Category Archives: Garden

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Advertisements

Okawara Kogen

Okawara Kogen adalah dataran tinggi di Tokushima dengan ketinggian 1.000 meter lebih. Terletak di wilayah Sanagochi, Distrik Myodo.

Nuansa alam dan modern yang menjadi andalan wisata jepang masih kental, terlihat dari perpaduan antara dataran tinggi hijau yang diwarnai oleh bunga jenis hydrangea (ajisai) dan 15 pancang kipas angin raksasa (turbin angin) yang menakjubkan. Turbin angin ini digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin (di Indonesia dikenal dengan PLTB).

Rekomendasi Waktu

Waktu yang tepat untuk melihat keelokan ini adalah diawal bulan juli, karena pada waktu inilah bunga hydrangea yang didominasi oleh warna biru dan ungu bermekaran.

Akses

Akses ke lokasi yang paling efektif adalah dengan mobil pribadi. Dari Tokushima Station memakan waktu sekitar 1 jam. Bagi yang hobi bersepeda bisa ditempuh sekitar 3-4 jam.

Untuk transportasi umum sangat tidak efisien. Dilansir dari beberapa informasi, dari Tokushima Station ke 中辺停留所 dengan Tokushima Bus (Sanagochi-sen) butuh waktu 3 jam. Lalu, naik taxi sekitar 30 menit hingga lokasi.

Fasilitas & Tempat Nongkrong

Dipertengahan jalan menuju puncak, terdapat TOILET jepang versi jadul. Seterusnya ada bangunan unik bertuliskan 大川原高原ヒルトップハウス yang terlihat seperti tempat penelitian dan rumah kayu berlabel 大川原高原ログハウス yang lebih mirip homestay.

Di pintu masuk gedung 大川原高原ヒルトップハウス ada mise yang menjual kopi, ocha dan lainnya. Di depan mise ada boneka besar menyerupai orang yang masing-masingnya berkalungkan selebaran pengumuman.

Diketinggian sekitar 900 meter ada lapangan luas tempat parkir mobil. Duduk di pinggiran parkiran bisa menikmati hamparan alam luas dan lukisan nyata dari jejeran bukit barisan nan apik. Angin sembriwing perbukitan membuat suasana semakin nyaman.

Bahkan, dari pinggiran parkir yang menghadap jalan ini, dengan melayangkan pandangan ke sisi kiri (area puncak), bisa terlihat sekawanan sapi hitam sedang mencacah rumput atau sekedar bersantai-ria.

Masih di area parkiran, ada mise (warung/cafe) yang menjual es krim yang ada wafelnya. Disini bisa minta air mineral, gratis! Air ini bisa dituang sendiri dari teko yang disediakan pemilik ke gelas bekas es krim masing-masing.

Di depan mise disediakan meja dan bangku yang telah diset seperti di cafe, ini menjadi salah satu tempat nongkrong andalan bagi para pelancong.

Masih satu bangunan dengan mise, disampingnya ada kedai ocha, ruangan yang bertuliskan 大川原高原総合案内所, dan toilet.

Di ruang yang berlabel 大川原高原総合案内 meskipun terlihat biasa dari luar, ternyata jika dibahasaindonesiakan berarti kantor informasi umum Okawara Kogen yang didalamnya lebih terlihat seperti museum mini. Pengunjung boleh melihat-lihat.

Untuk toilet, berbeda dengan toilet sebelumnya, bentuk dan disain toilet disini lebih umum.

Puncak Okawara Kogen

Ketakjuban tak terhenti sampai ketinggian 900 meter saja, jika masih sanggup, pengunjung masih bisa berjalan kaki mendaki jalan beraspal hingga puncak, karena tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan (jalan dipalang).

Di puncak ini, kita bisa berdiri tepat di bawah kincir angin. Dan, tentunya menyaksikan sekawanan sapi yang sudah terlihat dari kejauhan tadi.

Catatan

  • Di beberapa area tersedia bangku taman atau pondokan untuk melepas penat. Hanya saja, bagi pengunjung hati-hati dengan serangga yang mulai berdatangan di musim panas, terutama nyamuk.
  • Mesin penjualan otomatis untuk minuman tidak ditemukan disepanjang jalan menuju puncak, jadi buat pengunjung jangan lupa membawa persediaan minum, apalagi di musim panas.
  • Buat para muslim yang hendak melakukan shalat di lokasi, bisa dikondisikan dimana saja di area yang bersih.

