Category Archives: Social Cultural

Awa Odori

Awa Odori is a traditional dance from Awa land, Tokushima. When you see the dance, that is look like simple form. But, it’s truly difficult. Everyone need exercise regularly.

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link

Advertisements

Liwetan

Liwetan is one of traditions from East Java, Indonesia. All of menu are served on top of banana leaves. Then, to eat it every one use their hand (without spoon, fork, etc.). You usually can find Indonesian traditional culinary such as fried chicken (ayam goreng), tempe, tofu, sausage (sambal), salat (lalapan), etc. That is truly wonderful tradition.

Liwetan adalah salah satu tradisi dari Jawa Timur, Indonesia. Semua menu disajikan di atas daun. Lalu, setiap orang makan dengan tangan. Kuliner tradisional Indonesia yang sering ditemukan adalah ayam goreng, tempe, tahu, sambal, lalapan, dll. Benar-benar tradisi yang indah!

リウェタンはインドネシアの東ジャワの食べ方です。全部メニューはバナナの葉っぱの上に置きます。それから、皆さんは一緒に手で食べます。様々なインドネシアの料理を食べます。例えば、フライチッキんというアヤムゴレンやテンペやタフというとふやサンバルというチリソースやララパンというサラダです。本当に美味しし、いい文化です。

Related Link

Gallery

Teruterubozu (照る照る坊主)

Bagi yang hobi nonton kartun/anime dan atau baca komik-komik jepang, pasti sangat familiar dengan boneka yang terbuat dari kertas/kain putih lalu digambari ekspresi wajah dan digantung di jendela, bukan? Tapi, sudah tau namanya, belum?!

Boneka ini namanya teruterubozu (照る照る坊主), boneka tradisional penangkal hujan ala jepang. Boneka ini digunakan untuk kepentingan tertentu yang menjadi aktifitas di luar rumah, terutama di musim hujan yang sering terjadi pada peralihan 2 musim (misal: musim semi ke musim panas).

Jadi, ceritanya, orang jepang itu 2 kali dalam setahun, selalu melakukan perjalanan (遠足) ke luar rumah, seperti jalan-jalan, melancong, piknik, dll. Biasanya di bulan May dan Oktober, atau Maret dan Oktober; tergantung keinginan masing-masing. Agar cuaca cerah, menurut kepercayaannnya, boneka ini dibuat dan digantung di jendela.

Gallery

Kamus

  • 照る照る坊主/てるてる坊主 (てるてるぼうず) /teruteruboozu/ = Boneka tradisional penangkal hujan ala Jepang
  • 遠足(えんそく) /engsoku/ = Perjalanan

Referensi

  • Sebagian besar informasi dishare oleh Tanaka Sensei pada 17 Juni 2017 di Tokushima, Jepang.

Semarak Ramadhan 1438H Di Mesjid Tokushima

Buat para muslim, tak terasa tinggal 6 hari lagi menjelang Idul Fitri, bukan? Nah, selama bulan Ramadhan, bagi yang pertama kali akan mengunjungi Mesjid Tokushima, perlu tau nih hal-hal unik berikut ini.

Buka Bareng

Setiap hari minggu, selalu ada buka bareng (a.k.a bubar/bukbar/bukber/buber/open together) dengan menu tradisional mancanegara. Jadi, buat yang lagi ngirit, anak kontrakan, atau yang hobby hunting kuliner sekalian, tak perlu repot-repot merogoh kocek, cukup datang saja untuk berbuka puasa di Mesjid Tokushima.

Tak hanya lezatnya masakan yang dihidangkan, tapi ada yang lebih utama: nikmatnya kebersamaan. Disini kita akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara, beragam status dan budaya, luar biasa indah!!

Menu mancanegara yang dimaksud bukan berarti tiap minggu dihidangkan, bukan. Tapi, selalu ada negara yang menjadi penanggungjawabnya setiap minggu yang akan menyajikan masakan khas dari negara masing-masing.

Untuk minggu depan, karena sudah mendekati lebaran, buka bareng skala international ini akan diadakan pada hari Sabtu (24 Juni 2017). Don’t missed it! 

Tarwihan

Ada yang spesial di bulan nan juga spesial ini. Setiap malam, selalu ada shalat berjama’ah yang diimami oleh seorang yang hafidz al-qur’an. Urutannya, shalat Isya, shalat tarwih 2+2 rakat (2 raka’at lalu salam, dilanjutkan dengan 2 raka’at yang juga ditutup dengan salam), kultum/ceramah (dalam bahasa inggris), shalat tarwih 2+2 raka’at dan shalat withir (raka’atnya tergantung mashab yang diikuti oleh sang imam, ada yang 2 raka’at salam lanjut dengan 1 raka’at; begitu juga dengan pembacaan do’a qunut, ada yang sebelum/sesudah rukuk; dsb.).

