Tag Archives: Jejak Langkah O

Mudik Lebaran 2019 (Bukittinggi-Jakarta)

Prolog

Tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu, begitu juga lebaran..

H+1 lebaran udah mudik ituuu berat yaa.. Tapi, bagi kita perantau, membagi waktu itu penting. Waktu bersama keluarga memang utama, tapi ada kewajiban lain yang menanti diseberang: kerjaan, hee.. ☺️

Bus NPM

Sebenernya, selain tiket pesawat yang akhir-akhir ini harganya naik drastis, saya memang sudah sejak lama berangan-angan ingin mencoba perjalanan Sumatera-Jawa dengan Bus. Mungkin bagi kebanyakan orang, itu melelahkan dan tak lebih hanya sekedar alternatif terakhir. Tapi, bagi saya, sepertinya itu sebuah perjalanan yang seru dan menyenangkan!! Apalagi, bisa naik Bus NPM, bus favorit saya sedari kecil.

Dulu, dimasa jayanya, perjalanan antar Kota Padang-Bukittinggi, kami menggunakan bus seperti Bus NPM (Naikilah Perusahaan Minang), Bus ANS dan bus lainnya. Namun, sekitar 13-15 tahun yang lalu, masa itu telah digantikan oleh mobil-mobil travel dan bus mini.

Dari bulan Maret saya sudah pesan tiket Bus NPM untuk Jakarta-Padang di Loket Bus NPM Terminal Pulo Gebang; tapi karena suatu hal, tiket tersebut dibatalkan.

Sementara untuk kembali nanti, keluarga saya sudah memesankan tiket Bus NPM untuk Bukittinggi-Jakarta di Loket Bus NPM Bukittinggi. [Sengaja saya ambil tanggal 7 (Jum’at) untuk memperkirakan sampai di Jakarta tanggal 9 (Minggu), sehingga tanggal 10 (Senin) sudah bisa beraktifitas kembali di rantau.]


7 Juni 2019 (Palembayan-Bukittinggi)

Libur lebaran yang singkat membuat waktu begitu cepat dan berarti. Walhasil, nggak bisa silaturrahim ke seluruh keluarga & handai taulan. Belum lagi, packing, hadeeeuh.. Rasanya pengen cepat kelar hari ini tapi tak ingin melewatkan setiap moment-nya (gimana sih?!😅)

Onigiri ala O

Bangun Subuh langsung siap-siap bekal. Saya memutuskan untuk membuat onigiri (nasi kepal ala jepang yang didalamnya diisi dengan lauk tertentu) versi saya.

Lauk yang saya gunakan adalah Samba Pensi (mungkin lebih familiar dengan nama Pensi Balado yaa) dan Rendang yang sudah saya suir-suir diaduk dengan rabuak (bumbu)-nya.

Sebaiknya nasi yang digunakan adalah nasi yang baru matang, tapi karena mengingat waktu, nasi yang saya pakai adalah nasi yang sudah dimasak dari tadi malam di magic com.

Plastik 1/4 di belah 2. Taruh nasi di atas plastik secukupnya, ratakan tapi jangan terlalu tipis. Taruh lauk (yang tidak mudah basi) secukupnya di tengah nasi, tambahkan nasi baru diatasnya. Tutup plastik dengan hati-hati dan bulatkan sampai mengepal. Bagi yang punya cetakan onigiri juga bagus, tergantung kreasi masing-masing.

Kenapa serba secukupnya? Karena, bila nasi terlalu banyak, bakal susah dihabiskan dan ujung-ujungnya malah dibuang, sayang kan?! Taruh nasi sekiranya habis untuk 1x makan, kalaupun dirasa porsi makannya memang banyak, menurut saya tetap buat beberapa buah dengan ukuran kecil agar mudah dibawa dan lebih efektif. Dan juga, bila lauk berlebihan, minyaknya mudah meleber dan nasi sulit menyatu.

