Category Archives: General

Tabligh Akbar IPMI 2017

Di penghujung 2017, telah berlangsung Tabligh Akbar IPMI Safari Dakwah Ustadz Hanan Attaki, Lc. Agenda keagamaan terbesar ini dipersembahkan oleh Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) Jepang dengan di dukung oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang.

Tabligh Akbar IPMI yang pertama ini diadakan di tiga kota besar yaitu di TOKYO – TOKUSHIMA – OSAKA dengan rangkaian tema sebagai berikut.

  • TOKYO :
    • Waktu: 5 November 2017
    • Lokasi: Komplek Masjid Indonesia Tokyo-SRIT
    • Tema: Dimanapun berada cukup bagi kita Allah SWT.
  • TOKUSHIMA
    • Waktu: 6 November 2017
    • Lokasi: Tokushima Mosque
    • Tema: Merawat cinta seorang Hamba kepada Allah SWT
  • OSAKA
    • Waktu: 8 November 2017
    • Lokasi: オスカードリーム
    • Tema: Pengen sih Hijrah tapi gengsi

Kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Berbagai kegiatan selain acara utama juga mendapatkan sambutan sangat baik dari para peserta. Antusiasme itu juga terlihat pada program lainnya, seperti: bazar, photo boot dan city tour.

Gallery Tabligh Akbar di Mesjid Tokushima

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imron: 110).

Advertisements

Asal Mula Nama JAPAN

Di Indonesia, negara matahari terbit ini disebut jepang. Sementara di dunia, dikenal dengan nama japan. Uniknya, di negara jepang sendiri, ada 2 sebutan, yaitu 日本 (nihon) atau にっぽん (nippon).

Padahal, sebenarnya orang jepangpun juga tidak begitu tahu asal muasal perbedaan nama dari negaranya tersebut.

Menurut Sano san, ada beberapa kemungkinan, seperti berikut ini.

Perubahan Ejaan Aksara

  • は = ha – fa – pa
  • ひ = hi – fi – pi
  • ふ = fu- fu – pu
  • へ = he – fe – pe
  • ほ = ho – fo – po

Kenapa ada nihon dan  nippon?! Ejaan ほ pada日本 yang sekarang dibaca ho, tapi untuk ejaan lama dari orang terdahulu, dibaca po. Jadi, kita akan sering mendengar 日本 dengan sebutan にほん (nihon) atau にっぽん (nippon), terutama dalam percakapan sehari-hari ataupun berbagai media di Jepang.

Logat dari Berbagai Negara

Dalam bahasa cina, kanji 日本 memiliki yomikata (cara baca) yang berbeda dengan bahasa jepang. 日 dibaca ji dan 本 dibaca pon. Jadi, 日本 dibaca jipon.

Berdasarkan sejarah, Marcopolo pernah ke Jepang dan dengan bahasa spanyol-nya 日本 disebut jipang.

Nah, dari perbedaan negara dan  bahasa tersebut, kemungkinan yang terdengar dan yang diucapkanpun menjadi sedikit berbeda, jipang atau jipun akhirnya lebih populer dengan nama JAPAN di dunia.

Referensi

  • Sano san  via sharing pada 28 Januari 2017. Tokushima.

Pemberian Nama di Berbagai Negara

Ada pepatah lama yang mengatakan “apalah arti sebuah nama”. Padahal, untuk memberi sebuah nama saja bukanlah sesuatu yang mudah, bukan? Berikut berbagai tata cara pemberian nama di berbagai negara. Check it out..

