Arsip Tag: Indonesia

Kerennya Lokasi Jet Ski di Indonesia

https://youtu.be/GP_3iqqb2XY

Iklan

Pangsit

Malam ini teman Vietnam saya menjamu kami dengan 餃子 (gyoza) versinya. Makanan yang berasal dari Cina ini bisa ditemukan diberbagai negara dengan aneka bentuk dan versinya masing-masing yang katanya lebih familiar dengan nama wandon.

Di jepang, dikenal dengan 餃子 (gyoza), cara makannya berbeda dengan negara asalnya. Begitupun dengan indonesia yang menjadi salah satu makanan favorit dan dikenal dengan nama pangsit yang biasa dikombinasikan dengan bakso, somai, dll.

Sebenarnya seperti yang sudah kita kenal, isi pangsit itu bermacam-macam, mulai dari daging, udang, sayur-sayuran, dll. Tapi, kali ini yang dibikin oleh teman saya adalah versi sayur-sayuran. Sehat dan enak banget!!!👍👍 Rekomendasi buat para vegetarian 🙂

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gyoza

Liwetan

Liwetan is one of traditions from East Java, Indonesia. All of menu are served on top of banana leaves. Then, to eat it every one use their hand (without spoon, fork, etc.). You usually can find Indonesian traditional culinary such as fried chicken (ayam goreng), tempe, tofu, sausage (sambal), salat (lalapan), etc. That is truly wonderful tradition.

Liwetan adalah salah satu tradisi dari Jawa Timur, Indonesia. Semua menu disajikan di atas daun. Lalu, setiap orang makan dengan tangan. Kuliner tradisional Indonesia yang sering ditemukan adalah ayam goreng, tempe, tahu, sambal, lalapan, dll. Benar-benar tradisi yang indah!

リウェタンはインドネシアの東ジャワの食べ方です。全部メニューはバナナの葉っぱの上に置きます。それから、皆さんは一緒に手で食べます。様々なインドネシアの料理を食べます。例えば、フライチッキんというアヤムゴレンやテンペやタフというとふやサンバルというチリソースやララパンというサラダです。本当に美味しし、いい文化です。

Related Link

Gallery

パスムパハン島

西スマトラのパダンに パスムパハン島が あります。この島は きれいです。青い海があります。そして、お客様も多いです。そこでピクニックをしたり、眉山に登ったり、シュノウケリング「snorkeling」やダイビング「diving」やボレービーチ「volley beach」やキャンプ「camping」をしたりし、楽しいです。これらだけでなく、ここで小さいモスクとかトイレとか入浴もあります。それで、ムスリムの方はお祈りできます。

パスムパハン島の近くには様々なきれいな島もあります。それはパガン島「Pulau Pagang/Pagang Island」やパムトゥサン島「Pulau Pamutusan/Pamutusan Island」やせくアイ島「Pulau Sekuai/Sekuai Island」です。その島はパスムパハン島の眉山の上が見えます。本当にきれいです。

どうやって行きますか。

パスムパハン島に行くとき、二つ方法があります。それは早い方法と普通な方法です。早い方法は普通な方法より最も安いですが、困った事もあります。例えば、道がちょっとあまりよくないです。

早い方法は、パダンからスンガイシピサン「Sungai Sipisang/Sipisang River」の海岸まで 乗り物で一時間 ぐらいかかります。海岸から パスムパハン島まで 小さい船で十分 ぐらいかかります。船の チケットは 六万ルビアです。そうして、パスムパハンの チケットは 一万五千 ルビアです。ベックペッカー「Backpacker」にとって、この方法は難しいですが、おもしろいです。

スンガイシピサン前に、色々なパダンレストラン「Rumah Makan Padang」があります。もし、お弁当を持っていけませんので、その所でナシブンクス「Nasi Bungkus」を買えます。美味しいです。これだけでなく、カンプンニアス「Kampung Nias」の景色も見えます。広い水田があります。

