Category Archives: Pulau (Island)

Uzo-no-Michi

Jalan-jalan ke Tokushima, tak lengkap jika belum mampir ke Jembatan Onaruto (landmark-nya Tokushima) yang unik dan serba guna. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo, tapi juga menjadi salah satu objek wisata dengan fenomena alam yang luar biasa, siapa lagi kalau bukan si uzu (pusaran) nan kece badai.

Jembatan ini juga fungsional, lho.. Bagian atasnya dipakai untuk lalu lintas, sementara sisi bawahnya yang menyerupai terowongan (dengan panjang jalan 450 meter) dijadikan objek wisata, namanya uzu no mici.

Disini, bagian dindingnya yang lepas menghadap laut didominasi oleh kaca. Jadi, tak heran para pengunjung begitu takjub dimanjakan oleh pesona full laut! Dan, yang tak kalah menarik, bagian lantainya terbuat dari kaca di titik-titik tertentu yang disebut dengan observation room, tentunya tepat di atas lokasi pusaran air. So, kita bisa melihat si uzu dari ketinggian 45 meter dari permukaan laut!

Fasilitas

Di uzu no michi ini disediakan fasilitas seperti teropong jarak jauh (seperti yang ada di Tugu Monas, Jakarta), GRATIS! Lalu juga ada papan bergambar anime lucu yang bagian kepalanya dilobangi, apalagi kalau bukan sarana buat bereksis-ria pastinya, GRATIS!

Akses

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Dari halte Naruto Park, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan mendaki anak tangga yang ada disebelah toko omiyage. Sementara, dari pelabuhan mini tempat menaiki fune (kapal) yang digunakan untuk berinteraksi dengan si uzu, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit. Menurut informasi dari beberapa sumber, jika tidak memiliki kendaraan, bisa menggunakan jasa taxi dengan menempuh waktu sekitar 15 menit.

Tiket

Insert:

  • Perorangan:
    • Umum ¥510
    • Pelajar (usia 13-18 th) ¥410
    • Anak-anak (6-12 th) ¥250
  • Grup (20 orang atau lebih)
    • Umum ¥410
    • Pelajar (13-18 th) ¥320
    • Anak-anak (6-12 th) ¥200

Waktu

Uzu-no-Michi buka pukul 09.00-18.00 (waktu se tempat). Pada 1 oktober hingga akhir februari, di musim dinginnya jepang, buka pukul 09.00-17.00. Dengan catatan, masih bisa masuk 30 menit sebelum tutup. Tempat ini libur pada hari senin kedua di bulan maret, juni, september dan desember. Selain itu, di hari golden week (3-5 May) atau hari libur musim panas (natsu yasumi), buka dari pukul 08.00-19.00.

Kuliner & Omiyage

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari lokasi, ada warung aneka kuliner dan oleh-oleh. Salah satunya udon dengan harga berkisar ¥500. Dibagian belakang sebelah luar warung ini, tampak pemandangan lepas Jembatan Onaruto. Disini juga tersedia teropong jarak jauh berbayar.

Selain ini, sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) juga ada sebuah toko omiyage  yang juga menyediakan udon dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Pusat omiyage terbesar berada di seberang tempat parkir, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan menaiki anak tangga dari halte Naruto Park. Disini tersedia aneka makanan khas Tokushima yang didominasi oleh imo (ubi berkulit ungu dengan isi putih kuning, hasil pertanian utama di Tokushima), seperti manju (kue mirip dorayaki, kue-nya  kartun doraemon, tapi dalam versi mini), osato (gula dengan pengolahan tradisional), dll.

