya lokasinya T.O.P deh ๐Ÿ˜€

Jadi, sore ini sehabis pulang dari baralek (kenduri/pesta), saya iseng ngajakin Unjut buat mampir kesana, kebetulan tempatnya searah dengan lokasi pesta. Awalnya Unjut mah ogahan, eh akirnya, mampir juga, hee.. Asiiik.. Saya ceritanya penasaran, lho.. ๐Ÿ˜€

Palanta Roemah Kajoe yang terletak di Sungai Jirak No. 10 Padang ini mirip Umeak Adat Rejang Lebong, menurut saya. Designnya mayoritas dari kayu.. Di sebelah kiri gerbang tampak pondokan yang sepertinya khusus disediakan untuk tempat shalat, karena sepintas saya sempat melihat karpet mirip sajadah pershaf gitu terbentang apik dilantainya. Abis parkirin motor, kita langsung masuk. Tempatnya adem banget.. tenang.. udah gitu ada angin sepoi-sepoinya lagi, bikin rileks.. Tata ruangnya mirip suasana rumah.. Kental nuansa tradisional.. Tapi menunya modern, lho..

Pas masuk, kita bakal ditanyain “berapa orang?” dan kita dipandu ke tempat yang bangkunya sesuai dengan jumlah kita. Karena saya berdua dengan Unjut, kita pilih meja yang berhadapan. Unik banget.. kita jadi kayak lagi bertamu ke rumah orang gitu ๐Ÿ˜€ Lalu kita dikasih daftar menu, ga kalah unik, covernya dari kayu juga! Beberapa menit kemudian daftarnya diambil kembali dan pesanan kita dicatet sama mbaknya (yah, seperti kebanyakan rumah makanlah..).

Kita duduk diujung meja kasir yang terletak di sebelah kiri pintu masuk. Tepat di sebelah kiri kasir, terdapat rak buku, disana berjejer aneka buku dengan rapi, seperti: komik, novel, dsb. Sebelahnya lagi, tersusun apik aneka hijab yang ternyata mereka lagi buka bazar juga. Ga cuma itu, disini juga ada Wi-Fi, lho.. ๐Ÿ™‚ Sekilas sewaktu kita masuk tadi, saya sempat liat tulisan home stay, Unjut bilang memang ada home stay di lantai atasnya. Waah, komplit ya.. ๐Ÿ˜‰

Kita masih kenyang abis kondangan, jadi pesan menu ringan aja. Saya request menu Roti Goreng Choco (Rp 14.000,-) dan Ice Tea (Teh es tanpa gula, Rp 5.000,-). Sementara Unjut pesan menu yang tak jauh berbeda, Roti Goreng Nuts (Rp 15.000,-) dan Ice Sweet Tea (Teh es pake gula). Sembari menunggu pesanan, kita disuguhin segelas air mineral kemasan dan cemilan kerupuk ๐Ÿ˜€

Saya penasaran sama pondokan sayap kanannya. Lalu ngajakin Unjut buat pindah kesana kalau pesanannya udah datang. Tapi, Unjut bilang, kita bisa makan disana kalau rame, ntar aja abis bayar langsung kesana.

Hmm, kenyaaang… Ga sabaran nih pengen mejeng ke pondokan di dekat gerbang.. Abis ngebayar billnya kita langsung menuju pondokan dan berpose sesukanya, haha.. (Ini nih yang saya tunggu). Bener aja, fotonya keren semua! ๐Ÿ˜‰

Bacpacking to Curup (Part 2)

Alhamdulillah.. Akhirnya saya diberi kesempatan kedua untuk pergi ke Curup. Niat awalnya siyh, mau ngambil nomor tes CPNSD, tapi niat sampingnya yaaa travelling, hihi… Disesi sibuk ngurusin syarat wisuda, Senin (20/10/14), saya harus kejar-kejaran sama waktu, seefektif mungkin ngurusin urusan yang super penting dalam waktu 2 jam full dan setelah itu baru deh caw ke Curup, hee.. Saya harap, nanti kalau perjalanan tidak sesuai rencana, bisa mengompensasi syarat2 yang terbengkalai, syarat wisuda OK, ke Curup juga OK ๐Ÿ˜Œ.

