Category Archives: Candi (Temple)

Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Ibarat Padang dengan Tari Piring-nya, Tokushima identik dengan Awa Odori (Tarian Awa). Biasanya, setiap tahun, awa odori bisa dinikmati festivalnya di musim panas (natsu), pada bulan Agustus di Perfektur Tokushima. Tapi, buat yang penasaran, ingin melihat langsung di waktu yang berbeda, bisa mengunjungi lantai 2 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway) dengan insert ¥600. Lokasinya dekat dengan Tokushima Station (satu halte bus sebelum stasiun).

Disini diperkenalkan evolusi tarian awa. Buat yang tidak mengerti bahasa jepang, disediakan teks dalam bahasa inggris. Pengunjung juga diajak ikut serta, lho.. Pada akhir acara, diberikan perhargaan (sertifikat) layaknya wisudawan/wisudawati, namun ini hanya diserahkan pada 2 orang pengunjung yang beruntung saja. Jika Anda salah satu diantaranya, pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa!

Nah, yuk kita ngotrelin alias ‘ngobrol travelling’ objek wisata unik yang satu ini, check it out..

Lokasi Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Terletak sekitar 700 meter dari Tokushima Station (jika menggunakan bus, satu halte sebelum stasiun). Akses dari Tokushima Station bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit) lurus hingga menyeberangi sekitar 2 perempatan besar dan jembatan Shinmachibashi berikut jejeran pertokoan di gedung bertuliskan kanji新町橋(Shinmachibashi).

Gedung Awa Odori Kaikan ini cukup unik, dari kejauhan bisa dilihat ropeway berlalu-lalang dari bagian tertinggi gedung hingga puncak gunung. Tak kalah unik, di halaman depannya terdapat tempat duduk berbahan dasar kayu dan atapnya menyerupai topi penari perempuan awa odori yang menjadi salah satu maskot Tokushima. Wisata ini juga bersebelahan dengan jinja. Jadi, terbilang sangat mudah ditemukan.

Insert

Untuk masuk Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), pengunjung bisa memilih paket sesuai keinginan. Berikut pilihannya:

  • Umum
    • Awa Odori Museum: ¥300
      • Buka pukul 09:00-17:00 dengan entrance sampai 16:50.
      • 28 Desember hingga 1 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Awa Odori Hall
      • Afternoon dance (tarian sore): ¥600
        • Ditampilkan oleh tim tari khusus: AWANOKAZE.
        • Di akhir pekan (weekdays), tampil pukul 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Sabtu, minggu dan hari libur, tampil pukul 11:00, 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Lama penampilan: 40 menit.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • Penampilan khusus pada 12-15 Agustus.
        • 28 Desember hingga 3 Januari (2-3 Januari ada penampilan khusus) bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
      • Evening dance (tarian malam): ¥800
        • Ditampilkan oleh tim tari terkenal (1 tim setiap malam).
        • Penampilan selama 50 menit dari pukul 20.00 hingga selesai.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • 21 Desember hingga 10 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Ropeway
      • Insert:
        • One-way (6 menit):¥610
        • Return:¥1.020
      • Buka setiap tahun.
        • April-Oktober: 09.00-21.00
        • November-Maret: 09.00-17.30
        • *12-15 Agustus: 09.00-22.00
        • *Selama event khusus: 09.00-21.00
  • Paket (great-deal unit price)
    • Set 3 pilihan (set of three options)
      • Museum + afternoon dance ropeway (return) = ¥1.620
    • Set 2 pilihan A (set of two options A)
      • Museum + ropeway (return) = ¥1.120
    • Set 2 pilihan B (set of two options B)
      • Museum + afternoon dance = ¥800

*Diskon lainnya tidak bisa digunakan bersamaan dengan set tiket.

Tiket bisa dibeli di jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis), sebelah kanan dari pintu masuk. Jika tidak mengerti, ada bagian informasi yang station-nya bersebelahan dengan jidouhanbaiki.

