Category Archives: Sejarah (History)

Museum dan peninggalan bersejarah

The Naruto German House

Buat pecinta sejarah, recommended banget buat berkunjung ke The Naruto German House yang jika diartikan dalam bahasa indonesia: Rumah Jerman di Naruto. Gedung megah dengan arsitektur bangunan ala jerman ini terletak di Naruto City (Kota Naruto), Perfektur Tokushima.

Sejarah

Berawal dari masa Perang Dunia I, dimana Jepang berpartisipasi sebagai Entente Powers yang berhasil merebut beberapa wilayah Asia dan Pasifik yang menjadi bagian kolonial Jerman, seperti tawanan perang. Sekitar seribu tentara jerman ditahan di Bando POWs Camp. Namun, mereka diberi kebebasan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal hingga terjalin sebuah persahabatan yang erat. Ini berlangsung selama 3 tahun (1917-1920).

Selama berada ditahanan, para tawanan melakukan berbagai kegiatan secara aktif, seperti: orkestra, paduan suara, teater, olahraga, kuliah, dll. Dari semua ini, Bethoven Symphony ke-9 lah yang pertama kali terkenal di Asia. Selain itu, karena keterbatasan keuangan jepang untuk memenuhi kebutuhan pangan tawanan, jepang membeli lahan dan para tawanan bekerja untuk menggarapnya.

Meskipun Perang Dunia I telah usai, hubungan persahabatan tersebut masih tetap terjalin. Oleh karenanya, pada tahun 1972 dibangun 鳴門市ドイツ館. Sejak itu, Naruto dan Lueneburg (Jerman) menjadi sister city.

Museum

Di lantai 2 Deutsches Haus Naruto ini terdapat museum yang mendiskripsikan kehidupan para tawanan tentara jerman selama berada di Bando POWs Camp. Tidak hanya dalam bentuk gambar saja, tetapi juga dalam bentuk miniatur yang dikombinasikan dengan video, sangat menarik! Di setiap bagian disediakan selebaran informasi  dalam 2 bahasa (Jerman & Jepang) yang bisa diambil secara gratis.

Dan, tak kalah unik, ada panggung orkestra yang dimainkan oleh patung yang bisa bergerak (boleh dibilang robot), luar biasa! Penampilan ini bisa disaksikan pada waktu yang telah ditentukan.

Catatan: Di lantai 2 dilarang menggunakan kamera.

Tiket & Waktu

Insert untuk umum ¥400 anak-anak (SD-SMP) ¥100. Buka dari pukul 9.30-16.30 (waktu setempat). Tutup pada hari senin keempat dan 28-31 Desember di akhir tahun.

Akses

Akses ke lokasi dengan kendaraan pribadi, waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Tokushima. Akses via transportasi umumpun juga tersedia.

Event

Dalam rangka memperingati HUT ke-100 Pembukaan Bando POWs Camp, di hall lantai 1 museum ini diadakan konser musik klasik GRATIS! Event ini berlangsung pada hari minggu, 9 April 2017, pukul 13.00 (waktu lokal). Selain itu, juga gratis memasuki museum di lantai 2.

Pada event ini, tidak hanya orkestra, paduan suara ataupun seriosa saja, tapi juga ada presentasi menarik tentang sejarah The Naruto German House. Presentasi ini ditampilkan dalam bentuk gambar yang silih berganti diganti secara manual pada alat yang terbuat dari kayu dan sangat menarik!

Gallery

Kamus

  • 鳴門市ドイツ館 = The Naruto German House (Deutsches Haus Naruto)
  • Bando POWs Camp = Kamp tahanan Bando
  • POW = Prisoners of War (tawanan perang)
  • Sister city = Kota kembar
  • 開所100周年記念コンサート= Konser HUT ke-100 Pembukaan Bando POWs Camp
  • Entente Powers = Blok Sekutu

Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Ibarat Padang dengan Tari Piring-nya, Tokushima identik dengan Awa Odori (Tarian Awa). Biasanya, setiap tahun, awa odori bisa dinikmati festivalnya di musim panas (natsu), pada bulan Agustus di Perfektur Tokushima. Tapi, buat yang penasaran, ingin melihat langsung di waktu yang berbeda, bisa mengunjungi lantai 2 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway) dengan insert ¥600. Lokasinya dekat dengan Tokushima Station (satu halte bus sebelum stasiun).

