Arsip Kategori: Dokumen

Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

  • Booking pesawat, tips:
    • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
    • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
    • Pilih booking sesuai kebutuhan.
      • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
      • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
      • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
  • Booking hotel, tips:
    • Cari referensi:
      • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
      • Lihat review hotel/hostel vis internet
    • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
    • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
    • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
    • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

Siapkan Persyaratan

  • Passport (paspor)
  • Residence Card
  • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
  • Foto 4,5cm x 3,5cm
  • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
  • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

Pengurusan VISA

  • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
  • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
    • Ikuti panduan dari security/satpam disana
    • Ambil nomor antrian
    • Isi formulir
    • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
    • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis ¥4.400
    • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
  • Waktu pengambilan VISA
    • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
    • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

Kamus

  • 着払い /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • 在職証明書 /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
  • コンビニ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

Catatan

  • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
  • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
  • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
  • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

 

Iklan

Cara Bikin Paspor Biasa 48H Di Kota Padang

Hayooo… Buat para pemula, masih ada ga sih yang belum bisa ngurus paspor sendiri (walaaah, songooong.. 😀 ). Gini nih caranya.

  • Berkas yang harus disiapin, masing-masing 1 lembar:
    • Foto copy KTP yang masih berlaku (depan belakang dalam 1 lembar kertas HVS A4)
    • Foto copy KK (Kartu Keluarga)
    • Foto copy Akte Kelahiran
    • Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai 6000
    • Surat Izin Wali (Orang tua) yang ditandatangani oleh wali diatas materai 6000
  • 2 berkas yang terakhir diatas bisa dibeli di Koperasi yang terletak samping Kantor Imigrasi.
  • Catatan: Semua data harus sama. Jika ada yang beda, ga bakal diproses!
  • Ada 2 cara pengurusan paspor, yaitu manual dan online.
Permohonan Paspor secara Manual

Ini khusus untuk wilayah Padang (Sumbar) dan sekitarnya; untuk daerah lain, saya kurang tau.. 🙂

  • Datang ke Kantor Imigrasi Padang dari jam 05.00-07.30 WIB untuk mengambil nomor antrian.
  • Langsung menuju Pos Security, berikan pada security yang bertugas sebuah map berisi foto copy KTP, foto copy KK dan foto copy Akte Kelahiran; masing-masing 1 lembar.
  • Terima nomor antrian dan selembar formulir.
  • Tulis nama di buku yang telah disediakan.
  • Isi formulir yang diberikan dan datang kembali sekitar jam 08.00 WIB. Catatan: Jangan sampai terlambat!! Lewat dari 3 nomor antrian, maka antrian kita hangus, harus kembali lagi keesokan Subuh untuk mengambil nomor antrian baru, tentunya jangan lupa membawa map berisi 3 berkas foto copy tersebut. Map dan berkas ini baru, karena yang sebelumnya tidak bisa diminta kembali.
  • Jam 08.00 stanbye di Kantor Imigrasi, letakkan map yang berisi berkas lengkap di meja no. 3 dan tunggu panggilan.

Untuk selanjutnya, saya kurang tau prosedur untuk permohonanan manual, karena beralih ke online 🙂

Permohonan Paspor secara Online
  • Daftar online di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp pilih Pra Permohonan Personal.
  • Download caranya dan ikuti sesuai petunjuk.
  • Pastikan kita standbye dengan email, karena konfirmasinya dilakukan via email.
  • Download Bukti Pengantar Ke Bank yang dikirim [SPRI] Pendaftaran Paspor Online ke email kita dan print.
  • Pada Bukti Pengantar ke Bank tertulis biaya Rp 355.000,-; tapi kita melakukan setoran sebesar Rp 360.000,- ke Bank BNI, karena Rp 5.000,- dikenakan untuk administrasi Bank.
  • Terima Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dari Teller dan cantumkan tanda tangan di tempat yang diarahkan.
  • Buka kembali email dari SPRI dan klik Lanjut, masukkan Jurnal Bank yang tertera pada Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dan pilih jadwal kunjungan.
  • Buka email, download Formulir Surat Perjalanan Republik Indinesia Untuk Warga Negara Indonesia dan print.
  • Datang ke Kantor Imigrasi sesuai dengan waktu yang telah dipilih pada jam 08.00-14.00 WIB. Ini nih keuntungan dari permohonan paspor secara online, kita ga perlu datang Subuh-subuh buat ngambil nomor antrian 😀
  • Bawa berkas yang telah dimasukkan ke dalam map, yaitu: 1 lembar foto copy KTP (depan belakang dalam selembar kertas HVS A4), 1 lembar foto copy KK, 1 lembar foto copy Akte Kelahiran, 1 lembar Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai 6000 dan 1 lembar Surat Izin Wali (Orang tua) yang ditandatangani oleh wali diatas materai 6000 (2 berkas yang terakhir ini bisa dibeli di Koperasi yang terletak samping Kantor Imigrasi) . Jangan lupa bawa berkas KTP asli, KK asli dan  Akte Kelahiran Asli. Jika tidak, tidak akan diproses sampai kita perlihatkan dokumen asli itu kepada petugas.
  • Letakkan berkas di meja no.2 dan tunggu nama kita dipanggil. Disini kita diwawancara tentang kesesuaian berkas dan tujuan membuat paspor. Setelah itu, map kita dikembalikan dan berkasnya dipindahkan ke map kuning dari Kantor Imigrasi.
  • Kemudian pindah ke meja no.1 setelah dipanggil, sudah ada petugas yang standbye memasukkan data kita ke komputer. Berkas dari meja no.1 akan diopor ke sebuah ruangan dan kita tinggal menunggu nama kita dipanggil untuk mengambil foto, sidik jari dan klarifikasi beberapa data. Serahkan foto copy Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dan simpan yang aslinya.
  • Kembali 3 hari setelahnya untuk mengambil paspor dan bawa Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi yang asli untuk pengambilan paspor.

Info lebih lanjut bisa dibaca di http://www.imigrasi.go.id/