Persiapan Lainnya

  • Suit case a.k.a koper atau travel back yang sudah dipacking dari tadi malam berisi barang-barang yang jarang atau nggak bakal dipakai di perjalanan. Karena tas bawaan saya terbatas, tetap saya masukkan pakaian ganti ke dalam koper (berharap koper yang memang khusus kabin bisa masuk kabin bus nantinya).
  • Tas tenteng berisi:
    • Pocket travel besar (didalamnya ada mukena, plasmina lebar dan hangat yang nantinya bisa dijadikan selimut atau syal), kaos kaki dan pakaian dalam.
    • Pocket travel laundry yang kecil saya isi dengan sabun cuci muka, odol dan pasta gigi (kalau bisa sediakan yang khusus travelling; saya bawa yang biasa karena yang khusus tertinggal di Padang).
  • Tas yang dilapisi aluminium foil atau tas biasa aja untuk khusus tempat makanan. Berisi:
    • Lauk, kebetulan yang saya bawa adalah rendang.
    • Onigiri ala O 4 bungkus.
    • Kue lebaran dibagi 2 bungkus, yang versi mentega dan versi renyah.
    • Sendok dan garpu ditutupi dengan tisu.
    • Tisu beberapa lembar.
  •  Tas punggung (backpack) berisi:
    • Payung
    • Power bankheadphone atau headset, charger, kabel data dan colokan internasional (Usahakan dalam 1 tempat)
    • Jarum pentul dan pin buat yang berhijab (taruh dalam 1 tempat)
    • Tisu biasa dan tisu basah. Kenapa juga perlu bawa tisu basah? Untuk lap tangan bila kotor dan sulit mendapatkan air; buat ke TOILET bila air di TOILET yang disinggahi kurang bersih untuk cebok.
    • Buku catatan kecil untuk sekedar memo atau catatan perjalanan.
    • Dompet (pouch) rangkap (kalau bisa yang rangkap 3 atau beresleting 3. Gunanya?
      • Untuk duit. Masukkan uang dari yang kecil (koin) hingga yang besar (seratus ribuan), bawa sekedarnya saja, tak usah berlebihan.
      •  Untuk alat tulis dan kartu-kartu yang memang dirasa perlu saja: pena, kartu nama, foto copy KTP, kartu tertentu seperti e-money atau tap cashflashdisk, dll.
      • Untuk keperluan penting lainnya. Khusus perempuan: makeup (pelembab wajah, bila perlu sun block, benang gigi, lipstik, dll), pembalut/panty liner, ikat rambut dan masker.
    • Kaca mungil, jaga-jaga abis makan kadang suka ada tompelan cabe di gigi, atau abis cuci muka di setiap perhinggahan ada yang tidak menyediakan kaca sama sekali.
    • 1 pakaian dalam ganti di saku-saku tas (bila perlu).
    • Obat-obatan, terutama bagi yang sering alergian. Yang perlu obat alergi (kadang perubahan suhu atau tak sengaja makan makanan yang bikin alergi), obat anti demam/anti nyeri (biasa, kadang jalan jauh suka bikin kepala cenat-cenut), plester anti nyeri buat yang suka encok atau ngalamin LBP (Low Back Pain) buat jaga-jaga, obat radang tenggorokan (biasa, kadang kalau udah laper atau nemu kuliner enak suka lupa diri, dan juga kurang minum atau konsumsi makanan berminyak berlebihan), obat masuk angin (kadang perjalanan jauh bikin banyak orang mengeluhkan masuk angin), obat maag (buat yang punya riwayat maag).
    • Tiket di taruh di saku depan atau di tempat yang mudah diambil sewaktu-waktu bila diperlukan.
    • Air mineral kemasan 250 ml 2 gelas dan kemasan 600 ml 1 botol. Kemasan gelas bisa digunakan untuk menaruh teh atau minuman dan makanan berkuah lainnya di jalan nantinya. Kemasan botol bisa diisi ulang dari kemasan 1500 ml nantinya. *
    • Lainnya (mungkin saja perlu): bedak tabur, alas bedak, dompet kartu, tongsis, dll.
  • Plastik sampah bening seukuran kantong goni sedang dan plastik wrap, karena koper saya nggak punya cover (penutup), demi perawatan (ciileh), saya tadinya mau me-wrapping semua bagian koper. Tapi, karena ada baju ganti yang mau diambil, diakali dengan menggunakan plastik sampah tersebut, cukup tebal dan bisa diikat atau di plester agar mudah dibuka.
    • Plastik sampah tadi dilobangi sesuai ukuran roda dan mengikuti bentuk gagangan dan bagian jinjingan koper. Ujung-ujung plastik dirapikan dan diplester dengan plester yang cukup nempel atau diikat saja lebih praktis.
    • Plastik wrapping  digunakan jika sudah tidak ada lagi barang yang diambil (terinspirasi saat ngantri check-in di Bandara Kuala Lumpur, ada beberapa penumpang sibuk melilitkan plastik wrap ke kopernya masing-masing. Saat itu saya pikir, “ide cemerlang yaa” 😊👍👍).

Palembayan-Bukittinggi

Untuk mengejar waktu, kami berangkat dengan motor dari Palembayan. Harusnya pukul 6 teng sudah jalan, tapi biasalah jam karet emang susah dibenerin, walhasil sekitar 06:30 baru jalan.

Alhamdulillah.. Perjalanan hari ini lancar, walaupun sempat kena macet di beberapa tempat, kami tiba sekitar jam 8-an di Loket NPM Bukittinggi, sudah ada 2 bus yang stanbye yang kami kira bus sayalah salah satunya.


7 Juni 2019 (Bukittinggi)

Setelah melunasi tiket (sebelumnya baru bayar DP karena pada waktu itu harga angkutan umum lebaran belum ditentukan, tapi syukurnya nama saya sudah dimasukkan ke dalam sistim), saya diinfokan oleh agen bahwa bus yang akan saya naiki sedang on the way dari Payakumbuh, beliau juga mengingatkan plat bus yang akan saya naiki.

Menjelang Naik Bus

Karena masih ada waktu, kami beli oleh-oleh dulu, kali ini saya direkomendasiin di Sanjai Balado Ummi Ulfa Hakim yang katanya enak dan ada diskon 10% untuk pembelian banyak, haha.. (bukan iklan yaa..). Pas banget, disini disediain air mineral kemasan gelas gratis, lumayan buat di jalan ntar, hee..

Setelah itu saya beli air minum kemasan, yang isi 600 ml 1 botol dan kemasan 1500 ml 2 botol. Mungkin di jalan bakal ada yang jual air mineral kemasan, tapi selagi saya punya tempat untuk menaruh dan takutnya bakal lama di jalan hingga sampai di tempat persinggahan nantinya, tak ada salahnya bersiap-siap dulu.. Lagian, yang terpenting adalah untuk mencegah dehidrasi dalam perjalanan.*

Lamaa menunggu.. Menunggu kali ini bukannya membosankan, tapi deg-degan!! Tiap ada pengumuman saya langsung pasang kuping. Kami kasak-kusuk takut missed infomasi. Biar pasti, saya bertanya langsung ke agen, karena udah mau jam 9, tapi busnya tak kunjung datang.. Waaa, ternyata & ternyata bus yang akan saya naiki sedang terjebak macet!! Yah, nggak papa lah, namanya juga H+1 lebaran.. Yang penting udah tau infonya, tinggal menanti dengan sabar.

Walaupun pagi tak sempat makan dan di saat menunggu inipun serba belum jelas dan tak efektif untuk makan, saya tetap tenang, karena udah ada onigiri  yang tinggal dibuka 1/1 dikala lapar nanti.

Naik Armada Baru Bus NPM

Setengah sepuluhan, akhirnya bus dengan plat yang sesuai dengan yang ada di tiket saya datang, Alhamdulillah.. Busnya armada barrruuu euy, senengnyaaa… Eits, saya duduk di bangku no. 1 doong (pamer), hahaha.. Berasa gimanaa gitu, seneng bangeeet.. Semoga perjalanan nanti aman dan lancar, selamat sampai di tujuan, Aamiin ya Rhabb..

Awalnya saya sempat protes, “kok udah ada penumpangnya di bangku no. 1??” Ternyata, itu penumpang dari Payakumbuh yang bakal transit setelah ini. Saya memberitahukan ke crew  dan langsung dibantu.

Sayangnya, koper saya nggak muat di kabin bus. Udah gitu, dikasih tau penumpang lain kalo itu kabin cuma boleh dipake oleh crew bus. “Are?! Sejak kapan??” Saya mau konfirmasi langsung ke crew bus, tapi karena melihat mereka lagi sibuk banget, akhirnya saya memutuskan untuk menaruh koper di bagasi dan 2 tas lainnya di sisi kiri kaki saya ples oleh-oleh di bawah bangku.

