Tag Archives: Japan

Awa Odori

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Osusowake (御裾分け)

Osusowake, istilah yang satu ini boleh dibilang baru, karena belum familiar. Di Indonesia, saat panen, biasanya ada kebiasaan berbagi, seperti memberikan sedikit hasil panen pada kerabat, tetangga, dan orang terdekat lainnya. Begitu pula di Jepang, masa tanam yang biasa dilakukan dimusim panas ini, hasilnya akan dikumpulkan pada yang punya lahan/kebun, lalu yang punya kebun membagikannya ala kadarnya (sedikit-sedikit) pada orang-orang tertentu. Nah, ini dikenal dengan istilah osusowake.

Kamus

  • 御裾分け 「おすそわけ」/osusowake/

Referensi

  • Tominaga san via sharing, Tokushima (6/2017).

Jajanan Takoyaki Di Tokushima

Siapa yang tak kenal dengan takoyaki, makanan khas jepang ini begitu familiar di kalangan pecinta kuliner di Indonesia. Hampir di berbagai tempat bisa ditemukan; paling tidak, versi kaki lima-nya yang didesain menarik, lengkap dengan aneka dekorasi dan atribut ala jepang-nya.

Makanan berbentuk bola dan berisi potongan gurita ini tersedia dalam berbagai kemasan. Nah, lho.. Buat yang ready di Tokushima, ada beberapa rekomendasi nih..

Takoyaki Ikubee

Jajanan takoyaki yang dikelola oleh seorang obasan (bibi) ini, biasanya buka di sore hari. Disini, tersedia aneka menu takoyaki dengan harga variatif, ¥450-¥500. Berlokasi disamping The Health Service Facility Elderly Garden atau diseberang Halte Kamona.

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Takoyaki Takosen (たこやきと・たこせん)

Menurut yang jual, takoyaki ini adalah bagian dari takoyaki yang ada di Osaka, tepatnya di dekat Jembatan Ebisubashi, Namba. (Buat para hantu takoyaki mah kudu resign nih kalau ngaku nggak tau 😀✌🏻).

Disini, takoyaki yang disajikan lebih kering dan cruncy tentunya. Untuk sausnyapun, kita bisa memilih mau pakai shoyu atau dashi. 1 porsi berisi 6 buah seharga ¥400. Mobil keliling ini standbye di pelataran parkir Supermarket Kyoei Kamona setiap hari sabtu pukul 09.00-20.00 (waktu setempat).

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Sedangkan dashi yang dimaksud, dikemas di dalam botol kecil, berasal dari minyak dedaunan. Dari tulisannya プチいちご特製だし汁付けタコ, yang mungkin berasal dari perasa strawbery & gurita. Jika memilih saus jenis ini, diberikan gelas kertas (cup). Caranya, dashi diseduh dengan air hangat dengan perbandingan dashi : air hangat 1:2.

Takoyaki di Itano City

Nah, buat yang suka festival lighting, biasanya setiap tahun ada Itano Illumination di Itano City, Tokushima. Disini, selain yakisoba (mie goreng khas jepang), juga ada takoyaki cruncy seharga ¥400.

Buat yang muslim, silahkan konfirmasi ulang jika ragu. Tapi untuk yakisoba sudah pasti tidak halal, karena dikombinasi dengan daging pork.

Takoyaki di Supermarket

Tidak hanya di tempat khusus, di supermarket-pun bisa ditemukan takoyaki dengan harga ekonomis dan rasa yang enak. Tapi, buat para muslim, selalu cek bahan-bahannya, karena biasanya selalu ada shake didalamnya; kalau tidak dari takoyakinya, berarti dari sausnya.

Jembatan Onaruto

Belum lengkap rasanya ke Osaka jika belum mampir ke Namba melihat Patung Glico, begitu juga dengan Tokushima. Pastinya, destinasi yang paling dicari disini adalah Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge) yang menjadi landmark-nya Tokushima.

Jembatan ini menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo. Uniknya, disini ada uzu alias pusaran air yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah fenomena alam. Pusaran air ini terjadi 2x sehari sesuai dengan waktunya (bisa disearching di internet atau dibaca di leaflet terkait). Pasang-surut arus laut ini dipengaruhi oleh pergerakan bulan, semakin penuh penampakan bulan di bumi, semakin besar uzu terbentuk.