Gallery

Kamus (Dictionary)

  • 辞書 /jisho/ = Kamus (dictionary)
  • 渦の道 /Uzu-no-Michi/ = Onaruto Bridge Floating Prominade
  • 渦 /uzu/ = Pusaran air (Whirlpools)
  • Observation room = Ruang observasi
  • 船 /fune/ = Kapal (Ship)
  • 夏休み /natsu yasumi/ = Libur musim panas (Summer holidays)
  • 冬 /fuyu/ = Musim dingin (Winter)
  • 乗り場 /noriba/ = Halte, tempat pemberhentian/penantian bus
  • 鳴門公園 /naruto kouen/ = Taman Naruto (Naruto Park)
  • アニメ /anime/ = Cartoon /kartun/
  • うどん /udon/ = Udong, mie gepeng dan lebar khas jepang
  • お鳴門橋 /onarutohashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge)
  • Insert = Masuk (biasanya berhubungan dengan admission)
  • Golden week = Hari libur berturut-turut di Jepang pada tanggal 3-5 May setiap tahun
  • Admission = Pendaftaran (biasanya bergubungan dengan pembelian tiket)
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh

Jembatan Onaruto

Belum lengkap rasanya ke Osaka jika belum mampir ke Namba melihat Patung Glico, begitu juga dengan Tokushima. Pastinya, destinasi yang paling dicari disini adalah Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge) yang menjadi landmark-nya Tokushima.

Jembatan ini menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo. Uniknya, disini ada uzu alias pusaran air yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah fenomena alam. Pusaran air ini terjadi 2x sehari sesuai dengan waktunya (bisa disearching di internet atau dibaca di leaflet terkait). Pasang-surut arus laut ini dipengaruhi oleh pergerakan bulan, semakin penuh penampakan bulan di bumi, semakin besar uzu terbentuk.

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) ini, ada sebuah toko omiyage (oleh-oleh) yang juga menyediakan udon (mie berukuran lebar dan tebal) dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Selanjutnya, dari toko ini, berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah bawah, menuruni jalan besar beraspal dengan tikungan cukup tajam. Setelah sampai di pertigaan yang memiliki akses jalan sedang di sisi kanan jalan, menyeberang dan berjalan sekitar 5 menit. Disini ada pelabuhan mini dan loket pembelian tiket.

Di loket ini, tersedia banyak informasi wisata di sekitar naruto, aneka omiyage dan cenderamata khas Tokushima, juga tentunya tempat pembelian tiket (termasuk check-in bagi yang sudah memiliki tiket). Bahkan, jika ingin melanjutkan perjalanan ke uzo no michi-pun bisa menambah pembelian tiket seharga ¥250.

Setelah check-in, pengunjung mesti menunggu di loket sampai jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, melalui proses antri, wisatawan menaiki kapal dan bebas memilih area dalam ruangan atau luar ruangan. Biasanya, mayoritas pengunjung lebih memilih di beranda kapal, karena bisa berinteraksi langsung dengan si uzu nan ‘jinak’ selama 20-30 menit.

Spot alam yang luar biasa menakjubkan itu bisa ditemukan di beberapa titik. Dan, buat pelancong yang siap uji nyali, pastinya juga siap menyapa si “uzu” nan kece badai, bukan?! Pusaran air yang cukup besar juga akan membuat gelombang besar dan dengan lincahnya mengayun-ayunkan sisi badan kapal hingga sesekali riaknya menyapa pengunjung bak hujan gerimis. Buat yang hobby berselfieria, kudu hati-hati nih disini, jangan sampai saking eksisnya malah lupa kalau kameranya sudah ikutan terbang dan berenang, ya..

Gallery

Kamus

  • 大鳴門橋 /oonaruto hashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge).
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Stasiun Tokushima (Tokushima Station).
  • 渦潮 /uzushio/ = Pusaran air (Whirpool).
  • のりば /noriba/ = Tempat menaiki bus (Halte).
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh.
  • 船 /fune/ = Kapal.
  • 鳴門公園 /narutokouen/ = Taman Naruto (Naruto Park).

 

パスムパハン島

西スマトラのパダンに パスムパハン島が あります。この島は きれいです。青い海があります。そして、お客様も多いです。そこでピクニックをしたり、眉山に登ったり、シュノウケリング「snorkeling」やダイビング「diving」やボレービーチ「volley beach」やキャンプ「camping」をしたりし、楽しいです。これらだけでなく、ここで小さいモスクとかトイレとか入浴もあります。それで、ムスリムの方はお祈りできます。

