Arsip Tag: Jepang

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket ¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket ¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

  • Website resmi JR四国 dalam bahasa inggris, korea & cina.
Iklan

Asinan Timun Ala Jepang

 

Musim panas telah tiba, saatnya musim キュウリ (timun) menyapa Jepang, khususnya Tokushima. Kemana-mana belanja (supermarket, toko sayur, dll.), pasti bakal sering ketemu sama yang namanya kyuri 😁☝🏻

Udah fresh, praktis dan bikin sehat!!🤓

Gimana sih cara bikinnya?!

Gampang kok..

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bahan

  • Timun
  • Garam
  • Gula pasir
  • Cabe
  • Cuka
  • Wijen tumbuk

Cara

  • Cuci tangan dengan bersih.
  • Potong timun sesuai keinginan.
  • Bubuhkan garam dan aduk rata, diamkan selama 30 menit.
  • Cuci timun dengan air bersih sampai rasa garam di timun tidak terlalu pekat.
  • Pindahkan timun ke dalam wadah yang bisa ditutup.
  • Tambahkan gula, cabe dan cuka sesuai selera.
  • Shake hingga semua bahan menyatu.
  • Cicipi sesuai atau tidaknya rasa timun dengan selera.
  • Tambahkan wijen tumbuk.
  • Shake/aduk rata.
  • Sajikan atau simpan di kulkas.

Catatan

  • Jenis timun di Jepang sedikit berbeda dengan timun yang ada di Indonesia.
  • Untuk timun dengan ukuran besar, potong dan keluarkan bagian bijinya, karena mengandung banyak air.
  • Untuk hasil maksimal, sebaiknya simpan di dalam kulkas selama 1 hari.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat pengolahan, karena semua bahan dikonsumsi dalam keadaan fresh (tanpa dimasak), resiko terkontaminasi kuman cukup tinggi apalagi ketika diolah dengan tangan yang tidak bersih.
  • Buat yang muslim, hampir semua cuka di jepang terbuat dari bahan non-halal seperti sake atau alkohol; tapi jangan kuatir, bisa beli di gyomu supa yang ada label halal-nya atau pesan di toko-toko online-nya indonesia di jepang.
  • Penggunaan cuka mempengaruhi hasil. Cuka jepang lebih asam, cuka Indonesia & Filipina lebih manis. Cuka jepang rasanya lebih khas dibanding dengan cuka Indonesia/Filipina. Sedangkan dengan cuka Filipina, hasilnya hampir mirip dengan asinan yang sda di Indonesia.
  • Sebagian orang jepang ada juga yang menambahkan minyak wijen sebagai pelengkap.
  • Penggunaan cabe sebaiknya diperhatikan. Biasanya semakin lama rasa pedasnya semakin terasa.
  • Penyimpanan biasanya 3 hari dalam kulkas masih bagus, perhatikan kondisi asinan.

Kamus

  • 🥒キュウリ|kyuuri|Cucumber|Timun.
  • 塩|しお|shiyo|Salt|Garam
  • 砂糖|さとう|satou|Gula
  • 唐辛子|とうがらし|tougarashi|Cili|Cabe
  • チリ|chiri|Cili|Cabe
  • 酢|す|Vinegar|Cuka
  • ごま|Wijen
  • ごま油|ごまあぶら|goma abura|Minyak wijen
  • 酒|さけ|sake|Tuak
  • アルコール|arukooru|Alcohol|Alkohol

Gallery

Resep Yamazaki san via Ien chan | Tokushima-shi | MasakanTradisional Jepang

Golden Week

Ibarat kata, kalau di Indonesia bakalan marak mudik pas lebaran, natalan, libur panjang dan lainnya; di Jepang, orang-orang akan mudik saat Golden Week. Bahkan, lalu lintas jepang yang terkenal dengan ketertibannya tak bisa mengelakkan yang namanya macet.

Ada apa sih di Golden Week?!

Layaknya Tahun Baru, Golden Week adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat jepang. Selain hari libur yang lebih banyak, pada minggu emas ini juga selalu ada event-event menarik.

Golden Week itu kapan?

Setiap tahun di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan May, kalender jepang memiliki tanggal merah yang menjadi hari libur nasional pada tanggal:

  • 29 April Shouwa Day
  • 30 April Shouwa Day (observed)
  • 3 May Constitution Day
  • 4 May Greenery Day
  • 5 May Chidren’s Day

Apalagi bila tanggal tersebut jatuh menjelang akhir pekan plus “hari terjepit”, libur akan semakin panjang.