Kelas Bahasa

Seperti hari biasanya, di mesjid tetap diadakan kelas bahasa jepang, bahasa arab, dll. Tidak hanya dewasa, untuk anak-anakpun juga ada. Bagi yang berminat, silahkan bergabung, free alias gretong!

Gallery

Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Ibarat Padang dengan Tari Piring-nya, Tokushima identik dengan Awa Odori (Tarian Awa). Biasanya, setiap tahun, awa odori bisa dinikmati festivalnya di musim panas (natsu), pada bulan Agustus di Perfektur Tokushima. Tapi, buat yang penasaran, ingin melihat langsung di waktu yang berbeda, bisa mengunjungi lantai 2 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway) dengan insert ¥600. Lokasinya dekat dengan Tokushima Station (satu halte bus sebelum stasiun).

Disini diperkenalkan evolusi tarian awa. Buat yang tidak mengerti bahasa jepang, disediakan teks dalam bahasa inggris. Pengunjung juga diajak ikut serta, lho.. Pada akhir acara, diberikan perhargaan (sertifikat) layaknya wisudawan/wisudawati, namun ini hanya diserahkan pada 2 orang pengunjung yang beruntung saja. Jika Anda salah satu diantaranya, pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa!

Nah, yuk kita ngotrelin alias ‘ngobrol travelling’ objek wisata unik yang satu ini, check it out..

Lokasi Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Terletak sekitar 700 meter dari Tokushima Station (jika menggunakan bus, satu halte sebelum stasiun). Akses dari Tokushima Station bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit) lurus hingga menyeberangi sekitar 2 perempatan besar dan jembatan Shinmachibashi berikut jejeran pertokoan di gedung bertuliskan kanji新町橋(Shinmachibashi).

Gedung Awa Odori Kaikan ini cukup unik, dari kejauhan bisa dilihat ropeway berlalu-lalang dari bagian tertinggi gedung hingga puncak gunung. Tak kalah unik, di halaman depannya terdapat tempat duduk berbahan dasar kayu dan atapnya menyerupai topi penari perempuan awa odori yang menjadi salah satu maskot Tokushima. Wisata ini juga bersebelahan dengan jinja. Jadi, terbilang sangat mudah ditemukan.

Insert

Untuk masuk Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), pengunjung bisa memilih paket sesuai keinginan. Berikut pilihannya:

  • Umum
    • Awa Odori Museum: ¥300
      • Buka pukul 09:00-17:00 dengan entrance sampai 16:50.
      • 28 Desember hingga 1 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Awa Odori Hall
      • Afternoon dance (tarian sore): ¥600
        • Ditampilkan oleh tim tari khusus: AWANOKAZE.
        • Di akhir pekan (weekdays), tampil pukul 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Sabtu, minggu dan hari libur, tampil pukul 11:00, 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Lama penampilan: 40 menit.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • Penampilan khusus pada 12-15 Agustus.
        • 28 Desember hingga 3 Januari (2-3 Januari ada penampilan khusus) bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
      • Evening dance (tarian malam): ¥800
        • Ditampilkan oleh tim tari terkenal (1 tim setiap malam).
        • Penampilan selama 50 menit dari pukul 20.00 hingga selesai.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • 21 Desember hingga 10 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Ropeway
      • Insert:
        • One-way (6 menit):¥610
        • Return:¥1.020
      • Buka setiap tahun.
        • April-Oktober: 09.00-21.00
        • November-Maret: 09.00-17.30
        • *12-15 Agustus: 09.00-22.00
        • *Selama event khusus: 09.00-21.00
  • Paket (great-deal unit price)
    • Set 3 pilihan (set of three options)
      • Museum + afternoon dance ropeway (return) = ¥1.620
    • Set 2 pilihan A (set of two options A)
      • Museum + ropeway (return) = ¥1.120
    • Set 2 pilihan B (set of two options B)
      • Museum + afternoon dance = ¥800

*Diskon lainnya tidak bisa digunakan bersamaan dengan set tiket.

Tiket bisa dibeli di jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis), sebelah kanan dari pintu masuk. Jika tidak mengerti, ada bagian informasi yang station-nya bersebelahan dengan jidouhanbaiki.