パスムパハン島の近くには様々なきれいな島もあります。それはパガン島「Pulau Pagang/Pagang Island」やパムトゥサン島「Pulau Pamutusan/Pamutusan Island」やせくアイ島「Pulau Sekuai/Sekuai Island」です。その島はパスムパハン島の眉山の上が見えます。本当にきれいです。

どうやって行きますか。

パスムパハン島に行くとき、二つ方法があります。それは早い方法と普通な方法です。早い方法は普通な方法より最も安いですが、困った事もあります。例えば、道がちょっとあまりよくないです。

早い方法は、パダンからスンガイシピサン「Sungai Sipisang/Sipisang River」の海岸まで 乗り物で一時間 ぐらいかかります。海岸から パスムパハン島まで 小さい船で十分 ぐらいかかります。船の チケットは 六万ルビアです。そうして、パスムパハンの チケットは 一万五千 ルビアです。ベックペッカー「Backpacker」にとって、この方法は難しいですが、おもしろいです。

スンガイシピサン前に、色々なパダンレストラン「Rumah Makan Padang」があります。もし、お弁当を持っていけませんので、その所でナシブンクス「Nasi Bungkus」を買えます。美味しいです。これだけでなく、カンプンニアス「Kampung Nias」の景色も見えます。広い水田があります。

普通な方法は、バケーションパッケージ「vacation package」みたいです。パダンから乗り物でチャロチョック海岸とかカロリン海岸までに行きます。その乗り物は、例えば、アンコット「angkot」です。アンコットと言うのは特別なパダンの乗り物という意味です。他には、自分の車やバイクに行けます。それから、その海岸からパスムパハン島まで船で行きます。様々な値段があります。ガイド「guide」の方もいます。

皆様、旅行時、パスムパン島に 行きましょうか。

写真

私の町 (Kotaku)

私の 町は 西スマトラの バダンです。バダンは あつい 町ですが、きれいな 町です。バダン料理で 一番 有名な 食べ物が レンダンです。レンダンは からいですが、おいしい です。レンダンの ねだんは 一万四千 ぐらい ルビアです。そして、デンデンバラドも あります。この 食べ物は おいしいです。ねだんは 二万 ぐらい ルビアです。

私の 町に パスムパハンしまが あります。パスムパハンしまは きれいな しまです。そして、おきゃくさんが 多いです。パターンから かいがんまで 一時間 かかります。そして かいがんから パスムパハンしままで 十分 かかります。ふねの チケットは 六万ルビアです。でも、パスムパハンの チケットは 一万五千 ルビアです。

みなさん、ひきなとき、ぜひ パターンへ いっしょうに 行きませんか。

ノラ(9くみ)、2016年1月8日金曜日

Kotaku adalah Padang, Sumatera Barat. Padang kota yang (bercuaca) panas tapi indah. Masakan yang paling terkenal adalah rendang, pedas tapi enak, harganya sekitar Rp 14.000,-. selanjutnya ada juga dendeng balado, rasanya enak dengan harga sekitar Rp 20.000,-.

Di kotaku, ada Pulau Pasumpahan yang indah dan ramai didatangi pengunjung. Dari Padang hingga ke pantai memakan waktu sekitar 1 jam. Kemudian, dari pantai ke Pulau Pasumpahan menempuh waktu 10 menit. Tiket kapal Rp 60.000,- dan tiket masuk pulau Rp 15.000,-.

Jika ada waktu luang, ayok ke Padang bareng-bareng.. 😉

Pulau Angso Duo

Pulau yang eksotik ini terletak di seberang Pantai Gandoriah, Kota Pariaman. Akses kesini menggunakan Boat dengan bajet Rp 30.000,- s/d Rp 35.000,-, tergantung kondisi.

Ombak yang tenang, suasana yang adem, pasir putih nan bersih, karang-karang dan Umang-umang yang unik, bebatuan kecil yang terdampar.. Serasa berada di destinasi kategori MAHhhAL!! 😀 Pulau inipun juga bisa dikelilingi dalam waktu sekitar 20 menit dengan berjalan santai.

Dibalik tulisan Pulau Angso Duo, berdiri kokoh Surau Katik Sangko. Tidak jauh disebelahnya, terdapat makam yang dihormati masyarakat sekitar.