Gallery

Kamus

  • 大川原高原 /ookawara kougen/ Okawara Kogen
  • 佐那河内 /sanagouchi/ Sanagochi
  • アジサイ/ajisai/ Bunga Hydrangea (sepertinya di Indonesia mirip dengan bunga Janda Kembang)
  • 大川原高原ヒルトップハウス | Okawara Kogen Hill Top House
  • 大川原高原ログハウス | Okawara Kogen Log House | Rumah Kayu Okawara Kogen
  • 中辺停留所 /chuuhen teiryuujo/ Middle Side Station
  • PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) = Singkatan yang ada di Indonesia untuk pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga angin.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin Penjualan Otomatis.
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station (Stasiun Tokushima).
  • 店 /mise/ Warung/kedai.
  • トイレ /toire/| お手洗い/otearai/ = TOILET.
  • 佐那河内線 /sanagouchi-sen/ Jalur Sanagochi.
  • 徳島バス /tokushima basu/ Tokushima Bus.
  • タクシー /takushi/ Taxi.
🏷 Trip with Etikuchan, Hanif & Otousan (12/07/2018)

Green House ‘Lezatta’

Nuansa serba hijau ini terletak di Jl. Bukittinggi-Payakumbuh, km 9.5, Baso, Kab. Agam-Sumatera Barat.

Dari Kota Bukittinggi, Green House ini berada di sebelah kiri sebelum SPBU Baso. Akses ke lokasi terbilang mudah, hanya dengan menaiki transportasi umum, yaitu angkot biru muda dari Aur Kuning.

Perjalanan menuju Lezatta membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Insert untuk pengunjung dewasa Rp 10.000,- dan anak-anak Rp 5.000,-.

Referensi

  • Seluruh info berikut dokumentasi dishare oleh Geni pada 5 Desember 2016.

Gallery

Momiji ‘Autum-nya Jepang’

Momiji is one of favorite event in autumn in Japan

Musim gugur di Jepang disebut dengan 秋「あき」/aki/ (autumn). Jika di musim semi identik dengan sakura, di musim gugur populer dengan momiji sebagai icon-nya. Di musim ini, momiji menjadi event yang paling ditunggu.

Banyak yang beranggapan bahwa semua daun yang berubah warna menjadi kemerahan adalah momiji. Padahal, momiji itu sendiri adalah nama daun yang berbentuk seperti tangan dengan pinggiran bergerigi dan ujung daun yang lancip. Sedangkan, selain momiji, daun lain yang juga berubah warna, disebut dengan 紅葉「こうよう」/kooyoo/.

Biasanya, di musim peralihan ke musim dingin ini, banyak wisatawan mendatangi Kyoto, kota tua-nya Jepang, khusus untuk mengabadikan moment indahnya musim gugur. Menurut berbagai sumber, tanggal 26 bulan ini menjadi puncak あき yang berarti momiji terindah untuk tahun ini.

Hal unik lainnya, beberapa daerah seperti Air Terjun Mino (Mino Park), menjadikan tempura momiji sebagai kuliner andalan. Daun ini dijadikan gorengan seperti keripik bayam di Indonesia. Bedanya, tempura momiji memiliki rasa yang nyaris hambar. 

Kebun Kesemek di Nara ã€ŒæŸ¿ç‹©ã‚Šã€

Di Jepang, musim gugur menjadi musim yang cukup ditunggu-tunggu. Karena, selain momiji, diperalihan musim panas ke musim dingin ini bakal puas menikmati aneka buah-buahan, salah satunya kaki, di Indonesia dikenal dengan buah kesemek.

Biasanya, rasa yang enak didapat dari buah yang berwarna orange, karena jika terlalu matang (berwarna ke-pink-an), teksturnya menjadi lebih lembek dengan rasa yang sangat manis.

Perkebunan kesemek ini terletak di Yoshino, Nara. Biaya masuk ¥200 (dua ratus yen), bebas memetik buah dan memakan sesukanya. Tapi, kalau berminat membawa pulang, 1 kantong khusus ¥2.000 (dua ribu yen, isi sekitar 7 buah). Selain manis, buah ini juga bikin kenyang, lho..

Fasilitas yang didapat juga tak kalah bagus, jadi tidak perlu membawa banyak persiapan. Disini telah disediakan gunting buah, pisau, ember (tempat sampah) dan juga terdapat bangku-bangku di beberapa tempat (menyerupai meja berkaki 4).

