Category Archives: Event

The Naruto German House

Buat pecinta sejarah, recommended banget buat berkunjung ke The Naruto German House yang jika diartikan dalam bahasa indonesia: Rumah Jerman di Naruto. Gedung megah dengan arsitektur bangunan ala jerman ini terletak di Naruto City (Kota Naruto), Perfektur Tokushima.

Sejarah

Berawal dari masa Perang Dunia I, dimana Jepang berpartisipasi sebagai Entente Powers yang berhasil merebut beberapa wilayah Asia dan Pasifik yang menjadi bagian kolonial Jerman, seperti tawanan perang. Sekitar seribu tentara jerman ditahan di Bando POWs Camp. Namun, mereka diberi kebebasan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal hingga terjalin sebuah persahabatan yang erat. Ini berlangsung selama 3 tahun (1917-1920).

Selama berada ditahanan, para tawanan melakukan berbagai kegiatan secara aktif, seperti: orkestra, paduan suara, teater, olahraga, kuliah, dll. Dari semua ini, Bethoven Symphony ke-9 lah yang pertama kali terkenal di Asia. Selain itu, karena keterbatasan keuangan jepang untuk memenuhi kebutuhan pangan tawanan, jepang membeli lahan dan para tawanan bekerja untuk menggarapnya.

Meskipun Perang Dunia I telah usai, hubungan persahabatan tersebut masih tetap terjalin. Oleh karenanya, pada tahun 1972 dibangun 鳴門市ドイツ館. Sejak itu, Naruto dan Lueneburg (Jerman) menjadi sister city.

Museum

Di lantai 2 Deutsches Haus Naruto ini terdapat museum yang mendiskripsikan kehidupan para tawanan tentara jerman selama berada di Bando POWs Camp. Tidak hanya dalam bentuk gambar saja, tetapi juga dalam bentuk miniatur yang dikombinasikan dengan video, sangat menarik! Di setiap bagian disediakan selebaran informasi  dalam 2 bahasa (Jerman & Jepang) yang bisa diambil secara gratis.

Dan, tak kalah unik, ada panggung orkestra yang dimainkan oleh patung yang bisa bergerak (boleh dibilang robot), luar biasa! Penampilan ini bisa disaksikan pada waktu yang telah ditentukan.

Catatan: Di lantai 2 dilarang menggunakan kamera.

Tiket & Waktu

Insert untuk umum ¥400 anak-anak (SD-SMP) ¥100. Buka dari pukul 9.30-16.30 (waktu setempat). Tutup pada hari senin keempat dan 28-31 Desember di akhir tahun.

Akses

Akses ke lokasi dengan kendaraan pribadi, waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Tokushima. Akses via transportasi umumpun juga tersedia.

Event

Dalam rangka memperingati HUT ke-100 Pembukaan Bando POWs Camp, di hall lantai 1 museum ini diadakan konser musik klasik GRATIS! Event ini berlangsung pada hari minggu, 9 April 2017, pukul 13.00 (waktu lokal). Selain itu, juga gratis memasuki museum di lantai 2.

Pada event ini, tidak hanya orkestra, paduan suara ataupun seriosa saja, tapi juga ada presentasi menarik tentang sejarah The Naruto German House. Presentasi ini ditampilkan dalam bentuk gambar yang silih berganti diganti secara manual pada alat yang terbuat dari kayu dan sangat menarik!

Gallery

Kamus

  • 鳴門市ドイツ館 = The Naruto German House (Deutsches Haus Naruto)
  • Bando POWs Camp = Kamp tahanan Bando
  • POW = Prisoners of War (tawanan perang)
  • Sister city = Kota kembar
  • 開所100周年記念コンサート= Konser HUT ke-100 Pembukaan Bando POWs Camp
  • Entente Powers = Blok Sekutu

ビッグひな祭り (Big Hinamatsuri)

Apa itu Hinamatsuri?

ひな祭り (Hinamatsuri) merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan.