普通な方法は、バケーションパッケージ「vacation package」みたいです。パダンから乗り物でチャロチョック海岸とかカロリン海岸までに行きます。その乗り物は、例えば、アンコット「angkot」です。アンコットと言うのは特別なパダンの乗り物という意味です。他には、自分の車やバイクに行けます。それから、その海岸からパスムパハン島まで船で行きます。様々な値段があります。ガイド「guide」の方もいます。

皆様、旅行時、パスムパン島に 行きましょうか。

写真

Pemberian Nama di Berbagai Negara

Ada pepatah lama yang mengatakan “apalah arti sebuah nama”. Padahal, untuk memberi sebuah nama saja bukanlah sesuatu yang mudah, bukan? Berikut berbagai tata cara pemberian nama di berbagai negara. Check it out..

Indonesia

Dimulai dengan negara tercinta, Indonesia. Bangsa yang kaya akan budaya ini memiliki banyak tata cara pemberian nama, diantaranya:

  • Sumatera Barat (Padang)
    • Pemberian nama di Sumatera Barat sangat variatif, biasanya diakhiri dengan nama orang tua laki-laki. Contoh: Nola Asril. Format: (nama) (nama orang tua laki-laki).
    • Khusus untuk laki-laki, setelah mendapat gelar adat, namanya berubah sesuai dengan gelar yang diberikan oleh kaumnya, contoh: Datuak (Dt.), Sutan (St.), dll.
    • Pemberian nama untuk perempuan yang paling familiar adalah Puti (berarti putri), Siti, dll.
  • Ambon
    • Format: (nama) (nama keluarga). Contoh: Elisabeth Leatemia.
    • Setelah menikah, nama keluarga diganti dengan nama keluarga suami atau dipindahkan ke belakang setelah nama keluarga suami.
  • Medan
    • Pemberian nama biasanya diakhiri dengan marga atau nama keluarga (family/sure name) seperti: Ginting, Siregar, Tarigan, dll.

Filipina

Sedikit mengulas tentang Filipina, negara dengan ibu kota Manila ini memiliki 3 bahasa, yaitu: Tagalog (bahasa asli), Spanyol (bahasa harian/informal) dan Bahasa Inggris (bahasa sopan/formal). Karenanya, pemberian namapun ada yang diadopsi dari negara asal pemilik bahasa tersebut.

  • Secara umum
    • Formatnya: (nama) (singkatan nama ibu). (nama keluarga).
    • Contoh: Mary Grace E. Ducos.
  • Format formal atau bahasa tulisan.
    • (nama keluarga), (nama) (nama ibu).
    • Contoh: Ducos, Mary Grace Edica.
  • Setelah menikah, nama keluarga perempuan (istri) diganti dengan nama keluarga suami.
    • Format: (nama) (nama keluarga) (nama keluarga suami) (nama ibu, boleh dihilangkan).
    • Contoh: Mary Grace Ducos Antonio.
    • Nama ini berubah dalam bahasa formal menjadi Mary Grace E. Ducos-Antonio dengan format: (nama, singkatan nama ibu). (nama keluarga) (nama keluarga suami).
    • Nama panggilan di keluarga dan teman dekat berbeda dengan umum, contoh: untuk nama Grace (umum) dipanggil Kae atau Kaye (dibaca: Key).

Jepang

  • Secara umum, formatnya: (nama keluarga) (nama).
  • Setelah menikah, nama keluarga diambil dari nama keluarga istri atau suami, dipilih salah satunya.
  • Catatan: Saat ini, nama keluarga untuk orang jepang banyak yang sama, meskipun mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

Vietnam

  • Secara umum, format pemberian nama di Vietnam adalah (nama)(nama keluarga).
  • Setelah menikah, nama tidak berubah.

Referensi

  • Dishare oleh Nola, Sano san, Grace, Lisa pada 19 Januari 2017. Tokushima.
  • Fatma dan Ien via sharing pada Januari 2017. Tokushima.