Disini diperkenalkan evolusi tarian awa. Buat yang tidak mengerti bahasa jepang, disediakan teks dalam bahasa inggris. Pengunjung juga diajak ikut serta, lho.. Pada akhir acara, diberikan perhargaan (sertifikat) layaknya wisudawan/wisudawati, namun ini hanya diserahkan pada 2 orang pengunjung yang beruntung saja. Jika Anda salah satu diantaranya, pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa!

Nah, yuk kita ngotrelin alias ‘ngobrol travelling’ objek wisata unik yang satu ini, check it out..

Lokasi Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Terletak sekitar 700 meter dari Tokushima Station (jika menggunakan bus, satu halte sebelum stasiun). Akses dari Tokushima Station bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit) lurus hingga menyeberangi sekitar 2 perempatan besar dan jembatan Shinmachibashi berikut jejeran pertokoan di gedung bertuliskan kanji新町橋(Shinmachibashi).

Gedung Awa Odori Kaikan ini cukup unik, dari kejauhan bisa dilihat ropeway berlalu-lalang dari bagian tertinggi gedung hingga puncak gunung. Tak kalah unik, di halaman depannya terdapat tempat duduk berbahan dasar kayu dan atapnya menyerupai topi penari perempuan awa odori yang menjadi salah satu maskot Tokushima. Wisata ini juga bersebelahan dengan jinja. Jadi, terbilang sangat mudah ditemukan.

Insert

Untuk masuk Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), pengunjung bisa memilih paket sesuai keinginan. Berikut pilihannya:

  • Umum
    • Awa Odori Museum: ¥300
      • Buka pukul 09:00-17:00 dengan entrance sampai 16:50.
      • 28 Desember hingga 1 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Awa Odori Hall
      • Afternoon dance (tarian sore): ¥600
        • Ditampilkan oleh tim tari khusus: AWANOKAZE.
        • Di akhir pekan (weekdays), tampil pukul 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Sabtu, minggu dan hari libur, tampil pukul 11:00, 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Lama penampilan: 40 menit.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • Penampilan khusus pada 12-15 Agustus.
        • 28 Desember hingga 3 Januari (2-3 Januari ada penampilan khusus) bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
      • Evening dance (tarian malam): ¥800
        • Ditampilkan oleh tim tari terkenal (1 tim setiap malam).
        • Penampilan selama 50 menit dari pukul 20.00 hingga selesai.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • 21 Desember hingga 10 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Ropeway
      • Insert:
        • One-way (6 menit):¥610
        • Return:¥1.020
      • Buka setiap tahun.
        • April-Oktober: 09.00-21.00
        • November-Maret: 09.00-17.30
        • *12-15 Agustus: 09.00-22.00
        • *Selama event khusus: 09.00-21.00
  • Paket (great-deal unit price)
    • Set 3 pilihan (set of three options)
      • Museum + afternoon dance ropeway (return) = ¥1.620
    • Set 2 pilihan A (set of two options A)
      • Museum + ropeway (return) = ¥1.120
    • Set 2 pilihan B (set of two options B)
      • Museum + afternoon dance = ¥800

*Diskon lainnya tidak bisa digunakan bersamaan dengan set tiket.

Tiket bisa dibeli di jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis), sebelah kanan dari pintu masuk. Jika tidak mengerti, ada bagian informasi yang station-nya bersebelahan dengan jidouhanbaiki.

