Arsip Kategori: Sejarah (History)

Museum dan peninggalan bersejarah

Museum Prambanan

Museum Prambanan berada di dalam komplek Candi Prambanan, Yogyakarta. Disini terdapat berbagai peninggalan sejarah seperti peninggalan masa megalithikum, arca-arca kuno, lukisan, bentuk-bentuk pemugaran candi dari tahun ke tahun, dan lain sebagainya. Masuk ke area museum ini GRATIS, alias tidak mengeluarkan biaya. Di alun-alunnya disuguhkan musik tradisional Yogyakarta yang menambah apik suasana khas keraton.

Iklan

Taman Wisata Candi Prambanan

Candi Prambanan (Prambanan Temple) dikenal juga dengan nama Candi Rara Jonggrang. Candi yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan komplek Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Taman wisata Candi Prambanan diresmikan oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Bapak Soeharto, pada 6 Juli 1989 di Prambanan. Disini terdapat 240 bangunan yang terdiri dari 3 bangunan candi utama, 3 candi wahana, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi patok dan 224 candi perwara.

Purna pugar Candi Wahana diresmikan pada 20 Februari 1993 oleh Presiden Soeharto di Prambanan. Sementara, purna pugar Candi Angsa dan Candi Apit diresmikan oleh Bapak Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 16 Desember 2011 di Prambanan.

Candi utama yaitu Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Purna pugar 3 bangunan ini diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republiik Indonesia, Ir. Jero Wacik, SE., pada 4 Januari 2010 di Yogyakarta. Candi Siwa merupakan bangunan candi tertinggi di Indonesia dengan tinggi 47 meter dan terletak di bagian paling tengah di komplek Candi Prambanan.

Pembelian tiket dapat dilakukan di Loket Prambanan yang buka dari pukul 06.00-17.15 WIB. Tiket bisa dibeli tergantung minat pengunjung, ada tiket yang hanya wisata ke area Candi Prambanan saja dan tersedia juga dalam bentuk Paket Prambanan – Ratu Boko. Berikut rincian harga tiket bagi wisatawan domestik:

  • Prambanan:
    • Umum: Rp 30.000,-/orang.
    • Anak (3-6 th): Rp 12.500,-/orang.
  • Paket Prambanan – Ratu Boko:
    • Umum: Rp 50.000,-/orang.
    • Anak (3-6 th): Rp 20.000,-/orang.
    • Gratis shuttle service (kendaraan seperti bus dan atau mobil yang antar-jemput gratis dalam rentang waktu tertentu dari Candi Prambanan ke Ratu Boko, atau sebaliknya).

Bagian dari komplek Taman Wisata Candi Prambanan:

  1. Pintu Utama Taman Wisata Candi Prambanan.
  2. Parkir Motor.
  3. Parkir Mobil dan Parkir Bus.
  4. Loket.
  5. Pusat Informasi.
  6. Stasiun Shuttle Prambanan – Ratu Boko.
  7. Candi Prambanan.
  8. Area Taman Bermain.
  9. Museum Prambanan.
  10. Candi Lumbung.
  11. Candi Bubrah.
  12. Candi Sewu.
  13. Studio Pemugaran Manjusrigrha dan Kantor Unit BPCB JATENG.
  14. Prambanan Resto.
  15. Kandang Rusa.
  16. Kios Makan.
  17. Kios Souvenir.
  18. Kantor Unit Prambanan.
  19. Kantor Unit BPCB DIY.
  20. Bumi Perkemahan.
  21. Panggung Terbuka Ramayana.
  22. Rama Shinta Garden Resto.
  23. Gedung Trimurti.
  24. Kantor Unit Teater dan Pentas.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memasuki komplek Candi Prambanan:

  • Pengunjung dilarang membawa tas masuk ke area Taman Wisata Candi Prambanan.
  • Pengunjung agar menitipkan tas di tempat penitipan barang.
  • Menjaga kebersihan.
  • Dilarang corat-coret.
  • Dilarang merokok.
  • Dilarang memindahkan susunan batu.
  • Dilarang memanjat.
  • Dilarang membawa makanan.