Ini dia perjalanan saya, yuk ikut… ๐Ÿ˜


Senin (20 Oktober 2014) =Padang-Curup=

  • 08.00-11.40 WIB, Simpang Lalang – Unand Limau Manis – Simpang Lalang
  • 11.40-12.35 Sesampainya di Khatib Sulaiman, saya jadi paranoid takut ditinggal Bus SAN, coz udah ga kelihatan (OMG… janjinya jam 12 udah stay di Khatib, 1 jam sebelum berangkat sudah ditempat; pesan si agen ๐Ÿ˜ฌ). Untungnya saya dikasi nomor yang bisa dihubungi, so…?! Ternyata, tempatnya bukan di depan Mesjid Raya Sumbar, tapi diantara STIKESi dan Rumah Makan Ajo Paris. Syukurlah.. Belum berangkat! Usut punya usut, saya ragu nih, “ntar mampir nggak sih buat makan siang diperjalanan??? Habiiis, udah ga sempat gegara dikejar waktu…” Saya tanya deh sama agen yang disana, dia bilang makan aja dulu, tapi saya takut ditinggal Bus, belum lagi yang nongkrong disitu tinggal bapak-bapak semua.. ๐Ÿ˜ฌ Waduuuuwh, saya jadi ga sreg juga.. (Kemaren sempat dipelototin makan sendirian di rumah makan samping Po. Bus SAN yang di Lolong, hee.. Katanya, mereka heran aja kok saya makan sendirian trus nanya saya mau kemana, padahal cuma pesan tiket doang & makan disana karena ga sempat sarapan, he.. Aneh bin ajaibnya, saya malah dikira orang Bengkulu?! WeOwWee!!). Walhasil, saya bungkus itu nasi ramas ๐Ÿ˜ OK deh, perut aman sampe malam… ๐Ÿ˜Œ
  • 13.00 Let’s gooooo……!!!
  • …. (Alhamdulillah.. Saya satu bangku sama yang namanya Nike, dia orang Pagar Alam yang tes di Padang. Trus sembari menikmati udara yang brrrrrr sejuk nian, saya tidak bisa menahan keinginan untuk… makaaaan…!!!! ๐Ÿคฃ Si Nike udah ditawari, tapi menolak coz udah makan siang katanya. Yo wez, tapi ga habis tuh itu porsi.. Wong ga hidup AC aja, cuaca udah dingin, itu nasi yang tadinya hangat juga ikutan mendingin.. Sepanjang Sitinjau Lauik saya makan, kenyang, foto-foto, cerita-cerita sama Nike. Eh, tiba-tiba ada si Bule yang ikutan nimbrung ngomentarin foto-foto kami ๐Ÿ˜†). Dia dengan bangganya pamerin koleksi fotonya, dia bilang itu foto anaknya, lucu!!Pasti si Bule sayang banget sama anaknya.. ๐Ÿ˜Œ

  • 17.15 Sawahlunto
  • 18.00 Dharmasraya (Rumah Makan Umega Gunung Medan)
  • 18.45 Berangkat….
  • 20.25 Kota Lintas, Muaro Bungo
  • 20.33 Pasar Muaro Bungo
  • ……….