1F Arudeyo Tokushima (Lantai 2)

Memasuki gedung, pengunjung bisa membeli tiket di sebelah kanan melalui jidouhanbaiki. Jika segera lanjut ke lantai berikutnya, ada lift di sisi kiri. Namun, jika ingin cuci mata dengan aneka cenderamata dan omiyage (oleh-oleh) khas Tokushima, pengunjung bisa langsung ke sisi belakang. Makanan khas Tokushima seperti manju, osato, segala bentuk olahan imo (ubi berkulit ungu dengan isi kuning, hasil pertanian andalan di Tokushima). Cenderamata yang khas yaitu mainan HP (mobile phone) berbentuk sodachikun (boneka dengan dominasi warna hijau yang menjadi icon Tokushima) dan boneka penari awa odori.

Lantai dasar ini buka dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Khusus tanggal 21 Desember sampai 10 Januari (termasuk hari libur), buka sampai pukul 18.00. Namun, pada 28 Desember hingga 1 Januari, tempat ini bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.

2F Awa Odori Hall (Lantai 2)

Nah, ini nih yang tadi sempat diulas di prolog.. Buat pengunjung yang ingin melihat langsung keelokan awa odori ataupun berminat untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menarikan tarian awa, disinilah tempatnya. Disini diceritakan evolusi awa odori  berikut contoh gerakannya. Penyampaiannya mirip presentasi seminar dan buat pengunjung asing tersedia teks dalam bahasa inggris.

Kemudian, di akhir acara, buat yang beruntung bisa mendapatkan sertifikat, hanya untuk 2 orang pengunjung saja! Tidak hanya diserahkan layaknya wisudawan/ti, buat pengunjung yang ikut menari juga diberikan kain pengikat kepala unik dengan dominasi warna biru dan putih, khasnya tarian awa.

Dibagian luar, sebelum atau setelah teater, di sisi kanan lift, ada papan berdesain khusus yang bagian kepalanya dilobangi (salah satu media untuk bereksis-ria). Di bagian dindingnya tersusun dengan sangat apik lampion-lampion bertuliskan kanji. Selain itu, juga ada sofa, tempat ini ditata seperti lobi dalam bentuk minimalis tapi luas.

3F Awa Odori Museum (Lantai 3)

Di lantai ini, pengunjung disuguhkan penampilan tarian awa yang didesain menarik, kemudian dibawa menelusuri sejarah awa odori. Diantaranya, lukisan yang menceritakan kehidupan masa lalu masyarakat awa, miniatur-miniatur, alat musik dan pakaian awa odori, bioskop 3D /tridi/ bertemakan tarian awa, dll. Yang paling menarik, ada 2 robot yang menampilkan gerakan awa odori.

5F Bizan Bottom Ropeway Terminal (Lantai 5)

Lantai ini merupakan terminal awal ropeway yang nantinya akan mengantarkan pengunjung ke puncak gunung dengan view elok kota Tokushima. Di lantai ini juga terdapat sebuat restoran. Uniknya, tersedia makanan HALAL!! Ada tulisan حلال-nya! Kabar gembira nih buat yang muslim. Namun, restoran ini hanya buka hingga jam 5 sore saja.

Bizan Ropeway

Ropeway ini memiliki 2 jalur yang akan mengantarkan pengunjung menyisiri hamparan area pepohonan hingga puncak gunung. Semakin tinggi, semakin terlihat view lepas pemandangan kota Tokushima yang menyuguhkan indahnya kombinasi daratan dan lautan.

Di puncak gunung ini ada teropong khusus (seperti teropong yang ada di puncak Monas, Jakarta) yang bisa digunakan untuk menelisir pemandangan sekitar dalam jarak pandang yang cukup jauh hanya dengan memasukkan uang koin ¥100. Selain itu, disini juga terdapat jinja dan pagoda.

Pagoda

Khusus pagoda, ada acara tahunan (annual events):

  • Waktu:
    • 21 Maret
    • 15 Agustus
    • 26 September
  • Insert:
    • Dewasa: ¥200
    • Anak-anak: ¥100

Hanami (花見)

Tak ada yang tak kenal bunga sakura (cherry blossom), bukan?! Nah, alih-alih mau masuk bulan April, alias waktunya musim semi (springharu 春), di gunung ini bakal terlihat nuansa pinky-pinky-nya. Dan, ini menjadi waktu yang tepat buat para pengunjung yang tak ingin melewatkan kesempatan buat hanami-an.