Ramen Halal Di Osaka

Bagi pecinta kuliner ala jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ramen. Mie rebus berkuah kaldu ini bisa ditemukan dengan mudah di kota-kota besar di Indonesia. Sehingga para muslim bisa leluasa menyantap hidangan yang sebagian besar sudah berlabel halal ini.

Berbeda jauh dengan ramen di jepang. Bak udon, warung hingga restoran ramen boleh dibilang menjamur, tapi hampir semua tidak bisa dikonsumsi dengan bebas oleh muslim, karena berbahan dasar babi dan turunannya.

Tapi, patah hati karena ga bisa nyicipin ramen halal bisa diobati oleh warung-warung ini 👇

帆のる (Halal Ramen Osaka HONOLU)

  • Alamat:
    • Namba, Osaka 👉 Ramen Honolu (copy via Google Map)
      • 2-5-27 Motomachi, Naniwa-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 556-0016
    • Tokyo
  • Buka pukul:
    • 11:30-14:30
    • 17:30-21:30.
  • Ramen boleh dibawa pulang.
  • Selain ramen, ada menu unggulan lainnya, gyoza a.k.a pangsit.
  • Cara pemesanan
    • Pesan via mesin otomatis.
    • Serahkan struk pada ten-in (penjual).
    • Tunggu dan ambil pesanan.
  • Fasilitas: Toilet & tempat shalat.
  • Gallery:

鶏そばあやむや (Torisoba Ayam-YA)

  • Warung ramen yang satu ini cabang dari Ayam-YA Kyoto
  • Alamat: Namba, Osaka 👉 Ayam Ya Nanba, Osaka (copy via Google Map)
    • 1-10-7 Nipponbashihigashi, Naniwa-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 556-0006
    • Kyoto
  • Buka pukul:
    • 11:30-15:00 (order terakhir pukul 14:30)
    • 17:30-22:00 (order terakhir pukul 21:30)
  • Ramen tidak bisa dibawa pulang.
  • Hanya menu kara age (ayam goreng tepung khas jepang) yang bisa dibawa pulang.
  • Cara pemesanan
    • Pesan via mesin otomatis.
      • Uang kertas yang digunakan hanya ¥1.000 yang bisa diproses di mesin ini. Uang pecahan ¥10.000 tidak bisa digunakan, ditukar terlebih dahulu secara manual.
      • Pilih menu, tekan tombol sesuai pesanan. Hanya bisa pesan 1/1.
      • Ambil struk.
      • Untuk pengambilan kembalian tekan tombol dipojok kiri atas.
    • Serahkan struk pada ten-in (penjual).
    • Tunggu dan ambil pesanan.
  • Fasilitas: Toilet & tempat shalat.
  • Semuanya enak, tapi ada beberapa yang recommended:
    • Rekomendasi dari Olha Chayo 👉 スパイシー塩 (spicy salt/pedas asin) ¥850
    • Rekomendasi dari pelanggan tetap 👉 チキンオーバーライス (Chiken Over Rice) ¥790
  • Gallery:
🏷 Tabligh Akbar Golden Week 2018 with Tokushima’s family

Golden Week 2018 Di Shinmachi

Semaraknya Golden Weekdi Tokushima berpusat di Shinmachi, khususnya di Shinmachigawamizugiwa Park. Pengunjung bisa menikmati event machiasobi vol.20 dengan berbagai hiburan mulai dari cosplay, konser, outbond, food bazaar (bazar makanan) dan aneka atraksi panggung lainnya.

Agenda

Acara berlangsung dari tanggal 4-6 May. Pada hari terakhir (6 May) hanya sampai pukul 15:30 waktu setempat.

Cosplay

Bagi pecinta anime pastinya tak kan mau ketinggalan yang satu ini 👉 cosplay (costume play). Apalagi di Indonesia sangat terkenal komik (manga), kartun (cartoon/anime) dan game jepang. Boleh dibilang ajangnya para hantu anime dah.. 😆

Hanya saja, meskipun banyak tokoh-tokoh anime yang menarik, seperti: Sailor Moon, Samurai, Captain Jack Sparrow, Rozen Maiden Suiseiseki, dll.; bukan berarti bebas jepret sana-sini, tetep kudu minta ijin sama cosplayer-nya dulu.. Maklum, orang jepang kan privasi banget, biasanya mereka tidak suka difoto apalagi dishare di sosial media tanpa ijin ☝🏻

Sebagian besar cosplayers mau difoto saja dan menolak untuk divideo. Dan, pengunjung bisa ngerasain aura para cosplayers yang totalitas abiiis!! Mereka memperagakan diri sesuai dengan tokoh yang diadopsinya, mulai dari kostum, perangkat yang digunakan, mimik wajah sampai ke kebiasaan (seperti tokoh samurai yang ngomongnya bak balik ke jaman baholaknya jepang). Seru!!