1F Arudeyo Tokushima (Lantai 2)

Memasuki gedung, pengunjung bisa membeli tiket di sebelah kanan melalui jidouhanbaiki. Jika segera lanjut ke lantai berikutnya, ada lift di sisi kiri. Namun, jika ingin cuci mata dengan aneka cenderamata dan omiyage (oleh-oleh) khas Tokushima, pengunjung bisa langsung ke sisi belakang. Makanan khas Tokushima seperti manju, osato, segala bentuk olahan imo (ubi berkulit ungu dengan isi kuning, hasil pertanian andalan di Tokushima). Cenderamata yang khas yaitu mainan HP (mobile phone) berbentuk sodachikun (boneka dengan dominasi warna hijau yang menjadi icon Tokushima) dan boneka penari awa odori.

Lantai dasar ini buka dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Khusus tanggal 21 Desember sampai 10 Januari (termasuk hari libur), buka sampai pukul 18.00. Namun, pada 28 Desember hingga 1 Januari, tempat ini bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.

2F Awa Odori Hall (Lantai 2)

Nah, ini nih yang tadi sempat diulas di prolog.. Buat pengunjung yang ingin melihat langsung keelokan awa odori ataupun berminat untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menarikan tarian awa, disinilah tempatnya. Disini diceritakan evolusi awa odori  berikut contoh gerakannya. Penyampaiannya mirip presentasi seminar dan buat pengunjung asing tersedia teks dalam bahasa inggris.

Kemudian, di akhir acara, buat yang beruntung bisa mendapatkan sertifikat, hanya untuk 2 orang pengunjung saja! Tidak hanya diserahkan layaknya wisudawan/ti, buat pengunjung yang ikut menari juga diberikan kain pengikat kepala unik dengan dominasi warna biru dan putih, khasnya tarian awa.

Dibagian luar, sebelum atau setelah teater, di sisi kanan lift, ada papan berdesain khusus yang bagian kepalanya dilobangi (salah satu media untuk bereksis-ria). Di bagian dindingnya tersusun dengan sangat apik lampion-lampion bertuliskan kanji. Selain itu, juga ada sofa, tempat ini ditata seperti lobi dalam bentuk minimalis tapi luas.

3F Awa Odori Museum (Lantai 3)

Di lantai ini, pengunjung disuguhkan penampilan tarian awa yang didesain menarik, kemudian dibawa menelusuri sejarah awa odori. Diantaranya, lukisan yang menceritakan kehidupan masa lalu masyarakat awa, miniatur-miniatur, alat musik dan pakaian awa odori, bioskop 3D /tridi/ bertemakan tarian awa, dll. Yang paling menarik, ada 2 robot yang menampilkan gerakan awa odori.

5F Bizan Bottom Ropeway Terminal (Lantai 5)

Lantai ini merupakan terminal awal ropeway yang nantinya akan mengantarkan pengunjung ke puncak gunung dengan view elok kota Tokushima. Di lantai ini juga terdapat sebuat restoran. Uniknya, tersedia makanan HALAL!! Ada tulisan حلال-nya! Kabar gembira nih buat yang muslim. Namun, restoran ini hanya buka hingga jam 5 sore saja.

Bizan Ropeway

Ropeway ini memiliki 2 jalur yang akan mengantarkan pengunjung menyisiri hamparan area pepohonan hingga puncak gunung. Semakin tinggi, semakin terlihat view lepas pemandangan kota Tokushima yang menyuguhkan indahnya kombinasi daratan dan lautan.

Di puncak gunung ini ada teropong khusus (seperti teropong yang ada di puncak Monas, Jakarta) yang bisa digunakan untuk menelisir pemandangan sekitar dalam jarak pandang yang cukup jauh hanya dengan memasukkan uang koin ¥100. Selain itu, disini juga terdapat jinja dan pagoda.

Pagoda

Khusus pagoda, ada acara tahunan (annual events):

  • Waktu:
    • 21 Maret
    • 15 Agustus
    • 26 September
  • Insert:
    • Dewasa: ¥200
    • Anak-anak: ¥100

Hanami (花見)

Tak ada yang tak kenal bunga sakura (cherry blossom), bukan?! Nah, alih-alih mau masuk bulan April, alias waktunya musim semi (springharu 春), di gunung ini bakal terlihat nuansa pinky-pinky-nya. Dan, ini menjadi waktu yang tepat buat para pengunjung yang tak ingin melewatkan kesempatan buat hanami-an.