 Catatan
  • 柿「かき」/kaki/ buah kesemek
  • 柿狩り「かきがり」/kakigari/
Lain-lain
  • Perjalanan kali ini disupport oleh HIDA.

マーブルビーチ (Marble Beach)

Jepang terkenal dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologinya, bukan?! Nah, buat para traveller, mungkin sudah tidak asing lagi dengan Kansai International Airport. Tapi.. mungkin juga masih ada yang belum tahu bahwa Bandara Internasional Kansai ini dibangun di atas laut, keren bukan?!

Yap, cerita bandaranya memang keren, tapi tak kalah keren dengan pemandangan pantai diseberangnya yang bernama Marble Beach. Pantai dengan pesona elok ini menyuguhkan keindahan tersendiri saat memandangnya. Onggokan bebatuan putih unik yang tertata apik.. Panorama laut biru.. Nuansa hijau aneka tanaman tamannya.. dan potret kemegahan gedung juga jembatan di beberapa penjurunya. Kombinasi alam dan kemajuan IPTEK yang OK punya!

Marble Beach terletak di Izumisano City, Osaka-Jepang. Namun, masih termasuk dalam kawasan Rinku Park, sekitar setengah jam (berjalan kaki) dari Rinku Town Stasiun dengan melewati Rinkai, area bussiness dengan merkmerk ternama.

Biasanya, di musim panas, destinasi ini menjadi salah satu pilihan favorit untuk mengadakan perayaan musim panas, baik bagi para pelancong lokal maupun wisatawan asing. Kegiatan yang paling digemari adalah BBQ party (pesta Barbecue, baca: berbekyu). Selain itu, juga ada yang bermain volley pantai.

Menurut Sensei Sawada, dulunya pengunjung sering bermain air (mandi-mandi) di pantai ini. Namun, seiring berkembangnya dunia industri, semakin banyak pabrik dan sejenisnya, sehingga terjadi polusi laut. Karenanya, jarang terlihat aktifitas seperti di pantai pada umumnya, kecuali jet ski.

Gallery

Nagai Botanical Park

Taman botanik ini terletak di dalam area Nagai Park. Disini terdapat kolam yang sangat luas yang di dalamnya tumbuh banyak bunga teratai putih. Selain itu, juga ada ikan dengan ukuran besar dan labi. Kolam ini dapat diseberangi dengan sebuah jembatan penyeberangan.

Di beberapa sisi, pengunjung bisa bersantai di beberapa bangku taman yang dibuat unik dan dipayungi oleh rimbunnya pepohonan. Sekitar 25 meter dari tempat masuk, di sebelah kanan, ada Osaka Museum Of Natural History.

Karcis masuk dibeli melalui mesin penjualan otomatis. Berikut rinciannya:

  • Hanya Nagai Botanical Garden saja:
    • Dewasa: Â¥200
  • Paket Nagai Botanical Garden & Osaka Museum Of Natural History
    • Siang
      • Dewasa: Â¥300
      • Pelajar SMA & Mahasiswa: Â¥200
    • Malam
      • Dewasa: Â¥600
      • Pelajar SMA & Mahasiswa: Â¥400
    • Grup:
      • 30-49 orang: diskon 10%
      • 50-99 orang: diskon 20%
      • >100 orang: diskon 30%

Taman ini tutup pada hari senin. Selain itu, juga tutup pada akhir dan awal tahun (28 Desember s/d 4 Januari).

Di area taman, dapat ditemui beberapa mobil penjual makanan, seperti: kebab turki, es krim, aneka minuman, dll. Harga variatif tergantung pembelian.

Gallery: Nagai Botanical Park


Nagai Park (長居公園)

Nagai Park (Taman Nagai) merupakan taman yang sangat luas yang berlokasi di wilayah Sumiyoshi bagian timur (Higashisumiyoshi-ku), Kota Osaka. Akses ke lokasi bisa menggunakan chikatetsu (Kereta Api bawah tanah) Midosuji Line dengan tujuan ke Stasiun Nagai (M26) deguchi (pintu keluar atau gate) 3.

Taman ini juga dijuluki sebagai “Taman 4 Musim”, karena didalamnya terdapat aneka tumbuhan yang bisa ditemukan dalam 4 musim di Jepang, yaitu musim panas (夏), musim gugur (秋), musim dingin (冬) dan musim semi (春). Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat wisata lainnya, seperti:

Di area taman, dapat ditemukan cukup banyak bangku untuk bersantai. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung merpati jinak yang berkeliaran di setiap sudut taman.