*Hanami (花見) dalam bahasa jepang berarti melihat bunga, ini merupakan tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga, terutama sakura.

Gallery

Referensi

  • Semua informasi disadur dari Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).

Recommended Link

ビッグひな祭り (Big Hinamatsuri)

Apa itu Hinamatsuri?

ひな祭り (Hinamatsuri) merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan.

Biggu Hinamatsuri

ビッグ (biggu) berasal dari kata serapan bahasa inggris “big” yang berarti besar. Jadi, biggu hinamatsuri adalah perayaan besar untuk anak perempuan. Ini menjadi nama disebuah event lokal hinamatsuri di Katsura, Perfektur Tokushima.

Boneka sebanyak itu dapat dari mana? Sengaja dibeli atau dibuat sendiri?

Sewaktu anak perempuan lahir, si ibu membeli boneka untuk perayaan (oiwai). Ketika usia sang anak beranjak 20 tahun (dari sumber yang berbeda menyebutkan 18 tahun), boneka ini diserahkan ke jinja (kuil Shinto).

Nah, boneka inipun sangat variatif; ada yang lengkap dengan gotenbina (rumah boneka) bertingkat (tingkatan inipun bermacam-macam); ukuran besar, sedang dan kecil; bentuk tertentu seperti pakaian, ikatan rambut dan benda yang digenggam boneka, memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan kepercayaan orang Jepang; dll.

Butuh waktu berapa lama menyusun boneka itu hingga tertata dengan sangat apik?

Penyusunan boneka yang menggunung menyerupai piramid ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan sebelum hari H. Setelah kegiatan usai, boneka ditutupi permukaannya (dibungkus) dan disimpan didalam kotaknya masing-masing. Tahun berikutnya, di hari perayaan yang sama, boneka ini kembali disusun sekitar 2 bulan sebelum festival berlangsung.

Uniknya, meskipun seluruh boneka telah disimpan, piramid ini tidak dipindahkan alias masih tetap berada diposisi semula.

Lokasi

Acara ini dirayakan di berbagai tempat di Jepang. Khusus di Perfektur Tokushima, event ini diadakan di Katsura (勝浦), tepat di seberang halte bus 人形文化交流館前 (sisi kiri jalan). Tempat ini bukan kuil, tapi lebih menyerupai sebuah aula besar.

Akses

Dari 徳島駅 (Tokushima Station) menaiki 徳島バス (Bus Tokushima) yang berlabel 山成町, berwarna putih dengan perpaduan bis 2 garis biru dan 1 pink ditengahnya. Bus ditunggu di loket tunggu no. 3 (3 番のりば). Bus berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lama perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya 720.

Jika pengunjung tidak memiliki akses internet ataupun informasi yang relevan tentang jadwal bus, bisa langsung bertanya ke bagian informasi bus yang bertuliskan バス案内所, mereka akan menjelaskan secara rinci.

Kapan hinamatsuri diadakan?

Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat). Namun, perayaan puncak adalah tanggal 3 Maret setiap tahun.

Insert

Biaya masuk biggu hinamatsuri:

  • Umum : 300 yen
  • Anak-anak usia 10 tahun ke atas : 200 yen
  • Anak SD: 100 yen

Pertunjukan boneka

Di perayaan ini, juga diadakan pertunjukan boneka. Pertunjukan ini mirip dengan wayang di Indonesia dan pertunjukan boneka dari Cina ataupun Korea. Hanya saja, tentunya terdapat banyak perbedaan, terutama latar belakang budaya masing-masing.

Boneka yang berbentuk ibu dan anak perempuan ini masing-masingnya digerakkan oleh 3 orang dalang yang memakai pakaian serba hitam menutupi seluruh bagian tubuhnya. Sementara, di sisi kiri panggung, duduk dengan apik 2 orang wanita berpakaian tradisional jepang sebagai pembaca cerita dan pemain gitar khas jepang.

Pertunjukan dibuka oleh seorang protokol dengan prolog yang bercerita tentang sebuah keluarga. Kemudian, gitar dimainkan dan pencerita mulai membaca buku yang menyerupai kitab, layaknya seorang penyair yang menghayati karyanya dengan sangat mendalam. Pencerita ini terkadang berperan sebagai ibu dan terkadang sebagai anak perempuan. Alur cerita yang dibawakan tergambar dari aksi para dalang menggerakkan si boneka di panggung.