Catatan

  • Nama = First name atau name
  • Nama keluarga atau marga = Sure name atau family name atau last name.
  • Nama ibu (khusus Filipina) = Middle name.
  • Nama keluarga suami = Sure name of husband.

Lain-lain

Prambanan Temple

Prambanan Temple or so called Rara Jonggrang Temple is the largest Hindu temple complex in Indonesia which was built in 9th century. This temple complex has 240 temples. They are consist of 3 main temples, 3 wahana temples, 3 apit temples, 4 kelir temples and 224 perwara temples.

Three main temples are Siwa Temple, Brahma Temple and Wisnu Temple. The high of Siwa Temple that located in the centre of the complex is 47 meter, it is the highest temple in Indonesia.

Caution:

  • Keep clean.
  • No scratching.
  • No smoking.
  • No removing stone structure.
  • No climbing.
  • No food.

Map Of Prambanan Temple Compound:

  • Main Gate Prambanan
  • Archeological Park.
  • Motorcycle Parking Area.
  • Car and Bus Parking Area.
  • Ticket Box.
  • Information Centre.
  • Prambanan – Ratu Boko
  • Shuttle.
  • Prambanan Temple.
  • Play Ground.
  • Prambanan Museum.
  • Lumbung Temple.
  • Bubrah Temple.
  • Sewu Temple.
  • Manjusrigrha Restoration Studio & BPCB Central Java
  • Office.
  • Restaurant.
  • Deer Cage.
  • Cafetaria.
  • Souvenir Shop.
  • Prambanan Unit Office.
  • BPCB DIY Office.
  • Camping Ground.
  • Ramayana Open Theatre.
  • Rama Shinta Garden Resto.
  • Trimurti Theatre.
  • Teater & Pentas Unit Office.

Other Facilities:

  • Mini bus.
  • Bicycle rental:
    • Mini train: Rp 7.500,-
    • Electric train: Rp 5.000,-
    • ATV: Rp 15.000,-
    • Skelter: Rp 5.000,-
    • Single bike: Rp 15.000,-
    • Tandem bike: Rp 20.000,-
  • Baby care room.
  • Audio visual room.
  • Exhibition Center.
  • etc.

This information was taken from the complex of Prambanan Temple. Recommended: Dinas Parieisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta: Cagar Budaya: Candi Prambanan & Dinas Pariwisata DIY.

Jagung Emping Coklat

  • Bahan
    • Emping jagung.
    • Coklat batang.
    • Mutiara kue.
  • Cara
    • Lelehkan coklat dengan api sedang.
    • Tambahkan emping jagung dan aduk rata di atas api kecil.
    • Angkat dan taruh ke kertas roti sesuai keinginan.
    • Taburkan mutiara kue diatasnya secukupnya.
    • Diamkan beberapa saat dan sajikan.
  • Catatan
    • Segera setelah coklat meleleh, segera tambahkan dan aduk dengan emping jagung dan tambahkan mutiara kue. Jika tidak, coklat akan mengeras dan hasil tidak akan maksimal, bentuknya akan cenderung berderai dan rasanya kurang enak.
    • Biasanya, kue ini sering disajikan saat lebaran dan menjadi favorit banyak orang. Tapi, ada juga yang menjadikannya sekedar cemilan disaat bersantai.
Kumpulan resep Ni Mar Gagah

Pulau Cubadak (Cubadak Island)

Pulau ini terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tepatnya di Kawasan Wisata Mandeh (Mande Resort), 40 km di sebelah selatan Padang dan 5 km dari pantai. Lokasi dengan luas 40 km2 ini dapat dicapai dengan kapal dari Pantai Carocok. Salah satu keunikannya adalah pulau dengan pantai yang indah namun memiliki air yang tenang (tanpa ombak).

