Tag Archives: Banana Boat

Liburan Ke Pessel :)

Planing awal itu, kalau Unjut bontot libur, kita pergi jalan-jalan ke Great Wall di Bukittinggi (secara taon dulu batal). Tapi… tiba-tiba Unjut ngasi ide buat ke Bukit Langkisau?? Hm… Ok juga tuh, akhirnya deal. Eh, aji mumpung juga siIbu lagi di Padang, skalian deh ngajakin piknik ๐Ÿ˜€ Sayangnya… untuk kesekiankalinya Ayah ga bisa ikut, biasa… kerja, kerja & kerja!!! (My best daddy, we always proud of you, dad.. Chayo!!! ๐Ÿ˜‰ ) Yo wez… semoga ntar yang ke Great Wall jadi ngumpul sekeluarga, amiin.. (hee) Ups, kok jadi ngebahas Great Wall?! STOP! back to Pessel, OK ๐Ÿ˜‰

  • 09.30an Berangkat dari Padang (Tabing)
  • 10.55 Gerbang Pessel alias Pesisir Selatan ๐Ÿ˜€
DSC_0058_2
Gerbang Pesisir Selatan, yuhuuuu….
  • 11.10 Barung-barung Belantai
  • ……… Tarusan
  • ……… Ada bundaran (patung orang, ga tau nama bundarannya apa) belok kanan, lurus… eh taunya sampe di Pantai Carocok.. Setelah ditanya sama tukang parkirnya, ternyata di simpang sebelum ini belok kanan (yang ngedaki itu), disanalah Bukit Langkisau. Akhirnya, kita sampai juga di Bukit Langkisau, yuhuuu…. ๐Ÿ™‚ย Oya, disini kayak ada outbond-outbond gitu, saya tanyain sama tukang parkirnya kenapa ada tangga yang tinggi itu, ternyata bener itu buat flying fox, taunya…itu permainan cuma ada pas lebaran doang, walaaah,… penonton kecewa, pas lebaran kesini lagi dah kalau mau main.. ๐Ÿ˜€

Bukit Langkisau, Pesisir Selatan

Ini tempat parkirnya nih, bayar Rp 5.000,-
Ini tempat parkirnya nih, bayar Rp 5.000,-
  • ………. Abis menikmati indahnya Bukit Langkisau, sekaligus ngambil beberapa foto, sampe keranyapun ikutan narsis ๐Ÿ˜€
  • ……… Kita cus to Pantai Carocok… Waaah, yg ini ga kalah indahnya… cantik… ๐Ÿ™‚ Tapi eits… makan dulu, percuma dong udah belai-belain pagi-pagi bangun dan goro masak kalau nggak di santuang (bahasa Minangnya dimakan ๐Ÿ˜€ ). Kita makan di mobil aja, coz diluaran ga ada tempat yang bisa dikondisikan ๐Ÿ˜€ Hmmmm, yummy…. kenyaaaang…
  • ……….. Saatnya ke Pulau Cingkuak.
  • Oya, di Bukit Langkisau tadi kita kena parkir Rp 5.000,-. Di Pantai Carocok ini juga Rp 5.000,-; trus pas mau lanjut ke dalam juga bayar lagi Rp 5.000,-/orang, so kena Rp 25.000,- dah (Saya, Ibu, Unjut bontot, Unjut n partner). Cus ke Pulau Cingkuak dengan naik Boat seharga Rp 10.000,-/orang. Ntar empunya Boat bakal nawarin, kita maunya keliling itu pulau atau langsung aja; kalau keliling, kita nambah lagi bajet Rp 5.000,-/orang. Kebetulan kita setuju buat langsung aja, jadi sekitar 5 menitan kita udah nyampe. Ombaknya tenang, kapalnya juga tenang, pemandangan sekitar luar biasa indah… Pasir putih nan elok menyambut kami dengan hangat ๐Ÿ™‚ Udah gitu, ada aneka permainan yang siap menguji adrenalin lagi, seperti: Jetski (Rp 100.000,-/orang), Donat Boat (Rp 25.000,-/orang) dan Banana Boat (Rp 20.000,-/orang). Eits, entar dulu… Kita muter-muter pulau ini dulu yuk.. ๐Ÿ˜‰ Sambil jalan kita sortir Umang-umang, ikan pantai dan kepiting, hihi.. Serru….!!! Tapi bener juga apa kata Ibu dan Unjut, pulau ini ga seperti Pulau Angso Duo yang bisa dikelilingi gitu, walhasil kita ga terlalu jauh muternya dari tempat berhenti Boat tadi.. ๐Ÿ™‚ Sempat juga melengok ke sayap kirinya. Unjut bontot sempat kecewa, karena udah semangat 45 ngeganti baju buat renang, eh… dilarang sama bapak-bapak disana, katanya sebelah sini ga boleh renang, sayap kanan yang boleh, beeh… Padahal, dulu pas adek saya kesana sebelumnya, bebas aja berenang dimana kita suka. Ternyata, ya iyalah… disini banyak terumbu karangnya…. OK, kita apresiasi sikap bapak-bapak tadi ๐Ÿ™‚ Eh, taunya… ga berasa udah jam 3, kita mesti balik ke Pantai Carocok, coz mau go lagi ke Jembatan Aka ๐Ÿ™‚ Come on, guys…
  • 15.45 Next, go to Jembatan Aka (Aka itu bahasa Minang dari akar, jadi Jembatan akar).
  • ……… Pasar Baru
  • ……… Jembatan Aka, terletak di daerah Bayang. Suasananya adem banget… Akar pohonnya melilit hingga membentuk jembatan, unik…. Dihiasi sungai nan cantik, indahnya… Udah gitu bikin ademm… Abis foto-foto, kita pulang. Oya, buat masuk ke Jembatan Aka ini, kita bayar Rp 5.000,-/orang dan Rp 5.000,- untuk parkir ๐Ÿ™‚ Sebelum pulang, kita sempetin beli gorengan disana dulu, hm… enaknya…. perut jadi hangat dan kenyang… ๐Ÿ˜€
  • 17.42 Simpang Pasar Baru
  • 17.58 Masjid Taqwa Tarusan
  • 18.09 Padang 48 km
  • 18.21SMA Negeri 2 Tarusan
  • 18.47 Gerbang akhir Pessel
  • 19.07 Teluk Bungus
  • 19.12 Waaaa, ga berasa kita udah nyampe lagi di Padang, sekilas saya merasa melihat gerbangnya, ternyata bener… ๐Ÿ˜€ Capeeek… ngantuk juga, hoaaaahm…

