Tag Archives: Asaka-shi

Abikosan Kannonji「あびこ山観音寺」

Tempat beribadah umat Budha (Hotoke Sama) ini terletak di Abiko, Asaka-shi, Osaka-Jepang. Selain menjadi tempat sembahyang, lokasi ini juga boleh dikunjungi oleh pendatang.

Di dalam lokasi kuil ini ada sebuah pohon besar yang mirip dengan latar anime Jepang yang pernah sangat populer di Indonesia. Bagi para penggemar anime Inuyasha, pasti sudah tidak asing lagi dengan pohon besar dimana Kikyo menyegel Inuyasha, bukan?

Menurut penduduk setempat, dihari biasa kuil ini hanya buka sampai pukul 12.00 siang (waktu Osaka) dan di hari Minggu buka hingga pukul 17.00.

Gallery

Advertisements

Kuliner Udon Enak Di Abiko

Udon merupakan sejenis mie dengan tekstur lebih tebal dan lebar dari biasanya. Makanan yang selalu disajikan dengan kuah berbumbu ini adalah salah satu makanan tradisional Jepang. Meskipun demikian, beda perfektur juga beda pengolahannya, begitupun rasanya.

Bagi peminat udon, tentunya tidak akan melewatkan tempat yang satu ini, namanya トクマサ (baca: tokumasa). Sebuah mise (kedai) udon yang paling digemari oleh para peminat udon. Mise ini terletak di dekat deguchi (pintu keluar) 3 Stasiun Abiko, tepatnya di bangunan ketiga dari 業務スーパー.

Berikut beberapa menu recommended (selain menu 豚肉 daging babi atau 酒 tuak):

  • 肉カレーうどん /niku karee udon/ Udon kare daging sapi ¥700.
  • 野菜カレーうどん /yasai karee udon/ Udon kare sayur ¥850.

Mise ini menawarkan rasa yang cukup pas dengan penikmat masakan nusantara. Dari bumbu kuahnya, sangat kental terasa, hampir mirip dengan rasa kuah sate bumbu (padang) di Indonesia, bedanya kuah ini sedikit lebih cair.

トクマサ selalu ramai pengunjung, jadi tidak heran jika terkadang Anda harus berbalik arah untuk keluar (karena tidak ada tempat duduk). Kalaupun Anda sudah duduk dan menghabiskan hidangan, juga bukan berarti Anda bisa duduk berlama-lama seperti “kopi darat” di Indonesia.

Sedikit mengulas budaya Jepang yang sering ditemui di mise ini; mungkin juga di berbagai mise/restoran Jepang lainnya, setelah menghabiskan makanan yang telah dipesan, segera membayar dan meninggalkan tempat. Jarang sekali ditemukan pengunjung yang ngerumpi ataupun sekedar kongkokongko.

Selain itu, jika di Indonesia makan bersuara sangat tidak sopan, di Jepang malah mempunyai kebiasaan menyeruput mie. Ini menandakan penghargaan pengunjung terhadap hidangan berkuah (seperti: udon) yang disajikan, memberi kesan oishii (enak).

Sesuatu yang perlu diperhatikan, mentang-mentang menyeruput mie sudah menjadi kebiasaan di Jepang, bukan berarti pendatang asing serta-merta langsung mempraktekkan menyeruput udon tanpa tahu caranya. Adakalanya, perlu memperhatikan bahwa kuah udon cukup panas saat disajikan. 

Bukan hanya itu, di Jepang juga tidak ada kebiasaan meniup makanan. Jadi, mungkin Anda butuh sedikit tekhnik khusus bagaimana menikmati udon selagi panas tanpa harus meniupnya.

Catatan

  • Recommended by Fatma san.