Tag Archives: Kabupaten Agam

Green House ‘Lezatta’

Nuansa serba hijau ini terletak di Jl. Bukittinggi-Payakumbuh, km 9.5, Baso, Kab. Agam-Sumatera Barat.

Dari Kota Bukittinggi, Green House ini berada di sebelah kiri sebelum SPBU Baso. Akses ke lokasi terbilang mudah, hanya dengan menaiki transportasi umum, yaitu angkot biru muda dari Aur Kuning.

Perjalanan menuju Lezatta membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Insert untuk pengunjung dewasa Rp 10.000,- dan anak-anak Rp 5.000,-.

Referensi

  • Seluruh info berikut dokumentasi dishare oleh Geni pada 5 Desember 2016.

Gallery

Advertisements

Semarak Tahun Baru 1437 Hijriah Di Palembayan

Sore ini, sekitar pukul 14.00 WIB (sehabis shalat Jum’at), perkarangan Kantor Camat Palembayan dibanjiri oleh masyarakat yang tak ingin kehilangan moment perayaan lanjutan dari Tahun Baru 1437 Hijriah. Acaranya bervariasi, mulai dari nyanyi solo, lomba rebana hingga lomba randai, gandang atau talempong. Kemeriahan semakin terasa saat penghujung acara, dimana masyarakat mulai larut bersama alunan talempong dan randai.

Acara yang lebih mirip pesta rakyat ini ditutup dengan perpisahan bersama Bapak Indra Catri yang akan mengakhiri periode jabatannya sebagai Bupati Agam di akhir bulan ini. Meskipun rintik hujan mulai menyapa dan cuaca semakin berkabut, masyarakat tetap loyal dan berpartisipasi dengan semangat yang luar biasa. Perhelatan ini usai menjelang Magrib waktu setempat.

Kacang Goreng Lawang

Nagari Lawang terletak berdampingan dengan Nagari Matur (Matua), Kab. Agam. Tempat yang terkenal dengan keindahan Puncak Lawang ini tidak hanya sejuk, tapi juga terkenal dengan kacang gorengnya. Tidak heran jika kacang goreng dijadikan oleh-oleh khas dari Lawang.

Cemilan gurih ini bisa dibeli di Pasar Lawang (Pasa Lawang) atau di Simpang Matur (Simpang Matua) dan sekitarnya. Jika beli di Pasar Lawang, biasanya penjual menakarnya dengan liter, kita tinggal memilih mau beli seukuran liter kecil atau liter besar. Namun ada juga yang telah dikemas.

Harganya:

  • Kemasan plastik 1/4 (1 liter besar) Rp 10.000,-.
  • 4 liter besar (sasukek) Rp 40.000,-.

Tarusan Kamang

Rute ini menempuh waktu sekitar 40 menit menuju Simpang Talatang Kamang (dengan motor) dari Terminal Aur Kuning Bukittinggi, kemudian + 3 km dari simpang hingga ke lokasi. Akses kesini juga bisa menggunakan angkot (angkutan kota) berwarna merah dari simpang Aur (By Pass) melewati Jalan Medan (Jalan Lintas Sumatera). Bea masuk untuk 1 motor Rp 5.000,- dan parkir (motor) Rp 2.000,-.

Disini terhampar pemandangan nan elok dari fenomena alam, karena danau ini terjadi dengan sendirinya. Unikya, dibagian tengah danau terdapat bagian tanah yang lebih tinggi menyerupai pulau. Kita bisa mengililingi danau ini dengan menggunakan Rakit (sejenis transportasi dari bambu yang disusun apik) dengan bajet Rp 10.000,-/orang. Selain itu, nuansa tradisional terasa cukup memukau dengan alam pedesaaan.

 

Referensi

Geni via wawancara pada 12 Agustus 2015. Berikut foto diambil dari koleksi Geni.

Gulai Putih

Gulai putih (samba putiah) ini merupakan salah satu masakan tradisional Palembayan yang sering di sajikan dalam acara seperti pesta (baralek/kenduri), mendo’a, dll.

  • Bahan:
    • Daging sapi.
    • Bumbu gulai tanpa kunyit [bawang merah + bawang putih + jahe (sipadeh) + lengkuas] + ketumbar + jintan + kemiri (dama/cegek); semua digiling.
    • Daun-daun: Daun salam + daun kunyit + serai.
    • Air asam jawa.
    • Bawang goreng.
  • Cara:
    • Tumis bumbu + daun-daun.
    • Tambahkan daging, masak hingga empuk.
    • Tambahkan santan.
    • Tambahkan garam secukupnya.
    • Menjelang matang (saat daging telah empuk), tambahkan air asam jawa (sedikit).
    • Sajikan dengan menambahkan bawang goreng diatasnya.
  • Catatan:
      • Selain daging sapi, biasanya gulai putih juga berisi babat sapi (babek, seperti: hati, paru, dll).

Resep Ni Mar Gagah | Pasar Palembayan | Masakan Tradisional Palembayan | Minangkabau

Gulai Bukek

Gulai bukek adalah salah satu masakan khas Palembayan. Nah, ini dia resepnya.