Selasa (21 Oktober 2014) =Perubahan Rencana=

  • 01.00 Linggau.. Kota yg cantik… Sepanjang malam, sepanjang jalan, berkilauan lampu warna-warni, indahnya… ๐Ÿคฉ ๐Ÿ‘‰Lihat sendiri deh kalau ngga percaya! ๐Ÿ˜
  • 01.30 Rumah Makan di Linggau, istirahat.. [saya & Nike pesan teh panas 2 bungkus, eh beneran panas….!!! Tapi dapat kortingan seribu, jadi tinggal bayar 5 ribu rupiah deh, hihi (watak anak kos). Disini juga kesempatan saya nanya sama sopirnya, apa nanti bakal berhenti di Pull Bus SAN yang di Curupkah?! Coz dari cerita Nike, kemarin dianya cuma singgah lalu gitu aja di Curup. What happened aye naon lah nasib saya ntar (mulai kasak-kusuk.. Abiiis… Boro-boro saudara, kenalan aja ga punya atuh disana, nekad aja mau ngotot diturunin di tepi jalan yang ada penginapannya). Sang sopir & seorang bapak-bapak menyarankan untuk lanjut ke Bengkulu, setiba di Bengkulu baru naik Bus atau travel lagi ke Curup; atau alternatif lainnya dititipin di Pos Polisi Curup yang buka 24 jam. Hm, keputusan yg sulit.. Akhirnya saya ikut masukan terbanyak, yeah “Bengkulu… I’m coming….“].
  • 02.30 SDN 5 Selupu Rejang
  • 02.00 Curup (Ciyus… emang sepi bangeettt…. sumpah… ๐Ÿ˜ง Tiba-tiba salah seorang karyawan Bus SAN menghampiri saya, memastikan keputusan saya, tetap turun di Curup ntar dibantuin nyari penginapan yang murah atau lanjut ke Bengkulu jam 10-an ada Bus yang rute ke Curup; OK deal, saya fix “Bengkulu is my choice”. Saya rasa itu keputusan yang aman, karena di Bengkulu Nike punya mama angkat).
  • 02.53 Pasar Bang Mego Curup (Saya bernostalgila, pernah kesini sekali ๐Ÿ™ƒ)
  • 02.55 Mesjid Darussalam Curup
  • ……. Nyampe rumah Dien (anak dari mama angkat Nike) pas udah mau Subuh. Saya bersyukur, tak pernah menduga bakal ketemu orang-orang baru seperti mereka, Nike, Dien, Ayah, Mama, adik-adiknya Dien; baiiik banget, entahlah semua sudah Engkau atur sedemikian rupa ya Allah“, Alhamdulillah.. ๐Ÿ˜‡).
  • 11.00 Abis istirahat & sarapan, berangkat dari shelter dianter Nike pake motor yang dipinjam dari Loket Merlin (Po. tempat mobil ke Pagar Alam, Nike bilang sudah kenal baik sama yang punya loket tersebut ๐Ÿ™‚ Naik Bus SAN lagi, yuhuuu…. Mudah-mudahan terkejar sampe Curup sebelum jam 3 sore, biar bisa istirahat dan jalan-jalan menikmati kota Curup, coz mau balik ke Padang ga bakal sempat, keburu ditinggal Bus (Bus dari Curup ke Padang itu berangkat sekitar pukul 3 sore dari Terminal Simpang Nangko).

Bengkulu

  • Kali ini saya excited bangettt, weew.. kalau biasanya susah minta ampun nyater tempat di depan, eh ini tanpa saya minta malah dapet bangku paling depan?! WOW, amazing dah pokoknya… Tak henti saya ucap syukur (ah lebay ah, hee ๐Ÿคฃ).

  • 12.00 Berhenti dalam perjalanan (saya ga tau nama daerahnya), penyebabnya mesin bus panas, jadi berhenti dulu.

  • 13.43 Bus ganti sampai, ada tekhnisinya juga. Kita semua pindah ke bus yang satu lagi.

  • 14.00 OK, let’s gooo...
  • 14.15 Desa Karang Putih
  • 14.18 SMPN 17, MTsN Taba Penanjung
  • 15.00 Kantor Camat Merigi, Kab. Kepahiang
  • 15.13 SMPN 4 Kepahiang
  • 15.38 SDN 06 Ujan Mas
  • …….. Waduh, saya lupa jam berapa nyampe Curup. Saya diturunin di simpang (saya lupa namanya) oleh Bapak Sopir, sebelum turun si Bapak sempat teriakin saya buat bayar angkot ke BKD Curup itu 3 ribu rupiah, hahaa.. Asli deh, perjalanan panjang yang menyenangkan… Yang saya temui orang-orang baik semua!!

  • ……. Sebenarnya, sebelum ke Curup, saya sudah antisipasi, searching-searching penginapan di Curup, cuma 2 nama yang nempel di kepala saya, Hotel Bukit Kaba di Jl. Sukowati (Nah, ini nih dekat sama BKD Rejang Lebong) & Vila Hijau (gatau tempatnya dimana, tapi katanya disana pemandangannya OK punya), setelah mewawancarai beberapa orang, mereka bilang Hotel Bukit Kaba memang dekat dengan BKD, tapi kalau Villa Hijau jauh banget.. Hm, yo wez, Hotel Bukit Kaba jawabannya.