Fasilitas Armada Baru Bus NPM

Tipe bus ini adalah AC Executive, jadi so pasti ada AC-nya dan juga dilengkapi dengan lampu baca. Seperti kebanyakan bus antar provinsi, di bagian paling belakang disediakan toilet.

Busnya nyaman banget.. Dekorasinya juga OK. Sekarang udah ada tempat kabel datanya yang kayaknya bisa dipake buat mengecas HP.. Jadi nggak perlu manyun lagi dah ngantri nungguin penumpang yang lebih dulu ngecas HP di tempat persinggahan nanti, asiik..

Karena saya paling depan, nggak bakal takut jatuh atau tergelincir, karena ada pembatasnya. Jarak antar kursi juga cukup lebar. Tak lupa pasang sabuk pengaman dulu..

“Bapisah Bukannyo Bacarai”

Keluarga adalah rumah.. Yah, kali inipun harus meninggalkan rumah, merantau.. Dalam derai tawa akhirnya berubah suasana menjadi haru-biru.. “Bapisah bukannyo bacarai“, pas banget di bus ada lagu ini jadi sountrack perpisahan saya dengan keluarga, dan mereka para penumpang lainnya dengan keluarganya.


7 Juni 2019 (Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi)

  • 09:46 Berangkat dari Loket Bus NPM Bukittinggi.
    • Diumumin oleh Sitokar (Kenek) “silahkan mengecas HP dengan kabel data di konektor masing-masing tempat duduk selagi nyala” (Saya kira, nyala maksudnya selagi mesin bus hidup. Dan, mati sepeti AC kalau mesin busnya mati).
  • ………. Di Padang Luar Macet bangett..
  • 11:02 Terminal Padang Panjang. Beli sala lauak, enak & ekonomis Rp 10.000,-/13pc.
  • 11:16 Berangkat..
  • 12:31 Masuk Solok setelah melewati Batu Sangkar
  • 13:27 Tepi Danau Singkarak. Rame banget yang berwisata-ria 🤩
  • 14:25 Terminal Solok
  • 15:03 Selamat Datang di Sawah Lunto
  • 15:42 DPRD Kab. Sijunjung, bangunannya keren yaa..
  • 17:31 Bus isi minyak di SPBU, sementara penumpang langsung makan di Rumah Makan Umega Gunung Medan.
    • Padahal ya, udah kali keberapa singgah disini, tapi pas ada yang bilang Rumah Makan Gunung Padang malah bingung, lupa-lupa inget gitu, yang diingat banget cuma Rumah Makan Umega doang, padahal dua-duanya satu tempat, mungkin beberapa orang sering menyebut penggalan-penggalannya.
    • Disini ada kamar mandi & TOILET yang sepertinya bayar Rp 2.000,-/orang.
    • Tadinya mau nunggu Maghrib dulu, eh sekitar 5 menitan lagi menjelang Maghrib, penumpang dengan plat bus yang saya naiki sudah dihimbau untuk naik bus karena akan berangkat.
  • 18:11 Berangkat.. Menunggu penumpang yang masih belum naik.
  • 18:18 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 2
  • ……… Saya mencoba mengecas HP nggak masuk-masuk dayanya. Sore tadi juga demikian. Karena saya terlihat mengecas HP, Bapak disamping saya juga ikutan, samaaa… nggak masuk dayanya. Dengan bingung  saya bilang ke Kenek. Walhasil, saya malah diomelin, wkwkwk… Ternyata, siang tadi sopir bilang ngecas selagi nyala itu cuma berlaku di siang hari, malam memang nggak bisa ngecas…