Untuk kembali ke Pantai Gandoriah, sebaiknya sebelum pukul 3 sore, terutama buat yang mabuk laut. Karena, sekitar jam ini atau lewat biasanya gelombang sedang pasang dan kadang kapal sering berlayar dengan agak miring, apalagi disaat berbelok. Walaupun demikian, yang terjadi malah sebaliknya, pengunjung sering lupa waktu dan tetap kembali berlibur ke pulau ini sekalipun gamang menyeberang 😀

Pulau Cingkuak (Cingkuak Island)

Pulau Cingkuak

Pulau Cingkuak terletak di seberang Pantai Carocok, Pesisir Selatan. Akses kesini menggunakan Boat dengan ongkos Rp 10.000,-/orang. Nanti kita akan ditawari apakah ingin mengelilingi pulau atau langsung ke pulau. Jika kita memilih berkeliling, kita harus menambah ongkos kapal sebesar Rp 5.000,-/orang. Jika langsung, sekitar 5 menit sudah bisa menginjakkan kaki di Pulau Cingkuak. Uniknya, setelah turun dari kapal, kita tidak langsung menginjaki bibir pantai, tapi melewati tumpukan galon (seperti galon minyak) yang telah disusun rapi dan sangat aman.

Ombaknya tenang, kapalnya juga tenang, pemandangan sekitar luar biasa indah… Pasir putih nan elok menyambut dengan hangat 🙂 Selain itu, disini terdapat aneka permainan yang siap menguji adrenalin, seperti: Jetski (Rp 100.000,-/orang), Donat Boat (Rp 25.000,-/orang) dan Banana Boat (Rp 20.000,-/orang).

Eits, disini juga banyak umang-umang, lho… ikan pantai dan juga kepiting kecil-kecil. Serru….!!! Namun, buat yang hobby renang atau bersnorkling ria, hanya boleh berenang di sayap kanan pulaunya saja. Sayap kiri memang lebih indah kelihatannya, tapi disini lagi banyak terumbu karang yang dibudidayakan, jadi tidak boleh diusik 🙂

Selain tempat wisata, Pulau Cingkuak juga bernilai sejarah. Disini terdapat sisa-sisa Benteng Portugis. Penasaran?? Cus, kunjungi Pulau Cingkuak 😉

Nah, dari sisi kiri pulau ini bisa terlihat Pulau Batu Naga yang kabarnya terdapat batu kepala naga disana. Konon, menurut dongeng tetua setempat, dahulunya Naga yang berasal dari Negeri Cina itu pergi ke Indonesia; karena suatu hal, ia mati dan menjadi batu, namun yang tertinggal hanyalah kepalanya. Tempat itu juga dikenal sebagai Pulau Siput, karena mirip dengan siput yang sedang berjalan (Informasi dari Weni, 25/11/15).

Lainnya

Kepulauan Mentawai

Kepulauan Mentawai terletak di provinsi Sumatera Barat dan terdiri atas 4 pulau utama, yaitu: Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Mayoritas dihuni oleh suku asli Mentawai dengan ciri khas tato. Pesona bawah laut dan potensi ombak terbaik di dunia adalah daya tariknya, begitu juga dengan budaya dan kondisi alamnya yang termasuk hutan tropis.

Akses ke Kepulauan Mentawai menggunakan kapal yang bisa dinaiki di Bungus. Untuk rute tertentu, kapal hanya berangkat sekali dalam dua hari.

Referensi
Lainnya

Pulau Cubadak (Cubadak Island)

Pulau ini terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tepatnya di Kawasan Wisata Mandeh (Mande Resort), 40 km di sebelah selatan Padang dan 5 km dari pantai. Lokasi dengan luas 40 km2 ini dapat dicapai dengan kapal dari Pantai Carocok. Salah satu keunikannya adalah pulau dengan pantai yang indah namun memiliki air yang tenang (tanpa ombak).

Pulau Cubadak dikelola oleh orang asing (bule) dengan aneka fasilitas, cenderung memiliki kesan high class. Contohnya, eco-resort “Cubadak Village Resort” dengan tarif penginapan Rp 1.000.000,-/malam. Tarif yang sangat fantastis, khususnya buat para backpacker, bukan? (Dayak, 2015 & dewi magazine, 2013).