Biggu Hinamatsuri

ビッグ (biggu) berasal dari kata serapan bahasa inggris “big” yang berarti besar. Jadi, biggu hinamatsuri adalah perayaan besar untuk anak perempuan. Ini menjadi nama disebuah event lokal hinamatsuri di Katsura, Perfektur Tokushima.

Boneka sebanyak itu dapat dari mana? Sengaja dibeli atau dibuat sendiri?

Sewaktu anak perempuan lahir, si ibu membeli boneka untuk perayaan (oiwai). Ketika usia sang anak beranjak 20 tahun (dari sumber yang berbeda menyebutkan 18 tahun), boneka ini diserahkan ke jinja (kuil Shinto).

Nah, boneka inipun sangat variatif; ada yang lengkap dengan gotenbina (rumah boneka) bertingkat (tingkatan inipun bermacam-macam); ukuran besar, sedang dan kecil; bentuk tertentu seperti pakaian, ikatan rambut dan benda yang digenggam boneka, memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan kepercayaan orang Jepang; dll.

Butuh waktu berapa lama menyusun boneka itu hingga tertata dengan sangat apik?

Penyusunan boneka yang menggunung menyerupai piramid ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan sebelum hari H. Setelah kegiatan usai, boneka ditutupi permukaannya (dibungkus) dan disimpan didalam kotaknya masing-masing. Tahun berikutnya, di hari perayaan yang sama, boneka ini kembali disusun sekitar 2 bulan sebelum festival berlangsung.

Uniknya, meskipun seluruh boneka telah disimpan, piramid ini tidak dipindahkan alias masih tetap berada diposisi semula.

Lokasi

Acara ini dirayakan di berbagai tempat di Jepang. Khusus di Perfektur Tokushima, event ini diadakan di Katsura (勝浦), tepat di seberang halte bus 人形文化交流館前 (sisi kiri jalan). Tempat ini bukan kuil, tapi lebih menyerupai sebuah aula besar.

Akses

Dari 徳島駅 (Tokushima Station) menaiki 徳島バス (Bus Tokushima) yang berlabel 山成町, berwarna putih dengan perpaduan bis 2 garis biru dan 1 pink ditengahnya. Bus ditunggu di loket tunggu no. 3 (3 番のりば). Bus berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lama perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya 720.

Jika pengunjung tidak memiliki akses internet ataupun informasi yang relevan tentang jadwal bus, bisa langsung bertanya ke bagian informasi bus yang bertuliskan バス案内所, mereka akan menjelaskan secara rinci.

Kapan hinamatsuri diadakan?

Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat). Namun, perayaan puncak adalah tanggal 3 Maret setiap tahun.

Insert

Biaya masuk biggu hinamatsuri:

  • Umum : 300 yen
  • Anak-anak usia 10 tahun ke atas : 200 yen
  • Anak SD: 100 yen

Pertunjukan boneka

Di perayaan ini, juga diadakan pertunjukan boneka. Pertunjukan ini mirip dengan wayang di Indonesia dan pertunjukan boneka dari Cina ataupun Korea. Hanya saja, tentunya terdapat banyak perbedaan, terutama latar belakang budaya masing-masing.

Boneka yang berbentuk ibu dan anak perempuan ini masing-masingnya digerakkan oleh 3 orang dalang yang memakai pakaian serba hitam menutupi seluruh bagian tubuhnya. Sementara, di sisi kiri panggung, duduk dengan apik 2 orang wanita berpakaian tradisional jepang sebagai pembaca cerita dan pemain gitar khas jepang.

Pertunjukan dibuka oleh seorang protokol dengan prolog yang bercerita tentang sebuah keluarga. Kemudian, gitar dimainkan dan pencerita mulai membaca buku yang menyerupai kitab, layaknya seorang penyair yang menghayati karyanya dengan sangat mendalam. Pencerita ini terkadang berperan sebagai ibu dan terkadang sebagai anak perempuan. Alur cerita yang dibawakan tergambar dari aksi para dalang menggerakkan si boneka di panggung.

Sedikit mengulas tentang gitar khas jepang, alat musik ini memiliki 3 senar yang disebut sanmisen. Dipetik dengan menggunakan bacchi dan ada kain khusus yang digunakan sebagai pelindung jari saat memegang pengatur senar.