8 Juni 2019 (Perjalanan Panjang)

  • 00:~ Rumah Makan Budi Setia Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
    • Ada kamar mandi & TOILET, sepertinya bayarnya sama dengan yang sebelumnya: Rp 2.000,-
    • Disini saya beli teh hangat Rp 5.000,-/bungkus. Kali ini saya pesan ke si Uda minta ditambahin air biasa. Alhamdulillah, memang anget, juga nggak terlalu manis. Karena saya trauma dulu sewaktu perjalanan ke Bengkulu, saya pernah pesan teh hangat dikasih teh panas, saya nggak cek dulu dan langsung minum aja sampe bikin lidah mati rasa..
  • 01:26 Berangkat.. Sopirnya ganti Sopir 1
    • Kalau dipikir-pikir pasti sulit ya jadi sopir bus antar provinsi gitu.. Kita aja naik bus, bisa langsung tepar, gimana mereka bisa nyala ya matanya selama itu dan pasti butuh konsentrasi yang sangat tinggi buat nyetir di tengah keheningan (makluuum, kalo udah tengah malam para penumpang pada tepar, termasuk yang tadinya teman ngobrol si sopir disampingnya, senyaaap..).
  • 05:11 Masjid Al Ikhlas Desa Ulak Lebar, Lahat
  • 05:45 Berangkat..
  • 06:21 Bus isi minyak di SPBU
  • 06:31 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 06:33 Rumah Makan Sumbar Jaya.
    • Kamar mandi & TOILET bayar Rp 2.000,-
    • Penumpang diminta turun semua oleh Kenek, karena bus akan dibersihkan.
  • 07:20 Berangkat..
    • Diingetin Kenek buat yang mau ngecas HP udah bisa dari sekarang, selagi dinyalakan, malam udah nggak bisa. Kami juga diminta membuka lebar AC biar nggak dimandiin oleh tetesan air AC-nya.
  • 07:36 Kab. Muara Enim
  • 09:00 Selamat datang di Desa Gunung Meraksa
  • 09:16 Selamat datang di Desa tn kurung
  • 10:32 Melewati Masjid Muslimin Baturaja, Kota OKU (Ogan Komering Ulu)
  • 11:24 Terminal M…. (saya lupa namanya)
  • ……… Onigiri terakir
  • 11:41 Melewati Tanjung Raja Giha
  • 12:41 RM Wisata Minang Way Kanan
    • Kamar mandi & TOILET Rp 2.000,-
    • Tadinya saya mau beli soto, tapi.. kayaknya nggak usah aja, masih kenyang.. Lagian, masih ada cemilan berat di dalam tas, jadi nggak pusing-pusing amatlah kalua nanti laper.
    • Rencana saya mau ambil koper, mau ganti baju.. Keneknya dengan ramah udah bilang siang ini bakal diambilkan dari bagasi. Tapi.. beliau lagi sibuk bersihin bus. Saya putuskan ntar sore aja deh..
    • Saya juga baru ngeh, kayaknya tiap berhenti di rumah makan, Keneknya selalu bersihin bus yaa?! Nggak sopir nggak kenek, luar biasa ya.. Disitu saya menyadari setiap orang profesional di profesinya masing-masing; Apapun itu, layak dihargai.
    • Sambil menunggu Kenek bersihin bus, saya duduk di beranda rumah makan bersama dengan penumpang bus yang lain. Saya bercerita dengan satu penumpang, kemudian datang penumpang lainnya, eh juga nimbrung sopir kami. Disitu saya dapat banyak informasi yang nggak disangka-sangka. Adaaa aja topik percakapan yang nggak bakal usai kalau kami belum dipanggil untuk segera naik bus. Begitulah, bangganya kita sebagai orang Indonesia, berbagai suku bangsa dan ras, tapi kalau udah ketemu udah seperti ketemu handai taulan; padahal nggak kenal sama sekali.
  • 13:20 Berangkat.. Ganti Sopir 1
  • 14:10 Bukit Kemuning Indah, Lampung
  • 15:08 Melewati Masjid Jami’ Ibnu Rusyd Kotabumi
  • 15:22 Selamat jalan dari Kotabumi
  • 16:15 Selamat jalan dari Kab. Lampung Utara
  • 16:30 Macet panjaaang karena ada kecelakaan di Jl. Lintas Tengah Sumatera
  • ……… Berpas-pasan dengan bus antar provinsi lainnya, sopirnya saling bersilaturrahim, lama tak liat moment begini.. 
  • 16:59 Melewati kecelakaan mobil, bagian depan kedua mobil bonyok, semoga nggak ada korban jiwa, Aamiin..
  • 17:14 Di simpang masuk tol, lancaaar…
  • 17:16 Di seberang gerbang tol
  • 17:37 Gerbang Tol Gunung Sugih
  • 18:05 Simpang Natar
  • 18:07 SPBU Natar, isi minyak
  • 18:19 Berangkat..
  • 18:48 Sopir nanyain ke penjaga tol, “kok tol bisa macet?”, masih ada pengemudi yang bayar cash (are?!)
  • 19:~ RM Wisata Minang
    • Nasi diambilkan, lauk ambil sendiri, nanti langsung dihitung harganya oleh karyawan rumah makan dan kita terima kertas bertuliskan harga makanan yang kita ambil.
    • Saya makan dengan gulai ampela & gulai kacang panjang, Rp 35.000,-
    • Kamar Mandi & TOILET Rp 2.000,-
  • 20:18 Ganti sopir 2. Berangkat..
  • 20:38 Gerbang Tol Bakauheni Utara. Sepii..
  • 20:43 Gerbang Tol Bakauheni Selatan. Antrian puanjaaaang… Mengular!
  • 21:45 Dermaga Reguler.
    • Diumumin oleh Kenek “15 menit sebelum kapal bersandar, penumpang harus cari bus sendiri dan langsung naik. Apalagi buat yang nonton dangdutan, karena keasyikan nyawer jadi lupa nyari bus” (emang di kapal ferry juga ada orgentnya?? Saya kaget, lho.. Maklum, ini Perdana naik kapal penyebrangan Sumatera-Jawa)
    • Saya sibuk men-searcing  nanti bakal di luar kapal atau ada ruangan khusus penumpang. Saya membayangkan, di bus yang ber-AC ini aja udah dingin, apalagi di kapal penyeberangan di malam hari, kalua di luar?! Modal saya kan cuma sweater  wol ini doang?! Kinchoushimasu…
  • 22:00 Gerbang Penyeberangan
    • A&B 5-7 meter 774.000
  • 22:22 Masuk ke dermaga kapal
  • 22:30 Antri siap-siap naik kapal
    • Setelah 1/1 mobil diatur masuk parkiran di dalam kapal, kami turun dan langsung ke lantai atas kapal.
    • Di lantai 1 ramee… Saya bareng Bapak yang duduk di sebelah saya. Saya bertanya ke beliau yang katanya dulu sekali pernah naik Bus Bukittinggi-Jakarta, “Pak, kita harus berdiri dimana aja nih?” Si Bapak bilang, “Terserah, boleh di mana aja di kapal ini”. Lalu kami ke lantai 2.
    • Di lantai 2 nggak kalah ramee.. Ada bangku-bangku di ruangan lepas yang mirip bangku nungguin obat di Rumah Sakit jaman dulu, pas pula ada loketnya di depan.
    • Sebelum naik tangga lagi ke lantai 3, kami melewati ruangan executive yang yang tertera nominal Rp 10.000,- di pintunya. Lanjut ke lantai 3.
    • Lantai 3 apalagi?! Ada yang tidur.. Ada yang piknik.. Saya hanya melongo, kaget, di luar ekspektasi.. Cuaca juga nggak dingin, biasa aja, yang ada malah berangin, kenceng.. Jalan kapalnya juga sellow..
    • Menurut info dari penumpang lain (maklum, saya nempel siapa aja kemana aja, takut ditinggal bus. Entah kapan itu 15 menit sebelum kapal merapat. Entah bagaimana cara saya mastiin kapan kapal ini merapat), perkiraan waktu penyeberangan sekitar 2 jam.
    • Di lantai 3 kapal ini, bagian paling atas yang terbuka. Disini ada beberapa kursi sekitar 2-4 gitu di beberapa titik. Kebanyakan penumpang tidur dialasi koran dan ada juga yang meleseh sambal piknik.
    • Si Bapak ketemu penumpang lainnya dan mempersilahkan saya (yang udah ketemu Ibu-ibu yang satu bus dengan kami) untuk pergi kemana aja sesukanya.
    • Karena kebaikan hati beberapa penumpang, saya dan si Ibu dikasih tempat duduk. Ketemu orang baru dapat informasi baru.
    • Ternyata, kapal ini tak hanya menyediakan ruangan executive saja tapi juga ada kamar, ada yang 3-4 orang dalam 1 kamar.. Dan, harganya juga ekonomis.
    • Saya pikir, tikar yang dipakai para penumpang itu disewa dan koran memang sengaja dibawa dari rumah; eh sebaliknya, koran itu dibeli seharga Rp 1.000,-/lembar di kapal, ada yang menjualnya, suka nawarin. Tikar sengaja dibawa penumpang dari rumah masing-masing. Luarrr biasah..
    • Sayangnya, saya sebenernya agak miris pas dikasih tau kalau koran itu dibiarin gitu aja diterbangin angin ke laut..
    • Saya kira udah lama kami berlayar, eh sejampun belum sampai. Mulai jenuh…
    • Saya tanya si Ibu “Buk, memang disini beneran ada saweran gitu?!” Beliau bilang ada di lantai 2. Kamipun bergerak kesana. Saking penuhnya, massih Alhamdulillah kami bida dapat bangku 1 berdua.
    • Saya celingak-celinguk ples nanya si Ibu, “musik orgen-nya doang ya Buk, penyanyinya nggak ada ya?!” Si Ibu langsung nunjuk “Tuuh”. Saya liat ke arah tunjuk si Ibu, oalaaah.. penyanyinya pindah-pindah ternyata dan ada beberapa orang.. Apresiasi, pakaiannya sopan kok, jauh dari image saweran yang pernah saya dengar. Sayangnya, penumpang kurang menjaga kebersihan, di dekat tempat saya duduk ada tumpahan minuman dan makanan lainnya; padahal fasilitasnya udah cukup bagus, harusnya bersama-sama memeliharanya.
    • Cuma beberapa menit kami duduk disitu, memutuskan untuk ke lantai 1 aja. Sebelum turun kami melewati TOILET, bersih..
    • Saya masih bingung, kapan kami harus naik bus? Kapan kapal bersandar? Gimana cara mengetahuinya?? Si Ibu yang udah sering bolak-balik Padang-Jakarta PP bilang, ntar kalo udah bunyi klakson kapalnya, kita baru turun.. (Setidaknya saya bareng orang yang udah berpengalaman, jadi sedikit merasa aman)
    • Tak lama, si Bapak bergabung dengan kami. Dan, bener! Setelah kapal membunyikan klaksonnya, kami turun bareng, rameee ternyata.. Alhamdulillah tertib dan terkendali..