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) ini, ada sebuah toko omiyage (oleh-oleh) yang juga menyediakan udon (mie berukuran lebar dan tebal) dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Selanjutnya, dari toko ini, berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah bawah, menuruni jalan besar beraspal dengan tikungan cukup tajam. Setelah sampai di pertigaan yang memiliki akses jalan sedang di sisi kanan jalan, menyeberang dan berjalan sekitar 5 menit. Disini ada pelabuhan mini dan loket pembelian tiket.

Di loket ini, tersedia banyak informasi wisata di sekitar naruto, aneka omiyage dan cenderamata khas Tokushima, juga tentunya tempat pembelian tiket (termasuk check-in bagi yang sudah memiliki tiket). Bahkan, jika ingin melanjutkan perjalanan ke uzo no michi-pun bisa menambah pembelian tiket seharga ¥250.

Setelah check-in, pengunjung mesti menunggu di loket sampai jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, melalui proses antri, wisatawan menaiki kapal dan bebas memilih area dalam ruangan atau luar ruangan. Biasanya, mayoritas pengunjung lebih memilih di beranda kapal, karena bisa berinteraksi langsung dengan si uzu nan ‘jinak’ selama 20-30 menit.

Spot alam yang luar biasa menakjubkan itu bisa ditemukan di beberapa titik. Dan, buat pelancong yang siap uji nyali, pastinya juga siap menyapa si “uzu” nan kece badai, bukan?! Pusaran air yang cukup besar juga akan membuat gelombang besar dan dengan lincahnya mengayun-ayunkan sisi badan kapal hingga sesekali riaknya menyapa pengunjung bak hujan gerimis. Buat yang hobby berselfieria, kudu hati-hati nih disini, jangan sampai saking eksisnya malah lupa kalau kameranya sudah ikutan terbang dan berenang, ya..

Gallery

Kamus

  • 大鳴門橋 /oonaruto hashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge).
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Stasiun Tokushima (Tokushima Station).
  • 渦潮 /uzushio/ = Pusaran air (Whirpool).
  • のりば /noriba/ = Tempat menaiki bus (Halte).
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh.
  • 船 /fune/ = Kapal.
  • 鳴門公園 /narutokouen/ = Taman Naruto (Naruto Park).

 

Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Ibarat Padang dengan Tari Piring-nya, Tokushima identik dengan Awa Odori (Tarian Awa). Biasanya, setiap tahun, awa odori bisa dinikmati festivalnya di musim panas (natsu), pada bulan Agustus di Perfektur Tokushima. Tapi, buat yang penasaran, ingin melihat langsung di waktu yang berbeda, bisa mengunjungi lantai 2 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway) dengan insert ¥600. Lokasinya dekat dengan Tokushima Station (satu halte bus sebelum stasiun).

Disini diperkenalkan evolusi tarian awa. Buat yang tidak mengerti bahasa jepang, disediakan teks dalam bahasa inggris. Pengunjung juga diajak ikut serta, lho.. Pada akhir acara, diberikan perhargaan (sertifikat) layaknya wisudawan/wisudawati, namun ini hanya diserahkan pada 2 orang pengunjung yang beruntung saja. Jika Anda salah satu diantaranya, pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa!

Nah, yuk kita ngotrelin alias ‘ngobrol travelling’ objek wisata unik yang satu ini, check it out..

Lokasi Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Terletak sekitar 700 meter dari Tokushima Station (jika menggunakan bus, satu halte sebelum stasiun). Akses dari Tokushima Station bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit) lurus hingga menyeberangi sekitar 2 perempatan besar dan jembatan Shinmachibashi berikut jejeran pertokoan di gedung bertuliskan kanji新町橋(Shinmachibashi).

Gedung Awa Odori Kaikan ini cukup unik, dari kejauhan bisa dilihat ropeway berlalu-lalang dari bagian tertinggi gedung hingga puncak gunung. Tak kalah unik, di halaman depannya terdapat tempat duduk berbahan dasar kayu dan atapnya menyerupai topi penari perempuan awa odori yang menjadi salah satu maskot Tokushima. Wisata ini juga bersebelahan dengan jinja. Jadi, terbilang sangat mudah ditemukan.