Indonesia

Dimulai dengan negara tercinta, Indonesia. Bangsa yang kaya akan budaya ini memiliki banyak tata cara pemberian nama, diantaranya:

  • Sumatera Barat (Padang)
    • Pemberian nama di Sumatera Barat sangat variatif, biasanya diakhiri dengan nama orang tua laki-laki. Contoh: Nola Asril. Format: (nama) (nama orang tua laki-laki).
    • Khusus untuk laki-laki, setelah mendapat gelar adat, namanya berubah sesuai dengan gelar yang diberikan oleh kaumnya, contoh: Datuak (Dt.), Sutan (St.), dll.
    • Pemberian nama untuk perempuan yang paling familiar adalah Puti (berarti putri), Siti, dll.
  • Ambon
    • Format: (nama) (nama keluarga). Contoh: Elisabeth Leatemia.
    • Setelah menikah, nama keluarga diganti dengan nama keluarga suami atau dipindahkan ke belakang setelah nama keluarga suami.
  • Medan
    • Pemberian nama biasanya diakhiri dengan marga atau nama keluarga (family/sure name) seperti: Ginting, Siregar, Tarigan, dll.

Filipina

Sedikit mengulas tentang Filipina, negara dengan ibu kota Manila ini memiliki 3 bahasa, yaitu: Tagalog (bahasa asli), Spanyol (bahasa harian/informal) dan Bahasa Inggris (bahasa sopan/formal). Karenanya, pemberian namapun ada yang diadopsi dari negara asal pemilik bahasa tersebut.

  • Secara umum
    • Formatnya: (nama) (singkatan nama ibu). (nama keluarga).
    • Contoh: Mary Grace E. Ducos.
  • Format formal atau bahasa tulisan.
    • (nama keluarga), (nama) (nama ibu).
    • Contoh: Ducos, Mary Grace Edica.
  • Setelah menikah, nama keluarga perempuan (istri) diganti dengan nama keluarga suami.
    • Format: (nama) (nama keluarga) (nama keluarga suami) (nama ibu, boleh dihilangkan).
    • Contoh: Mary Grace Ducos Antonio.
    • Nama ini berubah dalam bahasa formal menjadi Mary Grace E. Ducos-Antonio dengan format: (nama, singkatan nama ibu). (nama keluarga) (nama keluarga suami).
    • Nama panggilan di keluarga dan teman dekat berbeda dengan umum, contoh: untuk nama Grace (umum) dipanggil Kae atau Kaye (dibaca: Key).

Jepang

  • Secara umum, formatnya: (nama keluarga) (nama).
  • Setelah menikah, nama keluarga diambil dari nama keluarga istri atau suami, dipilih salah satunya.
  • Catatan: Saat ini, nama keluarga untuk orang jepang banyak yang sama, meskipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

Vietnam

  • Secara umum, format pemberian nama di Vietnam adalah (nama)(nama keluarga).
  • Setelah menikah, nama tidak berubah.

Referensi

  • Dishare oleh Nola, Sano san, Grace, Lisa pada 19 Januari 2017. Tokushima.
  • Fatma dan Ien via sharing pada Januari 2017. Tokushima.

Catatan

  • Nama = First name atau name
  • Nama keluarga atau marga = Sure name atau family name atau last name.
  • Nama ibu (khusus Filipina) = Middle name.
  • Nama keluarga suami = Sure name of husband.

Lain-lain

Hari Olahraga Nasional Di Kota Padang

Pagi ini, sekitar pukul 09.00 WIB, pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Jl. S. Parman (Ulak Karang) hingga Jl. Veteran, kota Padang. Tampak beberapa kelompok terpisah yang terdiri dari anak-anak SMA/SMK Padang dan Padang Pariaman sedang melakukan gerak jalan di sisi kiri badan jalan. Ini sebagai bentuk kegiatan dari DISPORA dalam memperingati Hari Olahraga Nasional.