Sedikit mengulas tentang gitar khas jepang, alat musik ini memiliki 3 senar yang disebut sanmisen. Dipetik dengan menggunakan bacchi dan ada kain khusus yang digunakan sebagai pelindung jari saat memegang pengatur senar.

Selain gitar itu, juga ada alat musik tradisional jepang lainnya yang bernama koto. Bentuknya nyaris sama dengan kecapi.

Upacara minum teh

Menariknya biggu hinamatsuri di Katsura ini, ada tempat berukuran sekitar 2×3 meter yang menyuguhkan jamuan tradisional khas jepang, apalagi kalau bukan teh hijau (ocha) dan mochi sebagai okashi (kue).

Penyajian teh ini benar-benar sesuai dengan tradisinya. Teh ini sangat berbeda dengan teh hijau biasanya. Bentuk permukaannya berbuih dan rasanya sangat kental nuansa ocha. Tidak hanya itu, bentuk mochi yang disajikan juga unik menyerupai bunga dan tentunya nyummy.. Sajian ini bisa dinikmati seharga 400 yen.

Cuaca yang masih meniupkan sisa-sisa musim dingin, cocok banget buat nge-teh disini. Tempat duduknya yang menyerupai lesehan ini hangat dan nyaman.. Selain ocha, juga ada menu kopi dan aneka omiyage (oleh-oleh) lainnya yang terbuat dari kerajinan tangan dengan harga berkisar 400 yen.

Omiyage

Bicara tentang oleh-oleh, disini tersedia aneka pilihan, mulai dari mochi, senbe, arare, dll. Harga berkisar 300-400 yen-an/bungkus.

Ngomong-ngomong soal makanan, buat para muslim, tetap konfirm dulu sebelum membeli.

Fasilitas

Berbagai fasilitas lainpun tersedia disini, seperti: toilet yang bertuliskan お手洗 (baca: otearai), kantin yang lengkap dengan aneka jajanan kuliner, pertunjukan boneka gratis, dll. Tidak hanya ini, disini memang tidak tersedia fotografer khusus, namun ada seorang sukarelawan dari pihak penyelenggara yang mobile (keliling), beliau sering menawarkan diri pada pengunjung jika butuh bantuan pengambilan foto (tentunya dengan kamera masing-masing).

Statistik pengunjung

Berdasarkan informasi dari Hanabusa san, salah seorang penyelenggara, setiap harinya pengunjung mencapai tiga ribu orang lebih. Jika dilihat sekilas memang tidak bisa diduga, karena pengunjung datang silih berganti. Jam paling ramai adalah pagi dan sore hari.

Midaregami

Midaregami adalah hiburan khusus yang diadakan di lokasi sekitar event oleh penduduk setempat dengan menampilkan tarian tradisional jepang (bersifat lokal dan tarian yang dimaksud bukan Awa Odori yang menjadi tari daerah Tokushima). Kegiatan ini diadakan malam hari pada 4 Maret 2017.

Gallery

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Januari 2017. Tokushima City.
  • Hanabusa san & Sakata san via sharing pada 3 Maret 2017. Katsura.
  • Risa chan & Ien chan via sharing pada 3 Maret 2017. Tokushima City.

Catatan

Boneka ini terhubung dengan kepercayaan orang jepang, jadi tidak boleh asal terima meskipun sebagai omiyage. Bagi orang Jepang sekalipun, kalaupun boneka ini akan diberikan kepada orang lain, biasanya hanya kepada kerabat keluarga, itupun dengan beberapa catatan tersendiri. Selain itu, boneka ini hanya boleh dipajang selama 3 hari setelah dibawa pulang. Selanjutnya, disimpan ditempat tertutup.

Boneka ini juga tidak boleh diletakkan di sembarang tempat ataupun dibuang. Beberapa sumber menyebutkan, boneka ini memiliki aura mistis dan harus dikembalikan ke tempat asalnya (lokasi awal omiyage diterima). Namun, beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa boneka itu harus dikembalikan ke Otera (tempat beribadah kepercayaan Hotokesama, penganut Budha di Jepang), itupun tidak sembarang otera bisa diserahkan, harus dikonfirmasi pada tempat yang benar-benar bisa menyucikan benda tersebut.

Jadi, catatan tersendiri buat pengunjung asing, menerima omiyage memang menyenangkan, apalagi dengan bentuk yang indah dan bernilai seni tinggi. Namun, kita juga perlu tau sejarah dari omiyage tersebut.

Setsubung 節分

Musim Di Jepang 

Jepang merupakan negara yang memiliki 4 musim, yaitu musim panas (natsu), musim gugur (aki), musim dingin (fuyu) dan musim semi (haru).