Akses kesini bisa menggunakan paket travelling atau fasilitas dari penginapan yang telah dipesan. Baru-baru ini, teman saya bernama Putri, liburan kesini dengan jasa travel dan merogoh kocek sebesar Rp 280.000,- untuk trip Pulau Cubadak, Puncak Mandeh, Pulau Sirandah dan Pulau Setan. Fasilitas yang didapat yaitu alat menyelam, snorkling, dll.

Referensi
  • Dayak. 2015. Wawancara via phone pada 23 Juli 2015.
  • dewi magazine. 2013. Jelajah Pulau Cubadak di Barat Sumatera. Diakses pada 23 Juli 2015.
  • Honesty Putri, wawancara via medsos (BBM) pada 23 Juli 2015.
  • Wikipedia. n.d. Pulau Cubadak. Diakses pada 23 Juli 2015.

Trip Ke Pulau Pasumpahan

Ceritanya nih, kemaren saya diajakin Dayak (teman saya yang sering ngetrip ke Pulau Pagang, Pulau Pamutusan, Pulau Pasumpahan untuk trip bukit dan Pulau Sekuai dengan bajet backpacker) ke Pulau Pasumpahan. Seneng bangeet.. secara dari dulu batal terus 😀

Nah, pagi ini kita udah standbye di Simpang Anduring, ngumpul dulu sebelum berangkat. Disini saya ketemu teman baru, kecuali Firman; ada bang Dido dan bang Ihsan. Ntar ada bang Yendi dan jagoan kecilnya Denov, menyusul gabung di jalan menuju kesana. Kita berangkat pake motor, jadi mirip touring gitu 🙂 Sayangnya, ada beberapa orang yang batal ikut karena suatu hal. So, it’s OK, let’s go to Pasumpahan Island, yuhu…. 😉

Kita melewati rute Sungai Sipisang, biar ga lama di laut, lebih cepat sampai ke pulau 🙂 Selain kesini, bisa juga melalui Pantai Carolin atau Pantai Carocok, dengan paket tertentu, sesuai guidenya. Namun Dayak menyarankan lebih cepat lewat ke Sungai Sipisang, meskipun akses kesana sedikit kurang bagus, ada sepenggal jalan yang masih berkerikil dan ada satu tikungan tajam, tapi seterusnya cukup bagus. Ga harus pake motor, pake mobilpun bisa 🙂 Ntar semua kendaraan dititip di rumah warga tertentu sebelum menyebrang ke pulau 😉

Kita mampir dulu di rumah makan sebelum masuk Sungai Sipisang, beli bekal, bajetnya sekitar Rp 16.000,-, udah termasuk air mineral kantongan 😀 Nasi dan sambal dibungkus terpisah biar enggak cepat basi 😉

Waaah… view disini masih asri banget.. hijau… bikin mata sejuk memandang 🙂 tenang.. damai.. everythinglah pokoknya, kontras dengan tempat tinggal kami 😀 Kita juga melewati Kampung Nias, sawah-sawah yang sedang dipanen, dll..

Ada tragedi juga nih dalam perjalanan, motornya bang Ihsan kehabisan minyak, walhasil dia mesti nyari-nyari tempat yang sedia BBM disekitar sini. Syukurlah aman wae sampe tiba di lokasi 😀

Kita stay di rumah bang Andi, abang yang punya kapal. Setelah rehat sejenak, baru deh kita caw menuju pantai, menunggu kapal menjemput. Disini pemandangannya OK punya lho.. Pantai ini seperti sengaja dipagari oleh pancangan tiang-tiang yang melingkar dibibir pantai dan diramaikan dengan pohon kelapa yang menjulang rapi disisi pinggirnya, apik… Di sayap kiri terparkir aneka kapal besar, yang kata bang Dido nih, rentalnya bisa sampai milyaran!!! WOW..! Sementara disisi terdepan, terbentang luas laut dengan riak kecil, tampak beberapa pulau di sayap kiri memagari pantai ini hingga ke Pulau Pasumpahan.