 

NB:

Foto-foto itu ga cuma saya yang ngambil ya, tapi juga Unjut bontot, Unjut ‘n partner ๐Ÿ˜€ Ntar kena hak paten lagi, hahaha…

Advertisements

Touring To Barelang – Pulau Galang

Tahun Baru Masehi "Touring to Barelang"
01 Januari 2011
  • Acara awal adalah home stay disebuah villa yang bertempat di Myrota Beach. Tapi ada beberapa sebab yg tidak mengizinkan, seperti: dana, persiapan, transportasi, keamanan dan yg terlebih penting: persetujuan masing-masing anggota ARM.
  • Acara yang diputuskan adalah konvoi ke Barelang sampai Pulau Galang. Ngumpul di Simpang Jam pukul 10.00 WIB. Tidak ada panitia tetap, karena ini sekedar acara Happy Fun untuk mempererat hubungan silaturrahmi antar sesama anggota ARM.
  • Hari-H, tempat ngumpul beralih ke kos Susan di Kanaan. Waktu disesuaikan dan yg berangkat ada 6 motor. Anggota yg ikut: Chairul-Dona, Ucub-Susan, Sep-Olha, Indra-Ira, Ajo-Elen dan Dimas-Ika.
  • Dana yang digalang @ anggota + Rp 25.000,-
  • TJ konsumsi tidak ditetapkan, tapi yg menghandel yaitu Ucub dan Susan.
  • Acara yg awalnya touring berubah menjadi ajang balap-balapan (Mungkin saking semangatnya anggota ARM hendak sampai cepat ditujuan dan mungkin juga pada bercita-cita untuk menjadi pembalap, he.,.,peace.,.,!!). Walaupun begitu, acara menjadi semakin seru, meskipun ada yg ketinggalan atau malah keduluan dari rombongan.
  • Sampai di Pulau Galang + pukul 12.00 WIB. Dengan membayarkan tiket masuk @ Rp 5.000,-; acara informalpun dimulai, seperti: basalanjuang alias makan bareng, narzis-narzisan, de el el.
  • Setelah penat berileks-rileks ria, ada keraguan antara pulang atau main ke pantai. Perjalanan diteruskan + pukul 15.00 WIB, tanpa keputusan finish. Usai mengisi minyak motor dan mengecek sikon motor, akhirnya keputusan jatuh pada Pantai Melayu.
  • Dengan pembelian tiket @ Rp 4.000,- ; anggota ARM menyatu dikeramaian pantai. Sempat ada kehebohan karena Chairul dan Dona nyasar entah kemana, haha.,(saking ramenya orang disana). Beruntung setelah dihubungi via HaPe, 2 anggota ini dapat menemukan kami.
  • Ombak yang masih dalam keadaan surut, tidak menyurutkan minat beberapa anggota ARM yang tergiur hendak bermain ombak dan antusias untuk menaiki Banana Boat. Acara kurang seru, karena ada beberapa anggota lagi yang kecapekan dan lebih memilih rehat sejenak disebuah tikar yang tidak jauh dari tepi pantai tersebut, menunggu anggota yang mandi kelar. Meskipun demikian, tidak mengurangi kekompakan lho.,
  • + pukul 17. 30 WIB, acara usai. Anggota ARM bersiap-siap untuk kembali ke rumah masing-masing. Sempat ada ide untuk berkumpul nantinya di Simpang Barelang. Namun, perjalanan saat pulang dibumbui oleh kemacetan, sehingga tidak memungkinkan bagi para anggota untuk konvoi ataupun balap-balapan lagi. Sampai di Jembatan Barelangpun, macetnya bukan main, belum lagi langit yang sudah mau gelap. Akhirnya perjalanan berakhir dengan sendiri-sendiri tanpa ada penutupan. Hanya saja keakraban tidak perlu penutupan untuk berjumpa kembali di pertemuan selanjutnya.

@ HAPPY ENDING @

By: Olha Chayo -Secretary of ARM-