1F Arudeyo Tokushima (Lantai 2)

Memasuki gedung, pengunjung bisa membeli tiket di sebelah kanan melalui jidouhanbaiki. Jika segera lanjut ke lantai berikutnya, ada lift di sisi kiri. Namun, jika ingin cuci mata dengan aneka cenderamata dan omiyage (oleh-oleh) khas Tokushima, pengunjung bisa langsung ke sisi belakang. Makanan khas Tokushima seperti manju, osato, segala bentuk olahan imo (ubi berkulit ungu dengan isi kuning, hasil pertanian andalan di Tokushima). Cenderamata yang khas yaitu mainan HP (mobile phone) berbentuk sodachikun (boneka dengan dominasi warna hijau yang menjadi icon Tokushima) dan boneka penari awa odori.

Lantai dasar ini buka dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Khusus tanggal 21 Desember sampai 10 Januari (termasuk hari libur), buka sampai pukul 18.00. Namun, pada 28 Desember hingga 1 Januari, tempat ini bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.

2F Awa Odori Hall (Lantai 2)

Nah, ini nih yang tadi sempat diulas di prolog.. Buat pengunjung yang ingin melihat langsung keelokan awa odori ataupun berminat untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menarikan tarian awa, disinilah tempatnya. Disini diceritakan evolusi awa odori  berikut contoh gerakannya. Penyampaiannya mirip presentasi seminar dan buat pengunjung asing tersedia teks dalam bahasa inggris.

Kemudian, di akhir acara, buat yang beruntung bisa mendapatkan sertifikat, hanya untuk 2 orang pengunjung saja! Tidak hanya diserahkan layaknya wisudawan/ti, buat pengunjung yang ikut menari juga diberikan kain pengikat kepala unik dengan dominasi warna biru dan putih, khasnya tarian awa.

Dibagian luar, sebelum atau setelah teater, di sisi kanan lift, ada papan berdesain khusus yang bagian kepalanya dilobangi (salah satu media untuk bereksis-ria). Di bagian dindingnya tersusun dengan sangat apik lampion-lampion bertuliskan kanji. Selain itu, juga ada sofa, tempat ini ditata seperti lobi dalam bentuk minimalis tapi luas.

3F Awa Odori Museum (Lantai 3)

Di lantai ini, pengunjung disuguhkan penampilan tarian awa yang didesain menarik, kemudian dibawa menelusuri sejarah awa odori. Diantaranya, lukisan yang menceritakan kehidupan masa lalu masyarakat awa, miniatur-miniatur, alat musik dan pakaian awa odori, bioskop 3D /tridi/ bertemakan tarian awa, dll. Yang paling menarik, ada 2 robot yang menampilkan gerakan awa odori.

5F Bizan Bottom Ropeway Terminal (Lantai 5)

Lantai ini merupakan terminal awal ropeway yang nantinya akan mengantarkan pengunjung ke puncak gunung dengan view elok kota Tokushima. Di lantai ini juga terdapat sebuat restoran. Uniknya, tersedia makanan HALAL!! Ada tulisan حلال-nya! Kabar gembira nih buat yang muslim. Namun, restoran ini hanya buka hingga jam 5 sore saja.

Bizan Ropeway

Ropeway ini memiliki 2 jalur yang akan mengantarkan pengunjung menyisiri hamparan area pepohonan hingga puncak gunung. Semakin tinggi, semakin terlihat view lepas pemandangan kota Tokushima yang menyuguhkan indahnya kombinasi daratan dan lautan.

Di puncak gunung ini ada teropong khusus (seperti teropong yang ada di puncak Monas, Jakarta) yang bisa digunakan untuk menelisir pemandangan sekitar dalam jarak pandang yang cukup jauh hanya dengan memasukkan uang koin ¥100. Selain itu, disini juga terdapat jinja dan pagoda.

Pagoda

Khusus pagoda, ada acara tahunan (annual events):

  • Waktu:
    • 21 Maret
    • 15 Agustus
    • 26 September
  • Insert:
    • Dewasa: ¥200
    • Anak-anak: ¥100

Hanami (花見)

Tak ada yang tak kenal bunga sakura (cherry blossom), bukan?! Nah, alih-alih mau masuk bulan April, alias waktunya musim semi (springharu 春), di gunung ini bakal terlihat nuansa pinky-pinky-nya. Dan, ini menjadi waktu yang tepat buat para pengunjung yang tak ingin melewatkan kesempatan buat hanami-an.