Outbond

Di hari terakhir, ada outbond yang tak kalah seru dan hanya sampai siang. Tikar jerami yang panjangnya sekitar 5 meter dibentang di atas air Shinmachigawa. Peserta menyeberangi karpet jerami. Tak banyak yang nyemplung ke sungai. Tapi jangan kuatir, peserta telah dilengkapi pelampung dan segera dijemput oleh kapal voluntir acara.

Bazar Makanan

Bukan hanya penggila anime yang sengaja datang kesini, pecinta kuliner juga pada berduyun-duyun nih. Kenapa enggak, aneka kuliner siap menyapa pengunjungnya. Salah satunya, Kebab Halal yang disajiin langsung oleh owner-nya. Ada es krim turki lengkap dengan atraksinya ¥400. Jadi, yang muslim juga bisa nimbrung di acara ini.

Akhir Golden Week di Shinmachi

Meskipun acara seperti cosplay, outbond dan bazar berakhir pada pukul 15:30, di tengah cuaca yang kurang bersahabatpun masih tersisa konser di 2 titik bagian taman. Penonton tampak antusias mengikuti perform dari penyanyi dan band jepang tersebut.

Namun, di salah satu badan taman yang berpanggung di sisi sungai, terang-terangan diberi pengumuman tidak boleh menggunakan kamera. Terlihat seorang voluntir mondar-mandir bak pembawa papan pengganti ronde olahraga tinju memperagakan beberapa gambar (salah satunya kamera) yang disilang.

Gallery

Related Link

Recomended Link

Berlayar ala Shinmachi River

In Shinmachi River we can catch the river cruise (Hyotanjima tour boat) for only ¥200/person.

Tombori River Cruise & Hyotanjima Cruise

Bagi yang pernah melancong ke Namba (pusat perbelanjaan terbesar di Osaka), pastinya sudah tidak asing lagi dengan Tombori River Cruise (itu lhoo boat yang sering lalu lalang di sungai depan Patung Glico landmark-nya Osaka 😁☝🏻).

Ternyata, boat ini tak hanya ada di Osaka, tapi juga di Tokushima, namanya Hyotanjima Cruise atau Hyotanjima Tour Boat. Pengunjung bakal dibawa berkeliling dan dipandu oleh seorang pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak!

Perjalanan pulang-pergi ini memakan waktu sekitar 30 menit. Selama perjalanan, pengunjung bisa menikmati keelokan jantung Kota Tokushima sekaligus mengenal beberapa hal tentang Tokushima (dijelaskan dalam bahasa jepang).

Trip ini melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle), dan sebagainya.

Bajet

Tiketpun tergolong ekonomis, hanya dengan merogoh kocek ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak), pengunjung bisa merasakan serunya berlayar ala Shinmachi River.

Akses

Hyotanjima Cruise berlokasi di area Shinmachigawamizugiwa Park, Shinmachi. Aksespun sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Gallery

Rekomendasi Link

Catatan

Bagi yang pertama kali menaiki cruise atau boat di jepang, nanti jangan heran, kaget, atau bahkan keGR-an yak, coz bakal nemuin orang-orang yang sama sekali tidak dikenal tapi malah melambaikan tangannya dari mana-mana dan kitapun yang lagi naik boat juga bebas lho melambaikan tangan seolah menyapa mereka yang sedang menikmati suasana sekitar.

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi
  • Coz = Karena
  • GR /ge-er/ = Singkatan dari Gede Rasa, merasa diperhatikan

Kesan

Ada hal lain yang menarik yang bisa kita pelajari sambil menikmati pelayaran ini, tentunya tentang perlakuan masyarakat jepang terhadap alam, sebuah kombinasi antara nuansa modern dan alami.

Di sepanjang aliran sungai, bebas berkeliaran bebek-bebek nan unyu-unyu, burung putih khas pantai yang jika di Indonesia hanya bisa dilihat di kebun binatang, penyu dan berbagai jenis ikan yang berenang bebas di sungai-sungai tersebut. Padahal, tidak ada plang ataupun berbagai peringatan seperti “DILARANG MEMANCING” atau “DILARANG MENGGANGGU SATWA DI AREA INI”.

