Tag Archives: Kamang

Tarusan Kamang

Rute ini menempuh waktu sekitar 40 menit menuju Simpang Talatang Kamang (dengan motor) dari Terminal Aur Kuning Bukittinggi, kemudian + 3 km dari simpang hingga ke lokasi. Akses kesini juga bisa menggunakan angkot (angkutan kota) berwarna merah dari simpang Aur (By Pass) melewati Jalan Medan (Jalan Lintas Sumatera). Bea masuk untuk 1 motor Rp 5.000,- dan parkir (motor) Rp 2.000,-.

Disini terhampar pemandangan nan elok dari fenomena alam, karena danau ini terjadi dengan sendirinya. Unikya, dibagian tengah danau terdapat bagian tanah yang lebih tinggi menyerupai pulau. Kita bisa mengililingi danau ini dengan menggunakan Rakit (sejenis transportasi dari bambu yang disusun apik) dengan bajet Rp 10.000,-/orang. Selain itu, nuansa tradisional terasa cukup memukau dengan alam pedesaaan.

 

Referensi

Geni via wawancara pada 12 Agustus 2015. Berikut foto diambil dari koleksi Geni.

Advertisements

Kerupuk Sanjai “Karupuak Tunjuak”

Saya tidak tahu persis nama kerupuk sanjai yang satu ini, ada yang bilang kalau namanya adalah karupuak tunjuak. Ini biasa saya beli di penghabisan Janjang Gantuang Pasar Bawah, tepat di dekat uni yang jual pensi. Hm, rasanya itu… gurih dan bikin nagih..!! Dicemil gitu aja enak, buat temannya makan nasi juga enak..

Dari informasi yang saya dengar dari Geni, orang Kamang kalau baralek wajib menyajikan kerupuk ini, sama seperti Palembayan yang tak lengkap acaranya tanpa gulai bukek. Jadi, boleh dibilang, kerupuk sanjai jenis ini merupakan makanan khasnya Kamang.

Nah, kerupuk ini juga ada 2 macam, lho.. Ada yang balado agak kemerahan karena warna cabe merah. Selain itu, ada yang pake kunyit sehingga warnanya agak kekuningan dan tampak lebih berbumbu. Dua-duanya enak!!