Berbagai jidouhanbaiki (mesin penjualan minum otomatis) dapat ditemukan di beberapa titik lokasi tertentu. Taman bermain anak-anakpun juga tersedia. Siapapun bebas bermain di taman ini secara gratis.

Gallery: Nagai Park

Nakanoshima Park (中之島公園)

Nakanoshima Park terletak diantara Sungai Tasoborigawa dan Sungai Dojimagawa, satu-satunya area hijau di tengah kawasan sentral bisnis Kota Osaka. Disini terdapat kebun ros yang terkenal dengan keindahannya dan tentunya sangat terawat.

Disisi taman tersedia beberapa bangku taman, banyak pengunjung memanfaatkannya untuk sekedar bersantai atau melepas penat. Di pinggir taman, terbentang aliran sungai nan luas. Sesekali sebuah kapal penumpang yang cukup besar berlalu melewati jejeran bangunan nan megah yang turut memagari pinggiran sungai. Pengunjung bisa menaiki kapal ini sesuai dengan insert yang telah ditentukan.

Taman ini dipisahkan oleh Naniwa-bashi Bridge. Di sisi kanan jembatan dengan icon singa ini, terdapat kebun ros. Namun, bunga ini hanya mekar 2x dalam setahun, pertengahan bulan Oktober dan pertengahan Mei. Di hari biasa, masih tetap mekar beberapa bunga saja.

Sebelah kiri jembatan, ada pintu masuk Stasiun Keihan Line Naniwabashi (Keihan Line Naniwabashi Station), Museum Keramik (Museum of Oriental Ceramics) pintu masuk Stasiun, A Bronze Statue (The Mayor of Seki), Tugu Kawata Jun (Monument of Kawata Jun), Perpustakaan Nakanoshima, pintu masuk Stasiun Keihan Nakanoshima Line, dan yang paling terkenal adalah gedung bercat merah bergaya klasik yaitu Osaka City Central Public Hall.

Mading
Gallery

Taman Wisata Nara (Cagar Alam Rusa)

Taman Wisata Nara (Nara Park) lebih terkenal sebagai Cagar Alam Rusa, karena hampir 1.200 (seribu dua ratus) rusa jinak berkeliaran bebas disini. Selain itu, disekitar taman ini juga banyak terdapat peninggalan sejarah Nara (KKC, 2016).

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan kereta api. Dari Subway-Stasiun Abiko, menaiki chikatetsu (kereta api bawah tanah) hingga Subway-Stasiun Namba, bajet ¥280 dengan 16 menit perjalanan. Setelah itu, transit ke Kintetsu-Stasiun Nara, tiket ¥560. Lama perjalanan sekitar 38 menit.

Dari Stasiun Nara, cukup berjalan kaki sekitar 5 menit. Di sepanjang jalan pengunjung bisa berinteraksi dengan banyak rusa. Dan, pengunjung juga diperbolehkan memberi makanan. Di sisi jalan terdapat beberapa pedagang yang menjual makanan khusus untuk si rusa. Makanan yang lebih tepatnya disebut kue kering itu dijual seharga ¥150.

Disamping taman, di jalan menuju ke Kuil Todaiji, berjejer aneka food court. Uniknya, juga terdapat becak antik di pinggir jalan area taman.

Sebagian informasi didapat dari panduan wisata praktis dari KKC (Kansai Kenshu Center).

Gallery

Mengelana Ke Nara

Gayanya, kita para trio comal-camil pagi ini akan ke Abiko Kannon Temple pukul 7 pagi (waktu Jepang). Tapi, gegara libur, waktu rehatpun tak terelakkan. Walhasil, kita baru beringsut dari kediaman masing-masing sekitar pukul 9. Setelah itu lanjut ke receptionist demi mendapat sedikit pencerahan tentang destinasi yang akan kami tuju.