Tak hanya itu, sungainya juga bersih.. Meskipun tempat sampahnya hanya ada dititik tertentu bagian taman saja dan juga tak ada peringatan “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” atau “JANGAN BUANG SAMPAH KE SUNGAI”.

Ngebolang ke Shinmachigawamizugiwa Park

Shinmachigawamizugiwa Park terletak di jantung kota Tokushima, diantara Awa Odori Kaikan dan Tokushima Station.

Kombinasi alam bergaya modern ini cocok banget untuk tempat refreshing, sekedar melepas penat, atau bahkan piknik bareng keluarga.

Pengunjung disuguhkan pemandangan Sungai Shinmachi nan adem. Sentuhan alam makin kental dengan adanya merpati dan bebek-bebek yang ikut menikmati asrinya suasana taman.

Sesekali melambaikan tangan menyapa mereka yang sedang menikmati Hyotanjima Cruise melintasi Shinmachigawa. Atau, menonton mereka yang sedang berlatih olahraga air, tampak menyenangkan dari bangku taman.

Pada musim semi, meskipun pohon sakura tidak terlalu banyak, tapi tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk hanami-an.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Event

Shinmachigawamizugiwa Park berdampingan dengan Shinmachi River yang bisa diseberangi dengan Shinmachi Bridge. Tiga area ini sering dijadikan lokasi event-event tertentu, salah satunya yang paling terkenal adalah Festival Awa Odori yang berlangsung setiap tahunnya di musim panas, biasanya pada tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Di hari tertentu, terutama pada hari libur, ada event lain seperti bazar makanan, konser band, dll.

Fasilitas

Taman yang bersih dan sangat fungsional ini juga memiliki fasilitas umum, seperti: tempat duduk, toilet, panggung, dll.

Hyotanjima Cruise

Ini salah satu favorit pengunjung nih.. Sama seperti Tombori River Cruise yang menjadi wahana berlayar ala Sungai Tombori di Osaka.

Berlayar ala Shinmachigawa ini bakal dipandu pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak! Tiket kapal ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak). Lama perjalanan PP sekitar 30 menit melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle).

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • 新町橋 /shinmachibashi/ = Shinmachi Bridge (Jembatan Shinmachi) | Jambatan Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi

Rekomendasi Link

Gallery

Pangsit

Malam ini teman Vietnam saya menjamu kami dengan 餃子 (gyoza) versinya. Makanan yang berasal dari Cina ini bisa ditemukan diberbagai negara dengan aneka bentuk dan versinya masing-masing yang katanya lebih familiar dengan nama wandon.

Di jepang, dikenal dengan 餃子 (gyoza), cara makannya berbeda dengan negara asalnya. Begitupun dengan indonesia yang menjadi salah satu makanan favorit dan dikenal dengan nama pangsit yang biasa dikombinasikan dengan bakso, somai, dll.

Sebenarnya seperti yang sudah kita kenal, isi pangsit itu bermacam-macam, mulai dari daging, udang, sayur-sayuran, dll. Tapi, kali ini yang dibikin oleh teman saya adalah versi sayur-sayuran. Sehat dan enak banget!!!👍👍 Rekomendasi buat para vegetarian 🙂

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gyoza

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

Sakura in Tokushima (2017~2018)

Gallery 2017

Gallery 2018

Tokushima-Wakayama (Ferry)