Fasilitas lainnya yang bisa ditemukan di Taman Wisata Candi Prambanan:

    • Rental Mobil Golf, berada di tempat yang sama dengan Tempat Pengembalian Sarung.
      • Senin-Jum’at:
        • Reguler: Rp 20.000,-.
        • VIP: Rp 200.000,-/Jam.
      • Sabtu, Minggu, Libur:
        • Reguler: Rp 20.000,-.
        • VIP: Rp 250.000,-.
    • Sewa Sepeda:
      • Kereta Mini: Rp 7.500,-.
      • Kereta Listrik: Rp 5.000,-.
      • ATV: Rp 15.000,-.
      • Skelter: Rp 5.000,-.
      • Sepeda Tunggal: Rp 10.000,-.
      • Sepeda Tandem: Rp 20.000,-.
    • Ruang Ibu Menyusui.
    • Merapi Farma Herbal: Jamu Godhog khas Jogjakarta untuk kolesterol, asam urat, kencing manis, pegel linu, masuk angin, dan lain-lain; bisa diminum di lokasi.
    • Ruang Audio Visual.

Seluruh informasi didapat dari kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Rekomendasi: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta: Cagar Budaya: Candi Prambanan & Dinas Pariwisata DIY

Sepatu Butut Nan Cantik

Sepatu butut nan cantik ini adalah sahabat setia dalam perjalanan menuju Jepang. Banyak hal, suka & duka, telah kami lalui bersama. Sayangnya, karena kesibukan, mulai lupa nasib si cantik, dan.. lupa bahwa dia terbuat dari bahan baku kulit nan halus, tanpa sadar sang parasitpun mulai merenggutnya. 

Sepatu butut, maafkan.. dan, terima kasih untuk waktu yang pernah ada.. Tak mungkin membawamu kemana-mana, namun jasamu selalu terpatri dihati. Sepatu butut, salah satu sepatu terbaik yang pernah menjadi sahabat di momentmoment terbaik. 

Museum Rumah Kelahiran BUNG HATTA “Proklamator RI”

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Bapak Muhammad Hatta, atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta. Beliau merupakan seorang tokoh proklamator RI (Republik Indonesia) dan mendapat julukan the founding father (Abbas, 2010). Tidak hanya itu, Beliau juga menjadi Wakil Presiden pertama Bangsa Indonesia.

Bung Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat). Beliau wafat diusia 77 tahun pada 14 Maret 1980 di Jakarta. (Wikipedia).

Menelusuri tempat kelahiran Sang Proklamator, tapak tilasnya bisa ditemukan di Jl. Sukarno-Hatta No. 37 Bukittinggi, tepat di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Tempat bersejarah ini terbuka untuk umum pada Hari Senin s/d Minggu, pukul 08.00 WIB.

Catatan

Informasi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dan seluruh dokumentasi dishare oleh Geni pada 30 April 2016.

Referensi

Monumen Nasional (Monas)

Belum lengkap rasanya ke Jakarta jika belum pernah melihat Monas, setidaknya itulah selorohan kecil yang sering dilontarkan ketika seseorang pergi ke Jakarta, bukan?!

Tugu yang satu ini sangat terkenal dan lebih familiar, keberadaannya dikenal sebagai landmark-nya Indonesia yang terletak di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Tugu dengan ketinggian 132 meter ini tidak hanya sebagai objek wisata sejarah, namun juga menjadi salah satu tempat favorit untuk berolahraga seperti marathon atau joging atau jalan santai.

Monas merupakan tugu peninggalan bersejarah yang dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 dibawah kepemimpinan Presiden Sukarno, mulai dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Monumen dengan ketinggian 433 kaki ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Mahkota lidah api berlapis emas yang terdapat di puncak Monas melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala (Wikipedia.org, diakses pada 25 Maret 2015).

Akses ke Monas bisa menggunakan transportasi umum, seperti: kereta api (KRL Commuterline) turun di Stasiun Gambir, Bus Trans Jakarta turun di Halte Monas atau Halte Harmoni, ojek, taksi, dll. Namun, bagi yang memiliki kendaraan pribadi bisa memarkirkan kendaraannya di tempat yang telah disediakan (masih dalam kawasan Monas).

Di seberang Monas, terdapat tulisan TUGU MONUMEN NASIONAL, dimana di sisi kanannya merupakan pintu masuk menuju lorong Monas. Nanti di lantai bawah ini (sebelum masuk lorong), ada loket pembelian karcis dan kita cukup antri dengan tertib.