Hari ini semakin luar biasa, ga cuma ke pulaunya yang real, tapi cuaca kali ini juga sangat bersahabat, cerah.. Alhamdulillah.. Jadi ga sabar nih pengen cepat-cepat sampai di seberang 😀

Tak ingin melewatkan moment, kitapun sibuk mengabadikan potret alam nan elok ini 😉 Sementara Denov kecil sibuk bermain di riak air tanpa takut, padahal umurnya baru 3,5 tahun, lho.. saluut..

Wah, akhirnya, kapal kita datang.. Yuk, ke Pulau Pasumpahan.. 😉

Amazing.. Emang bener… pulaunya bagus banget.. masih bersih, lautnya seperti agar-agar berbatas 2 warna, bening (berkilau cahaya) dan biru.. 😀

Tanpa petatah-petitih, kita langsung sibuk nyebur sana-sini setelah cukup puas bernarsis ria 😀 Tapi… saya sempat panik ketika merasa memegang sesuatu yang lenyek (kenyal) di laut yang cukup dalam (area biru), kemudian mulai gelagapan saat melihat ada yang bercahaya (mirip cahaya lampu di bukit berkabut) hilang timbul terawang dari dalam air, entah kenapa saya yakin “jangan-jangan itu ubur-ubur!!!”, saya langsung berteriak minta dipapah ke pinggir. Bukannya membantu, yang lain malah ngeledek, pada sibuk ngusilin saya, hadeeh.. Dengan meyakinkan, bang Dido bilang kalau ubur-ubur itu ga ada di cuaca cerah begini, tapi saya tetap yakin itu ubur-ubur dan berusaha menepi 😀

Namun, akhirnya mereka mulai percaya setelah melihat ada ubur-ubur yang terbawa riak ombak. Semua langsung bereksperimen. Bang Dido menceritakan kalau dirinya pernah disengat ubur-ubur yang menyisakan luka bakar. Bang Yendi mengeluh kulitnya gatal-gatal kena lendir siubur-ubur. Ada juga yang bilang, ubur-ubur yang terdampar itu sudah mati. Saking penasarannya, kita berebut memastikan, Firmanlah yang pertama memegang ubur-ubur dari pangkal kepalanya yang terbalik, agar tidak menyentuh bagian tentakelnya yang bisa menyengat. Ternyata apa yang bang Yendi alami, saya alami juga. Kulit saya gatal-gatal kena lendir si ubur-ubur, begitu juga Firman. Tapi sejauh ini aman, belum pernah dilaporkan ada yang menjadi korban sengatan ubur-ubur disini 😀

Setelah ini, kita lanjut ke trip bukit. Di kaki bukit, ada akar pohon yang mirip gantungan di film-film Tarzan. Dayak eksis berayun-ayun disana, waaah.. saya juga mau nyoba ahh… malangnya, bukannya berayun diangin, saya malah meluncur di tanah, hadeeeh… Ga okeh banget nih.. 😦 Terus, ada lagi buaian sederhana yang dibikin menghadap laut, dipayungi oleh rimbunnya pepohonan besar dan diterpa sejuknya angin pantai, ademm…

Kita meneruskan perjalanan menuju Puncak Pulau Pasumpahan. Hey, tunggu, lihat!! Ada kelumang!! Cantik… unik… Kelumang ini sejenis umang-umang yang besar 😉

Untuk tahap bawah ini, jalannya tidak terlalu curam, namun memang sedikit licin, tanahnya lembab, jadi kudu hati-hati.. Tapi jangan khawatir, disini, dipinggiran jalan setapak ini, difasilitasi tali yang cukup kuat, mempermudah kita untuk sampai ke atas. Pertengahan hingga puncak bukit mulai cukup curam, tanahnya kering dengan pendakian yang lebih miring. Saya sampai ngos-ngosan mencapai puncak bukit 😀

Sesampai di atas, kita mulai haus.. Sayang banget, ga ada satupun yang ingat buat ngebawa air mineral!! Waaa.. padahal tadi udah sering diomongin, lho.. Panas di atas ini lebih terik.. Tapi, rasa haus dan capek mulai hilang dengan sendirinya melihat pemandangan sekitar sini, indahnya…

Oya, yang pergi ke puncak cuma kita berlima ceritanya nih, bang Yendi ga ikut karena Denov masih ingin bermain air, secara Denov kan jagoan air kita 😉 Lagian sulit juga ngebawa anak kecil dengan akses seperti itu 🙂

Nah, turunnya beda lagi nih tantangannya.. Kalau saya boleh memilih, saya pilih menggelinding aja deh biar cepat sampai di bawah, hahaa (ngeyel). Akhirnya, kita sampai di bawah, tidak seberat perjuangan ke puncak tadi 😀 Then, yuk makan siang..