Berikut sepenggal agenda hari ini:

  • 10:56 Beli tiket Subway Chikatetsu Midosuji Line ï¿¥280 di Stasiun Abiko dengan tujuan ke Stasiun Namba (stasiun ke-7 dari  Stasiun Abiko). Lama perjalanan sekitar 16 menit.
  • 11.17 Transit ke Kintetsu Railway, tiket JR Â¥560.
  • 11.31 Lama perjalanan ke Nara sekitar 38 menit.
  • 12.11 Stasiun Kintetsu Nara.
  • 12.24 Go
  • 12.30 Taman Wisata NaraAmazing banget berinteraksi langsung dengan banyak rusa yang jinak, beli makanan khusus untuk rusa di  pinggiran jalan taman Â¥150, seru!!!
  • 12.45 Mampir ke pusat oleh-oleh. Waaah, gilaaa… komplit banget!! Mulai dari yukata,  replika samurai, pungling (gantungan yang berbunyi saat ditiup angin), aneka kue, dll. Bikin lapar mata!
  • 13.15 Kuil Todaijhi.
  • 15.15 Stasiun Nara
  • 15.40 Go home..
  • 16.26 Stasiun Namba

Bagi saya pribadi, hal yang paling berkesan ketika berada di Kuil Todaiji, sahabat saya beropini “eh, setelah diperhatiin, kayaknya lu doang deh O yang pake jilbab”. Lalu kita spontan mengamati sekitar, and that is really true. Tapi ini sama sekali tidak merubah apapun, perjalanan kali ini sangat menyenangkan.

Padahal, jika dihubungkan dengan perjalanan awal, ada seorang bapak-bapak yang saat menaiki JR, matanya langsung tertuju pada saya yang kebetulan juga melihat kearah beliau. Bukan sorot pandang yang ramah, seperti seorang juri yang sedang menyortir peserta lomba, atau seseorang yang sedang berhipotesa di dalam pikirannya.

Karena respon yang demikian, yang tadinya saya harusnya bersikap welcome malah ikut berhipotesa, mencerna maksud dari biasan mata itu. “Karena saya berbedakah?! Kerudungkah yang jadi keyword-nya? So, why?? Toh, saya merasa tidak mengganggu siapapun”. 

Setelah diam mengamati saya sesaat, beliau langsung duduk sembari membuka lipatan koran dan membacanya. Beliau duduk di kursi nomor 2 dari kanan pintu JR (kursinya 2-2), sementara saya tepat di urutan kedua kursi sebelah jendala kiri JR.

Seandainya saya bisa mengutarakan, don’t judges people by the cover, please! Tapi yo wes, clue-nya “tidak semua orang berpikiran sama dengan apa yang kita pikirkan dan orang lain tidak bisa selalu sama dengan apa yang kita pikirkan”. Seperti alur mundur, saya teringat sahabat saya, MeatKalimat ini sering menjadi key topic setiap kali kami curcol alias cuhat colongan. 

Satu poin penting tentang perbedaan, “jadi beda itu tidaklah buruk selama kita bisa saling menghargai. I am proud be who I am, bisa menjadi diri sendiri itu luar biasa, karena tidak semua orang mampu mengapresiasi siapa dirinya.

Dan, persahabatan sangatlah indah, tak peduli seberapapun besarnya perbedaan selalu jadi warna tersendiri dalam keakraban. Beautiful moment with Risa chan & Ka Wi. Missed you, Meat..

Taman Tugu Jong Soematra

Ada yang baru nih di Kota Padang.. Taman Tugu Jong Soematra, terletak di persimpangan tiga sebelum Taman Melati, tepatnya di seberang Monumen Gempa. Tatanannya sangat apik, dihiasi oleh tanaman berbatang sedang, bunga-bunga dan lampu taman. Udah gitu, ada bangku-bangkunya juga! Cocok banget buat tempat refreshing atau sekedar bersantai ria 😀
Kota tercinta memang T.O.P dah.. Padahal sebelumnya persimpangan ini tidak terlalu menarik, tapi dengan pembangunan yang kian pesat ini disulaplah menjadi taman nan cantik 🙂 Tidak hanya di lokasi ini, beberapa tempat lain juga sedang galak-galaknya direnovasi, keren! Nah, tak harus ke pantai, gunung atau sungai aja kan?!; piknik di taman-taman tengah kota juga asik, ekonomis lagi dan minimal resiko tentunya 😉

Kebun Raya Bogor (Bogor Botanic Gardens)