Akses via Kapal Feri

  • Jadwal kapal bisa dicek di internet, sementara untuk pembelian tiket kapal feri langsung di loket 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai). Bagi yang tidak bisa berbahasa jepang, bisa menggunakan bahasa inggris, karena ada petugas yang bisa berbahasa inggris.
  • Tiket
    •  Dewasa:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 2.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 3.800
    • Anak-anak:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 1.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 1.900
  • Sebelum berangkat, menunggu di ruang tunggu penumpang dengan fasilitas tempat duduk, TV, 自動販売機 (mesin penjualan otomatis) untuk aneka minuman kemasan, AC, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan toilet.
  • 15 menit sebelum waktu keberangkatan sudah bisa menaiki kapal (tunggu aba-aba dari petugas). Sebelumnya, perlihatkan tiket kapal pada petugas untuk distempel.
  • Menaiki kapal feri ini mirip dengan menaiki pesawat, ada penghubungnya.
  • Di dalam kapal feri terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya dengan dekorasi yang keren.
    • Sayap kanan:
      • Ada area lesehan, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, TV dan juga sofa mungil yang memanjang menepi di dinding kapal.
    • Bagian tengah (tepat di depan pintu masuk kapal) sebelah kanan:
      • Lukisan di lantainya bagus!
      • Ada icon ANIME-nya, mesin penjualan otomatis mulai dari aneka minuman, mie cup sampai pachinko.
    • Bagian tengah sebelah kiri:
      • Warung kecil-kecilan yang ready aneka cemilan, oleh-oleh dan souvenir.
    • Sayap kiri sebelah kanan:
      • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat. Bagian depannya tersedia colokan listrik buat yang mau mengecas barang elektronik. Disini juga disediakan TV.
    • Sayap kiri sebelah kiri:
      • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia, tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga dilengkapi TV yang menayangkan aneka wisata dan lainnya, mesin penjualan otomatis (aneka minuman dan es krim).
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kanan:
      • Ada ruang bayi yang bersebelahan dengan ruangan driver.
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kiri:
      • Ada tempat sampah yang telah dibagi menjadi 4 kotak (botol/kaleng, botol saja, plastik, lainnya), arsitektur kapal dan toilet.
    • Sayap kiri paling ujung:
      • Pintu keluar kapal menuju lantai 2 dan lantai 3.
    • Lantai 2:
      • Menaiki tangga menuju lantai 2, ada ruang makan dan panel surya.
    • Lantai 3:
      • Menaiki tangga menuju lantai 3, bagian teratas kapal.
  • Lama perjalanan sekitar 2 – 2,5 jam.
  • Setelah mendengar pemberitahuan, segera beranjak menuju pintu keluar kapal dengan teratur dan menyerahkan tiket kepada petugas.
  • Keluar dari kapal akan terhubung langsung dengan 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station) yang merupakan stasiun kereta api JR (Japan Railway).
  • Di depan 南海和歌山港駅 (sedikit agak ke kiri), ada 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station) tempat penantian Wakayama Bus.

Gallery

 

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Wakayama Bus (Wakayamako Station-Wakayama Station)

Perhatikan jadwal bus, lihat di plang masing-masing halte. Jika menemukan 2 informasi dengan tujuan yang sama tapi waktunya berbeda, perhatikan tanggal dikeluarkannya jadwal, dan waktunya (hari libur atau hari biasa).

Naik 和歌山バス (Wakayama Bus) no. 160 atau no. 161 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station). Ambil tiket dari mesin otomatis (di tiket tertulis no. 03) atau gunakan kartu bus di mesin khusus tepat di sebelah kiri pintu masuk bus.

Ketika memilih tempat duduk, perhatikan bangku prioritas yang biasanya ada di bagian tengah untuk lansia (lanjut usia), bumil (ibu hamil), penyandang cacat, dll. Tempat duduk umum biasanya di bagian belakang yang lantainya lebih tinggi dari area prioritas.

Rute Bus dari 和歌山港駅 (Wakayamako Station)

Rute bus berdasarkan halte (bisa diakses di wakayamabus.co.jp):

  • 和歌山港駅 /Wakayamakou eki/ (Wakayamako Station)
  • 青岸橋 /Aogishibashi/
  • 築港5丁目 /Chikkou 5 choume/
  • 築港3丁目 /Chikkou 3 choume/
  • 築港1丁目 /Chikkou 1 choume/
  • 築地橋 /Tsukijibashi/
  • 西長町
  • 東長町
  • 県庁正間前 /Kenchou masama mae/
  • 岡山町 /Okayamachou/
  • 屋形町 /Yakatachou/
  • 三木町
  • 三木町新通
  • 北の新他
  • 新内 /Arochi/
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)

Sampai di 和歌山駅 (Wakayama Station), antri turun dan bayar ¥240 (masukkan uang pas plus tiket ke mesin otomatis yang terletak di samping sopir). Bagi yang perdana menaiki bus, pembayaran hanya dengan uang pas; sehingga kalau punya uang ¥500 atau ¥1.000 bisa diganti di mesin yang sama tapi di tempat yang berbeda (lihat gambar atau tanya pada sopir).