Selain gitar itu, juga ada alat musik tradisional jepang lainnya yang bernama koto. Bentuknya nyaris sama dengan kecapi.

Upacara minum teh

Menariknya biggu hinamatsuri di Katsura ini, ada tempat berukuran sekitar 2×3 meter yang menyuguhkan jamuan tradisional khas jepang, apalagi kalau bukan teh hijau (ocha) dan mochi sebagai okashi (kue).

Penyajian teh ini benar-benar sesuai dengan tradisinya. Teh ini sangat berbeda dengan teh hijau biasanya. Bentuk permukaannya berbuih dan rasanya sangat kental nuansa ocha. Tidak hanya itu, bentuk mochi yang disajikan juga unik menyerupai bunga dan tentunya nyummy.. Sajian ini bisa dinikmati seharga 400 yen.

Cuaca yang masih meniupkan sisa-sisa musim dingin, cocok banget buat nge-teh disini. Tempat duduknya yang menyerupai lesehan ini hangat dan nyaman.. Selain ocha, juga ada menu kopi dan aneka omiyage (oleh-oleh) lainnya yang terbuat dari kerajinan tangan dengan harga berkisar 400 yen.

Omiyage

Bicara tentang oleh-oleh, disini tersedia aneka pilihan, mulai dari mochi, senbe, arare, dll. Harga berkisar 300-400 yen-an/bungkus.

Ngomong-ngomong soal makanan, buat para muslim, tetap konfirm dulu sebelum membeli.

Fasilitas

Berbagai fasilitas lainpun tersedia disini, seperti: toilet yang bertuliskan お手洗 (baca: otearai), kantin yang lengkap dengan aneka jajanan kuliner, pertunjukan boneka gratis, dll. Tidak hanya ini, disini memang tidak tersedia fotografer khusus, namun ada seorang sukarelawan dari pihak penyelenggara yang mobile (keliling), beliau sering menawarkan diri pada pengunjung jika butuh bantuan pengambilan foto (tentunya dengan kamera masing-masing).

Statistik pengunjung

Berdasarkan informasi dari Hanabusa san, salah seorang penyelenggara, setiap harinya pengunjung mencapai tiga ribu orang lebih. Jika dilihat sekilas memang tidak bisa diduga, karena pengunjung datang silih berganti. Jam paling ramai adalah pagi dan sore hari.

Midaregami

Midaregami adalah hiburan khusus yang diadakan di lokasi sekitar event oleh penduduk setempat dengan menampilkan tarian tradisional jepang (bersifat lokal dan tarian yang dimaksud bukan Awa Odori yang menjadi tari daerah Tokushima). Kegiatan ini diadakan malam hari pada 4 Maret 2017.

Gallery

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Januari 2017. Tokushima City.
  • Hanabusa san & Sakata san via sharing pada 3 Maret 2017. Katsura.
  • Risa chan & Ien chan via sharing pada 3 Maret 2017. Tokushima City.

Catatan

Boneka ini terhubung dengan kepercayaan orang jepang, jadi tidak boleh asal terima meskipun sebagai omiyage. Bagi orang Jepang sekalipun, kalaupun boneka ini akan diberikan kepada orang lain, biasanya hanya kepada kerabat keluarga, itupun dengan beberapa catatan tersendiri. Selain itu, boneka ini hanya boleh dipajang selama 3 hari setelah dibawa pulang. Selanjutnya, disimpan ditempat tertutup.

Boneka ini juga tidak boleh diletakkan di sembarang tempat ataupun dibuang. Beberapa sumber menyebutkan, boneka ini memiliki aura mistis dan harus dikembalikan ke tempat asalnya (lokasi awal omiyage diterima). Namun, beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa boneka itu harus dikembalikan ke Otera (tempat beribadah kepercayaan Hotokesama, penganut Budha di Jepang), itupun tidak sembarang otera bisa diserahkan, harus dikonfirmasi pada tempat yang benar-benar bisa menyucikan benda tersebut.