Hotel Bukit Kaba

  • …….. Nyampe hotel, saya malah terperangah ngelihat sewanya, katanya di blog yang saya searching itu, terpaksa menginap di hotel sebelah Villa Hijau di awal tahun dengan Rp 150.000,- dan harga ini lebih mahal 30 ribu dari Villa Hijau. Saya pikir di hari biasa harganya jauh beda dengan awal tahun, ternyata?! (Huaa….. kocekku… ๐Ÿ˜“). Tapi ga seberle itu keles, yang ekonomi sewanya Rp 100.000,- tapi kamar mandinya di luar; yang Kelas Utama Rp 155.000,- kamar mandi di dalam, tempat tidur 2, ada lemari pakaian, perlengkapan mandi, meja hias, meja kecil dan minuman kemasan gelas; Yang VIP, lebihnya ada TV. Di belakang kamar VIP itu tamannya bagus, saya udah niatan tuh buat exis-exisan disana, hihih.. Menimbang & mengingat, saya pilih Kelas Utama. Yah, seharian diperjalanan emang beneran capek.
  • ……. Sepertinya receptionist-nya repot deh ngeladenin badai pertanyaan dari saya, mulai dari fasilitas yang saya dapat, disediain atau enggaknya makan malam, tempat makan, tempat shalat, pasar dan oleh-oleh khas sini.
  • …… Sebelum keluar, di ruangan tamu tampak 2 orang berpakaian tentara lagi ngobrol-ngobrol, mungkin mereka yang ngejaga ini hotel (pikir saya, karena penginapan tersebut milik pemerintahan, lho.. So, saya merasa aman banget, hee..). Ga lupa saya sapa mereka sebelum mampir pamit ke receptionist.
  • 18… Saya dapat kesempatan shalat Magrib di Masjid Agung Baitul Makmur Curup Kab. Rejang Lebong. Karena sebelumnya saya ga shalat, saya ga bawa mukena, jadi pake mukena yang ada disana aja. Hm, ademm… suasananya damai… Seakan rasa penat saya ludes seketika (lebay).