Ekspedisi Panda

Perjalanan kali ini dalam rangka mengobati demam panda para hantu traveling kayak kite-kite 😆 Berangkat dari skedul yang udah dikemas sangat apik oleh Mba U, kami bertiga dengan Vit chan melancong ala backpacker ala-ala-an 😁👍

Agenda

  • 04:15 Berangkat via taxi (bajet sekitar ¥2.900 bertiga) , karena jam operasional bus di Tokushima itu sekitar pukul 7:00.
  • 04:45 Sudah di Tokushima Ferry Nankai. Beli tiket kapal feri 2 way (pulang-pergi) ¥3.800 langsung di loketnya.
  • 04:47 Menuju ruang tunggu penumpang. Disini ada tempat duduk, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan fasilitas toilet.
  • 05:20
    • Menuju kapal, kayak mau masuk pesawat euy.. Gilaa, keren ya.. Excited bangett!! Perdana, choy.. Tadinya saya kira kapal feri itu didalamnya mirip dengan kapal feri yang pernah saya naiki sewaktu berangkat ke Pulau Bintan dari Pekanbaru (2009), ternyata jauh berbeda. Pastinya, ini kapal besar dan didalamnya terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya, dekorasinya juga keren!
    • Ada lesehannya juga, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, dilengkapi dengan sofa mungil yang sepertinya bisa digunakan untuk bantal tidur ramean 😁👍
    • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat kayak kursi bus.
    • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia dan juga tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga.
    • Pokoknya mantep dah
  • 05:35 Berangkat.. Ini banyak cerita seru nih disinih..
    • Sempat nggak nyadar lho kalau kapalnya udah jalan.. Berasanya itu kayak pesawat mau landing atau seperti ketubruk sesuatu hanya seketika, eh tau-tau pas nongol ke jendela udah laut aja semua, alamaak.. Beda banget yak naik kapal feri gede sama yang kecil, apalagi perahu?!
    • Bikin vlog bareng Vit chan.
    • Saya sama Vit chan sempat penasaran sewaktu nemu pintu di ujung sayap kiri, sepertinya pintu keluar?! Tapi boleh nggak ya keluar?? Kita coba buka pintunya, ternyata boleh!! Cuma cuacanya aja wes dingin tenan..
    • Tadinya, kita bertiga saling bergantian ke lantai 2 menunggu matahari terbit a.k.a sunrise. Tapi, karena kelamaan, Mba U memutuskan untuk memilih istirahat. Sementara saya dan Vit chan malah kayak fans lagi jumpa artis, excited abiss!!
    • Demi mengabadikan indahnya karya Sang Pencipta, saya rela berlama-lama menantang si angin sembriwing. Indah banget.. Serasa dihipnotis mau berlama-lama aja disinih; tapi apa daya suhunya ga cuma bikin meler tapi juga bikin tangan sampai bebal! Walhasil balik ke area yang ada wi-fi-nya.
    • Niatnya sih mau rehat (tadinya), tapi pas tengok keluar jendela, sumpah keren!! Saya akhirnya kembali, kali ini tanpa Vit chan yang nyerah karena suhu dingin.
    • Waaah.. saya lagi hoky nih, tangga menuju lantai 3 udah kebuka! Jadi bisa ke lantai paling atas dah.. Sayangnya beneran cuma ambil dokumentasi doang, dingin buangedh…
  • 08:00 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station)
  • 08:11
    • Naik Wakayama Bus no. 160 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station), bajet ¥240.
  • 08:27 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
    • Beli tiket JR ke 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) ¥970. Untungnya saya punya kartu ICOCA (bisa dibeli di loket JR), jadi tinggal cas deh.. Tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual.
  • 8:40
    • Berangkat menuju 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) dengan JR Takarazuka Line.
  • 9:33 湯浅駅 /Yuasa eki/ dari 乗り場 3 transit ke 乗り場 2
    • Lagi-lagi kejadian lucu kembali menunjukkan leluconnya. Sampai di stasiun ini, semua orang turun. Dalam hati saya, kok auranya sepi yak, tapi ga kepikiran sama sekali bakal transit atau segala macam. Mungkin, akses kami yang kejauhan makanya pada turun semua.
    • Cukup lama keretanya berhenti, dan keanehan mulai kentara. Namun, dari kita bertiga, sepertinya cuma Mba U yang beneran sadar, dia mengonfirmasi arah kereta pada kami setelah melihat plang rute kereta dari jendela JR. Kami berdua sepakat dan meyakinkan Mba U kalau itu nggak mungkin, karena kereta kita menuju Gobo Station..
    • Makin lama makin sepi, dan kereta pun tak kunjung jalan. Ucluk-ucluk, datanglah petugasnya yang dengan ramah mengatakan kalau kereta ini bakal kembali ke Wakayama Station.. Gubrak!! Kami hanya bisa tersenyum sumringah dan mulai bergegas turun.. Hadeeeuh..
    • Pada mau ke toilet, eh ga ada toilet sama sekali euy.. Mulai berasa terhampar dimanaa gitu.. Mana masih harus menunggu 20 menitan lagi, coba..
  • 9:59 Naik JR menuju Gobo Station.
  • 10:17 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station)
    • Kita bingung nih sama jadwalnya. Untung aja bisa nanya sama masinisnya yang baru turun dari JR.