Pulau Cubadak dikelola oleh orang asing (bule) dengan aneka fasilitas, cenderung memiliki kesan high class. Contohnya, eco-resort “Cubadak Village Resort” dengan tarif penginapan Rp 1.000.000,-/malam. Tarif yang sangat fantastis, khususnya buat para backpacker, bukan? (Dayak, 2015 & dewi magazine, 2013).

Akses kesini bisa menggunakan paket travelling atau fasilitas dari penginapan yang telah dipesan. Baru-baru ini, teman saya bernama Putri, liburan kesini dengan jasa travel dan merogoh kocek sebesar Rp 280.000,- untuk trip Pulau Cubadak, Puncak Mandeh, Pulau Sirandah dan Pulau Setan. Fasilitas yang didapat yaitu alat menyelam, snorkling, dll.

Referensi
  • Dayak. 2015. Wawancara via phone pada 23 Juli 2015.
  • dewi magazine. 2013. Jelajah Pulau Cubadak di Barat Sumatera. Diakses pada 23 Juli 2015.
  • Honesty Putri, wawancara via medsos (BBM) pada 23 Juli 2015.
  • Wikipedia. n.d. Pulau Cubadak. Diakses pada 23 Juli 2015.

Makam Belanda (Dutch Graveyard)

Komplek pemakaman tua ini telah ada jauh sebelum Kebun Raya Bogor didirikan tahun 1817 oleh C.G.C Reinwardt. Bentuk nisan, ornamen dan tulisannya sangat menarik untuk Anda amati.

Disini terdapat 42 makam, 38 diantaranya mempunyai identitas, sedangkan sisanya tak dikenal. Kebanyakan yang dimakamkan disini adalah keluarga dekat gubernur jenderal yang menjabat tahun 1836-1840. Juga makam Mr. Ary Prins, seorang ahli hukum yang pernah dua kali menjadi pejabat sementara gubernur jenderal Hindia Belanda.

Ada pula dua orang ahli biologi yang meninggal tahun 1820-an dalam usia muda dan dikuburkan dalam satu makam. Mereka adalah Heinrich Kuhl dan J.V. Van Hasselt, anggota ‘The Betherlands Commission for Natural Sciences” yang dikirim ke Indonesia untuk bekerja di Kebun Raya Bogor.

Makam tertua di komplek pemakaman ini adalah makam seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda yang bernama Cornelis Potmans, wafat 2 Mei 1784. Sedangkan yang paling baru adalah makam Prof. Dr. A.J.G.H Kostermans yang meninggal tahun 1994. Ia adalah seorang ahli botani terkenal dari Belanda yang menjadi warga negara Indonesia sejak tahun 1958. Kostermans dimakamkan dekat lingkungan tumbuhan yang ia cintai sesuai keinginannya, selain sebagai penghargaan pemerintah Indonesia atas jasa-jasanya untuk ilmu pengetahuan. Hingga akhir hayatnya, ia bekerja di kantor Herbarium Bogoriense yang terletak di seberang Kebun Raya Bogor.

Dutch Graveyard

This old cemetery was here long before the garden was established by C.G.C Reinwardt in 1817. The gravestones, their ornaments and scripts are quite artistic. There are 42 gravers, in the area; 38 of which supplied the identities of the dead persons. Most of them were relatives of the Dutch colonial governor generals at the time. Among these are the graves of D.J de Eerens a governor general during 1836-1840 and Mr. Apy Prins a lawyer who were twicw the acting governor general.

Here are where two young biologist were in one grave: HeinrichKuhl and J.C. Van Hasselt. They were members of the Netherlands Commission for Natural Sciences who worked t the garden and claimed as the first to climb and reach the peak of Mt. Pangrango in West Java.

The oldest grave in this area is the grave of a Dutch chemist administrator, Cornelis Potmans, …..

Referensi

Semua informasi yang saya posting disini disalin dari berbagai media yang terdapat di Kebun Raya Bogor, seperti: informasi tertulis yang disediakan tepat di dekat objek; dengan perubahan seperlunya.