Jadi, catatan tersendiri buat pengunjung asing, menerima omiyage memang menyenangkan, apalagi dengan bentuk yang indah dan bernilai seni tinggi. Namun, kita juga perlu tau sejarah dari omiyage tersebut.

ひな祭り (Hinamatsuri)

Hinamatsuri merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan. Buat yang stay di Tokushima dan disekitarnya, bisa mengambil akses dari 徳島駅 (Tokushima Station) dengan menaiki 徳島バス (Bus Tokushima), lama perjalanan sekitar 50 menit.

Lokasi event ada di 人形文化交流館前. Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat).

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Februari 2017.

Setsubung 節分

Musim Di Jepang 

Jepang merupakan negara yang memiliki 4 musim, yaitu musim panas (natsu), musim gugur (aki), musim dingin (fuyu) dan musim semi (haru).

Apa itu Setsubung?

Setsubung (節分) dalam bahasa jepang berasal dari pemisahan 2 huruf kanji dengan yomikata (cara baca) yang berbeda, 節 (setsu) yang berarti musim (season) dan 分 (wakeru) yang berarti pembagian. Jadi, setsubung memiliki makna 季節が分かれる (pembagian musim).

節分の日 (setsubung no hi)

Dalam bahasa indonesia, 節分の日 berarti hari pergantian musim yang biasanya selalu dirayakan sehari sebelum memasuki musim yang baru. Event ini menjadi bagian dari festival musim semi (haru matsuri).

Di jepang, tanggal 4 Februari adalah awal dari musim semi. Karenanya, setsubung biasa diadakan setiap tanggal 3 Februari dan diikuti dengan ritual mamemaki.

Mamemaki

Mamemaki (豆まき) berarti menebar kacang buncis. Ritual ini dilakukan untuk mengusir hal-hal buruk dengan cara melempar kacang kedelai pada sosok yang memakai topeng oni (iblis). Kacang ini dilempar di pintu masuk rumah (entrance) sambil mengucapkan “oni wa soto! fuku wa uchi!“. Ucapan ini berarti “pergilah kesialan! datanglah kebaikan!”.

Oni pada Mamemaki

Di Jepang, oni menjadi simbol dari segala keburukan. Sosok oni pada mamemaki adalah hantu yang menyerupai manusia, memiliki taring dan tanduk, kemudian mengenakan rok dari kulit harimau. Kenapa bisa begitu? Nah, ini ada ceritanya..

Oni itu datang diantara arah utara (kita) dan timur (higashi), sehingga dalam 12 shio jepang, berada diantara shio kerbau dan shio harimau. Tanduk oni diambil dari rupa kerbau. Sementara taring dan rok diambil dari rupa harimau.

Iwashi

Menurut kepercayaan orang jepang, oni tidak menyukai ikan (鰯), karena kusai (bau). Jadi, di setsubung, iwashi menjadi salah satu menu andalan selain mame.

Makizushi

Meskipun makanan ini biasa dijumpai di hari biasa, namun khusus di 節分の日, jenis sushi ini menjadi salah satu menu utama, namanya makizushi.

Seperti sushi pada umumnya, makanan tradisional jepang ini terdiri dari nasi sushi yang khas dengan rasanya yang asam, ikan (sakana), mentimun (kyuri), telur (tamago), dan netazushi (isi sushi) lainnya. Uniknya, sushi ini dibuat dalam berbagai bentuk yang lucu, lho.. Salah satunya adalah bentuk oni yang menjadi icon di mamemaki.

Catatan

  • Pada ritual mamemaki, ada juga versi yang menyebutkan mengusir hal-hal buruk dengan cara melempar kacang kedelai sebanyak umur kita pada sosok yang memakai topeng oni.
  • 節分 (せつぶん) dibaca juga dengan setsubun, karena ん dalam aksara jepang bisa dibaca dengan akhiran n, m, atau ng.