9 Juni 2019 (Akhir dari Perjalanan, Awal Baru Perantauan)

  • 00:40 Naik bus
  • 01:~   Berangkat.. Masih Sopir 2
  • 01:12 Rumah Makan Rajawali. Singgah sebentar menurunkan penumpang.
  • 01:23 Gerbang Tol Merak
  • 02:10 Gerbang Tol Cikupa
  • 02:42 Kali Deres
  • 03:30 Terminal Pulo Gebang

Perpisahan demi Perpisahan

Setelah mengambil bagasi, saya bersama penumpang lainnya dan juga crew bus saling mengucapkan salam perpisahan, tak sedikit guyonan-guyonan konyol mewarnai perpisahan kami. Bagi saya, ini adalah salah satu perjalanan terbaik saya selama ini. New friend, new family, new life. Ada yang ke transit ke Bogor, ada yang menuju Bekasi dan wilayah lainnya.

Pilihan Terbaik

Saya menuju lantai dasar tempat akses transportasi umum (becak, ojek), taxi, transportasi online. Saya memilih menggunakan transportasi online dan pas saya cek harganyaaa… WOW!! (Yah, maklum sih, dini hari soalnya).

Dengan beberapa pertimbangan, saya memilih nongkrong di mushalla dulu yang masih di lantai dasar dan tidak jauh dari pintu keluar. Dan, Alhamdulillah, ini adalah pilihan terbaik.

Mushalla di Terminal Pulo Gebang

Kebetulan, di sisi kiri pintu masuk mushalla, ada penjaga tempat penitipan barangnya. Saya bingung nyari TOILET. Dengan ramah, dia menunjukkan jalan dan menawari saya untuk menitipkan barang; dengan senang hati, saya merasa sangat terbantu. Saya mengambil nomer penitipan dan segera berlalu.

Di TOILET, saya bingung, kok nggak ada tempat wudlunya ya?! Ternyata, di dalam mushalla, terpisah dari TOILET. Mushallanya cukup nyaman..

Entah karena masuk mushalla, atau memang karena kecapek-an, gilaaa saya ngantuk berrraatttt… Dilihat jam, Subuh masih 1 jam-an lagi… Galau, antara pulang sekarang atau nunggu abis Subuh aja. Dan, pilihannya abis Subuh aja.

Keluar dari mushalla, saya mengambil barang di penitipan. Petugasnya udah beda, tapi sama-sama ramah.. Saya menanyakan apakah penitipannya bayar dan berapa nominalnya, ternyata gratis!! Cukup dengan mengembalikan nomer yang diterima tadi. Petugas hanya menyampaikan kalau pengunjung mau silahkan bersedekah sambil menunjuk tempat khusus Infaq yang tersedia dan kalau tidak, tidak apa-apa.

Sesi Akhir Perjalanan Bukittinggi-Jakarta

Saya pesan transportasi online dan Alhamdulillah dengan lancar melaju sampai tujuan.


Hikmah

  • Persiapan. Memang ribet diawal, tapi nyaman banget kalau udah dijalan. Mungkin masing-masing kita punya versi persiapan masing-masing. Tapi, dari beberapa perjalanan saya selama ini dengan menggunakan Bus (ada yang ke Padang-Bengkulu, Bukittinggi-Bengkulu, Padang-Medan, atau Jakarta-Jogja), inilah perjalanan paling panjang (Bukittinggi-Jakarta) dan paling praktis, karena jaraknya yang jauh tapi memiliki persiapan yang OK.
    • Terus terang, persiapan kali ini juga banyak yang bantu, kalau sendirian kadang memang seadanya apalagi dengan waktu yang udah mepet; tapi, kalau lagi banyak waktu luang, persiapan seabrek itu bisa real juga kok, tinggal dibikin list aja.
  • Riasan. Selama perjalanan tidak perlu menggunakan riasan berlebihan. Yang penting, cuci muka dipersinggahan dan gunakan pelembab wajah agar tidak kering. 
  • Kontrol Diri.  Namanya juga perjalanan jauh ketemu banyak orang. Ada yang berpendidikan tinggi, ada juga yang preman; ada yang ngomongnya tertata, ada juga yang asal omong. Jangan mudah terbawa emosi ketika mendengar celetukan-celetukan ‘bahasa tarzan’, senyumin aja dan nikmati perjalanan dengan positive thinking, let it flow, calm down. Orang akan melihat dengan siapa dia berkomunikasi dan pada akhirnya akan menghargai yang memang patut dihargai. Bebaskan diri untuk berinteraksi dalam batasnya dan berkomunikasilah dengan baik dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
  • Jaga Makan. Hanya karena mau jalan jauh bukan berarti harus makan berlebihan atau sama sekali nggak makan. Makan saja secukupnya.
  • Enjoy. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya yang full camera, sana-sini jepret. Tanpa ketergantungan terhadap kamera dan sosmed, ternyata perjalanan lebih dinikmati.