  • Bahan:
    • Daging atau babat (babek).
    • Bumbu gulai (bawang merah + bawang putih + lengkuas + jahe (sipadeh) + kunyit) yang telah digiling.
    • Daun-daun: Daun limau purut, daun salam, daun kunyit
    • Serai
    • Bumbu kambing
    • Cabe (lado) merah giling
    • Garam secukupnya
    • Santan pekat
    • Bawang merah yang telah diiris
    • Santan
    • Tepung beras
  • Cara:
    • Daging direbus dengan sedikit bumbu + cabe (1/2 kg daging + 1/2 sdm cabe + bumbu 1 sdm)
    • Tumis irisan bawang merah.
    • Tambahkan bumbu + cabe + bumbu kambing.
    • Masukkan tumisan ke dalam wadah tempat daging direbus, aduk rata.
  • Tambahkan tepung beras yang telah diaduk bersama santan, aduk rata.
  • Catatan:
    • Untuk acara kenduri/pesta adat (baralek) di Palembayan, dahulunya gulai bukek ini diisi dengan pisang batu dan dimakan dengan rendang.
    • Selain untuk lauk, kuah gulai bukek juga bisa dijadikan kuah dari kerupuk kuah.
Resep Ni Mar Gagah | Pasar Palembayan | Masakan Palembayan | Minangkabau

Lapek Nagosari (Lepat Nagasari)

Bahan

  • Santan 2 gelas sedang (1/2 kelapa)
  • Garam secukupnya
  • Tepung beras + 1 cangkir besar
  • Vanili 1 bungkus
  • Pisang

Alat

  • Kom sedang
  • Daun pisang
  • Periuk
  • Bilah bambu 1 batang / centolan nasi
  • Dandang / Kukusan

Cara

  • Masukkan adonan (santan+tepung+vanili) ke dalam periuk, masak sampai menyerupai bubur, diaduk terus
  • Bila adonan sudah matang, dinginkan sampai suam2 kuku
  • Potong pisang sesuai selera
  • Potong daun pisang 20cm x 20cm, disengai ke api hingga warna berubah menjadi sedikit tua
  • Letakkan selembar daun pisang di telapak tangan, di atasnya di taruh adonan bubur, dibentuk, tambahkan potongan pisang, tutupi dengan adonan bubur
  • Satukan tepian daun pisang ke arah tengah, gulung. Lalu lipat masing pinggiran
  • Kukus sampai matang
Masakan Tradisional Palembayan, Resep Nek MARIANI, Desa Piladang

Kue Cacah (Kue Kembang Loyang)

  • Bahan
    • Minyak goreng
    • Kuning telur itik 1 butir
    • Gula 1 cangkir
    • Pati santan
    • Garam secukupnya
    • Bumbu spekuk / (dasmanih+buah pala+kulit manis)
    • Tepung beras / tapuang bareh carai
  • Alat
    • Cangkir penutup termos besar / cangkir dengan ukuran +300cc
    • Cetakan putih khusus kue cacah (cetakan kuning sering melekat)
    • Kuali
    • Tirisan minyak
    • Pengocok kecil / mixer
    • Kom sedang
    • Lidi
  • Cara
    • Panaskan minyak sekiranya dalam kuali
    • Bumbu dirandang, digiling, diayak / disaring
    • Masukkan kuning telur dalam cangkir, kocok
    • Masukkan gula 1 cangkir + pati secukupnya, aduk
    • Pisahkan sedikit demi sedikit adonan ke dalam kom sedang
    • Tambahkan tepung ke dalam kom sedang, aduk
    • Cacahkan cetakan ke dalam adonan & langsung letakkan ke dalam kuali, goreng
    • Pisahkan adonan dari cetakan dengan menggunakan lidi
    • Angkat bila sudah menguning
    • Tiriskan kue di tempat tirisan minyak
    • Siap dihidangkan
Masakan Tradisional Palembayan, Resep Nek MARIANI, Desa Piladang

Kue Bolu Ikan

Nah, lho… apa sih yang kebayang sewaktu mendenger Kue Bolu Ikan? Hm, saya yakin nih, pasti banyak yang menyangka kalau kue bolunya rasa ikan, ya kan?! Hee.. Bukan, guys.. Nama ini diambil karena cetakannya yang mirip ikan, mulai dari yang kecil, sedang sampai dengan ukuran besar.

Bahan

  • Telur itik 3 butir
  • Telur ayam kampung 1 butir
  • Bumbu spekuk / (dasmanih + buah pala + kulit manis)
  • Gula 1 gelas sedang
  • Tepung terigu 1 gelas sedang
  • Minyak goreng secukupnya

Alat

  • Bila Manual
    • Kom sedang sesuai keperluan
    • Pengocok manual
    • Cetakan berbentuk ikan
    • Belanga pemanggang kue yg didalamnya sudah diisi abu n dibatasi dengan 2 batang bilah bamboo
    • Sabut kelapa
    • Tungku / kompor
    • Lidi
  • Modern
    • Mixer
    • Cetakan
    •  Oven

Cara (Manual)

  • Lumeri cetakan dengan minyak goreng seadanya
  • Panaskan belanga (didalamnya sudah ada cetakan dengan posisi di atas bilah & tutup dengan penutup dandang) dengan api sedang
  • Bumbu dirandang, digiling & diayak / disaring
  • Telur itik & ayam kampung dikocok / mixer sampai mengembang
  • Masukkan gula ke dalam adonan telur, kocok
  • Masukkan & perkirakan tepung ke dalam adonan, kocok
  • Bila adonan sudah kental, masukkan ke dalam cetakan yang sudah dipanaskan
  • Nyalakan api sedang & tunggu beberapa saat
  • Pantau keadaan kue, sudah masak / belum dengan menggunakan lidi. Tusuk lidi ke kue, bila masih banyak tempelan di dinding lidi, berarti belum masak
  • Saat kue mulai menguning, letakkan sabut kelapa dan bara pembakaran di atas tutup belanga (Agar didalamnya tidak mentah)
  • Bila tusukan lidi selanjutnya sudah tidak ada tempelan adonan, berarti kue sudah masak
  • Angkat cetakan & kue siap disajikan
Resep Nek MARIANI, Desa Piladang, Palembayan