Category Archives: Festival

あいずみ文化祭 (Aizumi Culture Festival)

Gallery

Awa Odori

Awa Odori is a traditional dance from Awa land, Tokushima. When you see the dance, that is look like simple form. But, it’s truly difficult. Everyone need exercise regularly.

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link

ビッグひな祭り (Big Hinamatsuri)

Apa itu Hinamatsuri?

ひな祭り (Hinamatsuri) merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan.

Biggu Hinamatsuri

ビッグ (biggu) berasal dari kata serapan bahasa inggris “big” yang berarti besar. Jadi, biggu hinamatsuri adalah perayaan besar untuk anak perempuan. Ini menjadi nama disebuah event lokal hinamatsuri di Katsura, Perfektur Tokushima.

Boneka sebanyak itu dapat dari mana? Sengaja dibeli atau dibuat sendiri?

Sewaktu anak perempuan lahir, si ibu membeli boneka untuk perayaan (oiwai). Ketika usia sang anak beranjak 20 tahun (dari sumber yang berbeda menyebutkan 18 tahun), boneka ini diserahkan ke jinja (kuil Shinto).

Nah, boneka inipun sangat variatif; ada yang lengkap dengan gotenbina (rumah boneka) bertingkat (tingkatan inipun bermacam-macam); ukuran besar, sedang dan kecil; bentuk tertentu seperti pakaian, ikatan rambut dan benda yang digenggam boneka, memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan kepercayaan orang Jepang; dll.

Butuh waktu berapa lama menyusun boneka itu hingga tertata dengan sangat apik?

Penyusunan boneka yang menggunung menyerupai piramid ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan sebelum hari H. Setelah kegiatan usai, boneka ditutupi permukaannya (dibungkus) dan disimpan didalam kotaknya masing-masing. Tahun berikutnya, di hari perayaan yang sama, boneka ini kembali disusun sekitar 2 bulan sebelum festival berlangsung.

Uniknya, meskipun seluruh boneka telah disimpan, piramid ini tidak dipindahkan alias masih tetap berada diposisi semula.

Lokasi

Acara ini dirayakan di berbagai tempat di Jepang. Khusus di Perfektur Tokushima, event ini diadakan di Katsura (勝浦), tepat di seberang halte bus 人形文化交流館前 (sisi kiri jalan). Tempat ini bukan kuil, tapi lebih menyerupai sebuah aula besar.

Akses

Dari 徳島駅 (Tokushima Station) menaiki 徳島バス (Bus Tokushima) yang berlabel 山成町, berwarna putih dengan perpaduan bis 2 garis biru dan 1 pink ditengahnya. Bus ditunggu di loket tunggu no. 3 (3 番のりば). Bus berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lama perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya 720.

Jika pengunjung tidak memiliki akses internet ataupun informasi yang relevan tentang jadwal bus, bisa langsung bertanya ke bagian informasi bus yang bertuliskan バス案内所, mereka akan menjelaskan secara rinci.

Kapan hinamatsuri diadakan?

Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat). Namun, perayaan puncak adalah tanggal 3 Maret setiap tahun.

Insert

Biaya masuk biggu hinamatsuri:

  • Umum : 300 yen
  • Anak-anak usia 10 tahun ke atas : 200 yen
  • Anak SD: 100 yen

Pertunjukan boneka

Di perayaan ini, juga diadakan pertunjukan boneka. Pertunjukan ini mirip dengan wayang di Indonesia dan pertunjukan boneka dari Cina ataupun Korea. Hanya saja, tentunya terdapat banyak perbedaan, terutama latar belakang budaya masing-masing.

Boneka yang berbentuk ibu dan anak perempuan ini masing-masingnya digerakkan oleh 3 orang dalang yang memakai pakaian serba hitam menutupi seluruh bagian tubuhnya. Sementara, di sisi kiri panggung, duduk dengan apik 2 orang wanita berpakaian tradisional jepang sebagai pembaca cerita dan pemain gitar khas jepang.

Pertunjukan dibuka oleh seorang protokol dengan prolog yang bercerita tentang sebuah keluarga. Kemudian, gitar dimainkan dan pencerita mulai membaca buku yang menyerupai kitab, layaknya seorang penyair yang menghayati karyanya dengan sangat mendalam. Pencerita ini terkadang berperan sebagai ibu dan terkadang sebagai anak perempuan. Alur cerita yang dibawakan tergambar dari aksi para dalang menggerakkan si boneka di panggung.