Advertisements

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  ðŸ¤¤ Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” ðŸ˜¬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket Â¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket Â¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

Okawara Kogen

Okawara Kogen adalah dataran tinggi di Tokushima dengan ketinggian 1.000 meter lebih. Terletak di wilayah Sanagochi, Distrik Myodo.

Nuansa alam dan modern yang menjadi andalan wisata jepang masih kental, terlihat dari perpaduan antara dataran tinggi hijau yang diwarnai oleh bunga jenis hydrangea (ajisai) dan 15 pancang kipas angin raksasa (turbin angin) yang menakjubkan. Turbin angin ini digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin (di Indonesia dikenal dengan PLTB).

Rekomendasi Waktu

Waktu yang tepat untuk melihat keelokan ini adalah diawal bulan juli, karena pada waktu inilah bunga hydrangea yang didominasi oleh warna biru dan ungu bermekaran.

Akses

Akses ke lokasi yang paling efektif adalah dengan mobil pribadi. Dari Tokushima Station memakan waktu sekitar 1 jam. Bagi yang hobi bersepeda bisa ditempuh sekitar 3-4 jam.

Untuk transportasi umum sangat tidak efisien. Dilansir dari beberapa informasi, dari Tokushima Station ke 中辺停留所 dengan Tokushima Bus (Sanagochi-sen) butuh waktu 3 jam. Lalu, naik taxi sekitar 30 menit hingga lokasi.

Fasilitas & Tempat Nongkrong

Dipertengahan jalan menuju puncak, terdapat TOILET jepang versi jadul. Seterusnya ada bangunan unik bertuliskan 大川原高原ヒルトップハウス yang terlihat seperti tempat penelitian dan rumah kayu berlabel 大川原高原ログハウス yang lebih mirip homestay.

Di pintu masuk gedung 大川原高原ヒルトップハウス ada mise yang menjual kopi, ocha dan lainnya. Di depan mise ada boneka besar menyerupai orang yang masing-masingnya berkalungkan selebaran pengumuman.

Diketinggian sekitar 900 meter ada lapangan luas tempat parkir mobil. Duduk di pinggiran parkiran bisa menikmati hamparan alam luas dan lukisan nyata dari jejeran bukit barisan nan apik. Angin sembriwing perbukitan membuat suasana semakin nyaman.

Bahkan, dari pinggiran parkir yang menghadap jalan ini, dengan melayangkan pandangan ke sisi kiri (area puncak), bisa terlihat sekawanan sapi hitam sedang mencacah rumput atau sekedar bersantai-ria.

Masih di area parkiran, ada mise (warung/cafe) yang menjual es krim yang ada wafelnya. Disini bisa minta air mineral, gratis! Air ini bisa dituang sendiri dari teko yang disediakan pemilik ke gelas bekas es krim masing-masing.

Di depan mise disediakan meja dan bangku yang telah diset seperti di cafe, ini menjadi salah satu tempat nongkrong andalan bagi para pelancong.

Masih satu bangunan dengan mise, disampingnya ada kedai ocha, ruangan yang bertuliskan 大川原高原総合案内所, dan toilet.

Di ruang yang berlabel 大川原高原総合案内 meskipun terlihat biasa dari luar, ternyata jika dibahasaindonesiakan berarti kantor informasi umum Okawara Kogen yang didalamnya lebih terlihat seperti museum mini. Pengunjung boleh melihat-lihat.

Untuk toilet, berbeda dengan toilet sebelumnya, bentuk dan disain toilet disini lebih umum.

Puncak Okawara Kogen

Ketakjuban tak terhenti sampai ketinggian 900 meter saja, jika masih sanggup, pengunjung masih bisa berjalan kaki mendaki jalan beraspal hingga puncak, karena tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan (jalan dipalang).

Di puncak ini, kita bisa berdiri tepat di bawah kincir angin. Dan, tentunya menyaksikan sekawanan sapi yang sudah terlihat dari kejauhan tadi.

Catatan

  • Di beberapa area tersedia bangku taman atau pondokan untuk melepas penat. Hanya saja, bagi pengunjung hati-hati dengan serangga yang mulai berdatangan di musim panas, terutama nyamuk.
  • Mesin penjualan otomatis untuk minuman tidak ditemukan disepanjang jalan menuju puncak, jadi buat pengunjung jangan lupa membawa persediaan minum, apalagi di musim panas.
  • Buat para muslim yang hendak melakukan shalat di lokasi, bisa dikondisikan dimana saja di area yang bersih.

Gallery

Kamus

  • 大川原高原 /ookawara kougen/ Okawara Kogen
  • 佐那河内 /sanagouchi/ Sanagochi
  • アジサイ/ajisai/ Bunga Hydrangea (sepertinya di Indonesia mirip dengan bunga Janda Kembang)
  • 大川原高原ヒルトップハウス | Okawara Kogen Hill Top House
  • 大川原高原ログハウス | Okawara Kogen Log House | Rumah Kayu Okawara Kogen
  • 中辺停留所 /chuuhen teiryuujo/ Middle Side Station
  • PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) = Singkatan yang ada di Indonesia untuk pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga angin.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin Penjualan Otomatis.
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station (Stasiun Tokushima).
  • 店 /mise/ Warung/kedai.
  • トイレ /toire/| お手洗い/otearai/ = TOILET.
  • 佐那河内線 /sanagouchi-sen/ Jalur Sanagochi.
  • 徳島バス /tokushima basu/ Tokushima Bus.
  • タクシー /takushi/ Taxi.
🏷 Trip with Etikuchan, Hanif & Otousan (12/07/2018)

Asinan Timun Ala Jepang

 

Musim panas telah tiba, saatnya musim キュウリ (timun) menyapa Jepang, khususnya Tokushima. Kemana-mana belanja (supermarket, toko sayur, dll.), pasti bakal sering ketemu sama yang namanya kyuri 😁☝🏻

Udah fresh, praktis dan bikin sehat!!🤓

Gimana sih cara bikinnya?!