Spesialis Sol Sepatu Di Kota Padang

Sore ini, saya sengaja ke pasar untuk menjahit tapak sepatu yang menganga, sayang sekali karena sepatunya masih bagus. Jadi, saya mendatangi tukang sol sepatu. Tadinya mau ditinggal, tapi melihat si Bapak menjahit dengan tekun, saya mulai tertarik untuk menunggu.
Bagi saya, sore ini sore yang luar biasa.. Saya menyadari sesuatu disini, betapa beratnya beban hidup tetap membuat mereka gigih berusaha mencari nafkah.
Di Padang, tepatnya di Pasar Raya Padang, terdapat beberapa titik tempat sol sepatu. Mayoritas berada di leter L perempatan antara Pasar Raya dengan Lapangan Imam Bonjol (Terminal angkot Gadut, Indarung dan Lubeg), di leretan seberang Pos Polisi. Selebihnya dapat ditemukan di seberang Mesjid Muhammadiyah Padang, didepan-depan toko yang cukup dekat dengan perempatan Pasar Raya (Terminal angkot Tabing, Lubuk Buaya, Jati dan Pegambiran).
Tempat sol sepatu ini buka dari jam 09.00 s/d 17.00 WIB. Harga pasaran untuk menjahit sepasang sepatu Rp 15.000,-. Jika kita mau, kita bisa menunggu di lokasi sampai perbaikan sepatu selesai. Disini juga bisa mengganti sol sepatu/sandal, mengganti tapak, dan hal lainnya yang berhubungan dengan perbaikan sepatu atau sandal.
Saya tertarik mengangkat judul “Spesialis Sol Sepatu” karena melihat merk tempat salah seorang Bapak yang bekerja disini. Menarik sekali, ternyata saya menemukan banyak sisi kreatif disini; bukan hanya merk, tapi juga teknik menjahit yang digunakan saat ini.
Dulunya, sepatu/sandal yang dijahit akan terlihat jelas dari luar dan terkadang ada yang tampak kurang bagus, menggunakan benang putih kasar yang menonjol. Namun sekarang, sisi terdekat dari tapak akan dibuat goresan dan baru dijahit dengan rapi menggunakan benang putih yang kasar tapi lebih halus dan kuat (seperti ada campuran benang nilonnya).

Padang Banjir..

Hujan lebat sedari siang tadi menyisakan banjir di Kota Padang, terutama di daerah Ulak Karang (17.05 WIB).

Akibatnya, banyak kendaraan yg mengalami masalah seperti knalpot berasap, mendadak mogok, hingga ada yang terbalik. Sekitar pukul 18.10 WIB, air mulai surut hampir 1 meter dari pinggir jalan. Di sepanjang jalan tampak berjejer beberapa angkot karena mengalami kerusakan. Wargapun mulai membubarkan diri secara teratur dari tempat-tempat yang digunakan untuk menghindari genangan air.

Cara Mengirim Rendang Via Pos

Hayyoooo… siapa yang mau dikirimi rendang…?! Nah, sayang kan, udah capek-capek dikirim ternyata kirimannya rusak sampai ditujuan 🙂 Bukannya saya mau ngirimin nih dari Padang, tapi mau bagiin tips cara pengirimannya doang 😀

Untuk mengirim rendang atau makanan berminyak (via Pos), begini caranya:

  • Dibungkus dengan plastik
  • Dimasukkan ke kotak atau kaleng
  • Dibungkus lagi dengan plastik
  • Dibungkus dengan karton atau kardus

Ini gunanya demi keamanan kiriman agar tidak pecah sampai diterima oleh sipenerima 😉

Sumber: Pos Indonesia (Cabang Padang)

Cara Bikin Paspor Biasa 48H Di Kota Padang

Hayooo… Buat para pemula, masih ada ga sih yang belum bisa ngurus paspor sendiri (walaaah, songooong.. 😀 ). Gini nih caranya.

  • Berkas yang harus disiapin, masing-masing 1 lembar:
    • Foto copy KTP yang masih berlaku (depan belakang dalam 1 lembar kertas HVS A4)
    • Foto copy KK (Kartu Keluarga)
    • Foto copy Akte Kelahiran
    • Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai 6000
    • Surat Izin Wali (Orang tua) yang ditandatangani oleh wali diatas materai 6000
  • 2 berkas yang terakhir diatas bisa dibeli di Koperasi yang terletak samping Kantor Imigrasi.
  • Catatan: Semua data harus sama. Jika ada yang beda, ga bakal diproses!
  • Ada 2 cara pengurusan paspor, yaitu manual dan online.
Permohonan Paspor secara Manual

Ini khusus untuk wilayah Padang (Sumbar) dan sekitarnya; untuk daerah lain, saya kurang tau.. 🙂