Harga tiket terbilang variatif, tergantung status akademis dan lokasi tujuan (Cawan atau Puncak). Berikut rinciannya:

  • Anak-anak/Pelajar
    • Cawan Rp 2.000,-
    • Puncak Rp 2.000,-
  • Mahasiswa
    • Cawan Rp 3.000,-
    • Puncak Rp 5.000,
  • Dewasa/Umum
    • Cawan Rp 5.000,-
    • Puncak Rp 10.000,-

Monas terbuka untuk umum dari hari Selasa hingga Minggu (Senin TUTUP), pukul 08.00-15.00 WIB.

Setelah membeli tiket, kita berjalan melewati lorong hingga ada petugas yang mengecek tiket. Setelah itu, kita bisa meneruskan perjalanan hingga Museum Sejarah Nasional. Disini tersedia aneka galeri, mulai dari miniatur Monas, galeri manusia purba, zaman kerajaan (salah satunya pembangunan Borobudur, perdagangan masa dahulu), perjuangan, dll. Galeri ini dibuat unik seperti aslinya, lengkap dengan informasi detail-nya.

Biasanya, pengunjung lebih sering memilih ke Puncak terlebih dulu kemudian terakhir berkeliling di Museum Sejarah Nasional sekaligus beristirahat (melepas penat). Untuk meneruskan perjalanan hingga Puncak, kita menaiki tangga hingga pelataran Monas. Disini terdapat ukiran relief perjuangan dengan cat perak yang sangat indah.

Kita kembali antri untuk menaiki lift yang berkapasitas maksimal 11 orang (sudah termasuk seorang petugas yang standbye didalamnya). Saat lift menunjukkan angka 3, kita sudah sampai di Puncak Monas. Pemandangan Kota Jakarta terlihat sangat menakjubkan dari sini, apalagi dengan menggunakan teropong unik yang tersedia disetiap pojoknya, bisa terlihat jelas bangunan seperti Mahkamah Agung.

Selanjutnya, kita kembali menaiki lift atau menuruni tangga menuju Cawan. Disini terdapat pelataran yang cukup luas dan tentunya sejuk. Di Cawan ini, kawasan sekitar terlihat indah dengan tatanan yang apik.

Turun ke lantai 1 (lantai dasar), terdapat Museum Kemerdekaan. Kita cukup menaiki tangga di bagian sebelah kanan lift.

Setelah ini, kita kembali melewati Museum Sejarah Nasional, pelataran Monas yang ada reliefnya dan terowongan Monas. Sejenak kita kembali berada di seberang Tugu Monas.

Di sekitar tugu bersejarah ini tak ada satupun pedagang yang berjualan. Jadi, sebaiknya Anda menyediakan air mineral (paling tidak), agar tidak kehausan. Namun, untuk makan, jangan kuatir.. Nanti ada tempat khusus yang disediakan berdekatan dengan tempat parkir.

Jika Anda kelelahan untuk berjalan menuju pintu gerbang, cukup menunggu bus keliling yang telah difasilitasi GRATIS, kemudian turun di wahana kuliner. Disini tersedia aneka makanan dan jajanan yang variatif, seperti: toge goreng, laksa, bakso, goreng-gorengan, kelapa muda, aneka minuman, dll. Tidak hanya itu, ada juga pakaian berlogo Monas yang ekonomis, rata-rata tertera tulisan “7 baju Rp 100.000,- semua ukuran”; dan cenderamata lainnya. 🙂

Tidak jauh dari tempat kuliner ini, terdapat aneka costume player, mulai dari costume perjuangan yang berdandan seperti pejuang sungguhan dan mematung hingga hantu-hantuan. Mereka menuliskan sumbangsi yang mau berfoto seharga Rp 5.000,-.

Tidak terlalu jauh dari tempat parkir, ditemukan pintu keluar. Bagi Anda yang menggunakan Bus Trans, jalan beberapa langkah ke arah kiri dari gerbang akan menemukan halte terdekat.

Beberapa informasi ini didapat dari hasil wawancara dengan petugas tiket dan Wikipedia.org.

Kota Tua

Kota Tua, dahulunya bernama Batavia Lama, merupakan wisata bersejarah dengan arsitektur bangunan-bangunan tempoe doeloe, terletak sekitar 15 meter dari Stasiun Jakarta Kota. Bangunan-bangunan tersebut diantaranya Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum POS Indonesia, Museum Seni Rupa & Keramik, dll. Kumpulan bangunan bergaya lama ini membentuk persegi dengan lapangan yang cukup luas ditengahnya.