Gampang kok..

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bahan

  • Timun
  • Garam
  • Gula pasir
  • Cabe
  • Cuka
  • Wijen tumbuk

Cara

  • Cuci tangan dengan bersih.
  • Potong timun sesuai keinginan.
  • Bubuhkan garam dan aduk rata, diamkan selama 30 menit.
  • Cuci timun dengan air bersih sampai rasa garam di timun tidak terlalu pekat.
  • Pindahkan timun ke dalam wadah yang bisa ditutup.
  • Tambahkan gula, cabe dan cuka sesuai selera.
  • Shake hingga semua bahan menyatu.
  • Cicipi sesuai atau tidaknya rasa timun dengan selera.
  • Tambahkan wijen tumbuk.
  • Shake/aduk rata.
  • Sajikan atau simpan di kulkas.

Catatan

  • Jenis timun di Jepang sedikit berbeda dengan timun yang ada di Indonesia.
  • Untuk timun dengan ukuran besar, potong dan keluarkan bagian bijinya, karena mengandung banyak air.
  • Untuk hasil maksimal, sebaiknya simpan di dalam kulkas selama 1 hari.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat pengolahan, karena semua bahan dikonsumsi dalam keadaan fresh (tanpa dimasak), resiko terkontaminasi kuman cukup tinggi apalagi ketika diolah dengan tangan yang tidak bersih.
  • Buat yang muslim, hampir semua cuka di jepang terbuat dari bahan non-halal seperti sake atau alkohol; tapi jangan kuatir, bisa beli di gyomu supa yang ada label halal-nya atau pesan di toko-toko online-nya indonesia di jepang.
  • Penggunaan cuka mempengaruhi hasil. Cuka jepang lebih asam, cuka Indonesia & Filipina lebih manis. Cuka jepang rasanya lebih khas dibanding dengan cuka Indonesia/Filipina. Sedangkan dengan cuka Filipina, hasilnya hampir mirip dengan asinan yang sda di Indonesia.
  • Sebagian orang jepang ada juga yang menambahkan minyak wijen sebagai pelengkap.
  • Penggunaan cabe sebaiknya diperhatikan. Biasanya semakin lama rasa pedasnya semakin terasa.
  • Penyimpanan biasanya 3 hari dalam kulkas masih bagus, perhatikan kondisi asinan.

Kamus

  • 🥒キュウリ|kyuuri|Cucumber|Timun.
  • å¡©|しお|shiyo|Salt|Garam
  • 砂糖|さとう|satou|Gula
  • 唐辛子|とうがらし|tougarashi|Cili|Cabe
  • チリ|chiri|Cili|Cabe
  • 酢|す|Vinegar|Cuka
  • ごま|Wijen
  • ごま油|ごまあぶら|goma abura|Minyak wijen
  • 酒|さけ|sake|Tuak
  • アルコール|arukooru|Alcohol|Alkohol

Gallery

Resep Yamazaki san via Ien chan | Tokushima-shi | MasakanTradisional Jepang

Golden Week 2018 Di Shinmachi

Semaraknya Golden Weekdi Tokushima berpusat di Shinmachi, khususnya di Shinmachigawamizugiwa Park. Pengunjung bisa menikmati event machiasobi vol.20 dengan berbagai hiburan mulai dari cosplay, konser, outbond, food bazaar (bazar makanan) dan aneka atraksi panggung lainnya.

Agenda

Acara berlangsung dari tanggal 4-6 May. Pada hari terakhir (6 May) hanya sampai pukul 15:30 waktu setempat.

Cosplay

Bagi pecinta anime pastinya tak kan mau ketinggalan yang satu ini 👉 cosplay (costume play). Apalagi di Indonesia sangat terkenal komik (manga), kartun (cartoon/anime) dan game jepang. Boleh dibilang ajangnya para hantu anime dah.. 😆

Hanya saja, meskipun banyak tokoh-tokoh anime yang menarik, seperti: Sailor Moon, Samurai, Captain Jack Sparrow, Rozen Maiden Suiseiseki, dll.; bukan berarti bebas jepret sana-sini, tetep kudu minta ijin sama cosplayer-nya dulu.. Maklum, orang jepang kan privasi banget, biasanya mereka tidak suka difoto apalagi dishare di sosial media tanpa ijin ☝🏻

Sebagian besar cosplayers mau difoto saja dan menolak untuk divideo. Dan, pengunjung bisa ngerasain aura para cosplayers yang totalitas abiiis!! Mereka memperagakan diri sesuai dengan tokoh yang diadopsinya, mulai dari kostum, perangkat yang digunakan, mimik wajah sampai ke kebiasaan (seperti tokoh samurai yang ngomongnya bak balik ke jaman baholaknya jepang). Seru!!

Outbond

Di hari terakhir, ada outbond yang tak kalah seru dan hanya sampai siang. Tikar jerami yang panjangnya sekitar 5 meter dibentang di atas air Shinmachigawa. Peserta menyeberangi karpet jerami. Tak banyak yang nyemplung ke sungai. Tapi jangan kuatir, peserta telah dilengkapi pelampung dan segera dijemput oleh kapal voluntir acara.

Bazar Makanan

Bukan hanya penggila anime yang sengaja datang kesini, pecinta kuliner juga pada berduyun-duyun nih. Kenapa enggak, aneka kuliner siap menyapa pengunjungnya. Salah satunya, Kebab Halal yang disajiin langsung oleh owner-nya. Ada es krim turki lengkap dengan atraksinya ¥400. Jadi, yang muslim juga bisa nimbrung di acara ini.

Akhir Golden Week di Shinmachi

Meskipun acara seperti cosplay, outbond dan bazar berakhir pada pukul 15:30, di tengah cuaca yang kurang bersahabatpun masih tersisa konser di 2 titik bagian taman. Penonton tampak antusias mengikuti perform dari penyanyi dan band jepang tersebut.

Namun, di salah satu badan taman yang berpanggung di sisi sungai, terang-terangan diberi pengumuman tidak boleh menggunakan kamera. Terlihat seorang voluntir mondar-mandir bak pembawa papan pengganti ronde olahraga tinju memperagakan beberapa gambar (salah satunya kamera) yang disilang.