  • ……. Berhubung hotel ga nyediain makan malam, saya diminta jalan terus ke Bundaran, kata receptionist-nya banyak makanan tuh disana, tapi saya ga percaya, kayaknya sepi-sepi aja?! Tapi bodo amatlah, dari pada kelaperan ntar malam, hayyooo… Abis shalat, saya melewatkan Hotel Bukit Kaba dan terus jalan hingga bundaran, sepanjang jalan banyak ojek yang menawarkan jasa. Tapi saya menolak, pingin tau dimana, sejauh apa & apa aja yang ada disana. Bener aja, sampai di bundaran, saya lihat kiri-kanan, sepiii.. Seperti orang ga punya arah, saya hajar aja belok kiri, eh.. ramee… Saking rame yang jualan, saya malah bingung mau makan apa & dimana…??? Saya cari rumah makan padang aja deh, takutnya ntar belum terbiasa. Tanpa pikir panjang, saya mampir di sebuah rumah makan padang. Udah manis-manis duduk nunggu tawaran, eh ternyata disuruh ngambil sendiri?! Beuuuh… ๐Ÿ˜‚ Cerita punya cerita, siempunya juga “urang awak” (istilah untuk orang Padang yg ada di Curup) dari Pariaman yang udah belasan tahun menetap disana. Terus, saya juga ketemu bapak kiai yang lagi beli lauk disana; saya balik kaget ketika ngelihat ekspresi excited mereka tentang kedatangan saya ke Curup, hm… bagi mereka perjalanan saya kesana sesuatu yang luar biasa, kemudian bapak kiai mengatakan bahwa Aula Islamic Centre tempat saya ngambil nomor itu letaknya di samping Masjid Agung (waduuuuh, saya ga perhatiin ih, ternyata dekat ya?!), trus kalau ada apa-apa, saya bisa mampir ke tempat beliau di belakang Masjid tersebut.
  • ……. Dekat rumah makan itu ada yang jualan pisang karamel & oleh-oleh lainnya. Ketika ditanya oleh-oleh khas Curup, siibu bilang cuma itu yang ada (Waaaa…. semua itu bisa ditemukan di Padang..). Tapi, ngomong-ngomong pisang sale, ada kemasan basahnya, tapi mahal bok, Rp 25.000,-/bungkus, bisa kere ini kalau saya beli banyak… Lagian ntar saya beli yang aneh-aneh, pada ga diabisin lagi?!, huft… (hee.. ga ikhlas banget nih). Oh ya, pisang karamelnya enak, lho!!
  • …… Nyampe Hotel, abang yang pake baju tentara tadi udah ganti kostum. Trus receptionist-nya udah ada 2 orang, mungkin yang satu lagi temannya atau yang ganti jaga malam. SKSD aja deh saya nimbrung nonton disana. Cerita punya cerita, ternyata siabang yang saya kira penjaga penginapan itu, kelahiran tahun 79!!! beliau dinas keluar kota dari Palembang dan yang tadi ngobrol sama beliau itu bawahannya..??! Gubrak dah!!!! Malu banget nih.. walhasil saya minta maaf dan memanggil beliau Bapak.
  • …… Adzan Isya berkumandang, saya permisi shalat. Ga mau ambil resiko keluar malam-malam gitu (sekalipun Masjidnya dekat, tapi jalanannya sepi), saya memutuskan untuk shalat di mushalla hotel aja (masih di dalam ruangan hotel, dekat ruang tamu). Hm, mushallanya bersih… ada perlengkapan shalat lengkap dengan Al-Qur’annya.
  • ……. Abis itu saya langsung istirahat, capeek…. fiuh..
Rabu (22 Oktober 2014)
Hari Penuh Rintangan
  • 04.50 Saya terbangun dengan sangat kaget, saya lihat jam & perhatiin sekitar (paranoidnya kambuh ๐Ÿ˜ฑ), terdengar suara mengaji (mungkin dari Masjid Agung), saya pikir tunggu adzan aja.
  • 05.00 Saya beneran kaget, tiba-tiba ada yang menggedor pintu kamar saya. Saya lihat jam, masih Subuh, ga mungkin orang hotel udah nganterin sarapan jam segini, mulai kepikiran macam-macam, tapi saya mencoba tenang “mungkin itu cara mereka ngebangunin shalat”, hm.. baiknya.. Abis wudlu saya keluar kamar menuju mushalla, tiba-tiba muncul suara “shalat… shalat…”, saya kaget 1/2 mati, ternyata si Bapak.. Beliaulah yang menggedor-gedor kamar saya tadi buat ngingatin waktu shalat, waduuu… nyaris aja jantung saya copot ๐Ÿคฃ Selesai shalat, saya kembali ke kamar dan siap-siap balik lelap sejenak.
  • 07.00 Saya mulai siap-siap, tiba-tiba dikagetkan oleh sesuatu. Kalau saya keluar jam segini, takutnya ntar ga sempat sarapan?! tapi apa boleh buat, urgent.. Yah, ternyata.. Tau aja si receptionist, tiba-tiba menggedor pintu kamar saya dan…. hm, yummy…. lontong dan secangkir teh manis hangat sampai. Dengan sigap saya makan dan langsung pergi.
  • ……. Lagi ngisi pulsa di foto copy samping Aula Islamic Centre, weeEeee.. urang awak lagi!! Iseng-iseng ngeluh ga bisa foto di rumah adat diseberang, eeeh… kata si uda siapa bilang ga boleh, minta ijin aja sama yang jaga.. Dengan ekspresi tak percaya (mempersiapkan diri untuk ditolak), iseng-iseng berhadiah, saya minta ijin ke pos jaga. Eh, beneran boleh!!๐Ÿคฉ gamblang aja kok penjaganya bilang “silahkan”, waaah… Udah dapet ijin, rugi aja rasanya foto doang, tapi ga ada orangnya di dalam. Minta tolong abang yang lagi bersih-bersih disana ahh.. tapi dia malah menolak, karena sedang bekerja (profesional, I like it), trus dia bilang minta tolong aja sama abang (pamong) yang jaga itu, kebetulan lagi jalan disekitar sana, saya mah ga enakan atuuuh.. tapi abang yang bersih-bersih bilang ga papa, ya sudah.. saya minta tolong, suwer deh ramah bener. Dengan cuek, EGePe, saya mulai pasang gaya sok imut di tepi kolam, depan rumah adat, depan rumah bupati rejang lebong (saya lupa ih, entah rumah.. entah kantor…pokoknya ada tulisan Pat Petulai-nya). Kata si abang, Pat = Empat, Petulai = Guru, jadi Pat Petulai itu artinya 4 Guru.. (Hayyooo… pasti ga ada yang tau kan?!). Makasih banget buat si abang, fotonya bagus-bagus, padahal ternyata abang itu habis dinas malam, lho.. (huft, bikin repot aje ๐Ÿ˜ฌ).