Kamus

  • 節 (setsu) = Musim (season).
  • 夏 (natsu) = Musim panas.
  • 秋 (aki) = Musim gugur.
  • 冬 (fuyu) = Musim dingin.
  • 春 (haru) = Musim semi.
  • 日(hi) = Hari.
  • 節分の日 (setsubung no hi) = Hari pergantian musim.
  • 春祭り(haru matsuri) = Festival musim semi.
  • 東 (higashi) = Timur.
  • 北 (kita)  = Utara.
  • Oni = Iblis.
  • Netazushi = Isi sushi.

Referensi

  • Setsubun, Festival Musim Semi. Diakses pada 28 Januari 2017.
  • Sano san  via sharing pada 28 Januari 2017. Tokushima.
  • Atsumi Sensei via sharing pada 27 Januari2017. 給食委員会 (節分プレート). Tokushima.
  • Tanagami san via sharing pada 24 Januari 2017 dan 3 Februari 2017. Tokushima.
  • Aimatsuri. 1 Februari 2015. Taman Budaya Padang. Padang.

Tokushima Mosque Open Day

Tokushima Mosque Open Day diselenggarakan oleh Sentral Islam Tokushima dengan tema ‘Mengenal Budaya Islam’. Event ini terbuka untuk umum.

Bertempat di Tokushima Mosque, Jepang, 〒770-0052 Tokushima Prefecture, Tokushima, 中島田町2丁目8-1. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Takuto Plaza. Acara dimulai sebelum pukul 11 hingga pukul 3 sore (11.00 a.m – 03.00 p.m).

Disini tersedia masakan halal dari berbagai negara. Diantaranya: kebab, kare,  ramen tokushima (kuahnya terbuat dari kari iga rusa, ¥600), gorengan dan bakwan ala Bangladesh, kue khas Mesir, dll. Tidak hanya ini, juga ada cenderamata dan perlengkapan ibadah dari Timur Tengah.

Karena hari ini hari Jum’at, bagi para akhi melakukan Shalat Jum’at berjama’ah. Selain itu, juga ada fasilitas pemakaian hijab gratis yang dikreasikan oleh seorang muslimah kreatif sebagai pengenalan budaya Islam.

Gallery

    Catatan

    • Akhi = Panggilan untuk laki-laki muslim.

    Itano Illumination

    Event ini berada di あすたむらんど徳島 (Asutamu Land), Jepang, 〒779-0111, Perfektur Tokushima, Distrik Itano, Itano, 那東字 Kibigadani−45−22. Akses ke lokasi lebih praktis dengan kendaraan pribadi, lama perjalanan sekitar 30 menit dari Minamisho-machi, Distrik Tokushima.

    Menurut beberapa sumber, festival lighting ini masih akan berlangsung hingga tanggal 26 Desember 2016 nanti. Dari dekorasinya, event ini mengangkat tema Christmas.

    Selain aneka kreasi lampu-lampu indah ini, pengunjung juga bisa menikmati dance fire yang luar biasa menarik.

    Di tengah cuaca yang dingin (berkisar 1°C) ini, pengunjung bisa mencicipi jajanan yakisoba seharga ¥300. Namun,  khusus pengunjung muslim, sebaiknya mencari menu lain, karena kemungkinan besar masakan enak ini no-halal.

    Pengunjung juga difasilitasi tempat nongkrong gratis yang didalamnya tersedia penjualan es krim, takoyaki enak seharga ¥400, aneka minuman di jidohanbaiki, dll.

    Karena peralihan musim gugur ke musim dingin mulai berjalan, buat pengunjung yang akan mendatangi destinasi ini, sebaiknya mengenakan pakaian musim dingin yang cukup hangat.

    Gallery

    Catatan

    • Dance fire = Tarian yang menggunakan media api, seperti akrobat di Indonesia.
    • Yakisoba = Mie goreng ala Jepang, biasanya dicampur dengan buta atau poku (babi).
    • No-halal = Tidak halal.
    • Jidohanbaiki = Mesin penjualan otomatis.

    Referensi

    • Dokumentasi diambil dari koleksi foto Risa chan.

    Event Masakan HALAL di Mesjid Tokushima

    Besok (23/12/2016), untuk pertama kalinya Sentral Islam Tokushima mengadakan ‘Tokushima Mosque Open Day’ dengan tema ‘Mengenal Budaya Islam’. Event ini terbuka untuk umum.