*Hanami (花見) dalam bahasa jepang berarti melihat bunga, ini merupakan tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga, terutama sakura.

Gallery

Referensi

  • Semua informasi disadur dari Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).

Recommended Link

Asal Mula Nama JAPAN

Di Indonesia, negara matahari terbit ini disebut jepang. Sementara di dunia, dikenal dengan nama japan. Uniknya, di negara jepang sendiri, ada 2 sebutan, yaitu 日本 (nihon) atau にっぽん (nippon).

Padahal, sebenarnya orang jepangpun juga tidak begitu tahu asal muasal perbedaan nama dari negaranya tersebut.

Menurut Sano san, ada beberapa kemungkinan, seperti berikut ini.

Perubahan Ejaan Aksara

  • は = ha – fa – pa
  • ひ = hi – fi – pi
  • ふ = fu- fu – pu
  • へ = he – fe – pe
  • ほ = ho – fo – po

Kenapa ada nihon dan  nippon?! Ejaan ほ pada日本 yang sekarang dibaca ho, tapi untuk ejaan lama dari orang terdahulu, dibaca po. Jadi, kita akan sering mendengar 日本 dengan sebutan にほん (nihon) atau にっぽん (nippon), terutama dalam percakapan sehari-hari ataupun berbagai media di Jepang.

Logat dari Berbagai Negara

Dalam bahasa cina, kanji 日本 memiliki yomikata (cara baca) yang berbeda dengan bahasa jepang. 日 dibaca ji dan 本 dibaca pon. Jadi, 日本 dibaca jipon.

Berdasarkan sejarah, Marcopolo pernah ke Jepang dan dengan bahasa spanyol-nya 日本 disebut jipang.

Nah, dari perbedaan negara dan  bahasa tersebut, kemungkinan yang terdengar dan yang diucapkanpun menjadi sedikit berbeda, jipang atau jipun akhirnya lebih populer dengan nama JAPAN di dunia.

Referensi

  • Sano san  via sharing pada 28 Januari 2017. Tokushima.

7th Year Anniversary ‘Jejak Langkah O’

Alhamdulillah.. ‘Jejak Langkah O’ telah menapaki tahun ke-7. Terimakasih untuk dukungan dari semua pihak, terutama keluarga. Kedepannya semoga lebih inovatif dan bermanfaat.

Alhamdulillah, today is 7th anniversary of “Jejak Langkah O”. Thanks to everyone that supports, especially my family. Hopefully this literary written will helpfull.

神様で今日は ‘Jejak Langkah O’ というブログは7歳です。色々なサポートは本当にどうもありがとうございました。これからも頑張らなければならないと思います。

大家好,今天是我的博客的生日(Jejak Langkah O),今年已经七年了。非常感谢你们都,看着看着就喜欢。我希望我的博客很有意思,谁看也就有好处,也希望你们就常常看我的博客。

Mesjid Kobe

Buat para perantau atau pelancong yang stay di Jepang, khususnya kaum muslim, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama yang satu ini, Kobe Muslim Mosque a.k.a Mesjid Kobe.

Tempat ibadah umat Islam ini terletak di 2-25-14 Nakayamatedori, Chuo Ward, Kobe, Perfektur Hyogo 〒 650-0004. Tepatnya, di balik gedung NHK, TVRI-nya Jepang, tidak jauh dari bangunan Jinja (tempat ibadah penganut Shinto).

Menurut Sensei Sawada, mesjid ini telah dibangun sejak ribuan tahun yang lalu. Waktu itu Kobe menjadi pusat dan lintas perdagangan di Jepang, sehingga berbagai negara memiliki akses ke negeri sakura, salah satunya dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam.

Menurut sumber lain, mesjid tertua di Jepang ini juga menjadi saksi sejarah dan menjadi sebuah keajaiban. Mesjid ini tetap berdiri kokoh dikala semua bangunan luluh lantak pasca Perang Dunia II dan gempa besar yang pernah melanda Jepang.