*Hanami (花見) dalam bahasa jepang berarti melihat bunga, ini merupakan tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga, terutama sakura.

Gallery

Referensi

  • Semua informasi disadur dari Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).

Recommended Link

Advertisements

Kuil Todaiji

Kuil Todaiji merupakan bangunan kayu yang paling luas di dunia yang didalamnya terdapat patung perunggu Budha berukuran raksasa. Tinggi patung ini mencapai 16,1 meter. (KKC, 2016).

Rumah ibadah umat Budha ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Nara, Jepang. Kuil ini terletak 0,9 km dari Taman Wisata Nara, atau membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki.

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan kereta api. Dari Subway-Stasiun Abiko, menaiki chikatetsu (kereta api bawah tanah) hingga Subway-Stasiun Namba, bajet ¥280 dengan 16 menit perjalanan. Setelah itu, transit ke Kintetsu-Stasiun Nara, tiket ¥560. Lama perjalanan sekitar 38 menit. Dari Stasiun Nara, cukup berjalan kaki sekitar 15 menit.

Menjelang gerbang utama dan pada sayap kiri kuil, banyak dijual aneka cenderamata. Contohnya, replika samurai, yukata, kipas-kipas, aneka mainan kunci dan pernak-pernik lainnya yang didominasi oleh bentuk rusa, kuil dan patung Budha. Beberapa jenis makanan dan minumanpun juga cukup banyak dijual disini, harga berkisar ¥290 atau lebih.

Seperti di Taman Wisata Nara, di sepanjang jalan sebelum tempat pembelian tiket, pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan para rusa. Pengunjung juga diperbolehkan memberi makanan berupa kue kering khusus yang dijual seharga ¥150 sebungkus.

Sebelah kanan perjalanan menuju gerbang kuil, terdapat Tugu Bersejarah  Nara Kuno yang masuk ke dalam daftar Warisan Dunia dibawah naungan UNESCO [Album 4]. Di sisi depan sebelah kanan kuil terdapat danau besar dengan sebuah kapal yang menepi [Album 8]. Sedangkan di sebelah kiri kuil, berdiri megah soorin [Album 14].

Kuil ini terbuka untuk umum dari pukul 07.30-17.30 (waktu Nara). Tiket dewasa seharga ¥500. Tradisi unik juga bisa diikuti oleh pengunjung di  dalam kuil ini, yaitu memasukkan badan ke lobang sebelah bawah tiang (terletak di sayap kiri bagian belakang dalam bangunan kuil).

Catatan

Yukata (baju tradisional Jepang, tapi lebih tipis dari kimono).

    Referensi

    Beberapa informasi didapat dari panduan wisata praktis dari KKC (Kansai Kenshu Center) dan beberapa diantaranya disadur dari kawasan kuil.

    Rekomendasi: TODAI-JI Temple.

    Keraton Ratu Boko

    Taman wisata Ratu Boko merupakan situs purbakala berbentuk komplek sejumlah sisa bangunan yang berlokasi kira-kira 3 kilometer di sebelah selatan komplek Candi Prambanan, atau membutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan dengan menggunakan bus yang telah disediakan dalam paket wisata Prambanan – Ratu Boko dari kawasan Candi Prambanan.

    Keraton Ratu Boko berada di 18 kilometer sebelah timur Kota Yogyakarta, atau 50 kilometer barat daya Kota Surakarta. Luasnya secara keseluruhan sekitar 25 hektar.

    Situs ini pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790. Ia menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas Bukit Ratu Boko; dimana bukit ini merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu yang membentang dari Selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun setelahnya, dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch dan dilaporkan dalam Keraton van Ratu Boko; sehingga dapat disimpulkan bahwa komplek ini merupakan sisa-sisa keraton (istana raja) .

    Situs ini diperkirakan telah digunakan sejak abad ke-8, masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Hal ini dapat dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunannya.