Insert

Untuk masuk Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), pengunjung bisa memilih paket sesuai keinginan. Berikut pilihannya:

  • Umum
    • Awa Odori Museum: ¥300
      • Buka pukul 09:00-17:00 dengan entrance sampai 16:50.
      • 28 Desember hingga 1 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Awa Odori Hall
      • Afternoon dance (tarian sore): ¥600
        • Ditampilkan oleh tim tari khusus: AWANOKAZE.
        • Di akhir pekan (weekdays), tampil pukul 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Sabtu, minggu dan hari libur, tampil pukul 11:00, 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Lama penampilan: 40 menit.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • Penampilan khusus pada 12-15 Agustus.
        • 28 Desember hingga 3 Januari (2-3 Januari ada penampilan khusus) bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
      • Evening dance (tarian malam): ¥800
        • Ditampilkan oleh tim tari terkenal (1 tim setiap malam).
        • Penampilan selama 50 menit dari pukul 20.00 hingga selesai.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • 21 Desember hingga 10 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Ropeway
      • Insert:
        • One-way (6 menit):¥610
        • Return:¥1.020
      • Buka setiap tahun.
        • April-Oktober: 09.00-21.00
        • November-Maret: 09.00-17.30
        • *12-15 Agustus: 09.00-22.00
        • *Selama event khusus: 09.00-21.00
  • Paket (great-deal unit price)
    • Set 3 pilihan (set of three options)
      • Museum + afternoon dance ropeway (return) = ¥1.620
    • Set 2 pilihan A (set of two options A)
      • Museum + ropeway (return) = ¥1.120
    • Set 2 pilihan B (set of two options B)
      • Museum + afternoon dance = ¥800

*Diskon lainnya tidak bisa digunakan bersamaan dengan set tiket.

Tiket bisa dibeli di jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis), sebelah kanan dari pintu masuk. Jika tidak mengerti, ada bagian informasi yang station-nya bersebelahan dengan jidouhanbaiki.

1F Arudeyo Tokushima (Lantai 2)

Memasuki gedung, pengunjung bisa membeli tiket di sebelah kanan melalui jidouhanbaiki. Jika segera lanjut ke lantai berikutnya, ada lift di sisi kiri. Namun, jika ingin cuci mata dengan aneka cenderamata dan omiyage (oleh-oleh) khas Tokushima, pengunjung bisa langsung ke sisi belakang. Makanan khas Tokushima seperti manju, osato, segala bentuk olahan imo (ubi berkulit ungu dengan isi kuning, hasil pertanian andalan di Tokushima). Cenderamata yang khas yaitu mainan HP (mobile phone) berbentuk sodachikun (boneka dengan dominasi warna hijau yang menjadi icon Tokushima) dan boneka penari awa odori.

Lantai dasar ini buka dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Khusus tanggal 21 Desember sampai 10 Januari (termasuk hari libur), buka sampai pukul 18.00. Namun, pada 28 Desember hingga 1 Januari, tempat ini bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.

2F Awa Odori Hall (Lantai 2)

Nah, ini nih yang tadi sempat diulas di prolog.. Buat pengunjung yang ingin melihat langsung keelokan awa odori ataupun berminat untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menarikan tarian awa, disinilah tempatnya. Disini diceritakan evolusi awa odori  berikut contoh gerakannya. Penyampaiannya mirip presentasi seminar dan buat pengunjung asing tersedia teks dalam bahasa inggris.

Kemudian, di akhir acara, buat yang beruntung bisa mendapatkan sertifikat, hanya untuk 2 orang pengunjung saja! Tidak hanya diserahkan layaknya wisudawan/ti, buat pengunjung yang ikut menari juga diberikan kain pengikat kepala unik dengan dominasi warna biru dan putih, khasnya tarian awa.

Dibagian luar, sebelum atau setelah teater, di sisi kanan lift, ada papan berdesain khusus yang bagian kepalanya dilobangi (salah satu media untuk bereksis-ria). Di bagian dindingnya tersusun dengan sangat apik lampion-lampion bertuliskan kanji. Selain itu, juga ada sofa, tempat ini ditata seperti lobi dalam bentuk minimalis tapi luas.

3F Awa Odori Museum (Lantai 3)

Di lantai ini, pengunjung disuguhkan penampilan tarian awa yang didesain menarik, kemudian dibawa menelusuri sejarah awa odori. Diantaranya, lukisan yang menceritakan kehidupan masa lalu masyarakat awa, miniatur-miniatur, alat musik dan pakaian awa odori, bioskop 3D /tridi/ bertemakan tarian awa, dll. Yang paling menarik, ada 2 robot yang menampilkan gerakan awa odori.

5F Bizan Bottom Ropeway Terminal (Lantai 5)

Lantai ini merupakan terminal awal ropeway yang nantinya akan mengantarkan pengunjung ke puncak gunung dengan view elok kota Tokushima. Di lantai ini juga terdapat sebuat restoran. Uniknya, tersedia makanan HALAL!! Ada tulisan حلال-nya! Kabar gembira nih buat yang muslim. Namun, restoran ini hanya buka hingga jam 5 sore saja.