Lokasi ini akan sangat ramai saat weekend atau tanggal merah. Rata-rata pengunjungnya bervariasi mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Banyak hal menarik bisa dijumpai disini, tidak hanya segudang pengetahuan dari aneka museum tersebut, tetapi juga pertunjukan-pertunjukan seperti: pantomim dan akrobat. Bahkan, ada juga yang menggunakan lokasi ini untuk shooting. Selain itu, ada beragam coplay alias costum player juga, seperti: transformer, anime naruto, kostum karnaval, dsb. Kita bebas berselfieria dan bisa mengapresiasi kreatifitas tersebut dengan menaruh uang seikhlasnya ke kotak yang telah disediakan disekitar mereka.

Masuk ke lokasi ini gratis, kecuali memasuki museum. Akses kesini bisa menggunakan KRL Commuterline, angkot, ojek, dll. Nah, di malam hari biasanya dijual aneka jajanan tradisional nan yummy..

Taman Tugu Jong Soematra

Ada yang baru nih di Kota Padang.. Taman Tugu Jong Soematra, terletak di persimpangan tiga sebelum Taman Melati, tepatnya di seberang Monumen Gempa. Tatanannya sangat apik, dihiasi oleh tanaman berbatang sedang, bunga-bunga dan lampu taman. Udah gitu, ada bangku-bangkunya juga! Cocok banget buat tempat refreshing atau sekedar bersantai ria 😀
Kota tercinta memang T.O.P dah.. Padahal sebelumnya persimpangan ini tidak terlalu menarik, tapi dengan pembangunan yang kian pesat ini disulaplah menjadi taman nan cantik 🙂 Tidak hanya di lokasi ini, beberapa tempat lain juga sedang galak-galaknya direnovasi, keren! Nah, tak harus ke pantai, gunung atau sungai aja kan?!; piknik di taman-taman tengah kota juga asik, ekonomis lagi dan minimal resiko tentunya 😉

Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan / Benteng Fort De Kock Bukittinggi.

Objek wisata yang kompleks ini terletak di wilayah Pasar Atas, tidak sampai 1 km dari landmark Kota Bukittinggi (Jam Gadang) dan tidak terlalu jauh dari Masjid Raya Bukittinggi. Akses kesini bisa dengan kendaraan atau sekedar berjalan kaki. Tidak hanya itu, jalur yang dilewati juga ada beberapa pilihan, bisa dari Jam Gadang, Janjang 40, Kampung Cina, ataupun Pasar Bawah.

Jalan beberapa langkah dari Masjid Raya Bukittinggi, berjejer dengan rapi aneka jajanan di sepanjang jalan (sebelah kiri), khususnya kacang goreng, yang sering diberikan untuk satwa-satwa di Kebun Binatang. Mendekati lokasi, banyak dijual pernak-pernik, cenderamata khas Kota Bukittinggi.

Karcis masuk Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 8.000,- buat anak-anak. Tempat ini akan sangat ramai ketika tanggal merah (libur). Aneka pilihan wisata di dalam kawasan ini, yaitu:

Disini juga ada fasilitas seperti:

  • Arena pementasan untuk acara tertentu
  • Mushalla
  • Toilet
  • Kursi taman
  • Makanan
  • Cenderamata
  • Mainan anak-anak
  • dll.

Benteng Fort De Kock

Benteng Fort De Kock sebagai benteng pertahanan Pemerintah Hindia-Belanda pada masa Perang PADERI ini terletak di dalam kawasan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan / Benteng Fort De Kock Bukittinggi. Karcis masuk Rp 10.000,- (Dewasa) dan Rp 8.000,- (Anak-anak). Tempat ini ramai pengunjung saat tanggal merah (libur). Akses kesini sangat bagus, karena terletak di sekitar landmark Kota Bukittinggi, bisa menggunakan kendaraan atau sekedar berjalan kaki saja dari Jam Gadang.

 

Pulau Cingkuak (Cingkuak Island)

Pulau Cingkuak

Pulau Cingkuak terletak di seberang Pantai Carocok, Pesisir Selatan. Akses kesini menggunakan Boat dengan ongkos Rp 10.000,-/orang. Nanti kita akan ditawari apakah ingin mengelilingi pulau atau langsung ke pulau. Jika kita memilih berkeliling, kita harus menambah ongkos kapal sebesar Rp 5.000,-/orang. Jika langsung, sekitar 5 menit sudah bisa menginjakkan kaki di Pulau Cingkuak. Uniknya, setelah turun dari kapal, kita tidak langsung menginjaki bibir pantai, tapi melewati tumpukan galon (seperti galon minyak) yang telah disusun rapi dan sangat aman.