Oleh-oleh Khas Maninjau

Biasanya, oleh-oleh khas Maninjau dan sekitarnya itu identik dengan olahan pensi, rinuak dan bilih. Rasanya?! Jangan ditanya, delicious...

Pensi

Makanan dari sebangsa kerang dalam ukuran kecil ini biasanya dijual dalam versi telah dimasak, ditumis dengan bumbu bersama kerangnya. Tapi, jika kamu hobi masak atau mau menambah koleksi resep dapurnya, bisa bikin sendiri, beli aja versi mentahnya. (Ntar saya posting resepnya).

Rinuak

Nah, rinuak ini sejenis ikan dengan ukuran yang sangat kecil dan tak bertulang. Beberapa olahan rinuak yang biasa dijual untuk dijadikan oleh-oleh, yaitu:

  • Keripik rinuak

 

  • Palai rinuak
Bilih

Bilih merupakan sejenis ikan dengan ukuran kecil, mungkin boleh dibilang sebangsa bada. Biasanya ikan dijual dalam versi digoreng, rasanya khas dan gurih.

Pasar Pabukoan Bukittinggi

Yah, telat nih saya postingnya, wong udah H-2 lebaran, toh? Tapi tak pa lah ya.. 😉
Pasar Pabukoan Bukittinggi ini dikenal juga dengan Bazar Kuliner Ramadhan, jadi setiap bulan Ramadhan biasanya selalu diadakan. Lokasinya terletak di wilayah Pasa Ateh (Pasar Atas), tepatnya di seberang Masjid Raya Bukittinggi, dekat Janjang 40 /Janjang ampek puluah/ (Jenjang empat puluh).
Kali ini memang tampak sepi, mungkin saya yang kecepatan sampainya, jadi belum semua stand buka, biasanya sore rame atau menjelang waktu berbuka puasa (menjelang Maghrib).
Nah, buat yang doyan kuliner Minangkabau, bisa banget mampir disini.. Bukittinggi emang surganya makanan!!! 😉

Kuliner & Oleh-oleh Khas Curup

Ada yang bilang kalau Curup tidak memiliki makanan khas, apalagi untuk oleh-oleh. Biasanya yg dijadikan oleh-oleh itu seperti pempek (salah satunya).

Namun, kali kedua saya ke Curup, ketemu seorang penumpang bernama kak Nur, urang awak yg tinggal di Curup; mengatakan makanan khas Curup ada yaitu Lema, sejenis sayuran rebung yang dicincang-cincang dan didiamkan selama 4 hari, kemudian baru dimasak, seperti digulai. Ketika ditanya rasanya seperti apa, tidak ada satupun, bahkan penduduk asli sekalipun, yang bisa menceritakannya. Komentarnya hampir sama, tidak berani mencoba karena aromanya. Mungkin bagi anda yang sudah pernah, bisa sharing ke kita-kita 😉

Kuliner

Bakso Bakar Di Seberang STAIN Curup. Uniknya, bakso bakar ini juga bisa dikombinasi dengan sate biasa (ketupat dan kuah sate seperti di Padang). Saat memesan, ada baiknya kamu request dulu sama Bapak yang jualan, bisa-bisa nangis bombay karena kepedasan 😀 1 porsi Rp 5.000,-.

Oleh-oleh

Oleh-oleh khas Curup, bisa dibeli disini nih… Lokasinya di samping kanan STAIN  Curup. Ada Manisan Terong, Manisan Tomat, Permen Pepaya, Dodol Terong, Dodol Pepaya, Dodol Perenggi, dll deh (ada aneka Kripik juga).

Di Bundaran, ada yang jualan pisang karamel dan oleh-oleh lainnya. Hanya saja, kebanyakan oleh-oleh itu rata-rata lebih cenderung ke makanan Minang (seperti keripik balado, pisang sale, dll). Tapi, pisang sale ada yang beda nih, ada kemasan basahnya, Rp 25.000,-/bungkus. Rasanya kenyal, manis, dengan aroma yang khas.