Arsitektur Mesjid Kobe menyerupai banyak bangunan di Timur Tengah, kokoh dan megah. Pintu masuk ada di sisi kanan bagian belakang mesjid. Bagian dalam memiliki gengkang. Tempat ibadah laki-laki berada di lantai 1, sementara perempuan di lantai 2.

Di mesjid ini tempat wudlu dan toilet dipisah dan lebih luas. Di ruang toilet, terdapat beberapa toilet yang dilengkapi dengan wastafel. Di ruang wudlu, terdapat banyak kran yang bisa diatur suhu airnya. Khusus di lantai 2, ruang wudlu berdampingan dengan kaca rias dan fasilitas mukena.

Kegiatan

Selain kegiatan ibadah, di Mesjid Kobe juga dibuka kelas belajar. Khusus untuk perempuan, kelas ini dibawah bimbingan seorang muslimah Jepang yang fasih berbahasa Indonesia dan memiliki 2 orang tenaga pengajar.

Jenis Kelas

  • クルアーン (Qur’an)
  • ハディース (Hadist)
  • シャーリア (Syariah)
  • タジュウィード (Tajwid)
  • ドア (Do’a)

Jadwal Kelas

  • Senin s/d Jum’at pukul 10.00-15.00 (waktu Kobe).

Kontak

  • Kobe Mosque Education Center.

Akses

Dari Mesjid Osaka 

  • Belok kanan dari simpang gang Mesjid Osaka, berjalan lurus hingga jalan besar.
  • Belok kiri dan berhenti di basu noriba (halte bus). Lama perjalanan sekitar 8 menit.
  • Naik Bus Ibaraki, turun di Izumiya, lama perjalanan sekitar 30 menit.
  • Berjalan sekitar 5 menit menggunakan jembatan penyeberangan menuju Ibaraki Station ke Kobe-Sannomiya Station (JR-Kobe Line), naik JR, pilih line 2. Lama perjalanan sekitar 45 menit.
  • Dari pintu keluar Kobe-Sannomiya Station, belok kiri, menyeberang di persimpangan melewati Sankita Amour Plaza. Berjalan lurus hingga Ikuta Suji 「生田筋」, menyeberang, masuk jalan kecil di persimpangan dekat Tokyo Hands 「東急ハンス」.
  • Berjalan lurus, belok kiri di simpang 3.
  • Belok kanan, berjalan lurus hingga jalan besar; melewati bangunan jinja Ikuta Shirine dan Daichi Grand Hotel Kobe Sannomiya di sebelah kanan jalan; Hotel Montrey Kobe, Ikuta Police Station dan Kobe Tax Office di sebelah kiri.
  • Menyeberang, berjalan lurus hingga simpang 4 di Pearl Street 「パールストリート」.
  • Belok kiri, setelah gang pertama ditemukan Kobe Muslim Mosque.

Dari Abiko Station (Midosuji Line)

  • Total biaya sekitar ¥730. Lama perjalanan sekitar 1 jam.
  • Abiko Station ke Umeda Station dengan chikatetsu (Midosuji Line), perjalanan sekitar 24 menit, tiket reguler ¥320 atau menggunakan one day pass.
  • Transit dari Umeda Station ke Tokaido Station (Sanyo Line) dengan JR menuju Kobe-Sannomiya Station, perjalanan sekitar 27 menit.
  • Sampai di Kobe-Sannomiya Station, berjalan kaki sekitar 10 menit hingga Mesjid Kobe.

Dari Abiko Station (Midosuji Line)

  • Total biaya sekitar ¥640. Lama perjalanan sekitar 1 jam.
  • Abiko Station ke Umeda Station dengan chikatetsu (Midosuji Line), perjalanan sekitar 24 menit, tiket reguler ¥320.
  • Berjalan 1 menit. Transit Hankyu Umeda menuju Kobe-Sannomiya Station. Lama perjalanan sekitar 27 menit.
  • Berjalan kaki sekitar 10 menit hingga Mesjid Kobe.

Jika tidak memiliki akses internet, guide atau sejenisnya; minta informasi di bagian informasi sebelum keluar dari stasiun, biasanya diberikan panduan peta praktis.

