Category Archives: Toko

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Advertisements

Jembatan Onaruto

Belum lengkap rasanya ke Osaka jika belum mampir ke Namba melihat Patung Glico, begitu juga dengan Tokushima. Pastinya, destinasi yang paling dicari disini adalah Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge) yang menjadi landmark-nya Tokushima.

Jembatan ini menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo. Uniknya, disini ada uzu alias pusaran air yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah fenomena alam. Pusaran air ini terjadi 2x sehari sesuai dengan waktunya (bisa disearching di internet atau dibaca di leaflet terkait). Pasang-surut arus laut ini dipengaruhi oleh pergerakan bulan, semakin penuh penampakan bulan di bumi, semakin besar uzu terbentuk.

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) ini, ada sebuah toko omiyage (oleh-oleh) yang juga menyediakan udon (mie berukuran lebar dan tebal) dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Selanjutnya, dari toko ini, berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah bawah, menuruni jalan besar beraspal dengan tikungan cukup tajam. Setelah sampai di pertigaan yang memiliki akses jalan sedang di sisi kanan jalan, menyeberang dan berjalan sekitar 5 menit. Disini ada pelabuhan mini dan loket pembelian tiket.

Di loket ini, tersedia banyak informasi wisata di sekitar naruto, aneka omiyage dan cenderamata khas Tokushima, juga tentunya tempat pembelian tiket (termasuk check-in bagi yang sudah memiliki tiket). Bahkan, jika ingin melanjutkan perjalanan ke uzo no michi-pun bisa menambah pembelian tiket seharga ¥250.

Setelah check-in, pengunjung mesti menunggu di loket sampai jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, melalui proses antri, wisatawan menaiki kapal dan bebas memilih area dalam ruangan atau luar ruangan. Biasanya, mayoritas pengunjung lebih memilih di beranda kapal, karena bisa berinteraksi langsung dengan si uzu nan ‘jinak’ selama 20-30 menit.

Spot alam yang luar biasa menakjubkan itu bisa ditemukan di beberapa titik. Dan, buat pelancong yang siap uji nyali, pastinya juga siap menyapa si “uzu” nan kece badai, bukan?! Pusaran air yang cukup besar juga akan membuat gelombang besar dan dengan lincahnya mengayun-ayunkan sisi badan kapal hingga sesekali riaknya menyapa pengunjung bak hujan gerimis. Buat yang hobby berselfieria, kudu hati-hati nih disini, jangan sampai saking eksisnya malah lupa kalau kameranya sudah ikutan terbang dan berenang, ya..

Gallery

Kamus

  • 大鳴門橋 /oonaruto hashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge).
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Stasiun Tokushima (Tokushima Station).
  • 渦潮 /uzushio/ = Pusaran air (Whirpool).
  • のりば /noriba/ = Tempat menaiki bus (Halte).
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh.
  • 船 /fune/ = Kapal.
  • 鳴門公園 /narutokouen/ = Taman Naruto (Naruto Park).