Bukit Kaba dan sekitarnya

  • ……. 2 jam yang cukup rumit, teman saya sesama dari Padang masih belum bisa dihubungi. Rencana minta bantuan pos jaga itu aja ntar, atau… sama si bapak atau receptionist, ga taulah, binguuung… Ternyata, alhamdulillah ga lama setelah saya selesai mengambil nomor, akhirnya dia sampai.
  • …….. Saya kembali ke hotel dan rehat sejenak menjelang jam 11 ntar.
  • 11.00 Saya pergi ke STAIN Curup dengan ojek Rp 5.000,-, inspeksi tempat ujian. Eh, diseberangnya ada bakso bakar!! Mau nyobain ahhh… Tapi.. baru aja nongol disana, semua mata langsung tertuju pada saya, waduuuuh.. jadi keki.. Tapi… mau nyobain bakso itu.. Ah, bodolah, dengan gaya sok cuek saya langsung duduk di tempat kuliner yang bikin saya penasaran ini. Saya asal pesan, dan.. hasilnya.. Makan 4 tusuk, kennyaaaang nianโ€ฆ tapi….. pedas buangeeeeetโ€ฆ!!! Saya sampai hampir nangis bombay nahan ini tenggorokan udah kayak dibakar aja ๐Ÿ˜ฐ Saya beraniin nanya, “kok pedas ya pak?”. Ternyata, harusnya, saya by request dulu tadi saat mesen, mau sedang atau pedas, oalaaaah…. Tapi walaupun dan bagaimanapun, saya tetap jaim alias jaga image dooong… Udah deh, saya telen aja itu tenggorokan yang rasa terbakar ๐Ÿคข Sebenernya baksonya wenak dan harganya juga ekonomis, lhoโ€ฆ ๐Ÿ˜‹ Tapi ingat, buat yang ga biasa pedes, by request dulu gih sama bapaknya ๐Ÿ˜‚

  • 12.00 Saya naik ojek dari pasar & langsung ke Masjid Agung. Lalu balik ke hotel buat check out. Herannya, ternyata saya penghuni terakhir, lho.. Yang lain udah balik duluan sewaktu saya siap-siap tadi pagi; si Bapak dan juga keluarga yang nyewa di sebelah kamar saya. Waduuu, ga tau aja ya, ternyata memang seperti itu kata receptionist-nya, orang yang nginap disana memang sebentar-sebentar, berarti saya dong yang paling lama, weew…๐Ÿ˜…

  • 13.00 Saya mau cari makanlah… Kebetulan, yang ngojek orang Pariaman, urang awak juo, dianterlah saya ke sebuah rumah makan padang nasi kapau, WOW, lalu saya dikenakan ongkos Rp 4.000,- (Seribu lebih murah, hee..”makasih, da..”). Makan disana saya kena Rp 20.000,- dengan porsi super buat saya ๐Ÿ˜‹. Setelah makan, saya nongkrong lama disana, abiiis.. ga ada tempat yang mau dituju… Kalaupun ada, garing nih.. Ntar malah mutar-mutar ga jelas ditinggal Bus lagi, hm… setelah saya pikir-pikir, muter-muter di pasar aja deh bentar. Wong kata si ayuk empunya rumah makan, pasar deket dari situ. Saya jalan aja, sekalian nyari apotek yang jual plester, udah melepuh tuh kaki belakang kena sepatu (Jangan ngiri ya, saya pake sepatu baru, lho.. hahaa, sengaja beli yang plastik biar aman selama perjalanan, tapi ini nih efeknya.. ๐Ÿ˜ฌ)
  • …….. Ternyata, tempat saya makan itu ga jauh dari Pasar Bang Mego, halllaa….. ternyata sama dengan Bukittinggi, muter-muter disitu aja kok, ga lama saya juga sampe lagi di Bundaran ๐Ÿ˜Œ. Langsung deh ngojek ke Terminal Simpang Nangko, kebetulan teman saya udah disana duluan.