Sedikit mengulas tentang gitar khas jepang, alat musik ini memiliki 3 senar yang disebut sanmisen. Dipetik dengan menggunakan bacchi dan ada kain khusus yang digunakan sebagai pelindung jari saat memegang pengatur senar.

Selain gitar itu, juga ada alat musik tradisional jepang lainnya yang bernama koto. Bentuknya nyaris sama dengan kecapi.

Upacara minum teh

Menariknya biggu hinamatsuri di Katsura ini, ada tempat berukuran sekitar 2×3 meter yang menyuguhkan jamuan tradisional khas jepang, apalagi kalau bukan teh hijau (ocha) dan mochi sebagai okashi (kue).

Penyajian teh ini benar-benar sesuai dengan tradisinya. Teh ini sangat berbeda dengan teh hijau biasanya. Bentuk permukaannya berbuih dan rasanya sangat kental nuansa ocha. Tidak hanya itu, bentuk mochi yang disajikan juga unik menyerupai bunga dan tentunya nyummy.. Sajian ini bisa dinikmati seharga 400 yen.

Cuaca yang masih meniupkan sisa-sisa musim dingin, cocok banget buat nge-teh disini. Tempat duduknya yang menyerupai lesehan ini hangat dan nyaman.. Selain ocha, juga ada menu kopi dan aneka omiyage (oleh-oleh) lainnya yang terbuat dari kerajinan tangan dengan harga berkisar 400 yen.

Omiyage

Bicara tentang oleh-oleh, disini tersedia aneka pilihan, mulai dari mochi, senbe, arare, dll. Harga berkisar 300-400 yen-an/bungkus.

Ngomong-ngomong soal makanan, buat para muslim, tetap konfirm dulu sebelum membeli.

Fasilitas

Berbagai fasilitas lainpun tersedia disini, seperti: toilet yang bertuliskan お手洗 (baca: otearai), kantin yang lengkap dengan aneka jajanan kuliner, pertunjukan boneka gratis, dll. Tidak hanya ini, disini memang tidak tersedia fotografer khusus, namun ada seorang sukarelawan dari pihak penyelenggara yang mobile (keliling), beliau sering menawarkan diri pada pengunjung jika butuh bantuan pengambilan foto (tentunya dengan kamera masing-masing).

Statistik pengunjung

Berdasarkan informasi dari Hanabusa san, salah seorang penyelenggara, setiap harinya pengunjung mencapai tiga ribu orang lebih. Jika dilihat sekilas memang tidak bisa diduga, karena pengunjung datang silih berganti. Jam paling ramai adalah pagi dan sore hari.

Midaregami

Midaregami adalah hiburan khusus yang diadakan di lokasi sekitar event oleh penduduk setempat dengan menampilkan tarian tradisional jepang (bersifat lokal dan tarian yang dimaksud bukan Awa Odori yang menjadi tari daerah Tokushima). Kegiatan ini diadakan malam hari pada 4 Maret 2017.

Gallery

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Januari 2017. Tokushima City.
  • Hanabusa san & Sakata san via sharing pada 3 Maret 2017. Katsura.
  • Risa chan & Ien chan via sharing pada 3 Maret 2017. Tokushima City.

Catatan

Boneka ini terhubung dengan kepercayaan orang jepang, jadi tidak boleh asal terima meskipun sebagai omiyage. Bagi orang Jepang sekalipun, kalaupun boneka ini akan diberikan kepada orang lain, biasanya hanya kepada kerabat keluarga, itupun dengan beberapa catatan tersendiri. Selain itu, boneka ini hanya boleh dipajang selama 3 hari setelah dibawa pulang. Selanjutnya, disimpan ditempat tertutup.

Boneka ini juga tidak boleh diletakkan di sembarang tempat ataupun dibuang. Beberapa sumber menyebutkan, boneka ini memiliki aura mistis dan harus dikembalikan ke tempat asalnya (lokasi awal omiyage diterima). Namun, beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa boneka itu harus dikembalikan ke Otera (tempat beribadah kepercayaan Hotokesama, penganut Budha di Jepang), itupun tidak sembarang otera bisa diserahkan, harus dikonfirmasi pada tempat yang benar-benar bisa menyucikan benda tersebut.

Jadi, catatan tersendiri buat pengunjung asing, menerima omiyage memang menyenangkan, apalagi dengan bentuk yang indah dan bernilai seni tinggi. Namun, kita juga perlu tau sejarah dari omiyage tersebut.

Itano Illumination

Event ini berada di あすたむらんど徳島 (Asutamu Land), Jepang, 〒779-0111, Perfektur Tokushima, Distrik Itano, Itano, 那東字 Kibigadani−45−22. Akses ke lokasi lebih praktis dengan kendaraan pribadi, lama perjalanan sekitar 30 menit dari Minamisho-machi, Distrik Tokushima.