Gallery

Related Link

Recomended Link

Berlayar ala Shinmachi River

In Shinmachi River we can catch the river cruise (Hyotanjima tour boat) for only ¥200/person.

Tombori River Cruise & Hyotanjima Cruise

Bagi yang pernah melancong ke Namba (pusat perbelanjaan terbesar di Osaka), pastinya sudah tidak asing lagi dengan Tombori River Cruise (itu lhoo boat yang sering lalu lalang di sungai depan Patung Glico landmark-nya Osaka 😁☝🏻).

Ternyata, boat ini tak hanya ada di Osaka, tapi juga di Tokushima, namanya Hyotanjima Cruise atau Hyotanjima Tour Boat. Pengunjung bakal dibawa berkeliling dan dipandu oleh seorang pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak!

Perjalanan pulang-pergi ini memakan waktu sekitar 30 menit. Selama perjalanan, pengunjung bisa menikmati keelokan jantung Kota Tokushima sekaligus mengenal beberapa hal tentang Tokushima (dijelaskan dalam bahasa jepang).

Trip ini melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle), dan sebagainya.

Bajet

Tiketpun tergolong ekonomis, hanya dengan merogoh kocek ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak), pengunjung bisa merasakan serunya berlayar ala Shinmachi River.

Akses

Hyotanjima Cruise berlokasi di area Shinmachigawamizugiwa Park, Shinmachi. Aksespun sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Gallery

Rekomendasi Link

Catatan

Bagi yang pertama kali menaiki cruise atau boat di jepang, nanti jangan heran, kaget, atau bahkan keGR-an yak, coz bakal nemuin orang-orang yang sama sekali tidak dikenal tapi malah melambaikan tangannya dari mana-mana dan kitapun yang lagi naik boat juga bebas lho melambaikan tangan seolah menyapa mereka yang sedang menikmati suasana sekitar.

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi
  • Coz = Karena
  • GR /ge-er/ = Singkatan dari Gede Rasa, merasa diperhatikan

Kesan

Ada hal lain yang menarik yang bisa kita pelajari sambil menikmati pelayaran ini, tentunya tentang perlakuan masyarakat jepang terhadap alam, sebuah kombinasi antara nuansa modern dan alami.

Di sepanjang aliran sungai, bebas berkeliaran bebek-bebek nan unyu-unyu, burung putih khas pantai yang jika di Indonesia hanya bisa dilihat di kebun binatang, penyu dan berbagai jenis ikan yang berenang bebas di sungai-sungai tersebut. Padahal, tidak ada plang ataupun berbagai peringatan seperti “DILARANG MEMANCING” atau “DILARANG MENGGANGGU SATWA DI AREA INI”.

Tak hanya itu, sungainya juga bersih.. Meskipun tempat sampahnya hanya ada dititik tertentu bagian taman saja dan juga tak ada peringatan “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” atau “JANGAN BUANG SAMPAH KE SUNGAI”.

Ngebolang ke Shinmachigawamizugiwa Park

Shinmachigawamizugiwa Park terletak di jantung kota Tokushima, diantara Awa Odori Kaikan dan Tokushima Station.

Kombinasi alam bergaya modern ini cocok banget untuk tempat refreshing, sekedar melepas penat, atau bahkan piknik bareng keluarga.

Pengunjung disuguhkan pemandangan Sungai Shinmachi nan adem. Sentuhan alam makin kental dengan adanya merpati dan bebek-bebek yang ikut menikmati asrinya suasana taman.

Sesekali melambaikan tangan menyapa mereka yang sedang menikmati Hyotanjima Cruise melintasi Shinmachigawa. Atau, menonton mereka yang sedang berlatih olahraga air, tampak menyenangkan dari bangku taman.

Pada musim semi, meskipun pohon sakura tidak terlalu banyak, tapi tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk hanami-an.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Event

Shinmachigawamizugiwa Park berdampingan dengan Shinmachi River yang bisa diseberangi dengan Shinmachi Bridge. Tiga area ini sering dijadikan lokasi event-event tertentu, salah satunya yang paling terkenal adalah Festival Awa Odori yang berlangsung setiap tahunnya di musim panas, biasanya pada tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Di hari tertentu, terutama pada hari libur, ada event lain seperti bazar makanan, konser band, dll.

Fasilitas

Taman yang bersih dan sangat fungsional ini juga memiliki fasilitas umum, seperti: tempat duduk, toilet, panggung, dll.

Hyotanjima Cruise

Ini salah satu favorit pengunjung nih.. Sama seperti Tombori River Cruise yang menjadi wahana berlayar ala Sungai Tombori di Osaka.

Berlayar ala Shinmachigawa ini bakal dipandu pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak! Tiket kapal ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak). Lama perjalanan PP sekitar 30 menit melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle).

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • 新町橋 /shinmachibashi/ = Shinmachi Bridge (Jembatan Shinmachi) | Jambatan Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi

Rekomendasi Link

Gallery

Barbekyu Di Uchinoumi

Di Tokushima, ada beberapa tempat yang memang khusus dijadikan lokasi Barbekyuan, salahsatunya di Uchinoumi yang berada di area Naruto. Disini tersedia pondokan-pondokan yang memang didesain khusus buat barbekyuan. Pengunjung tinggal membawa peralatan dan bahan BBQ masing-masing.

Lokasi ini memakan waktu sekitar 1 jam dari Tokushima Station. Transportasi yang biasa digunakan adalah kendaraan pribadi.

Memasuki kawasan taman, ada icon kapal ala Pirates Caribian-nya, keren! Area parkirpun luas dan TOILET-nya juga bersih. Lapangannya yang sangat luas tertata dengan baik, rerumputan kecil bak karpet permadani tumbuh dengan sangat terawat.

Pengunjung juga disuguhkan pemandangan lepas pantai nan elok. Pantai itu tak kehilangan keindahannya meskipun dipagari dengan bebatuan alam dengan sangat rapi.

Gallery

https://youtu.be/R-ZFBtonD0w

Kamus

  • 鳴門ウチノ海総合公園 /naruto ichinoumi sougou kouen/ = Naruto Uchinoumi Sogo Park (Taman Naruto Uchinoumi Sogo)
  • 鳴門町 /Naruto-chou/ = Naruto City (Kota Naruto)
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station (Stasiun Tokushima)
  • バーベキュー /baabekyuu/ = Barbecue/BBQ (Barbekyu)