Fasilitas (Facilities)
  1. Gerbang Utama
  2. Pusat Informasi
  3. Museum Zoologi / Zoological Museum
  4. Gedung Konservasi / Conservation Building (Public Education & Exhibition)
  5. Perpustakaan / Library
  6. Wisma Tamu / Guest House
  7. Laboratorium Treeb / Treeb Laboratory
  8. Toko Souvenir / Garden Shop
  9. Pembibitan / Nursery
  10. Pintu II / Gate II
  11. Kantor Pengelola / Main Office
  12. Mesjid / Mosque
  13. Gedung Herbarium & Museum Biji / Herbarium & Seeds Museum
  14. Pintu III / Gate III
  15. Kafe / Cafe
  16. Pembibitan Anggrek / Orchid Nursery
  17. Laboratorium Kultur Jaringan / Tissue Culture Laboratory
  18. Pintu IV / Gate IV
  19. Musholla / Mosque
  20. Pembibitan Reintroduksi & Tumbuhan Langka / Reintroduction & Rare Plants Nursery
Tempat Bersejarah / Interesting Sites
  1. Monumen Lady Raffles / Lady Raffles Memorial
  2. Monumen J.J. Smith / J Smith Memorial
  3. Kolam Gunting / Scissor Pond
  4. Taman Teisjmann / Teisjmann Park
  5. Makam Belanda / Dutch Graveyard
  6. Istana Bogor / Bogor Palace
  7. Jalan Kenari I / Canary Avenue I
  8. Jalan Kenari II / Canary Avenue II
  9. Jembatan Gantung
  10. Jembatan Surya Lembayung / Surya Lembayung Bridge
  11. Jalan Astrid / Astrid Avenue
  12. Griya Anggrek / Orchid House
  13. Taman Lebak Sudjana Kanaan / Sudjana Kanaan Park
  14. Area Outbond / Outbond Area
Koleksi Tanaman / Plants Collection
  1. Koleksi Tumbuhan Obat / Meicinal Plant Collection
  2. Kayu Raja / King Tree
  3. Koleksi Tumbuhan Araceon / Araceon Plant Collection
  4. Bunga Bangkai / Amorphophallus titanum — Bunga Raksasa Dari Sumatera (A Giant Flower From Sumatra)
  5. Rotan / Rattan
  6. Koleksi Pandan / Pandanus Collection
  7. Koleksi Kaktus (Taman Meksiko) / Cactus Collection (Maxican Garden)
  8. Koleksi Palem (Palm Collection)
  9. Koleksi Tanaman Air / Water Plant Collection
  10. Koleksi Anggrek / Orchidarium — Anggrek Raksasa (Giant Orchid)
  11. Koleksi Tanaman Pemanjat / Climbing Plants Collection
  12. Koleksi Paku-pakuan / Fern Collection
  13. Hutan / Wild Corner
  14. Koleksi Kayu Manis / Cinnamomum Collection
  15. Teratai Raksasa / Victoria amaronica
  16. Koleksi Tanaman Kayu / Wood Plant Collection — Kenari Babi (Pig Canary), Pohon Rindang Berbau Mawar (Burmese rosewood), Pohon Saputangan Jambon (Pink Handkerchief Tree), Pohon Tarzan (Gogo Vine)
  17. Koleksi Bambu / Bamboo Collection
Karcis Kebun Raya Bogor
  • Domestik : Rp 15.000,-
  • Manca Negara : Rp 26.000,-
  • Sepeda Motor : Rp 5.000,-
  • Sepeda : Rp 5.000,-

Ini sudah termasuk Museum Zoologi, Retibusi Pemkot Bogor dan Asuransi

Pengumuman

Selama bulan Ramadhan, Pintu IV IPB, Pintu III Pangrango, Pintu II Kantor Pos, dan Pintu Konservasi DITUTUP untuk umum mulai tanggal 18 Juni 2015 dan akan dibuka kembali mulai tanggal 17 Juli 2015. Bagi pengunjung Kebun Raya Bogor dipersilahkan masuk melalui pintu I (depan Pasar Bogor).

Catatan
  • Saat itu saya dan teman-teman terlanjur sampai di Pintu IV. Kita sempat bingung “kok sepi?”, ternyata ada pengumumannya. Akhirnya kita berbelok arah menuju pintu utama dengan menaiki angkot (angkutan kota) berwarna hijau stabilo dengan kode 08. Selain angkot 08, juga bisa menaiki angkot 05.
Referensi

Semua informasi yang saya posting disini disalin dari berbagai media yang terdapat di Kebun Raya Bogor, seperti: informasi tertulis yang disediakan tepat di dekat objek; dengan perubahan seperlunya.