Bizan Ropeway

Ropeway ini memiliki 2 jalur yang akan mengantarkan pengunjung menyisiri hamparan area pepohonan hingga puncak gunung. Semakin tinggi, semakin terlihat view lepas pemandangan kota Tokushima yang menyuguhkan indahnya kombinasi daratan dan lautan.

Di puncak gunung ini ada teropong khusus (seperti teropong yang ada di puncak Monas, Jakarta) yang bisa digunakan untuk menelisir pemandangan sekitar dalam jarak pandang yang cukup jauh hanya dengan memasukkan uang koin ¥100. Selain itu, disini juga terdapat jinja dan pagoda.

Pagoda

Khusus pagoda, ada acara tahunan (annual events):

  • Waktu:
    • 21 Maret
    • 15 Agustus
    • 26 September
  • Insert:
    • Dewasa: ¥200
    • Anak-anak: ¥100

Hanami (花見)

Tak ada yang tak kenal bunga sakura (cherry blossom), bukan?! Nah, alih-alih mau masuk bulan April, alias waktunya musim semi (springharu 春), di gunung ini bakal terlihat nuansa pinky-pinky-nya. Dan, ini menjadi waktu yang tepat buat para pengunjung yang tak ingin melewatkan kesempatan buat hanami-an.

*Hanami (花見) dalam bahasa jepang berarti melihat bunga, ini merupakan tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga, terutama sakura.

Gallery

Referensi

  • Semua informasi disadur dari Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).

Recommended Link

ひな祭り (Hinamatsuri)

Hinamatsuri merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan. Buat yang stay di Tokushima dan disekitarnya, bisa mengambil akses dari 徳島駅 (Tokushima Station) dengan menaiki 徳島バス (Bus Tokushima), lama perjalanan sekitar 50 menit.

Lokasi event ada di 人形文化交流館前. Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat).

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Februari 2017.

Bunga Ume (梅)

梅 (ume), bunga cantik yang tidak begitu dikenal ini sering dikira sakura. Padahal, bunga nan anggun ini mekar sekitar bulan Maret, setelah bunga momo yang menjadi pembuka musim semi (aki). Sementara sakura, maskotnya Jepang, malah mekar setelahnya, di bulan April.

Jadi, jika diurut, bunga momo mekar lebih awal di musim semi dengan rentang waktu sekitar 2 mingguan, bunga ume kira-kira 1 bulanan dan bunga sakura berkisar 2 mingguan. Waktu yang cukup singkat, tapi sangat dinantikan oleh banyak orang.

Meskipun bentuk bunga ume nyaris sama dengan bunga sakura (buat yang belum tau), pohonnyapun juga berbeda. Bunga ume tidak serindang bunga sakura. Meskipun begitu, tak kalah indah, bukan?!

Setsubung 節分

Musim Di Jepang 

Jepang merupakan negara yang memiliki 4 musim, yaitu musim panas (natsu), musim gugur (aki), musim dingin (fuyu) dan musim semi (haru).

Apa itu Setsubung?

Setsubung (節分) dalam bahasa jepang berasal dari pemisahan 2 huruf kanji dengan yomikata (cara baca) yang berbeda, 節 (setsu) yang berarti musim (season) dan 分 (wakeru) yang berarti pembagian. Jadi, setsubung memiliki makna 季節が分かれる (pembagian musim).

節分の日 (setsubung no hi)

Dalam bahasa indonesia, 節分の日 berarti hari pergantian musim yang biasanya selalu dirayakan sehari sebelum memasuki musim yang baru. Event ini menjadi bagian dari festival musim semi (haru matsuri).

Di jepang, tanggal 4 Februari adalah awal dari musim semi. Karenanya, setsubung biasa diadakan setiap tanggal 3 Februari dan diikuti dengan ritual mamemaki.

Mamemaki

Mamemaki (豆まき) berarti menebar kacang buncis. Ritual ini dilakukan untuk mengusir hal-hal buruk dengan cara melempar kacang kedelai pada sosok yang memakai topeng oni (iblis). Kacang ini dilempar di pintu masuk rumah (entrance) sambil mengucapkan “oni wa soto! fuku wa uchi!“. Ucapan ini berarti “pergilah kesialan! datanglah kebaikan!”.