    Bertempat di Tokushima Mosque, Jepang, 〒770-0052 Tokushima Prefecture, Tokushima, 中島田町2丁目8-1. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Takuto Plaza. Acara dimulai sebelum pukul 11 hingga pukul 3 sore (11.00 a.m – 03.00 p.m).

    Disini tersedia masakan halal dari berbagai negara (sekitar 10 negara, seperti: Mesir, Indonesia, dll), diantaranya: masakan khas timur tengah seperti kebab, kare, sup tulang rusa; ramen tokushima (¥600), dll.

    Referensi

    Lain-lain

    • “Big thanks to every people (especially my colleague) for the support that gave me more information about tokushima mosque”.

    Kobe Luminarie

    Kobe Luminarie merupakan winter illumination event tertua di Jepang yang diadakan di Kobe, Perfektur Hyogo, Jepang. Lokasinya sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari Kobe-Sinnomiya Station.

    Event ini bertepatan dengan HUT ke-150 Pelabuhan Kobe (150th Anniversary Port of Kobe). Karena kemegahannya, desain cahaya yang dirancang oleh seniman Jepang dan Italia ini mampu menarik lebih dari tiga juta pengunjung setiap tahunnya.

    Festival cahaya (light festival) ini pertama kali diadakan pada tahun 1995 sebagai simbol peringatan dan harapan baru bagi warga Jepang pasca gempa besar Hanshin.

    Event ini dimulai dari tanggal 2 Desember hingga tanggal 11 Desember. Khusus untuk hari ini (Sabtu, 03/12/2016), acara hanya berlangsung hingga pukul 10 malam.

    Gallery 

    Referensi

    • japan-guide.com.  2016. Winter Illumination. Diakses pada tanggal 18 Desember 2016.

    Momiji ‘Autum-nya Jepang’

    Momiji is one of favorite event in autumn in Japan

    Musim gugur di Jepang disebut dengan 秋「あき」/aki/ (autumn). Jika di musim semi identik dengan sakura, di musim gugur populer dengan momiji sebagai icon-nya. Di musim ini, momiji menjadi event yang paling ditunggu.

    Banyak yang beranggapan bahwa semua daun yang berubah warna menjadi kemerahan adalah momiji. Padahal, momiji itu sendiri adalah nama daun yang berbentuk seperti tangan dengan pinggiran bergerigi dan ujung daun yang lancip. Sedangkan, selain momiji, daun lain yang juga berubah warna, disebut dengan 紅葉「こうよう」/kooyoo/.

    Biasanya, di musim peralihan ke musim dingin ini, banyak wisatawan mendatangi Kyoto, kota tua-nya Jepang, khusus untuk mengabadikan moment indahnya musim gugur. Menurut berbagai sumber, tanggal 26 bulan ini menjadi puncak あき yang berarti momiji terindah untuk tahun ini.

    Hal unik lainnya, beberapa daerah seperti Air Terjun Mino (Mino Park), menjadikan tempura momiji sebagai kuliner andalan. Daun ini dijadikan gorengan seperti keripik bayam di Indonesia. Bedanya, tempura momiji memiliki rasa yang nyaris hambar. 

    Ginnan Festival 2016

    Ginnan Festival 2016 diadakan di Universitas Osaka (Osaka University), Osaka-Jepang. Ajang kemahasiswaan ini telah dimulai sejak tanggal 3 November 2016 dan berakhir pada hari ini (06/11/16).

    Berbagai kuliner khas Jepangpun dijajakan disini. Tidak hanya itu, ada juga pemilihan idol dan berbagai kreatifitas mahasiswa lainnya yang sangat patut diapresiasi. Mereka membuat sebuah kreasi (didominasi oleh kuliner) dan berusaha menarik minat pengunjung dengan atraksi dan kostum seunik mungkin.

    Jajanan yang dijualpun sangat ekonomis, mulai dari ¥100, tentunya dengan rasa yang yummy.. Tak heran jika festival ini dibanjiri oleh berbagai pengunjung dari berbagai kalangan.