  • Datang ke Kantor Imigrasi Padang dari jam 05.00-07.30 WIB untuk mengambil nomor antrian.
  • Langsung menuju Pos Security, berikan pada security yang bertugas sebuah map berisi foto copy KTP, foto copy KK dan foto copy Akte Kelahiran; masing-masing 1 lembar.
  • Terima nomor antrian dan selembar formulir.
  • Tulis nama di buku yang telah disediakan.
  • Isi formulir yang diberikan dan datang kembali sekitar jam 08.00 WIB. Catatan: Jangan sampai terlambat!! Lewat dari 3 nomor antrian, maka antrian kita hangus, harus kembali lagi keesokan Subuh untuk mengambil nomor antrian baru, tentunya jangan lupa membawa map berisi 3 berkas foto copy tersebut. Map dan berkas ini baru, karena yang sebelumnya tidak bisa diminta kembali.
  • Jam 08.00 stanbye di Kantor Imigrasi, letakkan map yang berisi berkas lengkap di meja no. 3 dan tunggu panggilan.

Untuk selanjutnya, saya kurang tau prosedur untuk permohonanan manual, karena beralih ke online 🙂

Permohonan Paspor secara Online
  • Daftar online di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp pilih Pra Permohonan Personal.
  • Download caranya dan ikuti sesuai petunjuk.
  • Pastikan kita standbye dengan email, karena konfirmasinya dilakukan via email.
  • Download Bukti Pengantar Ke Bank yang dikirim [SPRI] Pendaftaran Paspor Online ke email kita dan print.
  • Pada Bukti Pengantar ke Bank tertulis biaya Rp 355.000,-; tapi kita melakukan setoran sebesar Rp 360.000,- ke Bank BNI, karena Rp 5.000,- dikenakan untuk administrasi Bank.
  • Terima Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dari Teller dan cantumkan tanda tangan di tempat yang diarahkan.
  • Buka kembali email dari SPRI dan klik Lanjut, masukkan Jurnal Bank yang tertera pada Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dan pilih jadwal kunjungan.
  • Buka email, download Formulir Surat Perjalanan Republik Indinesia Untuk Warga Negara Indonesia dan print.
  • Datang ke Kantor Imigrasi sesuai dengan waktu yang telah dipilih pada jam 08.00-14.00 WIB. Ini nih keuntungan dari permohonan paspor secara online, kita ga perlu datang Subuh-subuh buat ngambil nomor antrian 😀
  • Bawa berkas yang telah dimasukkan ke dalam map, yaitu: 1 lembar foto copy KTP (depan belakang dalam selembar kertas HVS A4), 1 lembar foto copy KK, 1 lembar foto copy Akte Kelahiran, 1 lembar Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai 6000 dan 1 lembar Surat Izin Wali (Orang tua) yang ditandatangani oleh wali diatas materai 6000 (2 berkas yang terakhir ini bisa dibeli di Koperasi yang terletak samping Kantor Imigrasi) . Jangan lupa bawa berkas KTP asli, KK asli dan  Akte Kelahiran Asli. Jika tidak, tidak akan diproses sampai kita perlihatkan dokumen asli itu kepada petugas.
  • Letakkan berkas di meja no.2 dan tunggu nama kita dipanggil. Disini kita diwawancara tentang kesesuaian berkas dan tujuan membuat paspor. Setelah itu, map kita dikembalikan dan berkasnya dipindahkan ke map kuning dari Kantor Imigrasi.
  • Kemudian pindah ke meja no.1 setelah dipanggil, sudah ada petugas yang standbye memasukkan data kita ke komputer. Berkas dari meja no.1 akan diopor ke sebuah ruangan dan kita tinggal menunggu nama kita dipanggil untuk mengambil foto, sidik jari dan klarifikasi beberapa data. Serahkan foto copy Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dan simpan yang aslinya.
  • Kembali 3 hari setelahnya untuk mengambil paspor dan bawa Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi yang asli untuk pengambilan paspor.

Info lebih lanjut bisa dibaca di http://www.imigrasi.go.id/