Menurut beberapa sumber, festival lighting ini masih akan berlangsung hingga tanggal 26 Desember 2016 nanti. Dari dekorasinya, event ini mengangkat tema Christmas.

Selain aneka kreasi lampu-lampu indah ini, pengunjung juga bisa menikmati dance fire yang luar biasa menarik.

Di tengah cuaca yang dingin (berkisar 1°C) ini, pengunjung bisa mencicipi jajanan yakisoba seharga ¥300. Namun,  khusus pengunjung muslim, sebaiknya mencari menu lain, karena kemungkinan besar masakan enak ini no-halal.

Pengunjung juga difasilitasi tempat nongkrong gratis yang didalamnya tersedia penjualan es krim, takoyaki enak seharga ¥400, aneka minuman di jidohanbaiki, dll.

Karena peralihan musim gugur ke musim dingin mulai berjalan, buat pengunjung yang akan mendatangi destinasi ini, sebaiknya mengenakan pakaian musim dingin yang cukup hangat.

Gallery

Catatan

  • Dance fire = Tarian yang menggunakan media api, seperti akrobat di Indonesia.
  • Yakisoba = Mie goreng ala Jepang, biasanya dicampur dengan buta atau poku (babi).
  • No-halal = Tidak halal.
  • Jidohanbaiki = Mesin penjualan otomatis.

Referensi

  • Dokumentasi diambil dari koleksi foto Risa chan.

Kobe Luminarie

Kobe Luminarie merupakan winter illumination event tertua di Jepang yang diadakan di Kobe, Perfektur Hyogo, Jepang. Lokasinya sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari Kobe-Sinnomiya Station.

Event ini bertepatan dengan HUT ke-150 Pelabuhan Kobe (150th Anniversary Port of Kobe). Karena kemegahannya, desain cahaya yang dirancang oleh seniman Jepang dan Italia ini mampu menarik lebih dari tiga juta pengunjung setiap tahunnya.

Festival cahaya (light festival) ini pertama kali diadakan pada tahun 1995 sebagai simbol peringatan dan harapan baru bagi warga Jepang pasca gempa besar Hanshin.

Event ini dimulai dari tanggal 2 Desember hingga tanggal 11 Desember. Khusus untuk hari ini (Sabtu, 03/12/2016), acara hanya berlangsung hingga pukul 10 malam.

Gallery 

Referensi

  • japan-guide.com.  2016. Winter Illumination. Diakses pada tanggal 18 Desember 2016.

Ginnan Festival 2016

Ginnan Festival 2016 diadakan di Universitas Osaka (Osaka University), Osaka-Jepang. Ajang kemahasiswaan ini telah dimulai sejak tanggal 3 November 2016 dan berakhir pada hari ini (06/11/16).

Berbagai kuliner khas Jepangpun dijajakan disini. Tidak hanya itu, ada juga pemilihan idol dan berbagai kreatifitas mahasiswa lainnya yang sangat patut diapresiasi. Mereka membuat sebuah kreasi (didominasi oleh kuliner) dan berusaha menarik minat pengunjung dengan atraksi dan kostum seunik mungkin.

Jajanan yang dijualpun sangat ekonomis, mulai dari ¥100, tentunya dengan rasa yang yummy.. Tak heran jika festival ini dibanjiri oleh berbagai pengunjung dari berbagai kalangan.

Tenjin Matsuri

Tenjin Matsuri merupakan salah satu dari 3 perayaan musim panas terbesar di Jepang. Event ini menampilkan ratusan pawai boat dengan dekorasi dan alunan tabuh khas Jepang. Banyak pengunjung yang mengambil view boat ini dari Jembatan Temmabashi dan Tenjinbashi. Selain itu, sekitar pukul 19.30-21.00 (waktu Osaka), pengunjung bisa mengikuti perayaan melihat kembang api yang dikenal dengan istilah hanabi.

Acara ini diadakan pada tanggal 24-25 Juli 2016 di Tenjinbashi, Osaka. Puncak acara adalah dihari kedua. Pengunjung yang datang sebagian besar menggunakan yukata, pakaian tradisional Jepang yang sering dipakai pada festival musim panas dengan tekstur kain yang lebih tipis dari kimono.

Di festival ini, pengunjung bisa menikmati aneka kuliner khas Jepang yang terletak sekitar 1 meter di pinggiran sungai. Tidak hanya itu, juga ada permainan tradisional seperti menangkap ikan, dll.