Ombaknya tenang, kapalnya juga tenang, pemandangan sekitar luar biasa indah… Pasir putih nan elok menyambut dengan hangat 🙂 Selain itu, disini terdapat aneka permainan yang siap menguji adrenalin, seperti: Jetski (Rp 100.000,-/orang), Donat Boat (Rp 25.000,-/orang) dan Banana Boat (Rp 20.000,-/orang).

Eits, disini juga banyak umang-umang, lho… ikan pantai dan juga kepiting kecil-kecil. Serru….!!! Namun, buat yang hobby renang atau bersnorkling ria, hanya boleh berenang di sayap kanan pulaunya saja. Sayap kiri memang lebih indah kelihatannya, tapi disini lagi banyak terumbu karang yang dibudidayakan, jadi tidak boleh diusik 🙂

Selain tempat wisata, Pulau Cingkuak juga bernilai sejarah. Disini terdapat sisa-sisa Benteng Portugis. Penasaran?? Cus, kunjungi Pulau Cingkuak 😉

Nah, dari sisi kiri pulau ini bisa terlihat Pulau Batu Naga yang kabarnya terdapat batu kepala naga disana. Konon, menurut dongeng tetua setempat, dahulunya Naga yang berasal dari Negeri Cina itu pergi ke Indonesia; karena suatu hal, ia mati dan menjadi batu, namun yang tertinggal hanyalah kepalanya. Tempat itu juga dikenal sebagai Pulau Siput, karena mirip dengan siput yang sedang berjalan (Informasi dari Weni, 25/11/15).

Lainnya

Makam Belanda (Dutch Graveyard)

Komplek pemakaman tua ini telah ada jauh sebelum Kebun Raya Bogor didirikan tahun 1817 oleh C.G.C Reinwardt. Bentuk nisan, ornamen dan tulisannya sangat menarik untuk Anda amati.

Disini terdapat 42 makam, 38 diantaranya mempunyai identitas, sedangkan sisanya tak dikenal. Kebanyakan yang dimakamkan disini adalah keluarga dekat gubernur jenderal yang menjabat tahun 1836-1840. Juga makam Mr. Ary Prins, seorang ahli hukum yang pernah dua kali menjadi pejabat sementara gubernur jenderal Hindia Belanda.

Ada pula dua orang ahli biologi yang meninggal tahun 1820-an dalam usia muda dan dikuburkan dalam satu makam. Mereka adalah Heinrich Kuhl dan J.V. Van Hasselt, anggota ‘The Betherlands Commission for Natural Sciences” yang dikirim ke Indonesia untuk bekerja di Kebun Raya Bogor.

Makam tertua di komplek pemakaman ini adalah makam seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda yang bernama Cornelis Potmans, wafat 2 Mei 1784. Sedangkan yang paling baru adalah makam Prof. Dr. A.J.G.H Kostermans yang meninggal tahun 1994. Ia adalah seorang ahli botani terkenal dari Belanda yang menjadi warga negara Indonesia sejak tahun 1958. Kostermans dimakamkan dekat lingkungan tumbuhan yang ia cintai sesuai keinginannya, selain sebagai penghargaan pemerintah Indonesia atas jasa-jasanya untuk ilmu pengetahuan. Hingga akhir hayatnya, ia bekerja di kantor Herbarium Bogoriense yang terletak di seberang Kebun Raya Bogor.

Dutch Graveyard

This old cemetery was here long before the garden was established by C.G.C Reinwardt in 1817. The gravestones, their ornaments and scripts are quite artistic. There are 42 gravers, in the area; 38 of which supplied the identities of the dead persons. Most of them were relatives of the Dutch colonial governor generals at the time. Among these are the graves of D.J de Eerens a governor general during 1836-1840 and Mr. Apy Prins a lawyer who were twicw the acting governor general.

Here are where two young biologist were in one grave: HeinrichKuhl and J.C. Van Hasselt. They were members of the Netherlands Commission for Natural Sciences who worked t the garden and claimed as the first to climb and reach the peak of Mt. Pangrango in West Java.

The oldest grave in this area is the grave of a Dutch chemist administrator, Cornelis Potmans, …..

Referensi

Semua informasi yang saya posting disini disalin dari berbagai media yang terdapat di Kebun Raya Bogor, seperti: informasi tertulis yang disediakan tepat di dekat objek; dengan perubahan seperlunya.