    Nama “Ratu Boko” diambil dari legenda masyarakat setempat. Secara harafiah, Ratu Boko berarti raja bangau; yang merupakan ayah dari Loro Jonggrang (nama yang kemudian diberikan pada salah satu candi utama dalam komplek Candi Prambanan).

    Prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran (746-784 M) menyebutkan terdapat suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara (wihara di bukit yang damai). Kemudian komplek ini diubah menjadi keraton bagi Raja bawahan (vazal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni.

    Di dalam komplek ini terdapat bekas gapura, ruang Paseban, kolam, Pendopo, Pringgitan, keputren, dan dua ceruk gua untuk bermeditasi. 

    Akses ke lokasi tersedia dalam bentuk Paket Prambanan – Ratu Boko. Dengan membeli tiket umum Rp 50.000,-/orang atau anak-anak (3-6 th) Rp 20.000,-/orang akan mendapat fasilitas gratis shuttle service. Dalam rentang waktu tertentu dan melalui sistem antre, telah standbye kendaraan seperti bus dan atau mobil antar-jemput dari Candi Prambanan ke Ratu Boko, atau sebaliknya.

    Antara pintu masuk dan gapura, terdapat beberapa pondokan tempat beristirahat pengunjung. Disini menyediakan pesanan minuman (seperti kelapa muda) dan beberapa jenis makanan dengan harga berkisar dari Rp 10.000,-.

    Sebagian besar informasi didapat dari kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Rekomendasi: Dinas Pariwisata DIY.

    Prambanan Temple

    Prambanan Temple or so called Rara Jonggrang Temple is the largest Hindu temple complex in Indonesia which was built in 9th century. This temple complex has 240 temples. They are consist of 3 main temples, 3 wahana temples, 3 apit temples, 4 kelir temples and 224 perwara temples.

    Three main temples are Siwa Temple, Brahma Temple and Wisnu Temple. The high of Siwa Temple that located in the centre of the complex is 47 meter, it is the highest temple in Indonesia.

    Caution:

    • Keep clean.
    • No scratching.
    • No smoking.
    • No removing stone structure.
    • No climbing.
    • No food.

    Map Of Prambanan Temple Compound:

    • Main Gate Prambanan
    • Archeological Park.
    • Motorcycle Parking Area.
    • Car and Bus Parking Area.
    • Ticket Box.
    • Information Centre.
    • Prambanan – Ratu Boko
    • Shuttle.
    • Prambanan Temple.
    • Play Ground.
    • Prambanan Museum.
    • Lumbung Temple.
    • Bubrah Temple.
    • Sewu Temple.
    • Manjusrigrha Restoration Studio & BPCB Central Java
    • Office.
    • Restaurant.
    • Deer Cage.
    • Cafetaria.
    • Souvenir Shop.
    • Prambanan Unit Office.
    • BPCB DIY Office.
    • Camping Ground.
    • Ramayana Open Theatre.
    • Rama Shinta Garden Resto.
    • Trimurti Theatre.
    • Teater & Pentas Unit Office.

    Other Facilities:

    • Mini bus.
    • Bicycle rental:
      • Mini train: Rp 7.500,-
      • Electric train: Rp 5.000,-
      • ATV: Rp 15.000,-
      • Skelter: Rp 5.000,-
      • Single bike: Rp 15.000,-
      • Tandem bike: Rp 20.000,-
    • Baby care room.
    • Audio visual room.
    • Exhibition Center.
    • etc.

    This information was taken from the complex of Prambanan Temple. Recommended: Dinas Parieisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta: Cagar Budaya: Candi Prambanan & Dinas Pariwisata DIY.

    Taman Wisata Candi Prambanan

    Candi Prambanan (Prambanan Temple) dikenal juga dengan nama Candi Rara Jonggrang. Candi yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan komplek Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi.

    Taman wisata Candi Prambanan diresmikan oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Bapak Soeharto, pada 6 Juli 1989 di Prambanan. Disini terdapat 240 bangunan yang terdiri dari 3 bangunan candi utama, 3 candi wahana, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi patok dan 224 candi perwara.

    Purna pugar Candi Wahana diresmikan pada 20 Februari 1993 oleh Presiden Soeharto di Prambanan. Sementara, purna pugar Candi Angsa dan Candi Apit diresmikan oleh Bapak Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 16 Desember 2011 di Prambanan.