Oni pada Mamemaki

Di Jepang, oni menjadi simbol dari segala keburukan. Sosok oni pada mamemaki adalah hantu yang menyerupai manusia, memiliki taring dan tanduk, kemudian mengenakan rok dari kulit harimau. Kenapa bisa begitu? Nah, ini ada ceritanya..

Oni itu datang diantara arah utara (kita) dan timur (higashi), sehingga dalam 12 shio jepang, berada diantara shio kerbau dan shio harimau. Tanduk oni diambil dari rupa kerbau. Sementara taring dan rok diambil dari rupa harimau.

Iwashi

Menurut kepercayaan orang jepang, oni tidak menyukai ikan (鰯), karena kusai (bau). Jadi, di setsubung, iwashi menjadi salah satu menu andalan selain mame.

Makizushi

Meskipun makanan ini biasa dijumpai di hari biasa, namun khusus di 節分の日, jenis sushi ini menjadi salah satu menu utama, namanya makizushi.

Seperti sushi pada umumnya, makanan tradisional jepang ini terdiri dari nasi sushi yang khas dengan rasanya yang asam, ikan (sakana), mentimun (kyuri), telur (tamago), dan netazushi (isi sushi) lainnya. Uniknya, sushi ini dibuat dalam berbagai bentuk yang lucu, lho.. Salah satunya adalah bentuk oni yang menjadi icon di mamemaki.

Catatan

  • Pada ritual mamemaki, ada juga versi yang menyebutkan mengusir hal-hal buruk dengan cara melempar kacang kedelai sebanyak umur kita pada sosok yang memakai topeng oni.
  • 節分 (せつぶん) dibaca juga dengan setsubun, karena ん dalam aksara jepang bisa dibaca dengan akhiran n, m, atau ng.

Kamus

  • 節 (setsu) = Musim (season).
  • 夏 (natsu) = Musim panas.
  • 秋 (aki) = Musim gugur.
  • 冬 (fuyu) = Musim dingin.
  • 春 (haru) = Musim semi.
  • 日(hi) = Hari.
  • 節分の日 (setsubung no hi) = Hari pergantian musim.
  • 春祭り(haru matsuri) = Festival musim semi.
  • 東 (higashi) = Timur.
  • 北 (kita)  = Utara.
  • Oni = Iblis.
  • Netazushi = Isi sushi.

Referensi

  • Setsubun, Festival Musim Semi. Diakses pada 28 Januari 2017.
  • Sano san  via sharing pada 28 Januari 2017. Tokushima.
  • Atsumi Sensei via sharing pada 27 Januari2017. 給食委員会 (節分プレート). Tokushima.
  • Tanagami san via sharing pada 24 Januari 2017 dan 3 Februari 2017. Tokushima.
  • Aimatsuri. 1 Februari 2015. Taman Budaya Padang. Padang.

Asal Mula Nama JAPAN

Di Indonesia, negara matahari terbit ini disebut jepang. Sementara di dunia, dikenal dengan nama japan. Uniknya, di negara jepang sendiri, ada 2 sebutan, yaitu 日本 (nihon) atau にっぽん (nippon).

Padahal, sebenarnya orang jepangpun juga tidak begitu tahu asal muasal perbedaan nama dari negaranya tersebut.

Menurut Sano san, ada beberapa kemungkinan, seperti berikut ini.

Perubahan Ejaan Aksara

  • は = ha – fa – pa
  • ひ = hi – fi – pi
  • ふ = fu- fu – pu
  • へ = he – fe – pe
  • ほ = ho – fo – po

Kenapa ada nihon dan  nippon?! Ejaan ほ pada日本 yang sekarang dibaca ho, tapi untuk ejaan lama dari orang terdahulu, dibaca po. Jadi, kita akan sering mendengar 日本 dengan sebutan にほん (nihon) atau にっぽん (nippon), terutama dalam percakapan sehari-hari ataupun berbagai media di Jepang.

Logat dari Berbagai Negara

Dalam bahasa cina, kanji 日本 memiliki yomikata (cara baca) yang berbeda dengan bahasa jepang. 日 dibaca ji dan 本 dibaca pon. Jadi, 日本 dibaca jipon.

Berdasarkan sejarah, Marcopolo pernah ke Jepang dan dengan bahasa spanyol-nya 日本 disebut jipang.

Nah, dari perbedaan negara dan  bahasa tersebut, kemungkinan yang terdengar dan yang diucapkanpun menjadi sedikit berbeda, jipang atau jipun akhirnya lebih populer dengan nama JAPAN di dunia.

Referensi

  • Sano san  via sharing pada 28 Januari 2017. Tokushima.