Referensi

  • Sensei Sawada via sharing.
  • Tenaga Pengajar di Mesjid Kobe.
  • Google map.

Rekomendasi Link

Catatan

  • Chikatetsu = Kereta api bawah tanah.
  • One day pass = tiket yang berlaku kemana saja dengan chikatetsu, tetapi terbatas untuk subway saja, berlaku sampai pukul 12 malam, alias seharian.
  • Hankyu = Kereta api cepat.
  • Gengkang = Sedikit space antara pintu dan bagian depan ruangan rumah khas Jepang, tempat meletakkan alas kaki (sepatu, sandal, dll).

Monumen Merpati Perdamaian

Origami merupakan seni melipat kertas yang sangat terkenal dari negeri Sakura alias Jepang. Namun, kali ini, dengan makna yang sama tapi berbeda cara, layaknya burung merpati sebagai lambang perdamaian, sebuah origami berbentuk merpati diabadikan menjadi Monumen Perdamaian Merpati di Padang kota tercinta.

Maknanya, perdamaian itu didapat dari proses bertahap, dibentuk dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Namun, sepertihalnya origami, perdamaian mudah dirusak, jadi agar tetap merasakan keindahannya, harus tetap dijaga.

Tugu ini menjadi dedikasi dari Angkatan Laut, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 April 2016 di Kota Padang. Berlokasi di pinggiran Pantai Purus, tidak hanya memberi pengunjung keuntungan untuk mengabadikan moment di tugu ini saja, tetapi juga menikmati keindahan pantai nan elok.

Akses ke lokasi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, seperti: motor. Karena, tidak ada transportasi umum yang melewati kawasan ini.

Kalaupun ada, transportasi yang tersedia hanya sampai di daerah Purus saja, yaitu angkot (angkutan kota); seperti: angkot berwarna orange jurusan Lubuk Buaya (Lubay) ke Pasar Raya, atau angkot berwarna putih dari Tabing/Singgalang/Labor. Ongkos relatif berkisar Rp 4.000,-; tergantung harga BBM. Selanjutnya, untuk ke lokasi, bisa menaiki ojek (jika ada) atau dengan memesan taxi.

Gallery

Referensi

  • Informasi berikut dokumentasi di share oleh Geni pada 6 Oktober 2016.

Lokomotif Uap

Saat berkunjung ke Padang, adakalanya menggunakan jasa kereta api, bukan? Paling tidak untuk sekedar menikmati perjalanan wisata.

Nah, di Kota Padang sendiri bisa ditemukan beberapa stasiun kereta api, namun salah satu yang terunik adalah Stasiun Padang, atau lebih dikenal dengan Stasiun Simpang Haru. Selain menjadi tempat naik-turun transportasi yang mulai difungsionalkan kembali di Kota Padang ini; ada hal lain yang lebih menarik, yaitu icon-nya.

Tepat di sebelah kanan gerbang PT. Kereta Api Divisi Regional II Sumatera Barat; berdiri kokoh lokomotif uap lengkap dengan sepenggal rel kereta api-nya. Monumen ini diresmikan sejak tahun 2001 di Padang. Jika dilihat sekilas memang tidak ada yang spesial, namun jika diperhatikan, lokomotif ini memiliki daya tarik tersendiri sebagai sebuah icon, sedikit terkesan antik.

Gallery: Lokomotif Uap

Osaka Museum Of Natural History

Museum ini terletak di dalam area Nagai Botanical Park. Biaya masuk ¥100, gratis hanya dengan menunjukkan karcis jika telah membayar sepaket dengan tiket Nagai Botanical Park.

Wisata yang satu ini kaya akan ilmu pengetahuan, seperti tumbuh kembang tanaman mulai dari kecambah hingga berdaun, macam-macam tanaman dari berbagai negara (bahkan jengkol-pun ada), aneka serangga (ada beberapa karung kerangka kosong serangga musim panas ditulis berdasarkan waktu), kerangka manusia hingga hewan, binatang yang diawetkan, dll. Semua disajikan lengkap dengan penjelasan yang sangat detail. Namun, hanya tersedia dalam bahasa jepang, inggris dan latin.