    • JR selanjutnya 10:59, belum lagi transit dan segala macam. Akhirnya kami memilih 東急 /toukyuu/ kereta cepat (di skedul ditulis berwarna merah), berangkat pukul 10.46. Katanya nanti bakal nambah seribu yen-an, ga papalah.. Langsung sampe di Shirahama Station soalnya, hemat waktu, ga pake ribet transit dengan kita-kita yang notabennya buta rute..
  • 10:46
    • Berangkat dengan 東急 /toukyuu/ kereta cepat. Bentuknya panda.. Didalamnyapun didekor panda. Lucu banget!!
  • 11:29 白浜駅 /Shirahama eki/, akhirnya..
    • Udah pede-pede nanyain cara bayar 東急 /toukyuu/ kereta cepat pada eki-in (petugas stasiun)-nya, eh kartu ICOCA kece saya malah raib tak berjejak.. Apes.. Apes..
    • Kartu cantik itu sengaja saya taruh di dompet HP, biar praktis. Awalnya sempat nggak sreg gitu, coz tempat kartu di dompet HP ini sepertinya longgar, tapi yo wes lah, arahnya juga ke dalam toh.. Yang namanya malang yaah bak kate pepatah minanglah “untuang ndak dapek diraiah, malang ndak dapek ditolak“, nggak rejeki..
    • Tapi, saya tidak menyerah! Kali aja kececer?! Abis bilang ke petugas, saya langsung bergegas nyari sampe ke tempat awal turun dan balik lagi ke depan petugas yang sama, nihil..
    • Saya makin ga enak diliatin petugasnya macem mau lariin diri aja. Ternyata bener, setelah keluar, teman saya cerita, petugasnya sampe nyariin saya sewaktu saya pergi nyariin kartu, hadeeeuh..
    • Walhasil, saya yang tadinya bisa nambah sekitar ¥900-an, sekarang kudu bayar full dah, hu hu hu hu..
    • Jadi ingat sama teman saya sewaktu masih di Osaka. Waktu itu kita janjian ketemu di Stasiun Umeda, tapi saya udah celinga/uk kemana-mana, tak kunjung nemu. Mana ga punya akses internet lagi.. Dan, ternyata, dia lagi ngurusin kartu kereta-nya yang hilang. Didalamnya ada nominal sekitar ¥1.000. Ekspresi wajahnya seperti kehilangan banget.. Saya turut prihatin, tapi namanya juga hilang ya ga rejeki (pikir saya waktu itu). Sekarang, di kondisi yang berbeda saya mengalami hal yang serupa, dan ternyata.. kecewa juga yah.. Masih untung saya ngisi ¥2.000, udah dipake pula buat bayar JR, padahal sebelumnya sempat mau ngisi lebih biar nggak ribet, alhamdulillah antara masih rejeki & nggak rejeki tapi tetep aja apes.. hikmahnya kudu ati-ati nih..
    • Walhasil, saya beli kartu yang sama sekali lagi dan saya simpan di saku tas paling depan, nggak mau ceroboh lagi..
    • Keluar stasiun, kita beli tiket bus pp ¥600 (@¥300) dan tiket Wakayama Adventure World ¥4.500 (dewasa) di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun.
    • Nyari ATM, ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.
  • 12:10 Naik bus
  • 12:45 Sampe.. Wakayama Adventure World, yuhuu…
    • Ngasih tiket ke petugas di pintu masuk.
    • Baru aja masuk, udah ketemu sama pinguin yang lagi mandi-mandi.. Kok berasa nggak mirip pinguin yak, seolah penguin itu identik dengan es & kutup.
    • Langsung cari tempat makan. Bekal yang dibawa Mba U udah mau ludes, hee.. Kita-kita juga kudu nyari yang ada nasinya dan yang dirasa aman (Ga bakal nemu label HALAL disini).
    • Menu makanannya, mulai dari bento, es krim, dll di bentuk PANDA!! Lucuuu….
    • Saking banyaknya resto dan cafe, kita yang awalnya milih tempura malah bingung. Sampe akhirnya memutuskan makan di sebuah restoran seharga ¥1680, paket tempura, tapi bukan tempura yang kita maksud sebelumnya. Saya merasa sulit menghabiskannya karena rasanya diluar ekspektasi.
    • Ada roller coaster-nya juga!! Asiik.. Gondola yang jauh disana juga mantep!!
    • Komitmen waktu sampe jam 3, biar bisa cepat balik..
    • Ada bangau pink..
    • Yang pastinya, tempat awal yang kita tuju adalah PANDA!! Di no. 3 & no. 6 berdasarkan map-nya. Lucu bangett.. ngegemesiin.. Lagi-lagi, kurang sesuai ekspektasi awal saya yang mengira panda-nya banyak disana-sini, ternyata masing-masing ditaruh di satu area masing-masing.
    • Info yang didapat Mba U, disini ada atraksi-atraksi juga, lho.. hanya saja ada skedulnya. Nah, ini nih yang nggak kita perhatiin.. Lagian, karena akses yang jauh ini, kita juga ga bisa berlama-lama nih.. Yang penting tujuan utama PANDA, so everything about PANDA dah..
    • Kita-kita ketagihan sama pop corn-nya ¥500, se cup guede & enak!!
    • Sempat saling nyari juga pas nyari-nyari souvenir, untung ketemu dan langsung naik bus balik. Udah tutup juga wisatanya, sampe jam 4 doang kayaknya yak.
  • 16:50 Cus, bus balik
  • 17:00 白浜駅 /Shirahama eki/
  • 17:28 東急 /toukyuu/ kereta cepat ¥1400
  • 18:45 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station) +¥889
    • Karena masih banyak waktu, kita keliling-keliling. Sempat makan malam juga, laper euy.. Hidangan teranyar malam ini tahu & seafood.
  • 21:10 Bus 161, berangkat.. Lelah hayati..
  • 21:50 Berangkat dengan kapal feri. Tepar euy.. Batrei HP pada lowbatt, ga cuma itu, sampe power bank juga!!
  • 23:58 Sampe kembali di 和歌山フェリー南海 (Wakayama Ferry Nankai), alhamdulillah.. Gilaak, capek nian…
  • Pulangnya kudu pake taxi lagi, nasib.. nasib.. Tapi alhamdulillah.. perjalanan yang melelahkan ini luar biasah!! (Udah ga ada transportasi umum euy jam seginih).