Trip Ke Pulau Pasumpahan

Ceritanya nih, kemaren saya diajakin Dayak (teman saya yang sering ngetrip ke Pulau Pagang, Pulau Pamutusan, Pulau Pasumpahan untuk trip bukit dan Pulau Sekuai dengan bajet backpacker) ke Pulau Pasumpahan. Seneng bangeet.. secara dari dulu batal terus 😀

Nah, pagi ini kita udah standbye di Simpang Anduring, ngumpul dulu sebelum berangkat. Disini saya ketemu teman baru, kecuali Firman; ada bang Dido dan bang Ihsan. Ntar ada bang Yendi dan jagoan kecilnya Denov, menyusul gabung di jalan menuju kesana. Kita berangkat pake motor, jadi mirip touring gitu 🙂 Sayangnya, ada beberapa orang yang batal ikut karena suatu hal. So, it’s OK, let’s go to Pasumpahan Island, yuhu…. 😉

Kita melewati rute Sungai Sipisang, biar ga lama di laut, lebih cepat sampai ke pulau 🙂 Selain kesini, bisa juga melalui Pantai Carolin atau Pantai Carocok, dengan paket tertentu, sesuai guidenya. Namun Dayak menyarankan lebih cepat lewat ke Sungai Sipisang, meskipun akses kesana sedikit kurang bagus, ada sepenggal jalan yang masih berkerikil dan ada satu tikungan tajam, tapi seterusnya cukup bagus. Ga harus pake motor, pake mobilpun bisa 🙂 Ntar semua kendaraan dititip di rumah warga tertentu sebelum menyebrang ke pulau 😉

Kita mampir dulu di rumah makan sebelum masuk Sungai Sipisang, beli bekal, bajetnya sekitar Rp 16.000,-, udah termasuk air mineral kantongan 😀 Nasi dan sambal dibungkus terpisah biar enggak cepat basi 😉

Waaah… view disini masih asri banget.. hijau… bikin mata sejuk memandang 🙂 tenang.. damai.. everythinglah pokoknya, kontras dengan tempat tinggal kami 😀 Kita juga melewati Kampung Nias, sawah-sawah yang sedang dipanen, dll..

Ada tragedi juga nih dalam perjalanan, motornya bang Ihsan kehabisan minyak, walhasil dia mesti nyari-nyari tempat yang sedia BBM disekitar sini. Syukurlah aman wae sampe tiba di lokasi 😀

Kita stay di rumah bang Andi, abang yang punya kapal. Setelah rehat sejenak, baru deh kita caw menuju pantai, menunggu kapal menjemput. Disini pemandangannya OK punya lho.. Pantai ini seperti sengaja dipagari oleh pancangan tiang-tiang yang melingkar dibibir pantai dan diramaikan dengan pohon kelapa yang menjulang rapi disisi pinggirnya, apik… Di sayap kiri terparkir aneka kapal besar, yang kata bang Dido nih, rentalnya bisa sampai milyaran!!! WOW..! Sementara disisi terdepan, terbentang luas laut dengan riak kecil, tampak beberapa pulau di sayap kiri memagari pantai ini hingga ke Pulau Pasumpahan.

Hari ini semakin luar biasa, ga cuma ke pulaunya yang real, tapi cuaca kali ini juga sangat bersahabat, cerah.. Alhamdulillah.. Jadi ga sabar nih pengen cepat-cepat sampai di seberang 😀

Tak ingin melewatkan moment, kitapun sibuk mengabadikan potret alam nan elok ini 😉 Sementara Denov kecil sibuk bermain di riak air tanpa takut, padahal umurnya baru 3,5 tahun, lho.. saluut..