Apa itu Setsubung?

Setsubung (節分) dalam bahasa jepang berasal dari pemisahan 2 huruf kanji dengan yomikata (cara baca) yang berbeda, 節 (setsu) yang berarti musim (season) dan 分 (wakeru) yang berarti pembagian. Jadi, setsubung memiliki makna 季節が分かれる (pembagian musim).

節分の日 (setsubung no hi)

Dalam bahasa indonesia, 節分の日 berarti hari pergantian musim yang biasanya selalu dirayakan sehari sebelum memasuki musim yang baru. Event ini menjadi bagian dari festival musim semi (haru matsuri).

Di jepang, tanggal 4 Februari adalah awal dari musim semi. Karenanya, setsubung biasa diadakan setiap tanggal 3 Februari dan diikuti dengan ritual mamemaki.

Mamemaki

Mamemaki (豆まき) berarti menebar kacang buncis. Ritual ini dilakukan untuk mengusir hal-hal buruk dengan cara melempar kacang kedelai pada sosok yang memakai topeng oni (iblis). Kacang ini dilempar di pintu masuk rumah (entrance) sambil mengucapkan “oni wa soto! fuku wa uchi!“. Ucapan ini berarti “pergilah kesialan! datanglah kebaikan!”.

Oni pada Mamemaki

Di Jepang, oni menjadi simbol dari segala keburukan. Sosok oni pada mamemaki adalah hantu yang menyerupai manusia, memiliki taring dan tanduk, kemudian mengenakan rok dari kulit harimau. Kenapa bisa begitu? Nah, ini ada ceritanya..

Oni itu datang diantara arah utara (kita) dan timur (higashi), sehingga dalam 12 shio jepang, berada diantara shio kerbau dan shio harimau. Tanduk oni diambil dari rupa kerbau. Sementara taring dan rok diambil dari rupa harimau.

Iwashi

Menurut kepercayaan orang jepang, oni tidak menyukai ikan (鰯), karena kusai (bau). Jadi, di setsubung, iwashi menjadi salah satu menu andalan selain mame.

Makizushi

Meskipun makanan ini biasa dijumpai di hari biasa, namun khusus di 節分の日, jenis sushi ini menjadi salah satu menu utama, namanya makizushi.

Seperti sushi pada umumnya, makanan tradisional jepang ini terdiri dari nasi sushi yang khas dengan rasanya yang asam, ikan (sakana), mentimun (kyuri), telur (tamago), dan netazushi (isi sushi) lainnya. Uniknya, sushi ini dibuat dalam berbagai bentuk yang lucu, lho.. Salah satunya adalah bentuk oni yang menjadi icon di mamemaki.

Catatan

  • Pada ritual mamemaki, ada juga versi yang menyebutkan mengusir hal-hal buruk dengan cara melempar kacang kedelai sebanyak umur kita pada sosok yang memakai topeng oni.
  • 節分 (せつぶん) dibaca juga dengan setsubun, karena ん dalam aksara jepang bisa dibaca dengan akhiran n, m, atau ng.

Kamus

  • 節 (setsu) = Musim (season).
  • 夏 (natsu) = Musim panas.
  • 秋 (aki) = Musim gugur.
  • 冬 (fuyu) = Musim dingin.
  • 春 (haru) = Musim semi.
  • 日(hi) = Hari.
  • 節分の日 (setsubung no hi) = Hari pergantian musim.
  • 春祭り(haru matsuri) = Festival musim semi.
  • 東 (higashi) = Timur.
  • 北 (kita)  = Utara.
  • Oni = Iblis.
  • Netazushi = Isi sushi.

Referensi

  • Setsubun, Festival Musim Semi. Diakses pada 28 Januari 2017.
  • Sano san  via sharing pada 28 Januari 2017. Tokushima.
  • Atsumi Sensei via sharing pada 27 Januari2017. 給食委員会 (節分プレート). Tokushima.
  • Tanagami san via sharing pada 24 Januari 2017 dan 3 Februari 2017. Tokushima.
  • Aimatsuri. 1 Februari 2015. Taman Budaya Padang. Padang.

Mesjid Kobe

Buat para perantau atau pelancong yang stay di Jepang, khususnya kaum muslim, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama yang satu ini, Kobe Muslim Mosque a.k.a Mesjid Kobe.