    Candi utama yaitu Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Purna pugar 3 bangunan ini diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republiik Indonesia, Ir. Jero Wacik, SE., pada 4 Januari 2010 di Yogyakarta. Candi Siwa merupakan bangunan candi tertinggi di Indonesia dengan tinggi 47 meter dan terletak di bagian paling tengah di komplek Candi Prambanan.

    Pembelian tiket dapat dilakukan di Loket Prambanan yang buka dari pukul 06.00-17.15 WIB. Tiket bisa dibeli tergantung minat pengunjung, ada tiket yang hanya wisata ke area Candi Prambanan saja dan tersedia juga dalam bentuk Paket Prambanan – Ratu Boko. Berikut rincian harga tiket bagi wisatawan domestik:

    • Prambanan:
      • Umum: Rp 30.000,-/orang.
      • Anak (3-6 th): Rp 12.500,-/orang.
    • Paket Prambanan – Ratu Boko:
      • Umum: Rp 50.000,-/orang.
      • Anak (3-6 th): Rp 20.000,-/orang.
      • Gratis shuttle service (kendaraan seperti bus dan atau mobil yang antar-jemput gratis dalam rentang waktu tertentu dari Candi Prambanan ke Ratu Boko, atau sebaliknya).

    Bagian dari komplek Taman Wisata Candi Prambanan:

    1. Pintu Utama Taman Wisata Candi Prambanan.
    2. Parkir Motor.
    3. Parkir Mobil dan Parkir Bus.
    4. Loket.
    5. Pusat Informasi.
    6. Stasiun Shuttle Prambanan – Ratu Boko.
    7. Candi Prambanan.
    8. Area Taman Bermain.
    9. Museum Prambanan.
    10. Candi Lumbung.
    11. Candi Bubrah.
    12. Candi Sewu.
    13. Studio Pemugaran Manjusrigrha dan Kantor Unit BPCB JATENG.
    14. Prambanan Resto.
    15. Kandang Rusa.
    16. Kios Makan.
    17. Kios Souvenir.
    18. Kantor Unit Prambanan.
    19. Kantor Unit BPCB DIY.
    20. Bumi Perkemahan.
    21. Panggung Terbuka Ramayana.
    22. Rama Shinta Garden Resto.
    23. Gedung Trimurti.
    24. Kantor Unit Teater dan Pentas.

    Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memasuki komplek Candi Prambanan:

    • Pengunjung dilarang membawa tas masuk ke area Taman Wisata Candi Prambanan.
    • Pengunjung agar menitipkan tas di tempat penitipan barang.
    • Menjaga kebersihan.
    • Dilarang corat-coret.
    • Dilarang merokok.
    • Dilarang memindahkan susunan batu.
    • Dilarang memanjat.
    • Dilarang membawa makanan.

    Fasilitas lainnya yang bisa ditemukan di Taman Wisata Candi Prambanan:

      • Rental Mobil Golf, berada di tempat yang sama dengan Tempat Pengembalian Sarung.
        • Senin-Jum’at:
          • Reguler: Rp 20.000,-.
          • VIP: Rp 200.000,-/Jam.
        • Sabtu, Minggu, Libur:
          • Reguler: Rp 20.000,-.
          • VIP: Rp 250.000,-.
      • Sewa Sepeda:
        • Kereta Mini: Rp 7.500,-.
        • Kereta Listrik: Rp 5.000,-.
        • ATV: Rp 15.000,-.
        • Skelter: Rp 5.000,-.
        • Sepeda Tunggal: Rp 10.000,-.
        • Sepeda Tandem: Rp 20.000,-.
      • Ruang Ibu Menyusui.
      • Merapi Farma Herbal: Jamu Godhog khas Jogjakarta untuk kolesterol, asam urat, kencing manis, pegel linu, masuk angin, dan lain-lain; bisa diminum di lokasi.
      • Ruang Audio Visual.

    Seluruh informasi didapat dari kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Rekomendasi: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta: Cagar Budaya: Candi Prambanan & Dinas Pariwisata DIY