Gilaaa… nasinya bentuknya aja yang porsi minimalis, isinya padat bok.. Saya muai tekewer-kewwer ngabisinnya, padahal udah dibantuin 😀 Enaknya basalanjuang (makan bersama) nih tadi, hihi..

Udah berenang, udah ke puncak bukit, udah kenyang.. apa lagi nih agendanya? Folley beach!! Yeah, olahraga yang paling tidak saya suka, tapi sayang banget dilewatin.. Yuk, come on… Itung-itung buat happy-happyan, hee.. Disini kita kenalan sama “Haw”, cewe asal Vietnam yang lagi kuliah disini. Ga lama, permainan makin rame dan saatnya sianak bawang mengundurkan diri, haha..

Sekarang udah pukul 13.30 WIB, kayaknya udah waktunya ganti baju. Oya, disini juga ada mushalla dan kamar mandinya, lho.. Jadi ga usah khawatir mau ganti baju dimana.. Mushallanya juga menyediakan mukena dan tempatnya bersih 😉

Sehabis ganti baju, saya kembali ke markas (ciile, maksudnya ke tempat bentangan tikar roundnya kami). Ternyata mereka sempat snorkling tadi.. Waaa, saya ketinggalan nih.. Walhasil, saya bela-belain ganti baju lagi demi nyobain snorkling 😀 Tapi.. alatnya bang Dido udah ada yang minjem, so mereka nyari pinjem sama yang lain.. Hm, itulah enaknya punya teman yang supel ya, kemana aja ga perlu ribet, tinggal ngomong sana, ngomong sini, semua aman, salut.. Eh, untungnya kita ketemu sama teman SMA, King; terus Dayak nyoba minjem sama King. Jadi deh kita snorkling.. 😉

Waaah, cantiknya.. terumbu karang dan ikan-ikannya cantik… Sayang, kita ga ada yang punya kamera anti air, kalaupun bang Dido punya berbagai properti itu, kantongnya sobek pula, hadeeuh.. Tapi ga papa, it’s OK, ini udah lebih dari cukup 😉 Lalu, saya duluan ke markas ninggalin Firman yang masih sibuk bersnorkling ria sendirian 😀

Abis ini, saya ganti baju lagi dan standbye di markas. Yang lain masih ada yang ngajakin berenang, tapi saya rasa sudah cukup. Hari ini bener-bener serruuu…!!! 😉

Pas kita pulang, cuaca tampak mulai mendung.. Untungnya masih aman hingga ke seberang. Namun, untuk seterusnya, kita perlu berhenti beberapa kali untuk berteduh atau sekedar mengamankan tas dari hujan. Sampai di Padang, kita langsung diguyur hujan lebat, fiuh..

Menjelang Maghrib, tersisa Dayak, Firman, bang Dido dan saya. Kita ngumpul di tempat bang Dido, menunggu hujan reda. Selesai Maghrib, kita ada history konyol lagi nih, beberapa kali mobil sedan yang dipake Fiman dan Dayak buat nganterin saya, mati mendadak di jalan, sekali pas lampu hijau baru nyala 😀 Nah, dirumah nih, Unjut ketawa terbahak menceritakan kalau dia ketemu mobil sedan putih yang lagi mogok disimpang abis lampu merah, dianya ngeledek gitu dan makin heboh setelah tau itu mobil yang kita pake 😦

Pokoknya, hari ini luar biasa 😉 Ups, saya lupa promoin nih, ada slogan Firman nih yang fenomenal “Luccu.. Lenyai..” Kita excited pada ngikutin 😀

Semua foto hasil potret dari kita-kita