Tag Archives: Fauna Indonesia

Berlibur ke Penangkaran Rusa di Cariu

Menurut seorang penjaga, penangkaran rusa di Cariu a.k.a Wisata Taman Rusa Tanjung Sari ini sudah ada sejak tahun 2006, namun baru dibuka untuk wisata sekitar tahun 2014.

Hari ini, Sabtu siang tanggal 28 Desember 2019, rusa yang terlihat hanya ada 5 ekor, 1 ekor rusa tutul dan 4 ekor rusa timor. Kemana rusa lainnya? Pengunjung juga tampak tak banyak, kenapa ya?

Ternyata, berdasarkan informasi dari warga setempat, rusa ini sebetulnya banyak, mencapai 200 ekor. Tapi beberapa diantaranya ada yang dikirim ke daerah lain (mungkin untuk mengisi kebun binatang atau penangkaran lainnya); ada juga yang kembali ke hutan dengan melewati pagar pembatas yang ada diantara padang rumput dengan hutan, biasanya mereka akan kembali ke padang rumput di waktu tertentu (pagi atau sore) untuk mencari makan.

Ada waktunya pengunjung yang datang akan sangat ramai dan ada waktunya seperti sekarang, sepi.. Biasanya di akhir tahun atau libur besar, tempat ini cukup diminati.

Pengunjung diperbolehkan untuk memberi makan dan berinteraksi langsung dengan para rusa, tentunya dengan pengawasan dari penjaga. Pengunjung bisa membeli makanan berupa ubi rambat yang sudah di potong-potong memanjang seharga Rp 10.000,- di jalan menuju padang rumput ataupun di pondokan yang ada di dalam area padang rumput.

Rusa Tutul

Rusa dengan nama latin Axis Axis ini menjadi favorit dari sebagian besar pengunjung yang datang, karena bentuknya nan indah. Bulunya halus berwarna coklat sawo matang dan bermotif tutul putih.

Habitatnya di padang rumput, semak, dan batas hutan yang memiliki sumber air minum. Rusa ini bukanlah jenis rusa asli Indonesia, melainkan dari Sri Langka, Nepal, Bangladesh dan India.

Karena rusa tutul adalah herbivora, biasanya memakan rumput, daun, bunga dan biji-bijian tertentu.

Rusa ini hidup berkelompok, biasanya sekitar 2-6 ekor. Karena tergolong mamalia, rusa ini berkembang biak dengan beranak.

Rusa Timor

Rusa dengan nama latin cervus timorensis ini adalah penghuni terbanyak di penangkaran cariu. Rusa timor adalah salah satu spesies rusa endemik di Indonesia selain Rusa Sambar (Cervus Unicolor), Rusa Bawean (Axis Kuhlii) dan Muncak (Muntiacus Muntjak).

Rusa timor dikenal juga dengan nama Rusa Jawa, Javan Rusa, Javan Deer dan Timor Deer. Rusa asli jawa dan bali ini menjadi fauna identitas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rusa ini memiliki bulu coklat abu-abu hingga coklat tua kemerahan, rusa jantan memiliki warna lebih gelap. Warna di bagian perutnya lebih terang dari bagian punggungnya. Rusa jantan memiliki tanduk bercabang tiga dengan ujung yang runcing dan kasar.

Habitatnya di savana dan vegetasi hutan. Sama seperti rusa tutul, hewan herbivora inipun juga memamah biak, berkembang biak dengan beranak; dan juga hidup berkelompok.

Tiket

Tempat pembelian tiket berupa pondok mungil yang ada di depan tempat parkir.

  • Tiket parkir mobil Rp 10.000,-
  • Tiket parkir motor Rp 5.000,-
  • Tiket masuk anak-anak dibawah 3 tahun: GRATIS!
  • Tiket masuk anak-anak 3 tahun keatas Rp 20.000,-
  • Tiket masuk dewasa Rp 20.000,-

Akses

Akses ke lokasi masih belum praktis, baru bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Perjalanan dari Jakarta (Timur) melewati Jonggol memakan waktu sekitar 2,5-3 jam dengan mobil.

Gerbang destinasi ini ada 2, sayangnya untuk akhir tahun 2019 ini akses ke lokasi dari gerbangnya tergolong rumit. Gerbang yang ada plang Taman Rusa Tanjung Sari memiliki turunan curam; jalan kecil berkerikil kasar ini ideal untuk 1 mobil, pastikan untuk turun perlahan dengan hati-hati. Gerbang lainnya sedikit lebih baik, hanya saja melalui tanah liat yang rawan longsor, perlu jeli dipertigaan, karena bisa saja ada mobil lain dari arah bawah yang kurang terlihat.

Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 100 meter melewati jembatan bambu. Selain itu, pengunjung perlu memperhatikan peraturan yang ada, yaitu: maksimal penyeberang adalah 5 orang; tidak diperkenankan selfie saat melintas di jembatan

Fasilitas

Penangkaran ini dilengkapi dengan fasilitas parkir kendaraan, toilet, mading (papan informasi), mushalla bagi yg muslim, dan sepertinya ada cottage juga. Selain itu, juga ada arena bermain anak-anak dan area selfie di bagian bawah padang rumput atau di dekat sungai.

Fasilitas lainnya ada kolam renang berbayar. Dengan merogoh kocek Rp 10.000,- bisa menikmati wahana mandi-mandi ini. Lokasinya dekat dengan jembatan penyeberangan, hanya dibatasi pagar saja.

Bagi yang mau berbelanja, di luar area padang rumput banyak jajanan lokal dan instan yang dikelola oleh warga setempat.

Catatan

  • Pada musim hujan, jalanan agak licin, harap berhati-hati.
  • Demi menjaga kesehatan, jangan lupa membawa hand sanitizer dan cuci tangan setelah berinteraksi dengan rusa atau sebelum menyentuh makanan.
  • Ketika pengunjung datang, biasanya rusa mendekat, apalagi jika membawa tentengan atau tas, karena dikira membawa makanan. Pengunjung harap berhati-hati; biar aman, simpan makanan dan keluarkan sedikit demi sedikit.
  • Jangan mengganggu satwa yang lagi istirahat.

Gallery

Referensi

  • Wawancara dengan seorang penjaga dan seorang penduduk lokal.
  • Mading yang ada di penangkaran.