  • ……… Ngobrol-ngobrol di Po. Bus SAN, beeeh… urang awak galo… ๐Ÿ˜ Agennya urang awak, penumpang juga sebagian besar urang awak.. Memang MERANTAU itu khasnya Padang, mungkin daerah lain juga.. ๐Ÿ™‚ Topik utama obrolan waktu itu adalah makanan khas Curup. Dari beberapa orang yang saya wawancarai, semua sepakat bilang kalau di Curup tidak memiliki makanan khas apalagi untuk oleh-oleh, biasanya yang dijadiin oleh-oleh itu seperti pempek (salah satunya). Salah seorang penumpang, kak Nur, urang awak yang tinggal di Curup dan bekerja sebagai perawat di Payakumbuh, mengatakan ada khas Curup yaitu Lema, sejenis sayuran rebung yang dicincang-cincang dan didiamkan selama 4 hari, kemudian baru dimasak, seperti digulai.
  • ………. Satu hal yang saya kagumi, perbedaan itu indah.. Beda suku, beda budaya, tapi kita tertawa bersama..Selanjutnya, perjalanan saya setelah inipun penuh tantangan, rintangan dan tentunya hikmah.. ๐Ÿ˜‡

  • 16.30 Naik Bus SAN, saya & teman saya duduk di bangku nomor 21 & 22. Kali ini mobilnya sama dengan yang saya naiki kemaren, pintunya depan dan belakang (mobil besar), beda dengan mobil yang pertama kali kami naiki sewaktu dari Curup ke Padang sebelumnya (pintunya tengah dan depan, mobil kecil). Banyak lagi deh jenis mobilnya, yang ke Padang itu ekslusif, pakai AC; ada lagi yang ke Bukittinggi itu ekonomi, Bang Budi (agen yang di Curup) bilang, ada AJ /aje/ alias AC Jendela, hahaa… ada-ada aja..

Good bye Curup... sampai jumpa lagi.. ๐Ÿ™‚

  • 17.10 Ban belakang sebelah kiri bocor dua-duanya di Kapalo Curup. Memang sih, saya sempat mendengar dan kami semua dikagetkan dengan bunyi letupan yang berasal dari belakang bawah Bus sebelum pemukiman penduduk, tapi Bus-nya tetap saja jalan hingga pemukiman. Malangnya, ban serap ga ada!!! Saya sempat waspada juga, karenaย nguping dari penumpang lain, daerah tersebut “daerah rawan”..
  • 18.15 Masang ban kedua, kabarnya dapat dari Bus SAN yang baru saja lewat
  • 18.30 Karyawan pergi menambal ban yang 1 lagi
  • 19.39 Still waiting, OMG..
  • 20.25 Ban depan dibuka, kabarnya dichange ke belakang
  • 22.23 Ban datang dan langsung dipasang…
  • 22.45 Goooo…..!!!
  • 23.00 Breaking news, ada mobil pribadi (sepertinya travel) rebah di sebelah kanan jalan, dekat tempat ban kami meletus tadi, di Kapalo Curup. Anehnya, Bus cuma berhenti sebentar melihat keadaan dan segera berlalu?! Tidak ada satupun penumpang yang berinisiatif turun untuk membantu.. Hm, setelah mendengar berbagai opini dari para penumpang, barulah saya paham, ternyata yang rawan tadi itu kemungkinan besar alasannya. Kebetulan, saya memiliki kontak person yang berhubungan dengan media lokal setempat yang saya dapatkan ketika mencari informasi tentang BKD Rejang Lebong diinternet; saya coba mengabari via SMS (takutnya tidak sopan menelpon malam-malam begini, apalagi konteks-nya saya termasuk orang asing), berharap beliau segera mengirimkan bala bantuan, takutnya memang murni kecelakaan dan butuh pertolongan segera. Fiuh, ga dibalas… Saya pasrah, dalam hati saya berharap apapun yang terjadi, semua pasti akan baik-baik saja ๐Ÿ˜” Amiin.. Tapi setelah saya perhatikan, kelihatannya tadi penumpang mobil itu cukup aman, tidak mengalami luka-luka yang serius, karena beberapa penumpang yang udah keluar tampak membantu mereka yang masih di dalam, tidak terlihat raut panik ataupun kesan emergensi, syukurlah..
  • 23.15 Good bye Rejang Lebong… ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ญ๐Ÿคง
  • 23.25 Po. Bus SAN di Lubuk Linggau
  • 23.35 Rumah Makan Pagi-Sore, yuhuuuu… lapeeeer….. eits, shalat dulu, ada mushalla kecil di lantai 2.. makan kali ini Rp 20.000,-. Coba aja nyampenya magrib, waaah.. pemandangan di belakangnya itu lho… amazing.. ada sungai jernih mengalir, ada outbond-nya juga… belum lagi design rumah makannya yang luxury..