Gudang ilmu ini didesain dengan sangat unik. Mayoritas yang berkunjung adalah anak-anak usia sekolah. Berbagai fasilitas pendukungpun tersedia, seperti permainan yang dirancang dengan sangat menarik. Metode belajar yang diberikanpun cukup variatif, bisa melihat langsung, membaca, menonton video, atau melalui permainan.

Gallery

Osaka Museum Of Natural History

Nagai Park (長居公園)

Nagai Park (Taman Nagai) merupakan taman yang sangat luas yang berlokasi di wilayah Sumiyoshi bagian timur (Higashisumiyoshi-ku), Kota Osaka. Akses ke lokasi bisa menggunakan chikatetsu (Kereta Api bawah tanah) Midosuji Line dengan tujuan ke Stasiun Nagai (M26) deguchi (pintu keluar atau gate) 3.

Taman ini juga dijuluki sebagai “Taman 4 Musim”, karena didalamnya terdapat aneka tumbuhan yang bisa ditemukan dalam 4 musim di Jepang, yaitu musim panas (夏), musim gugur (秋), musim dingin (冬) dan musim semi (春). Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat wisata lainnya, seperti:

Di area taman, dapat ditemukan cukup banyak bangku untuk bersantai. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung merpati jinak yang berkeliaran di setiap sudut taman.

Berbagai jidouhanbaiki (mesin penjualan minum otomatis) dapat ditemukan di beberapa titik lokasi tertentu. Taman bermain anak-anakpun juga tersedia. Siapapun bebas bermain di taman ini secara gratis.

Gallery: Nagai Park

Osaka City Central Public Hall

Salah satu bangunan yang paling terkenal di sekitar Taman Nakanoshima (Nakanoshima Park) adalah gedung bercat merah dengan gaya klasik, gedung ini bernama Osaka City Central Public (Pusat Bisnis Kota Osaka). Gedung megah ini didirikan sejak tahun 1918, biasanya digunakan warga untuk acara seni dan budaya.

Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa sumber, dahulunya tempat ini merupakan gedung pustaka lama sebelum dipindahkan ke gedung dibelakangnya, tepat satu gedung setelah Osaka City Central Public. Pengunjung boleh memasuki gedung ini secara gratis.

Uniknya, gedung 3 lantai ini terbuka untuk umum, namun pengunjung hanya boleh menapaki area berwarna hijau dari denah yang telah disediakan. Selain itu, menjelang lantai 3, di tengah luangan tangganya dipasang jejaring dari untaian tali yang cukup kuat; sepertinya ini salah satu cara untuk meningkatkan keamanan pengunjung. Jika tidak ingin menggunakan tangga, pengunjung bisa menggunakan lift.

Di lantai dasar (basement) terdapat sebuah toko kecil tempat pembelian oleh-oleh (omiyage). Berbagai cenderamata, kue kering dan aneka permen dijual disini. Harganyapun relatif, berkisar antara 500¥ hingga 1.000¥. Toko ini buka dari pukul 10.00-18.00 (waktu Jepang).

Tidak jauh dari toko, terdapat museum mini yang menggambarkan sejarah berdirinya Osaka City Central Public. Tempat ini bernama Exhibition Room yang buka dari 09.30-20.00 (waktu Jepang). Beberapa leaflet (informasi) tentang Museum Osaka dan lainnya bisa diambil secara gratis disini; hanya saja, tersedia dalam Bahasa Jepang yang didominasi oleh kanji dan  beberapa diantaranya disajikan dalam Bahasa Korea dan Bahasa Inggris.

Tepat di depan Exhibition Room, ada restoran bergaya barat. Menu yang disuguhkan cukup variatif, seperti paket kare dengan seafood, kare dengan daging, desert dan aneka minuman. Untuk paket lunch (makan siang atau hiru gohang), harga berkisar 1.250¥. Sementara desert dan minuman mulai dari 500¥. Fasilitas yang didapat diantaranya gratis air mineral dan Wi-Fi.

Gallery