Kesan

  • Tadinya saya kira perjalanan ke Kyoto-lah yang paling tidak praktis karena transportasinya, ternyata sekarang digantikan oleh Wakayama. Mungkin, karena lokasinya jauh dari pusat kota. Karenanya, boleh dibilang perjalanan paling mahal bagi saya selama di Jepang, bajet kasar di luar makan dan belanja sekitar ¥16.000 (transpotasi kapal feri, bus, JR, kereta cepat, dan tiket Wakayama Adventure World) terhitung pulang-pergi dari dan ke- 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai).
  • Seandainya di Wakayama ada City Loop kayak di Kobe atau chikatetsu kayak di Osaka, pasti bisa berlama-lama di Wakayama Adventure World-nya.
  • Waktunya nggak efektif nih.. Perjalanan Tokushima-Wakayama dengan kapal feri 2-2,5 jam. Kemudian menuju lokasi dengan bus & kereta api dengan transit berkali-kali memakan waktu hampir 5 jam. Total perjalanan secara umum terhitung dari rumah mungkin sekitar 9 jam, dari 和歌山フェリー南海  saja sekitar 7,5 jam.
  • Di perjalanan sering kesulitan, karena kanji semua!! Boro-boro mikirin bahasa inggrisnya, furigana-nyapun tak de.
  • Terlepas dari kerumitan transportasi, saya kagum dengan pariwisata di Jepang. Mereka konsisten dengan icon masing-masing daerah yang bisa menjadi income. Contohnya, Wakayama yang terkenal dengan PANDA, mulai dari desain transportasi hingga makanan, semua menggunakan icon panda. Selain itu, juga bersih dan tertata.
  • Everything about PANDA, ekspedisi selesai. Terimakasih, Mba U & Vit chan.. Perjalanan kita benar-benar luar biasa..

Kamus

  • 徳島フェリー南海 =  Tokushima Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way /chu wei/ = Pulang-pergi
  • Kayak = Seperti
  • Tengok = Lihat

Related Link

Gallery

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery