Category Archives: Sungai (River)

Berlayar ala Sungai Tombori

Sungai Tombori mengalir di sepanjang daerah  Namba yang dihubungkan oleh beberapa jembatan, diantaranya yang paling terkenal adalah Jembatan Ebisubashi, atau dikenal juga dengan Jembatan Glico. Boleh dibilang, lokasi ini jantungnya Osaka. Karena, selain adanya Patung Glico yang menjadi landmark Osaka, tempat ini juga menjadi pusat kuliner khas Jepang, pusat perbelanjaan, aneka restoran/cafe bergaya barat, dan lainnya.

Ada yang menarik setiap memandang aliran sungai itu, selang beberapa saat berlalu-lalang kapal pesiar ala Sungai Tombori. Para menumpang melambaikan tangan kepada para pelancong. Seolah sedang mengikuti festival dan mereka sebagai pusat perhatiannya.

Mungkin, bagi sebagian besar wisatan asing, tidak ada yang menduga dibalik atraksi para penumpang tersebut. Dan, ini bisa Anda jawab sendiri setelah mencoba menaikinya.

Tiket kapal bisa dibeli di sebuah loket kecil di seberang Patung Glico, tepat di sayap kanan Jembatan Ebisubashi. Harga tiket (Tombori River Cruise Ticket) dewasa ¥900 dan anak-anak ¥300.

Dengan menunggu antrian sesuai dengan alurnya, penumpang bisa berlayar ala Sungai Tombori. Lama pelayaran selama 20 menit dengan melewati 9 jembatan. Kapal ini beroperasional sekitar pukul 1 siang hingga 9 malam.

Mulai dari kapal berangkat hingga kembali ke tempat semula, dipandu oleh seorang pramuwisata yang tak henti berbicara sepanjang waktu tentang seluk-beluk cerita dibalik aliran Sungai Tombori. Apresiasi banget buat sang pemandu, beliau tetap mengoceh bahkan ketika para penumpang kapal sibuk menikmati perjalanan tanpa memperhatikan apa yang disampaikannya.

Salah satu hal yang paling menarik yaitu, sejarah Jembatan Ebisubashi. Desain pinggiran jembatan utama menyerupai sendok okonomiyaki, pizza ala Jepang; yang disusun terbalik ke arah atas. Sementara, di bagian kiri-kanan jembatan  susunan sendok diselang-selingi, atas dan bawah, sisi sebelahnya memiliki bentuk yang saling berlawanan. Benar-benar unik!!

Jadi, sebagai bocoran, para penumpang telah diatur kapan harus bertepuk tangan dan kapan melambaikan tangan. Semuanya berjalan dengan sangat apik sesuai panduan sang pramuwisata. Benar-benar 20 menit yang menyenangkan!

Keseruan semakin menjadi ketika mencicipi makanan khas Osaka, namanya Takoyaki. Makanan dengan pola bulat ini rasanya weenak tenaaann….!! Yang paling terkenal, dibeli di toko yang ada icon gurita gede di atap bagian depannya. Secara, tako itu jika dibahasa Indonesia-kan berarti gurita, yang menjadi isi dari takoyaki itu sendiri. Harganya ¥500/box, isinya sekitar 12 buah. Bisa request saus juga, lho..

Gallery

Catatan

  • Dokumentasi diambil dari Koleksi Photo Maria san.

Rekomendasi

Tabiang Takuruang

Buat teman-teman penggemar cartoon pasti tidak asing dengan serial Avatar. Nah, salah satu gambar(backround)nya mirip dengan bukit yang ada di panorama ini, berada di kawasan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam. Oleh karenanya, bukit nan unik ini juga disebut sebagai Bukit Avatar oleh sebagian kecil orang yang pernah melihatnya, terutama penggemar cartoon Avatar.

Tempat ini dinamakan Tabiang Takuruang, satu-satunya tebing yang dikelilingi oleh banyak tebing yang agak jauh di sisi lainnya. Jalurnya melewati jalan kecil yang belum diaspal, masih berkerikil, namun bisa dilewati oleh kendaraan seperti mobil. Akses ke lokasi menggunakan angkot (angkutan kota) berwarna  merah jurusan Jambak (Koto Baru)-Bukittinggi.

Sekitar 400 meter dari simpang kecil akan ditemukan papan penanda “Taruko Cafe”. Cafe ini dikelola oleh anak-anak muda yang saangat kreatif. Nuansa natural khas alam pedesaan-pun siap memanjakan pengunjungnya. Duduk di cafe ini menawarkan ketenangan, sejuk, pemandangan nan elok (tebing yang unik, ngarai dan sungai dengan air jernih yang mengalir konstan, bangunan menyerupai rangkiang, ada kolam dan angsa). Perfect!! Sungguh mahakarya Sang Pencipta yang wajib dikagumi dan disyukuri.

Kita tidak perlu repot-repot membawa bekal, karena di cafe ini tersedia menu dengan harga relatif. Untuk makanan, kita bisa merogoh kocek mulai dari Rp 18.000,-an dan minuman mulai dari Rp 10.000,-an.

Info destinasi yang mulai menjadi primadona ini dishare oleh Geni, berikut dokumentasinya.

Sungai Kapuas

Sungai Kapuas terletak di Kalimantan Barat (Kalbar) dan menjadi sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang sekitar 1.400 m dan lebar >100 m. Sungai ini membentang dari Kapas Hilir hingga Pontianak (ibukota Kalbar).

Sungai Kapuas menjadi urat nadi masyarakat setempat, baik dari segi perekonomian, transpotasi dan bahkan berpotensi besar menjadi objek pariwisata karena mirip dengan Sungai Liong yang ada di Perancis. Oleh karenanya, beberapa waktu yang lalu, dalam pertemuan Khatulistiwa, Presiden Joko Widodo mencanangkan Sungai Kapuas sebagai icon Kalimantan Barat. Sehingga muncul opini bahwa belum lengkap rasanya ke Pontianak jika belum meminum air Sungai Kapuas.

Sungai ini selalu hidup selama 24 jam, dimanfaatkan masyarakat untuk transportasi dengan menggunakan boat, kapal ferry dan kendaraan lainnya, baik melalui Sungai Kapuas itu sendiri ataupun Jembatan Kapuas. Perhatian terhadap sungai ini sangat besar, salah satunya dengan dilarangnya kendaraan beroda 6 melintasi Sungai Kapuas.

Sepanjang sungai ini berdiri kokoh rumah-rumah milik warga yang terbuat dari kayu belia dengan rumah panggung yang khas. Begitu juga dengan kulinernya.

Sayangnya, yang menjadi kendala adalah perilaku warga yang masih sering membuang sampah rumah tangga ke area sungai dan letaknya yang di dataran rendah berisiko untuk meluapnya sungai. Namun aliran yang cukup besar mampu menghalau sampah-sampah tersebut sehingga sungai selalu tampak bersih.

Referensi

Informasi ini didapat dari media TVRI LIVE KALBAR, tepat di HUT TVRI Stasiun Kalimantan Barat yang ke-17. Kamis, 16 September 2015, sekitar pukul 07.00 WIB.

Sungai Batu Busuak

Batu Busuak terletak di RW IV Kapalo Koto, Kec. Pauh, Kota Padang. Dari gerbang kampus Unand belok ke kiri, menempuh jarak sekitar 1 km, bisa ditempuh dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan. Akses kesini cukup bagus, namun semakin dekat ke lokasi semakin sepi; hanya ada beberapa rumah penduduk disekitarnya.

Disini terdapat aliran sungai yang menenangkan dan pemandangan yang elok. Jadi sangat bagus untuk tempat piknik. Waktu yang paling tepat untuk kesini adalah pagi hari sembari marathon. Namun, sebaiknya tidak kesini saat cuaca buruk, karena lokasi ini pernah mengalami banjir bandang.

Koleksi foto Kelompok C10