Wah, akhirnya, kapal kita datang.. Yuk, ke Pulau Pasumpahan.. 😉

Amazing.. Emang bener… pulaunya bagus banget.. masih bersih, lautnya seperti agar-agar berbatas 2 warna, bening (berkilau cahaya) dan biru.. 😀

Tanpa petatah-petitih, kita langsung sibuk nyebur sana-sini setelah cukup puas bernarsis ria 😀 Tapi… saya sempat panik ketika merasa memegang sesuatu yang lenyek (kenyal) di laut yang cukup dalam (area biru), kemudian mulai gelagapan saat melihat ada yang bercahaya (mirip cahaya lampu di bukit berkabut) hilang timbul terawang dari dalam air, entah kenapa saya yakin “jangan-jangan itu ubur-ubur!!!”, saya langsung berteriak minta dipapah ke pinggir. Bukannya membantu, yang lain malah ngeledek, pada sibuk ngusilin saya, hadeeh.. Dengan meyakinkan, bang Dido bilang kalau ubur-ubur itu ga ada di cuaca cerah begini, tapi saya tetap yakin itu ubur-ubur dan berusaha menepi 😀

Namun, akhirnya mereka mulai percaya setelah melihat ada ubur-ubur yang terbawa riak ombak. Semua langsung bereksperimen. Bang Dido menceritakan kalau dirinya pernah disengat ubur-ubur yang menyisakan luka bakar. Bang Yendi mengeluh kulitnya gatal-gatal kena lendir siubur-ubur. Ada juga yang bilang, ubur-ubur yang terdampar itu sudah mati. Saking penasarannya, kita berebut memastikan, Firmanlah yang pertama memegang ubur-ubur dari pangkal kepalanya yang terbalik, agar tidak menyentuh bagian tentakelnya yang bisa menyengat. Ternyata apa yang bang Yendi alami, saya alami juga. Kulit saya gatal-gatal kena lendir si ubur-ubur, begitu juga Firman. Tapi sejauh ini aman, belum pernah dilaporkan ada yang menjadi korban sengatan ubur-ubur disini 😀

Setelah ini, kita lanjut ke trip bukit. Di kaki bukit, ada akar pohon yang mirip gantungan di film-film Tarzan. Dayak eksis berayun-ayun disana, waaah.. saya juga mau nyoba ahh… malangnya, bukannya berayun diangin, saya malah meluncur di tanah, hadeeeh… Ga okeh banget nih.. 😦 Terus, ada lagi buaian sederhana yang dibikin menghadap laut, dipayungi oleh rimbunnya pepohonan besar dan diterpa sejuknya angin pantai, ademm…

Kita meneruskan perjalanan menuju Puncak Pulau Pasumpahan. Hey, tunggu, lihat!! Ada kelumang!! Cantik… unik… Kelumang ini sejenis umang-umang yang besar 😉

Untuk tahap bawah ini, jalannya tidak terlalu curam, namun memang sedikit licin, tanahnya lembab, jadi kudu hati-hati.. Tapi jangan khawatir, disini, dipinggiran jalan setapak ini, difasilitasi tali yang cukup kuat, mempermudah kita untuk sampai ke atas. Pertengahan hingga puncak bukit mulai cukup curam, tanahnya kering dengan pendakian yang lebih miring. Saya sampai ngos-ngosan mencapai puncak bukit 😀

Sesampai di atas, kita mulai haus.. Sayang banget, ga ada satupun yang ingat buat ngebawa air mineral!! Waaa.. padahal tadi udah sering diomongin, lho.. Panas di atas ini lebih terik.. Tapi, rasa haus dan capek mulai hilang dengan sendirinya melihat pemandangan sekitar sini, indahnya…

Oya, yang pergi ke puncak cuma kita berlima ceritanya nih, bang Yendi ga ikut karena Denov masih ingin bermain air, secara Denov kan jagoan air kita 😉 Lagian sulit juga ngebawa anak kecil dengan akses seperti itu 🙂

Nah, turunnya beda lagi nih tantangannya.. Kalau saya boleh memilih, saya pilih menggelinding aja deh biar cepat sampai di bawah, hahaa (ngeyel). Akhirnya, kita sampai di bawah, tidak seberat perjuangan ke puncak tadi 😀 Then, yuk makan siang..