Tempat ibadah umat Islam ini terletak di 2-25-14 Nakayamatedori, Chuo Ward, Kobe, Perfektur Hyogo 〒 650-0004. Tepatnya, di balik gedung NHK, TVRI-nya Jepang, tidak jauh dari bangunan Jinja (tempat ibadah penganut Shinto).

Menurut Sensei Sawada, mesjid ini telah dibangun sejak ribuan tahun yang lalu. Waktu itu Kobe menjadi pusat dan lintas perdagangan di Jepang, sehingga berbagai negara memiliki akses ke negeri sakura, salah satunya dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam.

Menurut sumber lain, mesjid tertua di Jepang ini juga menjadi saksi sejarah dan menjadi sebuah keajaiban. Mesjid ini tetap berdiri kokoh dikala semua bangunan luluh lantak pasca Perang Dunia II dan gempa besar yang pernah melanda Jepang.

Arsitektur Mesjid Kobe menyerupai banyak bangunan di Timur Tengah, kokoh dan megah. Pintu masuk ada di sisi kanan bagian belakang mesjid. Bagian dalam memiliki gengkang. Tempat ibadah laki-laki berada di lantai 1, sementara perempuan di lantai 2.

Di mesjid ini tempat wudlu dan toilet dipisah dan lebih luas. Di ruang toilet, terdapat beberapa toilet yang dilengkapi dengan wastafel. Di ruang wudlu, terdapat banyak kran yang bisa diatur suhu airnya. Khusus di lantai 2, ruang wudlu berdampingan dengan kaca rias dan fasilitas mukena.

Kegiatan

Selain kegiatan ibadah, di Mesjid Kobe juga dibuka kelas belajar. Khusus untuk perempuan, kelas ini dibawah bimbingan seorang muslimah Jepang yang fasih berbahasa Indonesia dan memiliki 2 orang tenaga pengajar.

Jenis Kelas

  • クルアーン (Qur’an)
  • ハディース (Hadist)
  • シャーリア (Syariah)
  • タジュウィード (Tajwid)
  • ドア (Do’a)

Jadwal Kelas

  • Senin s/d Jum’at pukul 10.00-15.00 (waktu Kobe).

Kontak

  • Kobe Mosque Education Center.

Akses

Dari Mesjid Osaka 

  • Belok kanan dari simpang gang Mesjid Osaka, berjalan lurus hingga jalan besar.
  • Belok kiri dan berhenti di basu noriba (halte bus). Lama perjalanan sekitar 8 menit.
  • Naik Bus Ibaraki, turun di Izumiya, lama perjalanan sekitar 30 menit.
  • Berjalan sekitar 5 menit menggunakan jembatan penyeberangan menuju Ibaraki Station ke Kobe-Sannomiya Station (JR-Kobe Line), naik JR, pilih line 2. Lama perjalanan sekitar 45 menit.
  • Dari pintu keluar Kobe-Sannomiya Station, belok kiri, menyeberang di persimpangan melewati Sankita Amour Plaza. Berjalan lurus hingga Ikuta Suji 「生田筋」, menyeberang, masuk jalan kecil di persimpangan dekat Tokyo Hands 「東急ハンス」.
  • Berjalan lurus, belok kiri di simpang 3.
  • Belok kanan, berjalan lurus hingga jalan besar; melewati bangunan jinja Ikuta Shirine dan Daichi Grand Hotel Kobe Sannomiya di sebelah kanan jalan; Hotel Montrey Kobe, Ikuta Police Station dan Kobe Tax Office di sebelah kiri.
  • Menyeberang, berjalan lurus hingga simpang 4 di Pearl Street 「パールストリート」.
  • Belok kiri, setelah gang pertama ditemukan Kobe Muslim Mosque.

Dari Abiko Station (Midosuji Line)

  • Total biaya sekitar ¥730. Lama perjalanan sekitar 1 jam.
  • Abiko Station ke Umeda Station dengan chikatetsu (Midosuji Line), perjalanan sekitar 24 menit, tiket reguler ¥320 atau menggunakan one day pass.
  • Transit dari Umeda Station ke Tokaido Station (Sanyo Line) dengan JR menuju Kobe-Sannomiya Station, perjalanan sekitar 27 menit.
  • Sampai di Kobe-Sannomiya Station, berjalan kaki sekitar 10 menit hingga Mesjid Kobe.