Kamis (23 Oktober 2014)
= Rintangan & Hikmah =
  • 00.18 Selesai istirahat di Rumah Makan Pagi-Sore, buru-buru nih..
  • 00.40 Pecah ban lagi sehabis di Lubuk Linggau.
  • Sekitar jam 5-an.. SMS saya dibalas!!! beliau menanyakan saya siapa dan saya menjelaskan dengan ringkas sikon yang terjadi di TKP semalam. Hm, saya merasa lega.. Paling engga jika terjadi apa-apa, akan lebih cepat ditindaklanjuti ๐Ÿค“
  • 05.30 Numpang shalat di rumah warga, di depan pengelolaan karet, daerah Rawas
  • 07.50 Makan miegor alias mie goreng (sarapan satu-satunya yang jadi vavorit penumpang kali ini, xixi..), ada juga yang campur pake nasi putih makannya, ada yang pesan pop mie, teh hangat, de el el.. pokoke yang instan-instan deh.. Lumayan ngeganjal perut ๐Ÿ˜ฌ
  • 08.05 Naik mobil, menunggu pasang ban yang terakhir.
  • 08.13 Bismillah.. OK, let’s gooo.
  • 10.07 Terminal Sorolangun
  • 10.33 Berhenti lagi…. ada razia.. ๐Ÿ˜ž Huft, perut udah laper lagi nih… ๐Ÿ˜ซ
  • 10.46 Gooo….!!!
  • 10.49 Gerbang Bangko
  • 11.15 LLAJ Merangin
  • 11.30 Pasar Baru Bangko
  • 11.40 Dusun Lubuk Bungu Desa Se Ulak
  • 12.12 Rumah Makan Rantau Batuah
  • 12.36 Pertamina Bangko
  • 12.39 Asrama Perwira Polres Bungo “Sei Mengkuang”. Jalan dialihkan ke simpang sebelah kanan karena ada perbaikan jalan. Semua pada 50:50 karena ga ada yang beneran paham jalan yang mau dialihkan. Tapi tujuan tetap Padang… ๐Ÿ˜…
  • 12.55 Muaro Bungo
  • 13.01 Terminal Kota Lintas Muaro Bungo
  • 14.04 Gerbang Sumatera Barat (akhirnya… ๐Ÿ˜‡)
  • 14.07 Sungai Rumbai
  • 17.20 Dinas Kehutanan Sijunjung
  • 18.35 Terminal Bareh Solok
  • 18.40 Rumah Makan Simpang Rumbio
  • 21.55 Alhamdulillah.. Sampai juga di Po. Bus SAN Lolong.
  • 22.30 Simpang Lalang… Tepar tanpa kompromi, tapi bener-bener luar biasa… ๐Ÿ˜‡
Thanks berat buat Bang Rusman (orang asli Curup yang bekerja di Padang) yang udah bersedia jadi guide saya via mobile, hee.. Informasi yang diberikan sangat membantu saya selama menelusuri Curup secara instan ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™
Special thanks juga buat Nike, Dien sekeluarga, abang pamong (yang ternyata bernama Febry; kita ketemu lagi di medsos alias media sosial) dan juga Po. Bus SAN tentunya ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™
Semoga perjalanan selanjutnya ga kalah luar biasa dari ini dan semoga masih ada kesempatan lagi buat ke Curup, amiin.. ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™