Category Archives: Pasar

Jembatan Onaruto

Belum lengkap rasanya ke Osaka jika belum mampir ke Namba melihat Patung Glico, begitu juga dengan Tokushima. Pastinya, destinasi yang paling dicari disini adalah Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge) yang menjadi landmark-nya Tokushima.

Jembatan ini menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo. Uniknya, disini ada uzu alias pusaran air yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah fenomena alam. Pusaran air ini terjadi 2x sehari sesuai dengan waktunya (bisa disearching di internet atau dibaca di leaflet terkait). Pasang-surut arus laut ini dipengaruhi oleh pergerakan bulan, semakin penuh penampakan bulan di bumi, semakin besar uzu terbentuk.

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) ini, ada sebuah toko omiyage (oleh-oleh) yang juga menyediakan udon (mie berukuran lebar dan tebal) dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Selanjutnya, dari toko ini, berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah bawah, menuruni jalan besar beraspal dengan tikungan cukup tajam. Setelah sampai di pertigaan yang memiliki akses jalan sedang di sisi kanan jalan, menyeberang dan berjalan sekitar 5 menit. Disini ada pelabuhan mini dan loket pembelian tiket.

Di loket ini, tersedia banyak informasi wisata di sekitar naruto, aneka omiyage dan cenderamata khas Tokushima, juga tentunya tempat pembelian tiket (termasuk check-in bagi yang sudah memiliki tiket). Bahkan, jika ingin melanjutkan perjalanan ke uzo no michi-pun bisa menambah pembelian tiket seharga ¥250.

Setelah check-in, pengunjung mesti menunggu di loket sampai jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, melalui proses antri, wisatawan menaiki kapal dan bebas memilih area dalam ruangan atau luar ruangan. Biasanya, mayoritas pengunjung lebih memilih di beranda kapal, karena bisa berinteraksi langsung dengan si uzu nan ‘jinak’ selama 20-30 menit.

Spot alam yang luar biasa menakjubkan itu bisa ditemukan di beberapa titik. Dan, buat pelancong yang siap uji nyali, pastinya juga siap menyapa si “uzu” nan kece badai, bukan?! Pusaran air yang cukup besar juga akan membuat gelombang besar dan dengan lincahnya mengayun-ayunkan sisi badan kapal hingga sesekali riaknya menyapa pengunjung bak hujan gerimis. Buat yang hobby berselfieria, kudu hati-hati nih disini, jangan sampai saking eksisnya malah lupa kalau kameranya sudah ikutan terbang dan berenang, ya..

Gallery

Kamus

  • 大鳴門橋 /oonaruto hashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge).
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Stasiun Tokushima (Tokushima Station).
  • 渦潮 /uzushio/ = Pusaran air (Whirpool).
  • のりば /noriba/ = Tempat menaiki bus (Halte).
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh.
  • 船 /fune/ = Kapal.
  • 鳴門公園 /narutokouen/ = Taman Naruto (Naruto Park).

 

Es Campur

Bagi penikmat jajanan es, kudu nyobain minuman yang satu ini. Namanya es campur, bisa dibeli diberbagai tempat di Sumatera Barat. Rasanya maknyus dengan kombinasi cendol, potongan agar-agar, potongan pokat dan pepaya, tape, es serut, gula, roti, dan bahan lainnya; fresh dan tentunya ekonomis!

Minuman ini biasa ditemukan di tempat jualan sate ataupun bakso. Salah satunya, di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi.

Sekilas jika dilihat dari bentuk dan kombinasinya, jenis es ini hampir mirip dengan es tebak. Namun, ada sedikit perbedaan rasa yang lumayan unik. Tidak hanya itu, cara pembuatan ataupun penyajiannya juga cukup berbeda.

Pasar Raya Padang

Pasar Raya Padang terletak di pusat Kota Padang. Disini dijual berbagai kebutuhan mulai dari bahan-bahan pokok sampai yang sekunder. Disini ada pasar tradisional, Bioskop Raya, Bioskop Mulia, aneka toko (sepatu, buku, baju, kain, perlengkapan muslim, dll), SPR (Sentral Pasar Raya), terminal angkot, pasar loak, aneka kuliner, dsb. Beberapa lokasi yang sangat familiar adalah Blok A, Pasa Loak, bawah Matahari, muko Hawai, dll.

Di bundaran Pasar Raya ini terdapat terminal angkot, tempat perputaran akhir angkutan Kota Padang. Belok kiri (dari arah Plaza Andalas atau PA), jalan menuju Hawai, Jalan Permindo, Hotel Rocky, Toko Buku Sari Anggrek, Jalan Ratulangi. Lurus menuju Lapangan Imam Bonjol, Terminal angkot ke Indarung/Gadut, Polres Kota Padang, Tarandam. Sementara ke kanan menuju Jalan Dobi, Hotel Axana, Hotel Bumi Minang, SLTPN 1 Padang, Taman Melati, Museum Adityawarman, Taman Budaya, Pondok, Taplau (Pantai Padang), Plaza Andalas (PA).

Gambaran pasar tradisional di depan Bioskop Raya Padang.

Pakan Di Pasar Palembayan

Di Pasar Palembayan, pasar tradisional dikenal dengan sebutan pakan yang biasa diadakan setiap hari Sabtu. Oleh karenanya, hari sabtu dikenal juga dengan sebutan hari pakan. Seperti pasar tradisional lainnya, disini dijual segala macam bentuk bahan pangan, aneka kuliner, pakaian, keperluan sehari-hari dll. Ini beberapa viewnya.

Pasar Pabukoan Bukittinggi

Yah, telat nih saya postingnya, wong udah H-2 lebaran, toh? Tapi tak pa lah ya.. 😉
Pasar Pabukoan Bukittinggi ini dikenal juga dengan Bazar Kuliner Ramadhan, jadi setiap bulan Ramadhan biasanya selalu diadakan. Lokasinya terletak di wilayah Pasa Ateh (Pasar Atas), tepatnya di seberang Masjid Raya Bukittinggi, dekat Janjang 40 /Janjang ampek puluah/ (Jenjang empat puluh).
Kali ini memang tampak sepi, mungkin saya yang kecepatan sampainya, jadi belum semua stand buka, biasanya sore rame atau menjelang waktu berbuka puasa (menjelang Maghrib).
Nah, buat yang doyan kuliner Minangkabau, bisa banget mampir disini.. Bukittinggi emang surganya makanan!!! 😉

Curup