Dari Abiko Station (Midosuji Line)

  • Total biaya sekitar ¥640. Lama perjalanan sekitar 1 jam.
  • Abiko Station ke Umeda Station dengan chikatetsu (Midosuji Line), perjalanan sekitar 24 menit, tiket reguler ¥320.
  • Berjalan 1 menit. Transit Hankyu Umeda menuju Kobe-Sannomiya Station. Lama perjalanan sekitar 27 menit.
  • Berjalan kaki sekitar 10 menit hingga Mesjid Kobe.

Jika tidak memiliki akses internet, guide atau sejenisnya; minta informasi di bagian informasi sebelum keluar dari stasiun, biasanya diberikan panduan peta praktis.

Referensi

  • Sensei Sawada via sharing.
  • Tenaga Pengajar di Mesjid Kobe.
  • Google map.

Rekomendasi Link

Catatan

  • Chikatetsu = Kereta api bawah tanah.
  • One day pass = tiket yang berlaku kemana saja dengan chikatetsu, tetapi terbatas untuk subway saja, berlaku sampai pukul 12 malam, alias seharian.
  • Hankyu = Kereta api cepat.
  • Gengkang = Sedikit space antara pintu dan bagian depan ruangan rumah khas Jepang, tempat meletakkan alas kaki (sepatu, sandal, dll).

Mesjid Tokushima

Bagi para muslim dan muslimah yang stay di Tokushima, Jepang, akan segera familiar dengan Tokushima Mosque. Bentuk bangunan mesjid ini unik dengan kombinasi cat coklat dan desain yang khas.

Selain itu, letaknya sangat strategis, cukup mudah ditemukan. Berlokasi di persimpangan 4, di dekat Tanaka Clinic dan dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari Takuto Plaza.

Dari Tokushimanishi Police Station, berjalan kaki sekitar 20 menit (1,5 km).

  • Berjalan lurus ke arah kanan hingga melewati 2 lampu merah. Lampu merah pertama di persimpangan 4 dan lampu merah kedua di persimpangan 3.
  • Menyeberang di lampu merah kedua. Belok kiri di gang pertama.
  • Jalan lurus terus melewati 3 perempatan kecil hingga tembus ke jalan besar. Perjalanan ini menyeberangi rel kereta api dan melewati Gereja Protestan di sisi kanan jalan.
  • Di jalan besar, belok kanan hingga persimpangan lampu merah (simpang 4).
  • Mesjid Tokushima ada di sebelah kanan persimpangan, tepatnya 1 bangunan sebelum simpang.

Alamat lengkapnya di 〒770-0052  Perfektur Tokushima, Tokushima, 中島田町2丁目8-1. Bagian depan dan sisi samping bangunan bertuliskan 徳島マスジド徳島イスラムセンター lengkap dengan beberapa informasi lainnya. Ada tempat parkir yang bisa memuat sekitar 6 mobil.

Pintu masuk ada di bagian depan mesjid. Bagian dalam memiliki gengkang. Tempat ibadahnya cukup luas; laki-laki di lantai 1 dan perempuan di lantai 2.

Di mesjid ini tempat wudlu laki-laki ada di sisi kiri gengkang. Sementara, di lantai 2, untuk perempuan ada 2 tempat, salah satunya di wastafel yang lebih menyerupai dapur mini.

Bagi kita orang Indonesia, tidak perlu kuatir. Karena, disini sangat mudah menemukan orang Indonesia, salah satunya yang menjadi pengurus mesjid.

Referensi

  • Google map.

Tokushima Mosque Open Day

Tokushima Mosque Open Day diselenggarakan oleh Sentral Islam Tokushima dengan tema ‘Mengenal Budaya Islam’. Event ini terbuka untuk umum.

Bertempat di Tokushima Mosque, Jepang, 〒770-0052 Tokushima Prefecture, Tokushima, 中島田町2丁目8-1. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Takuto Plaza. Acara dimulai sebelum pukul 11 hingga pukul 3 sore (11.00 a.m – 03.00 p.m).

Disini tersedia masakan halal dari berbagai negara. Diantaranya: kebab, kare,  ramen tokushima (kuahnya terbuat dari kari iga rusa, ¥600), gorengan dan bakwan ala Bangladesh, kue khas Mesir, dll. Tidak hanya ini, juga ada cenderamata dan perlengkapan ibadah dari Timur Tengah.

Karena hari ini hari Jum’at, bagi para akhi melakukan Shalat Jum’at berjama’ah. Selain itu, juga ada fasilitas pemakaian hijab gratis yang dikreasikan oleh seorang muslimah kreatif sebagai pengenalan budaya Islam.

Gallery

    Catatan

    • Akhi = Panggilan untuk laki-laki muslim.