Gilaaa… nasinya bentuknya aja yang porsi minimalis, isinya padat bok.. Saya muai tekewer-kewwer ngabisinnya, padahal udah dibantuin 😀 Enaknya basalanjuang (makan bersama) nih tadi, hihi..

Udah berenang, udah ke puncak bukit, udah kenyang.. apa lagi nih agendanya? Folley beach!! Yeah, olahraga yang paling tidak saya suka, tapi sayang banget dilewatin.. Yuk, come on… Itung-itung buat happy-happyan, hee.. Disini kita kenalan sama “Haw”, cewe asal Vietnam yang lagi kuliah disini. Ga lama, permainan makin rame dan saatnya sianak bawang mengundurkan diri, haha..

Sekarang udah pukul 13.30 WIB, kayaknya udah waktunya ganti baju. Oya, disini juga ada mushalla dan kamar mandinya, lho.. Jadi ga usah khawatir mau ganti baju dimana.. Mushallanya juga menyediakan mukena dan tempatnya bersih 😉

Sehabis ganti baju, saya kembali ke markas (ciile, maksudnya ke tempat bentangan tikar roundnya kami). Ternyata mereka sempat snorkling tadi.. Waaa, saya ketinggalan nih.. Walhasil, saya bela-belain ganti baju lagi demi nyobain snorkling 😀 Tapi.. alatnya bang Dido udah ada yang minjem, so mereka nyari pinjem sama yang lain.. Hm, itulah enaknya punya teman yang supel ya, kemana aja ga perlu ribet, tinggal ngomong sana, ngomong sini, semua aman, salut.. Eh, untungnya kita ketemu sama teman SMA, King; terus Dayak nyoba minjem sama King. Jadi deh kita snorkling.. 😉

Waaah, cantiknya.. terumbu karang dan ikan-ikannya cantik… Sayang, kita ga ada yang punya kamera anti air, kalaupun bang Dido punya berbagai properti itu, kantongnya sobek pula, hadeeuh.. Tapi ga papa, it’s OK, ini udah lebih dari cukup 😉 Lalu, saya duluan ke markas ninggalin Firman yang masih sibuk bersnorkling ria sendirian 😀

Abis ini, saya ganti baju lagi dan standbye di markas. Yang lain masih ada yang ngajakin berenang, tapi saya rasa sudah cukup. Hari ini bener-bener serruuu…!!! 😉

Pas kita pulang, cuaca tampak mulai mendung.. Untungnya masih aman hingga ke seberang. Namun, untuk seterusnya, kita perlu berhenti beberapa kali untuk berteduh atau sekedar mengamankan tas dari hujan. Sampai di Padang, kita langsung diguyur hujan lebat, fiuh..

Menjelang Maghrib, tersisa Dayak, Firman, bang Dido dan saya. Kita ngumpul di tempat bang Dido, menunggu hujan reda. Selesai Maghrib, kita ada history konyol lagi nih, beberapa kali mobil sedan yang dipake Fiman dan Dayak buat nganterin saya, mati mendadak di jalan, sekali pas lampu hijau baru nyala 😀 Nah, dirumah nih, Unjut ketawa terbahak menceritakan kalau dia ketemu mobil sedan putih yang lagi mogok disimpang abis lampu merah, dianya ngeledek gitu dan makin heboh setelah tau itu mobil yang kita pake 😦

Pokoknya, hari ini luar biasa 😉 Ups, saya lupa promoin nih, ada slogan Firman nih yang fenomenal “Luccu.. Lenyai..” Kita excited pada ngikutin 😀

Semua foto hasil potret dari kita-kita